TULISAN SAYA DI COPY PASTE MAJALAH LIBERTY

4 05 2008

Kalau saja saya tidak sedang main ke rumah teman, saya tidak tahu hal ini….. pada saat itu di ruang tamunya ada sebuah majalah yang baru dibelinya… hmmmmmmh majalah Liberty…. ini majalah yang kebanyakan bercerita tentang hal – hal mistis dan supranatural….. sambil iseng iseng saya baca, temanya tetang orang “kesurupan”, mereka membahas dari berbagai aspek, dari pakar psikologi hingga pakar supranatural… tapi saya kaget begitu membaca halaman berikutnya…. mereka membicarakan tentang pengungkapan kejahatan dengan menggunakan cara – cara supranatural …. kok sama persis dengan tulisan saya beberapa waktu yang lalu : Pengungkapan Kejahatan Menggunakan DUKUN (Metafisik) Mungkinkah ? , tulisan itu tanpa ada yang dikurangi dan ditambahkan … hanya judulnya saja yang diganti, dan seolah olah mereka melakukan wawancara dengan saya, dengan judul : “Pengakuan seorang reserse” ….

Saya pribadi menyesalkan kejadian tersebut, memang tulisan di blog adalah tulisan yang bersifat umum, bisa di baca setiap orang, namun setidaknya etika dalam menyadur tulisan dilakukan terlebih dahulu… minimal memberi tahu saya terlebih dahulu dan meminta izin….. saya pribadi pasti tidak akan keberatan kok tulisan saya digunakan, dan tidak pernah berniat mencari keuntungan dengan dimuatnya tulisan saya…. Apalagi sekelas “majalah” yang setahu saya cukup diminati dan beroplah lumayan besar…

Yah sudahlah…. yang penting saya sudah memuat hal ini…. saya hanya ingin “mengetuk” hati redakturnya, tolong perhatikan etika dalam “penulisan” , jangan asal Copy Paste tulisan orang…..

ini adalah cover majalah tersebut, majalah Liberty terbaru edisi bulan Mei :

ini adalah tulisan tersebut :

tulisan saya yang di Copas

tambahan :

majalah liberty mendapat rekor muri karena menjadi majalah “terlama” yang pernah terbit di Indonesia

MAJALAH TERTUA YANG TERBIT HINGGA USIA 50 TAHUN MASIH TETAP EKSIS HINGGA SEKARANG

Pemegang rekor : Majalah Liberty

Majalah Liberty berdiri atau lahir pada tanggal 12 September 1953. saat ini oplah majalah Liberty mencapai 85.000 eksemplar, majalah liberty telah beredar di seluruh pelosok Indonesia serta diluar negeri seperti di Hongkong, Tiwan, Malaysia, dan Singapura. Tahun 2003 merupakan tahun emas karena genap berumur 50 tahun majalah Liberty dari pertama hingga sekarang selalu mengulas tentang masalah – masalah supranatural dan mistik karena karakteristiknya tak pernah beranjak dari dunia supranatural dan mistik disamping kehidupan realitas lainnya seperti kriminal, kesehatan, jagad aneh, tragedy dll.
Penghargaan ini diserahkan pada tanggal 1 Juni 2003 di Surabaya oleh Bp. Jaya Suprana.

masa bisanya cuma copy paste ? tanpa menyebutkan sumber tulisan pula ????? :-)





CERITA PERAMPOK SUMATRA (SERI I)

1 05 2008

Ketika saya pindah ke Jambi dari Jakarta pada tahun 2004, saya pikir kejahatan yang ada di sini akan lebih konvensional lah daripada di jakarta, paling – paling maling ternak dan mencuri hasil kebon…. Ternyata pendapat saya salah…..di Sumatra (termasuk Jambi) ternyata banyak perampokan bersenjata, memang konvensional… tapi modus mereka jauh lebih jahat, lebih sadis dan lebih berani dari model – model perampok di tanah Jawa….

Yang saya kaget mereka semua menggunakan senjata api, mereka sangat terorganisir, mereka berdarah dingin dan tidak segan segan membunuh korban…. Bahkan Polisi ada beberapa orang yang menjadi korban mereka….

Hasil rampokan mereka pun tidak tanggung – tanggung, contohnya perampokan bank Mandiri di Kabupaten Sarolangun pada tahun 2007 yang menghasilkan Rp 1,2 M, perampokan uang Koperasi di daerah Sungai Bahar yang membawa uang Rp 1,8 M, perampokan toke (juragan) karet di Bangko yang memgakibatkan 800 juta dan korban tertembak mati, Penembakan juragan Ayam di Telanai Jambi dan mengakibatkan korban mati dan membawa uang puluhan juta, perampokan bersenjata rumah seorang pengusaha SPBU di jambi dan membawa uang 200 juta, perampokan bersenjata terhadap toke sawit di daerah tebo dengan kerugian 1,1 M, perampokan terhadap sejumlah besar alat berat di Sumatra dengan mengambil mikrochips komputer penggerak Alat Berat (komponen ini mahal harganya)…. dan masih sangat banyak lagi…. Otak saya sendiri sampai tidak mengingat karena saking banyaknya….

Yang jelas…. Setelah saya amati, sekali melakukan aksinya paling tidak mereka membawa hasil uang dalam jumlah yang sangat besar, mereka selalu bersenjata api baik yang asli atau senjata rakitan (dalam bahasa sumatra disebut “kecepek”)…. Kalau mereka dalam aksinya mendapat perlawanan mereka tidak segan – segan mencederai korbannya bahkan membunuhnya, mereka selalu bekerja dalam suatu kelompok dengan peserta paling sedikit 5 orang, dan YANG UNIK…mereka dalam melakukan aksinya seolah – olah selalu tahu bahwa target memang sedang menyimpan uang dalam jumlah yang besar…. Berarti selalu mereka mendapat informasi dari “orang dalam”…

Saya tahu banyak tentang kelompok itu ketika dipercaya pimpinan menjadi kepala unit Reserse Operasional lapangan di Polda Jambi…. Saya melakukan inventarisir segala yang berkaitan dengan kelompok – kelompok itu… ternyata yang saya temukan adalah sebagai berikut :

Kelompok ini selalu menggunakan senjata api, senjata tersebut didapat dari selundupan luar negeri, atau dari Aceh eks konflik bersenjata, kalau senjata rakitan didapat dari para pengerajin besi yang biasa membuat senjata rakitan untuk berburu Babi, tersebar di seluruh Sumatra.

Kelompok – kelompok perampok itu selalu menggunakan mobil rental dalam melakukan aksinya.

Mereka selalu mempunyai informasi yang akurat tentang korban, tentang kondisi keuangannya karena mereka mempunyai “informan” yang biasanya adalah “orang dalam” dan ia mendapat “jatah” hasil rampokannya.

Kelompok ini beroperasi dalam wilayah jelajah yang luas, seluruh Sumatra, kecuali Aceh.

Mereka rata – rata saling mengenal sesama kelompok perampok, dan sering berobah formasi, bertukar anggota…. Tergantung keaadaan.

Daerah – daerah yang teridentifikasi sebagai sumber perekrutan kelompok kelompok ini (mohon maaf bukan sara): Lubuk Linggau daerah perbatasan dengan Jambi, Musi Banyuasin daerah epil, Kayu agung, Srensen perbatasan Riau dan Jambi, Lampung daerah utara, Jambi daerah Pulau Pandan, Medan Kota dan Lubuk Pakam.

Di setiap kota yang akan dirampok pasti ada “penguasa” yang biasanya mantan – mantan rampok juga… mereka selalu sebelum merampok “meminta ijin” terlebih dahulu dengan “penguasa” dan memberikan fee hasil rampokan.

Teridentifikasi juga beberapa diantara mereka adalah mantan polisi dan tentara, sehingga mereka dalam beraksi menggunakan cara – cara yang “militer” sekali, dan sangat disiplin serta teroganisir….

Setelah teridentifikasi, maka saya dan team menemukan metode untuk menanggulangi para perampok itu dan metode tersebut cukup berhasil untuk menangkap banyak dari kelompok perampok tersebut…. Walaupun tidak tertangkap semuanya, namun paling tidak mereka akan lebih hati – hati dalam melaksanakan aksinya…..

faktor – faktor apa yang memicu “berkembang” nya kelompok – kelompok perampok itu ? apakah penyebab para korban “rentan” terhadap perampokan ? akan saya tulis pada bagian kedua tulisan saya.

Pada tulisan selanjutnya juga, saya akan mengulas tentang seorang “Perampok Legendaris” yang sangat licin dan belum tertangkap hingga sekarang, pelaku perampokan di hampir seluruh Sumatra (bahkan menyebrang ke Jawa) …. Beberapa kali ditembak, digrebek tetapi selalu berhasil lolos…. Siapakah dia ? ikutin saja terus tulisan saya……….





PERSENJATAAN FPU : PISTOL GLOCK

28 04 2008

glock

Saya pernah membahas persenjataan FPU untuk perorangan yaitu Styer AUG A3.. sekarang saya membahas kembali persenjataan untuk anggota FPU khusus untuk perwira, yaitu pistol Glock.

Pistol Glock adalah pistol terbaik yang pernah dibuat di dunia dan juga paling banyak terjual… banyak agen – agen penegak hukum dan militer di dunia yang memakainya termasuk Indonesia… dan semuanya puas dengan pistol ini…. bentuknya yang stylish tidak mengurangi keakuratan, kecepatan dan kekuatan pistol ini… dan ada yang lebih istimewa dari pistol ini… karena komponen besi dalam pistol ini hanya 30 % selebihnya berbahan dasar polymer atau plastik keras… jadi ringan sekali, lebih ringan 86% dari besi…. dan satu … lagi pistol ini juga mempunyai keamanan yang baik sehingga jarang terjadi “salah ledak” kalau kita mengikuti prosedur standar….

pISTOL GLOCK

Glock merupakan nama dari jenis – jenis pistol yang di produksi pabrik Glock GmbH dari Deutsch Wagram, didirikan tahun 1963 oleh seorang insinyur bernama Gaston Glock.

SEJARAH

Pada bulan mei 1980, perusahaan ini mendapat undangan untuk bersaing mendapat kontrak dari pemerintah Austria untuk menyuplai Militer Austria dengan senjata pistol baru menggantikan pistol ex perang dunia ke II yaitu pistol Walther P38, beberapa sampel dari beberapa perusahaan diberikan dan setelah menjalani beberapa test kekuatan, perusahaan ini memenangkan tender dengan model glock 17 nya. Dan masuk sebagai pistol standar Militer Austria pada tahun 1982 dengan nama P80 (pistole 80). Beberapa saat kemudian dipakai juga oleh angkatan bersenjata Belanda, Norwegia dan Swedia. Glock 17 terus dikembangkan dengan beberapa modifikasi dan beberapa alternatik kaliber dan beberapa variasi dimensi dan berat namun tetap mengacu pada bentuk dasar. Pistol Glock mendapatkan sukses penjualan yang luar biasa, pada tahun 1992 tercatat kurang lebih 350 ribu pistol di 45 negara dan sekitar 200 ribu di Amerika Serikat sendiri. Di Indonesia berdasarkan data yang memakainya ialah Kopassus TNI AD, PasKhas TNI AU, Korps Brimob Polri dan Detasemen 88 Polri.

JENIS KALIBER GLOCK

TEST OLEH SAYA

Wow … memang pistol ini luar biasa…. sangat ringan, akurat, aman… saya mencoba zeroing pada jarak 10 M…. pada sebuah lesan target statis… ledakan tidak terlalu memekakkan telinga, tidak begitu terasa “hentakannya” dan hasilnya akurat sekali…. titik hitam dengan perkenaan 1 mm sampai 2 mm, memang sih… kata orang “not the gun” but “the man behind the gun”… tapi dengan pistol sesempurna ini sepertinya tidak ada kesulitan sama sekali bagi pemula yang baru belajar menembak pistol Glock….. termasuk saya……

(sumber : situs Glock dan Wikipedia)





SEKOLAH POLISI INTERNASIONAL DI INDONESIA

23 04 2008

lambang JCLEC

Ngga nyangka juga Indonesia diberi kepercayaan dari dunia Internasional untuk membuat sekolah polisi berskala Internasional, sekolah ini diberi nama : Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sekolah ini menyediakan pendidikan bagi para penegak hukum dalam kerangka penyidikan multi Yuridiksi dalam kejahatan Transnasional, dengan memfokuskan pada kegiatan memerangi terorisme.

JCLEC terletak didalam AKADEMI KEPOLISIAN Semarang, diresmikan pada tahun 2004 oleh Pemerintah Australia dan Indonesia, dan pemerintah Australia telah berkomitmen untuk menyiapkan dana sebesar AUD$36.8 juta selama 5 tahun sampai tahun 2009, dan dimungkinkan juga untuk diperpanjang.

JCLEC diresmikan oleh presiden Indonesia (waktu itu) Megawati Soekarnoputri pada tanggal 3 Juli 2004, walaupun lembaga ini dibentuk sebagai bagian dari kerjasama bilateral, tapi tidak menutup juga bagi negara – negara lain dari kawasan regional maupun Internasional untuk turut berpartisipasi baik sebagai donor maupun kontribusi peserta maupun pelatih untuk mencapai tujuan dari lembaga ini.

presiden SBY berkunjung ke JCLEC

Lembaga JCLEC ini bekerjasama dengan seluruh Lembaga Penegak Hukum di Asia tenggara, dan juga dengan lembaga (pendidikan) yang serupa seperti : South East Asian Regional Centre for Counter Terrorism (SEARCCT) di Kuala Lumpur, dan International Law Enforcement Academy (ILEA) di Bangkok.

Dalam beberapa kesempatan lembaga – lembaga ini (JCLEC, SEARCCT, ILEA) membuat team ad-hoc dalam seminar Internasional tentang kejahatan internasional, seperti dalam Bali Ministerial Meeting on Counter-Terrorism pada bulan February 2004 dan banyak seminar lainnya.

suasana kelas

Siswa kepolisian yang pernah ikut pendidikan di JCLEC tercatat dari banyak negara di Dunia… saya tercatat sebagai Alumni pertama JCLEC selepas diresmikan presiden pada tahun 2004, pada waktu saya ikut ada siswa dari Thailand, Singapura, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, Fiji, New Zealand dan Australia… pada waktu itu saya mengikuti pendidikan “Post Blast Investigation Course” dan banyak negara lain… saya pernah juga bertemu seorang Polisi Kanada sewaktu survey di Sudan dia pernah juga mengikuti pendidikan di JCLEC dia bilang lembaga ini termasuk lembaga pendidikan Polisi Terbaik di dunia…. wow kereeen……

foto peserta pendidikan

ini beberapa program pelatihan dalam JCLEC ,diantaranya termasuk :
Investigations (english) / Penyidikan (indonesia);
Intelligence (english) / Intelijen (indonesia);
Forensics (english) / Forensik (indonesia);
Financial Investigations (english) / Penyidikan Finansial (indonesia);
Communications (english) / Komunikasi (indonesia);
Computer Based Training
Research (policy and legislation)

Dalam pendidikian ini mencakup beberapa jenis kejahatan Transnasional seperti :

terorism;
narcotics;
maritime crime;
people smuggling;
sexual servitude;
child sex tourism;
dan .. cyber crime.





(FOTO) KAMI SIAP MELAYANI ANDA….

16 04 2008

Saya ketawa ngga berhenti – henti ketika melihat foto ini yang dimuat pada kaskus.us, dari thread milik ronal

Kok bisa pas yaa…. foto dengan “situasi” dan “semboyan” polisi yang ditampilkan……

Kreatif sekali si pembuat foto….. sampai membuat saya ketawa sampai sakit perut…….

ini dia fotonya :

kami siap melayani anda

lucu kan ?… ha ha ha….





PENJAHAT LEGENDARIS INDONESIA : KUSNI KASDUT

13 04 2008

Siapa yang tidak mengenal tokoh ini pada era 70 an, salah satu pejahat Legendaris, tertangkap dan di vonis hukuman mati atas segala perbuatannya…. Namun pada saat – saat akhir hayat nya ia bertobat dan dengan “tegar” menghadapi hukumannya.

Dalam keterasingannya di penjara dan jauh dari orang-orang yang dicintai, ternyata sisi agamis Kusni Kasdut tumbuh semakin dalam. Apalagi ketika dia di penjara dan sebelum dieksekusi mati, dia sempat berkenalan dengan seorang pemuka agama Katolik.

Setelah berkenalan dengan pemuka agama tersebut, akhirnya dia memutuskan menjadi pengikut setia. Kusni Kasdut dibaptis sebagai pemeluk Katolik dengan nama Ignatius Kusni Kasdut.

Saat menunggu hari eksekusi, dia menuangkan rasa cintanya terhadap agama yang telah dia anut dalam sebuah lukisan yang terbuat dari gedebog pohon pisang. Dalam lukisan tersebut, tergambar dengan rinci Gereja Katedral lengkap dengan menara dan arsitektur bangunannya yang unik. Dan sampai sekarang masih tersimpan rapi di Museum Gerja Katederal Jakarta.

“Setelah lukisan gedebog pisang itu jadi, sebagai tanda terima kasihnya, Kusni Kasdut memberikan lukisannya itu kepada Gereja Katedral, Jakarta. Beberapa hari setelah itu, Kusni Kasdut ditembak mati,” ujar pengurus Museum Katedral, Jakarta, Eduardus Suwito.

Saya mendapat tulisan mengenai saat – saat akhir hayatnya pada saat mau menghadapi regu tembak :

Keinginannya terakhir hanya ia mau duduk di tengah keluarganya.
Itu terpenuhi. Sembilan jam sebelum diantar pergi oleh tim
eksekutor, di ruang kebaktian Katolik di LP Kalisosok Kusni
Kasdut dikelilingi keluarganya: Sunarti (istri keduanya), Ninik
dan Bambang (anak dari istri pertama), Edi (menantu, suami
Ninik) dan dua cucunya, anak Ninik. Itulah jamuannya yang
terakhir-dengan capcai, mi dan ayam goreng. Tapi rupanya hanya
orang yang menjelang mati itu yang dengan nikmat makan.

Kusni, kemudian, memeluk Ninik. “Saya sebenarnya sudah tobat
total sejak 1976,” katanya, seperti direkam seorang
pendengarnya. “Situasilah yang membuat ayah jadi begini.
Sebenarnya ayah ingin menghabiskan umur untuk mengabdi kepada
Tuhan. Tapi waktu terlalu pendek. Ninik dan yang lain
menangis. “Diamlah,” lanjut ayahnya, “Ninik ‘kan sudah tahu,
ayah sudah pasrah. Ayah yakin Tuhan sudah menyediakan tempat
bagi ayah. Maafkanlah ayah.” Kedua cucunya, Eka dan Vera, mulai
mengantuk.

Fact about Kusni Kasdut

Pada masanya Kusni kasdut adalah penjahat spesialis “barang antik” salah satunya yang paling spektakuler ia merampok Museum Nasional Jakarta. Dengan menggunakan jeep dan mengenakan seragam polisi (yang tentunya palsu), dia pada tanggal 31 Mei 1961 masuk ke Museum Nasional yang dikenal juga Gedung Gajah. Setelah melukai penjaga dia membawa lari 11 permata koleksi museum tersebut.

Pernah membunuh dan merampok seorang Arab kaya raya bernama Ali Badjened pada 1960-an. Kusni Kasdut dalam aksinya ditemani oleh Bir Ali. Ali Badjened dirampok sore hari ketika baru saja keluar dari kediamannya di kawasan, Awab Alhajiri. Dia meninggal saat itu juga akibat peluru yang ditembak dari jeep yang dibawa oleh Kusni Kasdut.

Saat-saat terakhir Kusni Kasdut ini dijadikan ide untuk lagunya God Bless “Selamat Pagi Indonesia” di album “Cermin”. Lirik lagu ini ditulis oleh Theodore KS, wartawan musik Kompas yg jagoan menulis lirik lagu.

Awalnya Kusni kasdut adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

SUDARTO adalah penasehat hukum Kusni Kasdut mengatakan dalam pembelaanya : ”Manusia tidak berhak mencabut nyawa orang,” dan ”Nafsu tidak bisa dibendung dengan ancaman”.

Kusni Kasdut pada saat sedang menunggu keputusan atas permohonan grasinya sempat melarikan diri kemudian dapat ditangkap kembali dan akhirnya menjalankan pidana matinya.

Kusni Kasdut sempat dijuluki “Robin Hood” Indonesia, karena ternyata hasil rampokannya sering di bagi – bagikan kepada kaum miskin.

Tangan kanan Kusni Kasdut adalah Bir Ali, anak Cikini Kecil (sekarang ini letaknya di belakang Hotel Sofyan). Bir Ali, yang juga menjadi pembunuh Ali Bajened bersama Kusni Kasdut di Jalan KH Wahid Hasyim, bernama lengkap Muhammad Ali. Dia mendapat gelar Bir Ali karena kesukaannya menenggak bir, ia tewas dalam tembak menembak dengan polisi.

Ia menjalani hukuman matinya didepan regu tembak pada 16 Februari 1980.

Sumber : dari berbagai sumber





SIDIK JARI

4 04 2008

Sidik jari (finger print) adalah ilmu yang “murni” polisi, saya tidak pernah melihat institusi lain yang mengajarkan ilmu ini selain kepolisian, saya akui semasa menjadi siswa kepolisian saya agak malas mengikuti pelajaran ini… karena pelajaran ini rumit, terutama bagian merumus sidik jari…

Sekedar mengingat pelajaran lalu….. mungkin juga berguna bagi pembaca yang ingin sedikit tahu mengenai sidik jari…

Ok… Pada prinsipnya “TIDAK ADA MANUSIA DI DUNIA INI YANG MEMPUNYAI SIDIK JARI YANG SAMA” …. Hmmmmh lucu ya ? itulah Keajaiban Tuhan… pernah dicoba dibandingkan sidik jari dua orang yang kembar identik…. Tetapi tetap saja sidik jarinya tidak sama…. Yang saya tidak tahu apakah orang yang di CLONING juga mempunyai sidik jari yang sama ???? wah….. memang jawaban ini bikin saya penasaran, sayangnya belum ada percobaan di dunia untuk meng- CLONING manusia….

Kenapa ada sidik jari ??? sidik jari sebenarnya adalah kulit yang menebal dan menipis membentuk suatu “punggungan” pada telapak jari yang membentuk suatu pola, sidik jari tidak akan hilang sampai seorang meninggal dunia dan busuk, goresan – goresan atau luka biasanya pada waktu kulit berganti akan membentuk pola yang sama…. Kecuali kulit tersebut mengalami luka bakar yang parah…. Ada kejadian nyata, sesorang di Jakarta pada saat mau membuat visa AS ditolak karena pola sidik jarinya hilang karena pernah mengalami luka bakar…. Kalau begini bagaimana ya ????

Identifikasi Sidik jari dikenal dengan DAKTILOSKOPI adalah merumus pola sidik jari pada tapak tangan yang sama, kiri maupun kanan…. Metodanya dikenal dengan metode Henry, Rocher dan Vucetich… Metode Henry diciptakan di India dan dipakai semua negara “English Speaking” , Metode Rocher digunakan di negara Jerman dan Jepang, sedangkan Metode Vucetich digunakan pada negara – negara berbahasa Spanyol…. Indonesia sendiri menggunakan Metoda Henry….

Bagaimana bentuk umum sidik jari ????

Pada umumnya manusia mempunyai 3 macam bentuk umum sidik jari dalam metode Henry yaitu :

ARCH

LOOP (KANAN)

WHORL

Ada juga varian ARCH ……

TENTED ARCH

Nah……..Dari bentuk bentuk diatas inilah kita bisa merumuskan sidi jari….

Sidik jari bisa digunakan untuk pengungkapan kejahatan, misalnya dari sidik jari laten (pengambilan sidik jari menggunakan serbuk kimia) yang didapat dari barang barang di TKP, atau barang – barang yang digunakan untuk “melakukan kejahatan” seperti pistol, pisau, tang obeng dan sebagainya…

Nah … inilah letak krusialnya…. Dari sidik jari laten yang kita temukan di TKP tersebut, polisi melakukan pemotretan sidik jari lalu dibandingkan dengan data sidik jari dalam file kepolisian….

Ingatkah anda pada waktu membuat SKKB ??? itulah sumber data yang berharga bagi polisi untuk mencari data guna membandingkan sidik jari di TKP dengan sidik jari orang – orang yang kita curigai…

Dalam ilmu Daktiloskopi sidik jari dikatakan IDENTIK apabila mempunyai MINIMAL 12 titik yang sama dalam satu ruas jari (tidak perlu lengkap semua…. Bisa kelingking saja… bisa jempol saja….)

Salah satu contoh bagaimana SIDIK JARI bisa menentukan tersangka dalah tulisan saya di sini.

Ok demikian “pencerahan” saya, mudah – mudahan bermanfaat….





Cina tertekan soal Darfur ?

15 03 2008

Steven Spielberg Dalam keterang pada pers pada saat mengundurkan diri

Ada berita di BBC News tanggal 14 Februari 2008 yang mengatakan bahwa Steven Spielberg menundurkan diri sebagai penasehat artistik Olimpiade Beijing karena permasalahan Darfur….

Kementerian luar negeri Cina mengatakan “motif sampingan” mungkin berada di balik kecaman terhadap kebijakan Cina di Sudan.

Spielberg mengatakan nati nuraninya melarang dia melanjutkan perannya di Olimpiade Beijing.

Cina memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Sudan, yang oleh para pegiat dikatakan harus digunakan untuk menekan Khartoum agar menyelesaikan krisis Darfur.

Sebuah surat kabar Inggris menerbitkan surat dari 80 pemenang Nobel, atlit internasional, politisi dan artis yang mendesak Beijing agar membantu mengakhiri konflik.

Juru bicara kementerian luar negeri Cina Liu Jianchao mengatakan: “Kami menyadari bahwa belakangan ini banyak kontroversi seputar Cina dan Darfur.”

“Dapat dimengerti jika beberapa orang tidak memahami kebijakan pemerintah Cina di Darfur, tetapi saya khawatir sebagian orang mungkin memiliki motif sampingan dan ini tidak bisa kami terima,” katanya dalam sebuah jumpa pers.”Cina juga mengkhawatirkan keadaan kemanusiaan di Darfur. tetapi kata-kata kosong tidak akan membantu. Kami berharap orang-orang yang bersangkutan akan lebih pragmatis.”

Beijing mengatakan pemerintah sudah menunjuk utusan khusus untuk Darfur dan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke kawasan itu. Namun banyak orang, termasuk Steven Spielberg, mengatakan ini tidak cukup.

Setidaknya 200.000 orang tewas dan dua juta lainnya kehilangan tempat tinggal mereka dalam konflik di kawasan Darfur, Sudan barat, yang sudah berlangsung lima tahun, di mana milisi pro pemerintah dituduh melakukan kekejaman secara luas.

Sudan membantah pihaknya membantu milisi Janjaweed dan mengatakan penderitaan di Darfur dibesar-besarkan. Sudan menjual sekitar dua per tiga minyaknya ke Cina, sementara Beijing menjual senjata ke pemerintah Sudan dan memblokir upaya di Dewan Keamanan PBB untuk menekan Khartoum. Para pegiat mengatakan senjata yang dijual Cina ke pemerintah Sudan digunakan di Darfur.

Spielberg mengatakan nati nuraninya melarang dia melanjutkan perannya di Olimpiade Beijing.

Sebuah surat kabar Inggris menerbitkan surat dari 80 pemenang Nobel, atlit internasional, politisi dan artis yang mendesak Beijing agar membantu mengakhiri konflik.

Tercatat nama-nama tenar yang juga bertindak sebagai penasehat Olimpiade Beijing termasuk sutradara Zhang Yimou dan bintang kung-fu Jackie Chan pernah mengajukan petisi tentang Darfur.

Bintang Hollywood Mia Farrow dan George Clooney turut mengecam Cina atas masalah Darfur.

Pertanyaanya : Apakah benar negara China terlibat dalam konflik Darfur ?

Memang benar Cina memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Sudan, tampak sekali ketika saya melakukan survey untuk kesiapan FPU Indonesia dalam missi UNAMID ke Darfur, mayoritas pengeksplorasi minyak dan gas di Sudan adalah negara China, ini terlihat pada saat saya mendarat di bandara Internasional Khortum banya sekali Warga Negara China datang dalam satu pesawat saya… demikian juga pada saat berkeliling kota mudah sekali dilihat warga negara China di jalan – jalan…

Ketika saya tanya pada salah seorang staff KBRI, ia mengatakan perusahaan minyak dan gas China menguasai hampir 90 % di Sudan…. mengapa China bisa menguasai sedemikian besar ? kemana perusahaan besar minyak Amerika seperti Chevron, Exxon dll ? ternyata sampai saat ini Amerika Serikat masih mengembargo negara Sudan karena keterlibatannya sebagai pemberi “save haven” Osama Bin Laden pada era 90′ an, sebelum Ia hijrah lagi ke Afganistan, jadi Sudan turut di cap sebagai negara yang memberi bantuan terhadap jaringan teroris internasional…. Akibat embargo ini eksploitasi minyak yang telah dimulai oleh Amerika Serikat ditarik dari negara Sudan, dan masuklah investor baru yaitu negara China melalui perusahaan unggulannya Petrochina.

Saya mengerti China menjadi seolah “tertekan” setelah timbul konflik yang berkepanjangan di Darfur, mereka dituduh membantu pemerintah Sudan, menjual senjata yang digunakan untuk menumpas pemberontakan di Sudan dan memberi “jaminan” bebas dari sanksi karena hak Veto dalam Sidang Dewan Umum PBB.

Menurut pendapat pribadi saya : Keberadaan China sebagai Investor Minyak dan Gas terbesar di Sudan tidak dapat dihubungkan dengan peristiwa di Darfur, karena menurut saya: setiap negara atau siapapun berhak berinvestasi, apalagi ditengah embargo ekonomi dari negara barat yang tengah berlangsung…. tentunya negara Sudan butuh bantuan untuk tetap bisa “survive”…. terlepas dari permasalah dalam negeri di Sudan…..

Menurut seorang dosen saya di Coespu Italy… Hal inilah yang disebut “Geopolitik” adanya tarik menarik kepentingan akibat sumber daya Alam… keberadaan sumber minyak dan Gas yang besar di Sudan, menjadi “Magnet” bagi negara – negara adikuasa… sehingga “mungkin” konflik ini diciptakan untuk menguasai asset yang luar biasa tersebut…

Amerika Serikat yang menjadi “pelopor” dari embargo ekonomi terhadap Sudan dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan : “Apakah akan menelan air ludahnya lagi…..?” (memcabut embargo dan mulai berinvestasi di Sudan… dengan resiko bersaing dengan China ???)

Apakah pertentangan antara dua negara Adikuasa itu merupakan penyebab konflik yang tidak berujung di Darfur ? Yang ujung – ujung nya hanya karena masalah MINYAK ??? Jangan tanya saya…. karena saya sendiri tidak tahu jawabannya… hehehe….





Kontingen FPU Indonesia tampil di acara ‘Tukul Arwana’ Empat Mata

5 03 2008

Tukul and FPU Indonesia

Untuk mengatasi kebosanan setelah berlatih panjang, sebagai intermezzo team FPU Indonesia mendapat hiburan dengan menonton acara ‘Tukul Arwana’ Empat Mata di Trans 7, maka sore itu tanggal 4 Maret jam 7 malam, rombongan besar FPU bergerak dari Mako Korps Brimob Kelapa dua, dengan seragam baru yang ‘dipercepat’ pembagiannya untuk menonton acara Tukul….. Karena sampai terakhir baret biru UN dan sepatu gurun belum sempat dibagikan…..

Dan Kontingen and Tukul

Acara Empat Mata tersebut disiarkan secara Live dari studio Trans 7 di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan….. walau tempat duduk membludak bahkan sampai duduk bersila, tetap ‘seru’ dan ‘heboh’. Memang FPU Indonesia tidak mendapat ‘scene’ Khusus… namun yang penting ‘kehadiran’ nya bisa di kenal khalayak ramai (terutama dengan seragamnya yang lain daripada lain he he he) ….Tukul ternyata menyelipkan beberapa adegan untuk mengenalkan FPU Indonesia, seperti menyapa Komandan kontingen Akbp Johny Asadoma dan duduk diantara pasukan……. Memang selama ini pemberitaan FPU Indonesia terhadap khalayak masih ‘miskin’ informasi, dengan melalui blog saya ini berusaha mengenalkan eksistensi FPU Indonesia.

Tukul In Action

Ada catatan sedikit tentang acara tersebut, walaupun saya sendiri jarang menonton acara tersebut… setelah saya perhatikan ternyata ‘Tukul’ adalah seorang Entertainer sejati, keahliannya dalam ber-improfisasi sangat mengagumkan… scene demi scene berlalu hanya berdasarkan keahliannya berspontanitas …. ‘Lap Top’ nya hanya sebagai bahan dasar untuk memancing ‘kelucuan’ nya….selebihnya adalah improfisasi … Sutradara/pengarah terlihat banyak berdiskusi dengan Tukul di Jeda acara untuk menentukan jalan selanjutnya dari talkshow ini…. Sebagai guest speaker pada acara tersebut dengan judul besar ‘Suara halus’ adalah Ussy ‘Meong’, pak Bolot, pak Untung Bupati Sragen, Pengacara Elsa Syarif… seorang yang bisa menirukan suara hewan dan seorang yang yang bisa memainkan musik dengan sisir…. salut akan kekompakan team acara, Copywriter dan pengarah acara Trans 7 yang menampilkan acara ‘Live’ Empat Mata dengan baik sekali …





Kapolri Jendral Sutanto menutup latihan Pra-Operasi FPU Indonesia dalam persiapan Missi ke Darfur

27 02 2008

Rangkaian latihan pra operasi FPU Indonesia dalam rangka persiapan untuk missi ke Darfur yang dilaksanakan tanggal 23 Januari sampai 23 Februari (1 bulan) telah berakhir dengan sukses tanpa ada kendala, hasil yang diharapkan adalah anggota FPU benar – benar siap menghadapi medan tugas di Darfur nantinya…. dan nampaknya tujuan itu tercapai, indikatornya para pimpinan Polri terkesan dengan kesigapan anggota FPU dalam menjalani setiap materi latihan dan penampilan mereka dalam peragaan dalam upacara penutupan….


Kehadiran Kapolri Jendral Sutanto dalam upacara penutupan Lat Pra Ops menandakan Kapolri sangat concern terhadap keberangkatan FPU Indonesia ke Darfur, hal ini dipandang sangat wajar karena Mabes Polri pertama kali mengirimkan personilnya dalam ikatan pasukan…. sesuatu hal yang baru dan masih meraba – raba mencari format yang sesuai…. kendala pasti ada, yang paling krusial adalah pemenuhan material dan logistik bagi FPU Indonesia, lain halnya untuk penyiapan personil FPU.. anggota Brimob sebagai back bone FPU adalah personil yang sangat terlatih dan mempunyai readiness yang tinggi….

Latihan dan kegiatan yang di laksanakan selama 1 bulan ini antara lain :

1. Latihan kesiapan pasukan dalam menghadapi team Pre Deployment Visit dari PBB, untuk menguji kemampuan dalam ikatan pasukan FPU Indonesia (dalam minggu pertama latpraops)
2. Pengenalan daerah Missi Darfur oleh komandan Kontingen UNMIS Akbp Ari Laksmana.
3. Pengenalan Budaya Masyarakat Sudan oleh Dubes Sudan.
4. Human Right dan pengenalan Peace Keeping Operation oleh Deplu.
5. Latihan Bahasa Arab dan Inggris oleh Sekolah Bahasa Polri dan test Bahasa Inggris dari PDV team PBB.
6. Latihan berkuda oleh Direktorat Satwa Mabes Polri.
7. Latihan mengemudi mobil left steering, mengemudi truk dan mengemudi Armored Personal Car (APC).
8. Vaksinasi personil FPU (12 macam vaksin) dan test kesehatan jiwa oleh Bid DOKKES Mabes Polri.
9. Latihan menembak (pengenalan senjata Styer, tembak reaksi, tembak sniper, pistol) oleh PUSLAT Brimob Polri.
10. Cross Country dan Speed Marching oleh PUSLAT Brimob Polri.
11. Latihan luar di Pelabuhan Ratu dengan asumsi medan sesungguhnya (penghadangan, penyerangan, patroli, navigasi, PHH, penyergapan rumah) oleh PUSLAT Brimob Polri.
12. Pembekalan Duta Besar Amerika Serikat tentang keadaan di Darfur (beliau pernah 5 tahun berdinas di Sudan)
13. Pengarahan dari Australian Federal Police (AFP) tentang Peace Keeping Operation.
14. Persiapan peragaan dalam upacara penutupan.

Latihan dan kegiatan tersebut dapat diikuti oleh seluruh personil FPU dan menunjukkan kesiapannya untuk di terjunkan ke daerah Missi yang mempunyai kondisi Ekstrim di Darfur.

Kapolri dalam sambutannya menekankan kepada seluruh anggota FPU agar dapat menjaga nama baik Indonesia, karena baiknya tugas FPU Indonesia akan membawa baik Indonesia, namun buruknya FPU Indonesia juga membawa buruk nama Indonesia di mata Internasional.

Dalam upacara penutupan ini juga diperagakan kemampuan FPU Indonesia dalam menghadapi tugas di Darfur dan terlihat para tamu undangan termasuk Kapolri memberikan respon yang positif atas peragaan ini, juga dipamerkan jenis – jenis material dan Logistik yang akan dibawa FPU Indonesia ke Darfur….

FPU Indonesia direncanakan berangkat keseluruhan pada tgl 1 sd 10 Mei 2008, namun akan ada team yang berangkat duluan (termasuk saya)…. karena kami akan mengurus clereance peralatan setelah kapal mendarat di Port Of Sudan, dan ada juga team yang ikut dengan Kapal Cargo Container yang mengangkut peralatan FPU dari Tanjung Priok.

Demikian para pembaca blog saya… Mohon doa restu agar FPU Indonesia (140 orang) dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan paling penting pulang kembali dengan selamat bertemu dengan keluarga.





DEVILS ON THE HORSEBACK (JANJAWEED) VS POLICE ON THE HORSEBACK (FPU INDONESIA)

23 02 2008

Janjaweed
Devils on the Horseback

police in the horseback

Police on the Horseback

Nah ini yang seru ! ….dalam rangka penugasan FPU Indonesia ke Darfur, pasukan dipersiapkan dengan segala kemampuan di dalam menghadapi penugasan di daerah yang super extrem seperti di Darfur, extrem disini selain kondisi alam juga kalau – kalau harus berhadapan dengan Milisia extrem seperti Janjaweed yang mempunyai julukan “SETAN BERKUDA” (Devils on the Horseback)…..

Untuk menghadapi hal tersebut setiap personel FPU dibekali juga kemampuan untuk mengendarai kuda (siapa tahu dapat kuda sitaan Jannjaweed dan diharuskan membawanya………..iya ngga ha ha ha …???).

Kuda memang cocok menjadi kendaraan utama di daerah gurun seperdti di Darfur, terutama dengan “terrain” yang khusus seperti jurang yang terjal “pass way” yang sempit yang tidak terjangkau oleh kendaraan sejenis APC apalagi mobil walaupun mempunyai sistem penggerak roda 4 X 4…..

Memang FPU Indonesia bisa jadi FPU yang TERLENGKAP kemampuannya diantara semua FPU yang rencananya akan bergabung di Darfur, hebat bukan ????





PERSENJATAAN FPU : Non Lethal Weapon (Pepper Ball Launcher)

9 02 2008

Pepper Ball Launcher

Salah satu persyaratan FPU untuk ditugaskan dalam Mission Area adalah : Kemampuan Pengendalian Huru Hara (PHH), karena dalam penugasan pasukan perdamaian tidak mungkin diturunkan unsur Militer dalam menangani huru – hara/demonstrasi, salah satu contoh pada Missi PBB di Kosovo (2002), pada saat itu polisi masih usur sipil tidak bersenjata (Unarmed), pada saat itu PBB dihadapkan demostrasi besar – besaran yang melibatkan hampir 200 rb orang, karena pada saat itu polisi hanya sebagai Police Observer yang bekerja perseorangan dan bukan ikatan kelompok apalagi mempunyai kemampuan PHH, akhirnya pada saat itu diturunkanlah UN Military yang tentu saja tidak punya kemampuan PHH…. hasilnya dapat diduga….. sapu bersiiiiih…. pada saat itu terdata kurang lebih 200 (dua ratus) demonstran tewas karena kekurang mampuan militer menangani PHH (dan memang mereka tidak dilatih untuk itu…) Setelah peristiwa Kosovo PBB berpikir untuk menugaskan kepolisian berseragam (Formed Police Unit) yang dapat menangani huru – hara dan ganguan kriminalitas bersenjata…. Semenjak saat itu FPU selalu ada dalam setiap missi perdamaian PBB seperti di Timor Leste, Haiti, Liberia dan terakhir di Sudan….

Launcher

Dalam tulisan ini saya akan membahas salah satu persenjataan Non Lethal (tidak mematikan) yang digunakan oleh FPU Indonesia dalam penugasan ke Darfur, yaitu Pepper Ball Launcher ….. senjata ini adalah modifikasi dari senjata permainan perang – perangan anak muda sekarang yaitu Paint Ball atau Soft Gun, cuma peluru cat diganti dengan Pepper Ball yaitu gas air mata…. yang menimbulkan rasa pedih di kulit dan mata, ini terasa lebih menjamin terlindunginya HAM (he he he), Penggunaan Pepper Ball Launcher berkaca dari pengalaman buruk penggunaan Peluru Karet yang ternyata bisa juga menimbulkan Kematian atau setidaknya Luka Parah apabila ditembakkan dari jarak dekat……

Pepper Ball launcher ini menggunakan Gas untuk penembakannya…. bisa melesatkan 3 peluru per detik…. dan apabila terkena tubuh, peluru bulat plastik akan pecah dan mengeluarkan gas air mata…. (aduuuh periiih…. ), Tempat peluru bola dalam senjata bisa memuat 100 (seratus) peluru, Pepper Bal Launcher adalah persenjataan PHH tingkat peleton, dalam setiap peleton minimal ada 2 orang penembak …. Sekarang bagaimana keiistimewaan PBL dibandingkan Pelontar Gas Air Mata ?…. Menggunakan PBL adalah lebih efektif karena sasaran (para demonstran) dapat dibidik sesuai target, sedangkan penggunaan Gas Air Mata dengan Pelontar, akan menghasilkan ledakan dari tabung Gas Air Mata, menyebabkan Gas Air Mata Tersebar ke udara secara meluas tetapi dampak gas air mata seperti senjata makan tuan, karena petugas polisi pun terkena dampaknya….

Pepper BAll berisi Gas Air Mata…… Bentuk Peper Ball yang dimasukkan dalam Launcer

GO FPU’ers !!!!, FYI : FPU Indonesia mendekati keberangkatannya karena KEPPRES tentang keberangkatan telah ditanda – tangani oleh Presiden……….





PERSENJATAAN FPU INDONESIA DALAM MISI PBB DI UNAMID

6 02 2008
Steyr AUG A3

Steyr AUG A3

Persenjataan adalah hal yang paling penting dan mutlak dalam suatu misi/penugasan, khususnya dalam misi PBB yang bersenjata seperti dalam missi FPU Indonesia ke UNAMID…. persenjataan tersebut harus mengalami berbagai macam uji coba apakah sesuai dengan daerah penugasan, dari berbagai macam jenis yang telah di ujicoba Mabes Polri terpilihlah senjata STEYR AUG A3, senjata ini dipandang sangat cocok dalam daerah penugasan nantinya, alasannya : Jenisnya mudah digunakan, tahan cuaca (khususnya daerah panas seperti di Darfur), dan sudah terbukti tangguh dalam setiap penugasan.

Steyr AUG adalah rangkaian senapan yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 oleh perusahaan senjata Austria Steyr Mannlicher. AUG adalah singkatan dari Armee Universal Gewehr, yang berarti “Senapan Tentara Universal”. Nama Steyr AUG sendiri lebih sering digunakan untuk menyebut versi yang spesifik, yaitu varian senapan serbu bullpup kaliber 5.56 mm NATO, dengan warna hijau dan teleskop yang terintegrasi. Senapan ini sebenarnya telah memiliki banyak varian, mulai dari senapan submesin, senapan penembak jitu, sampai senapan mesin ringan. Senapan ini telah diadopsi menjadi senapan utama angkatan bersenjata Austria, Australia, Selandia Baru, Luxembourg, Irlandia, dan juga sempat dipakai oleh Malaysia. Satuan Polisi Khusus Indonesia yaitu Gegana Brimob Polri dan Detasemen 88  juga menggunakan Steyr AUG.

Steyr AUG A3

Bagaimana kemampuan AUG ?…… AUG adalah salah satu senapan pertama yang menggunalan desain bullpup, yang membuatnya 25% lebih pendek dari senapan lain yang panjang larasnya sama, tanpa mengorbankan performa dan akurasi. Sebagian besar varian AUG dilengkapi dengan bidikan teleskopik 1.5x yang terintegrasi. AUG dianggap memiliki desain ergonomis yang modern. Fitur lain misalnya kemampuan dipakai oleh penembak tangan kanan maupun kidal, dan pengunaan bahan-bahan plastik transparan.
Steyr AUG A2, laras 407 mm.

Laras Steyr AUG bisa ditukar-tukar dengan mudah, misalnya ke laras karabin atau ke laras lebih panjang. Bahkan AUG memiliki perangkat modifikasi yang bisa merubahnya menjadi senapan submesin. Varian lain, seperti varian senapan mesin ringan yang memiliki laras lebih berat, tak bisa dimodifikasi dan sudah diatur dari pabrik.

Steyr AUG 9 mm.

Berikut ini berbagai varian dari Steyr :

* Steyr AUG A1 — Versi standar yang diperkenalkan pada tahun 1977. Awalnya hanya berwarna hijau dengan laras 20 inci.
* Steyr AUG A2 — Serupa dengan A2, tetapi alat bidiknya bisa dicopot dan diganti dengan picatinny rail.
* Steyr AUG A3 — Sudah banyak dimodifikasi. Memiliki picatinny rail yang terintegrasi pada bagian atas dan samping. Menggunakan peluru 6.8 mm Remington SPC.
* Steyr AUG P— AUG A1 dengan laras lebih pendek.
* Steyr AUG P Special receiver— AUG P dengan picatinny rail.
* Steyr AUG 9 mm (AUG SMG/AUG Para)— AUG yang dimodifikasi untuk menggunakan peluru 9 x 19 mm.
* Steyr AUG M203 — AUG dimodifikasi untuk menggunakan pelontar granat M203.
* Steyr AUG LSW (Light Support Weapon) — AUG sebagai senjata pendukung ringan.
* Steyr AUG HBAR (Heavy-Barreled Automatic Rifle) — AUG dengan laras lebih panjang dan berat, bolt tertutup, sebagai senapan mesin ringan.
* Steyr AUG LMG (Light Machine Gun)— Berdasarkan AUG HBAR, tapi dengan bolt terbuka, dan alat bidik 4X bukan 1,5x seperti AUG biasa.
* Steyr AUG LMG–T— Sama dengan LMG, tapi dengan picatinny rail.
* Steyr AUG HBAR–T— Senapan penembak jitu berdasarkan HBAR.
* Steyr AUG Z— AUG A2 versi semi-otomatis untuk pasar sipil.
* Steyr USR— AUG A2 yang disesuaikan untuk pasar sipil Amerika Serikat.
* F88 Austeyr — AUG yang dimodifikasi untuk Australia.

Steyr AUG

Steyr AUG A1
Tipe Senapan serbu
Negara asal Austria
Sejarah pemakaian
Digunakan 1978–sekarang
Pemakai Austria, Australia, Timor Timur,
Irlandia, Indonesia, Luxembourg,
Malaysia, Oman, Pakistan, Filipina,
Selandia Baru, Arab Saudi, Tunisia,
Amerika Serikat, Inggris
Perang Timor Timur, Afghanistan, Irak
Sejarah produksi
Tahun 1977
Produsen Steyr Mannlicher
Diproduksi 1978—
Varian Lihat Varian
Spesifikasi
Berat 3,6 kg (kosong)
Panjang 790 mm
Panjang laras 508 mm

Peluru 5.56 x 45 mm NATO,
9 x 19 mm (AUG SMG)
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Kec. tembak 650 butir/menit
Kec. peluru 992 m/s
Jarak efektif 450–500 m
Pengisian Magazen 30 atau 42-butir

Sumber : pribadi dan wikipedia





UNITED NATIONS PRE DEPLOYMENT VISIT (PDV)

4 02 2008

PDV dari UNDPKO

Mr Faisal (menggunakan jas) dengan KakorBrimob Irjen Wenas, perwakilan AFP beserta pasukan FPU.

Setelah latihan beberapa minggu untuk menghadapi PDV team dari PBB, akhirnya pada tanggal 1 Februari 2008 team PDV dari UN DPKO ( United Nations Department Of Peace Keeping Operation) datang dari New York untuk meninjau kesiapan pasukan dan material FPU Indonesia, hal ini teramat penting karena di tangan mereka keberangkatan FPU Indonesia dapat di syah kan atau tidak, tergantung dari penilaian mereka terhadap kesiapan FPU Indonesia baik dari personil maupun material….

Tampak atas tempat latihan

Tampak atas formasi peragaan kemampuan FPU berikut peralatannya.

Hal – hal yang diujikan adalah sebagai berikut : Bagi para perwira mendapatkan test dan wawancara dalam bahasa Inggris sebagai syarat pokok dalam setiap missi perdamaian PBB, bagi anggota FPU lainnya diujikan bagaimana kemampuan pasukan dalam materi : Riot Control, VVIP Protection, Patroling, Guarding Camp dan Community Policing, setelah dilakukan test terhadap perorangan (Key Position) dan Pasukan dilakukan juga pengecekan terhadap peralatan yang akan dibawa FPU Indonesia, apakah sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan PBB untuk daerah missi, berbicara masalah spektek tentunya agak berbeda karena semua peralatan harus tahan pada cuaca panas gurun pasir di Darfur Sudan….

Mr faisal memberikan presentasi

Mr Faisal dari UNDPKO sebagai team PDV memberikan presentasi mengenai tugas FPU didaerah Missi.

Sebagai wakil UNDPKO yang melaksanakan PDV adalah Mr Faisal dari Pakistan, di tangan beliau kontingen FPU Indonesia bisa berangkat atau tidak, karena hasil penilaian akan langsung dikirim ke Security Counsil (Dewan Keamanan) PBB. Mr Faisal melakukan PDV selama 1 minggu di Indonesia. Pelaksanaan test bahasa Inggris untuk para perwira dilaksanakan di Sekolah Bahasa Polri Cipinang, sedangkan untuk pelaksanaan test kemampuan pasukan dilaksanakan di Markas Korps Brimob Polri Kelapa Dua, Depok….. Pada akhir Kunjungan Mr Faisal menyatakan kekagumannya kepada kesiapan FPU Indonesia dan akan merekomendasikan segera ke Dean Keamanan PBB untuk segera memberangkatkan FPU Indonesia ke daerah Missi UNAMID (United Nations African Mission In Darfur).

Ok FPU’ers segera siapkan fisik dan mentalmu untuk menghadapi tugas mulia kita…… Brigade !





Australian Federal Police (AFP) meninjau latihan FPU Indonesia

31 01 2008

Keberangkatan kontingen FPU Indonesia dengan nama “Garuda Bhayangkara” mendapat antusiasme dari banyak negara, memang ini karena “reputasi” Indonesia yang baik dalam setiap “Peace Keeeping Mission“, dan pada hari ini FPU Indonesia mendapat kunjungan dari Australian Federal Police (AFP), kunjungan ini karena mereka sangat concern terhadap keikutsertaan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.

Dari AFP hadir 3 orang yaitu Mr Jason dari JCLEC (Jakarta Centre Law Enforcement Cooporation), Mr Grand dari Pusat Pelatihan Peacekeeping AFP dan seorang penerjemah kebangsaan Australia yang sangat fasih berbahasa Indonesia. Dalam sesi Introduction Mr Grand menjelaskan operasional Pusat Pelatihan Peace Keeping di Australia, Ia menjelaskan pada saat ini ada 400 orang Polisi Australia yang sedang menjalankan Misi Internasional dan semuanya sebelum berangkat dilatih di pusat pelatihan ini, bertempat di Canberra dan mempunyai sarana yang lengkap, bahakan mempunyai tempat latihan yang dibuat ‘mirip’ dengan negara tujuan missi ini (kebanyakan missi Internasional sekarang di Afrika), mereka membangun ‘perkampungan’ (mirip di negara berpadang pasir, dan Australia banyak tempat seperti ini), dan mereka mempunyai aturan untuk ‘mengisolasi’ peserta latihan dari dunia luar dengan ‘menyita’ Handphone dan alat komunikasi lainnya…. bahkan mereka di hadapkan dengan para pelatih yang berpakaian seperti teroris yang menyerang mereka… wow ! saya membayangkan bagaimana ’seru’ nya mengikuti pendidikan tersebut… pada akhirnya mereka menjanjikan untuk menyediakan tempat bagi 2 orang polri untuk mengikuti pelatihan tersebut.

menonton peragaan

Setelah acara tersebut mereka menyaksikan peragaan kesiapan FPU Indonesia di daerah missi yang dilatihkan setiap hari…..