Saksi Dianiaya Massa FPI Dalam Sidang Pengadilan, Keteledoran Polisi ?

Polisi
Polisi, benarkah tunduk terhadap preman berjubah ?

Benar – benar keterlaluan massa FPI, mereka menganiaya seoarang saksi M. Guntur Romli, anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKB), dipukul usai memberi kesaksian di ruang sidang pengadilan. Korban M. Guntur Romli akan menuntut pelakunya dan FPI serta melaporkan kasus ini ke polisi. Guntur bersama Asmara Nababan dan anggota AKKBB lainnya mendatangi Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Jakarta, Selasa (23/9). Mereka menilai pemukulan di ruang sidang dan depan majelis hakim dan polisi adalah bentuk pelecehan terhadap proses peradilan.

Pemukulan terhadap Guntur berlangsung dalam lanjutan sidang tujuh anggota Laskar Pembela Islam. Saat itu, Guntur dipukul dan dijegal di hadapan majelis hakim dan polisi yang mengawal persidangan. Bahkan sejumlah aktivis AKKBB lainnya diamankan dalam mobil polisi. Bukan hanya itu Massa FPI juga menganiaya dan melakukan pelecahan seksual terhadap seorang saksi lain (perempuan) bernama Nong Darol Mahmada (15/09) juga ketika menjadi saksi dalam sidang pengadilan.

Menilik dari kejadian ini, saya berpendapat dan menyarankan agar massa FPI tidak diperbolehkan lagi hadir dalam sidang pengadilan karena kejadian ini sudah berulang, dan sudah terlalu banyak massa FPI melakukan tindakan tidak terpuji seperti ini.

Saya menyadari mungkin Penegakan Hukum dari POLRI mungkin masih kurang tegas, apabila dirasa jalannya persidangan sudah menimbulkan Hazzardous atau situasi yang bisa membahayakan ketertiban hukum, polisi mempunyai Hak Diskresi yaitu : “melakukan suatu tindakan kepolisian dengan mengorbankan kepentingan yang lebih kecil, untuk mencegah suatu gangguan keamanan yang lebih besar terjadi“, contoh : Beberapa waktu yang lalu ada pelarangan pertandingan PERSIJA di wilayah Jakarta, karena dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan ketertiban dengan pengerahan massa fans bola yang brutal, hal yang serupa seharusnya sudah dilakukan polisi dalam persidangan tersangka FPI, untuk mencegah timbulnya korban lebih lanjut dan menghormati jalannya persidangan.

Mudah – mudahan kedepan tidak terjadi peristiwa memalukan seperti ini lagi, Hidup Polri !

Iklan

MANUSIA KONTENER

Inilah dia desa Kontener
Inilah dia dusun Kontener, RT 05 RW 2 kelurahan El Obeid, :mrgreen:

Kalau dulu kita pernah mendengar istilah “Manusia Perahu”  yakni sekelompok pengungsi dari Vietnam yang exhile dari negaranya karena perbedaan pandangan politik, sekarang semenjak di El Obeid Sudan saya baru menyadari menjadi “Manusia Kontener”, seluruh kegiatan kantor, akomodasi, MCK, makan dilaksanakan di dalam Kontainer.

Fasilitas MCK jangan kuatir, di dalam Kontener juga
Fasilitas MCK jangan kuatir, di dalam Kontener juga

Kontener ini dalam bahasa umumnya dinamakan Prefabricated homes atau Prefab merupakan tempat tinggal yang diproduksi  untuk tempat jauh dari fasilitas umum, untuk memudahkan pengiriman maka menggunakan ukuran standar kontainer 20 feed atau 40 feed, tidak perlu banyak semen, batu bata, cukup ditaruh disuatu tempat dan bisa langsung digunakan, dan lebih bagus lagi tidak perlu banyak tenaga kerja untuk mengerjakannya.

)
Tampak dalam kamar tidur, menghabiskan waktu dengan koneksi internet pribadi, unlimited acces lho 🙂

PBB dalam misinya yang temporer kebanyakan menggunakan kontainer ini sebagai sarana operasionalnya, sebagai kantor dan akomodasi bagi para pekerjanya, hal ini wajar sekali karena penempatan kantor PBB butuh waktu yang cepat, dan setelah selesai lagi bisa dibongkar lagi menuju ke tempat missi yang lain.

suasana dalam kantor yang juga kontener
suasana dalam kantor yang juga kontener, ssst lagi serius 🙂 jangan ganggu

Demikian bisa dibayangkan hidup kita sehari – hari hingga berakhirnya missi tahun depan, ngga salah kita disebut “Manusia Kontener” , aaduh maaak pengen cepat pulaaang……… ! :mrgreen:

Tambahan : hidup didalam kontener pasti harus pakai AC 24 jam, kalau ngga….. bisa meleleh lah didalam ….. 🙂

Bullet resistant bra for German Policewoman

Bra pembagian buat Polwan Jerman, lengkap dengan tulisan Polisi, masih berani ngga ya maling dari jemuran ?? hahaha
Bra pembagian buat Polwan Jerman, lengkap dengan tulisan "Polisi", masih berani ngga ya maling dari jemuran ?? hahaha

Polisi wanita Jerman kini dilengkapi dengan “bullet resistance bra” untuk memberikan mereka keamanan komplit ketika bertugas. Disinyalir penggunaan baju anti peluru bagi polisi wanita masih dianggap berbahaya, karena ternyata ketika peluru tertembak, walaupun tidak mengakibatkan fatal, tekanan akibat tembakan bisa membuat bahan plastik atau logam sebagai bahan dasar bra bisa melukai bagian badan.

Telah dikembangkan pakaian dalam baru (bra) yang mampu menahan tekanan akibat tembakan, setelah ditemukan ternyata bra biasa dapat menimbulkan luka pada saat berdinas.

Ini dia bra tersebut, lengkap kok untuk ukuran tocil sampai toge ha ha ha ha
Ini dia bra tersebut, lengkap kok untuk ukuran "tocil" sampai "toge" 😛

Bra ini diberi nama “Action Brassiere” dan dengan cap “polisi” dan terbuat dari cotton, polyester, elastic dan beberapa material sintetik , dipadatkan dan tidak terbuat dari bahan metal, plastic atau tali pengencang.

Sebanyak 3000 polisi wanita Jerman sekarang diwajibkan menggunakan bra ini setiap menjalani tugas, dan setiap polisi wanita mendapatkan pembagian 3 buah. Juru bicara polisi Jerman bernama Ruediger Carstens mengatakan : “ Hal ini adalah langkah awal yang cemerlang bagi prosedur keamanan bagi seluruh polisi Jerman”.

sumber : Harian “The Telegraph”, London

Bangga Punya adik ngetop

Dalam acara 4 mata
Dalam acara 4 mata bersama Tukul Arwana

Adik perempuan saya yang satu ini Trinity, sebenarnya dulunya sangat “followers” terhadap segala aktifitas yang saya lakukan, dulu waktu SMA (SMA 70 Bulungan Jkt), saya termasuk aktif dalam organisasi Pecinta Alam sekolahan namanya Sisgahana, adik saya Trinity ini merengek ke saya agar diperbolehkan ikut kegiatan Sisgahana, orang tua saya pertamanya agak kuatir karena acara ini tidak cocok buat anak perempuan, karena rengekan adik saya itulah saya berusaha meyakinkan orang tua saya agar diperbolehkan ikut. Dan memang dalam mengikuti segala kegiatan dia bukan perempuan yang cengeng dan manja, ia mampu melakukan segala kegiatan…….. Kemudian ketika saya masuk AKPOL di Semarang, kembali adik saya mau ikut, dia sengaja mengambil kuliah di Universitas Diponegoro agar bisa dekat dengan abangnya, hehehe kembali saya menjadi tempuhan menjaga adik saya selama di Kuliah…….

Memang semenjak saya perkenalkan sama kegiatan outbond di SMA, dia hobbynya selalu jalan – jalan, kemana saja, kegunung, kepantai kesegala tempat, kadang suka kaget sendiri waktu sudah mulai berdinas di Jawatimur (Ponorogo dan Surabaya), dia bisa – bisanya mengetuk rumah tengah malam dengan ransel kebanggaannya dan bilang : “Bang saya baru pulang backpacking dari Bali”… dan itu bukan sekali dua kali… OMG teryata jiwa petualangnya besar sekali.

Kegemarannya ber “BackPacker” ria, bertambah semenjak ia selesai kuliah, dan bekerja.. kebetulan awal tempatnya bekerja memberi pelatihan di AS selama beberapa bulan, mungkin disanalah ia mulai tripya pertama keluar negeri, kemudian setelah kembali ke Indonesia ia juga tidak lama bekerja pada perusahaannya, dan bekerja di tempat lain dengan gaji yang lumayan….. namun seluruh gajinya selalu habis setiap ia mengambil cuti, tentunya untuk membiayai hobby “backpackernya” itu……..

Setiap ia pulang dari perjalanan backpackingnya adik saya selalu mencatat semua kegiatanya dan selalu dia ketik dan hasil ketikannya ia bagikan ke teman terdekatnya, sampai suatu saat.. seorang temannya membantu membuatkan blog di blogspot, dan mulai saat itu.. setiap selesai melakukan perjalanan adik saya selalu menuliskannya dalam Blognya dengan nama “Naked Traveler” http://naked-traveler.blogspot.com (ps: best view w/ IE, not fit w/ FF)

Ternyata itulah awal dari “kehidupan barunya” sebagai “backpacker blogger” pertama di Indonesia, blognya mendapat sambutan yang luar biasa, bahkan pernah mendapat penghargaan sebagai “Web Terbaik Indonesia” tahun 2006.

Sampai saat ini tercatat sudah 41 (empat puluh satu) negara yang pernah dijelajahi dengan gaya backpackernya, dan satu lagi yang membanggakan : Perjalanannya sudah dibukukan oleh penerbit Bentang Pustaka……….. dan bukunya menjadi best seller !!!!!! sekarang adik saya seperti selebrities, sering diundang sebagai pembicara dalam rangka promo tour bukunya itu……….

Adikku, saya bangga dengan kamu, walau kamu dulu “followers” sekarang kamu malah menjadi “trendsetter”, banyak sekali anak muda yang terinspirasi dengan gaya backpackingmu itu hahahaha.. sukses selalu dik………

Kenapa di Afrika banyak sekali terjadi konflik horisontal?

Robert Mugabe demikian lamanya memerintah di Zimbabwe karena didukung oleh Partai Zanu PF, yang juga partai dari suku mayoritas dimana ia berasal.
Robert Mugabe demikian lamanya memerintah di Zimbabwe karena didukung oleh Partai Zanu PF, yang juga partai dari suku mayoritas dimana ia berasal.

Ini menjadi pertanyaan di dalam benak saya ketika menginjakkan kaki pertama kali di Benua Afrika, indikasinya apa bahwa terjadi banyak konflik ? gampang saja , berdasarkan data paling banyak terjadi misi pemeliharaan perdamaian PBB yang terjadi di Africa baik yang masih eksis maupun yang pernah ada, seperti di  Congo, Sudan, Liberia, Pantai Gading, Chad, Namibia, Rwanda, Ethiopia, Somalia dan masih banyak lagi.

Hampir rata – rata disetiap negara Africa pernah mengalami konflik horisontal dalam internal negaranya, konflik itu berlangsung lama dan banyak mengorbankan jiwa penduduknya. Upaya internasional untuk ikut campur dalam permasalahan dalam negeri melalui PBB ternyata menurut saya akan menambah kesengsaraan, karena alternatif campur tangan Internasional pasti adalah jajak pendapat, yang diakhiri pemberian kemerdekaan kepada daerah yang berontak, hingga timbullah negara – negara baru yang belum tentu lebih baik pengelolaannya dari negaranya sebelum pecah.

Ternyata setelah saya telusuri penyebabnya adalah: Masih besarnya identitas kesukuan dalam setiap aktifitas kehidupan di hampir semua negara di Afrika,  dan celakanya identitas kesukuan ini malah menjadi identitas Politik,  lucunya partai Politik dari suku yang mayoritas pasti selalu memenangkan Pemilu, nah konflik yang terjadi adalah ketika suku minoritas (walaupun mayoritas diwilayahnya) merasa di anak – tirikan oleh pemerintah pusat,  mereka ingin memisahkan diri dari pemeritahan pusat dengan harapan kelak ketika mereka menjadi negara sendiri mereka akan mengatur sendiri pemerintahannya tanpa menjadi minoritas lagi.

Dan itu berlangsung terus-menerus seperti lingkaran setan di hampir seluruh negara Afrika. Kalau bisa saya sebut sebagai “politisasi kesukuan” yang menyebabkan konflik serasa tidak pernah lari dari benua Afrika.

Coba bayangkan kalau di Indonesia terjadi hal ini,  misalnya ada “PARTAI JAWA” , “PARTAI SUNDA”, “PARTAI BATAK” atau “PARTAI PAPUA”, bisa dibayangkan partai mana yang selalu menang pemilu ? hahaha………….

Jadi termenung saya membayangkan bagaimana berjasanya para pendiri negeri ini dengan konsep : “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa” , terima kasih Tuhan…. ternyata semakin saya melihat dunia luar semakin saya mecintai Negara saya:  Indonesia tercinta………