Perbedaan Polisi Indonesia dengan Malaysia

POLRI dan PDRMSetelah tulisan saya tentang perbedaan sistem kenaikan pangkat di Malaysia dan Indonesia yang berdasarkan Merit System atau Time Based di sini. Saya berpikir bukan hanya sytem kepangkatan saja tapi masih banyak sekali aspek kedinasan yang berbeda.  Well, kalau ditanya kenapa sih banyak perbedaan ? toh kan sama sama polisinya.  Jawabannya sih sederhana saja, Indonesia adalah bekas jajahan Belanda dan Malaysia adalah bekas jajahan Inggris, hal ini berdampak sangat signifikan karena Belanda dan Inggris adalah dua negara yang berbeda dalam system hukum. Inggris dikenal dengan system hukum “Anglo Saxon” , dan Belanda dengan system “Continental”. Dengan perbedaan system hukum pasti juga berbeda cara kerja polisinya.

Berikut ini sebagian kecil dari perbedaan dan persamaannya :

Penangkapan
Di Indonesia berlaku 24 jam sama dengan di Malaysia.

Penahanan
Di Indonesia Polisi bisa menahan 20 hari dan dapat diperpanjang oleh kejaksaan 40 hari, bila ada perbuatan yang diancam lebih 9 tahun dapat diperpanjang pengadilan 60 hari. Sedangkan di Malaysia polisi tidak boleh menahan, polisi hanya boleh menahan atas perintah jaksa sampai 7 hari dan dapat diperpanjang lagi sampai 7 hari.

Proses Penyidikan
Di Indonesia polisi melakukan pemberkasan (Proses Verbal) lalu selesai melakukan penyidikan menyerahkan ke Jaksa artinya Polisi lebih banyak berperan dalam penyidikan. Di Malaysia Polisi dan Jaksa sudah bekerja sama semenjak penyidikan dimulai, karena Jaksa yang memberi izin penahanan.

Perekrutan
Di Indonesia ada 4 sumber perekrutan, Tantama (Khusus Brimob dan Polair), Bintara, Perwira Akademi Kepolisian dan Perwira Sumber Sarjana, syarat dari umur 18 hingga 22 tahun (Kecuali yang sumber sarjana yang ditentukan pada saat pendaftaran) dan tidak boleh menikah. Di Malaysia ada sekolah untuk Perwira, Sersan, Konstabel dan Konstabel Sokongan, dengan syarat umur 18 sampai 28, bagi perwira maksimal 35 tahun apabila mendapat gelar sarjana. Di Malaysia sumber perwira hanya satu pintu karena tidak ada Akademi Polisi. Dan yang unik bagi yang telah menikah, diperbolehkan juga mendaftar.

Umur Pensiun
Di Indonesia 58 tahun. Di Malaysia lebih tua sedikit, mereka pensiun pada usia 60 tahun.

Estafet Kepemimpinan
Di Indonesia Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) melalui fit and proper test dari DPR, apabila lolos ia akan ditunjuk menjadi Kapolri, sedangkan Wakapolri diangkat kemudian oleh Presiden tanpa Fit dan Proper test. Di Malaysia Inspector General (IG) atau kepala polisi diangkat oleh Menteri Dalam Negeri dan yang unik wakil kepala kepolisiannya sudah pasti akan menggantikan kepala polisi, apabila umur dan kesehatan memungkinkan, bandingkan dengan di Indonesia tidak pernah ada dalam sejarah Wakapolri menjadi Kapolri.

Struktur dalam pemerintahan
Di Indonesia Polri berada dibawah presiden langsung, jadi Kapolri setingkat dengan Menteri. Di Malaysia dibawah Menteri Dalam Negeri, jadi kepala polisinya setingkat dengan Dirjen.

Demikianlah sekilas perbedaan Polisi Indonesia (Polri) dan Polisi Malaysia (PDRM), demikian kata pepatah “lain ladang lain belalang ”  perbedaan ini jelas karena sejarah awalnya pun berbeda, namun walaupun ada perbedaan ada persamaan yang hakiki dari semua kepolisian di Seluruh dunia yaitu “To Serve” dan  “To Protect” , yaitu Melayani dan Melindungi masyarakat, begitulah tugas utama korps polisi masing- masing negara dalam menjaga keamanan dalam negerinya.

10 Komentar

Filed under Malaysia, police, polri

10 responses to “Perbedaan Polisi Indonesia dengan Malaysia

  1. bambang ws

    bagus sumber prekrutannya polisi di malaysia, sehingga tidak ada gap antar perwira karena dari satu pintu sj, dan tidak ada akademi kepolisian yang berbau semi militer seperti di akpol semarang itu

  2. poniman pasaribu

    pernyataan saudara kepolisian di Seluruh dunia yaitu “To Serve” dan “To Protect” memang betul tetapi di indonesia tidak karena berdasar UUD 1945 ayat 4 tugas polisi sebagai alat negara dalam menjaga ketertiban umum dan penegakan hukum. itulah yang membuat polisi hampir sejajar dengan kementrian karena bertanggung jawab langsung ke presiden. sementara di negara manapun di dunia tidak ada yang seperti di indonesia. kepolisian sebagai penegak hukum berada dibawah koordinasi kementrian kehakiman dan kepolisian sebagai penjaga ketertiban umum berada dibawah koordinasi kementrian dalam negeri seperti tugasnya satpol pp sekarang atau waktu indonesia baru merdeka. ingat hampir tidak ada kasus yang menyedot perhatian publik saat polisi berada dibawah koordinasi kementrian dalam negeri atau mabes tnti

  3. Akhirnya sejarah terpatahkan setelah bapak Wakapolri Badroedin Haiti menjadi Kapolri.

  4. ady

    lbh bgus cara mlasya

  5. Deden

    Di malaysia tidak “serakus” di indonesia pada saat perekrutan, karena bkan rahasia umum lg, bahwa calon peserta pendidikan(calon anggota kepolisian/tni) di indonesia harus menyiapkan dana yang sangat mahal agar bisa lolos seleksi…
    Mskipun saya tidak bisa menunjukan bukti, tp saya yakin smw masyarakt indonesia sudh mengetahui mekanisme itu ( ada uang = lolos )..
    Memang ada sekian orang yg lulus tanpa uang(sogokan), tp itu hanya di jadikan sbagai alibi saja..
    Untuk kedepan y saya sangat berharap oknum2 “rakus” yang memanfaatkan perekrutan anggota kepolisian segera di berantas oleh yg berwenang..kasian bagi yg berkompeten unk menjadi anggota polisi akhr y harus gagal tahap seleksi karena “terdepak” oleh yang ber uang..
    tambahan trkhir, krna di keluarga besar saya banyak yang menjadi anggota TNI maupun POLRI, jd hal hal sperti itu ( nego harga pada saat pendaftaran ) bukan menjadi hal yang aneh lg bagi saya pribadi… juga banyak dri teman teman saya yg orang tua y harus munjual ini itu agar anak y bisa lolos seleksi masuk TNI / POLRI….
    Maaf apabila ada pihak yang tersinggung atas coretan saya ini… ini hanya unek2 saya pribadi tanpa ada niat menjelekan pihak lain…
    Terimakasih..

    • Aini Qaisara Damia

      Kalau nak masuk polis malaysia kena rakyat malaysia yang punyai akademi yang baik/ cemerlang. selain tu tubuh kena tinggi, sihat, bebas dari rekod jenayah/ dadah dan kena aktif sukan.Selain itu kena tahu isu perembangan semasa. Sebab masa temuduga tu panel suka tanya soalan soalan isu semasa. er macam saya kena dulu la. hihi. alhamdulilah dapat juga saya jawab.. tak sangka dapat juga menyertai PDRM. syukur alhamdulilah dari berpuluh ribu yang minta saya terpilih juga akhirnya. Kerja Polis ni kerja yang halal sebenarnya. Cuma, ianya bergantung atas kita la… ingat kuasa ni hanya sementara.Prinsip saya kita buat kerja niat nak membantu. Al-hamdulillah sekarang dah jadi ibu kepada 2 orang anak usia 9 tahun dan 3 tahun( usia saya baru 30 an).

  6. Aini Qaisara Damia

    Kalau nak masuk polis malaysia kena rakyat malaysia yang punyai akademi yang baik/ cemerlang. selain tu tubuh kena tinggi, sihat, bebas dari rekod jenayah/ dadah dan kena aktif sukan.Selain itu kena tahu isu perembangan semasa. Sebab masa temuduga tu panel suka tanya soalan soalan isu semasa. er macam saya kena dulu la. hihi. alhamdulilah dapat juga saya jawab.. tak sangka dapat juga menyertai PDRM. syukur alhamdulilah dari berpuluh ribu yang minta saya terpilih juga akhirnya. Kerja Polis ni kerja yang halal sebenarnya. Cuma, ianya bergantung atas kita la… ingat kuasa ni hanya sementara.Prinsip saya kita buat kerja niat nak membantu. Al-hamdulillah sekarang dah jadi ibu kepada 2 orang anak usia 9 tahun dan 3 tahun( usia saya baru 30 an).

    • Aini Qaisara Damia

      suami saya pun pegawai polis ( PDRM) juga. menjadi seorang pegawai polis ni kita kena kuat semangat. apatah lagi di kala saya dan suami terpaksa meninggalkan anak yang masih kecil kepada pembantu untuk di asuh. Itulah pengorbanan polis wanita yang patut dihargai. Bukan semua wanita terpilih menjadi polis atau tentera. Kehadiran pegawai polis wanita itu masih diperluepada masyarakat berikutan pada zaman kini terlalu ramai kes kes yang melibatkan penganiayaan terhadap wanita. Jadi selain berkerja bersama pegawai polis lelaki, peranan polis wanita juga adalah menghampiri golongan surirumah atau di tempat awam bagi mengelakkan berlakunya kes yang melibatkan gangguan atau jenayah yang di tujukan kepada wanita.

      Sebagai seorang anak, isteri, ibu dan pelajar pengajian jarak jauh saya perlu bijak dalam membahagikan masa antara kerjaya, keluarga dan pengajian saya. Kadangkala saya juga berasa penat. namun, itulah yang dikatakan pengorbanan. Yang penting adalah nawaitu kita bertugas kerana ALLAH. Insha Allah hidup kita akan diberkati. Sebagai seorang pegawai Polis kita haruslah menjaga disiplin dan integriti kita agar pasukan kita akan terus di hormati oleh Masyarakat.

      Dunia sudah semakin moden, maka kita juga haruslah sentiasa berusaha untuk memajukan diri kita. Berusaha untuk mengejar kejayaan di dunia dan akhirat. Ingat, bahawa gaji yang kita terima setiap bulan itu adalah upah dari kerajaan yang mengamanahkan kita untuk berbakti kepada masyarakat. Jangan kita terlalu bangga dengan kuasa yang kita ada sekarang. Kerana ianya tidak akan kekal lama. Zaman telah semakin dikejar arus kemodenan seiring dengan masyarakat yang semakin bijaksana. Oleh itu kita hendaklah menggunakan psikologi bukannya kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s