Penanggulangan Kejahatan dengan Kesadaran Sendiri

Alternatif penegakan hukum di dunia sekarang sudah berkembang, dulu selalu kita berpikiran agar memberlakukan hukuman yang sangat berat bagi pelaku pidana agar kapok, pada tulisan saya sebelumnya ada pertentangan pendapat mengenai penerapan hukuman mati, apakah masih efektif menghilangkan kejahatan, kita sekarang berpikir, misalnya pada kejahatan narkotika, apakah dengan menerapkan hukuman mati bagi para pengedar akan menghilangkan peredaran narkoba ? Jawabannya tidak.

Perbedaan itu sekarang terlihat dari keberadaan penjara, berdasarkan data di negara – negara maju seperti Belanda, jumlah penghuni penjara semakin lama semakin berkurang, berbanding terbalik dengan penjara di negara berkembang yang sudah sangat penuh sesak melebihi kapasitas.

cb70dc40a4
Penjara yang kosong di Breda Belanda, yang sekarang beralih fungsi menjadi perkantoran dan pusat hiburan.

Dalam teori pemidanaan baru dikenal istilah “Reintegrative Shaming” atau mengintegrasikan rasa malu dalam masyarakat, teori ini menekankan pentingnya rasa malu dalam hukuman pidana. Teori menyatakan bahwa hukuman harus lebih fokus pada perilaku pelanggar daripada karakteristik pelaku. Teori ini dikembangkan oleh kriminolog Australia John Braithwaite di Australian National University pada tahun 1989. Hal ini terkait dengan perspektif kriminologi positif, yang dikembangkan oleh kriminolog Israel, Natti Ronel dan tim penelitinya.

Seperti contoh di negara Eropa, beberapa peraturan sudah mengarah kepada kesadaran masyarakat sendiri untuk mematuhinya atau tidak, dengan kata lain mereka menjadi malu kalau melakukan kejahatan, dan dorongan dari masyarakat untuk “menerima” para pelanggar kedalam masyarakat, bukannya menjauhkan atau membully bahkan memberi stigma “penjahat” dengan inilah akan timbul rasa malu seseorang apabila melakukan kejahatan, beberapa peraturan itu antara lain:

Di beberapa negara eropa sudah ada jalan bebas hambatan yang “no speed limit” terserah seseorang, mau gas pol sekencang – kencangnya dipersilahkan, dengan syarat harus menjaga jarak yang aman dengan kendaraan didepannya, nah dengan adanya aturan ini justru menurut penelitian angka kecelakaan menurun.

Di beberapa negara Eropa juga masyarakat pengguna Narkotika, mau make Ganja, putaw, ekstasi, cocaine, morphin, shabu atau narkotika lainnya diperbolehkan asalkan dalam jumlah dan kadar  tertentu yang dibatasi dan di lokalisir pada daerah tertentu. Kalau mereka melaporkan ke pemerintah bahwa mereka pengguna, pemerintah memberikan sarana kepada mereka, seperti memberikan jarum suntik baru bagi pengguna heroin, dan apabila sudah bosan langsung difasilitasi untuk rehabilitasi. Hasilnya apa ? justru angka pemakai narkotika menurun drastis.

Nah pertanyaannya apakah hal yang menjadi contoh diatas sudah bisa diterapkan dalam hukum kita ? mudah – mudahan pada suatu saat nanti, saat ini belum deh.

Iklan

Penerapan Hukuman Mati, Pertarungan Klasik di Konferensi Narkotika Sedunia

IMG-20180314-WA0043Semenjak pindah di BNN dan ditugaskan di bagian kerjasama Internasional, ada satu konferensi wajib diikuti oleh BNN dan beberapa kementerian dan lembaga yang berkaitan yaitu Konferensi Komisi obat dan Narkotika (CND / Commission on Narcotic and Drugs), Konferensi ini selalu dilaksanakan tiap tahun di Wina Austria dan penyelenggaranya adalah UNODC (United Nations Office of Drugs and Crime) yaitu sebuah badan di PBB yang bertanggung jawab dalam bidang Narkoba dan Kriminalitas dan melaporkan dalam sidang tahunan PBB. Kenapa selalu di Wina ? karena kantor pusat UNODC berada di Wina.

Mandat dan fungsi CND adalah meninjau dan menganalisis situasi obat-obatan global, dengan mempertimbangkan isu-isu terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba, rehabilitasi pengguna narkoba dan pasokan dan perdagangan obat-obatan terlarang. Dibutuhkan tindakan melalui resolusi dan keputusan.

12-CND-OpeningFungsi Normatif CND  berdasarkan konvensi pengendalian obat internasional diberikan otorisasi untuk mem pertimbangkan semua hal yang berkaitan dengan tujuan Konvensi dan memastikan pelaksanaannya. Sebagai organ perjanjian di bawah Konvensi Tunggal Narkotika (1961) dan Konvensi tentang Zat Psikotropika (1971), Komisi memutuskan, berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk menempatkan obat-obatan narkotika dan zat psikotropika di bawah kontrol internasional. Sesuai dengan Konvensi Menentang lalu lintas berbahaya pada Obat Narkotika dan Zat Psikotropika (1988), Komisi memutuskan, atas rekomendasi Badan Pengendalian Narkotika Internasional (INCB/ International Narcotic Control Board), untuk menempatkan bahan kimia prekursor yang sering digunakan untuk pembuatan obat-obatan terlarang di bawah kendali internasional. Komisi juga dapat memutuskan untuk menghapus atau memodifikasi tindakan pengendalian internasional atas obat-obatan terlarang, zat psikotropika atau prekursor. Mandat Komisi diperluas lebih lanjut pada tahun 1991. Komisi berfungsi sebagai badan pengatur  yang menyetujui anggaran Dana Program Pengendalian Narkoba Internasional PBB, yang dikelola oleh UNODC untuk memerangi masalah narkoba dunia.

Keanggotaan CND dalam resolusi 1991/49, memperbesar keanggotaan Komisi dari 40 menjadi 53 anggota, dengan pembagian kursi berikut di antara kelompok-kelompok regional: 11 untuk Negara Afrika, 11 untuk negara-negara Asia,
10 untuk Amerika Latin dan Karibia, 6 untuk Negara-negara Eropa Timur, 14 untuk negara-negara Eropa Barat dan lainnya, setiap negara tersebut menjadi anggota CND selama empat tahun. Anggota dipilih dari Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan khusus dan Pihak pada Konvensi Tunggal Narkotika, tahun 1961, dengan memperhatikan keterwakilan negara-negara yang merupakan produsen penting daun opium atau koka, negara-negara yang penting di bidang pembuatan obat-obatan narkotika, dan negara-negara di mana kecanduan obat-obatan terlarang atau lalu lintas gelap dalam narkotika obat merupakan masalah penting dan dengan mempertimbangkan prinsip distribusi geografis yang adil. Indonesia pada kali ini tidak menjadi anggota komisi ini sehingga dalam pertemuan ini menjadi Observer (Peninjau).

Apa saja sih yang dibicarakan dalam CND ini ? Permasalahan utama dari Narkotika adalah menurunkan Supply (pasokan) dan Demand (kebutuhan),  2 hal inilah yang banyak dibicarakan, untuk mengurangi supply diperlukan penegakan hukum atau berbagai alternatif lain yang ditawarkan dan juga dalam mengurangi demand yaitu dengan salah satunya dengan memanfaatkan komunitas,  berkembang lagi, bagaimana kalau sudah terlanjur memakai ? tentunya harus di rehabilitasi, dan juga banyak  alternatif cara penanganannya. Juga dengan penggolongan jenis narkotika, dalam forum inilah akan ada kesepakatan penggolongan Narkotika, contohnya Methapetamine (Ice, Shabu) yang menjadi golongan 1 Narkotika yang tadinya hanya golongan 2, Jadi intinya forum CND adalah membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Narkotika dan segala aspeknya yaitu strategi, kebijakan dan politisasi sehingga tidak jarang pro dan kontra pendapat yang didukung kelompok negara terjadi, dan peran negara superpower terasa sekali untuk mempengaruhi suatu keputusan.

Yang seru dari pertemuan ini adalah pada saat negara memberikan statement , pada kesempatan itu setiap negara memberikan penjelasan tentang situasi narkoba di negaranya masing – masing serta kebijakan untuk menanggulanginya, entah kenapa penjatuhan hukuman mati bagi para pengedar Narkoba untuk mengurangi supply menjadi topik paling diperdebatkan sejak konferensi CND ini ada, negara – negara  yang tergabung dalam Uni Eropa adalah negara yang paling menekankan dan mempengaruhi negara lain yang masih menerapkan hukuman mati untuk mencabutnya, atau setidak – tidaknya moratorium hukuman mati. Saat ini tercatat masih 22 negara yang masih menerapkan hukuman mati di dunia. Tapi jangan Kuatir masih ada negara besar Tiongkok yang tetap ngotot membela hukuman mati, dengan alasan bahwa korban mati yang ditimbulkan akan lebih besar daripada pengedar yang dieksekusi. Indonesia tentu saja tetap mendukung pelaksanaan hukuman mati, karena masih menjadi hukum positif, dan sikap sebagian besar masyarakat yang masih mendukung pelaksanaan hukuman mati. Demikian sekilas info dari Wina, Austria.

Anti Narkoba, hindari Lost Generation

bnnKenapa saya pilih judul itu? yes sekarang saya kembali mengalami tour of duty, sejak beberapa bulan ini saya pindah ke Badan Narkotik Nasional (BNN) badan yang dibuat pemerintah untuk melaksanakan tugas utamanya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika) kadang kita bertanya, kenapa sih masalah pemberantasan Narkoba tidak diserahkan saja kepada penegak hukum saja yaitu Polisi ? saya pun berpikiran begitu tadinya, apa tidak merupakan pemborosan menggunakan dua badan yang tugasnya hampir sama untuk memberantas Narkoba ? ternyata setelah bergabung disini saya menyadari bahwa justru penegakan hukum adalah bagian terkecil dan terletak di ujung daripada pemberantasan narkoba, kalau kita masih menggunakan pendekatan hukum untuk menangkap para pengedar narkoba, sesungguhnya kita telah gagal, karena intinya adalah bagaimana Masyarakat umum mempunyai daya tangkal yang kuat untuk tidak terjebak dalam lingkup penggunaan Narkoba.

Dan terbukti, tidak ada satupun negara di dunia ini mampu dengan upayanya sendiri untuk mencegah beredarnya narkoba dan adanya pengguna narkoba di negaranya. Pemerintah memandang perlunya masalah penyalahgunaan Narkoba ini ditangani secara Holistik dari akar permasalahannya sampai upaya yang paling akhir yaitu penegakan hukum dan BNN telah menangkap keinginan pemerintah dengan didasari oleh UU sebagai dasar operasionalnya yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Di Undang undang ini beberapa hal yang selama ini diperdebatkan yaitu apakah pengguna narkoba adalah kriminal ? sehingga perlu di penjara ? Kita harus menyadari bersama bahwa pengguna narkoba adalah justru merupakan korban, ia harus diselamatkan jiwanya dan mentalnya, dan wajib menjalani rehabilitasi.

Tugas pokok BNN adalah P4GN yaitu: Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, Ada beberapa bagian di BNN yang mencakup semua aspek tersebut yaitu bagian Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Kerjasama dan hukum, Rehabilitasi dan Pemberantasan. Seperti yang saya sebutkan terdahulu, bagian yang terakhir adalah yang merupakan penegakan hukum, ini menunjukkan bahwa penegakan hukum adalah upaya paling terakhir dari upaya pemberantasan penggunaan Narkoba.

Beberapa fakta yang saya dapatkan selama mulai bekerja di BNN, ternyata bahaya penyalah-gunaan Narkoba di Masyarakat Indonesia telah sampai angka yang mengkuatirkan, angka prevalensi Masyarakat Indonesia pengguna Narkoba aktif adalah kurang lebih 6 Juta orang, dan jenis narkoba baru yang termasuk NPS (New Psychoactive Substances)ada ratusan sedangkan yang bisa terdata dalam Laboratorium BNN sampai Juni 2017, 65 NPS telah ditemukan dan baru 48 jenis yang masuk dalam daftar , memang saat ini banyak jenis Narkoba baru yang aneh – aneh muncul, yang paling terkenal ialah jenis Flakka rumus kimianya adalah pyrrolidinopentiophenone atau PVP atau alpha-PVP. Flakka adalah jenis obat sintetis yang bisa membuat orang menjadi hyperaktif dan menjadi Zombie.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana mencegah narkoba? hal ini tidak dapat dipandang enteng, apabila dibiarkan, angka pengguna narkoba akan menjadi banyak sekali dan satu dasawarsa kedepan dapat menimbulkan “lost generation”, bayangkan anak muda yang menjadi tiang masa depan Indonesia, menjadi orang orang yang tidak kreatif dan produktif karena sebagian besar saraf otaknya rusak? (jenis narkoba sintetis yang paling besar efeknya untuk merusak jaringan otak, memang bisa direhabilitasi tapi efek goblok karena otak rusak akan menimpa seumur hidup),  cara paling ekstrim kita bisa contoh Presiden Duterte di Filipina, dengan menembak mati semua bandar dan pemakai sehingga bisa menekan peredaran narkoba sampai ke titik nol, dalam hati kecil saya sih setuju banget,  karena kejahatan narkoba adalah extraordinary crime, sehingga cara pencegahannya tidak bisa dengan cara yang biasa pula, nah itulah yang harus kita pikirkan bersama seluruh komponen negara ini, kita harus berupaya yang extraordinary (bukan yang biasa biasa saja) untuk menanggulangi peredaran dan penyalalahgunaan Narkoba, ayo stop narkoba demi masa depan negara kita.

Amoy Singkawang Korban Perdagangan Orang di Tiongkok (Bagian 2)

Kasus Bong Lian Mie (BLM)

zizing-sketchesSdri Bong Lian Mie (bukan nama sebenarnya) pada bulan Mei 2016 datang ke KBRI Beijing meminta bantuan pemulangan dirinya ke Indonesia. BLM adalah perempuan asal Singkawang berusia 30 tahun dan saat meminta kepulangan telah menikah dengan laki-laki RRT bernama Sdr. Chen Yuan Jie.

BLM datang ke RRT pada November 2015, didatangkan dari Singkawang oleh agen pernikahan yang datang langsung dari Anhui untuk menjemput BLM. Sebelum pergi ke RRT, BLM mengaku diberi pinjaman uang sejumlah Rp 7 juta, kemudian Rp 8 juta yang rencananya akan dibayarkan setelah mendapa pekerjaan di RRT. Selain menikah, BLM juga berniat bekerja di RRT.

Sesampainya di RRT dan dinikahkan, suami dan keluarga tidak seperti yang dibayangkan BLM.  Mereka tinggal di sebuah desa terpencil di Provinsi Anhui yang masih harus ditempuh 3 jam dari kota kecil  Anqing di Huaning County. Kendaraan umum, transportasi juga sangat sulit ditempuh.

BLM mengatakan ybs sering berkelahi dengan suami dan mertua karena hal-hal sepele seperti dilarang mandi terlalu sering (mandi sehari sekali dianggap sering), dilarang mencuci baju setiap hari karena untuk menghemat air,  disuruh memasak menggunakan tungku kayu bakar (padahal ada kompor gas), membantu suami dan keluarga bekerja di ladang, dan lain-lain. Bila tidak bekerja maka tidak diberi makan. BLM juga pernah mencoba bekerja di restoran tetangga pada siang hari dan mendapatkan gaji 1000 RMB selama sebulan. Suami BLM sering memaki dan memukul, tidak jarang berkelahi di jalanan. Karena tidak tahan, BLM meminta diceraikan dan dipulangkan ke Indonesia. Suami tidak mau memulangkan karena telah membayar mahal untuk mendatangkan ybs, sehingga BLM diminta mengganti uang yang dikeluarkan (kalau mau diceraikan atau pulang) sejumlah 160.000 RMB atau sekitar 400 juta rupiah.

Karena sering ribut, BLM mengadu ke polisi dan di depan polisi suami berjanji menceraikan secara baik-baik. Namun, suami ingkar janji dan mengusir BLM serta menahan paspor ybs agar ybs tidak pernah bisa kembali ke Indonesia.

Dalam penanganan kasus oleh KBRI, KBRI mengontak suami dan keluarganya secara intensif untuk meminta pengembalian paspor dan bercerai secara baik-baik agar tidak meninggalkan masalah di kemudian hari. Namun pihak keluarga suami selalu mengulur waktu dan tidak menyambut dengan baik upaya dialog yang dilakukan oleh KBRI, sehingga diputuskan untuk membuat SPLP  (Surat Pengganti Laksana Paspor) dan mengurus visa sebagai exit permit. Hal itu pun memakan waktu yang cukup lama mengingat diperlukan lost certificate untuk membuat paspor dan exit permit,  setelah ada persetujuan dari polisi bahwa hal tersebut dapat dilakukan. BLM harus datang kembali ke Anhui, karena Public Security Bureau dan Exit Entry Bureau Beijing juga tidak dapat menerbitkan visa atau exit permit di Beijing.

Sesampainya di kantor Polis Anhui, pihak keluarga dan suami BLM telah menunggu kedatangan untuk menahan kepulangan BLM. Pihak keluarga mendapatkan informasi dari Kepolisian. Keluarga tersebut mengangkat beberapa issue untuk menahan kepulangan Sdri. BLM, yaitu (1) Masalah uang (2) Masalah perceraian (3) Masalah ID ibu mertua dan kunci emas, sebagai berikut:

(1) Terkait masalah uang
Keluarga minta pengembalian uang yang telah dikeluarkan untuk mendatangkan calon pengantin dari Indonesia yaitu sejumlah 160.000 RMB. Menjawab hal ini KBRI menyampaikan bahwa itu adalah urusan antara keluarga suami dengan mak comblang atau agen pencari jodoh yang menerima uang tersebut, mengingat Sdri. BLM juga tidak pernah menerima uang tersebut. Keluarga suami dipersilahkan mengurus dengan agen pencari jodoh yang digunakan, apabila tidak puas agar membawa urusan tersebut ke Polisi. Hal itu juga didukung oleh pihak kepolisian sehingga keluarga tidak lagi mengangkat soal pengembalian uang.

2) Terkait masalah proses perceraian:
Pihak keluarga suami meminta sebelum kepulangan, Sdri. BLM harus lebih dahulu mengurus  proses perceraian hingga selesai. Proses ini harus diselesaikan di Hefei mengingat pernikahan dengan orang asing untuk warga di Provinsi Anhui harus pergi ke Hefei. Permintaan penyelesaian proses perceraian ini nampaknya disarankan oleh polisi yang menyadari bahwa suami tidak akan dapat menikah kembali seumur hidup bilamana tidak ada proses perceraian. Sesuai aturan yang ada saat ini, RRT seseorang yang sudah tercatat menikah tidak boleh menikah sebelum ada proses perceraian.  Pernikahan yang baru bisa dilakukan setelah ada akte cerai.

Terkait usulan ini disampaikan bahwa KBRI tidak menentang permintaan proses perceraian, namun kedatangan KBRI adalah untuk mengurus visa bukan perceraian, agar dapat segera pulang mengingat lbu Sdri. BLM sedang sakit keras. KBRI juga menyampaikan catatan bahwa Sdri. BLM datang ke KBRI karena suami telah ingkar janji untuk menceraikan.

KBRI telah juga telah mengontak pihak keluarga secara intensif baik langsung (menelpon keluarga tersebut) maupun tidak langsung (melalui kepolisian) untuk meminta pengembalian paspor dan menyarankan perceraian sebagaimana yang diinginkan oleh Sdri. BLM,  tetapi tidak pernah disambut baik oleh keluarga pihak suami. Sdri. BLM juga telah cukup lama berada di KBRI karena menunggu pengembalian paspor dan lost certificate dari kepolisian  Anqing sehingga telah mendapat jeda waktu yang lebih dari cukup untuk proses perceraian seandainya  keluarga menginginkan hal tersebut. Oleh karena itu KBRI menilai tidak mungkin untuk menunda kepulangan Sdri. BLM demi proses perceraian yang seharusnya bisa dilakukan secara lebih awal, bilamana keluarga suami bermaksud menyelesaikan hal ini.

(3) Terkait masalah ID ibu mertua dan kunci emas:
Keluarga menyampaikan bahwa Sdri. BLM membawa ID ibu mertua dan kunci emas yang harus dikembalikan kepada keluarga. KBRI menyampaikan bahwa semua yang datang ke KBRI diperiksa secara mendetail. Saat datang di KBRI, Sdri. BLM tidak membawa tas, pakaian, ID atau perhiasan sebagaimana yang dituduhkan. Bahkan Sdri. BLM juga tidak membawa sehelai pakaian pun atau koper, pakaian yang dibawa hanya pakaian yang melekat dibadannya sehingga KBRI memberikan kebutuhan dasar termasuk makanan dan pakaian. Uang yang digunakan untuk perjalanan dari Anhui ke Beijing dengan bus juga adalah gaji diterimanya setelah bekerja paruh waktu di restoran milik tetangga. Sdri. BLM pernah bekerja selama satu bulan di restoran milik tetangga dan menerima 1000 RMB sebagai gajinya.

Setelah mendengar penjelasan tersebut polisi menyetujui dan memberikan exit permit untuk kepulangan BLM dan keluarga pihak suami tidak dapat menahan kepulangan ybs.

(sumber: release dari KBRI Beijing)

Kerjasama ASEAN dalam Cyber Security

cyber-security-660x429Singapore International Cyber Week (SICW) telah dilaksanakan pada tanggal 10- 12 Oktober 2016. Sejumlah kegiatan SICW yang dilaksanakan bersamaan dengan  ASEAN Ministerial Conference on Cyber Security. Tema  SICW tahun ini adalah “Building a secure and resilient digital future through  partnership” (Membangun Masa Depan Digital yang Aman dan Berketahanan  melalui Kemitraan). Sebagaimana pelaksanaannya pada tahun lalu, SICW  merupakan forum para pembuat kebijakan, pemimpin, professional, dan inovator  di bidang keamanan cyber.

Dalam sambutannya ketika membuka rangkaian kegiatan SICW, Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, menyatakan bahwa cyber security menjadi  salah satu isu penting nasional Singapura, mengingat visi Singapura yang ingin  menjadi “Smart Nation“. Dalam kaitan ini, salah satu syarat utama suatu negara  menjadi “Smart Nation” adalah “safe nation” atau negara yang aman. Potensi  teknologi informatika dan komunikasi serta teknologi digital untuk mewujudkan negara yang aman, hanya dapat dilakukan apabila internet dan cyberspace sudah dapat diandalkan keamanannya.

PM Lee Hsien Loong menyatakan pula bahwa cyber security telah menjadi perhatian banyak negara, termasuk Singapura, serta wujud ancaman atau serangan cyber dapat berupa berbagai macam bentuk. Beberapa contohnya antara lain, serangan terhadap pembangkit listrik di Ukraina, “pemindahan” (pencurian) dana sebesar US $81 juta dollar AS dari bank sentral Bangladesh dan penarikan uang sebesar US$2 juta dari puluhan mesin ATM di Taiwan. Singapura juga menjadi target serangan cyber antara lain, dalam bentuk concerted DDOS (distributed denial of service), sehingga seluruh sistem Singapura menjadi down. Selain itu, pernah muncul modus pembentukan situs web palsu “Singapore Police Force”, Kementerian Tenaga Kerja, “Central Provident Fund’ Board (serupa  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial seperti BJPS di Indonesia), dan otoritas lmigrasi  Singapura, “Immigration and Checkpoints Authority” yang ditengarai dilakukan  para pelakunya dari luar Singapura, yang bertujuan mencuri data pribadi atau  mengirimkan uang.

Pada kesempatan ini, singapura meluncurkan secara resmi Cetak Biru Strategi Cyber security (Singapore’s Strategic Blue Print on Cvber Security). Cetak Biru tersebut disusun badan keamanan cyber Singapura, Cyber Security Agency (CSA), dan terdiri dari 4 pilar yakni:

a. Penguatan infrastruktur penting negara ( Strengthening the country’s critical infrastructure), yang meliputi penguatan sektor-sektor utama pembangunan, seperti pemberian layanan darurat (emergency services), e-Government, keuangan dan keuangan, transportasi dan pelayanan kesehatan. Fungsi Tim Tanggap insiden Cyber nasional dan Pusat Pengamanan Cyber Nasional akan diperkuat. Pada bulan Mei yang lalu, CSA untuk pertama kalinya menyelenggarakan “table-top exercise” yang diberi nama “Cyber Ark IV’ yang diperuntukkan untuk bidang keuangan dan perbankan. Selain itu terdapat wacana penyusunan Undang Undang Keamanan Cyber baru pada pertengahan 2017. Melalui penyusunan Undang  Undang Keamanan Cyber, CSA akan memiliki kewenangan lebih besar dalam upaya menangani atau mengatasi terjadinya insiden cyber. Selain itu, akan diterapkan pula mekanisme pelaporan insiden cyber dan peningkatan standar penyedia jasa pengamanan cyber. Dalam kaitan ini, PM Lee Hsien Loong menjelaskan bahwa sejak awal tahun ini, instansi pemerintah dan pegawai negeri sipil di  Singapura telah mulai menerapkan penggunaan jaringan terpisah di kantor untuk browsing internet dan e-mail, untuk keperluan dinas dan pribadi.

b. Menciptakan ruang cyber yang lebih aman (Creating a safer cyberspace),  dimana CSA akan berupaya mewujudkan ruang cyber yang lebih aman, antara lain dengan merumuskan suatu Rencana Aksi Nasional dalam menghadapi kejahatan cyber, atau Nation Cybercrime Action Plan, sebagaimana diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Shanmugam pada bulan Juli yang lalu. Tujuannya untuk mengatasi kejahatan cyber secara lebih efektif. Rencana Aksi tersebut terdiri dari 4 prinsip, yaitu pengambilan tindakan preventif, pemberian tanggapan yang cepat dan kuat terhadap insiden cybercrime, penyusunan perangkat hukum yang efektif, dan pembentukan kemitraan.

c. Pembentukan ekosistem keamanan cyber dengan mengedukasi kalangan bisnis dan individu-individu (Developing a vibrant cyber security ecosystem by educating businesses and individuals), dimana Singapura akan membentuk angkatan kerja profesional di bidang keamanan cyber yang terdiri dari sekelompok pakar (pool of experts), dan menciptakan lapangan kerja yang jelas bagi para profesional di bidang teknologi informasi. Sebagai contoh, terdapat program Cyber Security Associate and Technologists (CSAT) yang memberi peluang kepada para profesional di bidang teknologi informasi yang mempunyai pengalaman lebih dari 3 tahun untuk beralih profesi di bidang keamanan cyber dengan mengikuti pelatihan selama 6 bulan. Selain itu, CSA juga akan mengembangkan kerangka kompetensi dimana para pakar teknologi informasi dapat beralih profesi dari sektor swasta ke sektor publik, serta dengan bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.

d. Penguatan kemitraan internasional untuk dapat lebih tanggap terhadap ancaman cyber ( Strengthening international partnerships to better respond to cyber threats), dimana CSA akan menguatkan kerjasamanya dengan negara lain, baik pada tataran regional dan internasional, serta dengan mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam menanggapi insiden cyber, termasuk melakukan penindakan terhadap kejahatan cyber yang tidak mengenal batas-batas negara. Keberadaan Interpol Global Complex for Innovation di Singapura memudahkan pemantauan ruang cyber dan pencegahan kemungkinan pemanfaatan ruang cyber untuk kejahatan. Untuk itu, CSA telah menjalin kerjasama dengan lnggris, Perancis, Belanda, India dan Amerika Serikat dalam menguatkan kerjasama di bidang cyber. Saat ini, CSA tengah berupaya meningkatkan kerjasama diantara sesama negara-negara ASEAN di bidang cyber. Dalam konteks ini pula, salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan SICW adalah pertemuan ASEAN di bidang cyber pada tingkat menteri.

Tanggapan Indonesia

Dalam keynote speech-nya, Menko Polhukam RI menyampaikan bahwa pertemuan SICW sangat timely mengingat semua negara mempunyai kepentingan yang sama terkait perkembangan teknologi cyber dan bahwa Information Communication Technologies (ICT) memperkuat interconnectivity antar negara. Di satu pihak, ICT menciptakan peluang bagi semua negara, namun di pihak lain, apabila ICT berada di tangan tangan yang salah, akan dapat dimanfaatkan untuk menghancurkan perekonomian global. Menko Polhukam menegaskan bahwa ruang cyber memberikan banyak manfaat bersama (common benefits) sekaligus tantangan bagi umat manusia dan kawasan.

Menurut Menko Polhukam, dalam upaya meningkatkan kerjasama antar negara di bidang cyber, terdapat 6 langkah yang perlu dilakukan, yaitu sebagai berikut:

a. Pembentukan kemitraan di bidang cyber, khususnya di kawasan ASEAN yang saat ini berpenduduk sekitar 694 juta, atau 9% dari masyarakat dunia. Dari jumlah tersebut, 266 juta, atau 48% merupakan penduduk Indonesia, serta terdapat potensi ekonomi dan ekonomi digital yang besar. Mengingat ASEAN menganut prinsip “sharing and caring”, hendaknya ASEAN memperlakukan isu cyber sebagai ancaman non tradisional sebagaimana terorisme dan kejahatan cyber.

b. Hendaknya norma ruang cyber dapat dipromosikan dan dipertahankan sehingga negara dapat tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi, toleransi kerjasama dan kolaborasi. Penyusunan norma di bidang cyber telah dimulai di United Nations for Governmental Group Expert (UN-GGE) dimana Indonesia bersama 24 negara lainnya, antara lain AS, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rusia, dan lnggris, berkerjasama untuk membentuk ruang cyber yang terbuka, aman, stabil, terjangkau, damai, inklusif, dan mengedepankan toleransi.

c. Keterlibatan pihak terkait (stakeholders) merupakan elemen yang sangat krusial mengingat ancaman cyber tidak hanya menargetkan pemerintah suatu negara, namun juga perusahaan-perusahaan atau pelaku bisnis. Untuk itu, pemberantasan kejahatan cyber menjadi kewajiban bersama, bukan hanya kewajiban pemerintah, namun juga sektor swasta, masyarakat madani dan pihak terkait lainnya. Untuk itu, SICW merupakan forum yang baik bagi para stakeholders untuk bertemu. Dalam kaitan ini, Indonesia siap mengedepankan kemitraan pemerintah dan swasta dalam menangani dan mengatasi kejahatan cyber serta untuk menjaga keamanan cyber di kawasan.

d. Keamanan cyber dan kemampuan menegakkan hukum, merupakan unsur yang sangat penting dalam upaya safeguarding atau mengamankan ruang cyber di masa depan. Semua negara dapat bekerjasama dalam memperkuat penegakan hukum, khususnya di bidang investigation sharing dan forensic digital antar aparat penegak hukum ASEAN.

e. Untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar negara ASEAN, hendaknya setiap negara dapat menunjuk sebuah instansi pemerintah untuk dijadikan point of contact di bidang keamanan cyber. Daftar point of contact merupakan hal yang sangat esensial untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi antar negara, khususnya apabila terdapat insiden yang melibatkan 2 negara ASEAN atau lebih yang perlu segera mendapatkan penanganan. Disamping itu, mekanisme pertukaran pengetahuan antar negara-negara ASEAN harus dikembangkan semua negara anggota dengan mengimplementasikan latihan bersama di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

f. Sebagaimana diketahui, ASEAN mempunyai Masterplan terkait pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di setiap negara anggotanya. Terkait hal ini, Indonesia mendukung penetapan ASEAN sebagai kawasan Global Hub di bidang ICT. Keberhasilan penetapan ASEAN sebagai Global Hub akan mendorong negara anggota ASEAN untuk membentuk jaringan dan koneksi point-to-point, pemahaman bersama mengenai ICT dan transparansi dalam menyusun kebijakan di bidang teknologi informasi, sehingga kepercayaan antar negara anggota diharapkan meningkat.

Menko Polhukam juga menjelaskan 5 (lima) langkah yang dapat dilakukan negara­ negara di kawasan untuk memanfaatkan peluang dan mengurangi ancaman di bidang cyber, yaitu dengan:

a. Mengkonsolidasikan dan memperkuat kemampuan institusi yang mempunyai peran di bidang keamanan cyber;

b. Mempromosikan kesadaran mengenai keamanan informasi dan pendidikan penyuluhan kepada semua pemangku kepentingan;

c. Mengesahkan standar internasional di bidang security management seperti ISO 2001;

d. Membentuk jaringan kerjasama internasional mengenai pertukaran informasi di bidang cybersecurity.

Terkait peningkatan kerjasama ASEAN di bidang cyber, Singapura mempunyai 3 proposal sebagai berikut:

1. Fostering ASEAN Cyber Capacity Building
Proposal promosi peningkatan kapasitas keamanan cyber ASEAN, dimana saat ini ASEAN melakukan banyak kerjasama dengan negara mitra wicara, utamanya terkait penanganan insiden, pengembangan saling percaya (confidence building), dan peningkatan kapasitas teknis cyber (technical cyber capacity building). Beberapa contoh antara lain, pembahasan confidence building measures dalam kerangka ARF, penyelenggaraan workshop peningkatan kapasitas keamanan cyber oleh Singapura dan AS pada bulan Agustus 2016 serta penyelenggaraan ASEAN CERT Incident Drill yang bertujuan meningkatkan kapasitas atau kemampuan negara-negara ASEAN dalam penanganan insiden yang mengganggu keamanan cyber. Singapura juga baru meluncurkan ASEAN Cyber Capacity Program (ACCP) dengan alokasi dana US$ 10 juta, yang bertujuan untuk membiayai sumber-sumber daya, keahlian (expertise), dan pemberian pelatihan untuk memperkuat kemampuan negara-negara ASEAN di bidang cyber. Selain itu, ACCP juga memberi saran mengenai prosedur pembentukan badan cyber nasional dan penyusunan peraturan di bidang cyber.

2. Securing a Safer Common Cyberspace
Mengingat cyberspace bersifat borderless, satu-satunya cara untuk menghadapi ancaman lintas batas dimaksud adalah dengan kerjasama internasional, khususnya di bidang penegakan hukum. Dalam kaitan ini, Singapura telah menjadi lokasi INTERPOL Global complex for Innovation (IGCI) sejak mulai beroperasi tahun lalu. IGCI telah berhasil mengkoordinasikan beberapa operasi bersama penanggulangan cybercrime. Singapura menyampaikan pentingnya negara-negara ASEAN menjalin kemitraan dengan INTERPOL. Pada kesempatan tersebut, Menteri Yaacob Ibrahim juga menekankan pentingnya “mengamankan ruang cyber bersama” (negara-negara ASEAN). Dalam kaitan ini, Singapura mengusulkan penerapan prinsip Cyber Green diantara negara-negara ASEAN.

3. Facilitating Exchanges on Cyber Norms
Terkait pembahasan norma-norma cyber pada tingkat global oleh UN­ GGE, Singapura berpendapat bahwa laporan yang dikeluarkan UNGGE pada tahun 2015 mengandung berbagai norma secara sukarela (voluntary norms). Dalam kaitan 1n1, Singapura mengusulkan penyusunan seperangkat norma regional mengenai cyberspace di kawasan ASEAN untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan cyberspace pada tingkat region-ii dan internasional

Berdasarkan pemaparan di atas terdapat beberapa hal yang mendesak dilakukan oleh negara – negara anggota ASEAN dalam kerjasama pengamanan Cyber kawasan ASEAN yaitu Cyber Capacity Building, Cyberspace Awareness dan Cyber Norms, juga terlihat bahwa Singapura ingin sekali menjadi leader dalam isu keamanan Cyber dan menjadi Hub bidang Cyber di kawasan ASEAN.

Psychopath Jess

Kita bersama masih menantikan hasil penyidikan dan pengadilan kematian Wayan Mirna akibat kopi yang mengandung Cyanide di Cafe Olivier pada hari Rabu tanggal 6 Januari 2016, begitu besar perhatian masyarakat akan kasus ini dan menurut saya ini akibat masyarakat menjadi terlalu berandai – andai siapa yang menaruh racun itu ke dalam Vietnam Coffee Ice milik Mirna , sedangkan saat itu hanya  ada 3 orang itu yaitu  Jessica, Hanny dan Korban Mirna.

jess2

Berdasarkan berita di media tentang rekaman CCTV  tayangan di talkshow Indonesian Lawyer Club (ILC) di T V one malah semakin banyak orang mempercayai bahwa pelaku pembunuhan itu Jessica, sejalan dengan penyidikan polisi dan bahkan telah menahan tersangka Jessica.

Saya tidak akan membahas penyidikan kepolisian karena itu merupakan kewenangan mereka, dan biarlah Polisi dibantu Jaksa akan membuktikan di depan pengadilan siapa yang menjadi tersangka dalam perkara ini.

Saya hanya akan melihat perilaku tersangka Jess  (ini panggilan saya saja) yang begitu PD nya menyangkal semua perbuatannya dalam berbagai tayangan di media, bicaranya mantap tanpa ragu, tanpa rasa bersalah. Bagaimana bisa ?  Apa benar Jess tidak bersalah ?

saya jadi teringat satu tulisan saya beberapa tahun yang lalu mengenai perilaku Psychopath dari pelaku “mass murdered”  Ryan Jombang dan Iptu Gribaldi Handayani  (pernah saya tangani sendiri kasusnya), mereka adalah orang yang sangat pintar menyembunyikan kesalahannya sehingga kita bisa bertanya sendiri, benarkah dia pelakunya ?

Saya membaca beberapa literatur yang dapat menjelaskan gejala Psychopath dan saya menemukan tulisan berjudul  “Lucifer’s Daughter” – Introducing The Female Psychopath, tulisan ini sangat mengejutkan karena kurang lebih bisa menjelaskan apa yang terjadi antara Myrna dan Jess, sebagai berikut :

Karakter wanita Psychopath

Wanita psychopath sangat perhitungan, mereka cenderung ke arah tindakan tidak bermoral berdasarkan amoralitas pemikiran yang tidak konvensional. Mereka sangat oportunistik dan tidak mempunyai empati terhadap orang lain, mereka menggunakan simulasi perasaan untuk tujuan menipu.  Persepsi mereka tentang orang lain adalah:  “Apa yang orang ini perbuat untuk saya, jika tidak ada, apa yang bisa mereka lakukan untuk saya dan bagaimana saya bisa memanipulasi mereka untuk dapat menyediakan sesuatu untuk saya?”

Wanita psychopath memiliki kepribadian yang diselimuti oleh kemarahan abadi tipis tersembunyi dan hampir tidak terlihat. Dia seperti reaktor nuklir kecil, lucu dangkal namun secara psikis rapuh. Wanita tersebut memiliki kecenderungan untuk menonjolkan penampilan lugu untuk menyampaikan perasaan tidak bersalah, ini adalah antitesis dari ungkapan  “Jangan menilai buku dari sampulnya”, karena penilaian ini akan sangat berbeda.

Wanita psychopath mempunyai kehebatan psikologis yang luar biasa untuk memanfaatkan kekuatan korban, ia juga mengumpulkan sekutu yang akan menempatkan diri mereka di jalan yang tidak baik. Seperti rekan-rekan narsisnya, untuk lebih baik atau lebih buruk ia unggul dalam menciptakan sebuah kultus kepribadian.

Wanita psychopath berpendapat tidak ada kesucian dalam kehidupan manusia, karena ketidakmampuannya untuk menjalankan kewajaran moral sehingga ia suka merendahkan martabat orang. Ia memperlakukan orang-orang seperti barang konsumtif (sekaleng minuman, satu pak permen karet) dan sekali tidak menjalankan fungsi, mereka dibuang jika ia menemukan target  baru, siklus akan berulang. Jika dia tidak mau, dia pergi.

Wanita psychopath yang lemah kecil tidak perlu mengangkat berat atau jari, karena jika disertai dengan kecantikan fisik, dia memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk memerintah orang-orang di sekelilingnya. Mereka adalah predator sosial ketika dalam posisi kekuasaan, satu-satunya tujuan mereka untuk mempengaruhi orang.

Wanita psychopath memiliki pluralitas psikologis, mereka memutuskan untuk bergaul dengan siapa. Mereka tertarik kepada orang-orang yang berkepribadian ekstrem bukan rata-rata seperti umumnya.  Misalnya mereka   menyukai orang yang lemah dan naif. Mereka suka membuat instrumen lain dari kehendak mereka, dan kognitif yang lemah merupakan target mudah mereka.   Dengan demikian, bagi mereka semakin tinggi kesulitan menjerat korban, semakin mereka merasa tertantang.

Wanita psychopath  pada awalnya dilihat korban sebagai kepribadian yang menarik, setelah kepercayaan terbangun, ia merubah taktik, beralih ke pemaksaan dan agresi.  Ia akan melakukan kekerasan emosional dengan kritikan kasarnya menyalahkan target,  Dia akan melanjutkan kampanye sistematis ini dengan  tekanan mental (tarik ulur, ancaman terselubung dan tuduhan liar) tujuannya agar emosi target menjadi mudah untuk diatur. Dia tidak peduli apakah dia mengendalikan seseorang melalui rasa takut atau cinta, keduanya hanya berarti untuk tujuan yang sama. Setelah seseorang jatuh ke jaring, dia menjadi sangat possesif.  Perintah yang dikeluarkan dibawah ancaman akan membuat korban kehilangan realitas, pada saat korban menentang, dia akan meningkat serangan nya dan membuat korban semakin terjerat.

Metode Interpersonal  Wanita Psychopath 

Pertama, dia akan mencoba untuk mengisolasi Anda dari rekan-rekan Anda dan keluarga. Dia mungkin melakukan hal ini dengan menuduh Anda dari sesuatu yang sangat buruk (abuse fisik) untuk mendapat simpati dari sahabat anda. Setelah Anda terasing dari dukungan emosional, dia akan menargetkan Anda dengan lebih fokus, menyebarkan informasi yang kacau, dengan siklus berulang dari cemoohan dan pengampunan; ini akan terus berlanjut sampai Anda ditanamkan menjadi percaya penggambaran palsu atas kejadian tersebut.

Psychopath dengan kecerdasan yang lebih tinggi memasukkan unsur-unsur kebenaran dalam rekayasa mereka untuk membuat mereka masuk akal. Setelah Anda merasa cukup bersalah untuk mengambil tanggung jawab untuk hal-hal fiksi, ia akan memanfaatkan tanggung jawab Anda merasa untuk menegaskan kembali kontrol. Dia akan menarik Anda kembali,  karena dia harus melatih cengkeramannya pada kendali Anda kecuali pada saat marah, Ia akan menghukum anda untuk usaha Anda di melarikan diri.  Wanita psychopath rentan terhadap pengabaian karena mereka sangat egois. Berbanding terbalik, dia mungkin tidak memiliki keraguan dengan meninggalkan Anda, tapi harus pada kemauannya sendiri,  jika tidak, sebagai produk dari ego, dia akan terus-menerus terobsesi untuk menuntaskan dendamnya.

Wanita psychopath adalah makhluk “schadenfreude”, itu adalah kata istilah dari Bahasa Jerman  diterjemahkan sebagai “menikmati kesakitan.”  Atau lebih tepatnya berarti “untuk memperoleh sukacita atas rasa sakit orang lain.”  Wanita psychopath  memiliki bakat untuk menemukan seseorang atau sesuatu yang menggambarkan kelemahan Anda. Ketika menemukannya, ia akan menyesatkan, menambah atau mengurangi dan memaparkannya dalam upaya untuk meningkatkan serangan terhadap Anda.

Pada dasarnya wanita psychopath mempunyai taktik halus. Mereka memahami pentingnya memonopoli pertemanan dan target harus dikucilkan. Bakat alamnya adalah sifatnya untuk mengalahkan dan menaklukkan korban.  Sejalan dengan kecenderungan sadisnya, Ia bergembira melihat teman – teman  Anda mengasingkan Anda, baik itu langsung atau bertahap.  Seberapa besar taktik yang digunakan untuk memastikan pengucilan Anda tergantung pada konteks dan tujuannya. Hal ini dapat dilakukan pada tahap ringan seperti mengurangi popularitas Anda, atau yang lebih berat seperti perang psikologis.

Jika Anda lemah, wanita psychopath akan mengekspos penuh kekuatannya dan melakukan pendekatan yang lebih keras. Namun jika Anda kuat, dia akan hanya mendalangi dan tidak menjajah, ketika berhubungan dengan korban yang kuat, wanita psychopath memilih untuk menonjolkan pesona daripada paksaan. Ia sadar, konflik langsung kurang mengarah ke hasil yang diinginkan.  Untuk disukai mereka mengubah diri menjadi hormon penarik, membanjiri mereka dengan perasaan positif untuk membentuk ketergantungan secara mental. Sepintas mungkin terdengar tidak berbahaya, tetapi tujuannya membahayakan secara permanen. Para wanita psychopath ingin target yang kuat, agar ia tergila – gila pada dirinya.

Jess dan Myrna

Mirna dan Jess memang sudah lama berteman, keduanya dulu sama-sama kuliah di Billy Blue College Australia. Beberapa foto yang memperlihatkan keakraban keduanya saat di Australia kini beredar diberbagai sosial media. Mereka mengambil jurusan yang hampir sama, Jessica di Multimedia sementara Mirna jurusan Grafis.

Keluarga Jess, hijrah ke Australia pada tahun 2005 dan menetap disana. Ayahnya bahkan membeli sebuah rumah Sydney. Saat keluarganya pindah tahun 2005, Jessica tetap di Indonesia, sebab dia masih menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Jubilee School. Menurut ayahnya, Jessica anak pendiam yang manja. Semasa SMA, dia lebih suka bermain komputer dan menggambar.  Selanjutnya Jess menetap selama 7 tahun di Australia, sampai 2015. Namun, usai lulus kuliah Jess kesulitan mendapat pekerjaan tetap di Australia, sehingga Jess memutuskan untuk pulang ke Indonesia, dia pun menghubungi teman lamanya itu. Saat itu, Jess baru sepekan berada di Indonesia.

Keterangan ini tidak benar,  Jess tidak susah mendapat pekerjaan di Australia, karena ternyata Jess sudah bekerja di Australia, menurut saya ia datang ke Indonesia khusus untuk menemui Mirna

Jess mengungkapkan, dia dan Mirna tidak pernah sampai tinggal bersama. “Ketemunya paling di kampus, ngomongin tugas saat makan siang bareng,” ujarnya. Namun, Jess mengaku pengalaman yang paling berkesan dengan Mirna di Australia adalah ketika mereka pergi cari tempat ngopi bersama. “Kita suka cari cafe yang enak, jauh-jauh untuk ngopi doang,” katanya. “Sekarang dengan kejadian ini berhubungan kopi membuat saya sedih,” tambahnya. Di mata Jess Mirna adalah sosok yang baik dan seorang yang hebat. “Bagi saya dia sangat berharga banget. Mirna orangnya sangat hebat,” katanya.  Adan keterangan tambahan dari Darmawan ayah Mirna pada  saat ILC TVone menyebutkan ia pernah melihat percakapan Whats Up (WA)  Mirna dan Jess yang berbunyi: ‘Mir mau dong gue dicium sama loe, udah lama nggak’,”

Keterangan Jess ini meragukan, karena ada beberapa keterangan yang mengatakan mereka sangat dekat,  tidak bisa dikonfirmasi apakah mereka terlibat hubungan sejenis, tapi melihat keterangan dari ayah Mirna, bisa saja mereka memang demikian,  pergi berdua adalah cara Jess untuk mengisolasi  Mirna dari keluarga dan rekan-rekannya .

Keterangan ayah Mirna dalam ILC Tvone, meyebutkan bahwa Jess memang lost contact dengan Mirna 2 tahun terakhir, dan ia kembali ke Jakarta seminggu sebelum kematian Mirna, Ia mencari kontak Mirna melalui sahabatnya Hani dan ia atas suruhan Jess mengatur pertemuan mereka di Grand Indonesia Mall tepatnya di Cafe Olivier.

Jess meninggalkan Mirna sesuai teori diatas “sekali tidak menjalankan fungsi, mereka dibuang, jika dia menemukan target baru, siklus akan berulang. Jika dia tidak mau, dia pergi”

Jessica pun dalam berbagai kesempatan mengeluarkan banyak komentar mengenai kasus tersebut, bahkan hingga live di salah satu TV swasta. Ia dengan sangat percaya diri membantah keterlibatannya dalam meninggalnya Mirna.  Akan tetapi,  sejumlah pernyataan Jessica berbeda dengan keterangan saksi maupun polisi.

Jess adalah seorang psychopath dengan kecerdasan yang tinggi, ia memasukkan unsur-unsur kebenaran dalam rekayasa mereka untuk membuat mereka masuk akal.  Jess melakukan kampanye kebenaran di media, bahkan kalau melihat sekilas tampak kebohongannya  seperti realita.

Ada Keterangan Menarik lagi dari Darmawan ayah Mirna, Ia sempat memperhatikan sosok Jessica yang turut berada di rumah sakit. Dalam beberapa kilas, menurut Darmawan Salihin, dirinya melihat ada yang aneh pada diri Jess. Keanehan itu, lanjut Darmawan, Jess terlihat tenang. Bahkan di saat rekan-rekan Mirna menangis, Jess terkesan diam. Semua teman-teman Mirna kan datang ke rumah sakit, semua menangisi cuma Jess saja yang tidak menangis, bahkan ia mendatangi Darmawan dan berkata: “Mirna cantik ya om”

Apa yang dilakukan Jess sesuai dengan terori diatas yaitu mereka tidak mempunyai empati terhadap orang lain, karena tidak ada moral dan kesucian dalam diri mereka.

Ayah Mirna Darmawan keterangannya di ILC Tvone juga menyebutkan bahwa “Mirna adalah boneka mainan dari Jess”

Seorang Psychopath memperlakukan orang-orang seperti barang konsumtif (sekaleng minuman, satu pak permen karet), mereka akan melakukan tekanan mental (tarik ulur, ancaman terselubung dan tuduhan liar) tujuannya agar emosi target menjadi mudah untuk diatur.  Dia tidak peduli apakah dia mengendalikan seseorang melalui rasa takut atau cinta, keduanya hanya berarti untuk tujuan yang sama. Setelah seseorang jatuh ke jaring, dia menjadi sangat possesif.  

Darmawan juga berkata: ” Kalau Mirna tidak menikah ia tidak akan meninggal dunia“.

Inilah inti pokok permasalahannya, Jess menganggap Mirna sebagai propertinya, ia mengendalikan penuh kehidupan Mirna, sampai suatu saat ia “menghilang” dari kehidupan Mirna, sebabnya sudah dijelaskan diatas,  ia “membuang” Mirna karena ada target baru, namun ketika ia kembali ia menemukan Mirna sudah menikah, kondisi ini tidak bisa diterima Jess,  Ia akan menghukum untuk usaha Mirna untuk melarikan diri, dan ia sangat terobsesi untuk menuntaskan dendamnya, dan datanglah Jess khusus ke Indonesia untuk bertemu Mirna di Cafe Olivier sehingga peristiwa pembunuhan itu terjadi.

Benarkah tulisan ini ? saya hanya menduga, kita juga harus menghormati azas Praduga tak bersalah , biarlah pengadilan yang memutuskan bersalah atau tidaknya Jess. Kita nantikan bersama…..

Konflik Abadi, Sejarah Satu Tanah Dua Bangsa (Israel dan Palestina)

Seakan tidak pernah ada akhirnya konflik antara Israel dan Palestina, Serangan Israel ke Gaza menimbulkan suatu kesatuan sikap masyarakat untuk membela Palestina, namun sebelum lebih jauh melakukan pembelaan, sudahkah anda mengetahui sejarah tanah yang diperebutkan itu ?

2000 SM  Nabi Abraham (Ibrahim) awalnya tinggal di daerah Ur Kasdim (Daerah selatan Irak), kemudian ia Hijrah menuju tanah kanaan (Israel sekarang) bersama sepupunya Lot (Luth), pada awalnya tanah Kanaan diduduki oleh 7 Suku Asli (Jebus, Amori, Hiite, Perizi, Kanaites, Girgas, Hivites) dan akhirnya tanah itu dikuasai oleh Abraham dan keturunannya. Dari Abraham mempunyai 2 anak, Ismail (Bapak bangsa Arab/Muslim) dan Ishak yang mempunyai anak Yakub (Bapak orang Israel).

Perjalanan Abraham dari Ur Kasdim ke Israel (Bibblestudy.org)
Perjalanan Abraham dari Ur Kasdim ke Israel (Bibblestudy.org)

1925 SM – 1495 SM (430 tahun) bangsa Yahudi tinggal di Mesir awalnya dipimpin oleh Yakub dan kedua belas anaknya. Kemudian bangsa Yahudi diperbudak oleh Mesir.

1575 SM-1455 SM, Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir pada tahun 1495 SM, Yosua menggantikan Musa merebut kembali tanah Israel yang telah 430 tahun ditinggalkan. Sepeninggal Yosua belum terbentuk kerajaan Israel, hanya berupa hakim – hakim yang diangkat menjadi pemimpin.

1020 SM – 1000 SM,  Raja Saul (Saul memerintah selama 20 tahun)

1000 SM – 961 SM, Raja Daud yang berjasa mengalahkan bangsa Filistin (Palestina) dengan membunuh Goliath panglima tentara Palestina.

961 SM – 924 SM,  Raja Salomo (Sulaiman) Pada zamannya Raja Salomo membangun Bait Allah di kota Yerusalem.

586 SM -539 SM (Dibuang ke Babel),  Raja Nebukadnezar II dari Babel (Babilonia) menaklukkan Israel (Yehuda) pada tahun 586 SM. Menurut Alkitab Ibrani, dia menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah Salomo pada tahun 587 SM dan membuang orang-orang Yahudi ke Babilonia. Hal ini diyakini bahwa raja Yahudi, Yoyakim , beralih kesetiaan antara orang Mesir dan Babilonia dan invasi itu adalah hukuman karena bersekutu dengan saingan Babel, Mesir. Yoyakim akhirnya dibebaskan oleh Babel, keluarga kerajaan Yehuda (yang garis keturunan Daud ) menjadi kepala pengasingan di Babel (the Exilarch) dipimpin oleh Daniel (604 SM – 536 SM)

538– 334 SM  (Dibawah Persia) Raja Cyrus Agung dari Persia menaklukkan Babel (Babilonia),  Cyrus mengeluarkan perintah untuk membebaskan tahanan, sekitar 50.000 orang Yahudi (Yehuda) yang dipimpin oleh Zerubabel  kembali ke Yehuda dan membangun kembali Bait Allah (pada tahun 515 SM selesai).  Kelompok kedua  sebanyak 5.000 orang  dipimpin oleh Ezra dan Nehemia  kembali ke Yehuda pada tahun 456 SM, meskipun non-Yahudi menulis surat kepada Cyrus untuk mencoba mencegah mereka kembali. Pada tahun 445 SM  Nehemia dipercaya menjadi gubernur Yerusalem dan membangun tembok Yerusalem dan bersamaan dengan zamannya Ezra (ahli kitab yg kemudian melayani di Bait Allah).

333 – 160 SM (Dibawah Macedonia)  Alexander Agung penguasa Macedonia mengalahkan Persia dan menaklukkan wilayah itu. Setelah kematian Alexander, para jenderalnya berjuang atas wilayah yang telah ditaklukkan. Yehuda adalah daerah yang diperebutkan Kekaisaran Seleukus dan Ptolemeus Mesir, akhirnya menjadi bagian dari Kekaisaran Seleukus pada tahun 198 SM. Pada abad ke-2 SM, Antiokhus IV Epifanes (penguasa Kekaisaran Seleukus) mencoba untuk memberantas Yahudi karena ia mendukung agama Helenistik . Ini memicu pemberontakan Makabe yang terjadi antara Yahudi Ortodok dan penganut Helinisme, terjadi pada tahun 174-135 SM . Pemberontakan ini dipimpin oleh Yudas Makabe (kemenangan dirayakan dalam festival Yahudi Hanukkah).

160 – 37 SM Setelah menang dalam pemberontakan Makabe, kaum Yehuda membuat pemerintahan sendiri, sebelum kembali dijajah bangsa Romawi.

44 SM  Herodes Agung adalah raja orang Israel yang memerintah  dibawah kekuasaan Romawi, Ia kemudian merenovasi  bait Allah pada tahun 22 SM.

Masehi (tahun nol) : Yesus Kristus lahir di Betlehem dan Disalibkan oleh Romawi pada umur 33 tahun (33M)

70 M : Bait Allah di Yerusalem diruntuhkan oleh jenderal Titus, anak raja Vespasianus kerajaan Romawi.

312 M : Konstantinus Agung (I) menjadi raja dan 324-327 M menjadi raja tunggal yang menyatukan Roma Timur dan Barat, dan tahun 327 M ia memindahkan ibukota pemerintahannnya di Konstantinopel (setelah direbut oleh Turki tahun 1453 M, diganti nama Istanbul). Di zamannya hari minggu menjadi hari libur yaitu hari ibadah umat Kristen, mengadakan konsili gereja (Konsili Nicea), membangun banyak gereja dan memberikan kebebasan bagi umat Kristen serta menyalin kitab suci dalam bahasa Yunani.

368 – 383 M Flavius Theodosius menetapkan Kristen menjadi agama Negara Roma/Byzantium (368-383 M)

527 – 565 M Raja Byzantium Yustinus Agung membangun gereja Hagia Spohia di Konstantinopel (Istanbul) dan St John Basilika di Efesus (gereja rasul Yohanes) dll.

614 – 613 M  Persia merebut Israel dan sekitarnya dari kerajaan Byzantium.

629 M  Raja Byzantium Heraklios merebut Israel dan sekitarnya kembali dari tangan Persia.

622-630 M  Islam mulai berkembang di Arab Saudi dan Muhammad (nabi) meninggal 632 M, penggantinya adalah kalib (khalifah) Abu Bakar (632 – 634 M), kemudian diganti oleh kalib Umar 634 M.

634 M  Israel diancam akan diserang oleh Umar, sehingga gubernur (Patriach) Yerusalem Sophronios/Byzantium menyerah tanpa perang, dan Israel dibawah kekuasaan Umar (Islam). Kemudian Umar mendirikan masjid Al Aqsa di atas reruntuhan Bait Allah (634 M).

644 M : Umar mati dibunuh oleh pengikutnya pada saat dia sedang Shalat dan digantikan oleh Ustman (644-659 M) dan terbunuh di Medinah oleh beberapa orang pengikutnya.

656-661 M, Ali menggantikan Usman menjadi kalib ke 4 (khalifah ke 4) dan ia dibunuh  oleh pengikutnya (Abdur Rahman bin Muljam). Digantikan oleh Hasan hanya memerintah sebagai khalifah selama 6 bulan

661-749 M, Dinasti Umayyah berdiri setelah Hasan menyerahkan kepada Muawiyah.

749 – 1200 M Dinasti Abbasiyah

1071 M, Israel direbut oleh Seljuk Turki (Kurdi/Islam Sunni) dari tangan dinasti Abbasiyah, dan banyak gereja dihancurkan dan perampokan serta penganiayaan, termasuk pembunuhan terhadap para peziarah Kristen serta menyerang kerajaan Byzantium dan Spanyol Utara. Sebagai akibatnya terjadilah peperangan untuk merebut kembali tanah suci dari tangan Seljuk Turki (Kurdi) dan tempat lainnya serta membangun kembali gereja-gereja yang dihancurkan, perang ini disebut perang salib (Kristen Eropa/Katolik).

1096 M : Perang salib pertama dan tahun 1099 M, Yerusalem berhasil direbut oleh pasukan dari Eropa (pasukan salib) dan mendirikan 4 kerajaan Kristen Latin yaitu Antiokhia yang direbut tahun 1097 M dan 1099 M diresmikan sebagai kerajaan Latin.

1098 M  Kerajaan Edessa (berhasil direbut dari Armenia-Kristen). Tahun 1099 M – kerajaan Yerusalem

1109 M  Kerajaan Tripoli. Namun tahun 1144 kerajaan Edessa diserang dan berhasil direbut oleh Seljuk Turki (sultan Zengi – Kurdi), maka timbullah perang salib ke 2 untuk merebut kerajaan Edessa, namun gagal dan tahun 1087 Yerusalem jatuh di tangan sultan Saladin, sehingga timbullah perang salib ke 3 yang hanya berhasil merebut Akro, Tiberias dll, kegagalan merebut Yerusalem, karena sultan Saladin mengajukan perdamaian dengan raja Inggris Richard (Lion Heart, pemimpin pasukan salib) dan Yerusalem terbuka bagi para peziarah Kristen tanpa gangguan serta menjamin tidak ada penghancuran gereja-gereja dan penganiayaan. Perang salib ini terjadi sebanyak 9 kali perang dan memakan waktu 195 tahun (1091 M – 1291 M). Di tengah perang salib muncul bergantian dinasti2 dari Islam (Ayyubiyah-Mamluks-Ottoman maupun Mongol/Genghis-khan sampai terakhir Timur Leng yang memusnahkan kekristenan di Timur Tengah).

1171 -1250 M Dinasti Ayyubiah

1250 -1517 M Dinasti Mamluks, Mamluk berarti para budak, yang dibeli dan ditawan oleh sultan dari menang perang untuk dijadikan prajurit dalam peperangan: Turki, Kurdi, Afrika, Eropah.

1300 – 1924 M Dinasti Ottoman Turki  M. Abd al Malik membangun masjid Dome of the Rock di atas bukit Moria di tempat Abraham mempersembahkan Ishak juga di atas reruntuhan Bait Allh, yang kemudian disalut emas oleh raja Husein dari Yordania (abad ke 20):

1453 M kerajaan Byzantium raja Konstantin XI diserang dan direbut oleh sultan Mehmed II (Ottoman dinasti) dengan memakai meriam buatan insinyur Jerman yang dapat melontarkan batu seberat 600 kg sejauh 1,5 km didapat dari pembelian menang lelang, maka hancurlah kerajaan Byzantium dan kota Kostantinopel berubah nama Istanbul, serta gereja Hagia Spohia yang termasyur menjadi masjid.

1917 M  Israel direbut oleh pasukan gabungan Perancis dan Inggris serta Australia dari tangan dinasti Ottoman (Turki), Jenderal Allen masuk Yerusalem dengan berjalan kaki.

1948 M  Israel merdeka pada tanggal 14 Mei, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel”.

1967 M Perang 6 hari antara Israel dengan 6 negara Arab (Mesir, Yordania, Syria, Lebanon, Irak dan Saudi Arabia) dan dimenangkan oleh Israel sehingga kota Yerusalem menjadi milik Israel yang direbut oleh jenderal Ariel Sharon yang koma sampai sekarang. Perang 6 hari yang dimenangkan oleh Israel sehingga Sinai direbut dari Mesir dan dikembalikan sebagai imbalan perdamaian Israel dan Mesir, dan dataran tinggi Golan diambil dari Suriah dan akan dikembalikan jika Suriah mau berdamai dan mengakui negara Israel. Tepi Barat dan jalur Gaza serta Yerusalem direbut dari Yordania, dan sekarang sedang negosiasi dengan Palestina sebagai imbalan perdamaian (Yordania berdamai dengan Israel saat ini).

1981 M Israel membombardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir.

1992 M  Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel. Setahun kemudian, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme.

1994 M Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

2006 M  Serangan Hezbollah ke Israel Utara beserta penculikan dua tentara Israel memicu terjadinya Perang Lebanon Kedua. Peperangan ini diakhiri dengan gencatan senjata yang disponsori oleh Dewan Keamanan PBB dengan mengeluarkan Resolusi PBB 1701.

2008 M  Gencatan senjata antara Hamas dengan Israel berakhir setelah adanya serangan roket yang diluncurkan oleh Hamas. Israel merespon serangan tersebut dengan serangan udara. Pada tanggal 3 Januari 2009, pasukan Israel memasuki kota Gaza dan memulai serangan darat. Pada tanggal 17 Januari 2009, Israel mengumumkan gencatan senjata secara sepihak dengan syarat dihentikannya serangan roket dan mortir. Hal ini kemudian diikuti oleh Hamas yang juga mengumumkan gencatan senjata dengan syarat ditariknya pasukan Israel dari Gaza serta dibukanya kembali perbatasan.

Sampai kapan negara Israel ini akan tetap eksis ? 

Melihat sejarah yang tersebut di atas, bangsa Yahudi sebenarnya tidak memiliki pemerintahan negara Israel lagi sejak zaman pembuangan di Babylonia 586 SM, dan kembali menjadi bangsa yang merdeka pada tahun 1948. Semenjak pembuangan ke Babylonia bangsa Yahudi menjadi bangsa Diaspora ke seluruh penjuru Bumi selama 2534 (dua ribu lima ratus tiga puluh empat) tahun lamanya. Ya memang, tanah Kanaan adalah tempat kediaman yang sama yang selalu diperebutkan oleh bangsa Palestina dan Yahudi selama ribuan tahun.  Bagaimana janji Tuhan kepada bangsa Yahudi ini ?

Tuhan berfirman kepada Nabi Abraham:

“Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka” (Kejadian 17:8)

Tuhan berfirman kepada Nabi Musa:

“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14)

Jadi kalau Tuhan Allah sendiri sudah turun tangan dengan berjanji melalui firmannya untuk membela bangsa Israel, siapakah di dunia ini yang bisa mencegahnya ?