Gerilya

Presentation1Perang gerilya adalah konsep awal perjuangan Republik Kita dalam merebut kemerdekaan dari tangan Penjajah Belanda. Bahkan sampai sekarang doktrin pertahanan Indonesia  adalah “Pertahanan Semesta” yang melibatkan rakyat dalam menangkal serangan asing ke wilayah Indonesia. Inti dalam pertahanan semesta adalah “Perang Gerilya“, dan keuntungan doktrin ini adalah tidak begitu penting negara kita menyiapkan peralatan perang yang canggih sebagai pertahanan terhadap musuh, cukup biarkan mereka masuk ke wilayah kita dan biarkan wilayah Indonesia menjadi Killing Zone, hingga musuh kewalahan dan angkat kaki.

Perang gerilya adalah karya orisinal bangsa Indonesia berdasarkan pengalamannya melawan penjajah, dan tahukah bahwa bapak doktrin Gerilya Dunia salah-satunya adalah Jenderal Abdul Harris Nasution, dengan bukunya  Fundamentals of Guerrilla Warfare, yang diterbitkan pada tahun 1953 dan sampai sekarang masih menjadi buku yang paling didiskusikan di Akademi Militer seluruh dunia.

Perang Gerilya ternyata sudah terbukti menjadi “Pembunuh Raksasa” kekuasaan militer yang superpower dapat ditumbangkan dengan metode perang ini, Success story nya adalah yang terjadi di Indonesia (1945-1949) sehingga berhasil mengusir penjajah Belanda, serta yang lainnya, seperti:

9954192._SX540_Cuba, (1953-1959) Revolusi yang dipimpin oleh duo maut  Fidel Castro dan Che Guevarra berhasil menumbangkan diktator Kuba Fulgencio Batista y Zaldívar yang ditunggangi Amerika Serikat, strategi yang digunakan juga adalah perang Gerilya melalui buku yang ditulis Che Gevarra yaitu “Esensi Perang Gerilya” pada tahun 1960.

MaoTiongkok, (1966-1969) Revolusi Kebudayaan yang dipimpin oleh Mao Zedong juga merupakan perang Gerilya. Mao Zedong menulis buku  “Perang Gerilya” pada tahun 1927 dan mengemukakan strategi “Desa mengepung kota” yang berhasil menumbangkan Chiang Kai Sek pemimpin Republik China melarikan diri ke Taiwan.

10-ho-chi-minhVietnam, (1957 – 1975)  Pemimpin Vietnam Utara, Ho Chi Minh yang kemudian menjadi presiden pertama Vietnam ini menggunakan taktik perang gerilya melawan Vietnam Selatan yang dibantu Amerika Serikat. Kekuatan taktik gerilya ini bertambah hebat di bawah kepemimpinan Jenderal Vo Nguyen Giap yang berhasil memukul mundur AS dalam serangan besar – besaran terakhir yang dinamakan “Tet Offensive” yang mengakibatkan bersatunya kembali Vietnam.

the-afghan-warriors-during-the-soviet-warAfghanistan, (1979-1989) Perang Soviet- Afghanistan sering disamakan sebagai Perang Vietnam-nya Uni Soviet karena banyaknya biaya dan kesia-siaan konflik ini. Pasukan Soviet mendapat perlawanan yang luar biasa dengan taktik gerilya yang dilancarkan oleh pejuang Mujahidin. Pada akhirnya pada bulan Februari 1989 Soviet mengumumkan penarikan pasukan mereka dari Afghanistan.

Sekarang pertanyaannya, apakah rahasia perang Gerilya sehingga taktik ini bisa mengalahkan supremasi militer dunia ? 

Serangan mendadak “hit and run”, sabotase dan teror adalah cara utama dari perang gerilya,  pasukan gerilya bergerak dalam jumlah yang kecil, terus menerus membuat gangguan dan teror sehingga moral pasukan musuh menjadi rendah karena korban berjatuhan.

Hal yang paling penting dalam melakukan taktik Gerilya adalah harus adanya dukungan dari rakyat, karena mereka lah akan menjadi support team bagi pejuang gerilya.

Akibat banyaknya jatuh korban  dari musuh, hal ini dapat menimbulkan kehilangan dukungan dari warga negaranya, sehingga mereka menuntut agar perang dihentikan, hal ini terjadi pada Belanda, Soviet dan Amerika Serikat pada waktu melakukan agresi.

Indonesia pernah mengalami frustrasi akibat serangan Gerilya.

Ya, hal ini pernah dialami Indonesia ketika mendapat perlawanan gerilya dari Gerakan Aceh Merdeka, namun untung segera dapat diatasi dengan perjanjian damai. Dapat dibayangkan apabila konflik ini diteruskan bukan tidak mungkin Indonesia angkat kaki dari bumi Aceh.

Gerakan Santoso jangan dibiarkan.

santosoKelompok Santoso menjalankan taktik Gerilya melawan aparat Polri dan TNI di wilayah hutan sekitar Poso dan Sulawesi Tengah. Keberadaan kelompok ini tidak boleh dibiarkan, apabila gerakan ini membesar dan mendapat dukungan dari masyarakat pasti akan menimbulkan kesulitan  Polri dan TNI untuk membasminya.

Cara mengatasi Gerilya ?

Indonesia sebagai negara  penggagas taktik gerilya, tentunya juga mempunyai taktik ampuh untuk menawarkan gerakan ini, hal ini telah dibuktikan dalam beberapa episode pemberontakan dalam negeri yang kesemuanya menggunakan taktik gerilya, seperti dalam perang menumpas DI-TII di Jawa Barat, melawan Fretelin di Timor Timur, GAM di Aceh, OPM di Papua.  Taktik ini dinamakan “Gerilya anti Gerilya”  (GAG) taktik ini intinya  adalah:

Kembali merebut hari masyarakat di wilayah konflik agar tidak mendukung gerakan gerilya pemberontak.

Memutus pasokan logistik gerilya, terutama makanan dan amunisi, sehingga mereka pasti “turun gunung” mencari tambahan logistik, pada saat turun tersebut dilakukan penghadangan dan penangkapan.

Untuk melawan gerilya jangan menggunakan kekuatan masif, tapi gunakan taktik serupa yaitu gerilya juga, melakukan perlawanan dalam ikatan pasukan kecil dan melawan mereka di jantung daerah operasi mereka.

1 Komentar

Filed under Blogger, teroris

My activities

Running post final test ….. reliefing – at Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan

View on Path

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

My Classmate

We’re graduates from Police Academy class of 92 – at méradelima

View on Path

1 Komentar

Filed under Uncategorized

My late Father and Mom

My late father and mom when they were holding their firstborn son whose is me…. #missthem

 

View on Path

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Yuk Ngerti Kriminologi, Seri 1 (Kejahatan itu Ternyata Dipelajari)

Pada penulisan ini saya mau memberikan sedikit pemahaman kepada para pembaca Blog saya tentang Kriminologi yaitu Ilmu yang mempelajari tentang kejahatan, bagaimana seorang kok bisa berbuat jahat ? Banyak diantara kita sampai sekarang terlibat perdebatan yang tidak berujung dengan pertanyaan: Seorang menjadi jahat itu karena apa ya ? Apakah karena faktor keturunan (Genetika), Faktor Kelainan Kejiwaan Seseorang atau karena pengaruh lingkungan ? Pada kenyataannya ternyata setiap pendapat ini dihargai dalam khazanah ilmu pengetahuan, dan semua mempunyai argumen tersendiri. organised-crime-cartoon

Saya pribadi sampai sekarang paling membela pendapat bahwa kejahatan disebabkan oleh faktor lingkungan, hal ini bukan karena tiba – tiba, pengalaman kerja saya sebagai seorang polisi, banyak meyakinkan saya bahwa pendapat ini benar, menurut saya semua orang yang lahir ke dunia dapat diumpamakan seperti kertas putih yang kosong dan yang belum ditulisi, atau lebih dikenal dengan istilah “Tabularsa” (a blank sheet of paper) dan seiring dengan perkembangannya mulai lah ia terpengaruh dengan lingkungannya, dimulai dengan lingkungan terdekatnya yaitu orang tua, sekolah dan teman dari lingkungan tempat dia tinggal (Peer Group). Memang orang tua yang paling berpengaruh pada pengembangan perilaku anak tersebut, namun ternyata setelah anak itu telah mampu bersosialisasi ternyata lingkungan sekolah dan tempat tinggal lebih berpengaruh, namun sayangnya arahnya lebih dominan kepada perilaku buruk.

Nah, seorang ahli Kriminologi dari Amerika bernama Edwin H Suterland (1883 – 1950) yang menemukan Teori Asosiasi Diferensial atau Differential Association pada tahun 1934 dalam bukunya Principle of Criminology. Sutherland berpendapat bahwa: Perilaku kriminal merupakan perilaku yang dipelajari dalam lingkungan sosial. Artinya tingkah laku manusia dapat dipelajari dengan berbagai cara. Karena itu, perbedaan tingkah laku kriminal  bertolak ukur pada apa dan bagaimana itu caranya tingkah laku kriminal itu dipelajari. Teori ini menegaskan bahwa tidak ada tingkah laku jahat diwariskan secara genetik dari kedua orangtua. Pola perilaku jahat tidak diwariskan tetapi dipelajari melalui suatu pergaulan yang akrab. Penjelasan sederhana mengenai pendapat Suterland adalah sebagai berikut: Setiap orang dimungkinkan melakukan hubungan dengan kelompok yang melakukan aktivitas kriminal, dalam hubungan tersebut terjadi sebuah proses belajar yang meliputi: teknik kejahatan, motif, dorongan, sikap dan alasan rasional kenapa mereka melakukan suatu kejahatan atau tidak melakukan kejahatan. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Criminal behavior is learned;
(Perilaku kejahatan adalah didapat melalui proses belajar);

2. Criminal behavior is learned in Interaction with other person in a proccess of communication;
(Kejahatan dipelajari dengan cara berinteraksi dengan orang melalui proses komunikasi);

3. The principal part of the learning of criminal behavior occurs within intimate personal groups;
(Bagian paling penting dari mempelajari tingkah laku kriminal adalah pada saat bergaul erat secara personal dalam kelompok itu);

4. When criminal behavior is learned, the learning includes (a) techniques of committing the crime, which are sometimes very complicated, sometimes very simple and (b) the specific direction of motives, drives, rationalizations, and attitudes;
(Ketika kejahatan dipelajari, yang dipelajari termasuk (a) teknik melakukan kejahatan yang kadang sulit dilakukan maupun kejahatan sederhana dan (b) bagaimana  motif, dorongan, alasan, dan sikap terhadap kejahatan itu sendiri)

5. The specific direction of motives and drives is learned from definitions of the legal codes as favorable or unfavorable;
(Alasan khusus dari motif dan dorongan melakukan kejahatan dipelajari dari  aturan hukum yang berlaku itu apakah menguntungkan atau tidak menguntungkan);

6. A person becomes delinquent because of an excess of definitions favorable to violation of law over definitions unfavorble to violation of law;
(Seseorang menjadi “nakal” disebabkan pemahaman bahwa  ternyata lebih enak dan menguntungkan melakukan pelanggaran hukum daripada tidak melanggar hukum);

7. Differential associations may vary in frequency, duration, priority, and intencity;
(Asosiasi yang berbeda dalam mempelajari kejahatan  mungkin akan berbeda dalam frekuensi, lamanya bergaul, prioritas kejahatan, dan intensitas bergaul dengan kelompok yang melakukan kejahatan);

8. The process of learning criminal behavior by association with criminal and anticriminal patterns involves all of the mechanism that are involved in any other learning;
(Proses pembelajaran perilaku jahat melalui bergabungnya dengan pola-pola kejahatan dan anti kejahatan meliputi seluruh mekanisme yang juga melibatkan pembelajaran lainnya);

9. While criminal behavior is an expression of general needs and values, it is not explained by those general needs and values, since noncriminal behavior is an expression of the same needs and values
(Walaupun perilaku jahat merupakan penjelasan dari kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai umum di kelompoknya, tidak dapat menjelaskan mengapa perilaku yang non-kriminal bisa terjadi, apakah karena ada kebutuhan dan nilai yang sama?)

Wuih, memang agak susah juga menjelaskan pendapatnya Suterland ini dalam bahasa yang sederhana, tapi intinya setiap orang jahat pasti  tidak ujuk – ujuk terjadi, tetapi itu terjadi karena ia bergaul (berasosiasi) dengan teman – teman yang memang berperilaku jahat dan dalam waktu yang tidak sebentar. Dari pergaulan ini si calon penjahat ini melihat nilai yang berbeda, dan alasan yang membuat dia yakin kenapa harus berbuat jahat. Tentunya ia melihat bahwa berbuat jahat ternyata lebih menguntungkan baginya. Ternyata teori ini terbukti (kenapa seorang anak menjadi begal):

Liputan6.com 05 Mar 2015. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan anak usia remaja menjadi pelaku kejahatan begal dipengaruhi banyak faktor seperti pengaruh lingkungan dan teman sebaya. “Dari hasil penyelidikan kami, pemicu anak melakukan begal bukan disebabkan oleh faktor tunggal, tapi banyak faktor. Salah satunya pengaruh lingkungan dan teman sebaya,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Susanto di Jakarta, Selasa. Yang pertama, kata Susanto, anak yang berinteraksi dengan teman atau lingkungan sosial yang terbiasa melakukan kekerasan akan permisif dengan perilaku kekerasan tersebut.

Setelah mempelajari tentang teori ini tentunya kita semua menjadi berpikir, pasti cara mendidik anak – anak kita agar tidak berperilaku jahat adalah menjauhkannya dari lingkungan yang berperilaku buruk dan dari sekolah yang terkenal pergaulannya buruk, hal itu memang benar,  tapi menurut saya pengawasan orang tua yang penting. Komunikasi dengan anak adalah hal yang terutama, jangan mereka dibiarkan mendapat norma – norma yang tidak baik dari lingkungan luar yang sangat berbeda dengan perilaku positif yang kita ajarkan dirumah, dan yang paling penting jadikan diri kita sebagai orang tua menjadi contoh bagi anak – anak kita, contohnya bagaimana kita melarang anak kita agar tidak merokok kalau kita sendiri sebagai orangtua tetap merokok ? dan perhatikan ini penting ! menurut penelitian merokok adalah pintu gerbang untuk kenakalan yang lain, seperti menghisap ganja dan narkoba jenis lainnya.

Ok, demikianlah seri pertama dari “Yuk Ngerti Kriminologi” , di tulisan selanjutnya akan saya jabarkan tentang bagaimana pendapat ahli lainnya tentang bagaimana seseorang bisa menjadi jahat oleh karena lingkungannya….

1 Komentar

Filed under Blogger

FPU Indonesia VII

Setelah melaksanakan tugas di Malaysia selama 2 tahun, saya kembali ke Jakarta dan mendapat penugasan baru di Biro Misi Internasional yang memang tugasnya tidak asing bagi saya, yaitu melakukan segala hal yang berhubungan dengan penempatan Personil Polri di Misi Internasioanl PBB dari penyiapan Personil hingga Materialnya, dan kebetulan sekarang Get in Touch lagi dengan pasukan Formed Police Unit (FPU), tidak terasa setelah berkesempatan sebagai Pioneer FPU pada tahun 2007, sekarang sudah ter deploy FPU Indonesia yang ke VII di El Fasher Darfur Sudan pada bulan November 2014. Tentunya setiap tahun diadakan penyempurnaan dari segi peralatan dan metoda perekrutan dan pelatihan. Nampak sekali dari Gears yang mereka gunakan semakin sesuai dengan kondisi lapangan. Sekilas cerita bagaimana saya sebagai team awal yang survey ke bakal tempat penugasan, sungguh susah membayangkan gears apa yang cocok untuk digunakan untuk bertugas di daerah dengan alam yang sama sekali berbeda dengan Indonesia, salah satu contoh sederhana adalah kacamata hitam, ternyata bertugas di daerah Gurun Pasir yang panas ini jangan sekali kali menggunakan kacamata dengan gagang metal, akan terasa terbakar di wajah, karena gagang metal itu sebagai penghantar panas yang sempurna, jadi sebaiknya menggunakan kacamata bergagang plastik yang bukan penghantar panas. Well, pengalaman membuat perfect kan ?

Komandan FPU VII, AKBP Rendra Salipu

Komandan FPU Indonesia ke VII kali  ini dipercayakan kepada AKBP Rendra Salipu, lulusan AKPOL angkatan 96 yang telah lulus dengan sistem penilaian yang sangat ketat, berikut dengan 100 orang pasukan utama yang bertugas dalam berbagai pengamanan dalam missi UNAMID dan 40 orang pasukan pendukung yang memfasilitasi segala kegiatan di Camp Garuda dari Memasak, memelihara Alkom, Water Treatment, dan Genset, juga petugas Kesehatan, Logistik dan Administrasi.

Tugas pasukan Utama dan Pendukung adalah seperti dua sisi mata uang, mereka harus saling mendukung untuk pelaksanaan tugas dalam misi perdamaian UNAMID.  Seperti beberapa kali saya tuliskan tentang FPU, penugasan mereka tidak pernah berubah sesuai mandat yang diberikan, yaitu melaksanakan pengamanan terhadap personil dan barang milik PBB.  Dalam kesehariannya mereka melakukan pengawalan terhadap Individual Police Officer (IPO) yang melakukan patroli ke Camp pengungsian Internal, dimana terdapat ribuan hingga ratusan ribu pengungsi akibat konflik yang tidak kunjung mereda dari awal tahun 2000 an ini.

Berikut ini sekilas penugasan mereka, baik dari Pasukan Utama dan Pasukan Pendukung:

Suasana IDP Camp Um Barro

Suasana IDP Camp Um Barro

Pasukan Utama pada minggu ini satu peleton mendapat kesempatan untuk bertugas di Luar kota Elfasher, yaitu di Team Site Um Barro yang memakan waktu 1 jam dan 30 Menit menggunakan Helikopter. Permasalahan yang terjadi adalah Camp Pengungsian Internal yang terdapat di Um Barro walaupun mendapat perlindungan dari Batalion Army dari negara Senegal, penduduk lokal terpaksa mengungsi karena mendapat serangan dari Gerombolan Janjaweed di daerah Abuleha dan Orchi, sehingga sekitar 6000 orang kini menempati IDP (Internal Displaced Person) Camp Um Barro. Tugas dari 1 peleton FPU tersebut adalah membantu Senegal Batalion untuk mengamankan penyaluran bantuan Kemanusiaan dari PBB. Kondisi Pengungsi sangat memprihatinkan karena tempat yang terbatas, sehingga hanya perempuan dan anak – anak yang dapat tinggal di IDP Camp sedangkan Laki laki tinggal di sekelilingnya, mereka bahkan tinggal tanpa pelindung hanya bersandar di balik pohon untuk mengindari panas. Saya mendapatkan liputan langsung eksklusif dari pasukan FPU yang berada di Um Barro, dan inilah dokumentasinya:

IMG-20150212-WA0013[1]

Deploy FPU Indonesia dari El Fasher hingga Um Barro menggunakan Helicopter PBB

Mendafat Briefing tentang penugasan bersama dari Batalion Senegal

Mendapat Briefing tentang penugasan bersama dari Batalion Senegal

Suasana pengamanan di IDP Camp walaupun kena Badai Pasir

Suasana pengamanan di IDP Camp walaupun kena Badai Pasir

Danton FPU memberikan pengarahan sebelum berangkat ke IDP Camp UM Barro

Danton FPU memberikan pengarahan sebelum berangkat ke IDP Camp UM Barro

Dan tidak kalah Pentingnya adalah peran pasukan pendukung FPU, mereka adalah yang bertugas untuk memastikan semua pekerjaan di Missi berjalan lancar, dan inilah dokumentasinya:

Petugas MTO (Motor Transport Officer) Memastikan setiap kendaraan FPU layak Pakai

Petugas MTO (Motor Transport Officer) Memastikan setiap kendaraan FPU layak Pakai

Petugas Kesehatan sedang melakukan Fogging di Camp Garuda

Petugas Kesehatan sedang melakukan Fogging di Camp Garuda

Demikian sekilas mengenai penugasan FPU VII, terlihat jelas keprofesionalan mereka sebagai Duta Indonesia di Misi Internasional yamg membawa nama harum Indonesia. Untuk menjamin Sustainability pasukan FPU Indonesia, pada saat inipun di kantor sedang mempersiapkan FPU VIII yang akan berangkat akhir tahun ini, sehingga ada kesinambungan dan selama Misi UNAMID belum dibubarkan. Semoga sukses dan tetap selamat rekan rekan FPU VII, God Bless You all…

5 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, IDP, UNAMID

Ideologi Al Qaeda, ISIS dan turunannya

Al-Qaida didasarkan pada ideologi ekstrim, kekerasan dan dioperasionalisasikan oleh jaringan dan individu yang mengejar ide-ide melalui kekerasan teroris. Hal ini mulai berlalu pada tahun 1999 ketika sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap tokoh , group yang berafiliasi ke kelompok teroris (resolusi 1267 ) pertama kali diperkenalkan dan tetap berlaku hingga 15 tahun kemudian. Pertanyaan utama setelah kematian Usama bin Laden pada bulan Mei 2011 adalah apakah atau bagaimana Al-Qaida akan bertahan setelah kematian propagandis utamanya? Dan apakah ISIS adalah penjelmaan baru Al-Qaeda ? ternyata tidak. ISIS adalah bagian dari gerakan Al-Qaida, meskipun perbedaan muncul siapa yang harus memimpin gerakan atau bagaimana tujuannya harus dicapai.

Al-Baghdadi

Al-Baghdadi

Menurut analisis jangka pendek, Al-Qaeda adalah gerakan yang menjadi ideologi umum dari gerakan radikal yang muncul di jazirah Arab dan beberapa tempat lain di dunia. Memang kadang-kadang membingungkan, mereka mempunyai kepemimpinan terpisah dengan kelompok inti yang sebagian besar tersembunyi di Asia Selatan. Gerakan Al-Qaeda termasuk Al-Qaeda inti mumpunyai berbagai macam kelompok yang berafiliasi dan sel, individu atau kelompok terkait lainnya (yang mungkin tidak secara formal atau publik berjanji akan loyal terhadap Al-Qaida inti) dan satu lagi kelompok sempalan yang langsung berasal dari satu ideologi tapi kadang-kadang bersaing dalam otoritas, “branding”, perekrutan dan pendanaan. Al-Qaeda adalah gerakan yang dinamis, dibentuk oleh kelompok dan individu yang mendukung dan berkembang. Hal ini dipengaruhi oleh konteks sosial dan politik dan mereka mencoba untuk mengambil keuntungan dari konflik lokal. Hal ini juga dipengaruhi oleh perubahan sosial dan operasi anti-terorisme oleh suatu negara.

Ayman Mohammed al-Rabbi al-Zawahiri

Ayman Mohammed al-Rabbi al-Zawahiri

Meskipun ISIS mencapai peningkatan pesat dari pada tahun 2014 dan dikeluarkannya pengumuman resmi oleh Aiman ​​Muhammad Rabi al-Zawahiri pada tanggal 3 Februari 2014, yang menyatakan bahwa Al-Qaeda tidak memiliki hubungan dengan ISIS. ISIS tetap menganut ideologi Al-Qaida, sehingga ISIS disebut sebagai kelompok sempalan Al-Qaeda. Perbedaan pribadi jelas antara Abu Bakr al-Baghdadi dan Al-Zawahiri tidak boleh disalah artikan sebagai sinyal bahwa ISIS tidak mengakui ideologi Al-Qaeda. Al-Qaida inti dan ISIS mengejar tujuan strategis yang sama, meskipun mereka mempunyai perbedaan taktis tentang tahapan perjuangan dan perbedaan substantif tentang kepemimpinan pribadi.

Pengumuman Al-Baghdadi tentang sebuah “Khilafah” pada tanggal 29 Juni 2014 dan pidato publik pada tanggal 4 Juli 201412 menunjukkan langkah dari ISIS untuk mengambil keuntungan teritorial. Klaimnya telah membentuk suatu negara Islam adalah untuk untuk melegitimasi tindakan barbar dan membawa makna religius, historis dan ideologis. Dengan menggunakan istilah “khalifah” ISIS bermaksud untuk mengeksploitasi konotasi agama, sejarah dan ideologi kata, mencapai kembali ke khalifah sejarah di tahun-tahun awal Islam. Hal ini juga sejalan dengan apa yang Usama bin Laden yang menjelaskan bahwa tahap akhir dari kampanye teror Al-Qaida yaitu: Pembentukan struktur politik berdasarkan kesalahpahaman tentang agama. Hal ini dirancang untuk mendorong relawan internasional lebih lanjut untuk bergabung dengan gerakan ini. Kekerasan publik ekstrem telah menjadi tema yang berulang dari gerakan Al-Qaeda. Penggunaan kekerasan oleh ISIS adalah merupakan track record yang serupa dengan kebrutalan oleh Al-Qaida di Irak.

Kita melihat bahwa telah terjadi evolusi Al-Qaeda sebagai seperangkat ide “ekstrim” diadakan dan menyebar melalui serangkaian kelompok dan jaringan sosial yang semakin beragam . Ancaman abadi bagi perdamaian dan keamanan internasional yang ditimbulkan oleh gerakan Al-Qaida berasal dari promosi tanpa henti kekerasan teroris. Ancaman berulang dari Al-Qaeda inti dan beberapa kelompok terkait pada 90 an dan ISIS saat ini kemampuan keuangan dan logistik untuk merencanakan, mendanai, memfasilitasi atau melaksanakan serangan teroris. Perencanaan jangka menengah dan jangka panjang utama adalah tahapan saat pejuang teroris asing terkait dengan gerakan Al-Qaeda. Para diaspora asli dari Al-Qaeda inti dan rekan seperti Al-Qaida di Semenanjung Arab dan Al-Shabaab pada gilirannya membantu mendirikan, memperkuat atau memperpanjang kelompok Al-Qaida dan kelompok terkait lainnya. Banyak tokoh operasional senior dalam asosiasi Al-Qaida adalah veteran, membawa berbagai keterampilan, kemampuan dan jaringan sosial yang meningkatkan ancaman teroris. Sementara itu, pemahaman publik yang terus berkembang, kemampuan pemerintah beberapa tahun terakhir dapat menghambat gelar penuh terorisme. Pengawasan preventif dan investigasi yang tetap penting untuk melawan terorisme.

Bagian dari ancaman berkembang di tangan sekitar 15.000 fighters asing yang telah berjuang dengan Al-Qaida dan afiliasinya di Republik Arab Suriah dan Irak. Mereka berasal dari lebih dari 80 negara dan merupakan inti dari sebuah diaspora baru yang mungkin benih ancaman selama bertahun-tahun yang akan datang. Beragam basis sosial dan kadang-kadang suku banyak jaringan hadir dengan gerakan Al-Qaida di Irak dan Suriah adalah menghasilkan pelatihan bersama dan mempunyai pengalaman operasional. Pada tahun 2014, ada jaringan-jaringan yang mencakup individu dari Chechnya, Federasi Rusia, di samping berbagai etnis anggota diaspora Chechnya yang merupakan penduduk dari Negara-Negara Eropa. Ada contoh pejuang teroris asing dari Perancis, Federasi Rusia dan Inggris dan Irlandia Utara yang beroperasi bersama-sama. Kehadiran inti “kelompok Khorasan” Al-Qaeda di Suriah, mengingat bahwa begitu banyak pejuang teroris asing berada di daerah, adalah tanda betapa berbahayanya ancaman sel tersembunyi.

Pembauran individu dari berbagai negara, dan kadang-kadang dari organisasi yang berbeda, telah membantu membentuk evolusi Al-Qaeda. Pada 1980-an dan 1990-an banyak orang menempa inti Al-Qaeda dan afiliasinya berkumpul di Afghanistan. Ikatan sosial didirikan dan kemudian berkembang menjadi sebuah jaringan yang rumit dari aktivis Al-Qaeda dan simpatisan di sejumlah negara. Pada tahun 2014, ada empat pusat tertentu untuk melanjutkan interaksi sosial yang intens: Republik Arab Suriah, Irak, Libya dan Yaman. Selain itu, kurangnya pemerintahan yang efektif di beberapa negara telah menyebabkan penguatan signifikan dari jaringan tempur teroris asing dengan akses mudah ke persediaan luas amunisi standar militer.

Al-Qaeda dan asosiasinya tetap aktif di Afghanistan. Selama pertempuran pada tahun 2014, pasukan keamanan nasional Afghanistan secara teratur mengalami perlawanan dari pejuang teroris non-Afghanistan di seluruh negeri, khususnya di utara-timur, timur dan selatan. Dalam sebagian besar, para pejuang adalah berasal dari kelompok Tehrik-e Taliban Pakistan, Harakat ul-Mujahidin / HUM yang mempertahankan kamp-kamp pelatihan di provinsi-provinsi timur. Serangan terhadap konsulat India di Herat pada tanggal 23 Mei 2014 yang direncanakan dan dilakukan oleh Lashkar-e-Tayyiba. Pada bulan Januari 2014, pasukan keamanan nasional Afghanistan menyita bahan propaganda yang berasal dari Irak berbasis afiliasi Al-Qaida di Afghanistan utara-timur. Gerakan Islam Uzbekistan tetap aktif  dari Faryab ke Badakhshan. Pejuangnya terlibat dalam serangan terhadap Bandara Internasional Jinnah di Karachi, Pakistan, pada tanggal 8 Juni 2014. Serangan itu, di mana setidaknya 10 pejuang berpartisipasi, merupakan operasi teroris terbesar di luar Afghanistan di mana Gerakan Islam Uzbekistan telah terlibat secara langsung dan sinyal ancaman berkelanjutan yang itu pose di luar perbatasan Afghanistan. Di Provinsi Baghlan, sekelompok pejuang yang sebelumnya di bawah komando Gulbuddin Hekmatyar menyatakan kesetiaan mereka kepada ISIS. ISIS juga menarik untuk faksi radikal dalam gerakan Taliban, seperti “Da Fidayano Mahaz”, “Tora Bora Mahaz” dan “Zarqawi Grup”. Beberapa warga negara Arab yang berafiliasi dengan Al-Qaida tetap berhubungan dengan orang-orang yang berangkat ke Republik Suriah dan Irak. Pada bulan Juli, ketika enam orang yang berafiliasi dengan Al-Qaida tewas akibat serangan pesawat tak berawak di Waziristan Utara, Abdul Mohsen Abdallah Ibrahim al Charekh (saat ini bergabung dengan Front Al-nusrah) mengungkapkan kesedihannya karena kehilangan teman-temannya.

Diambil dan diterjemahkan sebagian dari “Sixteenth report of the Analytical Support and Sanctions Monitoring Team submitted pursuant to resolution 2161 (2014) concerning Al-Qaida and associated individuals and entities”

2 Komentar

Filed under teroris