Monthly Archives: Februari 2011

Sekolah Penegak Hukum Internasional

Upaya Amerika Serikat untuk menanggulangi terorisme global, bahaya peredaran narkoba dan kejahatan lintas batas negara lainnya yang mengancam kepentingan dalam negeri adalah suatu keharusan, ini sejalan dengan konsep pertahanan AS yang menganut prinsip “Defensif Aktif” yaitu memerangi ancaman bagi negaranya di daerah/negara sumber ancamannya, pemerintah AS ingin sedapat mungkin menghancurkan ancaman tersebut disana sebelum masuk ke dalam negerinya. Hal ini diperkuat dengan undang – undang “Patriot Act” yang memberi kewenangan aparat keamanan dan pertahanan AS melakukan operasi perlawanan dengan yurisdiksi seluruh dunia.

Gedung utama ILEA, Bangkok

Gedung utama ILEA, Bangkok

Berdasarkan konsep pertahanan ini, negara AS berharap negara – negara yang menjadi “sahabat” nya bisa diajak bekerja sama untuk memerangi berbagai jenis kejahatan yang bisa mengganggu stabilitas negara AS, akan lebih baik apabila dalam penugasannya sesuai dengan Standar Operation Prosedur yang baik, paling tidak dalam kerja sama antar lembaga penegak hukum ada AS dan negara sahabatnya ada chemistry yang baik, Nah untuk itu dimulai pada saat pemerintahan presiden Clinton pada tahun 1995 di dirikan lah ILEA (International Law Enforcement Academy) atau terjemahan bebasnya Akademi Penegakan Hukum Internasional sebagai sarana untuk menyatukan penegak hukum internasional untuk melawan kejahatan, memerangi terorisme, dan sharing pengetahuan dengan memberi pelatihan. ILEA dikelola oleh Departemen Luar Negeri (The United States Department of State),  Biro Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum (Bureau of International Narcotics and Law Enforcement) dan juga Biro Keamanan Diplomatik (Bureau of Diplomatic Security)

Suasana ruangan kelas, ILEA Bangkok

Suasana ruangan kelas, ILEA Bangkok

International Law Enforcement Academy terdapat di 5 tempat seluruh bagian dunia yaitu ILEA Budapest di Hungaria, ILEA Bangkok di Thailand , ILEA Gaborone di Botswana Afrika, ILEA Roswell di New Mexico , Amerika Serikat , dan ILEA San Salvador di El Salvador . Selain itu, ada ILEA Regional Training Center di Lima, Peru , diawasi oleh ILEA San Salvador dan dikenal sebagai ILEA Amerika Latin.

Sesuai dengan wilayahnya ILEA ini menampung para peserta yang berada di negara Sekitarnya, seperti ILEA Bangkok yang mengkhususkan menerima siswa dari aparat penegak hukum (kepolisian) di wilayah Asia, karena Indonesia termasuk wilayah ini maka kesempatan pun diberikan kepada banyak anggota Polri untuk mengikuti pendidikan di ILEA.

Selama setahun penuh ILEA membuat beberapa sesi pelatihan singkat dengan waktu antara 1 sampai 6 minggu, materi pelatihan itu berkaitan dengan kontra terorisme, kejahatan peredaran Narkoba internasional, kejahatan ekonomi,  Money Laundring, Penyidikan Bom dan banyak lagi materi pelatihan, kemudian dari Mabes Polri mengirimkan calon peserta,  ILEA menyiapkan tiket pp, uang saku dan akomodasi kepada peserta selama pelatihan di Bangkok Thailand. Masalah language barier bisa teratasi dengan dipersiapkan penerjemah bahasa dari masing – masing negara asal peserta, perkuliahan sendiri menggunakan bahasa Inggris dengan pengajar kebanyakan berasal dari penegak hukum negara Amerika Serikat.

Akomodasi selama pelatihan disiapkan dengan baik sekali, ILEA terletak di komplek perkantoran kepolisian, dilengkapi dengan sarana gedung perkuliahan, kamar tidur dan sarana olahraga yang mewah, dan beberapa waktu yang lalu saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan singkat disana, memang belajar dengan fasilitas lengkap dan mewah apalagi ditambah dengan “Amazing” Bangkok, terasa waktu itu singkat sekali….

Iklan

2 Komentar

Filed under hukum, Polisi, polri

Cerita Seru Seputar Ilmu Forensik (3) : Penculikan Lindbergh

Siapa yang tidak kenal Charles Lindbergh ? dia adalah pilot pesawat Amerika Serikat yang terkenal karena ia pilot pertama yang terbang solo (sendiri) dan tanpa henti menyeberangi Samudera Atlantik. Ia terbang dari Roosevelt Airfield (Nassau County, Long Island), New York, AS ke Paris, Prancis pada 20 Mei-21 Mei 1927 selama 33,5 jam dalam pesawat mesin tunggalnya The Spirit of St. Louis.

Namun cerita ini bukan mengenai kejadian Lindbergh melainkan mengenai putranya yang masih bayi Lindhbergh Junior yang diculik dari rumahnya di New Jersey pada 1 Maret 1932, penculik bayi ini hanya meninggalkan sedikit jejak di TKP. Pencarian Barang bukti di sekitar TKP hanya menemukan sebuah tangga kayu yang digunakan untuk mencapai kamar anak, sebuah pahat untuk membuka jendela, jejak sepatu yang berlumpur, dan secarik kertas permintaan tebusan.

Lindhberg Junior

Lindhberg Junior

Lindbergh memilih untuk mengikuti kemauan penculik dengan menyerahkan uang sebanyak usd 50.000 kepada seseorang laki laki yang beraksen Jerman yang menjanjikan anaknya dalam keadaan selamat dan sekarang berada dalam sebuah kapal yang tertambat di tepi pantai.

Tidak ada jejak dari anak tersebut sampai dua bulan kemudian ditemukan tidak bernyawa di sebuah hutan hanya terletak 3 km dari rumahnya. Hasil Otopsi mengatakan anak tersebut tewas karena pukulan keras di kepala, kemungkinan besar pada saat penculikan. Polisi kemudian memanggil seorang ahli kehutanan bernama Arthur Koehler untuk menemukan jenis kayu yang digunakan sebagai tangga yang ditemukan di TKP, Koehler menemukan bawa ada 4 jenis kayu yang digunakan sebagai bahan untuk membuat tangga: Kayu Cemara jenis North Carolina, Kayu cemara jenis Douglas, Kayu pohon Ponderosa dan Birch. Ada banyak tanda pada kayu tersebut yang merupakan ciri khusus pabrik pemotongan kayu, yang sepertinya kayu tersebut khusus dibuat dan di press untuk membuat tangga. Polisi kemudian mengirimkan surat kepada 1500 pabrik pengolahan kayu di seluruh Amerika untuk mencari jejak sumber kayu cemara North Carolina, dan akhirnya sebuah perusahaan kayu di South Carolina memberi jawaban bahwa mesin penyerut kayu miliknya mempunyai bekas penyerutan yang sangat mirip dengan apa yang terdapat pada tangga kayu tersebut.

Nota tebusan yang ditemukan di TKP

Nota tebusan yang ditemukan di TKP

Pabrik kayu tersebut ternyata telah mengirimkan 46 kali pengiriman dari 1/4 stok kayu cemara North Carolina nya ke daerah timur Amerika. Polisi kemudian mendatangi setiap alamat pengiriman yang memakan waktu selama 3 tahun sampai mereka menemukan sebuah perusahaan bernama “National Lumber and Milwork Company” di daerah Bronx, dan mereka mendapat sedikit keberuntungan dengan menemukan tempat penyimpanan kayu, kayu yang disimpan adalah berjenis cemara North Carolina, dan sangat persis dengan bahan tangga kayu yang ditemukan di TKP.

Sayangnya perusahaan menjual bahan kayu tersebut hanya “cash and carry” dan mereka tidak mempunyai data mengenai siapa yang pernah membeli kayu tersebut, sehingga penyelidikan tersebut terhenti disini untuk sementara waktu.

Kemudian hasil penyelidikan lain ditemukan seorang tersangka di daerah Bronx yang teridentifikasi dengan tulisan permintaan tebusan, tulisan ini terlacak berasal dari seorang kelahiran jerman bernama Bruno Richard Hauptmann, dan pada saat polisi menggeledah rumahnya mereka menemukan Usd 14.000 sisa uang tebusan.

Tangga kayu yg ditemukan di TKP

Tangga kayu yg ditemukan di TKP

Pada saat Pemeriksaan polisi Hauptmann bersikeras uang itu diperoleh dari seorang temannya di Jerman yang meninggal karena penyakit TBC, meskipun demikian Koehler berhasil menunjukkan bahwa alat serut yang ditemukan di garasi rumah Hauptmann digunakan untuk menghaluskan kayu yang digunakan pada tangga, demikian juga lantai kayu yang hilang pada loteng rumah Hauptmann digunakan untuk pegangan tangga kayu yang ditemukan pada TKP, terlihat juga ada kesamaan dari bekas gergajian dan lobang paku pada tangga dengan lantai kayu yang terdapat di loteng rumah. Berdasarkan analisa pola pada kayu pada pegangan tangga dan kayu pada lantai berasal dari satu kayu yang sama.

Bruno Hauptmann dalam persidangannya

Bruno Hauptmann dalam persidangannya

Dalam persidangan selanjutnya Hauptmann dinyatakan bersalah oleh Juri dan dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik pada bulan April 1936, Hauptmann sampai akhir tetap menyatakan dirinya tidak bersalah.

Walaupun ada keraguan dalam beberapa aspek pembuktian pada persidangan, banyak yang percaya bahwa bukti Forensik yang dilakukan oleh Koehler tidak bisa terbantahkan dalam persidangan. Hebat kan ? Ternyata dari sebuah bukti tangga kayu di TKP bisa menangkap seorang penculik dan pembunuh putra Lindberg.

5 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Kriminal