Monthly Archives: November 2007

POLISI BERADA DI LINGKUP MANA ??

polisi

Dalam beberapa komentar dalam tulisan saya, muncul suatu perdebatan dari pengunjung situs saya mengenai bagaimana seharusnya badan Kepolisian Indonesia, berada dibawah Departemen tertentu, Lansung dibawah Presiden atau dibawah Pemerintah Daerah…… ??

Nah, saya akan memberi sedikit gambaran karena kebetulan saya diberi kesempatan untuk melihat berbagai kepolisian dari berbagai belahan dunia, memang tidak ada aturan universal tentang bagaimana posisi Polisi seharusnya berada, Di Indonesia sendiri mengalami perubahan beberapa kali, pada saat setelah kemerdekaan RI Polri berada dibawah mendagri, kemudian dibawah kementrian kepolisian, setelah orde baru berada di bawah panglima ABRI/TNI dan berubah lagi setelah Reformasi tahun 2000 menjadi berdiri sendiri di bawah Presiden.

Sejarah polisi di dunia sendiri panjang sekali, berawal dari zaman Romawi kuno… kata polisi berasal dari kata – kata POLITIA yang artinya “pemerintahan kota – kota” pada saat itu tugas tanggung jawab keamanan berada pada tentara Romawi yang pada saat tidak berada dalam peperangan, inilah cikal bakal GENDERMARRIE (polisi militer). Memang kepolisian yang sebenarnya baru ada semenjak tahun 1800 an di Inggris pada saat LANDLORD menyewa orang untuk menjaga area nya dari serangan penyamun, dan pada saat Inggris bersatu (wales, Scotland, Britania, Irlandia) masing – masing negara ini dibawah Raja Inggris sepakat membentuk kepolisian Nasional Inggris, yang terkenal dengan sebutan “BOBY” dengan topinya yang khas dan selalu patroli jalan kaki keliling kota, dan cerita – cerita dektektif imajiner mereka karangan “SHERLOCK HOLMES” yang memang gambaran dektektif zaman dahulu mereka.

Kalau berbicara polisi khususnya dalam film – film pasti kita teringat aksi – aksi laga polisi mereka, namun kita pasti bingung kalau kita menonton film “FUGITIVE” yang berperan adalah polisi “MARSHALL”, kalau melihat “LAST TRAIN” yang ada “TRAIN POLICE” kalau film “BAD BOYS” kita melihat “LAPD dan DEA” dan “ALL PRESIDENT MAN” ada polisi “SECRECT SERVICE atau NSI” dan “SILENCE OF THE LAMB” ada “FBI” nah…. sebenarnya ada berapa jenis polisi sih di Amerika Serikat ? Jangan heran … di sana ada lebih dari 200 an lembaga kepolisian yang mempunyai tugas memerangi kejahatan. Lho ?? pertanyaan kita bagaimana mengatur mereka semua dan apakah tidak terjadi overlapping tugas penegakan hukum ? ternyata tidak juga, mereka bahkan sering berkoordinasi dan tetap berpegang dengan aturan tugas mereka masing – masing, (walaupun patut diakui memang dalam beberapa kasus terjadi overlap), contohnya LAPD yang berada di bawah Pemda California hanya bertugas menegakkan hukum pada wilayah negara bagian California, dengan aturan UU/PERDA mereka sendiri, kalau ada Tersangka yang kejahatannya lintas negara bagian mereka ditangani FBI (Federal Berrau of Investigation) dengan menggunakan UU Nasional. Biasanya FBI menangani kasus – kasus – kasus tindak pidana umum (tidak menutup juga kasus yang lain), FBI sendiri berada di bawah “DEPARTMENT OF JUSTICE” (di Indonesia mentri Kumdang), kalau permasalahan Narkoba ada DEA (DRUGS ENFORCEMENT AGENCIES) yang berada di bawah kementrian Kehakiman, kalau masalah Senjata, miras dan rokok ada Berrau of ALCOHOL, TOBACCO and FIREARMS (ATF), masalah pelarian tahanan (MARSHALL), masalah imigran gelap (INS), keuangan (SS), Kepolisian daerah Newyork (NYPD), penjaga pantai (COAST GUARD) dan masih banyak lainnya.

Di negara lainnya seperti ITALIA bahkan seperti di italia ada 2 polisi : CARABINIERI di bawah departemen pertahanan, dan POLIZIA di bawah pemdanya masing – masing….. kalau kita pikirkan ribet sekali kan…? Seperti di Italy kepolisian ada 2 institusi juga bukan suatu penghalang…. mereka jadi bersaing siapa yang terbaik dalam menangani permasalahan masyarakat…. jadi kalau orang kecopetan di Italy mereka bebas memilih polisi mana yang dianggap paling baik…. entah CARABINIERI atau POLIZIA.

Menurut saya SISTIM KEPOLISIAN APAPUN mau dibawah Dephan, Mendagri, DEPSOS, atau Pak RT…. yang penting tujuannya adalah prinsip universal polisi “TO SERVE AND PROTECT” melayani dan melindungi Masyarakat.

Iklan

8 Komentar

Filed under hukum, Polisi, polri

IDP CAMP

IDP (Internal Displaced Person) adalah hal yang pasti terjadi dalam setiap konflik internal dalam suatu negara, contoh nya ngga usah jauh – jauh di Aceh berapa ribu orang Jawa transmigran yang terusir, demikian juga di Kalimantan banyak orang Madura terusir dalam skope lebih global bagaimana orang palestina terusir dari tanah yang di klaim “tanah perjanjian” oleh Kaum Israel…. namun perlu dibedakan juga dengan istilah “Pengungsi” atau “Exhile”, pengungsi adalah penduduk suatu negara yang terusir dari negaranya, contohnya orang Kurdi yang terusir dari Turki, atau Orang Bosnian yang terusir dari negara Serbia.

Di Darfur Sudan permasalahan yang terjadi adalah terusirnya penduduk dari tempat tinggalnya/ kampung halamannya dan mencari tempat yang lebih aman, sehingga mereka menjadi IDP, seperti pernah saya tulis dalam tulisan terdahulu, yang terjadi adalah konflik antara GOS (Goverment Of Sudan) dengan pasukan pemberontak yang tergabung dalam SLA (Sudan Liberation Army) dan JEM (Justice Equal Movement) dan beberapa faksi kecil lainnya, GOS memang sangat kewalahan menhadapi pemberontak ini, karena wilayah yang sangat luas dan daerah yang super extreem, gurun sahara, pegunungan… dibutuhkan orang – orang yang tahu wilayah dengan jelas untuk bisa menghadapi pemberontak…. Contohnya di pegunungan JABBEL MARRA (titik tertingginya 3000 m dpl) bermukim pemberontak dari fraksi JEM, GOS sampai saat ini tidak dapat memasuki pegunungan ini karena kesulitan jalan tembus, mereka hanya bisa menyerang dengan AIR RAID membomb target kemudian kembali. Makanya GOS memberi tugas kepada milisi bayaran “JANJAWEED” untuk menghadapi pemberontak, milisi JANJAWEED yang dalam bahasa arab berarti “SETAN BERKUDA” adalah suku bangsa arab yang nomaden sejak ratusan tahun yang lalu, mereka sangat tangguh dalam segala cuaca dan medan di daerah tersebut, mereka sangat cepat mobilitasnya, karena pada dasarnya mereka selalu berpindah tempat untuk mencari rumput segar buat ternak mereka (pada waktu naik helikopter dari Khortum ke Nyala saya melihat rombongan mereka dengan ribuan ternak dengan barisan panjaaang sekali hampir 2 km, dari onta, kuda, domba, kambing berbaris dengan rapi), sebenarnya pertikaian antara kaum “PENGEMBALA” (JANJAWEED) dengan “PETANI” (Orang FUR/Darfur asli) sudah berlangsung ratusan tahun juga, karena memperebutkan lahan dan sumber air, nah permasalahan inilah yang dimanfaatkan oleh GOS untuk memerangi DARFUR….. dan dari beberapa tulisan di internet terbukti bahwa kompensasi JANJAWEED kalau berhasil menghadapi orang FUR dari GOS adalah setiap tanah/lahan yang berhasil mereka rebut dari pemberontak.

From FOTO DI SUDAN

Taktik GOS ternyata berhasil…. orang FUR tidak berdaya menghadapi JANJAWEED karena pada dasarnya mereka adalah petani dan tidak seperti JANJAWEED yang mobilitasnya tinggi, terbiasa berperang, atau setidak – tidaknya mengahadapi binatang buas atau pencuri ternak.

Maka terusirlah orang – orang FUR dari kampung halamannya sendiri….. (tercatat ada 2,5 juta orang IDP) dari negaranya sendiri, mereka rata – rata pergi ke dekat dari daerah perkotaan, karena di situ banyak bantuan dari NGO internasional, WFP yang menyediakan bahan pangan, air bersih buat mereka sehari – hari. Status mereka menjadi IDP dan dari lembaga – lembaga ini menyediakan KAMP penampungan IDP (IDP CAMP)… di Darfur sendiri terdapat puluhan IDP Camp, yang terbesar terdapat di NYALA dengan hampir 200 ribu IDP’s.

Namun permasalah IDP Camp ternyata bukan hanya memberikan bantuan makanan dan pendidikan, ada masalah lain yaitu ganguan keamanan bagi pengungsi itu sendiri….. tercatat banyak peristiwa perampokan disertai pemerkosaan terhadap para IDP, kelompok – kelompok ini tahu sekali bahwa kebanyakan yang berada di Camp adalah wanita dan anak – anak……. pihak AMIS (African Mission In Sudan, pasukan UNI AFRIKA dengan missi di Darfur) tidak berdaya menghadapi permasalahan keamanan ini…. hingga PBB turun tangan langsung dan mencanangkan HYBRID MISSION yaitu gabungan antara UNI AFRIKA dan PBB menangani suatu missi perdamaian, dengan istilah baru UNAMID (United Nations African Mission In Darfur). Dengan pembagian komponen Militer tetap pada UNI AFRIKA sedangkan Komponen sipil/polisi dari UN.

FPU yang akan disiapkan dari negara – negara kontributor akan bertugas : Menyelamatkan aset dan personil PBB dan Menjaga keamana pada IDP kamp, termasuk dalam rencananya FPU Indonesia akan ditugaskan di Nyala akan mengamankan IDP kamp terbesar itu (rasanya hampir mustahil juga….. 170 org FPU mengamankan 200 ribu orang), jadi di Nyala terdapat 5 IDP kamp dan yang menjadi prioritas ada 3 buah, dengan secara shift bergantian (setiap kamp ada posko tak tetap) dan posko induk di SUPERCAMP yang merupakan markas PBB di Nyala yang panjangnya 5 Km kali 10 Km termasuk lapangan terbangnya (nantinya seluruh komponen PBB ada di sana dari Administratif, RS, Kamp Tentara Uni Afrika, kamp FPU dll)

Nah… Bagi calon – calon FPU Indonesia…. sudah kebayang kan tugasnya ? Selamat berlatih dan berjuang

GBU

From FOTO DI SUDAN

1 Komentar

Filed under Darfur, IDP, PBB, Polisi, polri

Kronologis Penyidikan Kasus GRIBALDI

Penyidikan kasus GRIBALDI dimulai ketika ditemukannya sesosok mayat pada tanggal 28 Desember 2004 di jalan lintas timur Sumatra Km 73 Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Mayat tersebut dalam keadaan terbakar dan hanya menyisakan sepasang kaki dengan sepatunya, mayat tersebut atas inisiatif kapolsek di bawa ke RS Raden Matahir, Jambi untuk diotopsi. Pertimbangannya adalah masalah kedekatan lokasi (1,5 jam dari TKP) dibandingkan dengan ke Palembang (6 jam), keesokan harinya peristiwa ini menjadi headline di koran lokal jambi, tak lama sesudah itu datanglah keluarga yang mengaku kehilangan putrinya yang bernama LISTI KARTIKA BAIDURI. Setelah mengidentifikasi sepatu dan cincin yang ditemukan di TKP, yakinlah mereka bahwa mayat tersebut adalah putri mereka. Sat 1 Dit Reskrim Polda Jambi mulai melakukan penyelidikan atas kejadian ini, cara paling lazim adalah mengungkap siapa – siapa yang terakhir terlihat bersama korban. Keterangan yang diperoleh dari keluarga LISTI terlihat belakangan dekat dengan GRIBALDI seorang perwira polisi berdinas di Polda, karena berjanji akan memasukkan adik korban menjadi PNS di Pemda Tanjung Jabung Timur.

Untuk menemukan alat bukti yang dibutuhkan pihak penyidik dari Resum Polda Jambi, Poltabes Jambi dan Polsek Bayung Lincir mulai menggeledah rumah GRIBALDI, ia pada saat itu tidak ada di rumah, pada rumah tersebut ditemukan dalam jumlah besar amunisi, uang sebanyak Rp 40 Juta, beberapa buah HP yang belakangan diketahui adalah milik korban, beberapa BPKB mobil yang belakangan diketahui milik korban yang dirampok mobilnya, sejumlah ijazah milik korban, foto – foto, kartu nama dan belasan cap berbagai instansi polri dan sipil, belakangan diketahui untuk memalsukan surat.
Penyidik memang belum menemukan alat bukti yang akurat untuk membuktikan keterkaitan GRIBALDI dengan korban LISTI, dan walau kurang alat bukti mulai diperiksa sementara sebagai saksi, untuk melihat alibinya. Ternyata GRIBALDI mempunyai alibi yang kuat yaitu pada saat korban ditemukan atau kira – kira waktu pembunuhan, GRIBALDI berada di rumah dikuatkan dengan keterangan istrinya SES EKOWATI, pada hari itu pula terlihat GRIBALDI sebagai wasit pertandingan volley dalam rangka Hut Satpam di Polda Jambi.
Berdasarkan Tempat Kejadian Perkara, GRIBALDI pada pertengahan Januari 2005 di bawa ke Polres Musi Banyu Asin untuk dilakukan penyidikan. Turut dibawa mobil Panther miliknya untuk dilakukan pengecekan laboratoris untuk mengetahui apakah ada bekas darah didalamnya. Hasil pemeriksan forensik pada mobil GRIBALDI ditemukan bercak darah, tetapi belum bisa dipastikan golongan darahnya, sehingga di sita oleh Polres Muba, belakangan diketahui bercak darah tersebut bergolongan darah O, identik dengan golongan darah LISTI.
Berdasarkan hasil koordinasi antar penyidik Polda Jambi dan Polres Muba, diketahui pada bulan Agustus 2004 ada penemuan mayat berjenis kelamin laki – laki, dibunuh dengan modus yang sama yaitu dibakar, TKP berada di daerah Sungai Liat, Muba tidak jauh dari TKP LISTI, penyidik membandingkan foto korban di TKP ternyata mirip dengan NGADIMIN, seorang tersangka yang sedang dicari Polda berkaitan dengan kasus penipuan. Guna keperluan identifikasi Keluarga dari NGADIMIN dipanggil, berikut juga team DOKPOL dari Mabes Polri untuk melakukan otopsi pada kuburan NGADIMIN (pada waktu itu korban tidak dikenal sehingga langsung dikuburkan), hasilnya mayat terlihat terbakar dan pada tubuh mayat terdapat 4 (empat) proyektil peluru yang bersarang dibadan, dari pemeriksaan Odontologi Forensik dapat dipastikan mayat tersebut NGADIMIN. Berdasarkan informasi dari keluarga korban, GRIBALDI sering terlihat bersama korban sebelum ia hilang pada bulan Agustus 2004.

Mayat NgadiminHasil pemeriksaan di Polres Muba selama 3 (tiga) hari, belum juga ditemukan petunjuk, alibi, apalagi pengakuan darinya, hal ini tidak cukup untuk membuktikan GRIBALDI sebagai tersangka, dan ia kemudian dibawa lagi ke Jambi. Demi menggiatkan penyidikan, dilakukanlah penahanan terhadap GRIBALDI dengan perkara pemilikan amunisi tanpa ijin, penahanan ini dilakasanakan oleh Sat Reskrim Poltabes Jambi. Sementara di tahan, GRIBALDI diharapkan tidak bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.

Upaya selanjutnya yang dilakukan penyidik adalah melakukan penyelidikan terhadap semua aktifitas yang pernah dilakukan GRIBALDI, termasuk orang – orang yang pernah berhubungan dekat dengannya. Didapatlah informasi bahwa ada beberapa orang lain selain NGADIMIN dan LISTI yang pernah berhubungan dekat dengan GRIBALDI, ternyata HILANG atau ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar, mereka adalah : MUHAMMAD ALI (MAMAT) 35 thn, pengemudi mobil sewaan, hilang bersama mobilnya jenis Izusu panther warna silver No.Pol.: B-8467-CE, pada tanggal 15 April 2004 ditemukan telah menjadi mayat dalam kedaan terbakar di daerah Talang Kerinci, Riau. Mobilnya tidak ditemukan. GUSMARNI 31 thn, hilang sejak bulan Juli 2003 setelah berhubungan dengan GRIBALDI karena membantu menguruskan asuransi Jasa Raharja suaminya yang meninggal tertabrak mobil GRIBALDI. NURMATA LILI (MARTHA) 29 thn, hilang sejak bulan Agustus 2004 setelah menikah dengan GRIBALDI, ketika ditanyakan GRIBALDI, ia pergi ke Jakarta untuk mengikuti kursus kecantikan. YENI FARIDA 29 thn, hilang sejak bulan April 2004 setelah GRIBALDI berjanji menguruskan adiknya masuk Secaba Polri. RUSDIN SIDAURUK 41 thn, pengemudi mobil rental jenis Toyota Kijang BK 1274 EP, warna biru yang dipakai GRIBALDI ketika hendak pulang cuti dari Medan, kemudian ditemukan tanggal 2 Nopember 1999 di Km 17 Desa Pasir Putih Bagan Batu Kab. Bengkalis Riau telah menjadi mayat dengan luka tembak di kepala. Mobil tidak ditemukan.

GRIBALDI DIBAWA KE POLDA RIAU DARI TAHANAN

Penyidik Polda Jambi, berkesimpulan Modus Operandi yang dilakukan oleh GRIBALDI adalah selalu mengeksekusi korban di luar wilayah Jambi, upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Polda yang berbatasan, yaitu Polda Riau dan Sumatra Selatan. Informasi yang diharapkan adalah data penemuan mayat tidak dikenal diwilayahnya.
Didapatlah data penemuan mayat tidak dikenal di desa Kubu Rokan, Riau. Terdapat 2 (dua) TKP dengan jarak tidak berjauhan, keduanya berjenis kelamin wanita, pada TKP pertama korban adalah wanita dengan luka tembak di kepala, ditemukan oleh masyarakat pada bulan Juli 2003, sedangkan korban kedua juga wanita dengan keadaan terbakar, ditemukan pada bulan Agustus 2004. Keduanya langsung dikuburkan oleh masyarakat setempat karena tidak ada yang mengenali, walaupun sudah disiarkan media massa. Setelah melihat foto TKP terlihat korban pertama adalah mirip GUSMARNI dan yang kedua adalah mirip NURMATA LILI.
Penyidik Polda Jambi dan keluarga korban pada awal maret 2005 datang ke tempat penguburan mayat tidak dikenal tersebut, kemudian mayat itu diangkat dan dibawa ke Jambi untuk diotopsi. Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa benar kedua korban tersebut adalah GUSMARNI dan NURMATA LILI. Hasil otopsi menerangkan juga GUSMARNI ditembak dengan 7 peluru dan masih terdapat proyektil di badan korban, sedangkan NURMATA LILI penyebab kematiannya akibat tusukan benda tajam di perutnya.

Penyidik Polda Jambi sampai saat ditemukannya mayat GUSMARNI dan NURMATA LILI, belum juga mendapatkan alat bukti khususnya saksi yang mengetahui, melihat atau mendengar peristiwa ini. Saksi petunjuk yang mengatakan keberadaan GRIBALDI dengan korban pada saat terakhir sebelum hilang tidak dapat membuktikan peristiwa pembunuhan itu sendiri. GRIBALDI sendiri selalu membuat cerita yang sulit diukur kebenarannya, ia terlihat tenang seprti tidak ada masalah yang menimpanya, karena selalu ada saja alibi yang susah untuk dibuktikan, sebagai contoh: ia selalu mengaitkan perbuatannya dengan ALI YUSUF, yang berjasa atas karier dan keuangannya, sehingga ia tidak bisa menolak perintah ALI YUSUF untuk membunuh para korban. Sampai terakhir Penyidik tidak dapat membuktikan keterkaitan ALI YUSUF dalam setiap pembunuhan yang dilakukan GRIBALDI. Karena penyidik hampir frustrasi, pada akhir Maret 2005 Wadir Reskrim Polda Jambi Akbp EDI berinisiatif pergi ke Medan, untuk mencari bahan keterangan dan melakukan otopsi atas korban RUSDIN SIDAURUK, yang telah dimakamkan keluarganya di Tarutung, Sumatra Utara. RUSDIN SIDAURUK diketahui berdasarkan kartu nama yang disita dari rumah GRIBALDI, dalam kartu nama tersebut tertulis nama sebuah perusahaan rental mobil milik ALAM SINAGA, ketika di telepon ternyata ALAM SINAGA mengatakan pernah kerampokan sebuah mobilnya, dan supirnya adalah RUSDIN SIDAURUK yang mayatnya ditemukan Polisi tanggal 2 Nopember 1999 di Km 17 Desa Pasir Putih Bagan Batu Kab. Bengkalis Riau.

otopsi mayat ngadimin

Hasil penyelidikan di Medan didapatlah hasil Sdr. ALAM SINAGA mengenali GRIBALDI sebgai orang yang merental mobilnya Jenis Toyota Kijang warna biru BK 1274 EP di Stasiun Kereta Api lapangan Merdeka Medan tanggal 31 0ktober 1999 sekira jam 16.00 wib dengan sopirnya bernama RUSDIN SIDAURUK. Penyidik Polda Jambi pergi juga ke Tarutung untuk melakukan otopsi atas mayat RUSDIN SIDAURUK, yang dilakukan oleh team Forensik, USU. Dari otopsi tersebut diketahui RUSDIN SIDAURUK meninggal akibat ditembak, dan ditemukan 7 proyektil peluru yang masih bersarang di badannya. Ada temuan selanjutnya bahwa GRIBALDI masih mempunyai istri bernama DARNAWATI dan anak 3 orang, mereka tinggal di Jl. Tunas Jaya Gang Parkit No.19 B Kel. Labuai Kec. Tangkerang Labuai, Pekan Baru, Riau.
Pada saat pulang dari Medan, penyidik melewati Pekan Baru dan menuju ke alamat tersebut diatas, di rumah tersebut di parkir dalam halaman 3 (tiga) buah mobil: Izuzu Panther warna Silver, Toyota Kijang warna hitam, dan Jimny Katana. Kedua mobil tersebut patut dicurigai sebagai mobil yang hilang disertai terbunuhnya pengemudinya, Izuzu Panther yang dikendarai MAMAT dan Toyota Kijang yang dikemudikan RUSDIN SIDAURUK, pada saat pulang DANARWATI dan Ketiga Mobil tersebut dibawa ke Polda Jambi untuk dijadikan alat bukti serta dikonfirmasi dengan GRIBALDI.
Sesampai di Jambi, dilakukanlah pemeriksaan kembali terhadap GRIBALDI untuk peristiwa pembunuhan terhadap MAMAT dan RUSDIN SIDAURUK, berdasarkan alat bukti petunjuk mobil Izuzu Panther warna Silver dan Toyota Kijang warna hitam (dahulu berwarna biru). Tetapi penyidik kembali menemukan kesulitan dengan pembuktian alibinya, GRIBALDI selalu dengan cerdas menjawab pertanyaan dengan saksi – saksi fiktif yang dikarangnya, GRIBALDI sadar betul penyidik pasti tidak bisa mendapatkan saksi yang langsung mengetahui semua pembunuhan yang ia lakukan. Begitu pula terhadap saksi DANARWATI, tidak banyak keterangan yang bisa diberikan, kecuali petunjuk dititipkannya mobil – mobil tersebut yang kurang lebih berdekatan waktunya dengan hilangnya korban.
Titik terang penyidikan didapat ketika saksi DANARWATI selesai diperiksa dan hendak pulang ke Pekanbaru, Hand Phone nya tertinggal di ruang pemeriksaan, dan ketika di periksa ada sebuah SMS dari nomor tidak dikenal, namun dipercaya dari GRIBALDI yang tertulis : “BARANG SUDAH SAMPAI KE BAPAK DI MEDAN ?” ketika didesak DANARWATI mengakui bulan lalu ia di telepon GRIBALDI untuk mengantarkan sebuah bungkusan yang pernah ditinggalkan GRIBALDI sebelum ia di tahan, kepada orang tuanya di Medan. DANARWATI sendiri tidak mengetahui apa isi bungkusan itu, namun dari diskripsinya penyidik menduga keras bahwa isinya pistol yang digunakan untuk membunuh para korban.REKONSTRUKSI DI BAYUNG LINCIR
Malam itu juga penyidik Polda Jambi berangkat ke Medan menuju rumah orang tua GRIBALDI dengan alamat Jln. Bilal Ujung Gang Buntu No 189 C Medan. Setelah dilakukan penggeledahan di dapatlah sepucuk pistol jenis revolver cal. 38 merek S&W di sembunyikan dalam tanah di kebun belakang rumah.
Ternyata pistol itu adalah yang dicuri GRIBALDI sewaktu menjabat sebagai Parik Irwasda Polda Jambi, yang sedang melakukan Wasrik logistik di Polres Bungo pada tahun 2001. Kejadian itu membuat Baur Logistik Polres Aipda MUSLIM terkena tahanan disiplin dan terpotong gajinya untuk membayar ganti rugi senjata yang hilang. Dilakukan juga uji balistik untuk membandingkan proyektil yang didapat dari tubuh korban dengan pistol tersebut, dan hasilnya identik, artinya pistol itulah yang digunakan GRIBALDI untuk mengeksekusi korban.
Dengan ditemukannya pistol tersebut runtuhlah segala alasan serta alibi yang selama ini diberikan GRIBALDI, akhirnya ia mengakui setidaknya telah melakukan pembunuhan terhadap 7 (tujuh) orang, yaitu : LISTI KARTIKA BAIDURI, NGADIMIN, MUHAMMAD ALI (MAMAT), GUSMARNI, NURMATA LILI (MARTHA), YENI FARIDA dan RUSDIN SIDAURUK. Pada bulan Mei 2005 kasus pembunuhan ini dilimpahkan ke Polda Riau dan Polres Muba, Bulan Januari 2006 Gribaldi di sidangkan di PN Bagan Batu untuk pembunuhan RUSDIN SIDAURUK dan di vonis 20 tahun dengan PU masih banding, dan di PN rengat dituntut HUKUMAN MATI dan GRIBALDI masih banding, masih menunggu lagi PN Muba.

11 Komentar

Filed under hukum, Polisi, polri

KORBAN POLISI PEMBUNUH !

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketMUHAMMAD ALI (MAMAT) 35 thn, pengemudi mobil sewaan, ia dibunuh oleh GRIBALDI dan mengambil mobilnya jenis Izusu panther warna silver No.Pol.: B-8467-CE, pada tanggal 15 April 2004 ditemukan telah menjadi mayat dalam kedaan terbakar di daerah Talang Kerinci, Riau.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketGUSMARNI 31 thn, hilang sejak bulan Juli 2003 setelah berhubungan dengan GRIBALDI karena membantu menguruskan asuransi Jasa Raharja suaminya yang meninggal tertabrak mobil GRIBALDI. Ditemukan 2 tahun kemudian di daerah air Molek Riau, dengan 6 buah peluru bersarang dibadannya.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketNURMATA LILI als MARTHA, 29 thn, hilang sejak bulan Agustus 2004 setelah menikah dengan GRIBALDI (istri ke dua), ketika ditanyakan GRIBALDI, ia pergi ke Jakarta untuk mengikuti kursus kecantikan. 29 thn, ditermukan 2002, TKP Jl Riau Medan 2001, MO ditembak.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketYENI FARIDA 29 thn, hilang sejak bulan April 2004 setelah GRIBALDI berjanji menguruskan adiknya masuk Secaba Polri, mayat tdk ditemukan.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketRUSDIN SIDAURUK 41 thn, pengemudi mobil rental jenis Toyota Kijang BK 1274 EP, warna biru yang dipakai GRIBALDI ketika hendak pulang cuti dari Medan, kemudian ditemukan tanggal 2 Nopember 1999 di Km 17 Desa Pasir Putih Bagan Batu Kab. Bengkalis Riau telah menjadi mayat dengan luka tembak di kepala. Mobil Kijang tersebut ditemukan di rumah GRIBALDI.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketNGADIMIN 50 thn, Swasta, TKP sungai Liat Muba 2004, ia tewas dengan cara ditembak dan di bakar, GRIBALDI kesal karena ia menagih janjinya untuk memasukkan beberapa orang untuk menjadi Polisi.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketLISTI KARTIKA BAIDURI 21 Thn, TKP Bayung Lincir, Musi Banyu Asin Km 73, Pertemuan pertama dengan GRIBALDI ketika ia berjanji menguruskan adiknya untuk menjadi PNS di kabutaten Tanjung Jabung Timur, ketika ia menagih janjinya membuat gusar GRIBALDI, kemudian pada pada suatu malam menghabisinya dengan menembak dan membakarnya dengan menyiram bensin.

10 Komentar

Filed under hukum, Polisi, polri