Kenapa di Afrika banyak sekali terjadi konflik horisontal?

Robert Mugabe demikian lamanya memerintah di Zimbabwe karena didukung oleh Partai Zanu PF, yang juga partai dari suku mayoritas dimana ia berasal.
Robert Mugabe demikian lamanya memerintah di Zimbabwe karena didukung oleh Partai Zanu PF, yang juga partai dari suku mayoritas dimana ia berasal.

Ini menjadi pertanyaan di dalam benak saya ketika menginjakkan kaki pertama kali di Benua Afrika, indikasinya apa bahwa terjadi banyak konflik ? gampang saja , berdasarkan data paling banyak terjadi misi pemeliharaan perdamaian PBB yang terjadi di Africa baik yang masih eksis maupun yang pernah ada, seperti di  Congo, Sudan, Liberia, Pantai Gading, Chad, Namibia, Rwanda, Ethiopia, Somalia dan masih banyak lagi.

Hampir rata – rata disetiap negara Africa pernah mengalami konflik horisontal dalam internal negaranya, konflik itu berlangsung lama dan banyak mengorbankan jiwa penduduknya. Upaya internasional untuk ikut campur dalam permasalahan dalam negeri melalui PBB ternyata menurut saya akan menambah kesengsaraan, karena alternatif campur tangan Internasional pasti adalah jajak pendapat, yang diakhiri pemberian kemerdekaan kepada daerah yang berontak, hingga timbullah negara – negara baru yang belum tentu lebih baik pengelolaannya dari negaranya sebelum pecah.

Ternyata setelah saya telusuri penyebabnya adalah: Masih besarnya identitas kesukuan dalam setiap aktifitas kehidupan di hampir semua negara di Afrika,  dan celakanya identitas kesukuan ini malah menjadi identitas Politik,  lucunya partai Politik dari suku yang mayoritas pasti selalu memenangkan Pemilu, nah konflik yang terjadi adalah ketika suku minoritas (walaupun mayoritas diwilayahnya) merasa di anak – tirikan oleh pemerintah pusat,  mereka ingin memisahkan diri dari pemeritahan pusat dengan harapan kelak ketika mereka menjadi negara sendiri mereka akan mengatur sendiri pemerintahannya tanpa menjadi minoritas lagi.

Dan itu berlangsung terus-menerus seperti lingkaran setan di hampir seluruh negara Afrika. Kalau bisa saya sebut sebagai “politisasi kesukuan” yang menyebabkan konflik serasa tidak pernah lari dari benua Afrika.

Coba bayangkan kalau di Indonesia terjadi hal ini,  misalnya ada “PARTAI JAWA” , “PARTAI SUNDA”, “PARTAI BATAK” atau “PARTAI PAPUA”, bisa dibayangkan partai mana yang selalu menang pemilu ? hahaha………….

Jadi termenung saya membayangkan bagaimana berjasanya para pendiri negeri ini dengan konsep : “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa” , terima kasih Tuhan…. ternyata semakin saya melihat dunia luar semakin saya mecintai Negara saya:  Indonesia tercinta………

Iklan