Pindah Tugas

Wah, tidak terasa sudah 7 tahun saya menetap di Jambi ternyata sudah lama juga yaa.. itu setelah saya melihat ST (Surat Telegram) yang mengatakan saya pindah ke Mabes Polri ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) kalau dulunya disebut NCB Interpol. Alamat Blog ini pun https://reinhardjambi.wordpress.com dibuat pada saat saya bertugas di Jambi, jadi walaupun sudah pindah ke Jakarta agak susah juga merubah alamat blog ini lagi 🙂

Carlo, Alessandro, Me and Matteo

Yang susah juga adalah urusan anak – anak, karena tanggung sekali bulannya… terpaksa yang paling besar Alessandro tetap tinggal di Jambi karena sudah kelas 6 SD dan menunggu UAN, sedangkan dua adiknya Carlo dan Matteo ikut pindah. Yah tapi saya menyadari hal itu adalah biasa sekali dalam kedinasan karena mutasi jabatan akan terjadi kapan saja dan kita harus selalu siap, yang membuat lega tempat tinggal kami sudah tersedia dan tidak jauh dari kantor, walaupun masih menumpang orang tua hehehe …

“Mutasi adalah hal yang wajar dalam organisasi Polri, guna menempatkan anggotanya sesuai dengan kemampuannya” adalah kata yang paling sering diucapkan dalam menanggapi setiap mutasi, mmmh mudah – mudahan saya bisa bekerja sesuai amanah ini dan yang jelas saya harus cepat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mohon doa restunya ….

Saya Radikal ?

Radicalism
Radicalism

Kita mungkin tercengang apabila mendengar seseorang yang sedemikian yakinnya terhadap paham atau ideologinya sehingga rela mengorbankan nyawanya sekalipun untuk membela keyakinannya itu seperti menyediakan tubuhnya sebagai ‘bom’ yang berjalan, dan meledakkan tubuhnya di target tertentu. Bagaimana menumbuhkan pemahaman yang radikal sehingga menganggap ‘nyawa’ sendiri kurang begitu berarti dibanding kehormatan yang didapat apabila menyerahkan nyawanya bagi paham/ideologi yang diyakininya masih menjadi pertanyaan yang besar. Banyak para pakar meyakini penyebaran paham radikal lebih mudah bagi golongan anak muda, kedewasaan berpikir mereka masih belum sempurna dan masih gampang dipengaruhi, apalagi dengan suatu pemahaman yang ‘lain’ dan menarik bagi mereka. Terdapat berbagai wacana mengenai faktor penyebab mengapa paham radikal dapat tumbuh dan berkembang dikalangan generasi muda seperti :

a) Pendidikan yang rendah dan metode pangajaran yang Dogmatis
Pendidikan yang rendah dianggap sebagai penyebab mengapa generasi muda tertarik untuk terlibat dalam kegiatan radikal. Mereka tidak mempunyai pengetahuan yang memadai untuk mencari alternatif penyelesaian selain bertindak radikal atau menganalisis dampak negatif yang diakibatkan dari tindakan radikal tersebut. Hal ini tidak menutup kenyataan adanya anggota teroris yang berpendidikan tinggi atau bahkan bergelar doktor, sebagai aktor intelektual dibalik penyebaran ajaran radikal dan serangan terorisme.
Proses pengajaran dalam pendidikan formal dan informal yang dogmatis dan satu arah membuka kesempatan bagi paham radikal untuk dapat masuk ke dalam benak anak didik. Dengan metode pengajaran satu arah anak didik dapat dengan mudah disuapi ajaran radikal terlebih bila pendekatan tersebut dilakukan secara intensif dan eksklusif, melalui agen perubahan sosial yang sangat dipercaya baik oleh anak didik, orang tua ataupun institusi pendidikan.

b) Krisis Identitas dan Pencarian Motivasi Hidup
Generasi muda secara psikologi masih berupaya mencari jati diri dan motifasi hidup. Dalam pencarian tersebut generasi muda sangat rentan dengan tekanan kelompok (peer pressure) dan memiliki kebutuhan akan panutan (role model). Tekanan kelompok dilakukan dengan adanya perekrutan dan seleksi oleh organisasi radikal berkedok kelompok keagamaan dan forum studi yang terbatas. Setelah kandidat masuk di dalam lingkar kelompok akan dilakukan komunikasi yang lebih intensif untuk mempengaruhi prilaku anggota baru melalui dialog, ceramah kelompok kecil bahkan ritual sumpah setia. Pengaruh kelompok ini begitu besar sehingga anggota baru terus – menerus dituntut mengikuti arus perubahan dan penanaman nilai-nilai kelompok radikal.
Generasi muda juga perlu panutan, kebutuhan akan panutan diberikan oleh sahabat atau kerabat yang lebih dahulu terlibat oleh kelompok radikal. Panutan dini tidak saja kepada orang yang masih hidup dan mereka kenal tapi juga tokoh-tokoh Islam seperti Nabi Muhammad S.A.W., para sahabat dan pejuang-pejuang Islam lainnya. Dalam masa kejayaan Islam. Cerita kepahlawanan tersebut tentunya telah di interprestasikan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan organisasi radikal.

c) Keadaan Ekonomi yang Kurang Memadai
Keadaan ekonomi yang kurang memadai serta sikap apatis terhadap kehidupan di masa depan dapat dianggap sebagai salah satu faktor penyebab mengapa generasi muda tertarik dengan kegiatan radikal. Generasi muda tidak mempunyai kebanggaan secara materi dan tidak memiliki pandangan positif mengenai masa depan yang dihadapi didunia. Dengan keadaan seperti itu, penghancuran terhadap diri sendiri dan orang lain dapat dianggap sebagai hal yang wajar. Materi dan kenikmatan dunia yang tidak dapat diperoleh saat ini akan digantikan dengan kenikmatan akhirat sebagai imbalan dari perjuangan dan pengorbanannya setelah mati syahid.

d) Keterasingan Secara Sosial dan Budaya
Salah satu mengapa alasan genarasi muda tertarik bergabung pada organisasi radikal adalah adanya rasa keterasingan dan adanya jarak diantara masyarakat umum dengan anggota organisasi radikal tersebut. Dengan adanya rasa keterasingan dan jarak itu, teroris tidak merasa menjadi bagian dari masyarakat, tidak merasa memiliki dan terikat oleh masyarakat tersebut.

e) Keterbatasan Akses Politik
Alasan suatu organisasi melakukan aksi radikal adalah karena aspirasi politiknya tidak dapat disalurkan melalui jalur politik formal berdasarkan kaedah hukum yang berlaku sehingga diperlukan terobosan kontroversial untuk dapat menyampaikan pesan organisasi tersebut ke masyarakat luas. Adanya rasa ketakutan yang mendalam, diharapkan oleh organisasi radikal akan membuat pesan yang ingin disampaikan tertanam dan melekat di benak target khalayak.

f) Solidaritas antara Sesama Umat yang Tinggi
Sesama umat, satu agama terjalin suatu tali persaudaraan yang kuat yang melintasi perbedaan suku, negara dan geografis. Rasa solidaritas yang tinggi tersebut menciptakan suatu tali batin dan empati. Apabila satu disakiti maka yang lain akan merasa disakiti pula. Apabila ada sekelompok umat yang ditindas oleh pemerintah atau agama lain maka, umat Islam dimana pun berada merasa terpanggil melakukan perlawanan untuk membantu umat Islam yang tertindas.

g) Dualisme Aspirasi Masyarakat
Tanggapan masyarakat tampak mendua dalam aksi radikal dan teror yang dilakukan di Indonesia. Sebagian ada yang menyesali, meratapi dan mengutuk adanya serangan teroris. Tetapi sebagian lagi berlaku anomali, mendukung aksi radikal dan teror tersebut. Mereka bahkan secara terang-terangan menyebutkan bahwa terpidana teroris sebagai pahlawan dan bagi teroris yang terpidana mati telah mereka sediakan tempat pemakaman khusus.

Tentunya semua faktor penyebab berkembangnya radikalisme dan terorisme tersebut tidak berdiri sendiri, tapi menjadi suatu kondisi yang kait-mengkait, sehingga memerlukan penanganan secara simultan. Demikianlah pembahasan tentang tumbuh dan berkembangnya radikalisme di kalangan anak muda, semoga menjadi pemahaman bagi kita semua.

Sumber tulisan:  Deradikalisasi oleh Petrus Reinhard Golose

Membebaskan Sandera (Pengalaman Sendiri Loh….)

Entah kenapa beberapa tulisan saya ke belakang selalu menulis tentang pembebasan sandera, rupanya sekarang saya harus dihadapkan sendiri dengan situasi pembebasan sandera… 🙂

Foto penyandera setelah keluar dari rumah, di tempat ini juga si penyandera dilumpuhkan (taken from my BB)
Foto penyandera setelah keluar dari rumah, di tempat ini juga si penyandera dilumpuhkan, di depan tampak anggota Densus pak Eka (taken from my BB)

Berawal pagi hari ketika sedang duduk di kantor pada hari rabu tanggal, tiba tiba saya di telepon direktur saya untuk segera berangkat ke TKP penyanderaan yang berada di daerah Mayang Kota Baru, Jambi Pada awalnya saya tidak ada gambaran bagaimana situasi keadaan orang yang di sandera..

Sesampai di TKP terletak pada sebuah rumah bertingkat di tepi jalan yang ramai, di sekeliling rumah sudah penuh sekali dengan warga yang berdesakan ingin mengetahui apa yang terjadi… yang saya lihat ketika datang masuk ke dalam rumah sudah banyak anggota polisi di dalam rumah, pandangan mereka mengarah ke dalam sebuah kamar tidur, begitu saya menengok ke dalam saya melihat ada seorang laki laki dengan menggunakan cadar yang terbuat dari sarung, menggenggam sebuah pisau dan di dalam dekapan nya ada seorang anak laki – laki kecil….. nampak di dalam kamar ada seorang polisi sebagai negoisator sedang bernegoisasi dengan penyandera…. nampaknya belum ada titik terang setelah anak ini disandera 1 jam…

Saya lalu meng – assestment situasi, saya melihat ruangan, saya melihat posisi sandera, posisi penyandera, dan kemungkinan untuk melakukan upaya pembebasan sandera….hmmmhhh posisi penyandera yang berada di pojok ruangan dan jendela yang berteralis dibelakang penyandera sulit untuk dilakukan penyerangan, kalau dilakukan pasti anak kecil yang tersandera akan tertusuk pisau yang dari tadi sudah menempel di lehernya.

Foto penyandera dan sanderanya (courtesy Jambi express online)
Foto penyandera dan sanderanya (courtesy Jambi express online)

Kemudian saya mengambil alih petugas yang ada di dalam rumah itu dan menurunkan anggota saya yang terlatih untuk bernegoisasi AKP Eka… diketahui tuntutan dari penyandera adalah uang 20 juta dan sebuah kendaraan yang menurutnya untuk mengobati ibunya yang sakit di daerah Bungo (yang kemudian diketahui ini hanya alasan saja)… “cling” otak saya berputar keras… ooo saya ingat di tas saya ada uang kantor sebanyak 10 juta … langsung saya ambil dan diserahkan ke penyandera melalui pak Eka, …. si penyandera tidak mau sebelum uangnya lengkap, saya pun berusaha untuk mencari kekurangannya… kebetulan sipemilik rumah punya uang 5 juta… lalu dengan berpura – pura mengatakan bahwa uang itu semua 20 juta… eh si penyandera bersedia menerima… kemudian ia minta diantar menggunakan mobil… sambil menggendong anak kecil itu dan menempelkan pisau dilehernya, ia keluar dari kamar … kami semua “mengosongkan” area, karena syarat ia mau keluar kamar adalah sekitarnya tidak ada orang, ia kemudian keluar dari rumah dengan tuntunan pak eka… Memang hal ini sempat saya bisikkan untuk menuntun keluar rumah yang merupakan gang kecil, cocok sebagai “killing zone” , memang secara otomatis anggota lain sudah siap – siap disepanjang gang… pada saat dia keluar rumah … dengan sedikit kedipan mata, bruk…. anggota langsung menyerbu dan menimpa tersangka, yang paling utama adalah menyelamatkan anak kecil tersebut… dan yang kedua mengamankan senjata tajam dari tersangka… dan selesailah seluruh drama sepanjang pagi itu, anak kecil tersebut selamat tanpa luka sedikitpun, pelaku tertangkap .. dan yang paling penting uang saya selamat hehehehe… sempat stress juga soalnya itu uang kantor…

ok deh, learning point yang saya dapat hari itu adalah :

1. Dalam sebuah situasi penyanderaan segera kita lakukan assesment (menilai) situasi menilat dari segala aspek seperti : posisi penyandera, posisi tersandera, senjata yang dipakai, lokasi penyanderaan, cuaca, jalan keluar, jalan alternatif .. hal ini harus cepat dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

2. Diperlukan suatu tindakan yang segera berdasarkan hasil assetment kita, bagaimana Cara Bertindak (CB) untuk menyelamatkan sandera, hal ini diperhatikan soal lokasi “killing zone” yang cocok, dan yang lebih penting lagi bagaimana menyelamatkan sandera, jangan sampai ia terluka atau terbunuh.

3. Cara – cara kreatif diperlukan untuk bertindak, inisiatif yang segera dengan memperhatikan juga faktor keinginan penyandera, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi kita sendiri… dalam peristiwa ini saya melihat faktor uang menjadi main concern dari pelaku, kita ikuti saja kemauannya sepanjang masih masuk akal ….

4. Jangan biarkan waktu berlalu dengan percuma, waktu saya datang ke TKP telah berlangsung negosiasi alot , perhatikan juga kondisi kejiawan tersandera apabila terlalu lama disandera, segera ambil tindakan dengan cepat, sebelum penyandera berubah pikiran atau mengetahui skenario kita.

itulah sedikit Learning point yang saya dapat dalam upaya pembebasan penyadera… untuk cerita lengkapnya dan latar belakang peristiwa tersebut dapat dilihat beritanya :

Joko Melunak Diberi Rp 15 Juta

Jika Gagal Kubunuh

Waduh, dengan peristiwa begini saja rasanya tegang juga, membayangkan kalau peristiwanya lebih besar seperti penyanderaan bersenjata …. pasti CB nya akan lebih rumit daripada yang saya lakukan pagi itu … Alamak !

There is a Time For Everything

There is a time for everything,
and a season for every activity under heaven:

a time to be born and a time to die,
a time to plant and a time to uproot,

a time to kill and a time to heal,
a time to tear down and a time to build,

a time to weep and a time to laugh,
a time to mourn and a time to dance,

a time to scatter stones and a time to gather them,
a time to embrace and a time to refrain,

a time to search and a time to give up,
a time to keep and a time to throw away,

a time to tear and a time to mend,
a time to be silent and a time to speak,

a time to love and a time to hate,
a time for war and a time for peace.

Ecclesiastes 3:1-8

My Growing Boys

Dipercaya Tuhan mempunyai anak – anak 3 orang, laki – laki pula semua sungguh merupakan kebanggan tersendiri… tidak terasa aku melihat perkembangan mereka dari tahun ke tahun….  wow sungguh luar biasa ! Tuhan memberikan ku berkat yang luar biasa dapat melihat mereka bertumbuh dan berkembang hingga sekarang….

Kids 2006
Kids 2006

Memang suatu obsesi bagi aku untuk memberi nama anak – anak dengan nama Italia, dimulai ketika aku masih belum menikah pada tahun 1987 dan mendapat kesempatan jalan – jalan di Italia… aku sungguh kagum melihat mereka berbicara Parlo Italiano dengan nada yang khas naik turun … mmmhh ketika itulah aku berjanji kalau dipercaya Tuhan membangun keluarga dan mendapat anak, aku akan memberikan nama anak – anakku dengan nama Italia…. dan itu semua kesampaian, mereka bernama : Alessandro. Carlo dan terakhir Matteo.

Kids 2010
Kids 2010

Waktu silih berganti, peristiwa demi peristiwa berlalu, kadang sedih kadang senang .. dan Puji Tuhan aku masih dipercaya Tuhan untuk memelihara dan mendidik anak -anakku, walaupun tidak dalam formasi utuh sebagai orangtua, aku berketetapan untuk tetap menghadirkan keluarga yang bahagia bagi mereka, mengenalkan Tuhan semenjak dini kepada anak – anakku, dan membawa mereka menuju cita – cita mereka …

Kids & Me 2010
Kids & Me 2010

Aku bangga dengan kalian nak … Tetap semangat yaaa… Tuhan Memberkati.

I Wish I Could Turn Back The Clock

Berapa lamakah Tuhan memberi dan menitipkan sesuatu yang berharga kepadamu ?  Bukankah kalau Tuhan memberikan sesuatu, IA bisa menarik kembali sesuatu yang sudah diberikannya, tanpa kita bisa menolaknya ? Tentu saja, karena segala sesuatu yang kita punyai adalah milik TUHAN, karena IA yang menciptakannya, dan bila masa penarikan itu datang, kita tidak bisa menolaknya dengan alasan apapun….

Saya telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dari hidupku, Tuhan telah mengambilnya kembali, dan saya tidak kuasa untuk menolaknya….

Apabila saya kenang waktu itu, sewaktu Tuhan masih mempercayakan hal yang berharga itu, besar keinginan saya untuk memutar waktu itu mundur kembali …. mencoba menikmati kembali kebahagiaan yang pernah Tuhan berikan …..

Tuhan maafkan saya kalau saya sedih sekali karena engkau mengambil hal yang paling berharga dalam hidupku …

Tapi aku tak kuasa melawan kehendakmu….

Maafkan aku Tuhan …

I wish i could turn back the clock
I wish i could turn back the clock

Pencobaan melanda hidupmu ?

Hope and Pray
Hope and Pray

Kita mengakui hidup ini tidak pernah akan berjalan sempurna terus seperti yang kita inginkan, segala sesuatu dalam hidup kita yang “well planned” maupun “well organized” ternyata ada juga yang berakhir dengan kegagalan. Pada saat kita menghadapi kegagalan kita mendapat kekecewaan dan itu lah yang disebut “pencobaan”, bisa dikatakan percobaan adalah segala sesuatu hal yang diizinkan Tuhan untuk terjadi untuk menguji iman kita. Memang bukan hanya kekecewaan yang dapat dikatakan sebagai percobaan, ada hal lain seperti perpisahan, sakit penyakit, pertengkaran, kesesakan dan semuanya untuk mengukur seberapa besar pengharapan dan Iman kita pada Tuhan.

Apabila Pencobaan Melanda Hidupmu
Adalah hak Tuhan untuk mengizinkan pencobaan datang pada kehidupan kita, yang pasti kita tidak pernah tahu bagaimana cara dan metoda pencobaan itu datang, yang harus kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan diri kita untuk menghadapi pencobaan itu… berikut ini caranya:

1. Berdoa
Dalam “Doa bapak kami” doa yang diajarkan langsung oleh Tuhan disebutkan “… Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan…” Semua pencobaan adalah seijin Tuhan maka hendaklah kita berdoa memohon kepadaNya agar dijauhkan…. seperti juga seperti yang disarankan oleh Rasul Paulus:

“Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” (Lukas 22:40)

2. Jangan Keraskan Hati
Inilah sifat manusia yang paling nyata apabila menghadapi pencobaan, mereka menjadi marah dan bertanya – tanya kepada Tuhan dan mulai meragukan Tuhan, padahal saat kita mengalami pencobaan, hancur hati dan kecewa kita diharapkan “menyerah” terhadap Tuhan, menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, Ia akan memampukan, percayalah….

“Janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun” (Ibrani 3:8)

3. Berbahagia
Mungkin ini konsep yang paling membingungkan, bagaimana kita bisa berbahagia dalam keadaan kecewa, pedih dan hancur hati ? konsep ini bisa dikatakan “Think Positive”, jadi selama mengalami pencobaan, berpikirlah terhadap kebaikan Tuhan pada kita, pikirlah kenapa Tuhan memberikan pencobaan kepada kita, Pasti ia memberikan suatu rencana yang indah dibalik ini, selalu motivasi dirimu untuk berbahagia atas cobaan ini karena tidak semua orang mendapatkan hak istimewa ini dari Tuhan, perkatakan yang positif tentang keadaan kita, pasti kita akan berbahagia.

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” (Yakobus 1:2)

Janji Tuhan apabila kita mengalami pencobaan

Tuhan pasti memberikan kekuatan pada waktu kita mengalami pencobaan, jangan kuatir dan jangan meragukan kuasa Tuhan, memang berat dan pasti berat, namun berpikirlah positif, jangan selalu menyalahkan diri sebagai penyebab ini, Tuhan pasti memberikan kekuatan, percayalah itu !

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13)

Janji Tuhan apabila kita lulus dari pencobaan

Yang jelas Tuhan memberikan janji yang luar biasa apabila kita lolos dan berhasil mengatasi pencobaan, ibarat kita sedang bertanding cross country kalau kita melewati setiap rintangan dan sampai finish, pasti kita memperoleh penghargaan karena kita bisa melewati medan yang berat. Janji itu adalah segala kemuliaan, kekayaan dan mahkota kehidupan.

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)

Seperti ketika Ayub lulus mengalami pencobaan dan kemudian dipulihkan Tuhan, semua kekayaannya yang hilang itu dibuat dua kali lebih banyak oleh Tuhan.

Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu (Ayub 42:10)

Jadi buat rekan – rekan yang kini sedang terbeban berat dalam suatu pencobaan, jangan Kuatir Tuhan selalu menyertai dan pasti pencobaan itu bisa dilewati, karena Tuhan pasti tahu seberapa besar kekuatanmu menghadapi pencobaan, tidak akan diberikan Lebih Berat dari kemampuanmu ….Amiiin

Mohon maaf untuk beberapa waktu ini saya jadi suka menulis tentang kerohanian, saya hanya sedang belajar menemukan suatu yang bermakna dibalik tulisan saya …