Pengungkapan Kejahatan Menggunakan DUKUN (Metafisik) Mungkinkah ?

borgol

Hal ini yang selalu menggelitik saya sepanjang 15 Tahun karier saya di Reserse, kadang – kadang dalam suatu kasus yang rumit yang seolah – olah tidak ada “Way Out” apalagi melengkapi alat bukti yang disyaratkan “Minimal dua alat bukti” dari “5 (lima) alat bukti yang ada” sesuai pasal 183 dan 184 Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

 

Seringkali kami penyidik dihadapkan dengan suatu tindak pidana yang tidak ada “clue” sama sekali…. dan jangan anda bayangkan kok tidak seperti di film barat yang mudah sekali menemukan alat bukti menggunakan “Scientific Investigation” Contohnya di Indonesia … pengungkapan kejahatan menggunakan Sidik Jari (Finger Print Identification) , saya katakan susah sekali…. karena Indonesia belum mempunyai data base yang lengkap tentang sidik jari seluruh penduduk Indonesia …. Saya juga tidak percaya polisi barat dapat dengan mudahnya mengungkap kejahatan dengan menggunakan tekhnologi… tetap dibutuhkan insting dan intuisi yang kuat dan menggabungkan dengan hal tersebut. Artinya bukan hanya sebatas penggunaan teknologi saja kan ??

 

Nah bisa dibayangkan kalau kami penyidik menemukan peristiwa pembunuhan atas seseorang yang diketemukan di dalam rumah …, tanpa saksi yang melihat..? bagaimana anda dapat mengungkapnya ? Dulu pernah saya di hadapkan dengan persoalan begini… dan susah banget rasanya karena pimpinan terus mendesak pengungkapan… dan seorang anak buah menyarankan untuk pergi ke dukun untuk bertanya siapa pelaku pembunuhan tersebut… mmmh pada saat itu saya berpikir … ok lah mungkin bisa dicoba, lalu pergilah kami ke pak dukun tersebut, dan Ia bersedia membantu…. caranya ? Ia mensyaratkan agar disiapkan sesajen yaitu ayam hitam dan candu (wah syaratnya susah amat !)…. dan pergi ke kuburan mayat si Mr X ini… dia akan memanggil arwah orang mati ini dan mentrasformasikan ke dalam dirinya dan pada saat bertransformasi silahkan kita bertanya kepadanya.. dan pada sebuah malam kita pergilah ke kuburan Mr X dan dimulailah ritual oleh pak dukun tersebut, walaupun dengan perasaan dug dug plus, mulailah pak dukun itu memotong ayam itu di kuburan dan membakar candu, terdengar lolongan anjing dimana – mana, dan mulailah terlihat dukun itu tubuhnya bergetar dan kemudian mulai berbicara dengan suara yang lain, ia hanya menangis dan berbicara “ takut … takut” mulailah kami bertanya : “siapa yang membunuh kamu ?” Ia menjawab dengan jawaban yang sama “ Takut …. takut” demikian sepanjang waktu kami bertanya hanya jawaban itu yang keluar… memang akhirnya upaya kami gagal total malam itu, tidak ada jawaban yang menyebutkan siapa pembunuh Mr X ini…… Setelah kami pulang dan komplain kepada dukun itu…… Ia berkata : “Pak arwah itu masih penasaran… dan belum berani mengatakan siapa pembunuhnya… pasti nanti akan terungkap dengan sendirinya” walah !…. Cuma menghabiskan waktu dan biaya saja.. (Namun sepertinya kok berhasil juga… beberapa bulan kemudian ada seorang datang menyerahkan diri ke kantor polisi menyatakan ia yang membunuh Mr X tersebut dan ia mengaku karena selama ini dia merasa dihantui dan tidak tahan lagi….) Saya juga tidak tahu apakah ini disebabkan karena dukun itu ? Who knows ?

 

Dulu pernah terjadi peristiwa perampokan di daerah Jawa Timur tempat saya berdinas dahulu, beberapa anggota juga menyarankan untuk pengungkapan ada baiknya pergi ke dukun, dan kami pergi ke dukun, di sana sang dukun menyarankan kami melakukan penangkapan di arah timur TKP dan dilakukan pada jam 5 sore sampai jam 8 malam, kami lanjut berpikir di arah timur TKP adalah terminal bus, lalu kami melakukan penghadangan di sekitar terminal dan pada saat itu kami melihat seorang yang dicurigai, kami tanyai dan “delalah” akhirnya orang itu mengakui bahwa habis merampok. Ini karena kebetulan juga ? Sekali lagi Who Knows ??

 

Memang bukan hanya dua peristiwa diatas yang saya alami, tapi saya sampai sekarang tetap berkesimpulan, pengungkapan dengan metafisika tidak bisa membantu secara langsung…. mungkin hanya memberikan petunjuk…. karena lebih banyak saya menemukan bahwa saya dikerjai oleh dukun, dengan meminta uang dan berbagai sesajen tapi tetap saja jauh api dari panggangnya……… hahaha…. (kalau di persentase yah banyak ketipunya dari berhasilnya), jadi menggunakan intuisi, feeling dan dipadukan dengan Scientific Investigation akan lebih berhasil.

 

Tapi sebagai bahan pertimbangan saya pernah melihat website resmi FBI, dan juga FBI Files di Discovery Channel…. mereka menyatakan tidak menutup mata apabila menggunakan cara – cara metafisika dalam pengungkapan bahkan mereka telah mengadakan reseach tersendiri tentang pengungkapan kejahatan menggunakan Clairhoyant atau seseorang yang bisa melihat lintas batas waktu dan jarak, dan beberapa informasi bisa digunakan mereka minimal untuk mempersempit ruang pengejaran, dan bagi mereka diberi serfikikat dan dicatat sebagai ahli oleh FBI, dan bisa dipanggil sewaktu – waktu mereka membutuhkan…

 

Jadi kesimpulannya ??? sekali lagi Logika, Intuisi dan Ilmu harus digunkan juga dalam pengungkapan kejahatan, kalau kita tergantung dengan hal yang tidak logika, kita akan terpenjara dalam dunia yang tidak logika…….

13 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi, polri, Publik

13 responses to “Pengungkapan Kejahatan Menggunakan DUKUN (Metafisik) Mungkinkah ?

  1. Rianda

    bener banget pak….hare gene pk “joe rigg”…bukannya ngga percaya…tp “informasi” juga berkait dengan nara sumber “dunia lain” tersebut….kalo nara sumbernya (alias jurig/arwahnya) oon…ya garbage in garbage out jugalah….nanti tersangkanya juga nyalahin “joerigg”…saat interogasi dia bilang saya disuruh setan pak!!!!!…:P

  2. iccank

    kayaknya sy juga pernah bang,cuman 20 persen aja kebenarannya atau mu ngkin beda tipis dengan kebetulan hehehehe pokoknya dunia serse dunia indah..813 bang good luck..

  3. @ Rianda : Thanks udah mampir… he he he itulah kuntungannya jadi “joerigg” manusia ngga bisa komplain dan duit kembali……, terus dia berkata : ” Manusia ! Ku tipu kau….????? ”
    @ iccank : 20 % ….. yaaaa memang kalau cuma segitu memang sama aja dengan kebetulan siiih… saya sendiri belum menghitung persentasi keberhasilan pengungkapan dengan menggunakan dukun, mungkin persentase nya lebih kecil… ha ha ha….. kalau yang sering saya lakukan adalah : mencoba berpikir dengan metoda yang biasa dilakukan pelaku , misalnya hari baik (weton) untuk melakukan kejahatan… pasti di hari itu lengkap dengan arah ‘lari’ nya… contoh: bagi sebagian mereka hati baik adalah rabu pahing, lalu di hari itu baik bergerak ke arah barat….. nah kita tinggal mengikuti saja……

  4. suatu terobosan baru sebenarnya pak, tinggal bagaimana statement dan teknik si dukun bisa jadi alat bukti di pengadilan, syukur-syukur pembisiknya bisa jadi saksi di pengadilan. By the way, metode yang agak beda seperti hipnotis legal tidak pak untuk jadi alat bukti? Soalnya, secara teori sih data yang diberikan pasti akurat dan tidak ada unsur kebohongan dari yang di hipnotis.

  5. @ 1heart4love : mengenai alat bukti dari paranolmal memang yang sedang hangat – hangat nya dibahas di panitia RUU KUHP yang baru, kalau saya sendiri orang yang paling ngga setuju kalau keterangan paranolmal bisa jadi alat bukti di sidang pengadilan….. waaaah bisa gawat karena keterangan mereka tidak ada pembandingnya, bisa – bisa mereka cuma ngarang aja…. hehehe kasian si terdakwa nanti…..
    untuk metode hipnotis dalam mengungkap keterangan terdakwa juga pasti tidak bisa, kenapa ? tahukah anda bahwa seorang yang di hipnotis adalah seorang yang mau di hipnotis, jadi bisa dibayangkan seorang tersangka di penyidik pasti menolak untuk di hipnotis, dan satu lagi tidak ada pertanggungjawaban hukum keterangan seseorang yang berada di alam bawah sadar …. thanks

  6. pengungkapan kasus kejahatan dengan bantuan ilmu gaib pernah saya tulis dalam buku berjudul “Mengungkap Kasus Kejahatan Versi Ilmu Gaib” yang diterbitkan oleh CV. Aneka-Solo.

    saya yakin bahwa ha itu bukan sesuatu yang asing lagi karena saya dekat dengan guru yang punya kemampuan untuk itu bahkan dimanfaatkan oleh anggota kepolisian, khususnya bagian serse dan intel.

    tapi bantuan orang pintar itu sesungguhnya bukan “barang jadi”. Polisi tetap melengkapi bukti-bukti riil. Misalnya, suatu saat ada kasus pembunuhan di suatu daerah, ketika orang pintar menmunjuk pelakunya adalah si A, tugas Polisi adalah mengambil sidik jari si A kemudian dicocokkan dengan sidik jari yang tertinggal di piasu yang digunakan untuk membunuh.

    saya banyak refrensi seputar kasus mengungkap kasus kejahatan melalui jalur mistis. Saya siap berbagi pengalaman, termasuk para aparat yang kewalahan menghadapi pelaku kejahatan yang berilmu kebal, saya punya cara bagaimana menghilangkan kekebalannya itu. Insya Allah.

    Masruri
    Pati – Jawa Tengah
    081 325 260 123

  7. Ping-balik: TULISAN SAYA DI COPY PASTE MAJALAH LIBERTY « Polisi oh Polisi

  8. Saya pernah nonton acara semacam Discovery, kalau di Amerika Serikat, kemampuan paranormal pernah digunakan untuk melacak kapal selam Soviet di era perang dingin (sepertinya kemampuan paranormal juga dimanfaatkan buat intelejen sampai sekarang). Bantuan cenayang juga dimintai pertolongan buat melacak pelaku kriminal. Cuma bedanya di sana nggak ada acara potong ayam atau ke kuburan, karena gejala paranormal berusaha dipahami secara ilmiah.
    😀

  9. wahyu

    he he ga berniat kasih sertifikat ke “dukun-dukun kita” kan ??? spt FBI

    he he

    masalahnya kita masih menganggap “kemampuan supranatural” itu bagian dari dunia lain. bukan kemampuan diri spesifik (spesial) yang dilampaui orang-orang tertentu..

    salam

    @ Wahyu : masalahnya disini saya belum melihat dukun yang benar – benar bisa mengungkap kejahatan… kebanyakan ngaconya sih… yang benar sih ada tapi persentasenya kecil sekali, untuk “sertifikasi” kita meminjam metodologi penelitian sosial lah… minimal 80 % benar … baru bisa diakui…. bener ngga ?

  10. rashid

    Maaf saya bukan memasukkan komentar tapi mohon bantuan.
    saya mencari istri kedua yang lari membawa anak. Bisa minta bantuan kemana ?

    @rashid : maaf pak sepertinya salah alamat pak …

  11. nunky

    ini ya pak dcopy paste tanpa izin ya pak?
    saya masih nunngui serial selanjutnya perampok sumatra selanjutnya n pengalaman bapak yang lain sebagai anggota polri….

  12. Ferdy

    Delik Pidana Santet Pasal 293 RUU KUHP 2013, Yusril : Delik tersebut adalah delik formil sehingga akibat tidak perlu terjadi atau ada seperti delik materil. Bukan santetnya yang dibuktikan tapi persekongkolan jahat untuk mencelakakan orang lain antara tersangka santet dengan pengguna jasanya.bravo polri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s