Arsip Tag: hukum

Penipuan Internet korban WNI dan WNA

Semenjak saya bertugas di interpol pada bagian yang membidangi Cybercrime, barulah saya tahu bahwa banyak juga para pelaku penipuan internet yang diduga berasal dari indonesia, di meja saya setiap hari ada saja laporan Interpol negara lain yang melaporkan ada warganegaranya menjadi korban penipuan melalui internet, semua ceritanya hampir sama: “warga negara mereka membeli barang dari suatu website, berkomunikasi dengan pemilik website tersebut dan mereka mentransfer sejumlah uang dengan dijanjikan barang akan dikirim segera, pada kenyataan barang tidak pernah sampai ke alamat mereka”. Namun disisi lain  ada banyak pula warganegara Indonesia yang menjadi Korban penipuan dengan pelaku di luar negeri  dan melaporkan perkaranya  interpol , berikut ini beberapa ceritanya:

Berikut ini sedikit profile dari pelaku Indonesia, dengan Korban Orang diluar Indonesia:

alibaba

alibaba.com

Sarana penipuan yang lazim para pelaku ini lakukan adalah melalui situs jual beli alibaba.com dan yahoo auction.  Modus nya mereka menawarkan sejumlah barang yang memang laku di pasaran seperti sepeda, alat – alat komputer, kacamata dan lain – lain melalui perusahaan fiktif, dan perusahaan fiktif ini menawarkan barangnya dengan harga yang miring, seharga ratusan dolar, namun ada juga korban dari luar negeri yang membeli sepeda motor seharga 4000 dolar bahkan tertipu membeli mobil seharga 8000 dolar.  Mereka selalu menggunakan Costumer Service yang bersedia berkomunikasi lewat email, messenger dan telepon, dan meminta down paymen dahulu, kemudian akan mengirimkan barang melalui jasa pengiriman tertentu, tetap tidak terkirim…  alasan mereka tertahan bea cukai dan minta biaya tambahan, sampai akhirnya korban sadar telah tertipu.  Alamat paling banyak dari kelompok ini adalah alamat Jakarta, Medan, Jogja, batam dan Surabaya. Mereka menggunakan akun  bank lokal tentunya dengan menggunakan identitas palsu. Korbannya banyak dari negara maju,  mayoritas berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Australia sedangkan sisanya dari banyak negara eropa.  Ada banyak kesulitan dari para korban ini mereka menganggap Indonesia sudah memakai single identity padahal begitu mudahnya kita membuat KTP Palsu (ketika meminta kita untuk mengecek pemilik akun yang dikirimnya)

Profile Penipu dari Luar negeri dengan korban warganegara Indonesia:

Untuk korban yang berasal dari indonesia berbeda dengan diatas, pada umumnya korban WNI lebih banyak ditipu karena mereka dijanjikan sesuatu uang atau barang sehingga mereka mempunyai harapan besar, disaat itulah mereka tertipu, pelakunya diduga keras adalah jaringan penipu dari Afrika, Modusnya adalah seseorang diantara mereka menghubungi email pribadi kita (yang jelas mereka banyak stock email pribadi) mengaku akan mengirimkan uang dengan jumlah yang sangat besar yang berasal dari warisan, hasil pampasan perang dan lain – lain, dan uang itu akan ditaruh dalam sebuah peti, dan sebelum mereka mendapat uang itu mereka harus mengirimkan uang terlebih dahulu. Banyak sekali sih varian penipuannya, termasuk dari sebuah perusahaan yang menawarkan bisa bekerja, kemudian mereka minta sejumlah uang, karena harapan yang besar orang itu mengirimkan uang dan sampai sadar mereka tertipu, korbannya banyak justru orang yang berpendidikan.

Kalau melihat 2 hal tersebut diatas terlihat jelas perbedaannya kan ?  Untuk korban WNA dengan pelaku WNI mereka lebih rasional dan menginginkan sesuatu barang dengan harga yang miring, sedangkan korban WNI dengan pelaku WNA  lebih banyak kepada hal yang irasional dan memberi harapan akan mendapat rejeki nomplok.

Nasihat saya pasti ini : When it is too good to be true, then it is not true ….

1 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Komputer, Kriminal, police, Polisi, polri

Menjadikan Seseorang Menjadi Teroris (Proses Radikalisasi)

Kita mendengar dalam berita heboh beberapa waktu yang lalu bagaimana beberapa orang hilang akibat di “cuci otak” , inilah cara kelompok NII merekrut anggotanya. Sebagai sebuah organisasi tentunya kelompok radikal ataupun kelompok teroris membutuhkan kader untuk melaksanakan berbagai kegiatan mereka, demi mencapai tujuan organisasi.

Radikal

Radikal

Kita melihat bagaimana seseorang yang berpendidikan diputar balikkan pengetahuannya sehingga mendukung suatu paham yang sangat berbeda dengan jalan pikiran seseorang, dan bahkan bisa digunakan sebagai alat – alat untuk melakukan teror. Hebatnya sang perekrut tahu sekali bagaimana tipe orang yang akan direkrutnya, apakah dia sebagai “pencari dana”, “perekrut” atau bahkan “sayap militer” dari kelompoknya. Mereka menggunakan ilmu phsychologie untuk melaksanakan perekrutannya, dan didahului dengan menanamkan ideologi yang “radikal” kepadanya, metode ini dinamakan Radikalisasi. Kelompok seperti ini giat melakukan Radikalisasi di masyarakat untuk mencari kader anggota atau mencari dukungan masyarakat

Saya melihat referensi yang ditulis oleh DR. Petrus Golose dalam bukunya Deradikalisasi Terorisme, Proses terjadinya Radikalisasi yaitu proses penyebaran dan penyerapan pemikiran–pemikiran kelompok radikal termasuk kelompok teroris. Proses radikalisasi ditandai dengan adanya penyebaran pemikiran radikal di masyarakat, sekaligus perekrutan anggota oleh kelompok radikal ataupun kelompok teroris.

Ada beberapa tahapan dari seorang individu dalam proses Radikalisasi :

a) Tahap Perekrutan
Pada tahap ini sebuh organisasi teroris melakukan perekrutan terhadap anggotanya, perekrutan ini berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut seperti : umur, agama, tingkat pendidikan, perekonomian, status sosial dan kehidupan sehari – hari dalam masyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya yang terjadi di Indonesia target Radikalisasi yang terjadi di Indonesia mempunyai keragaman sebagai berikut:
1. Mayoritas laki – laki.
2. Usia berkisar antara 16 sampai 35 tahun.
3. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang Islam.
4. Tingkat ekonomi beragam ada yang dari tidak mampu maupun dari keluarga mampu.
5. Tingkat pendidikan rata – rata setingkat SMA atau MAN atau pondok pesantren dan hanya sedikit yang mempunyai
tingkat pendidikan tinggi.

b) Tahap pengindentifikasian diri.
Tahap ini merupakan tahapan terpenting dalam Radikalisasi, yang bertujuan untuk membuat target memiliki krisis identitas hingga berada didalam kondisi yang tidak stabil dan kehilangan identitas diri, caranya mereka dibuat selalu tidak puas akan kondisi ekonomi, sosial dan politik selain itu target dibuat agar tidak kritis.

c) Tahap Indoktrinasi.
Tahap ini target diberikan paham atau ideologi teroris secara intensif, tujuan utama dari tahap ini adalah membuat target menjadi percaya dan yakin sepenuhnya, bahwa ajaran yang ditanamkan kepada mereka merupakan kebenaran mutlak, dan tidak perlu diibantah atau dikritisi lagi.

d) Tahap pengertian Jihad yang disesatkan.
Dalam tahap ini target sudah termasuk kedalam kelompok kecil (sel) dari organisasi radikal atau teroris, akan menerima kewajiban secara pribadi untuk ikut serta dalam Jihad. Tahap ini terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu:
1. Komitmen untuk melakukan teror dengan cara Jihad
2. Pesiapan dan pelatihan fisik.
3. Pelatihan mental.
4. Merencanakan serangan teror.

Proses terjadinya Radikalisasi

Proses terjadinya Radikalisasi

Demikian sekilas proses Radikalisasi yang dilakukan kelompok teroris dan kelompok radikal lainnya, sekarang pertanyaannya mampukah anda mempunyai pertahanan diri yang baik sehingga tidak terjebak dalam ideologi radikal ?

4 Komentar

Filed under Kriminal, teroris

Membahas Penembakan Pasutri di Medan

Banyak peristiwa kriminal yang terjadi, tetapi bagi saya ada beberapa yang sangat menarik saya, karena extraordinary diluar kebiasaan kejahatan yang terjadi, kejadian penembakan pasangan suami istri (Pasutri), Kho Wie To aliah Awi alias Suwito (36) dan Dora Halim (32) seorang pengusaha ikan di rumahnya, Jalan Akasia I No.50, Lingkungan VII, Kelurahan Durian Medan Timur adalah peristiwa yang luar biasa.

Peristiwa itu terjadi ketika korban Awi bersama istri Dora dan anaknya, sedang mengendarai mobil dan memundurkan mobil Chevrolet Captiva BK 333 TO, di depan rumah. Tiba-tiba dari arah belakang mobil korban, langsung didatangi empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menembaki kaca mobil korban, secara membabi – buta hingga sebanyak 28 kali tembakan. Setelah memastikan target korbannya tewas di tempat, ke empat pelaku langsung tancap gas dan kabur ke arah Jalan Krakatau Medan. Anak korban bernama Kristopin berusia tiga tahun dan pembantu rumah tangganya bernama Aini, turut menjadi korban penembakan dalam peristiwa tersebut, karena berada di dalam mobil korban, terkena peluru yang tembus melalui jok mobil dan untungnya tidak mengakibatkan kehilangan nyawa.

Kepala forensik RSUD dr Pirngadi Medan, Surjit Singh, mengatakan ditubuh korban Kho Wie To alias Awi ditemukan luka robek pada bagian kening, luka tembak pada bagian kepala, dada dan perut. Sedangkan istrinya Dora Halim ditemukan tiga proyektil yakni luka tembak bagian leher sebelah kiri tembus ke kanan, luka tembak pada dada, dan lengan kiri dan bawah “Luka tembus ditemukan pada korban wanitanya yakni pada leher, bahu dan pada lengan kiri bahu,”.

Ada beberapa catatan saya mengenai peristiwa itu:

1) Apakah peristiwa ini menggunakan pembunuh bayaran ? peristiwa penembakan dengan modus seperti ini yaitu : Mengincar korban pada saat korban didalam mobil, Menggunakan senjata api, dan pelaku menggunakan sepeda motor, dalam catatan saya sudah terjadi beberapa kali, antara lain: 1) Pembunuhan bos Asaba Boedyharto Angsono yang menggunakan pembunuh bayaran Edi Siyep dkk dengan intelectual dader nya Gunawan Santoso yang merupakan mantunya sendiri 2) Pembunuhan Nasrudin Zulkarnain yang juga menggunakan pembunuh bayaran Edo cs dan melibatkan Wilardi Wizard sebagai yang menyuruh lakukan dan lebih keatas lagi Antasari Ashar. Jadi apakah kejadian pembunuhan terhadap pasutri Awi dan Dora juga merupakan perbuatan pembunuh bayaran ? Menurut saya kemungkinan besar YA, karena segala faktor telah terhitung dengan cermat, inilah ciri khas pelaku pembunuh bayaran, mereka selalu mencari titik yang paling lengah dari korban: Pada saat didalam mobil dan pada saat parkir adalah titik lemah, melihat pembunuhan bos Asaba dan Nasrudin, pembunuhan Pasutri ini adalah kombinasi keduanya, pada saat didalam mobil dan memarkirkan kendaraanya (mundur).  Tentunya perencanaan pembunuhan ini dilaksanakan secara cermat dan medetail, didahului dengan survey kegiatan sehari -hari pasutri ini. Sehingga didapatkan watu paling tepat untuk eksekusi.

2) Pelaku menggunakan SPM , Melihat pelakunya yang menggunakan sepeda motor dan berboncengan, prinsip ini adalah prinsip “body system” yaitu posisi saling menjaga dan berbagi peran, satu orang eksekutor dan satu orang pengendara SPM (persis seperti pembunuhan Nasrudin dan Boedyharto Angsono) . Mengapa menggunakan SPM tentunya agar lebih mudah “escape” setelah melakukan aksinya.

3) Kematian adalah keharusan , setiap eksekutor dalam peristiwa itu melakukan penembakan lebih dari satu peluru, dan lebih terciri lagi pembunuhan pasutri ini, mereka “mengobral” perluru (28 tembakan) untuk suatu kepastian kematian dari korban, dan terlihat sang eksekutor melihat lagi ke dalam mobil untuk “memastikan” korban sudah tewas.

4) Motif,  sudah tentu adalah dendam, melihat target dari peristiwa ini adalah kematian korban, karena tidak ada indikasi lain seperti perampokan dan lain sebagainya. lalu ada pertanyaan lain, kenapa harus berdua pasangan suami istri ? hmmhmm agak susah dijawab nih tapi perkiraan saya memang targetnya berdua. Apa saja yang menimbulkan dendam ? Kalau melihat Budyharto Angsono itu karena soal pembagian warisan dan penghinaan, kalau soal Nasrudin itu masalah cemburu. Nah bisa jadi peristiwa pembunuhan pasutri ini akibat salah satunya.

Bekas lubang tembakan yang mengumpul menandakan penembak terlatih

Bekas lubang tembakan yang mengumpul menandakan penembak terlatih

5. Temuan gambar, ada hal yang menarik perhatian saya mengenai peristiwa penembakan ini anda bisa melihat lubang bekas tembakan, terlihat tembakan yang mengarah ke supir depan di kaca berupa lubang tembakan yang mengumpul, ini adalah indikasi bahwa pelaku adalah orang yang terlatih menembak. Bagi penembak pemula tidak akan dia memperoleh hasil tembakan yang mengumpul.

Nah, sekarang kita percayakan kepada polisi Polresta Medan dan Polda Sumut untuk mengungkap peristiwa ini, selamat bekerja semoga Sukses bung …

12 Komentar

Filed under hukum

Cerita Seru Seputar Ilmu Forensik (3) : Penculikan Lindbergh

Siapa yang tidak kenal Charles Lindbergh ? dia adalah pilot pesawat Amerika Serikat yang terkenal karena ia pilot pertama yang terbang solo (sendiri) dan tanpa henti menyeberangi Samudera Atlantik. Ia terbang dari Roosevelt Airfield (Nassau County, Long Island), New York, AS ke Paris, Prancis pada 20 Mei-21 Mei 1927 selama 33,5 jam dalam pesawat mesin tunggalnya The Spirit of St. Louis.

Namun cerita ini bukan mengenai kejadian Lindbergh melainkan mengenai putranya yang masih bayi Lindhbergh Junior yang diculik dari rumahnya di New Jersey pada 1 Maret 1932, penculik bayi ini hanya meninggalkan sedikit jejak di TKP. Pencarian Barang bukti di sekitar TKP hanya menemukan sebuah tangga kayu yang digunakan untuk mencapai kamar anak, sebuah pahat untuk membuka jendela, jejak sepatu yang berlumpur, dan secarik kertas permintaan tebusan.

Lindhberg Junior

Lindhberg Junior

Lindbergh memilih untuk mengikuti kemauan penculik dengan menyerahkan uang sebanyak usd 50.000 kepada seseorang laki laki yang beraksen Jerman yang menjanjikan anaknya dalam keadaan selamat dan sekarang berada dalam sebuah kapal yang tertambat di tepi pantai.

Tidak ada jejak dari anak tersebut sampai dua bulan kemudian ditemukan tidak bernyawa di sebuah hutan hanya terletak 3 km dari rumahnya. Hasil Otopsi mengatakan anak tersebut tewas karena pukulan keras di kepala, kemungkinan besar pada saat penculikan. Polisi kemudian memanggil seorang ahli kehutanan bernama Arthur Koehler untuk menemukan jenis kayu yang digunakan sebagai tangga yang ditemukan di TKP, Koehler menemukan bawa ada 4 jenis kayu yang digunakan sebagai bahan untuk membuat tangga: Kayu Cemara jenis North Carolina, Kayu cemara jenis Douglas, Kayu pohon Ponderosa dan Birch. Ada banyak tanda pada kayu tersebut yang merupakan ciri khusus pabrik pemotongan kayu, yang sepertinya kayu tersebut khusus dibuat dan di press untuk membuat tangga. Polisi kemudian mengirimkan surat kepada 1500 pabrik pengolahan kayu di seluruh Amerika untuk mencari jejak sumber kayu cemara North Carolina, dan akhirnya sebuah perusahaan kayu di South Carolina memberi jawaban bahwa mesin penyerut kayu miliknya mempunyai bekas penyerutan yang sangat mirip dengan apa yang terdapat pada tangga kayu tersebut.

Nota tebusan yang ditemukan di TKP

Nota tebusan yang ditemukan di TKP

Pabrik kayu tersebut ternyata telah mengirimkan 46 kali pengiriman dari 1/4 stok kayu cemara North Carolina nya ke daerah timur Amerika. Polisi kemudian mendatangi setiap alamat pengiriman yang memakan waktu selama 3 tahun sampai mereka menemukan sebuah perusahaan bernama “National Lumber and Milwork Company” di daerah Bronx, dan mereka mendapat sedikit keberuntungan dengan menemukan tempat penyimpanan kayu, kayu yang disimpan adalah berjenis cemara North Carolina, dan sangat persis dengan bahan tangga kayu yang ditemukan di TKP.

Sayangnya perusahaan menjual bahan kayu tersebut hanya “cash and carry” dan mereka tidak mempunyai data mengenai siapa yang pernah membeli kayu tersebut, sehingga penyelidikan tersebut terhenti disini untuk sementara waktu.

Kemudian hasil penyelidikan lain ditemukan seorang tersangka di daerah Bronx yang teridentifikasi dengan tulisan permintaan tebusan, tulisan ini terlacak berasal dari seorang kelahiran jerman bernama Bruno Richard Hauptmann, dan pada saat polisi menggeledah rumahnya mereka menemukan Usd 14.000 sisa uang tebusan.

Tangga kayu yg ditemukan di TKP

Tangga kayu yg ditemukan di TKP

Pada saat Pemeriksaan polisi Hauptmann bersikeras uang itu diperoleh dari seorang temannya di Jerman yang meninggal karena penyakit TBC, meskipun demikian Koehler berhasil menunjukkan bahwa alat serut yang ditemukan di garasi rumah Hauptmann digunakan untuk menghaluskan kayu yang digunakan pada tangga, demikian juga lantai kayu yang hilang pada loteng rumah Hauptmann digunakan untuk pegangan tangga kayu yang ditemukan pada TKP, terlihat juga ada kesamaan dari bekas gergajian dan lobang paku pada tangga dengan lantai kayu yang terdapat di loteng rumah. Berdasarkan analisa pola pada kayu pada pegangan tangga dan kayu pada lantai berasal dari satu kayu yang sama.

Bruno Hauptmann dalam persidangannya

Bruno Hauptmann dalam persidangannya

Dalam persidangan selanjutnya Hauptmann dinyatakan bersalah oleh Juri dan dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik pada bulan April 1936, Hauptmann sampai akhir tetap menyatakan dirinya tidak bersalah.

Walaupun ada keraguan dalam beberapa aspek pembuktian pada persidangan, banyak yang percaya bahwa bukti Forensik yang dilakukan oleh Koehler tidak bisa terbantahkan dalam persidangan. Hebat kan ? Ternyata dari sebuah bukti tangga kayu di TKP bisa menangkap seorang penculik dan pembunuh putra Lindberg.

4 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Kriminal

Cerita Seru Seputar Ilmu Forensik (1) : Kasus Jack The Ripper, Sebuah Pembelajaran

*Halo.. pembaca blogku, bagi yang senang nonton tv kabel pasti banyak yang suka film seri televisi yang berbasis “Forensic Science” seperti CSI dan NCIS, kadang kita terkagum – kagum dengan ilmu forensik yang demikian canggih sehingga bisa mengungkap kejahatan, ditayangkan dalam film bagaimana dengan sejumput barang bukti dengan berbagai macam media dan bentuk dan dengan ilmu pengetahuan barang bukti itu bisa “berbicara”, namun tahukah bahwa ilmu forensik mengalami proses yang sangat panjang dalam penemuannya, dalam beberapa tulisan ke depan saya akan bercerita tentang kisah 2x seru ilmu forensik, selamat menikmati*

Pada tahun 1880 an di East London merupakan daerah yang menakutkan dan berbahaya, hal ini disebabkan kemiskinan yang menyebabkan banyak penduduk hidup dalam lingkungan sosial yang tidak sehat, pelaku kriminal dari berbagai jenis dari perampok, pencopet, pencuri dan pelacur berkeliaran di jalanan dan kekerasan sepertinya merupakan makanan sehari – hari.

Mayat Mary pada saat ditemukan di tempat tidur

Mayat Mary pada saat ditemukan di tempat tidur

Pada suatu pagi di November 1888 , tahun dimana juga pernah ditemukan 2 pembunuhan terhadap perempuan di area ini, seorang pemilik kontrakan datang menagih uang sewa ke kontrakannya yang dihuni oleh seorang pelacur bernama Mary Jane Kelly, ia mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, lalu ia mengintip melalui jendela yang rusak dan terkejutlah ia melihat sesosok mayat yang terpotong dan lantai ruangan nya basah oleh darah. Pada saat polisi datang, mereka menemukan tubuh perempuan itu telah dirusak, kedua buah buah-dadanya telah terpotong, organ hati dari mayat itu terletak diantara kaki korban, dan satu tangan yang terpotong diletakkan di perut. Pada tempat perapian ditemukan abu pakaian korban yang sengaja dibakar.

Saksi mengatakan pernah melihat seorang laki – laki dengan kumis dan menggunakan topi bola, dua saksi lain mendengar teriakan dalam kamar sekira jam 4 pagi, dan saksi dari tetangga mendengar langkah kaki meninggalkan kamar Mary dua jam setelah jam 4 pagi.

Korban lain dari "Jack The Ripper"

Korban lain dari "Jack The Ripper"

Pembunuhan yang mengerikan ini adalah seri terakhir pembunuhan kejam dari seorang pelaku yang mendapat julukan umum “Jack the Ripper” (ripper = orang yang membawa pisau), pembunuhan brutal sebelumnya terjadi pada seputaran tahun 1880, semua korban adalah perempuan dan terpotong tenggorokannya, namun pola potongan terhadap korban yang khas menunjukkan perbuatan ini pelakunya Jack the Ripper.

Berdasarkan banyak keterangan saksi dan alat bukti Forensik sederhana pada zaman itu, tidak ada seorang pun menjadi terdakwa dalam kasus Jack the Ripper walaupun banyak sekali alat bukti yang didapatkan di sekitar TKP. Hampir seabad setelah peristiwa ini teori tentang pembunuhan dan identitas daripada tersangka yang dicurigai tetap diterbitkan oleh banyak penulis, peneliti dan polisi. Pada saat itu memang ada tersangka yang diamankan berkaitan dengan pembunuhan ini, tapi tidak ada seorang pun yang terbukti secara syah berkaitan dengan pembunuhan ini.

Kasus Jack the Ripper menggambarkan bagaimana terbatasnya alat bukti potensial yang bisa didapat  ilmu Forensik zaman itu,  pada abad ke 20 bukti forensik menjadi solusi dari banyak kasus pembunuhan,  diakui akibat peristiwa Jack the Ripper yang terkenal dan tidak terungkap itu ilmu forensik mendapat lompatan besar dalam perkembangannya.

Forensik merupakan senjata bagi semua penyidik untuk mengungkap kejahatan, caranya ada 2 yaitu : Mencari pelakunya dan sebagai alat bukti dalam sidang pengadilan untuk mengungkap keterlibatan pelaku dalam TKP, dalam beberapa kasus bahkan bisa juga bekerja keduanya dengan menggunakan metode sidik jari, balistik , perbandingan DNA , analisis jejak elemen, ahli forensik modern bisa mengungkap fakta, membeberkan peristiwa secara detail dan memberi kemungkinan serta teori tentang suatu peristiwa, hal ini pasti tidak pernah ter-pikirkan oleh generasi penyidik zamannya Jack the Ripper.

Diakui juga, walaupun bagaimana hebatnya temuan alat bukti dari ilmu forensik, alat bukti itu baru bisa “berbicara” apabila seorang target tersangka didapat, nah mendapatkan tersangka sangat tergantung dari kerja penyidik polisi.

Ilmu Forensik bukan ilmu yang sempurna dalam penerapan nya,  alat bukti yang terbatas dan tidak lengkap mengakibatkan banyaknya interpretasi, kadang – kadang terdapat opini yang berbeda terhadap alat bukti yang didapat dengan fakta yang didapat. Pada kasus lain penanganan  yang salah terhadap barang bukti di lapangan mengakibatkan ilmu forensik tidak dapat diterapkan.

Ilmu Forensik bisa sangat berguna, tetapi barang bukti harus ditangani secara teliti dan cermat, kalau tidak ditangani dengan baik alat bukti ini tidak dapat “berbicara”, semua digunakan untuk mengungkap pelaku kejahatan dan membebaskan yang tidak bersalah.

9 Komentar

Filed under Blogger, hukum

Tidak Ada Pasal Bisa Jerat Ariel

Persidangan Ariel “Peterpan” di Pengadilan Negeri Bandung sudah ketiga kalinya, dan Hakim menolak eksepsi dari pengacara Ariel, yang termasuk dalam materi eksepsi belum menyangkut ke dalam materi persidangan, eksepsi biasanya membahas legalitas formal dari sebuah kasus yang diajukan Jaksa Penuntut Umum. Dalam tulisan ini saya akan membahas pasal – pasal yang dipersangkakan Jaksa Penuntut Umum terhadap Ariel, menurut Jaksa ia dikenakan pasal :

Pasal 29 ayat (1) Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dan atau Pasal 282 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ke-2 KUHP.

. … hahaha membacanya saja sudah puyeng tujuh keliling, pasalnya dibuat berlapis – lapis artinya dari ancaman hukuman yang paling tinggi hingga ke ancaman hukuman yang paling rendah, sehingga apabila pasal terberat tidak dapat dibuktikan makan akan beralih kepasal yang lebih ringan, demikian seterusnya,  dalam kiasannya: Berbagai perangkap sudah disiapkan buat hewan buruan.

Mari kita bahas satu persatu pasal tersebut (sorry pembahasan pasal akan membosankan) disambung dengan fakta yang terungkap (data sekunder saya adalah berdasarkan media bukan hasil penyidikan kepolisian yang saya tidak tahu)

1. Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi jo Pasal 56 ke 2 KUHP

Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2008 Tentang PORNOGRAFI
Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 56 KUHP
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau ke- terangan untuk melakukan kejahatan.

Dalam pasal 29 UU Pornografi ini dari berbagai cara yang berhubungan dengan Pornografi adalah kata kata “membuat” , pasal 56 ayat 2 ditegaskan bahwa Ariel adalah seorang yang “memberi kesempatan” dan “memberi sarana” terbuatnya Film porno, berdasarkan fakta yang ada Memang Ariel membuat Film Video porno dari alat perekam miliknya, tapi menurut saya Pasal 29 ini lebih mengarah kepada Komersialisasi Pornografi atau setidaknya menyebarkan Pornografi, Film itu dibuat sendiri untuk konsumsi Pribadi tidak ada Niat dari Ariel untuk menyebarkan atau mengkomersialisasikan filmnya itu, untuk membuktikan niat gampang sekali dalam persidangan, pasti ariel (sebagai orang normal) sama sekali tidak ada niat untuk mempertontonkan film pornonya kepada khalayak ramai kan ??? jadi menurut saya pasal ini kurang tepat.

2. Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 56 ke-2 KUHP

Pasal 27 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Pasal 45 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 56 KUHP
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau ke- terangan untuk melakukan kejahatan.

Dalam Pasal ini Ariel dipersangkakan sebagai seseorang yang Memberi Kesempatan atau sarana untuk diaksesnya suatu konten yang melanggar kesusilaan dalam sarana elektronik atau internet, pasal ini menurut saya tidak dapat dikenakan terhadap Ariel, tersangkanya adalah Rizaldi alias Rejoy yang tanpa sepengetahuan Ariel mengambil file video tersebut dari hard disk internal Ariel yang ada di Capung, Antapani, Bandung lalu mengupload nya di internet. Jadi menurut saya yang bisa dipersangkakan pasal ini adalah Rizaldi atau Rizal.

3. Pasal 282 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ke-2 KUHP

Pasal 282 ayat (1) KUHP
(1) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan, atau barang siapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, membikin tulisan, gambaran atau benda tersebut, memasukkannya ke dalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya dari negeri, atau memiliki persediaan, ataupun barang siapa secara terang-terangan atau dengan mengedarkan surat tanpa diminta, menawarkannya atau menunjukkannya sebagai bisa diperoleh, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 56 KUHP
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau ke- terangan untuk melakukan kejahatan.

Pasal ini persangkaan Ariel adalah seorang yang: “Dengan sengaja memberi kesempatan untuk menyiarkan, mempertunjukkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan, dengan maksud untuk disiarkan” , kembali saya tegaskan pertanyaannya, apakah Ariel secara sengaja MAU mempertontontonkan, menyiarkan film porno yang dibuatnya untuk disaksikan khalayak umum ???? Hanya orang gila yang mau melakukannya bukan ??? logikanya sederhana sekali kan untuk membantah pasal ini ??

Jadi kesimpulan saya : Ariel tidak dapat dipidana berdasarkan pasal – pasal dari ketiga undang- undang tersebut diatas, memang penjelasan saya terlalu sederhana jika dilihat dari bahasa hukum, tapi justru saya membahasnya dengan bahasa sederhana, berdasarkan logika sederhana, Ariel saya posisikan sebagai Victim atau “korban” dari perbuatan rekannya yang secara tega sengaja mengambil film pribadinya dan menyebarkannya di ranah internet. Apabila hakim mau secara jernih melihat permasalahan ini saya jamin Ariel bisa bebas murni dari segala tuntutan.

FREE ARIEL !!!

6 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Kriminal, police, Polisi

Julian ‘Wikileaks’ Assange dan Kejahatan tanpa Batas

Julian 'Wikileaks' Assange

Julian 'Wikileaks' Assange

“Red notice” telah dikeluarkan oleh Interpol untuk menangkap Julian Assange dimanapun ia berada, dan sejak ditetapkan surat itu ia adalah buronan polisi di 188 Negara. Wah, kejahatan apakah yang dilakukan Julian sehingga harus menjadi buronan di seluruh dunia ? Julian Assange yang jelas telah membuat banyak pemerintahan di dunia kebakaran jenggot, ia banyak membocorkan dokumen – dokumen rahasia yang “Top Secret”, dan menyangkut keamanan negara dan kemudian di posting di situsnya Wikileaks…

Sosok Julian yang Misterius selalu membuat penasaran, termasuk motifnya membocorkan banyak dokumen rahasia, Bahkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad gatal berkomentar tentangnya, dalam sebuah kesempatan ia mengatakan Julian adalah agen kaki tangan Amerika Sendiri yang sengaja membocorkan dokumen rahasia CIA yang mengatakan beberapa negara jazirah Arab yang mulai ‘gerah’ melihat Iran yang terus mengembangkan senjata Nuklirnya sehingga tendensinya adalah mengadu domba negara Arab dengan Iran, komentar lain mengatakan sebaliknya: Julian sengaja membocorkan dokumen – dokumen ‘Sensitif’ untuk menelanjangi kebijakan pemerintah AS yang melanggar Hak Asasi manusia. Jadi siapa yang benar ??? Hanya Julian dan Tuhan yang tau….

Uniknya “Red Notice” yang dibuat untuk mencari dan menangkap Julian adalah berdasarkan tuduhan perbuatan kejahatan seksual yang dilakukan Julian dengan TKP di Swedia, analisa saya pemerintah AS kehabisan akal untuk menjerat Julian dengan pelangggaran pidana ITE, dan dugaan saya ada upaya pemerintah AS bekerja-sama dengan pemerintah Swedia untuk bisa menjerat pidana Julian. Konon kabarnya laporan dua orang wanita yang melaporkan Julian melakukan pemerkosaan sepertinya juga di rekayasa.

Sekarang pertanyaannya apakah Julian bisa dipidana karena perbuatannya membocorkan banyak dokumen rahasia dan sensitif milik pemerintah AS ? Ia memang bisa dikenakan pidana dalam State Secrets Protection Act (SSPA) atau UU Kerahasiaan negara, namun permasalahnya ada beberapa :
1. Ia melakukan perbuatannya memuat banyak rahasia negara AS dari tempat yang bukan Juridiksi pemerintah AS, ia melakukan perbuatannya dari berbagai tempat di dunia, dan belakangan ini di negara 2x Skandinavia, inilah yang disebut kejahatan tanpa batas negara.
2. Ia adalah warga negara Australia.
3. Tidak diketahui darimana sumber ia memperoleh banyak dokumen ini, karena ia mempunyai free-submit/share dalam Wikileaks, sama seperti jaman hebohnya Napster atau mengupload video di Youtube apakah penyedia bisa dikenakan pidana ?

Namun Pemerintah AS tidak kehilangan akal, yang menjadi masalah ada 2 yaitu Julian Assange dan yang kedua adalah situs Wikileaks itu sendiri, untuk Julian mereka mengupayakan penangkapan berdasarkan “Red Notice” itu prediksi saya AS akan mengupayakan ekstradisi Julian ke Juridiksi AS, karena kepentingan AS adalah mengetahui sumber kebocoran dokumen itu. Situs Wikileaks.org yang bercokol di Server hosting provider Amazon sudah di banned, pemilik Amazon tidak kuat kuat menghadapi tekanan pemerintah AS utuk mendepatnya keluar, kemudian Wikileaks pindah server ke DNS-SYS yang juga di Amerika, kembali kena tekanan hingga mengeluarkannya, dalam keterangan pers pihak hosting tidak tahan mendapat gempuran hacker dan dikhawatirkan akan merusak keseluruhan server (sudah rahasia umum pihak intelejen AS mempunyai divisi perang cyber yang pekerjanya merupakan rekrutan para hacker yang ditangkap), namun pihak wikileak tidak hilang akal mereka pindah server ke Swiss menjadi Wikileaks.org (hehe sungguh tindakan yang brilian karena swiss adalah negara netral bebas dari pengaruh AS ) .

Saya sendiri sampai sekarang masih penasaran mengikuti kisah ini, akan bagaimanakah Wikileaks kedepan ? Akankah Pemerintah AS berhasil menghentikan kedua faktor tersebut ? Julian dan Wikileaks ?  Saya sih kuatir karena ini menjadi masalah keamanan negara, AS akan mengirimkan team assanisation buat Julian untuk membungkam dia selamanya, dan demi nama keamanan negara AS berani melakukannya, ini sudah terbukti ..

1 Komentar

Filed under hukum, Polisi, polri

Bali Nine, Kesalahan terbesar polisi Australia ?

BALI 9 Suspect, sumber usp.com.au

BALI 9 Suspect, sumber usp.com.au

Negara Australia sangat tergantung dengan negara Indonesia dalam memerangi kejahatan yang terjadi di lingkup dalam negerinya, nampak sekali mereka berupaya sekali mencegah kejahatan transnational (kejahatan lintas batas negara) seperti penyelundupan manusia dan kejahatan narkoba, kalau perlu sebelum menembus wilayah hukum mereka sendiri.

Walaupun berusaha untuk mencegah kejahatan dengan menangkap pelakunya sebelum masuk ke negaranya dengan bekerjasama dengan polisi negara tetangga, ternyata mereka juga mempunyai konstitusi yang melindungi warganegaranya dari tindak pidana yang diancam dengan hukuman mati di suatu negara. Nah, inilah berawal blundernya… terindikasi kepolisian Australia bekerja sama dengan Kepolisian Indonesia di Bali untuk menggagalkan penyelundupan Heroin besar ke Australia, kelompotan ini terdiri dari 9 orang, Kesembilan orang tersebut adalah:

* Andrew Chan – disebut pihak kepolisian sebagai “godfather” kelompok ini
* Myuran Sukumaran
* Si Yi Chen
* Michael Czugaj
* Renae Lawrence
* Tach Duc Thanh Nguyen
* Matthew Norman
* Scott Rush
* Martin Stephens

Empat dari sembilan orang tersebut, Czugaj, Rush, Stephens, dan Lawrence ditangkap di Bandara Ngurah Rai saat sedang menaiki pesawat tujuan Australia. Keempatnya ditemukan membawa heroin yang dipasang di tubuh. Andrew Chan ditangkap di sebuah pesawat yang terpisah saat hendak berangkat, namun pada dirinya tidak ditemukan obat terlarang. Empat orang lainnya, Nguyen, Sukumaran, Chen dan Norman ditangkap di Hotel Melasti di Kuta karena menyimpan heroin sejumlah 350 gram dan barang-barang lainnya yang mengindikasikan keterlibatan mereka dalam usaha penyelundupan tersebut.

Orang tuan dari tersangka Rush dan Lawrence kemudian mengkritik pihak kepolisian Australia yang ternyata telah mengetahui rencana penyelundupan ini dan memilih untuk menginformasikan pihak kepolisian di Bali daripada menangkap mereka di Australia, di mana tidak ada hukuman mati atas kejahatan Narkotika sehingga kesembilan orang tersebut dapat menghindari ancaman tersebut.

Pada 13 Februari 2006, Pengadilan Negeri Denpasar memvonis Lawrence dan Rush dengan hukuman penjara seumur hidup. Sehari kemudian, Czugaj dan Stephens menerima vonis yang sama. Sukumaran dan Chan, dua tokoh yang dianggap berperan penting, dihukum mati. Kemudian pada 15 Februari, Nguyen, Chen, dan Norman juga divonis penjara seumur hidup oleh para hakim.

Pada 26 April 2006, hukuman Lawrence, Nguyen, Chen, Czugaj dan Norman dikurangi menjadi 20 tahun penjara melalui banding, sementara hukuman seumur hidup Stephens tetap bertahan.

Pada 6 September 2006, diketahui bahwa Mahkamah Agung telah mengabulkan kasasi yang diajukan Kejaksaan Agung. Hukuman Czugac berubah menjadi hukuman seumur hidup, sementara hukuman Lawrence, Rush, Nguyen, Chen, dan Norman menjadi hukuman mati. Chan dan Sukumaran tetap dihukum mati, dan Stephens tetap dihukum seumur hidup. Jadi kesimpulannya setelah kasasi dari 9 orang komplotan ini malahan yang dihukum mati dari 2 orang bertambah 4 orang menjadi 6 orang. Yang akan selamat dari regu tembak hanya 3 orang.

Salah Siapa ?

Ternyata hal ini menjadi permasalahan politik yang menggemparkan di Australia selama berbulan – bulan, banyak pihak yang menyalahkan polisi Australia, kenapa mereka memberikan informasi dan bekerjasama dengan Polisi indonesia yang mengakibatkan ke 9 orang ini ditangkap dan akhirnya dijatuhi hukuman mati, sedangkan kontitusi Australia memang melindungi warganegaranya atas ancaman hukuman mati bagi negara yang masih menerapkannnya.  Mmmmmhh ngga ikut campur deh ….

Yang jelas pendapat saya kedaulatan negara kita memang harus diakui, dan pemerintah Australia mau tidak mau harus menghormati keputusan hakim yang menjatuhkan hukuman mati terhadap 6 tersangka itu …. gitu aja repot :)

13 Komentar

Filed under hukum

CERITA PERAMPOK SUMATRA (BAGIAN IV)

TERTANGKAPNYA SANG LEGENDA

Robin keteika tertangkap di Jambi

Robin ketika tertangkap di Jambi

Seperti dalam tulisan saya sebelumnya : Cerita perampok Sumatra (Bagian III) THE NEXT GENERATION:  FASTER AND MORE CRUEL…. Perampok ini bernama Julianto alias Robin, ia adalah generasi baru perampok yang lebih mobil, bersenjata lengkap dan  sangat kejam,  karena daerah operasinya yang sangat luas Robin merupakan incaran polisi seluruh Sumatra dan Jawa dan Mabes Polri, yang paling mencengangkan dalam seluruh aksinya Robin telah menewaskan (sembilan) orang termasuk 6 (enam) anggota Polri. Dua korban terakhirnya adalah Brigadir Barita Simanjuntak anggota Poltabes Medan dan Briptu Endang Wahyudi anggota Polres Garut.Namun beberapa waktu yang lalu Robin akhirnya dapat tertangkap di di rumah kontrakannya sebuah ruko di Pasar Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Robin merambah dunia hitam sejak 2005. Aksinya bermula di Sumatera Utara, Jambi, Jawa barat, dan beberapa tempat lain hingga di tempat kelahirannya di Ngawi, Jawa Timur. Dalam setiap aksinya kelompoknya pasti selalu menggunakan senjata api organik (bukan rakitan) dan tidak segan – segan membunuh setiap orang yang menghalanginya, dan celakanya yang sering jadi korban adalah polisi, karena secara psikologis dan tugas mereka yang paling siap menghadapi kelompok ini… dan sayangnya mereka adalah yang tewas menjadi korban.

Foto terakhir Robin saat tertangkap

Foto terakhir Robin saat tertangkap

Aksi spektakuler yang terjadi dari Robin adalah ketika ia berhasil lari dari Lembaga Pemasyarakatan Jambi menggunakan seutas tali beberapa tahun yang lalu, dan baru terbongkar setelah ia tertangkap kemarin, ternyata ia menyogok seorang petugas lapas dengan uang 300 juta, atas peristiwa ini Polisi Jambi sedang mengusut tersangka petugas lapas yang terindikasi penyuapan tersebut.

Keahlian menembak Robin ternyata karena ia pernah berdinas menjadi tentara di Aceh dan kemudian di pecat, senjata yang didapatnya dari penyelundupan senjata dari negara tetangga seperti Malaysia, ada juga didapat merupakan hasil curian dan rampasan anggota TNI/POLRI, …dalam melakukan aksinya rombongan Robin selalu berafiliasi dengan kelompok perampok lokal sebagai petunjuk jalan, Robin turun tangan sebagai “eksekutor” dalam aksinya.

Berikut ini beberapa dari banyak peristiwa perampokan yang dilakukan Robin Cs. :

Pada tahun 2005 ia melakukan perampokan di pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara, dia merampas uang Rp 725 juta dan membunuh 3 orang, Termasuk seorang Polisi.

Pada tahun 2006 ia melakukan perampokan terhadap KUD sungai Bahar Jambi, yang mengakibatkan kerugian 1,4 M, ia tertangkap dan divonis 15 tahun dan hanya menjalani 2 Tahun setelah ia melarikan diri dari Lapas Jambi.

Pada tahun 2008 merampok dan membunuh Andry Anwar manager perkebunan PT Asiatic dan membawa kabur sebuah Mobil Mitsubisi Strada.

Pada tahun 2009 Robin cs melakukan perampokan pom bensin di Samarang, Garut, menewaskan seorang Polisi Briptu Endang Wahyudi anggota Polres Garut.

Petualangannya berakhir pada tanggal 21 April 2010 pukul 06.30 WIB itu bermula saat 2 intel Polres Ngawi menyamar sebagai pembeli dan memesan nasi ke warung milik Robin (selama pelarian Robin ia membuka warung nasi di ruko yang dikontraknya). Saat itu kebetulan Robin juga keluar ke meja pembeli. Saat kemunculan Robin, 2 polisi tersebut langsung menangkap dan sempat terjadi aksi kejar-kejaran saat Robin berusaha kabur. Rupanya Robin ditembak dan terkena kaki kanannya saat di belakang ruko yang berukuran 4 x 7 meter tersebut. Terungkaplah bahwa selama pelariannya ia mengganti nama menjadi Rahmad, demikianlah pengakuan dua orang pembantunya yang dipekerjakannya di warungnya.

Demikianlah Kisah sang legenda berakhir, namun kita tetap harus waspada karena kelihaiannya, jangan sampai ia bisa lolos kembali dari Lembaga Pemasyarakatan, dan yang paling penting dengan tertangkapnya sang legenda bukan berarti kejahatan telah hilang, masih banyak lagi ” the next generation after Robin”…. waspadalah …. waspadalah ….

4 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi, polri, Publik

Denny Indrayana Bicara Blak-Blakan

Denny Indrayana in Action

Denny Indrayana in Action

Siapa yang tidak kenal dengan sosok seorang Denny Indrayana ?? seorang anggota dari Satgas Mafia Hukum bentukan Presiden RI yang sejauh ini telah membuat heboh pemberitaan media dengan 2 temuannya yaitu: Sel mewah Artalita di Rutan Pondok Bambu dan yang paling terbaru adalah menggiring ekspose Susno Duaji yang mensinyalir adanya Mafia Hukum di tubuh Polri dan yang lebih menghebohkan lagi adalah pertemuannya dengan tidak sengaja dengan buronannya Gayus Tambunan di Food Court Lucky Plaza.

Pada hari ini tgl 5 Februari, mas Denny membicarakannya secara lugas dan blak – blakan  dalam rakernis dan penataran fungsi Reserse Polri di Hotel Mercure Ancol.

Gaya bicaranya yang khas dosen  tanpa teks mengungkapkan berbagai polemik yang berkembang di tengah masyarakat tentang polisi, khususnya yang lagi booming belakangan ini masalah Mafia Kasus yang melibatkan Gayus Tambunan dan beberapa oknum Polri.  Ada beberapa cerita menarik yang sempat saya catat pada waktu mendengarkan ceramah terbukanya :

Tentang Pembentukan Satgas Mafia Hukum

Denny Indrayana merasa beruntung sekali bisa bergabung dengan satgas Mafia Hukum, karena program ini di Back-Up penuh oleh Presiden dan mendapat Political Support, Ia juga mengungkapkan rahasia kenapa pak Kuntoro dipilih oleh Presiden SBY sebagai ketua Satgas, walaupun ia sendiri tidak mempunyai latar belakang hukum….? Mas Denny meyitir perkataan pak Presiden : “Pak Kuntoro, He is a delivery man…”, artinya Presiden percaya penuh  segala tugas yang yang diberikan pasti berhasil, dan memang berhasil kan ?

Ada yang menarik juga mengenai penamaan Satgas ini, kenapa harus dikatakan Mafia sepertinya kasar sekali ?  SBY tetap menginginkan istilah ini karena memang Mafia Hukum realitasnya sudah menjadi persoalan bangsa, dan hal ini bukan “Mission Imposible”, Kenapa istilahnya bukan Satgas MARKUS (Makelar Kasus) ? istilah ini menurut SBY adalah : “Political Incorrect”, karena akan menyinggung golongan agama tertentu karena nama seorang di Alkitab, memang ada usulan lain yaitu satgas CAKAR (Calo Perkara) tapi setelah timbang – menimbang diputuskan namanya menjadi Satgas Mafia Hukum.

Tentang Pertemuannya dengan Gayus di Food Court Lucky Plaza

Mas Denny pergi ke Singapura dengan rekannya sesama Satgas Mas Ahmad Santosa, ia mengakui pada saat menginjakkan kaki di Singapura mereka masih gelap dan  masih bingung bagaimana cara menemukan Gayus di belantara gedung – gedung Singapura. Setelah check in di Hotel JW Marriot mereka berencana makan di food court Lucky Plaza, dalam hati Denny terbersit : “Mudah – mudahan ada Gayus…”, baru 5 langkah masuk ke food court, ia dicolek oleh rekannya Mas Ahmad. “Eh Den, sini kamu liat … ada Gayus”, Denny masih tidak percaya, Mas Ahhmad kembali menegaskan : ” Coba kamu lihat dari samping …”, memang benar setelah diperhatikan memang benar itu Gayus dengan menggunakan T-Shirt warna putih dan celana Krem 3/4, memang mereka mengenal sebelumnya sosok Gayus, karena sebelum lari ke Singapura mereka sempat bertemu. Lalu mereka langsung menegor Gayus dengan tidak dapat meyembunyikan keterkejutannya mereka melakukan pembicaraan sambil menyantap nasi Padang, mereka melakukan pembicaraan selama 2 jam….Sementara itu Denny menelepon pak Ito Kabareskrim Polri bahwa mereka telah berhasil menemukan Gayus, ternyata Gayus juga telah dibuntuti personil dari Bareskrim Polri ( mereka baru tahu setelah pulang, pada saat mereka minta difoto oleh seseorang, orang yang memotret adalah seorang anggota Bareskrim)

Akhirnya mereka berhasil membujuk Gayus dan permintaannya ia ingin membicarakannya kepada istrinya, karena  itu mereka mengantar ke hotel Gayus (hotel Mandarin) menunggu di lorong kamar hotel… dan akhirnya ia mendapat persetujuan dari istrinya, Pada saat itu juga anggota dari Bareskrim telah turut bersama mereka mengatur cara pemulangan Gayus.  Denny mengatakan pertemuannya dengan Gayus secara kebetulan merupakan perpaduan antara Doa, Ikhtiar dan Kerja Keras…..

Salut deh buat Mas Denny :) Sukses selalu dengan Satgasnya….

8 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Polisi, polri

Tanya Rudy Giuliani, Bagaimana Cara Menurunkan Kejahatan ?

Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001

Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001

Jika ada manusia di dunia ini yang dianggap berhasil menurunkan crime rate di suatu daerah yang selama ini dianggap “surga” nya kejahatan yaitu New York  pasti semua bilang ….”Oh, itu karena jasa Mr. Giuliani, sekarang New York aman.. tidak seperti dulu …” , hal ini langsung saya dengar dari New Yorker sendiri, yaitu adik ipar saya yang telah tinggal 20 tahunan di NY dan menikah dengan seorang Italian-American.

Saya jadi penasaran dan mulai buka internet saya, bagaimana sih sepak terjang Mr. Giuliani yang menjadi legenda dan dikenang sebagai seseorang yang berhasil menurunkan angka kejahatan di New York ?

Mr. Rudi Guiliani adalah seorang Mayor (gubernur negara bagian) New York, selama 2 periode , dari tahun 1994 hingga 2001… sebenarnya kalau tidak ada aturan maksimal 2 kali terpilih, banyak New Yorker masih menginginkan beliau sebagai Mayor.

Ia terlahir pada tanggal 28 May 1944, di Brooklyn NY, ayahnya Harold Angelo Giuliani (1908–1981) dan ibunya Helen C. D’Avanzo (1909–2002) adalah berasal dari golongan buruh berpenghasilan rendah, keduanya adalah imigran dari Italy yang mencoba peruntungan hidup di Amerika Serikat. Ayahnya, Harold banyak berurusan dengan polisi karena seperti kebanyakan imigran Italia mereka banyak berhubungan dengan mafia (organized crime) yang mengelola perjudian dan peminjaman uang. Walaupun berasal dari keluarga yang banyak berurusan dengan aparat hukum, Rudi justru menyelesaikan kuliahnya dari New York University School of Law di Manhattan, dengan predikat Cum Laude dan mendapat gelar Juris Doctor . Ia memulai kariernya pada United States Department of Justice (Departemen Hukum Amerika Serikat) sebagai Jaksa, dan karier cemerlangnya dimulai ketika ia diangkat menjadi Jaksa Distrik kantor wilayah Selatan New York, ia dihadapkan pada kasus-kasus “high profile” seperti kasus menghebohkan yang terjadi di bursa efek Wall Steet yang melibatkan terdakwa Ivan Boesky dan Michael Milken dan ia juga banyak menangani penuntutan kasus-kasus Peredaran Narkoba, Kejahatan Terorganisir, dan banyak Kasus Korupsi, Ia juga ditunjuk sebagai ketua “Komisi Peradilan Mafia” yang telah sukses memenjarakan 11 tokoh – tokoh utama “organized crime”, termasuk yang paling terkenal adalah John Gotty dari “five families” bos Mafia dari New York.

Pada tahun 1993 ia mengikuti pilkada gubernur New York, dengan perahunya partai Republik (Ia memang seorang Republikan sejati) melawan calon Partai Demokrat George Marlin, dalam kampanyenya Rudi Giuliani menjanjikan apabila menang ia akan fokus pada Kepolisian kota NewYork untuk menghilangkan “street crime” dan gangguan keamanan untuk meningkatkan kualitas hidup warga New York… Tema kampanye yang sederhana itu ternyata menarik minat New Yorker yang bosan dengan keadaan kotanya yang sangat rawan dan berbahaya untuk ditinggali ….dan dampaknya Rudi Giuliani menang sebagai Mayor New York, dan kembali menang tidak terbendung pada pemilihan kedua pada tahun 1997.

Penegakan Hukum Ala Giuliani

Pada masa pertamanya sebagai Mayor, Giuliani bahu membahu dengan kepala kepolisian kota NewYork Bill Bratton utuk mengadopsi strategi pencegahan kejahatan yang agresif berdasarkan pendekatan “Broken Window” yang ditemukan oleh profesor political scientist Mr. James Q. Wilson. Caranya adalah membasmi segala “kejahatan kecil” yang selama ini dianggap remeh oleh polisi seperti: grafitti (mencoret tembok), pemeras jalanan (tukang kompas), pecandu narkoba, dan segala bentuk-bentuk premanisme…. dalam teorinya, taknik ini dipergunakan untuk “Menyampaikan Pesan” bahwa pemerintah dan kepolisian “serius” untuk mulai menertibkan kota. Ada satu prinsip dari teori ini yaitu “untuk menertibkan kejahatan besar harus dimulai dari menertibkan kejahatan kecil/street crime”, dengan tidak memberikan toleransi sama sekali pada kejahatan kecil, otomatis kejahatan besar tidak akan berkembang…. dan teori ini terbukti

Giuliani dan Bratton juga mengenalkan “pendekatan komparatif statistik Kejahatan” (istilah mereka CompStat) yang memetakan kejadian kriminal berdasarkan lokasi geografisnya, sehingga dapat dilihat secara jelas Pola kejahatan di suatu daerah, juga dapat diketahui daerah yang mempunyai klasifikasi “rawan” maupun “tidak rawan”, Nah hebatnya data ini digunakan sebagi indikator keberhasilan anggota Polisi dalam bertugas, ia dikatakan berhasil apabila wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dari klasifikasi “rawan” menjadi “tidak rawan” dan dianggap tidak berhasil apabila data tersebut kebalikannya dari “tidak rawan” menjadi “rawan”. Walaupun CompStat pada awalnya banyak dikritik karena akhirnya banyak polisi yang memanipulasi data kejahatan diwilayahnya karena takut dikatakan “tidak bekerja” namun berkat pengawasan internal kepolisian yang ketat tidak ada lagi manipulasi data, bahkan ComStat mendapat penghargaan oleh Kennedy School of Government sebagai inovasi terbaik pemerintahan tahun 1996.

National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).

National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).

Pada masa pemerintahan Giuliani angka kejahatan di New York turun secara signifikan, bahkan Sosiologis dari University Of California Frank Zimring dalam bukunya “The Great American Crime Decline” mengatakan apa yang dilakukan oleh Giuliani sebagai “Kebijakan yang paling fokus dalam sejarah penegakan hukum” ia mengatakan pula kejahatan di New York turun hingga setengahnya atas kebijakan Giuliani itu, suatu pujian yang setinggi langit …..

Keberhasilan Penurunan Kejahatan ini menyebabkan kepala Polisi New York Bill Bratton “dipinang” oleh Mayor Los Angeles untuk menjadi Kepala Kepolisian LA, karena LA sebagai kota pesaing NY merasa “panas kuping” atas keberhasilan NY menurunkan kejahatan, dibanding dengan LA yang masih tetap tinggi …. wah ternyata dua kota ini bersaing yaa hahaha…

Sungguh suatu kisah yang membuat saya merinding, suatu kesuksesan seorang anak yang lahir dari keluarga Mafia, dan justru menjadi seorang anti-mafia, dan menjadi seorang yang selalu dikenang oleh Masyarakat New York….

Inti dari kisah ini kalau kita mau berusaha dan Serius, pasti Tuhan akan membuka jalan….. Salam Sukses !

6 Komentar

Filed under Blogger, hukum, keluarga, police, Polisi, Publik

Polisi Sebagai Terpidana Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Kemarin saya berkesempatan memberi pengarahan kepada para pegawai lapas di Lembaga Pemasyarakatan Jambi, setelah selesai saya berkesempatan meninjau kedalam sel – sel tahanan, dan “miris” rasanya didalamnya terdapat belasan anggota Polisi yang terlibat tindak Pidana dan divonis penjara…. suatu jumlah yang tidak sedikit … wuiih.. kalau dilihat perbuatannya… mereka adalah terpidana kasus Narkoba, dan perbuatan lainnya seperti Pencurian dan Penganiayaan…

Police Behind Bars

Police Behind Bars

Semenjak Polri bukan lagi bagian integral dari Angkatan Bersenjata pada awal tahun 2000 an, Polisi sudah 100% tunduk pada aturan Pidana Umum, artinya diadili dalam Pengadilan Umum dan apabila divonis Penjara masuk dalam Penjara Umum… dan bisa dibayangkan Polisi dipenjara bareng orang yang pernah ditangkapnya :mrgreen: dan kisah itu benar – benar terjadi,…. setidaknya di Lapas yang kemarin saya lihat … Seorang anggota Polisi pernah dikeroyok beramai – ramai narapidana lainnya pada saat masuk, sebelumnya terkenal sebagai polisi yang suka menangkap orang dan “sadis” terhadap tangkapannya …Polisi yang masuk pun harus membayar “upeti” terhadap para preman narapidana agar tidak diganggu ….

Kalau kita bandingkan dengan anggota TNI, mereka tetap berada dalam lingkup peradilan militer dan tahanan militer walaupun kejahatan yang mereka lakukan termasuk “kejahatan umum” seperti yang tercantum dalam KUHP, menurut pendapat saya kalau negara ini ingin menegakkan “supremasi hukum” mestinya semua mendapat perlakuan yang sama didalam hukum tanpa memandang bulu baik itu Polri, TNI atau siapapapun ….

Saya jadi ingat pengalaman saya dulu sewaktu Polri masih tunduk pada hukum militer, karena dituduh terlibat perkelahian yang tidak saya lakukan, saya bolak balik dipanggil Polisi Militer dan diperiksa …. saya pada waktu itu berpikir kalaupun saya terbukti melakukan tindak Pidana pengeroyokan (170 Kuhp yo 351 KUHP) masakah saya diadili di pengadilan militer ? ngga nyambung blass kan ? hehe… :P untung perbuatan saya tidak terbukti, karena memang saya tidak melakukan… saya pun bersumpah keadaan ini harus diubah …

Keadaanpun berubah Polisi kembali kejati dirinya sebagai anggota masyarakat umum… dalam lingkup peradilan umum… nah  sumpah saya jadi berbalik ke saya … pada saat itu kebetulan saya sebagai penyidik di Polda, dan karena saya yang paling senior, maka semua kasus Pidana yang melibatkan anggota Polri dilimpahkan ke saya …. walaaaah serba salah …..antara tugas dan ngga tega… tapi itulah  tantangannya… mau ngga mau saya  sudah mengantar belasan anggota Polri yang terkait Pidana kedalam penjara….. sighh sungguh ironi…

Makanya, saran saya kalau anda seorang Polisi jangaaaan deh terlibat perkara pidana… akan sakiiiit sekali kalau anda divonis penjara dan masuk Lapas …

16 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi, polri

Gendarmarrie, Polisi Banci atau Tentara Banci ?

Lambang Italian Carabinieri

Lambang Italian Carabinieri

Di beberapa negara Eropa ada suatu institusi yang tidak kita kenal sistem tata negara kita, institusi ini unik sekali seakan akan berada di “dua alam” yaitu Kepolisian dan Militer secara bersamaan, dapat berganti peran secara bergantian tergantung keadaan, seperti Banci :) … Institusi ini  dibilang Polisi juga ngga seluruhnya  benar karena aturannya sangat militer bahkan ikut diterjunkan dalam berbagai operasi militer, dibilang Militer juga tidak tepat karena kok mereka juga bertugas di bidang pencegahan dan penanggulangan kriminal yang berada dalam masyarakat…

lambang France Gendarmarrie

lambang France Gendarmarrie

Institusi ini bernama Gendarmarrie atau Gendarmary diperkenalkan awalnya di Perancis berasal dari kata “Gens d’armes” yang artinya “orang bersenjata” pada awalnya adalah pasukan kavaleri bersenjata dibawah Angkatan Bersenjata Perancis, namun setelah revolusi Perancis diperkenalkanlah pemisahan lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif … Negara pada waktu itu sangat kacau, sehinggga diperlukan Militer untuk “meredakan” keadaan, namun karena aturan itulah maka Militer harus diberi wewenang “sipil” untuk turun ke ranah “keamanan” negara, jauh dari tugasnya sebagai “pertahanan” . Maka dibentuklah “tentara” yang bisa bertugas “sipil” yaitu Gendarmerrie… Nah ide ini diadopsi ke beberapa negara lain di Eropa seperti Italia dengan “Carabinieri” , Spanyol dengan “Guardia Civil”, Belanda dengan “Marschautshce” atau kita sebut “Marsose”…

Carabinieri sedang patroli

Carabinieri sedang patroli

Gendermarie sebenarnya adalah militer namun ditugaskan dalam masyarakat sipil, karena itu mereka lebih disebut “Para-Militer” ketimbang “Militer”, namun mereka bisa juga ditugaskan dalam tugas – tugas militer dalam keadaan Perang atau dalam penanggulangan bencana alam, disisi lain mereka juga melakukan tugas pemolisian sipil seperti melakukan penyelidikan dan penyidikan, patroli jalan raya, laut dan udara dan penanggulangan huru – hara… bahkan mereka juga sebagai PM (Polisi Militer) yang melakukan penyidikan terhadap Militer atau sebagai Provost Militer… Gendarmarrie berada dalam lingkup Kementerian Pertahanan (Italy), dalam lingkup kementerian dalam negeri (Argentina dan Spanyol) bahkan berada dalam dua kementrian sekaligus Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan (Chili, Perancis, Belanda) … Inilah sekilas perbandingan Gendarmarrie (perancis) dan Carabiniery (Italy) seperti :  Gendarmarrie dan Carabinieri sama sama berada di bawah Menteri Pertahanan dan Menteri dalam Negeri, Gendarmarrie : Bertugas di daerah Rular (luar kota) sedangkan Polisi di daerah Urban (perkotaan), Carabiniery : Sama – sama dengan dengan polisi, baik diluar kota maupun didalam kota, jadi mereka saling bersaing.

France Gendarmerrie sedang Patroli

France Gendarmerrie sedang Patroli

Pada penugasan dalam ranah “kepolisian” tentunya ada rivalitas abadi Gendarmerrie dengan “Polisi” benaran …. mereka saling saingan untuk merebut hati masyarakat dengan tugasnya (malah bagus kan ? .. hehehe) Saya pernah melihat sendiri di Italy, masyarakat lebih percaya kepada Carabiniery ketimbang Polisi…. Alasan mereka Carabiniery lebih cepat tanggap kalau ada laporan masyarakat … saya pernah melihat statistik : ternyata Carabiniery lebih banyak menangani kasus kriminal dibandingkan Polisi…. Dibandingkan dengan “polisi biasa” Gendermarrie mempunyai kelebihan disiplin yang lebih tinggi, membuat mereka lebih kapabel ketika berurusan dengan kelompok kejahatan kekerasan yang bersenjata… disisi lain standar rekrutmen yang tinggi terutama di kesehatan dan Jasmani membuat mereka mempunyai calon anggota yang mempunyai kelebihan dibanding polisi. Gendermarrie mempunyai berbagai macam tugas polisi maupun militer, contohnya di Perancis Gendermarrie mempunyai tugas pengendalian massa/kerusuhan, anti teroris, penjagaan VVIP dan Obyek Vital, Pengawal Presiden Perancis, Pengawal bandara, Polisi Udara dan Air, dan SAR.

Lucu kan ? tapi menurut saya banyak positifnya kok…..kalau Polisi dan Carabinieri saingan untuk menanggulangi kejahatan .. pasti susah kan kalau ada mafia hukum ? haha… kalau tersangka bisa bebas karena disogok di Polisi, jangan – jangan bisa di tangkap lagi sama carabinieri atau sebaliknya….   :)

15 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi

Kita Getol Memberantas Judi, Tapi Perjudian Depan Pintu Rumah Kita ?

Pada tanggal 20 Januari kemarin telah dibukalah resort dan kasino terbesar, termegah dan termodern di Asia, terletak di Sentosa Island Singapura…. hal ini menjadi hal yang luar biasa bagi Singapura, mengapa ? karena resort perjudian ini juga ternyata dibuat dengan mengamandemen UU Singapura yang mengharamkan perjudian semenjak negara ini berdiri pada tahun 1965, dengan adanya Kasino ini diharapkan akan membantu Ekonomi Singapura yang beberapa tahun ini agak “seret” …. dan yang luar biasa juga adalah komplek kasino ini dibangun dengan biaya yang sangat fantastis yaitu USD 4 Milyar (hhmmmm saya sih berpikir walaupun besar, tapi kan BEP nya cepat kan ??? he he..)  oleh group perjudianyang selama ini beroperasi di Genting…. eitsss jangan salah resort perjudian ini bukan hanya di Sentosa saja, masih akan dibangun lagi satu kasino lagi di seberangnya Marina Bay oleh group pemilik kasino Sands yang terkenal dari Las Vegas…

Casino Sentosa

Casino Sentosa

Coba anda bayangkan, beberapa tahun yang lalu banyak orang Singapura datang ke Batam untuk bermain judi (karena perjudian di Singapura dilarang….)  mereka berduyun duyun datang ke Casino spot di Batam seperti Hotel Mandarin dan Planet Holywood… yang pastinya memberikan kesejahteraan yang luar biasa bagi warga Batam…. sampai ada instruksi menghentikan semua perjudian tanpa pandang bulu di Batam (baca: diseluruh Indonesia) …. Judi tutup…. No Singaporean …. dan lihatlah apa yang terjadi di Batam sekarang …. sepiiiii….seperti kota mati…

Pemerintah Singapura rupanya pintar…. daripada uang mereka mengalir ke luar negeri (…penduduknya kalau mau main judi pasti ke Genting Malaysia atau Batam..) mereka mengamandemen UU mereka dan memperbolehkan Judi di Negara Mereka, dan dibangunlah Infrastruktur Casino di Pulau sentosa ….. biayanya ? oooh jangan kuatir… tidak ada modal pemerintah .. semua swasta, dan dengan adanya casino diharapkan “mendongkrak” ekonomi mereka yang lagi “seret” dengan pembangunan kasino ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang dan diharapkan dalam 1 bulan operasi bisa menghasilkan USD 1 Milyar !!! hahaha … Pasti sebagian disumbang oleh penjudi dari Indonesia….artinya Indonesia turut membantu ekonomi Singapura kan ?….

Taukah anda apa dampak bagi Indonesia ? tebak sendiri lah … betapa gampangnya orang masuk ke Singapura… dari Batam tinggal naik ferry cepat 30 Menit, tidak perlu Visa dapat berkunjung 3 Minggu…, dan tidak ada aturan orang Indonesia untuk bermain Judi di Negara orang kan ? Ok , ada aturan untuk mencegah orang membawa uang ke luar negeri ? ngga ada tuh.. saya pernah ke Singapura dari Batam … aman 2x saja tidak ada pernah ada pemeriksaan cash money, mereka sangat welcome dengan orang Indonesia…( Sumber devisa mereka.. hehe..) … cuma satu yang sangat terlarang masuk Singapura: Rokok Indonesia .. haha..

Sebenarnya banyak ngga “penjudi” dari Indonesia ?… weleh boss… banyak sekali … sebut saja tempat yang pernah saya datangi : Casino Genting di Malaysia,  atau bahkan di Casino Crown Melbourne, banyak sekali saya dengar  logat Indonesia diantara para penjudi… seperti percakapan : “Horeee Gue menang nih ….”… dan saya mendengar penjudi Indonesia terkenal royal dan mempunyai uang “unlimited”, mereka banyak yang mendapat VIP membership di Casino tersebut… kalau kalah Rp 1 M atau 2 M sudah sering saya dengar…

Kesimpulannya, di tempat yang jauh aja Penjudi Indonesia datang… apalagi cuma Singapura ? yang aksesnya benar – benar gampang dan murah ….? daripada was- was bakalan ketangkap main judi di Indonesia, lebih baik dengan bebas datang ke Singapura…( naik pesawat dari Jkt hanya 500 rb, atau naik fery dari batam hanya 300 rb….)

Maukah uang kita hasil jerih payah, tetesan keringat bahkan darah buruh Indonesia .. dihabiskan para boss 2x nya berjudi di Luar negeri ? (baca: Singapura) ? Sedangkan pemerintah Indonesia sangat getol memberantas judi … (sama aja menyuruh orang Indonesia main judi diluar negeri kan ?) …Maukah kita melihat negara kita makin miskin sementara orang Singapura makin kaya dengan uang kita ???? silahkan jawab sendiri…

9 Komentar

Filed under hukum, Polisi

Nareen, My Nepalese Policeman Friend…

Insp. Nareen

Insp. Nareen

Pernahkah anda membayangkan jikalau anda  menjadi polisi hendak menangkap buronan dan karena suatu peristiwa buronan itu menjadi boss anda ? Inilah yang terjadi di negara Nepal, tempat kawan saya Nareen tinggal dan menjadi seorang polisi  … kami berkenalan pada saat sama – sama sebagai “team aju” kontingen FPU Indonesia dan Nepal PBB di Darfur Sudan, dalam penantian yang tidak ada henti karena lamanya proses pergerakan barang kontingen dari Port Sudan hingga El Fasher yang menempuh jarak ribuan Kilometer melintasi gurun Pasir….. dan kami sama – sama ditempatkan di Pusat Logistik PBB di Al Obeid, daerah pertengahan antara Port Sudan dan El Fasher, berbulan bulan kami tinggal di dalam akomodasi yang berbentuk kontainer..  dari pagi setelah breakfast di Dining Room kami ngobrol sambil menunggu lunch, kemudian ngobrol lagi sambil menunggu Supper… begitu tiap hari … bosen ngga ? Tapi menarik banyak cerita menarik yang saya dapat darinya…. tentang keindahan negaranya Nepal yang berada di kaki Everest, tentang budaya masyarakatnya yang ramah, dan yang paling sering cerita tentang kedongkolannya terhadap Rezim baru yang memerintah di negerinya, yaitu rezim Komunis Maois yang menggulingkan Raja Nepal… yang secara otomatis mengacaukan semua tatanan birokrasi yang telah ada selama ratusan tahun…

Pada awalnya negara ini menganut sistem Monarki dan mendapat pemberontakan dari Partai Komunis Nepal (Maoist) yaitu partai yang menganut paham komunis ala ketua Mao Ze Dong, kelompok Maois ini diketuai oleh Pushpa Kamal Dahal … pemberontakan ini memacu “civil war” yang berlangsung 10 tahun dari tahun 1996 hingga 2006 yang menelan korban 12.800 orang tewas… dan perang sipil ini berakhir dengan perjanjian damai pada 21 November 2006 dengan bantuan United Nation Mission In Nepal, perjanjian damai ini memberikan jalan kepada Partai Komunis Nepal (Maoist) untuk memerintah negara ini dan menganulir sistem Monarki yang diperintah oleh Raja Terakhir Gynanendra, menyerahkan kekuasaan dan kemudian menjadi Republik Rakyat Nepal…. (…Hmmmm jadi inget kaisar PuYi raja terakhir Cina dalam film “Last Emperor” … pantesan aja kelompok ini memuja – muja Ketua Mao..)

Nareen adalah lulusan Akedemi Kepolisian Nepal pada zaman Monarki,  dia sendiri lulusan tahun 2003 dan langsung mendapat pangkat Inspektur (letnan), pada masa kelulusannya memang tengah hebat – hebatnya “Civil War” sehingga ia langsung ditempatkan sebagai danton pada pasukan kepolisian khusus (semacam brimob) yang memerangi pemberontakan Maoist di utara Nepal… banyak keberhasilan yang ia dapatkan hingga beberapa kali dapat menangkap pimpinan pemberontak lokal… Setelah beberapa saat dalam pasukan ia dipromosikan di Mabes Polisi Nepal di bagian Interpol, tugasnya ialah mengirimkan DPO dan “Red Notice” para pemberontak Moist ke pusat Interpol di Lyon…..

Pada tahun 2006 Raja Gyanandra menyerah dan turun tahta menyerahkan pemerintahan kepada pemberontakan Maoist, inilah awal dari problem besar, walaupun Maoist tidak membubarkan kepolisian, tapi jabatan – jabatan penting di Kepolisian diganti oleh orang – orang Maoist, bayangkan bagaimana bisa segerombolan pemberontak yang tidak tahu apa – apa tentang polisi namun tahu cara bergeriliya di hutan menjadi Kapolri mereka ? …. namun itulah yang terjadi … mereka tidak bisa berbuat apa – apa, How come your ex #1 enemy become your boss ? merekapun sekarang sekarang merasa was – was takut kalau perbuatan mereka dahulu (pada saat memburu pemberontak) ketahuan dan disingkirkan dari Kepolisian…. :mrgreen:

Nah itulah curhat si Nareen selama di Al Obeid yang selalu berulang ulang ia sampaikan, hmmmm saya jadi membayangkan …. andaikan PKI pada tahun 1965 menang di Indonesia …. pasti yang dialami para anggota Polri sama dengan yang dialami Nareen sekarang :P …….. Thanks GOD it wasn’t Happen….

3 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, sudan