Arsip Bulanan: Desember 2007

Selamat datang UNAMID

UNAMIDUNAMID2

Pada awal pergantian tahun 2007 nanti (1 Januari 2008)…. akan terbentuk UNAMID (United Nations African Mission In Darfur) yang akan mengembalikan harkat hidup masyarakat Sudan khususnya Darfur dari sejarah tragis dan kelam… yang selama ini terjadi…..

Pada tanggal 31 juli 2007 Dewan Keamanan PBB bersepakat untuk menjalankan resolusi nomer 1769 yang berisikan pembentukan UNAMID yang bekerja berdasarkan chapter VII (peace making mission = menciptakan perdamaian = menggunakan kekuatan/memaksa perdamaian) dalam jangka waktu 12 bulan.

Tugas UNAMID seperti tertuang dalam mandat adalah : Melindungi masyarakat sipil dan tugas lainnya seperti memberikan perlindungan kepada bantuan kemanusiaan, memonitor perjanjian perdamaian antara pihak yang bertikai, membantu berjalannya proses politik lokal dan memberikan kontribusi kepada HAM dan tegaknya Hukum, juga memonitor dan melaporkan situasi di sepanjang perbatasan dengan Chad dan Central Afrika. Missi UNAMID akan berkantor pusat di El Fasher dan akan mempunyai 3 region yaitu El Fasher, El Geneina dan Nyala, dan akan ada 55 lokasi kantor UNAMID di Darfur.

Sekjen PBB dalam pernyataannya dalam sidang dewan keamanan PBB mengatakan, pembentukan UNAMID adalah “ Mengirimkan sinyal yang kuat dan jelas dari komitmen PBB untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Darfur, dan menutup episode tragis dalam sejarah kelam Sudan..” Ia juga mengatakan keputusan itu “bersejarah dan tidak pernah diperhitungkan sebelumnya“ tetapi ia mengingatkan juga bahwa “Hanya melalui proses politik para pihak yang bertikai kita akan mendapatkan solusi yang terbaik dari konflik ini

Pengerahan kekuatan UNAMID dengan bekerjasama dengan AMIS akan berjumlah 20000 tentara dan lebih dari 6000 polisi dan juga komponen sipil. Dalam kekuatan penuh UNAMID akan menjadi missi terbesar dan juga merupakan missi hybrid pertama dalam sejarah missi perdamaian PBB.

Sekjen PBB mendorong komunitas internasional untuk menyediakan dana dan SDM untuk ditempatkan ke UNAMID Darfur, ia juga merekomendasikan negara anggota PBB menyediakan bantuan dana kepada UNAMID lewat pembiayaan PBB.

PIMPINAN UNAMID

Rodolphe Adada dari Republik Congo telah ditunjuk oleh oleh Join Special Representative (JSR) Uni Afrika dan PBB untuk memimpin UNAMID. Ia akan melaporkan tugasnya kepada dua pihak : Pimpinan Uni Afrika dan Sekjen PBB, ia akan dibantu oleh wakilnya Henry Anyidoho dari Ghana. Perintah dari dari JSR akan dikeluarkan melalui Komisaris keamanan dan perdamaian Uni Afrika dan Sekjen PBB bagian operasi misi perdamaian (UNDPKO).Pelaksanaan tugas harian pasukan UNAMID akan diatur secara bersama.

Jendral Martin Luther Agwai dari Nigeria telah ditunjuk sebagai komandan pasukan (militer) UNAMID oleh Uni afrika dengan berkonsultasi dengan PBB dan akan melaporkan kepada JSR.

Demikian halnya juga untuk Kepala Kepolisian (Police Commisioner) UNAMID telah ditunjuk Michael Fryer dari Afrika Selatan dan Wakilnya telah ditunjuk Elizabeth Muwanga dari Uganda. Di pundak mereka masih banyak tugas yang menunggu antara lain :

Transfer Police Observer AMIS ke UNAMID… Pada saat ini terdapat 1400 PO pada AMIS untuk dapat diterima pada UNAMID mereka harus menjalani test ulang, apabila lulus mereka akan “berganti baju” menjadi PO UNAMID, plus ditambah lagi PO yang berasal bukan dari Uni Afrika (Indonesia juga sudah siap mengirimkan 4 orang PO di UNAMID dipimpin oleh Kombes Pol Charles Ngili Karo Ops Polda Gorontalo).

Mempersiapkan FPU (Formed Police Unit)…. sesuai mandat UNAMID mempersiapkan 19 (sembilan belas) FPU yang akan bertugas, dan yang akan dalam waktu dekat ini berangkat adalah FPU Nepal (Akan berangkat pada Januari akhir) dan sudah 8 (delapan) negara yang telah berkomitmen untuk mengirimkan FPU nya ke UNAMID yaitu: Burkina Faso, Kamerun, Mesir, Indonesia, Mali, Nigeria, Pakistan dan Senegal.

Sekali lagi … welcome UNAMID jalankan Missi mu untuk menciptakan perdamaian ABADI di Dunia……

2 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Peace keeper at Cosmo Magazine….

Hai semua, bersama ini saya tampilkan artikel Peacekeepers Indonesia di seluruh dunia dari  majalah Cosmopolitan edisi terakhir…….
Thanks buat mba galuh (cosmo feature writer) yang menuliskan sedikit tentang saya … :-)


Cosmo 1
cosmo2

3 Komentar

Filed under Darfur, FPU, IDP, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Tentara Anak (Children Soldier)

child soldier SudanBagi FPU’ers inilah hal yang paling memusingkan dan paling berbahaya apabila anda ditugaskan di Darfur, Sudan…. Anda harus berhadapan dengan milisi bersenjata dan mereka adalah ANAK – ANAK… faksi – faksi pemberontak di Darfur : SPLA (Sudan People Liberation Army), JEM (Justice Equal Movement), bahkan kontra mereka faksi JANJAWEED dan faksi lainnya menggunakan anak – anak (artinya seseorang dibawah 17 tahun..) sebagai mesin perang mereka. Banyak keuntungan yang didapat kalau menggunakan tentara anak : Yang paling dirasa manfaatnya adalah….. mereka belum dapat berpikir secara logik alias NEKAD… mereka selalu ditempatkan di garis terdepan dalam penyerangan atau jadi TAMENG HIDUP …, kemudian mereka belum terlalu memikirkan kesejahteraan (GAJI, TUNJANGAN) yang penting perut mereka terisi saja…

Cara rekruitment mereka : TIDAK ADA…… mereka diculik dari orang tuanya di IDP (Internal Displaced Person) Camp dari orang tuanya… dibawa ke hutan – hutan… dilatih secara brutal (yang tidak bisa survive selesai… karena mereka kadangkala diadu sesama sampai mati..), dilatih persenjataan dan akhirnya menjadi seorang tentara anak yang brutal dan ganas……

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Khususnya masalah konflik di Darfur, perlu di ingat permasalahanya sudah sangat kompleks… tidak jelas lagi siapa kawan dan siapa lawan…. kalau kita lihat peristiwa bulan lalu di HESKENITA, NYALA (tempat dimana FPU Indonesia akan ditempatkan..) pada waktu sore hari (menjelang buka puasa) diseranglah Site Camp Pasukan Perdamaian Uni Afrika (AMIS = African Mission In Sudan) yang ditempati 150 orang tentara dan civil AMIS oleh kurang lebih 1000 orang pemberontak yang menggunakan tentara anak… terjadilah pembantaian yang memakan korban 10 orang tentara AMIS dan hilang 50 orang lainnya…… pasukan pemberontak membawa apa saja yang dapat mereka bawa : Air, Makanan, Kendaraan, Senjata, Pakaian, Sepatu bahkan tenda tempat mereka tinggal….. Secara logika orang normal kita berpikir, dengan adanya Pasukan Perdamaian mustinya penduduk merasa terlindungi, dan sudah jelas Pasukan Perdamaian tidak mempunyai Mandat untuk menyerang pihak pemberontak…. namun apa yang terjadi…??? ngga heran kalau dosen saya di Coespu bilang : THIS IS THE CRAZIEST WAR EVER HAPPEN (IN SUDAN….)

children soldier in action

Ok FPU’ers bukannya saya menakut – nakuti… tapi itulah kenyataan yang akan kita hadapi…. tetap semangat yaaa !

21 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID

APA YANG MUSTI DIPERSIAPKAN OLEH FPU INDONESIA ??

Foto UN di Darfur

Tulisan ini membahas keluhan rekan – rekan calon FPU (Formed Police Unit) yang sampai sekarang masih terkatung – katung menunggu keputusan dari pemerintah untuk berangkat ke medan tugas ke UNAMID (United Nations African Mission In Darfur), kita bahas bersama mengenai hal – hal apa yang mesti dipersiapkan oleh Mabes Polri dalam keberangkatannya nanti. Kebetulan sekali sebulan yang lalu saya telah melakukan survey ke Darfur dan melakukan analisa tentang apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi medan tugas di sana, baik dari segi material maupun personal.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Konsep FPU sendiri adalah sebuah pasukan dalam ikatan kompi (SSK) yang mempunyai kelebihan di daerah missi, kelebihan tersebut adalah : Rapid Deployment yaitu perpindahan tugas yang cepat dalam mengatasi problem keamanan, artinya siap ditugaskan di daerah missi tertentu secara cepat tergantung ekskalasi keamanan, Riot Control kemampuan pengendalian massa yang tidak dipunyai polisi umum biasa, Urban War yaitu teknik dan taktik pertempuran kota, Freed Hostages pembebasan sandera, dan kemapuan mengatasi High Intense Criminal yaitu kriminalitas tingkat tinggi yang menggunakan Heavy Weapon/arms, jadi sudah tergambar bahwa kepolisian Indonesia yang mempunyai kemampuan ini adalah Brigade Mobil. Sedangkan pasukan pendukung FPU yang akan turut serta nanti juga orang – orang terbaik dari bagiannya masing – masing, untuk dokter yang berangkat adalah seorang ahli bedah, dari komlek seorang perwira adalah seorang ahli komunikasi lulusan ITB, untuk logistik dipersiapkan seorang ahli mekanik yang terbaik.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jadi permasalahan personal apakah ada masalah ? Menurut saya kemampuan Kepolisian kita malah Over Qualified bisa diadu dengan FPU dari negara lain seperti dari Bangladesh dan Nepal yang sudah berada di Darfur, mereka kebanyakan berasal dari polisi Samapta. Tidak seperti pasukan Brimob kita calon FPU yang terbiasa bertugas di daerah Konflik di seluruh Indonesia (saya juga mendengar calon FPU adalah anggota terbaik di resimennya).
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Problem yang tergambar jelas pasti masalah Logistik, ya memang…….. karena untuk pasukan FPU yang berangkat sekarang ini seluruh peralatan pendukung baik untuk personal maupun pasukan harus dipersiapkan sendiri artinya menganut prinsip Self Sustaintment, pemerintah melalui Mabes Polri harus menyiapkan segala perlengkapan sampai ke Mission Area kemudian ada penilai dari PBB yang menilai peralatan itu untuk diadakan pergantian pembiayaan atau Reimbusment, permasalahannya bagi Polri hal pemberangkatan pasukan dengan metoda Self Sustaiment adalah hal yang baru, selain perlengkapan untuk personal dan pasukan, juga harus dipersiapkan akomodasi untuk pasukan sebelum UN mendirikan tempat permanen Hard Wall untuk pasukan……. (kira – kira 6 bulan setelah ditempatkan atau bisa lebih…….), jadi sementara belum permanen harus didirikan tenda…. tetapi believe me ngga akan kuat lah tinggal di tenda di Darfur dengan average temperatur 45 – 50 derajat Celcius di siang hari, dan 5 – 10 derajat Celcius di malam hari, jadi walaupun memakai tenda….. tetap juga harus memakai Air Conditioner, juga harus ada fasilitas MCK yang baik, Dapur yang baik, Ruang Rekreasi, ruang pertemuan dll….. tentunya dengan prinsip : Senyaman – nyamannya buat prajurit.. Pada waktu survey kemarin, Komandan kontingen mengusulkan kepada Mabes Polri untuk kalau bisa langsung memakai internasional kontraktor di sana untuk membangun fasilitas akomodasi, dengan tujuan tidak usah memakai tenda …. langsung akomodasi Hard Wall tapi terbentur dengan peraturan kontrak di negara kita.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Masalah kendaraan pasukan di Mission Area juga harus diperhatikan, tidak sembarang kendaraan bisa di bawa….. tapi harus masuk ke dalam Spefikasi Teknis (Spek Tek) UN, artinya kendaraan tersebut harus cocok dalam penugasan di Darfur yang sebagian besar daerah gurun pasir dan gunung berbatu….. namun banjir di musim hujan….. yang jelas setiap kendaraan harus 4X4 dengan ban Dessert , keperluan kendaraan tersebut antara lain untuk : Pengangkut pasukan (truk), Patroli (light truck), Mobil Komandan (jeep), Armored Personal Carrier (APC) khusus untuk daerah gurun, mobil tangki pengangkut bahan bakar, mobil tangki pengangkut air bersih, truk bengkel (Recovery Truck), Alat berat loader, jadi tahukah rekan – rekan dalam kesepakatan dalam survey UN menyanggupi total 53 (lima puluh tiga) kendaraaan….. tapi seperti saya sebutkan harus ditalangi dulu pembiayaan kendaraan tersebut oleh pemerintah.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Untuk Perlengkapan pribadi juga harus diperhatikan….. yang jelas persenjataan yang menjadi standar PBB yang tahan akan cuaca panas (belum ditentukan sih…. tapi saya dengar-dengar diupayakan menggunakan Styer cal 5,56 untuk setiap anggota, dan tambahan pistol glock cal 45 untuk para komandannya), demikian juga Body Armoured harus yang level 4, yang minimal menahan peluru cal 7,76 (peluru dari senjata yang paling banyak digunakan baik GOS maupun Pemberontak…… the amazing great weapon all the time AK – 47)
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Untuk sarana kesehatan juga harus dipersiapkan minimal Hospital level 2 artinya bisa untuk digunakan untuk Light Surgery…. artinya bisa melakukan operasi luka tembak, atau operasi penyelamatan nyawa sementara, sebelum datang Air Support.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Akhir kata ….. rekan – rekan FPU’ers pasti bisa membayangkan berapa biaya pengadaan seluruh peralatan ini…….( jangan kaget kalau saya pernah dengar sekitar 350 Milyar Rupiah), inilah yang sedang diperjuangkan oleh para pimpinan kita di Mabes Polri … memang meloloskan anggaran untuk FPU (yang sangat besar) di akhir tahun anggaran adalah hal yang bisa dikatakan mustahil….. Jadi saya berharap kita semua bisa mengerti kenapa perjalanan kita agak tersendat ….. Ok ?
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Jangan kecewa dulu rekan – rekan ….. tetap semangat …..

22 Komentar

Filed under Darfur, FPU, IDP, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID