Tentara Anak (Children Soldier)

child soldier SudanBagi FPU’ers inilah hal yang paling memusingkan dan paling berbahaya apabila anda ditugaskan di Darfur, Sudan…. Anda harus berhadapan dengan milisi bersenjata dan mereka adalah ANAK – ANAK… faksi – faksi pemberontak di Darfur : SPLA (Sudan People Liberation Army), JEM (Justice Equal Movement), bahkan kontra mereka faksi JANJAWEED dan faksi lainnya menggunakan anak – anak (artinya seseorang dibawah 17 tahun..) sebagai mesin perang mereka. Banyak keuntungan yang didapat kalau menggunakan tentara anak : Yang paling dirasa manfaatnya adalah….. mereka belum dapat berpikir secara logik alias NEKAD… mereka selalu ditempatkan di garis terdepan dalam penyerangan atau jadi TAMENG HIDUP …, kemudian mereka belum terlalu memikirkan kesejahteraan (GAJI, TUNJANGAN) yang penting perut mereka terisi saja…

Cara rekruitment mereka : TIDAK ADA…… mereka diculik dari orang tuanya di IDP (Internal Displaced Person) Camp dari orang tuanya… dibawa ke hutan – hutan… dilatih secara brutal (yang tidak bisa survive selesai… karena mereka kadangkala diadu sesama sampai mati..), dilatih persenjataan dan akhirnya menjadi seorang tentara anak yang brutal dan ganas……

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Khususnya masalah konflik di Darfur, perlu di ingat permasalahanya sudah sangat kompleks… tidak jelas lagi siapa kawan dan siapa lawan…. kalau kita lihat peristiwa bulan lalu di HESKENITA, NYALA (tempat dimana FPU Indonesia akan ditempatkan..) pada waktu sore hari (menjelang buka puasa) diseranglah Site Camp Pasukan Perdamaian Uni Afrika (AMIS = African Mission In Sudan) yang ditempati 150 orang tentara dan civil AMIS oleh kurang lebih 1000 orang pemberontak yang menggunakan tentara anak… terjadilah pembantaian yang memakan korban 10 orang tentara AMIS dan hilang 50 orang lainnya…… pasukan pemberontak membawa apa saja yang dapat mereka bawa : Air, Makanan, Kendaraan, Senjata, Pakaian, Sepatu bahkan tenda tempat mereka tinggal….. Secara logika orang normal kita berpikir, dengan adanya Pasukan Perdamaian mustinya penduduk merasa terlindungi, dan sudah jelas Pasukan Perdamaian tidak mempunyai Mandat untuk menyerang pihak pemberontak…. namun apa yang terjadi…??? ngga heran kalau dosen saya di Coespu bilang : THIS IS THE CRAZIEST WAR EVER HAPPEN (IN SUDAN….)

children soldier in action

Ok FPU’ers bukannya saya menakut – nakuti… tapi itulah kenyataan yang akan kita hadapi…. tetap semangat yaaa !

21 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID

21 responses to “Tentara Anak (Children Soldier)

  1. ronaldo

    jgn takut bos,sesuai Konvensi Jenewa, anak2 yang membawa senjata juga sdh dikatakan combatant, jadi tembak aja, yg penting disini siapkan mental anda untuk membunuh anak2, salah mereka sendiri, karena merekalah yg membuang atribut2 mereka sebagai anak2 yg harusnya dilindungi,yg susahnya kalo kita sdh mau nembak anak2 ternyata teringat anak kita di rumah, nah lho itu tuh yg kudu disiapken, jgn sampai kontingen indo pulang2 kudu dirawat di cilendek dulu utk memulihkan staminanya

  2. @ronaldo: anda betul bung…, kalau sudah dalam situasi gini prinsipnya : TO KILL OR TO BE KILLED … jangan konyol lah…… bagaimana tanggapan rekan – rekan brimob ????

  3. …Jadi tembak aja,yg penting disini siapkan mental anda untuk membunuh anak2..(ronaldo)

    Wah…serem eui!. beruntung saya jadi sipil jadi ngga bakal terjebak dalam kondisi ekstrim tersebut.

    Waduh..kok saya tetap ngga setuju ya, tapi ngga tahu lah dilapangan kondisi pasti berbeda. Saya pernah nonton filem Black Diamonds, persis, banyak tentara anak, diculik dan “dipaksa” jadi tentara. Namanya anak-anak, ya akhirnya menurut saja. Menurut saya kedaan sekarang ini ini adalah bentuk kekejaman yang paling buruk oleh manusia (orang dewasa) terhadap anak.

    Buat bung Rere, mungkin kalau masih ada kesempatan jangan bunuh anak-anak itu, kalau terpaksa sekali ya minimal tembak bagian yang tidak mematikan (wah kok saya bisa bersikap begini ya, aneh, pasti sudah terinspirasi kondisi buruk Darfur), seperti di acara BUSER ituloh.

    Mereka cuma anak-anak…korban.

    Selamat Bertugas.

  4. @andri : terima kasih masukannya…. saya sendiri belum berani membayangkan…… (seandainya FPU Indonesia jadi diberangkatkan)… tapi kalau sudah dalam “the real war” mana sempet lagi mas kita pilih – pilih laras senapan ini mau di arahkan kemana…. sesuai mandat FPU adalah “force protection” buat seluruh pegawai UN dan assetnya, menjaga keamanan di IDP camp……..dan semua itu setelah JIWA kita sendiri AMAN…. betul ngga mas ?

  5. ronaldo

    saya setuju sekali dengan mas andri, sy menanggapi tulisan bung rere yg seolah2 mencari legalitas kita untuk berhadapan debgan anak2, sejauh bisa dihindari ya harus kita hindari, apalagi kita toh juga punya anak di rumah, btw in the real situation till we got shot, wah lebih parah lagi kalo gitu, anak2 kita jg nunggu di rumahkan??? tapi saya salut jg dengan mas andri yg faham tentang situasi in the middle of real war, bravo

  6. Met Pagi pak Wadan Kontingen

    Bentar lagi Ya kita bertemu manusia yang memang secara kultur dan sosiologi memang berbeda.
    Menurut saya walau kita anggota Brimob Satuan Pelopor yang memang bertugas khusus untuk hal2 combatan seperti ini namun kita adalah Polisi
    dan sudah diketahui dunia kalau Polisi indonesia memang “better” dia asia (ngga “the best” karna di negara sendiri masih dirating no. 2 lembaga ter****p)
    Polisi memeliki tugas yang lebih penting daripada “kill or be killed”, ini perang mereka jangan sampai kita ikut berperang, ini misi perdamaian dan kita harus sadar walau bagaimanapun aksi kita disana DARFUR TIDAK AKAN SELESAI DALAM SATU TAHUN (fpu indonesia akan tugas 1 tahun disana).
    Menurut saya tentara AU di Nyala yang diserang milisi itu Egois (mikirnya kaya penjaga gawang) mereka 4 tahun disana (dari awal ngga pernah ada diserang karna itu mereka nunggu aja) dan situasi bukan malah bertambah baik, klo bisa diserang oleh milisi lokal kemana memang sosialisasinya kok milisi ribuan nyerang Base, ratusan anggota AU tidak ada yang mudeng mana intelligent Army nya dan bagi yang hilang mungkin memang sebagian disersi (takut kali).
    Saya hanya memohon bagi FPU TEAM kalo kita memang di distrik Nyala maka kita harus seperti pemain gelandang (jemput bola) adakan pendekatan dan pertukaran Sosial, budaya serta Wawasan (bagi2 rokok mungkin) disamping strategi Teretorial.
    Tetap jalin sosialisasi masyarakat demi keamanan FPU namun tidak boleh percaya pada manusia lokal karna kita hanya bersifat sementara, percayalah pada niat, keyakinan dan sikap prilaku karna siapa menanam dia yang akan menuai hasilnya.

    BRIGADE………

  7. Boss,

    Apart from the guts you may have all this time, it may be crucial for each one of the team that later perhaps hit the ground to bear in mind that there are rules of engagement.🙂

    I trust that the INDO-FPU at UNAMID will play a great ambassador towards the international community while on duty.

    Cheers from Liberia.

  8. rekan2 smua…, tidak ada maksud sedikitpun untuk melukai apalagi membunuh anak, rekan2 jng salah paham…, di sini yg dimaksud anak adalah tentara anak, dia dilatih militer di doktrin radikal dan di persenjatai, klo mereka bertemu kita teruz dia berkata ” assalamuallaikum kai fal hal ” pasti kita akan tersenyum dan kita akan bilang ” biqoir walhamdulillah “…., but klo dia ketemu kita teruz dia mengarahkan laras AK yg serem itu ke arah kita dan dia mulai menekan treger… haiii haii apa yg anda lakukan… apakah anda akan diam aja sampai AK itu berbunyi jedoor.. dan anak itu bilang ” ilal liqo.. ataukah anda akan menghindar sprt film MATRIX…. yg bisa menghentikan pelor…, silahkan rekan2 jawab sendiri.., PEACE KEEPING OPERATION adalah komitmen kita.., tapi yg lebih penting adalah keselamatan kita coz keluarga kita menunggu di rumah.., buat komandan kita pak Reinhard apapun keputusan komandan dilapangan nanti kami akan mendukung sepenuhnya.. brigade

  9. Saya jadi bertanya, apa peranan unicef dalam hal ini? Dan negara sekaliber amerika yang selalu memberantas teroris bukannya korupsi kenapa tidak ikutan memberantas hal seperti ini.

    Tameng hidup?? Wah gila bener!!!

  10. erwin

    Buat bang gaol, sukses selalu yang penting tetap “BEEEEEEE”
    Satu lagi bang masalah anak2 bersenjata selama senjatanya mainan ya kita perlakukan sebagai anak2 , tapi kalo senjata AK 47 ada yg munisinya air ndak bang????
    Hehehehe

  11. @erwin : yaaaa kita hajar saja daripada membahayakan kita “directives use of force” kan bilang selama dalam “self defence” ya terpaksa di tembak aja, .. kecuali kalau senjatanya pistol air he he

  12. yuniar aristia

    sebenarnya eksistensi child soldiers itu tergantung sama kondisi negaranya. terkadang, bukan negara tidak ingin mematuhi hukum atau perjanjian yang telah diepakati bersama. tetapi, ada beberapa hal di mana negara tidak mampu untuk menjamin keamanan serta memberikan implementasi hukum yang efektif ( lih konsep fragile states). kurangnya kapabilitas negara pada akhirnya tidak mampu menjamin implementasi secara utuh. seperti kurangnya kapasitas institusi dll. seperti dicontohkan di wilayah Africa, banyak anak-anak yang tidak punya akte kelahiran, karena di sana ada masalah dengan registration birth. sehinngga banyak anak yang mengganti usia untuk jadi volunteer, atau terjadi kebingungan lainnya yang dialami angkatan bersenjata terkait hal tersebut.
    sebenarnya jangankan di Africa atau di negara lain. di Indonesia juga ada. karena GAM juga pake. dan kita harus ingat-ingat kembali. hukum internasional tidak mengikat pemberontak….^_^

    @ yuniar aristia : memang masalahnya belum ada sepanjang ngga “menyerang” kita… kalau sudah menyerang dan bersenjata pula…. apa kita mau konyol ? hehehe

  13. yuniar aristia

    you are realist, and I liberal..

  14. yuniar aristia

    bapak mau bertugas ke Sudan ya,,,selamat ya n good luck…I ever dreamed that oneday I stand in Africa land

    @ Yuniar : bisa mba, banyak lowongan di missi PBB, bisa di lihat di http://unv.org …. thanks

  15. ronald

    dalam suatu kondisi dimana negara telah tidak bisa berfungsi untuk menjalankan roda pemerintahannya, hal2 tsb sangat lumrah terjadi dan dijumpai dimanapun, hal tsb adalah suatu kondisi Keterpaksaan, kalau kita mengingat kembali ke masa lampau di saat negeri kita sedang berjuang, kita temukan seorang Jendral Soedirman (jendral berbintang 5) yang mengakhiri hidupnya di usia ke 25, it means sudah pastilah Soedirman telah berjuang sejak masa kanak-kanak, meskipun saat itu belum diatur Konvensi Geneve. Jadi anak-anak itu setelah mereka tentukan hidupnya untuk berjuang dengan senjata, sudah tidak dapat dikatakan sebagai anak2 dan Konvensi Geneve pun mengatur untuk dapat diserang bagi anak2 yang memanggul senjata, yang sulitnya apabila anak2 tersebut dijadikan tameng bagi kaum pberontak. Saya rasa hal ini sama halnya terhadap anak2 yang telah berani mgambil kputusan untuk menikah, maka saat itu juga predikat sebagai anak dihapuskan dari dalam dirinya karena rasio Anak saat ini hanya dapat terukur dari usia. Sering kita dapati anak2 jaman sekarang telah dapat berpikir selayaknya orang dewasa. Jadi menurut saya apbl mas Rere menemukan anak2 bersenjata yang dapat membahayakan maka dapat segera diambil TINDAKAN KERAS!!!!!!!!!!

    @ ronald : yang pertama kali harus diperhatikan adalah keselamatan diri, baru memikirkan yang lainnya …. anggota FPU harus mematuhi ROE (Rule Of Engagement) atau “aturan main” yang mengatur Cara Bertindak anggota FPU, dikatakan bahwa penggunaan senjata adalah untuk membela diri dan dalam keadaan terukur, apabila dianggap membahayakan jiwa dan keselamatan kita berhak untuk membalas tembakan, dan bukan untuk melumpuhkan tapi mematikan…..

  16. Benar Bung Rere. Anak-anak yang sudah memegang senjata dan menembakkannya, sudah tidak bisa dianggap anak-anak lagi. Mereka sudah combatan. Kecuali mereka baru menggertak tanpa mengeluarkan sebutir peluru pun.

    Yang penting mental Polisi kita yang jangan terganggu sehabis bertugas di Darfur.

    @ aaawaaan : Terima kasih mas, kita sudah dilengkapai oleh “rule of engagement” dalam bertindak oleh UN, mudah 2x itu selalu kita pedomani, walau kenyataan dilapangan sering berbeda………

  17. Dear Reinhard,
    Saya Niar yang beberapa bulan lalu sempat menanyakan tentang cara untuk menjadi anggota UNV. Saya sudah membuka situs UNV dan membaca persyaratan untuk dapat menjadi anggota dan bekerja. Tetapi di sana ditulis bahwa anggota setidaknya harus berusia 25 tahun dan mempunyai pengalaman 1 tahun. Sedangkan saya masih berusia 22 tahun dan baru lulus kuliah.
    Jadi yang ingin saya tanyakan apakah memang benar seperti itu?, lalu apakah di UNV kita mendapatkan upah dalam artian mungkin mendapatkan biaya akomodasi atau biaya selama hidup di sana? dan berapa lama kira-kira waktu yang kita butuhkan untuk menjadi volunteer?
    terima kasih banyak mas Reinhard, saya tunggu untuk jawabannya, karena saya sangat berminat untuk mengikuti program UNV.
    Regard

    @ Niar : Sepertinya peraturan umur itu strict sekali jadi memang umur sekian mungkin dianggap sudah matang menghadapi “hostile area”….. yes, UNV dapat tunjangan juga… lumayan juga kok berkisar 2000 usd/month……….setahu saya volunteer adalah one step to be “international staff PBB” dan bisa lama karena missi di dunia setahu saya rata2x lebih dari 5 tahun……..

  18. miena

    kalo ttg tentara anak di sierra leone bagaimana pak?

  19. miena

    klo tetang tentara anak di sierra leone gmana pak?

  20. hangoverkids

    Daripada tentaranya lanjut usia..udah g tega..bakal kualat juga tuh yg ngebunuh..he2..

  21. kiki

    wah setelah saya baca sepertinya saya tertarik untuk membuat judul skripsi terkait masalah tentara anak…..
    kira2 judul yang sebaiknya sy buat kira2 apa ya?!
    terkait dengan isu konflik, soalnya sy jurusan H.internasional…..
    thank”s…………………..

    @kiki: memang menarik sekali, cuma penelitiannya hanya bisa penelitian pustaka, karena tidak ada di indonesia …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s