PERSENJATAAN FPU INDONESIA DALAM MISI PBB DI UNAMID

6 02 2008
Steyr AUG A3

Steyr AUG A3

Persenjataan adalah hal yang paling penting dan mutlak dalam suatu misi/penugasan, khususnya dalam misi PBB yang bersenjata seperti dalam missi FPU Indonesia ke UNAMID…. persenjataan tersebut harus mengalami berbagai macam uji coba apakah sesuai dengan daerah penugasan, dari berbagai macam jenis yang telah di ujicoba Mabes Polri terpilihlah senjata STEYR AUG A3, senjata ini dipandang sangat cocok dalam daerah penugasan nantinya, alasannya : Jenisnya mudah digunakan, tahan cuaca (khususnya daerah panas seperti di Darfur), dan sudah terbukti tangguh dalam setiap penugasan.

Steyr AUG adalah rangkaian senapan yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 oleh perusahaan senjata Austria Steyr Mannlicher. AUG adalah singkatan dari Armee Universal Gewehr, yang berarti “Senapan Tentara Universal”. Nama Steyr AUG sendiri lebih sering digunakan untuk menyebut versi yang spesifik, yaitu varian senapan serbu bullpup kaliber 5.56 mm NATO, dengan warna hijau dan teleskop yang terintegrasi. Senapan ini sebenarnya telah memiliki banyak varian, mulai dari senapan submesin, senapan penembak jitu, sampai senapan mesin ringan. Senapan ini telah diadopsi menjadi senapan utama angkatan bersenjata Austria, Australia, Selandia Baru, Luxembourg, Irlandia, dan juga sempat dipakai oleh Malaysia. Satuan Polisi Khusus Indonesia yaitu Gegana Brimob Polri dan Detasemen 88  juga menggunakan Steyr AUG.

Steyr AUG A3

Bagaimana kemampuan AUG ?…… AUG adalah salah satu senapan pertama yang menggunalan desain bullpup, yang membuatnya 25% lebih pendek dari senapan lain yang panjang larasnya sama, tanpa mengorbankan performa dan akurasi. Sebagian besar varian AUG dilengkapi dengan bidikan teleskopik 1.5x yang terintegrasi. AUG dianggap memiliki desain ergonomis yang modern. Fitur lain misalnya kemampuan dipakai oleh penembak tangan kanan maupun kidal, dan pengunaan bahan-bahan plastik transparan.
Steyr AUG A2, laras 407 mm.

Laras Steyr AUG bisa ditukar-tukar dengan mudah, misalnya ke laras karabin atau ke laras lebih panjang. Bahkan AUG memiliki perangkat modifikasi yang bisa merubahnya menjadi senapan submesin. Varian lain, seperti varian senapan mesin ringan yang memiliki laras lebih berat, tak bisa dimodifikasi dan sudah diatur dari pabrik.

Steyr AUG 9 mm.

Berikut ini berbagai varian dari Steyr :

* Steyr AUG A1 — Versi standar yang diperkenalkan pada tahun 1977. Awalnya hanya berwarna hijau dengan laras 20 inci.
* Steyr AUG A2 — Serupa dengan A2, tetapi alat bidiknya bisa dicopot dan diganti dengan picatinny rail.
* Steyr AUG A3 — Sudah banyak dimodifikasi. Memiliki picatinny rail yang terintegrasi pada bagian atas dan samping. Menggunakan peluru 6.8 mm Remington SPC.
* Steyr AUG P— AUG A1 dengan laras lebih pendek.
* Steyr AUG P Special receiver— AUG P dengan picatinny rail.
* Steyr AUG 9 mm (AUG SMG/AUG Para)— AUG yang dimodifikasi untuk menggunakan peluru 9 x 19 mm.
* Steyr AUG M203 — AUG dimodifikasi untuk menggunakan pelontar granat M203.
* Steyr AUG LSW (Light Support Weapon) — AUG sebagai senjata pendukung ringan.
* Steyr AUG HBAR (Heavy-Barreled Automatic Rifle) — AUG dengan laras lebih panjang dan berat, bolt tertutup, sebagai senapan mesin ringan.
* Steyr AUG LMG (Light Machine Gun)— Berdasarkan AUG HBAR, tapi dengan bolt terbuka, dan alat bidik 4X bukan 1,5x seperti AUG biasa.
* Steyr AUG LMG–T— Sama dengan LMG, tapi dengan picatinny rail.
* Steyr AUG HBAR–T— Senapan penembak jitu berdasarkan HBAR.
* Steyr AUG Z— AUG A2 versi semi-otomatis untuk pasar sipil.
* Steyr USR— AUG A2 yang disesuaikan untuk pasar sipil Amerika Serikat.
* F88 Austeyr — AUG yang dimodifikasi untuk Australia.

Steyr AUG

Steyr AUG A1
Tipe Senapan serbu
Negara asal Austria
Sejarah pemakaian
Digunakan 1978–sekarang
Pemakai Austria, Australia, Timor Timur,
Irlandia, Indonesia, Luxembourg,
Malaysia, Oman, Pakistan, Filipina,
Selandia Baru, Arab Saudi, Tunisia,
Amerika Serikat, Inggris
Perang Timor Timur, Afghanistan, Irak
Sejarah produksi
Tahun 1977
Produsen Steyr Mannlicher
Diproduksi 1978—
Varian Lihat Varian
Spesifikasi
Berat 3,6 kg (kosong)
Panjang 790 mm
Panjang laras 508 mm

Peluru 5.56 x 45 mm NATO,
9 x 19 mm (AUG SMG)
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Kec. tembak 650 butir/menit
Kec. peluru 992 m/s
Jarak efektif 450–500 m
Pengisian Magazen 30 atau 42-butir

Sumber : pribadi dan wikipedia


Tindakan

Information

25 tanggapan

18 02 2008
mardiaz

wuih keren amat bg varian barunya, emang bakal pake ini bg ato tetap pake yg varian lamanya? Gitu dong biar indonesia keliatan keren, masak ama tentara timor leste aja kalah keren? Btw sy liat waktu cek pre deployment koq mobil taktisnya pake kijang sich bg, jgn2 kijang bb pula,hehe. Gmana mo ngejer milisi yang pake double cabin bg ?

@ mardiaz : yang kita gunakan varian terbaru Styer AUG A3 yang gambarnya ada diatas ….. dalamnya sih hampir sama, namaun berbeda pada teleskopnya, di A1 teleskopnya dimatikan, kalau A3 bisa dibuka – lepas, untuk mobil kijang dalam foto tidak termasuk dalam kendaraan dalam missi karena itu adalah kendaraan Provoost Mako Korps brimob hehehe……

27 02 2008
mardiaz

waduh gagah juga dong bang ya, emang kalo indonesia misi keluar negeri dak pernah mau kalah, too bbgt banget deh bang, walaupun anggarannya caplok sana sini, kalo kato wong plembang, SEGEKNYO BE, hehehe

@ mardiaz : yaah begitulah pak mardiaz, yang bisa kita berikan kepada bangsa tercinta ini…..

2 04 2008
Bluerider6089

Mas rere, …apa semua personil di bekalin Styer Aug A3?
Apa tidak ada yg memakai AK-101, 102..mengingat yg bakalan di hadapi adalah Rebel dari negara ke 3 yg nekat. Rata2 mereka memakai Ak-47.

Terus, apa tidak sebaiknya memakai beberapa SS2 Ver 2-4 buatan Pindad, mengingat performa senjata nya lumayan, sekaligus sebagai Alat Promo bahwa senjata buatan Indonesia jg bisa go International.

@ Bluerider6089 : Waduh….. kebijakan pemilihan senjata FPU Indonesia dengan memakai Styer Aug A3 adalah ingkat “high level” apalah saya mas ? Memang 140 orang anggota FPU Indonesia yang berangkat menggunakan senjata ini, mungkin karena pertimbangan “kebiasaan” saja…. karena sebagian besar anggota Brimob yang merupakan anggota FPU Indonesia… telah terbiasa mengunakan senjata ini….., memang sih dari jenis kaliber Styer Aug A3 yang 5,56 masih kalah besar dengan senjata kelompok bersenjata di Darfur yang menggunakan AK 47 (cal 7,62)…. btw thanks atas comment nya…..

5 04 2008
cahyana putra

mas apa bener senjata styer ini dulunya milik kopasus trus di pindah kan ke polri?? tks

@ cahyana putra : saya sudah pernah dengar “rumor” seperti itu juga mas… tapi saya tidak tahu benar atau tidaknya… Trims

16 04 2008
Charly Silaban

Bah… ini senjata favoritku kalo melibas teroris di Counter Strike. Btw, salam kenal lae.. Ada juga Polisi yang mantap kayak lae..
Pandanganku hampir sama kayak lae Robert Manurung.. Baru kali ini liat polisi yang mantap.. Ngga gaptek lagi hehehe… Selamat Bertugas lae ke Darfur nanti.. Horas..

@ Charly Silaban : HAHAHAHA…. lae bisa aja….. yaaa lain lah kalau menembak di CS, soalnya nyawa kita bisa beratus – ratus banyaknya………. anyway, terima kasih sudah berkunjung lae…

1 05 2008
PERSENJATAAN FPU : PISTOL GLOCK « Polisi oh Polisi

[...] pernah membahas persenjataan FPU untuk perorangan yaitu Styer AUG A3.. sekarang saya membahas kembali persenjataan untuk anggota FPU khusus untuk perwira, yaitu pistol [...]

17 05 2008
POLICE

Bwt cahyana putra….!
Yg bener itu sebaliknya dr yg anda dgr…..
Why…? Steyr masukindonesia pas akhir 90-an… so, wkt itu kita msh dibwh ABRI.
Ga mgkn anak tiri ABRI malah dikasi senjata bgs kan…????
hehe…

9 07 2008
mBe

Sayang yahhh POLRI tdk mendukung pengadaan persenjataan dr dlm negeri…TNI aja bawa SS1 utk bertugas di luar negeri..

@ mbe : ini masalah kebiasaan saja rupanya, brimob yang berangkat adalah dari resimen mabes, mereka terbiasa styer dan AK 101, jadi keputusan dari logistik dan Kor Brimob adalah menggunakan Styer AUG 3, karena semua juga pengadaan baru.

9 07 2008
wa2n

Senang rasanya kalo Polisi bawanya SS1 atau SS2 Pak. :D
Kalo perlu dibikin kualitas spesial asal masih SS. Pindad gitu loh. Siapa yang dukung kalo bukan kita sebagai anak bangsa.

@ aaawaan : Memang begitu seharusnya, namun faktor kebiasaan saja, Brimob resimen Mabes tidak biasa memakai SS1 maupun SS2. Terima kasih…………

5 09 2008
Andrew

Wahhh… sudah saatnya Brimob dalam hal ini Pelopor atau Gegana memakai senjata tempur yang bagus. jangan sekali2 Pakai senjata yang yang sering ngadat atau dipakai buat nembak Kecoa dari jarak 2 meter aja meleset ha ha….!

Pengadaan Steyer pada saat Polri masih bergabung dengan ABri adalah 1.000 pucuk untuk tetapi yang sampe ke Gegana cuma 400 pucuk.

semua pemesanan senjata lewat Hankam pada memakai alasan untuk keamanan dalam negeri tentunya dalam hal ini adalah POlri tetapi begitu sampai disini tidak pernah sampai ke Polri.

Tidak hanya styer tetapi juga Bren Ceko pada saat itu yang sudah ada lambang Tribrata.

Selamat Brtugas disana semoga Tuhan menyertai kalian.

@ Andrew : benar waktu itu jenis yang keluar adalah Styer AUG A1, sekarang kita pakai varian yang terbaru Styer AUG A3, memang semenjak keluar dari TNI pengadaan Alutsista Polri jadi lebih terarah, terima kasih atas doanya………. GBU too

9 09 2008
dias

nggak semuanya polisi seperti yg anda lihat seperti di jalan2, kita jg punya pasukan elit, perlenkapan, senjata dan rantis yg modern, nggak percaya ? datang saja ke mako korps brimob klp dua, betul kan ndan ? sy bangga bisa bergabung dlm FPU. bravo indonesian police goes international to sudan.

@ dias : kalau saya sih percaya banget ;) makanya bagi yang belum perdaya bisa dateng ke kelapa dua, biar liat sendiri :mrgreen:

10 09 2008
Rudi

Saya setuju dengan Bung Andre utk persenjataan Polisi dalam hal ini Brimob kita memang harus up date. tapi disini saya harap Brimob jangan menggunakan senjata genggam jenis revolver lagi karena gak sesuai dengan standard pasukan khusus internasional.

dalam PAM sehari hari Brimob masih menyandang Pistol cowboy itu.

@ Rudi : brimob di makokorps brimob rata – rata sudah menggunakan pistol dan kebanyakan jenis sixhouer dan glock, yang masih rata – rata menggunakan pistol koboy adalah brimob daerah…….

23 09 2008
polreskuningan

kewwweeeeeeeeeeeeeennn
kami dukung FPU
http://www.polreskuningan.co.nr

@ Echa : bagus juga websitenya, dasarnya pake WP yang gampang mengoperasikannya, semangat terus deh admin Polres Kuningan, nanti kalau udah agak “berani” baru pake Joomla CMS. Selamat berkarya…..

23 09 2008
dias

salam super komandan !!! ijin ndan kapan kita berangkat menyusul komandan ? ijin jg ndan kalo berkenan mohon saran utk blog saya di buddydias.wordpress.com
kita selalu mendoakan komandan dan rekan2 yg disana, tunggu kita ndan, perjuangan msh panjang. bravo FPU !!!

@dias: Sudah bagus blognya brother, yang penting terus di update, jangan sekali ditulis langsung kabur :mrgreen: memang pembaca blog akan terus bertambah seiring dengan aktifnya kita menulis, dan jangan lupa terus blogwalking, kenalan dengan blogger lain (tinggalkan comment), ini tips saya………. thanks

22 12 2008
budiono hendrik

masih bagus ss buatan pindad

@budiono hendrik : Masalah bagusnya sih relatif, tapi yang lebih penting faktor kebiasaan… anggota FPU yang kebanyakan dari Brimob lebih terbiasa menggunakan senjata ini

23 01 2009
bambang

Iki lho, pak pulisi sing muuanteb!! cerdas! tidak sombong! nggak gaptek!…salut..salut..salut..

@bambang : waduh stop mas… nanti bisa terbang saya…… hahaha :mrgreen:

8 03 2009
anonimus

senjata jenis ini kalau dipakai oleh polisi atau untuk urban warfare sih masih cocok. Tapi untuk medan tempur kurang cocok deh. Lebih bagus AK atau model konvensional dengan magazen di depan.

@anonimus: Memang dibandingkan AK yang 7,62 MM `senjata kita kurang cocok, karena rangenya kalah… khususnya untuk medan tempur gurun yang jauh…. pertimbangannya karena faktor kebiasaan saja.. anggota FPU berasal dari brimob yang sehari – hari memakai senjata ini…

2 05 2009
tan ni

ya, soal snjata tempur yg di pake buatan lokal atau luar itu bkn msalah,… jk buatan luar negeri ttp jd plihan, itu biar jd koreksi bg industri lokal,… unt. lbh bekerja keras mnghasilkan senjata yg setara dg buatan luar negeri,… jd, bukanlah masalah,… yg terpenting kmampuan dr psukan itu sendiri,..dan mnjunjung tinggi nama baik RI,… krn kalian adalah DUTA bangsa,.. selamat brtugas kawan2 POLRI! ini barulah awal,.. msh bnyak yg perlu dibuktikan,… jaya selalu Indonesia!

2 05 2009
tan ni

btw, klo boleh tanya, brapa jumlah yg POLRI pny STEYR AUG A3…? cm pngn tau apa klo beli senjata dr luar negeri itu pake ada jumlah minimal ato maksimal,… sgala,… semacam kuota gt???? koq, saya pernah tahu jumlah senjata di kesatuan tertentu cuma ratusan tp di kesatuan lain bisa sampai ribuan… ya, saya tau dari majalah aja, tp soal bner tidaknya kurang tau. thanks b4.
Balas

5 05 2009
yogi

kita memang tetap bangsa indonesia yang bangga bila menggunakan produk luar negeri. Hidup Indonesia !!

11 06 2009
alexander

Ndan Saya Polisi dinas di wilayah sebagai penyidik bagaimana mempunyai kesempatan menjadi FPU , muantap buuuuaaaanget guagah……………..

11 06 2009
udin petot

Ndan cita-cita saya menjadi Brimob apalagi FPU kereen bagaimana pindah satuan saya jadi FPU pengen dong mengabdi dI FPU

24 08 2009
yonanza riyawa

yang ingin membeli senjata2 FPU call ke 08122936836 thx

24 08 2009
yonanza riyawa

kepada yang ingin bergabung dengan FPU hub contact person staf UN di indonesia : johan 081225248687, thx

5 10 2009
husni gunawan

salut buat pak reinhard dan korps brimob yg mewakili INDONESIA. kalau kwalitas produksi pindad sudah bagus knpa brimob gak dibiasakan aja pakai buatan pindad pak…pisss cuma masukan aja pak..salam kenal…..

Tinggalkan sebuah tanggapan