BEGINILAH CERITA SEORANG PSIKOPAT, APAKAH ANDA KORBAN BERIKUTNYA ?

31 07 2008

Atas permintaan banyak pembaca blog ini, saya akan mengulang kembali hasil pengalaman saya menghadapi tersangka psikopat, namun saya pikir “tidak fair” kalau hanya berdasarkan pengalaman saya semata, pasti banyak yang berpikiran saya tidak akan secara jernih dan netral menulisnya , dengan itu saya memuat pendapat seorang pakar psikologi SARTONO MUKADIS Psi (Center of behavioral Study) mengenai tersangka psikopat yang pernah saya sidik, Iptu Gribaldi handayani SH, silahkan menyimak dan anda bisa membandingkan dengan tersangka baru Ryan sang Homo Jagal dari Jombang, apakah mirip ? (Ini adalah bahan paparan beliau dari slide powerpointnya)

1.
Kasus GrH
Nama M. Gribaldhy H. Yani SH bin Khairulsyah (GrH)
Pangkat IPTU Polisi
Tgl lahir Medan 20 Juli 1966
Tiga istri dengan 4 anak (3 dari I, 1 dari II)
Pendidikan terakhir S1 Hukum
Pelatihan dari Polisi Dikljur LanIntel Op Mega Mendung 1990

2.
Tersangka pria pewira menengah Polisi non AKPOL, usia 39 tahun, berfisik tinggi besar dan atletis (pemegang sabuk hitam salah satu aliran bela diri), ganteng, sangat percaya diri dan sama sekali tidak terkesan takut, ragu atau tidak tahu apa yang dilakukan.

3.
Bicaranya tegas, terkesan cerdik dan dipikirkan dulu, walau sesekali menjadi emosional tetapi segera mampu menguasai dirinya kembali. Cerita yang dikemukakan dengan pola yang jelas, ia menggabungkan antara fakta, alibi, argumentasi dan khayalan dengan baik, sehingga kalau tidak dilakukan cross check kita akan melihatnya sebagai kebenaran dan kejujuran yang utuh.

4.
Tidak terkesan merengek ataupun menarik belas kasihan baik pada dirinya maupun pada korban. Sama sekali tidak menampakkan rasa sesal, atau bersimpati pada nasib keluarga korban, ataupun merasa dirinya jadi korban dari keadaan di luar dirinya.

5.
Hanya saja ia menyebut seorang tokoh politik (Y) cukup ternama di Jambi yg banyak berjasa dalam karir dan keuangannya. Ia merasa berhutang budi dan tidak bisa menolak apapun permintaannya. Atas desakkan tokoh inilah mengapa ia al. melakukan pembunuhan berangkai ini.

6.
Tetapi sampai catatan ini direkam, polisi tidak berhasil membuktikan adanya keterkaitan yg signifikan. Ada dugaan hubungan mereka fiktif atau pengalihan perhatian polisi.
Setiap kali ia menekankan motivasi itu. Ia marah besar kalau penanya meragukan kebenarannya, karena tidak ada fakta dan motivasi yang menyokong.

*catatan : Ryan pun selalu berdalih bahwa yang melakukan pembunuhan adalah keluarga besarnya karena tidak suka melihat ia menjadi Gay —-> selalu ada tokoh “fiktif” yang dihadirkan oleh tersangka psikopat*

7.
Karirnya baik, walau tidak luar biasa tetapi setidaknya sama atau di atas rata-rata sejawatnya. Ia memperoleh banyak kepercayaan dari atasan. Sebab itu ketika pertama kali polisi resort Sekayu – tempat mayat terakhir ditemukan di daerah Musi Banyuasin (Muba) – dan mengindikasikan tersangka, beberapa atasan di Jambi menyangsikan.

*catatan : inilah suatu ciri khas dari tersangka psikopat, Ryan juga dikenal sebagai guru mengaji di lingkungan tempat tinggalnya—-> seorang psikopat mempunyai kehidupan yang sangat Kontras*

8.
Masuk Dinas Kepolisian Polda Sumut 1986
·         SatIntelPamsan Poltabes Medan 87
·         Unit Opsnal Polda Sumut 91
·         Ba Lantas Potares Tapanuli Sumut 93
·         Ba Polres Deli Serdang Sumut 96
·         Stupa Reg Polri XV Sukabumi 97
·         Pama Polda Jambi 98
·         Pamapta I Polres Kerinci 98
·         Kaur Bin Ops Sabhara Polres Kerinci 99
·         Kasat Sabhara Polres Kerinci 99
·         Kaur Min Diskum Polda Jambi 2001
·         Parik Ir Loda Jambi 02
·         Ka Stawal Polda Jambi 02
·         Kasubbag Sospol Polda Jambi 03
·         Kaur Mintu Biro Mitra Polda Jambi 03
·         Kaur Jian Info Krim Polda Jambi 04

9.
Rangkaian pembunuhan sendiri berjangka cukup panjang, korban pertama yang diakuinya diawali tahun 98, dan terakhir tahun 2004 (6 tahun). Jadi pada rentang waktu dimana ia berkarir aktif bahkan di bagian kriminal /penyidikan.
(Pada beberapa kasus, walau tidak langsung terlibat, ia turut serta dalam diskusi. Kerap ia menunjukkan ‘kemarahannya atas kebiadaban pembunuh’ ketika melihat foto foto TKP).

10.
Korbannya laki dan perempuan, tua maupun setengah baya, seolah tanpa pola tetap. Tersebar dari Jambi, Sumut, Riau, Sumsel sampai menurut kabar dan masih disidik, ada juga di Batam. Jumlah resmi yang berhasil diidentifikasi atau ditemukan mayatnya enam orang, tetapi diduga lebih dari itu.

*catatan: ini juga terjadi dengan Ryan, walaupun ada korban sesama gay tapi ada juga  non gay serta seorang anak dan ibunya*

11.
Data Korban:
Gusmiarni, Ibu RT, ditemukan 2002 , TKP ds Kubu Rokan Riau, MO ditembak dan ditusuk
Yeni Parida, swasta ditemukan 2002, TKP Jl raya Riau – Medan 2001,MO ditembak
Muhammad Ali als Mamad, sopir 35th TKP Riau, MO ditembak
Nurmata Lili als Marta swasta, TKP Lintas Timur km 80-81 th 2003, MO ditembak
Rusdin Sidauruk, sopir rental , TKP Pekan Baru 1998, ditembak
Ngadimin, 50 th swasta TKP Sungai Liat MUBA 2004, ditembak lalu dibakar.

*catatan : untuk melihat fotonya bisa dilihat disini http://reinhardjambi.wordpress.com/2007/11/06/korban-polisi-pembunuh/*

12.
MOnya, korban yang menurut pelaku ‘menjengkelkan & mempermalukannya’ di ajak keluar kota, di tengah jalan / hutan korban di tembak kepalanya (biasanya di belakang telinga). Karena perencanaan teliti, ia berhasil menghapus keterkaitan korban dengan dirinya, dan selalu menyangkal mengenal korban.

13.
Belakangan MO diubah, karena ia tahu polisi mulai tertarik mencari identitas korban. Ia berupaya melenyapkan dgn membakar mayat. Pertama kali hanya dengan menyiramkan bensin lalu membakar, ternyata mayat tidak hancur, korban berikut ia bedah dulu dada & perut, menuangkan bensin ke dalamnya baru dibakar.

14.
Cara ini nyaris berhasil karena mayat memang hancur. Tetapi ‘kebetulan’ kaki mayat ditemukan utuh, dan pada kaki itu ada tanda tubuh yang khas yang dikenali oleh keluarganya.
(Padahal tes darah pertama kali di RS setempat hasilnya berbeda dengan data laporan orang hilang, untung polisi Sekayu di bawah AKBP Martuani tidak berputus asa, contoh darah mereka cek ulang ke Jakarta, ternyata cocok!. Ketika dilakukan rekonstruksi, diperagakan ketika tersangka berhenti membeli bensin ditepi jalan. Pedagang bensin masih ingat karena ia sempat bertanya ‘Mobil bapak kan diesel, ko pake bensin?, dijawab tenang, ‘Untuk mobil teman saya yang mogok’)

15.
Ketika tim Polda Jambi dan Polres Muba mulai mencium dia sebagai tersangka, dan mulai menyidiknya, ia ‘mengancam’ akan memprapengadilan rekannya tsb, kalau gagal membuktikan.
Pistol yang digunakan diduga milik sejawatnya yang ia curi. Padahal ia tahu pasti hukuman bagi polisi yang kehilangan pistol, apapun alasannya; ditunda kenaikan pangkat dan dihentikan tunjangannya, hanya bentuk hukuman yang paling pasti tapi paling ringan. Kerap disel atau diturunkan pangkat.

16.
Hampir semua korban, pertama kali berhubungan minta tolong untuk memasukkan saudara kepolisian atau jasa lain. Disanggupi korban dengan imbalan uang tentunya. Ketika tidak terbukti dan korban menagih janji atau minta uang dikembalikan, ia marah dan merasa ‘dipermalukan & diancam’.

17.
Ia selalu menekankan motif pembunuhan terjadi ‘hanya’ kalau ia ‘dipermalukan’, dan merasa ‘diancam’ apalagi di depan orang banyak. Ia mengatakan sangat sakit hati, dendam dan harus mengembalikan kehormat-annya. Tapi ketika ditanya apa dan bagaimana bentuk ‘dipermalukan & diancam’ itu, ia hanya mengatakan ‘pokoknya saya merasa terancam dan terhina’.

18.
Termasuk saudara merasa terancam oleh wanita atau pria setengah umur yang baik fisik, financial maupun kedudukan /statusnya lebih rendah dari saudara?’ saya bertanya. ‘Ya, pokoknya saya merasa diancam akan diperas….!’ Jawabnya dengan nada tersinggung.

19.
Hubungan dengan rekan sekerja juga tidak diperoleh catatan negatif. Bahkan seperti dikatakan di awal, dimata atasannya ia cukup baik dan tidak tercela secara dan patut jadi perhatian khusus.
Kasusnya saat ini menunggu pengadilan di Riau (Januari 2006).





SUDAH GAY, PSIKOPAT PULA (PERFECT COMBINATION)

24 07 2008

Insting polisi saya berkata…. korban mutilasi yang ditemukan di Ragunan adalah karena hubungan cinta sesama jenis…… ternyata memang betul dan tepat dugaan saya, itu karena kelakuan seorang penikmat sesama jenis bernama Very Idam Heryansyah alias Ryan yang murka dan cemburu terhadap temannya bernama Heri Santoso, membunuhnya…. dan memotongnya menjadi 7 bagian…

Jagal Jombang
Ini dia sang jagal (foto from oke Zone)

…… dan bukan itu saja, tapi juga menghabisi nyawa Aril Somba Sitanggang, 34 Tahun pada bulan April 2007 dan menguburnya di halaman rumahnya di Jombang…

….. eitsss belum cukup … masih ada Vincen, 28, asal Jombang. Pemuda ini dibunuh pada awal April 2008, dua minggu sebelum Aril dihabisi. Guntur, 30, asal Nganjuk, Jawa Timur dibantai pada pertengahan Juli 2007. Sedangkan Grendy, 28, WN Belanda, dibunuh pada pertengahan Januari 2008.

…… Halah …. masih kurang juga…… ternyata ada lagiiiiii ….ia juga dicurigai membunuh seorang ibu rumah tangga bernama Nani dan putranya. Empat bulan lalu, ibu dan anak ini dilaporkan warga pernah jalan bersama Ryan. Sejak itu korban tidak kelihatan batang hidungnya. Namun, kepastian bahwa Ryan membunuh kedua korban warga Jombang itu masih diusut petugas. Ia selalu memberi keterangan berbelit…..

Nah makanya kalau melihat judul tulisan ini, saya bisa bilang, dua hal itu (Gay dan Psikopat) merupakan “Perfect Combination”, …wah – wah kenapa yaa ?

Jangan dulu melihat teori psikologi atau teori sosiologi dari para pakar….

….. dari pengalaman saya belasan tahun ini dalam penyidikan, entah kebetulan atau apa…..banyak sekali saya menemukan pembunuhan yang berlatar belakang hubungan cinta sesama jenis, yang sangat jelas di memori saya adalah: pembunuhan seorang gay kaya raya di Jakarta Utara oleh teman kencannya seorang remaja, pembunuhan penjaga hotel “lestari” di Jambi oleh dua orang anak tangung, dan pembunuhan seorang pegawai sebuah salon di Jambi.

…… dari peristiwa ini saya kurang lebih mendapat kesimpulan bahwa percintaan gay itu berbahaya sekali….. kalau ada saja unsur sakit hati dan cemburu… mereka melakukan tindakan secara “lelaki” sekali…… mereka tidak segan membunuh untuk melampiaskan kekesalannya dengan cara yang “lelaki sekali” seperti menyiksa, menganiaya dan membunuh…..

…..dan ditambah lagi ciri – ciri pembunuh psikopat yang sepertinya saya sudah hapal benar…. sama persis seperti pembunuh berantai psikopat yang pernah saya sidik (seorang polisi pula…) Gribaldi Handayani yang paling tidak telah membunuh 7 orang, mereka ini mempunyai ciri sama persis : tidak mempunyai empati kepada korban, tidak punya rasa bersalah/berdosa dan selalu memberikan keterangan yang berbelit – belit…… modus operandi mereka selalu sendiri, direncanakan dan dilakukan secara tenang…… bisa dibayangkan bagaimana Ryan si homo banci bajingan bangsat itu….. (……..loh kok saya jadi emosi begini yaa…..) melakukan pembunuhan di tempat yang sama, terhadap 4 orang dan dikubur dalam lobang yang sama, dan itu di halaman rumahnya……

Ok , maksud saya menulis tulisan ini….. bagi anda – anda yang sudah “terlanjur” menjadi Gay atau Homoseksual… cepatlah anda sadar dan berubah…. tapi kalau ngga bisa juga…. hati hati dalam bergaul, ada kecenderungan bagi kaum gay lebih “posesif” dan apabila mereka cemburu, akan lebih berbahaya… karena bagaimanapun mereka tetap “lelaki”…….. dan lebih bahaya lagi kalau ternyata ia mengidap psikopat… ampuuuunnn deh…..

UPDATE

(27/07/08 ) Polisi kembali menemukan 5 mayat yang terkubur dalam 4 lubang di pekarangan rumah Ryan, Kelima mayat tersebut sebagian kondisinya sudah rusak. Berdasarkan pengakuan Ryan, kelima mayat adalah teman fitnes Ryan, Agustinus Fitri Setiawan alias Wawan (28 ) yang hilang 8 Agustus 2007, karyawan PT Tjiwi Kimia Muhammad Achsoni alias Soni (29) yang hilang akhir November 2007. Penyiar Radio Gita FM Zainul Abidin alias Zaki (21) yang hilang Januari 2008, Nanik Hidayati (31) dan putrinya Silvia Ramadani Putri (3). Ibu dan anak ini hilang sejak April 2008.

*ngeri kali kau, kawan…*





Kronologis Penyidikan Kasus GRIBALDI

12 11 2007

Penyidikan kasus GRIBALDI dimulai ketika ditemukannya sesosok mayat pada tanggal 28 Desember 2004 di jalan lintas timur Sumatra Km 73 Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Mayat tersebut dalam keadaan terbakar dan hanya menyisakan sepasang kaki dengan sepatunya, mayat tersebut atas inisiatif kapolsek di bawa ke RS Raden Matahir, Jambi untuk diotopsi. Pertimbangannya adalah masalah kedekatan lokasi (1,5 jam dari TKP) dibandingkan dengan ke Palembang (6 jam), keesokan harinya peristiwa ini menjadi headline di koran lokal jambi, tak lama sesudah itu datanglah keluarga yang mengaku kehilangan putrinya yang bernama LISTI KARTIKA BAIDURI. Setelah mengidentifikasi sepatu dan cincin yang ditemukan di TKP, yakinlah mereka bahwa mayat tersebut adalah putri mereka. Sat 1 Dit Reskrim Polda Jambi mulai melakukan penyelidikan atas kejadian ini, cara paling lazim adalah mengungkap siapa – siapa yang terakhir terlihat bersama korban. Keterangan yang diperoleh dari keluarga LISTI terlihat belakangan dekat dengan GRIBALDI seorang perwira polisi berdinas di Polda, karena berjanji akan memasukkan adik korban menjadi PNS di Pemda Tanjung Jabung Timur.

Untuk menemukan alat bukti yang dibutuhkan pihak penyidik dari Resum Polda Jambi, Poltabes Jambi dan Polsek Bayung Lincir mulai menggeledah rumah GRIBALDI, ia pada saat itu tidak ada di rumah, pada rumah tersebut ditemukan dalam jumlah besar amunisi, uang sebanyak Rp 40 Juta, beberapa buah HP yang belakangan diketahui adalah milik korban, beberapa BPKB mobil yang belakangan diketahui milik korban yang dirampok mobilnya, sejumlah ijazah milik korban, foto – foto, kartu nama dan belasan cap berbagai instansi polri dan sipil, belakangan diketahui untuk memalsukan surat.
Penyidik memang belum menemukan alat bukti yang akurat untuk membuktikan keterkaitan GRIBALDI dengan korban LISTI, dan walau kurang alat bukti mulai diperiksa sementara sebagai saksi, untuk melihat alibinya. Ternyata GRIBALDI mempunyai alibi yang kuat yaitu pada saat korban ditemukan atau kira – kira waktu pembunuhan, GRIBALDI berada di rumah dikuatkan dengan keterangan istrinya SES EKOWATI, pada hari itu pula terlihat GRIBALDI sebagai wasit pertandingan volley dalam rangka Hut Satpam di Polda Jambi.
Berdasarkan Tempat Kejadian Perkara, GRIBALDI pada pertengahan Januari 2005 di bawa ke Polres Musi Banyu Asin untuk dilakukan penyidikan. Turut dibawa mobil Panther miliknya untuk dilakukan pengecekan laboratoris untuk mengetahui apakah ada bekas darah didalamnya. Hasil pemeriksan forensik pada mobil GRIBALDI ditemukan bercak darah, tetapi belum bisa dipastikan golongan darahnya, sehingga di sita oleh Polres Muba, belakangan diketahui bercak darah tersebut bergolongan darah O, identik dengan golongan darah LISTI.
Berdasarkan hasil koordinasi antar penyidik Polda Jambi dan Polres Muba, diketahui pada bulan Agustus 2004 ada penemuan mayat berjenis kelamin laki – laki, dibunuh dengan modus yang sama yaitu dibakar, TKP berada di daerah Sungai Liat, Muba tidak jauh dari TKP LISTI, penyidik membandingkan foto korban di TKP ternyata mirip dengan NGADIMIN, seorang tersangka yang sedang dicari Polda berkaitan dengan kasus penipuan. Guna keperluan identifikasi Keluarga dari NGADIMIN dipanggil, berikut juga team DOKPOL dari Mabes Polri untuk melakukan otopsi pada kuburan NGADIMIN (pada waktu itu korban tidak dikenal sehingga langsung dikuburkan), hasilnya mayat terlihat terbakar dan pada tubuh mayat terdapat 4 (empat) proyektil peluru yang bersarang dibadan, dari pemeriksaan Odontologi Forensik dapat dipastikan mayat tersebut NGADIMIN. Berdasarkan informasi dari keluarga korban, GRIBALDI sering terlihat bersama korban sebelum ia hilang pada bulan Agustus 2004.

Mayat NgadiminHasil pemeriksaan di Polres Muba selama 3 (tiga) hari, belum juga ditemukan petunjuk, alibi, apalagi pengakuan darinya, hal ini tidak cukup untuk membuktikan GRIBALDI sebagai tersangka, dan ia kemudian dibawa lagi ke Jambi. Demi menggiatkan penyidikan, dilakukanlah penahanan terhadap GRIBALDI dengan perkara pemilikan amunisi tanpa ijin, penahanan ini dilakasanakan oleh Sat Reskrim Poltabes Jambi. Sementara di tahan, GRIBALDI diharapkan tidak bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.

Upaya selanjutnya yang dilakukan penyidik adalah melakukan penyelidikan terhadap semua aktifitas yang pernah dilakukan GRIBALDI, termasuk orang – orang yang pernah berhubungan dekat dengannya. Didapatlah informasi bahwa ada beberapa orang lain selain NGADIMIN dan LISTI yang pernah berhubungan dekat dengan GRIBALDI, ternyata HILANG atau ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar, mereka adalah : MUHAMMAD ALI (MAMAT) 35 thn, pengemudi mobil sewaan, hilang bersama mobilnya jenis Izusu panther warna silver No.Pol.: B-8467-CE, pada tanggal 15 April 2004 ditemukan telah menjadi mayat dalam kedaan terbakar di daerah Talang Kerinci, Riau. Mobilnya tidak ditemukan. GUSMARNI 31 thn, hilang sejak bulan Juli 2003 setelah berhubungan dengan GRIBALDI karena membantu menguruskan asuransi Jasa Raharja suaminya yang meninggal tertabrak mobil GRIBALDI. NURMATA LILI (MARTHA) 29 thn, hilang sejak bulan Agustus 2004 setelah menikah dengan GRIBALDI, ketika ditanyakan GRIBALDI, ia pergi ke Jakarta untuk mengikuti kursus kecantikan. YENI FARIDA 29 thn, hilang sejak bulan April 2004 setelah GRIBALDI berjanji menguruskan adiknya masuk Secaba Polri. RUSDIN SIDAURUK 41 thn, pengemudi mobil rental jenis Toyota Kijang BK 1274 EP, warna biru yang dipakai GRIBALDI ketika hendak pulang cuti dari Medan, kemudian ditemukan tanggal 2 Nopember 1999 di Km 17 Desa Pasir Putih Bagan Batu Kab. Bengkalis Riau telah menjadi mayat dengan luka tembak di kepala. Mobil tidak ditemukan.

GRIBALDI DIBAWA KE POLDA RIAU DARI TAHANAN

Penyidik Polda Jambi, berkesimpulan Modus Operandi yang dilakukan oleh GRIBALDI adalah selalu mengeksekusi korban di luar wilayah Jambi, upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Polda yang berbatasan, yaitu Polda Riau dan Sumatra Selatan. Informasi yang diharapkan adalah data penemuan mayat tidak dikenal diwilayahnya.
Didapatlah data penemuan mayat tidak dikenal di desa Kubu Rokan, Riau. Terdapat 2 (dua) TKP dengan jarak tidak berjauhan, keduanya berjenis kelamin wanita, pada TKP pertama korban adalah wanita dengan luka tembak di kepala, ditemukan oleh masyarakat pada bulan Juli 2003, sedangkan korban kedua juga wanita dengan keadaan terbakar, ditemukan pada bulan Agustus 2004. Keduanya langsung dikuburkan oleh masyarakat setempat karena tidak ada yang mengenali, walaupun sudah disiarkan media massa. Setelah melihat foto TKP terlihat korban pertama adalah mirip GUSMARNI dan yang kedua adalah mirip NURMATA LILI.
Penyidik Polda Jambi dan keluarga korban pada awal maret 2005 datang ke tempat penguburan mayat tidak dikenal tersebut, kemudian mayat itu diangkat dan dibawa ke Jambi untuk diotopsi. Berdasarkan hasil identifikasi dapat disimpulkan bahwa benar kedua korban tersebut adalah GUSMARNI dan NURMATA LILI. Hasil otopsi menerangkan juga GUSMARNI ditembak dengan 7 peluru dan masih terdapat proyektil di badan korban, sedangkan NURMATA LILI penyebab kematiannya akibat tusukan benda tajam di perutnya.

Penyidik Polda Jambi sampai saat ditemukannya mayat GUSMARNI dan NURMATA LILI, belum juga mendapatkan alat bukti khususnya saksi yang mengetahui, melihat atau mendengar peristiwa ini. Saksi petunjuk yang mengatakan keberadaan GRIBALDI dengan korban pada saat terakhir sebelum hilang tidak dapat membuktikan peristiwa pembunuhan itu sendiri. GRIBALDI sendiri selalu membuat cerita yang sulit diukur kebenarannya, ia terlihat tenang seprti tidak ada masalah yang menimpanya, karena selalu ada saja alibi yang susah untuk dibuktikan, sebagai contoh: ia selalu mengaitkan perbuatannya dengan ALI YUSUF, yang berjasa atas karier dan keuangannya, sehingga ia tidak bisa menolak perintah ALI YUSUF untuk membunuh para korban. Sampai terakhir Penyidik tidak dapat membuktikan keterkaitan ALI YUSUF dalam setiap pembunuhan yang dilakukan GRIBALDI. Karena penyidik hampir frustrasi, pada akhir Maret 2005 Wadir Reskrim Polda Jambi Akbp EDI berinisiatif pergi ke Medan, untuk mencari bahan keterangan dan melakukan otopsi atas korban RUSDIN SIDAURUK, yang telah dimakamkan keluarganya di Tarutung, Sumatra Utara. RUSDIN SIDAURUK diketahui berdasarkan kartu nama yang disita dari rumah GRIBALDI, dalam kartu nama tersebut tertulis nama sebuah perusahaan rental mobil milik ALAM SINAGA, ketika di telepon ternyata ALAM SINAGA mengatakan pernah kerampokan sebuah mobilnya, dan supirnya adalah RUSDIN SIDAURUK yang mayatnya ditemukan Polisi tanggal 2 Nopember 1999 di Km 17 Desa Pasir Putih Bagan Batu Kab. Bengkalis Riau.

otopsi mayat ngadimin

Hasil penyelidikan di Medan didapatlah hasil Sdr. ALAM SINAGA mengenali GRIBALDI sebgai orang yang merental mobilnya Jenis Toyota Kijang warna biru BK 1274 EP di Stasiun Kereta Api lapangan Merdeka Medan tanggal 31 0ktober 1999 sekira jam 16.00 wib dengan sopirnya bernama RUSDIN SIDAURUK. Penyidik Polda Jambi pergi juga ke Tarutung untuk melakukan otopsi atas mayat RUSDIN SIDAURUK, yang dilakukan oleh team Forensik, USU. Dari otopsi tersebut diketahui RUSDIN SIDAURUK meninggal akibat ditembak, dan ditemukan 7 proyektil peluru yang masih bersarang di badannya. Ada temuan selanjutnya bahwa GRIBALDI masih mempunyai istri bernama DARNAWATI dan anak 3 orang, mereka tinggal di Jl. Tunas Jaya Gang Parkit No.19 B Kel. Labuai Kec. Tangkerang Labuai, Pekan Baru, Riau.
Pada saat pulang dari Medan, penyidik melewati Pekan Baru dan menuju ke alamat tersebut diatas, di rumah tersebut di parkir dalam halaman 3 (tiga) buah mobil: Izuzu Panther warna Silver, Toyota Kijang warna hitam, dan Jimny Katana. Kedua mobil tersebut patut dicurigai sebagai mobil yang hilang disertai terbunuhnya pengemudinya, Izuzu Panther yang dikendarai MAMAT dan Toyota Kijang yang dikemudikan RUSDIN SIDAURUK, pada saat pulang DANARWATI dan Ketiga Mobil tersebut dibawa ke Polda Jambi untuk dijadikan alat bukti serta dikonfirmasi dengan GRIBALDI.
Sesampai di Jambi, dilakukanlah pemeriksaan kembali terhadap GRIBALDI untuk peristiwa pembunuhan terhadap MAMAT dan RUSDIN SIDAURUK, berdasarkan alat bukti petunjuk mobil Izuzu Panther warna Silver dan Toyota Kijang warna hitam (dahulu berwarna biru). Tetapi penyidik kembali menemukan kesulitan dengan pembuktian alibinya, GRIBALDI selalu dengan cerdas menjawab pertanyaan dengan saksi – saksi fiktif yang dikarangnya, GRIBALDI sadar betul penyidik pasti tidak bisa mendapatkan saksi yang langsung mengetahui semua pembunuhan yang ia lakukan. Begitu pula terhadap saksi DANARWATI, tidak banyak keterangan yang bisa diberikan, kecuali petunjuk dititipkannya mobil – mobil tersebut yang kurang lebih berdekatan waktunya dengan hilangnya korban.
Titik terang penyidikan didapat ketika saksi DANARWATI selesai diperiksa dan hendak pulang ke Pekanbaru, Hand Phone nya tertinggal di ruang pemeriksaan, dan ketika di periksa ada sebuah SMS dari nomor tidak dikenal, namun dipercaya dari GRIBALDI yang tertulis : “BARANG SUDAH SAMPAI KE BAPAK DI MEDAN ?” ketika didesak DANARWATI mengakui bulan lalu ia di telepon GRIBALDI untuk mengantarkan sebuah bungkusan yang pernah ditinggalkan GRIBALDI sebelum ia di tahan, kepada orang tuanya di Medan. DANARWATI sendiri tidak mengetahui apa isi bungkusan itu, namun dari diskripsinya penyidik menduga keras bahwa isinya pistol yang digunakan untuk membunuh para korban.REKONSTRUKSI DI BAYUNG LINCIR
Malam itu juga penyidik Polda Jambi berangkat ke Medan menuju rumah orang tua GRIBALDI dengan alamat Jln. Bilal Ujung Gang Buntu No 189 C Medan. Setelah dilakukan penggeledahan di dapatlah sepucuk pistol jenis revolver cal. 38 merek S&W di sembunyikan dalam tanah di kebun belakang rumah.
Ternyata pistol itu adalah yang dicuri GRIBALDI sewaktu menjabat sebagai Parik Irwasda Polda Jambi, yang sedang melakukan Wasrik logistik di Polres Bungo pada tahun 2001. Kejadian itu membuat Baur Logistik Polres Aipda MUSLIM terkena tahanan disiplin dan terpotong gajinya untuk membayar ganti rugi senjata yang hilang. Dilakukan juga uji balistik untuk membandingkan proyektil yang didapat dari tubuh korban dengan pistol tersebut, dan hasilnya identik, artinya pistol itulah yang digunakan GRIBALDI untuk mengeksekusi korban.
Dengan ditemukannya pistol tersebut runtuhlah segala alasan serta alibi yang selama ini diberikan GRIBALDI, akhirnya ia mengakui setidaknya telah melakukan pembunuhan terhadap 7 (tujuh) orang, yaitu : LISTI KARTIKA BAIDURI, NGADIMIN, MUHAMMAD ALI (MAMAT), GUSMARNI, NURMATA LILI (MARTHA), YENI FARIDA dan RUSDIN SIDAURUK. Pada bulan Mei 2005 kasus pembunuhan ini dilimpahkan ke Polda Riau dan Polres Muba, Bulan Januari 2006 Gribaldi di sidangkan di PN Bagan Batu untuk pembunuhan RUSDIN SIDAURUK dan di vonis 20 tahun dengan PU masih banding, dan di PN rengat dituntut HUKUMAN MATI dan GRIBALDI masih banding, masih menunggu lagi PN Muba.





KORBAN POLISI PEMBUNUH !

6 11 2007

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketMUHAMMAD ALI (MAMAT) 35 thn, pengemudi mobil sewaan, ia dibunuh oleh GRIBALDI dan mengambil mobilnya jenis Izusu panther warna silver No.Pol.: B-8467-CE, pada tanggal 15 April 2004 ditemukan telah menjadi mayat dalam kedaan terbakar di daerah Talang Kerinci, Riau.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketGUSMARNI 31 thn, hilang sejak bulan Juli 2003 setelah berhubungan dengan GRIBALDI karena membantu menguruskan asuransi Jasa Raharja suaminya yang meninggal tertabrak mobil GRIBALDI. Ditemukan 2 tahun kemudian di daerah air Molek Riau, dengan 6 buah peluru bersarang dibadannya.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketNURMATA LILI als MARTHA, 29 thn, hilang sejak bulan Agustus 2004 setelah menikah dengan GRIBALDI (istri ke dua), ketika ditanyakan GRIBALDI, ia pergi ke Jakarta untuk mengikuti kursus kecantikan. 29 thn, ditermukan 2002, TKP Jl Riau Medan 2001, MO ditembak.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketYENI FARIDA 29 thn, hilang sejak bulan April 2004 setelah GRIBALDI berjanji menguruskan adiknya masuk Secaba Polri, mayat tdk ditemukan.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketRUSDIN SIDAURUK 41 thn, pengemudi mobil rental jenis Toyota Kijang BK 1274 EP, warna biru yang dipakai GRIBALDI ketika hendak pulang cuti dari Medan, kemudian ditemukan tanggal 2 Nopember 1999 di Km 17 Desa Pasir Putih Bagan Batu Kab. Bengkalis Riau telah menjadi mayat dengan luka tembak di kepala. Mobil Kijang tersebut ditemukan di rumah GRIBALDI.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketNGADIMIN 50 thn, Swasta, TKP sungai Liat Muba 2004, ia tewas dengan cara ditembak dan di bakar, GRIBALDI kesal karena ia menagih janjinya untuk memasukkan beberapa orang untuk menjadi Polisi.
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketLISTI KARTIKA BAIDURI 21 Thn, TKP Bayung Lincir, Musi Banyu Asin Km 73, Pertemuan pertama dengan GRIBALDI ketika ia berjanji menguruskan adiknya untuk menjadi PNS di kabutaten Tanjung Jabung Timur, ketika ia menagih janjinya membuat gusar GRIBALDI, kemudian pada pada suatu malam menghabisinya dengan menembak dan membakarnya dengan menyiram bensin.





POLISI PEMBUNUH !

29 10 2007

Masyarakat Jambi beberapa waktu yang lalu dikejutkan oleh serangkaian pembunuhan berantai (Serial Murdered), tercatat di kepolisian korbannya sebanyak 7 (tujuh) orang dan dengan TKP tersebar di daerah Riau dan Sumatra selatan, dan yang lebih mengejutkan, tersangkanya adalah seorang Polisi, Iptu Gribaldi Handayani SH, Perwira Pertama berdinas di Polda Jambi, terdapat pertanyaan besar di masyarakat : Bagaimana seorang Polisi yang seharusnya menjadi pelayan dan pelindung masyarakat melakukan hal yang sangat mengerikan ini ????. Dalam pergaulan masyarakat dan sesama polisi, Gribaldi dikenal sebagai sosok yang ramah dan senang membantu orang lain. Para keluarga korban dan korban sendiri pada awalnya merasa sangat terbantu atas kehadiran GRIBALDI, mereka menaruh kepercayaan kepadanya, bahkan sudah dianggap sebagai keluarga.

Saya sendiri turut terlibat dalam penyelidikan dan penyidikan dugaan pembunuhan ini, kami para penyidik dari Satuan Reserse Umum Polda Jambi pada awalnya ragu apakah GRIBALDI adalah tersangkanya, benarkah ia begitu tega melakukan semua pembunuhan tersebut, sikapnya yang berani dengan gaya yang meyakinkan berhasil membuat para penyidik dalam kasus ini menjadi ragu. Karena minimnya alat bukti yang ada, GRIBADLDI tidak langsung diperiksa sebagai tersangka. Pada saat interogasi terhadap GRIBALDI Penyidik menemui kesulitan, ia terlihat cerdik dengan gaya bicaranya yang tegas, sebelum menjawab selalu dipikirkan dulu, cerita yang diterangkannya mempunyai pola yang jelas dengan menggabungkan fakta, alibi, argumentasi dan khayalan yang baik, sehingga kami penyidik kalau tidak melakukan cross check keterangannya dengan fakta di lapangan, bisa terlihat keterangannya adalah suatu hal yang benar. Saya melihat, sepanjang proses penyidikan GRIBALDI tidak pernah sedikitpun merasa bersalah, tidak ada empati terhadap korban yang dibunuhnya, bahkan ia menyalahkan mereka.

Ketika membaca sebuah tulisan pada sebuah website Prof SARLITO, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tentang psikopat, barulah penulis menyadari bahwa ada beberapa kemiripan ciri seorang psikopat dapat ditemukan di dalam diri GRIBALDI. Ciri itu antara lain sbb. :

1. Kurangnya rasa empati selalu berbohong,

2. Emosi yang tidak terkedali,

3. Egoistis,

4. Manipulatif,

5. Tidak mempunyai rasa toleransi

Saya kemudian membandingkan ciri – ciri tersebut diatas dengan beberapa sikap GRIBALDI selama penanganan. Untuk itu diperlukan suatu metoda dan cara khusus untuk melakukan penyidikan terhadap seorang Psikopat, mengingat rumitnya kondisi kejiwaan seorang tersangka.

(bagian pertama)