SEKOLAH POLISI INTERNASIONAL DI INDONESIA

23 04 2008

lambang JCLEC

Ngga nyangka juga Indonesia diberi kepercayaan dari dunia Internasional untuk membuat sekolah polisi berskala Internasional, sekolah ini diberi nama : Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sekolah ini menyediakan pendidikan bagi para penegak hukum dalam kerangka penyidikan multi Yuridiksi dalam kejahatan Transnasional, dengan memfokuskan pada kegiatan memerangi terorisme.

JCLEC terletak didalam AKADEMI KEPOLISIAN Semarang, diresmikan pada tahun 2004 oleh Pemerintah Australia dan Indonesia, dan pemerintah Australia telah berkomitmen untuk menyiapkan dana sebesar AUD$36.8 juta selama 5 tahun sampai tahun 2009, dan dimungkinkan juga untuk diperpanjang.

JCLEC diresmikan oleh presiden Indonesia (waktu itu) Megawati Soekarnoputri pada tanggal 3 Juli 2004, walaupun lembaga ini dibentuk sebagai bagian dari kerjasama bilateral, tapi tidak menutup juga bagi negara – negara lain dari kawasan regional maupun Internasional untuk turut berpartisipasi baik sebagai donor maupun kontribusi peserta maupun pelatih untuk mencapai tujuan dari lembaga ini.

presiden SBY berkunjung ke JCLEC

Lembaga JCLEC ini bekerjasama dengan seluruh Lembaga Penegak Hukum di Asia tenggara, dan juga dengan lembaga (pendidikan) yang serupa seperti : South East Asian Regional Centre for Counter Terrorism (SEARCCT) di Kuala Lumpur, dan International Law Enforcement Academy (ILEA) di Bangkok.

Dalam beberapa kesempatan lembaga – lembaga ini (JCLEC, SEARCCT, ILEA) membuat team ad-hoc dalam seminar Internasional tentang kejahatan internasional, seperti dalam Bali Ministerial Meeting on Counter-Terrorism pada bulan February 2004 dan banyak seminar lainnya.

suasana kelas

Siswa kepolisian yang pernah ikut pendidikan di JCLEC tercatat dari banyak negara di Dunia… saya tercatat sebagai Alumni pertama JCLEC selepas diresmikan presiden pada tahun 2004, pada waktu saya ikut ada siswa dari Thailand, Singapura, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, Fiji, New Zealand dan Australia… pada waktu itu saya mengikuti pendidikan “Post Blast Investigation Course” dan banyak negara lain… saya pernah juga bertemu seorang Polisi Kanada sewaktu survey di Sudan dia pernah juga mengikuti pendidikan di JCLEC dia bilang lembaga ini termasuk lembaga pendidikan Polisi Terbaik di dunia…. wow kereeen……

foto peserta pendidikan

ini beberapa program pelatihan dalam JCLEC ,diantaranya termasuk :
Investigations (english) / Penyidikan (indonesia);
Intelligence (english) / Intelijen (indonesia);
Forensics (english) / Forensik (indonesia);
Financial Investigations (english) / Penyidikan Finansial (indonesia);
Communications (english) / Komunikasi (indonesia);
Computer Based Training
Research (policy and legislation)

Dalam pendidikian ini mencakup beberapa jenis kejahatan Transnasional seperti :

terorism;
narcotics;
maritime crime;
people smuggling;
sexual servitude;
child sex tourism;
dan .. cyber crime.


Tindakan

Information

47 tanggapan

24 04 2008
itikkecil

Keren sekali sekolahnya Pak :D

@itikkecil: memang bagus sekali… di dalamnya ada tempat tinggal siswa dengan fasilitas hotel bintang 5 dengan fitness, sauna, kolam renang dll…. dan semua dikelola secara profesional… untuk manajer fasilitasnya dari orang perhotelan juga……

24 04 2008
Jendral Bayut

mengingat dananya dari asing
trus kompensasinya apa ya bang

@ Jendral Bayut : bagi si pemberi dana ? yang jelas sekarang hubungan kerjasama pasca perang dingin adalah katanya “war on teror” , jadi dengan adanya hubungan dengan negara – negara lain terutama negara “penyangga” akan lebih menguntungkan keamanan negara mereka sendiri…….

29 04 2008
rony

jangan bangga punya JCLEC karena lembaga itu semuanya dibiayai oleh australia, kita hanya ketempatan lembaga tersebut, pasti ada sesuatu dibalik itu semua, paling tidak australia dapat lebih mudah memiliki akses untuk masuk ke dalam teritori indonesia, sama dengan yang dilakukan oleh amerika sebelumnya

@rony : ini menurut saya pribadi… zaman sekarang khususnya untuk kejahatan antar negara a.k.a Transnational crime rasa ego sebagai suatu negara harus ditinggalkan jauh – jauh, semua negara harus bekerja sama memerangi kejahatan ini…. tidak ada batas negara untuk menanggulangi kejahatan… dan saya rasa tidak mengurangi dignity kita sebagai suatu negara, tentunya dengan tetap menghormati kedaulatan hukum negara setempat……

21 06 2009
rony to

he3x gwa setuju tuh ama pendapat bang rony…. “lu tuh bego ato goblok ato malah menderita keduanya” semakin lu bekerja sama, semakin diacak-acak negaramu. kayak nggak tau konspirasi mereka aja. sama halnya lu bekerjasama ama penjahat ato gangster. akhir2nya lu bakal dibunuh ato ya minim2nya lupa ingatan lah.

31 07 2009
Jony

kasihan dehh punya pemikiran seperti itu,,,
manusia itu mahkluk sosial yang membutuhkan mahkluk lainnya jg…
Sama Halnya jg dalam Bernegara.. butuh negara lain…
makanya ada hubungan kerja sama,,,
Ya negara kita punya orang” yg berpendidikan kok sehinga mengerti rule” yang ada dalam bekerja sama….

2 05 2008
Yuhendra

Suatu terobosan yang bagus nih bang
khususnya buat aparat penegak hukum
saya rasa, ilmu yang diterima oleh para aparat penegak hukum akan makin bertambah dengan adanya sekolah ini, apalagi pada masalah kejahatan2 yang inkonvensional seperti halnya cyber crime serta memungkinkan akan terjadinya kerjasama antar kedua negara dalam menangkap buronan yang melarikan diri keluar teritorial negara.

satu hal bang
apa ada yang disekolah ini
mata kuliah tentang cyber law, setidaknya menyerempet dengan hal itu

untuk yang diatas
yah saya sependapat dengan abang
namun perlu juga diwaspadai
jangan sampai sekolah ini bermasalah
seperti halnya NAMRU 2 milik AKMIL AL US
demikian,

regards

-ndra-

@ Yuhendra : saya rasa karena kita “polisi” tidak banyak yang terlalu “rahasia” karena bahasa polisi kan tidak ada bahasa “politik” …. apalagi masalah masuk ke bahasan “berat” seperti national security….. trims

2 05 2008
rony

maksud gue kenapa sich koq kita membuat sekolah JCLEC dengan pure seluruhnya biaya dari Australi, toh kita punya lembaga2 pendidikan seperti megamendung dsb, apalagi hanya lemdik yang kapasitasnya kecil, kenapa tidak kita buat sendiri tanpa harus minta dukungan luar negeri

@rony: itulah salah satu bentuk kerjasama internasional….. di bangkok juga ada sekolah ILEA yang dibiayai sepenuhnya oleh AS…… terlepas dari “kecurigaan” kita… tapi transfer keahlian ini bagus juga untuk akselerasi kemampuan polisi kita agar sejajar dengan negara – negara lain…..

1 07 2008
toni

haloo kmndan,

saya punya cita2 kalo akpol akan di hapus dan nantinya semua polisi hanya dari satu pintu SECABA, yang tentunya akan dibarengi dengan peningkatan mutu kualitas calonnya, sehingga semua polisi yang dihadapi masyarakat adalah polisi yang terbaik, ditambah lagi dalam jenjang karirpun jadi tidak pilih2, semua bisa PTIK dan semua bisa SESPIM asal mereka qualified, yang penting rekrutmen dan rekrutmen, setuju gak pa …

regards

@ Toni : Akpol dihapus….? kayanya ngga mungkin yaa…. memang semenjak Akpol disyaratkan sarjana, penerimaan Polisi Sumber Sarjana (PPSS) disatukan dengan AKPOL….jadi Sumber Polisi hanya dari secaba dan Akpol….

17 06 2009
blinkin'

saya bukan setuju atau tidak, hanya sekedar menanggapi, di luar negeri sendiri kita tahu juga bahwa pembentukan calon polisi semua dari dasar yang mana mereka hanya menempuh pendidikan yang taklebih dari 1 tahun tapi outpunya bisa qualified karena memang bauk staf pengajarnya juga profesional dan budayanya berbeda, di indonesia budaya pelayanan masih sangat kental sekali, kalau kita lihat kerja yg profesional, seorang tamtama saja yang bekerja berdasarkan tugas dan tunggung jawabnya bisa melaksanakan dengan baik tanpa ada interfesi dari pihak manapun selain atasan langsungnya sendiri,….. kalau menurut saya keluaran anggota polisi dari sumber mana pun akan sama saja tidak pengaruh sama sekali yang penting pelaksanaan tugasnya saja yang profesional, biar pangkat tinggi bukan jaminan kerja pfofesional…..

21 06 2009
rony to

wakakaka….. mau lulusan apa ato dididik seperti apa saja itu nggak ada bedanya kok. menurut saya yang paling penting itu bukan pendidik ato kemampuan anak didiknya, tapi lebih cenderung kepada moral calon polisi tersebut. soalnya setahu saya nih dilapangan polisi2 tuh bisanya cuman berburu dwt dijalanan (street hunt) bahasa kerenya, alias nilangin pemakai jalan raya hehehe…, dari sekian kalinya gwe ditilang banyak banget alasanya ato cari2 kesalahan sih ya semacam itulah mulai dari speedometer, pelek, kelengkapan surat2 , helm, lampu, lampu sign(standart maksudnya kelengkapan standar berkendara), bahkan sampek pentil ban bro. apalagi klo lu keluar kota dan plat nomor polisimu keliatan asing pasti deh jadi sasaran uempuk .
blom lagi waktu gwa bikin SIM ternyata nggak cuman polisi tapi juga petugas kesehatan di puskemas tu sama aja, klo lagi dikantor tuh mereka biasa melakukan pelecehan seksual terhadap sesama pegawai ya mulai dari towel2 bahkan mungkin sampek yang itu2(banyak kan beritanya). klo reaksi dari si cewek sih ada yang risih ada yang malah seneng. gmn nih ? apakah hal yang serupa terjadi di seluruh lembaga pemerintah ya…????
jadi ya wajar aja sih sekarang banyak terjadi kasus2 yang aneh2 lha wong aparatnya juga aneh…..
seharusnya sebelum dibikin undang2 hukum buat penjahat ada baiknya aparat negara menghukum diri mereka sendiri kali ya…….. karena si aparat ato pejabat dengan si penjahat tuh nggak jauh beda sama2 maling sama2 rampok, sama2 garong, sama2 hidung belang ya pokoknya banyaklah kesamaanya ato jangan2 mereka itu sodara kali ya yang beda ya cuman di seragamnya ato di baju dinasnya . paling yang berkelakuan menyimpang alias berkelakuan lain dari yang lain (maksudnya berbeda dengan teman2nya yang bener – bener mengerjakan tugasnya) tuh cuman sebagian kecil lah bahkan sangat kecil ato mungkin kuecil buanget lah.
perlu saya jelaskan sekali lagi ya yang paling penting itu “moralnya” masak guru SD tiap malem mbokep sampek pagi di warnet, yang pake motor plat nomor merah alias pak pegawai pemda juga mbokep. trus mau jadi apa negri ini.

yang merasa tersinggung jangan marah, berkaca aja dlo apakah anda juga melakukanya ato tidak? klo tidak saya acungi deh 100 jempol dan tetap semangat menjalankan tugas2nya dan semoga menjadi lebih baik serta lebih barokah rejeki yang didapat ato klo bisa ya mengingatkan temen2nya.
Ingat gaji kalian itu dari rakyat , maka sudah selayaknya rakyat mendapatkan hak dan perlakuan yang sama dan baik dalam segala bidang.
dari survey yang aku lakukan orang2 kecil tuh dah bosen dan bingung milih siapa jadi pemimpin? wong nggak ada perubahan.
kalian tuh jangan mikirin ego kalian sendiri…..
setelah hidup ini masih ada hidup yakni kehidupan yang abadi, disana kita mendapat balasan dari apa yang telah kita lakukan didunia, yang baik mendapat balasan baik sedangkan yang buruk semoga diazab dineraka selamanya…… amin.

1 07 2008
teddy

enak aja akpol mau diapus, sudah jelas pendidikan di secaba tidak qualified apalagi pendidikn hanya 5 bulan, hormat aja belum lurus,sembrono sampean………………..

13 08 2008
Shan

bang saya mau tanya : ada gak universtas di indonesia yang bekerja sama dengan kepolisian RI agar lulusan universitas tersebut lebih mudah diterima di kepolisian? saya pengen jadi polisi kasih tips nya bang biar diterima jadi anggota kepolisian..thanx

@ ikhsani : sepertinya polisi banyak bekerja sama dengan universitas – universitas terkenal di Indonesia, terutama di fakultas hukum dan kriminologi, dan program S2 kajian ilmu kepolisian, yang terakhir ini bekerja sama dengan Universitas Indonesia.

25 10 2008
BAGONG TOREK

Saya setuju Akpol dibubarkan karena mereka mengutamakan aluminya dalam memegang jabatan penting di Polri padahal lulusan PPSS, Secapa Reg banyak yang lebih berkompeten daripada lulusan Akpol. Karena yang diatasnya lulusan Akpol,maka adik-adiknya lah yang dikedepankan padahal otaknya jeblok, Tapi ada juga yang pinternya. Lulusan Akpol kebanyakan Arogan sok Perwira mungkin karena namanya Akpol alias “AKADEMI POLONTONG” (AKADEMI BELAGU) Yang lulusan Akpol jangan tersinggung karena memang begitu adanya, kalau tersinggung bercermin aja ama diri sendiri.

@ Sakarsme : Yah boleh kok orang mempunyai pendapat… saya menghargai pendapat anda juga kok… jangan kuatir…….

26 10 2008
bagong torek

Boss kenapa pesan yang mengkritik akpol di hapus sedangkan yang menjelekan bintara kagak!(kaya pesannya si tedi itu) Jangan gitu dong! Akpol ngak ada apa-apanya kalo ngak ada unsur pelaksana seperti bintara. kalo ngak setuju akpol di hapus ya udah ga apa2. Hapus aja pendidikan bintara biar semua polisi di indonesia pangkatnya ipda. (inspektur polisi dableg)

@ Bagong : Tidak dihapus brother… saya selalu menampung semua komentar…. semua orang bebas berkomentar……..

23 11 2008
Pgatra

Akpol dan bukan Akpol sebenarnya ga ada bedanya, emangsih dengan adanya kedudukan yang lebih tinggi cenderung membuat seseorang jadi arogan, mungkin yang kurang teliti ya penerimaannya itu lho, orang orang yg gak kredibel jadi perwira bisa lulus !! demikian juga di PPSS dan Secapa, apalagi Secapa lulusan tahun 2003 dari separo yang daftar lulus semua..belum lagi masalah penempatan , pokokke walau carut marut, pastinya kita terus melangkah ke arah yang lebih baik, so buka mata dan hati, JANGAN ALERGI SAMA KRITIK, bravo Bhayangkaraku..

@ PGATRA : Terima kasih sudah mengomentari… ruang ini bebas untuk berkomentar….

31 07 2009
Jony

yaaahhhh anak akpol yang masuk dengan “nilai bersih sih ga masalah belaku” yaa memang skillnya kokk..
Tapiii yang masuk akpol berkatt fulusss or backingan,,,,,

wkwkwkwkw

nyadarrrr dehhhhhh
HaHaHa

23 11 2008
Tpanaluan

kalo lulusan Akpol blagu ?? emang kenapa ? eh begini ya … biar lu sekolah sampe S.3 kalo bintara tetep aja gw suruh nyupir luh ! menurut gue, penerimaan bintara harus diperbanyak biar bangsawan perwira alumni AKPOL kaya gw makin banyak jongosnya, ha ha ha….ya iyalah lulusan Akpol itu gak perlu pinter, yang penting sok pinter he he he,….( tapi banyak juga lho yang pinter ) oia..alumni PPSS mau jadi pemimpin Polri ? ada tuh diacara TV mimpi kali yee…?

@Tpanaluan : he he he… bisa saja si abang ini, seru nih tanggapannya…….

1 07 2009
sudiro

nampaknya anda merasa pantas menjadi tuhan… sadar boss.. masih ada lagi yang lebih hebat dari anda.. belum tentu anda jadi kapolda or or ap lagi presiden..

@ sudiro : opo iki ?

31 07 2009
Jony

wedewww….

ati” aja brur,,, jng takabur ma omongan
ntar lu kena azab…
kepeleset dr kamar mani n cacat kaki lo..

yahhh tau sendiri dehh bakal jd apa
wkwkwkwkw

23 11 2008
Pgatra

yoi maju terus Akpol, manusia terpilih … kalo alumni PPSS and SECAPA mau jadi Kapolri ada tuh di Republik Mimpi…atau di acara Mimpi Kali ya…penerimaan Bintara akan diperbanyak agar kita kita makin ringan tugasnya, yoi karena makin banyak kurcaci alias jongosnya..

@Pgatra : bukan begitu mas, semua kan ada tugas dan fungsinya masing – masing, ya tentunya sesuai jurusan sekolahnya donk…

23 11 2008
Tpanaluan

seperioritas memang akan tetap ada, seperti persaingan dalam masing masing alumni ada kelompoknya si A, si B dst…..dunia ini tidak akan pernah adil dalam tolok ukur manusia, kalau keadaannya memang demikian buat rekan rekan yang kurang setuju dengan adanya proses penerimaan, penempatan, kepangkatan yang tumpang tindih dan sarat dengan KKN, bersabarlah dan berusahalah dengan keras, buat alumni PPSS/ Wamil dan Secapa bersyukurlah sudah bisa jadi perwira..walau dengan kemapuan pas pasan.

@ Tpanaluan : Jangan begitu donk mas, semua manusia mempunyai kemampuan yang sama, walaupun Tuhan memberikan nasib yang berbeda, benar ngga ?

27 11 2008
hadi

saya tidak setuju bila akpol dihapus saya sendiri juga seorang anggota polri dari bintara, saya ada pandangan tentang kepolisian,yang merusak oranisasi kita semua orang pasti banyak yang setju kalo salah satu sumbernya adalah korupsi sekali lagi”KORUPSI”.! dukung akpol dengan dedikasi dan loyalitas kepada pengabdian dan jangan lupa jangan dukung akpol brengsek klo perlu jangan opresional jatuhkan saja mereka. karena kita butuh polisi dengan network sabang sampai merouke.
Dan bila perlu jejaring informasi keungan polri dapat diakses oleh semua orang karena polisi banyak melakukan operasi secara terbuka kenapa tidak dibuka seluas-luasnya berapa anggaran operasional kepolisian di tingkat pelaksana lapangan dan dengan sistem point jadi anggotya yang melaksanakan operasi kepolisian dapat mengerti berapa yang didapat klo ada pelanggaran di dalam operasi hukum seberat-beratnya mereka.
semoga polisi jadi timbangan yang seimbang bukan berat sebelah bravo kepolisian RI.

@Hadi : Terima kasih atas tanggapannya, yang jelas kedepan rekrutment harus lebih baik di setiap tingkat penerimaan Polri, bener ngga ?

3 12 2008
widya

menurut saya kakak kakak akpol itu sangat ganteng2. apalagi kak gurnald parutan,upz patiran eh au deh.soalnya doi 2h baek,ganteng,imoet tapi sayang doi sangat soak.

@ Widya : hahahhahhaa iya deh salam buat mas nya yang ganteng tapi soak itu :mrgreen: masih banyak stock yang lain kok, mau tak kenalin ? :P

3 12 2008
t3

masa akpol mau di bubarin, ya jelas gak bisa lah, pasti yang ngomong n yang usul otaknya tolol.. jangan berkomentar karena sentimen pribadi, saya tahu keberhasilan tugas polri di lapangan tidak terlepas dr hubungan erat dan jerih payah atasan dan anggota..
intinya kt hrus saling menghargai..
buat yg jd anggota laksanakan perintah yang sdh dibebankan, kalo dimarahi wajar jdkan itu sebagai koreksi diri anda, jgn malah berpikiran sempit,, kalau angota pintar, loyal dan berprestasi yakin dan percaya pasti akan sukses dan diperhatikan pimpinan, dan untuk melangkah ke jenjang perwira pasti bkn hal yang sulit apabila itu sudah di tangan anda..
buat yg jd perwira, bina dan bimbing anggotanya,,

kalau mau jd bintara siapa yg ngasih perintah [bisa bubar polri]
kalau semua jd perwira siapa yg mau diperintah [bisa bubar jg polri]

@ t3 : Terima kasih, yang jelas kita berbakti dan berkarya sesuai tingkat hirarki, karena Polisi adalah suatu lembaga yang masih menggunaan hirarki walaupun sudah full aparat sipil negara…

13 12 2008
AKYU ana"e KERTAMERTA

bang reinHard ( ijin bang, salah ga nulis namanya ? he he aku sopo ayoo ) yah apa yang bisa kita perbuat ? kalo masih ribut soal pangkat ?? semua kan udah digarisin ma Yang Maha Tinggi…emang sih kalo penerimaan perwira satu sumber mungkin bisa mereduksi polemik ini, tapi kok koyo krg legowo gt kdngrannya. Menurut abang, di Polri kira kira sampe kapan ya ? soal penempatan bisa bener bener jadi ajang pembinaan ? terus masalah rumah dinas, gmana pndpt abang ? tau sendiri kan Pnk Karya, Rgunan, Cpnang dll udah jadi “Pondok Indah” , padahal kan rumdin itu bukan warisan tapi untuk kelangsungan masa depan polisi jg, celakanya banyak abang2, purna pati dll yang malah mbangun, pgennya mikir dikit buat POlri, tp mikir penempatan sndiri aja pusiing..hehe, ntar abang kalo jadi Irwasum ( ini jg doa lho )jgn segan2 ya ama litingan n yunior yg bandel…hehe kecuali aku , siap salah !! ( sambil sikap tobat )

29 12 2008
feri

Halo pak Reihard salut buat tulisan nya dan harapan terhadap Polri kedepan nya.
sebelumnya saya minta maaf untuk komentar saya yang mungkin salah.
menurut saya Polri adalah lembaga pelayanan jasa masyarakat sesuai dengan fungsi nya mengemban tugas melayani masyarakat sehubungan dengan rasa aman dan penegakan hukum.
Polri dalam mengembangkan produk pelayanan nya antara lain penyuluhan (penghimbauan/pemberitahuan), pencegahan, dan penindakan yang sedang dalam proses upgrade menuju Polri profesional yang semakin baik dan harus memerlukan terobosan baru dan pastinya diperlukan dan dibutuhkan oleh masyarakat.
Dalam action nya di sayangkan adalah masih ada anggota Polri yang disibuk kan dengan urusan administrasi urusan dalam, keuangan, dan tetek bengek lain nya. Mungkin pekerjaan tersebut sudah harus diserahkan kepada PNS Polri yang di recruit sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki dan (kecuali User/ pimpinan nya).
sesuatu yang mubazir apabila anggota Polri tugas nya hanya membuat laporan bulanan saja tanpa melakukan kegiatan pelayanan menurut saya pemborosan sda.
mungkin dengan begitu dapat tercipta terobosan karya-karya indah yang lebih baik untuk masyarakat dari segi pelayan dan penegakan hukum.

terima kasih

@Feri : Terima kasih atas tanggapannya……. memang langkah – langkah tersebut sudah mulai dilakukan Polri, sebagai contoh di Mabes Polri, untuk urusan administratif sudah banyak diserahkan kepada PNS.

3 01 2009
the polis

ijin ndan, skilas info :
saya jga dari Bintara, tpi klo akpol mau dihapus, saya juga gax setuju.
krn mskipun ada alumninya yg “dableg”, mnurut saya yg salah bukan lembaganya, tpi “oknum” alumninya.
tinggal kdepan buat komandan2 yg alumni, mau dibawa kmana ne organisasi. mau mkin ancur atw profesional ???
buat yg alumni secapa atw PPSS, nyantai aja lagi. klo emang lebih mampu dari “alumni” ya tinggal dibuktiin aja. kalo takut gx promosi krn ada diskriminasi alumni, biasa aj lagi..
yakin aja dh, bntar lagi para komandan skalian, baik akpol, PPSS, atw scapa yg gax siap pasti kegilas roda reformasi. (Tul gax ndan ???)
– saran aja neh buat yang dari bintara: saya dan beberapa tman neh punya konsep, gni lho : krn kita gax bisa mimpi jdi Kapolres, Kapolda apalagi Kapolri, kita kroco-kroco yg dtugasin di masyarakat, jdi babinkamtibmas, yg punya kring serse, atau yg dinas dimana aja…
galang donk masyarakatnya. ntar umur 40an, klo karir gax jelas ajuin pensiun dini. nyalon legislatif deh, pan udah banyak tuh binaannya.
yakin deh pasti bisa, masa seh 20 tahun dinas gax nguasai satu-atau dua kecamatan..
Klo udah jdi anggota dewan.. jgnkan Kapolres, Kapolda dan Kapolri aj harus ijin dlu kalo mau nyidik kita. trus serunya lagi, kalo lagi rapat dewan Kapolres, Kapolda dan Kapolri bisa kita marah-marahin..serukan ? (tpi klo pak reinhard jgn dimarahin ya..) he.he.he
– sdikit saran buat komandan : tlg donk adik2nya diperhatiin dikit, meski sudah trlahir jadi bangsawan, harus bisa kerja jga donk.. jangan bisanya cma tolah-toleh dan cengar-cengir doank..
pada initinya buat semua : kita gx cma bertanggung jawab ama pimpinan, negara atau masyarakat. kita wajib bertanggung jawab buat TUHAN.
walau di dunia aman terkendali, entar di neraka disuruh guling botol ampe kuruz.. baru pada tau.
maaf y kalo ada yg ksinggung

@ the polis : jangan kuatir mas saya ngga tersingung kok :) idenya bagus juga :mrgreen:

3 01 2009
joni

maaf..saya sangat ingin sekali menjadi angota dari kepolisian…gak jadi polisi juga gak papa.. tapi di libatkan dalam menjaga keamanan juga mau…tapi sayang…masalanya saya cuma lulusan stm teknik mesin…dan juga saya keturunan cina..tapi saya sendiri gak mengaku saya orang cina yang disana.cuma mereka bilang saya cina..sayang sekali…tak ada kesempatan…sudahlah lupakan saja…maafkan saya kawan….

@Joni : Wah ketinggalan berita, sekarang polri tidak membeda – bedakan lagi masalah WNI keturunan atau tidak, anak buah saya di Jambi dia orang chinese keturunan Hokkien totok …….. bisa tuh masuk polisi…. jadi jangan kuatir, ikut saja pendaftaran… kalau anda mampu pasti lulus, dijamin….

14 01 2009
suripto

Menurut saya, Akpol tetap ada karena beliau adalah kader pemimpin Polri. Rekrutmen dan kurikulum Akpol yang harus disempurnakan serta setelah menjadi Perwira harus benar2 diawasi/ jangan arogan. Penerimaanya juga jangan terlalu banyak, karena jabatan pimpinan Polri sedikit sehingga yang dari non Akpol juga kebagian.
Menurut saya idealnya Perwira juga mengerti pekerjaan anak buah/ Bintara, jd bukan hanya sekedar mengawasi dan memerintah, karena itu menyangkut tanggung jawab tugas, namun sebagai pelaksana adalah Bintara karena banyak jg bintara yg berlagu sok Perwira.
Perwira Sukabumi sekarang hanya berpendidkan selama 4 bulan, apa cukup untuk mencetak Polisi yang profesional, namun itu menyangkut dengan masalah anggaran dari negara.
Polri dulu bagian dari ABRI, sehingga srtuktur kepangkatan ada TAMTAMA. atas kebijakan Pimpinan pangkat TAMTAMA dihapuskan, namun apakah kebijakan yang mengatur karier bekas tamtama juga diperhitungkan??.
Karena waktu yang diperlukan dari Tamtama untuk bisa menjadi Perwira paling tidak 16 (enam bela) tahun. Yang masuk tamtama juga banyak sebagian besar berijazah SLTA, bahkan banyak yang dinas sambil menyelesaikan sarjana.
Ada banyak beberapa faktor yang menyebabkan seseorang dapat diterima di AKPOL,SECABA dan TAMTAMA jadi di Indonesia belum bisa Objektif, jadi dalam pengembangan karier lebih lanjut janganlah terlalu tajam perbedaannya.
Pengenbangan karier, kesejahteraan, Polri memang masih cukup rumit diperdebatkan, semoga manajemen Polri berkembang dengan baik dalam rangka pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Salam hormat, Ipda Suripto

@Ipda Suripto: Terima kasih atas tanggapannya, akan diperhatikan usul bapak (kalau saya jadi Desumdaman wkwkwkwkwkwk), bagi rekan 2x polri/non polri ada yang mau menanggapi ?

22 01 2009
suriani

halo, saya baru mendapatkan info ttg JCLEC ini, dan menurut saya keren sekali… cuman masalahnya adalah apakah yg bole ikt training ini hanya dr lulusan kepolisian saja kah?? atau dibuka juga untuk umum? soalnya saya lulusan teknik juga nih, tapi saya tertarik sekali dengan yg namanya intelijen dan lainnya yg berhubungan…dan berharap bs sekolah disitu..

mohon pencerahannya… thx..

@suriani: JCLEC ini hanya diperuntukkan untuk institusi kepolisian, karena materinya sangat spesifik mengenai tekhnik dan taktik kepolisian untuk menyamakan persepsi bidang tugasnya, dan pesertanya polisi dari banyak negara ..

18 08 2009
m'nique

Ijin menambahkan komandan:
ada beberapa pelatihan di JCLEC yang dapat diikuti oleh lembaga sipil tertentu yang berkaitan dengan bidang tugas kepolisian atau penegakan hukum, misalnya bea cukai, pemadam kebakaran, BNBP, Basarnas, DKP, dll…
Mudah-mudahan cap JCLEC bukan keren saja, tapi berguna dan bermanfaat
Soal pendanaan yang mayoritas dari Australia dan isu ‘intelijen’, tanpa JCLEC pun intelijen Australia sudah menyebar di Indonesia.
Idealnya, selain belajar ilmu baru di JCLEC bisa juga untuk mempraktekan ilmu yang didapat terhadap sumber ilmunya ;)

24 01 2009
T3

ijin menyampaikan bang…
saya pernah ikut ILEA bang tahun 2007
waktu itu saya ikut pelatihan NARCOUTICS UNIT COMMANDER..
program ini sebenernya bagus bang hanya saja materi yang di sampaikan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
pada dasarnya semuanya sama yaitu pengungkapan kasus..
akan tetapi undang2 yg berlaku antara negara kita dengan negara2 tetangga berbeda bang..
contohnya masalah pembelaan terhadap penegak hukum..
di AS itu rumusannya MEMATIKAN, sedangkan di INDONESIA hanya MELUMPUHKAN..
saya mengambil kesimpulan bahwasanya semuanya tergantung pelaksana di lapangan sesuai dengan UU yang berlaku di negaranya.

akan tetapi ada satu hal yang sangat membanggakan untuk kita (POLRI) ;
pelatih saya (lupa namanya bang) dari AS adalah agen DEA (Drugs Enforcement Administration) bilang “Pemerintahan Amerika Serikat mengakui bahwa POLRI ADALAH SATU2NYA LEMBAGA KEPOLISIAN DI DUNIA YANG BISA MENGUNGKAP KASUS TERORISME DI WILAYAHNYA”. kami 6 orang perwakilan dr INDONESIA sangat bangga mendengar pengakuan dari agen DEA di depan seluruh peserta dari negara2 se-asia tenggara (11 NEGARA).

Kaitannya dengan di atas bang…
terserah dengan komentar di luar tentang AKPOL dll, yang jelas kami bangga bahwasannya DENSUS 88 ANTI TEROR dibentuk oleh POLRI.
seluruh satgas nya adalah anggota POLRI (Perwira dan Bintara).
dan perlu di garis bawahi bahwa ALUMNUS AKPOL juga ambil bagian di dalamnya. jadi tolong jangan mem vonis lembaga kami (AKPOL), tp silahkan gunakan bahasa “OKNUM” akan lebih baik dan sopan… thnx

salam hormat, IPTU ANGGA F. HERLAMBANG (TTT/2004)

@ Angga : Memang benar keberhasilan Indonesia menangani terorisme sudah diakui oleh dunia Internasional, mangenai prinsip “melumpuhkan” dan “mematikan” itu memang masih menjadi perdebatan, yang jelas itu tergantung sepenuhnya oleh UU yang berlaku di negaranya, kalau di AS penggunaan senjata api dilegalkan, bisa dibayangkan kalau polisi mengambil tindakan hanya “melumpuhkan” jangan 2x kalah cepat dan sudah mati duluan disana..
Mengenai perbedaan mengenai sumber pendidikan Polri, susah juga sih … kalau anda percaya “fate” and “destiny” alias nasib, pasti menyadari bahwa manusia tidak semua sama, jangan kuatir setiap yang berprestasi pasti ada “reward” nya baik dari kedinasan maupun dari SANG PENCIPTA, dan saya juga melihat ada juga “seleksi alam” bagi yang tidak baik dalam berdinas akan tergeser dengan sendirinya, bagi yang baik …. walaupun itu dari sumber pendidikan polisi yang terendah bisa juga sampai ke pangkat tinggi.. percaya deh… :)

25 01 2009
lubis

jadi polisi sekarang tidak ada kebanggaan, semuanya serba duit. bahagialah yang punya duit, bisa beli apa saja. mau akpol , mau ppss, mau secapa, bintara atau apa kek , terserah. Asal jalan gak macet, masyarakat udah seneng. Masalah kriminal, tinggal untung-untungan, kalo lagi hoki ketangkep, kalau lagi apes, ya mungkin tersangka lagi hoki. Semuanya serba tradisional, yang modern hanya di mabes aja, di wilayah duitnya abis buat bayar golf. Bagi saya pribadi, cukup dapat gaji perbulan, apel pagi, apel siang . Naik pangkat pada waktunya, bisa bayar cicilan rumah, bisa bayar cicilan motor, bisa bayar anak sekolah, udah cukup. AKPOL mau dibubarkan ?…….. jangan deh, biar ada kesempatan anak saya masuk AKPOL. bgmana ? setuju gak ?

6 02 2009
mav3rick.97

Humm…

*hanya bisa bergumam*

gpp kalo secaba nya yang bubar.Biar ga nyepet2in divtelmatikany kita.

*secaba kalo koment g da yg membantu*

semper fi.

@mav3rick.97 : Hehehe semua sudah diatur bro, ada yang jadi pimpinan ada yang jadi anak buah, tinggal nasib kita aja dapat dimana… :mrgreen:

7 02 2009
fidelityprior

waduh, akpol jangan bubar dulu. saya belum sempet masuk sana.
tapi yang jelas lulusan akpol juga bagus – bagus. seperti penulis blog ini
* anda benar2 jadi idola saya sekarang *, huhm…lokasi JCLEC ternyata dekat dengan komplek rumah saya.bisa dibilang enggak ada 1 kilo…
AKPOL juga kalo latihan seru…bom dimana mana, buat rumah saya bergoyang goyang…ajib rumah jadi dugem.benar2 membakar jiwa patriot saya sejak SMA dulu…

@fidelityprior: hehhe tertarik masuk akpol juga bro ? memang di AKPOL sekarang ada pelatihan pasukan anti teroris POLRI (platina), jadi maklum deh para tetangga yang berada di sekitar daerah Candi kalau rumahnya sering bergetar – getar :)

30 04 2009
Caesario

Saya ingin menanyakan, apakah sipil/lulusan s1bisa juga ikut dalam pendidikan ini ? Terima kasih

3 05 2009
Fery

Agustus sy wisuda dg gelar SE,sy sbaiknya daftar akpol atau ap?M0h0n dBantU.

13 05 2009
Endy

Maap nih OOT, kenapa JCLEC di Semarang, tapi pake nama Jakarta??? kenapa ndak SCLEC?

@ Endy : Ini adalah nama bersama yang diberikan oleh negara pendonor…. kenapa namanya Jakarta ? mungkin karena lebih ‘familiar’ di telinga orang…

15 05 2009
seorang bintara

mhon izin komandan…dari artikel dan semua komentar dapat di simpulkan bahwa kita hanya ingin polisi semakin maju dan maju, baik dari segi pola pikir maupun sikap,
izin komandan perkenalkan saya adalah lulusan secaba polri tahun 2004 yg pendidikan hanya 5 bulan spn 5 bulan magang dan 1 bulan pembulatan sesuai dengan pola pendidikan saya pada saat itu komandan dan juga seorang mahasiswa S1 teknik informatika sem4, berhubung dengan polisi sesuai dengan keinginan kita tentunaya agar anggota polri maju-maju dan terus maju ke arah yang terbaik adalah yang ingin saya pertanyakan komandan masalah perekrutan akpol saat ini (pada tahun 2009 ) ini.

kenapa penerimaan akpol sumber sarjana dari S1 hanya untuk jurusan hukum dan sosial saja komandan sedangkan saya jurusan teknik informatika apa….jurusan2 lain tidak berkompeten dengan polri….sedangkan seperti yang kita ketahui dari tahun ke tahun yang perkembangannya sangat pesat, ialah teknologi….apa cyber crime itu tidak perlu di imbangi dengan pengetahuan tentang teknologi komandan, tentu sangat perlu bukan…

dan menurut saya komandan kaitan dengan realita di lapangan komadan , sya tidak merasa lebih komandan hanya apa baik bintara baru maupun para perwira memiliki pengetahuan yang lebih ttg komputer dan teknologi komandank paling ya kalau hidup dan matikan saja….anak kcil jg tau….

MARI KITA WUJUDKAN POLRI MAHIR, TERPUJI DAN PATUH HUKUM
POLRI YANG MODERN DAN FROFESIOANAL DGN TAHU TEKNOLOGI

saya hanya seorang bintara yang bermimpi bisa masuk akpol juga komandan

22 06 2009
bambang

Kombes Edwardsyah Pernong jebolan ppss/S1 (baca riwayat beliau di web selapa) mantan kapolres di jakarta dan bandung beliau sudah sespati calon jenderal masa depan, jangan saling memberikan tanggapan yang kurang baik antar jebolan akpol dan bintara semua masih dalam sesama keluarga polri. bagaimana menjadi polri yang profesional tidak membedakan bintara, akpol, ppss tetapi mengedepankan polisi sebagai pengayom pelindung masyarakat, bukan menjalimi rakyat sipil sesuai dengan semboyan tribrata. keluarga besar saya polisi yang di mulai dari; bapak saya polisi (alm) dan saya sendiri pernah daftar polisi, adik saya akpol, paman saya akbp dan akp, sepupu briadir brimob, dari istri kakak ipar brigjen di mabes polri (alm) angkatan jenderal awaluddin jamin mantan kapolri, ada yang kombes aktif, ada kombes sudah pensiun. semua tadi rahmatan dan anugrah dari kuasa yang harus saya jaga dalam semboyan tribrata. salam sukses polri

22 06 2009
WSATYA

WADUH KENAPA KOQ DIPERDEBATKAN SICH, APAKAH KAPOLRI DAN SEMUA JENDRAL POLRI BODOH2, MEREKA 99% DR AKPOL, MEMANG SDH ADA PBAGIAN TUGASKAN, MASAK SEORANG KOMANDAN HRS JG MENGETIK SDIRI? SEDANGKAN BEBAN TUGAS DIA SDH BYK DAN HRS BERPIKIRAN STRATEGIS, MEMANG DONG MEREKA MYURUH2 SAJA KRN SEORANG MANAJER HRS BISA MEMANAGE SDMIKIAN RUPA SESUAI TANTANGAN YG DIHADAPI DIBANDINGKAN KEMAMPUAN YG DIMILIKINYA. ITULAH JGN SAMPAI ADA PKATAAN BAHWA AKPOL BISANYA MYURUH2 SAJA. ANAK BUAH HRS BPIKIRAN TAKTIS NAMUN PIMP HRS BPIKIRAN STRATEGIS. KALO SDR2 YG MERASA IRI THDP AKPOL, KAN DULU ANDA2 INI MPUNYAI KSEMPATAN UNTUK MENJD PA POLRI MELALUI SUMBER AKADEMI?? TRUS KALO SEMUA LEWAT AKPOL,SIAPA YG MAU MGERJAKAN KEDOKTERAN POLRI, ADA2 AJA ENTE NIH…

25 06 2009
Tri Atmojo

Bang..caranya daftar gmna??
krim ke e-mail q ja..mksih..
@ Tri : khusus buat Polri via karo personil masing – masing polda/jajaran setelah ada TR pemberitahuan dari Desumdaman Polri tentang buka dik ini

27 06 2009
Tulus H Simamora

Wah baru tau aku indonesia sudah punya sekolah polisi internasional ya….hebat ini…tapi sayang masih banyak sekali polisi kita yg masih dibawah standar baik dalam pengetahuan maupun tindakan.

@Tulus H Simamora: yah begitulah lae, hujan tidak merata dalam arti pengetahuan tidak bisa merata …… mudah mudahan akan lebih baik kedepan

24 08 2009
yonanza riyawa

salam hormat pak dari saya, saya sangat tertarik pada JCLEC, sehingga saya juga sangat berminat untuk mengikuti program2 maupun pelatihan yang di berikan. Saya juga seorang anggota POLRI, tetapi terasa amat susah untuk mengikuti program atau pelatihan di JCLEC kalau harus melalui pengajuan dari polda masing – masing, apakah ada cara lain selain cara tersebut? mungkin mendaftarkan diri lewat blog ini misalnya, atas perhatian dan jawabannya saya haturkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.

2 09 2009
rhesa

Bagaimna syarat untuk masuk??
saya msh duduk kls 3 SMA…

Terima kasih..

@rhesa: ini buat yang sudah dinas dik …

9 09 2009
Penjahat Supaya Kapok, Harus Dibuat Bangkrut Dengan UU Money Laundring « Polisi oh Polisi

[...] 9 09 2009 Beberapa hari yang lalu saya baru selesai mengikuti kursus singkat di JCLEC, selama 2 minggu… topik yang diikuti adalah Financial Invetigation Program, yang lebih dekat [...]

11 11 2009
marcelino

sukse buat abang saya, diskusi yang hangat dan menarik terkait jenjang karir di kepolisian, perbedaan adalah suatu anugerah tetapi bagaimana kita bisa mengolah perbedaa tersebut menjadi suatu dorongan, motivasi dan kekuatan bagi Polri. kita harus ingat bahwa polri tdk bisa bekerja sendiri tetapi butuh kerjasama dengan masayarakat dan institusi lain dgn tujuan membawa perubahan dan perbaikan bangsa ini. akpol, secapa, ppss dll adalah sumber2 masuk sbg personil polri, bukan perbedaan yang sengaja kita cari tetapi kita olah perbedaan tsb utk menjadi positif dan sinergi dalam meningkatkan kinerja polri dalam melayani secara profesional. profesional? menurut pendapat saya adalah di pangkat, jabatan , dinas apapun dan dimanapun marilah kita laksanakan dengan sebaik2nya sesuai dengan tupoksi masing2…janganlah kita terpancing utk membuat perbedaan dan pengkotak2an serta klasifikasi yang tidak perlu dan membuang energi…antisipasi upaya memecah belah kesatuan polri…ibarat sebuah tubuh manusia, tidak ada satupun bagian tubuh yang tidak berguna dan penting…benarkan? sekarang marilah kita sinergikan bagian2 tubuh ini utk selalu dpt bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat…pangkat dan jabatan adalah amanah dari Tuhan…kita harus selalu mengisi dengan belajar, merubah perilaku dan bekerja baik dari hari ke hari…bekerjalah dengan baik seperti anda bekerja untuk Tuhan YME dan Dia akan memberi berkatNya..amin, GBU

@Marcelino: terima kasih adik asuh sudah ikut urun rembug di blog aku .. sering sering mampir ya… Salam hormat …

Tinggalkan sebuah tanggapan