Sidik jari (finger print) adalah ilmu yang “murni” polisi, saya tidak pernah melihat institusi lain yang mengajarkan ilmu ini selain kepolisian, saya akui semasa menjadi siswa kepolisian saya agak malas mengikuti pelajaran ini… karena pelajaran ini rumit, terutama bagian merumus sidik jari…
Sekedar mengingat pelajaran lalu….. mungkin juga berguna bagi pembaca yang ingin sedikit tahu mengenai sidik jari…
Ok… Pada prinsipnya “TIDAK ADA MANUSIA DI DUNIA INI YANG MEMPUNYAI SIDIK JARI YANG SAMA” …. Hmmmmh lucu ya ? itulah Keajaiban Tuhan… pernah dicoba dibandingkan sidik jari dua orang yang kembar identik…. Tetapi tetap saja sidik jarinya tidak sama…. Yang saya tidak tahu apakah orang yang di CLONING juga mempunyai sidik jari yang sama ???? wah….. memang jawaban ini bikin saya penasaran, sayangnya belum ada percobaan di dunia untuk meng- CLONING manusia….
Kenapa ada sidik jari ??? sidik jari sebenarnya adalah kulit yang menebal dan menipis membentuk suatu “punggungan” pada telapak jari yang membentuk suatu pola, sidik jari tidak akan hilang sampai seorang meninggal dunia dan busuk, goresan – goresan atau luka biasanya pada waktu kulit berganti akan membentuk pola yang sama…. Kecuali kulit tersebut mengalami luka bakar yang parah…. Ada kejadian nyata, sesorang di Jakarta pada saat mau membuat visa AS ditolak karena pola sidik jarinya hilang karena pernah mengalami luka bakar…. Kalau begini bagaimana ya ????
Identifikasi Sidik jari dikenal dengan DAKTILOSKOPI adalah merumus pola sidik jari pada tapak tangan yang sama, kiri maupun kanan…. Metodanya dikenal dengan metode Henry, Rocher dan Vucetich… Metode Henry diciptakan di India dan dipakai semua negara “English Speaking” , Metode Rocher digunakan di negara Jerman dan Jepang, sedangkan Metode Vucetich digunakan pada negara – negara berbahasa Spanyol…. Indonesia sendiri menggunakan Metoda Henry….
Bagaimana bentuk umum sidik jari ????
Pada umumnya manusia mempunyai 3 macam bentuk umum sidik jari dalam metode Henry yaitu :
ARCH
LOOP (KANAN)
WHORL
Ada juga varian ARCH ……
TENTED ARCH
Nah……..Dari bentuk bentuk diatas inilah kita bisa merumuskan sidi jari….
Sidik jari bisa digunakan untuk pengungkapan kejahatan, misalnya dari sidik jari laten (pengambilan sidik jari menggunakan serbuk kimia) yang didapat dari barang barang di TKP, atau barang – barang yang digunakan untuk “melakukan kejahatan” seperti pistol, pisau, tang obeng dan sebagainya…
Nah … inilah letak krusialnya…. Dari sidik jari laten yang kita temukan di TKP tersebut, polisi melakukan pemotretan sidik jari lalu dibandingkan dengan data sidik jari dalam file kepolisian….
Ingatkah anda pada waktu membuat SKKB ??? itulah sumber data yang berharga bagi polisi untuk mencari data guna membandingkan sidik jari di TKP dengan sidik jari orang – orang yang kita curigai…
Dalam ilmu Daktiloskopi sidik jari dikatakan IDENTIK apabila mempunyai MINIMAL 12 titik yang sama dalam satu ruas jari (tidak perlu lengkap semua…. Bisa kelingking saja… bisa jempol saja….)
Salah satu contoh bagaimana SIDIK JARI bisa menentukan tersangka dalah tulisan saya di sini.
Ok demikian “pencerahan” saya, mudah – mudahan bermanfaat….







menarik sekali postinganya
apalagi saya dulu penggemar novelnya S Mara GD (jadi pingin baca lagi). Tapi kalau manusia hasil rekayasa genetik, mendingan tidak usah ada, jadi pusingnya merumuskan sidik jari juga tidak perlu bertambah. Selama ini untuk mikroorganisme hasil cloningan hampir selalu mempunyai gene yang sama persis dengan aslinya, jadi mungkin manusia cloningan juga mempunyai rumus sidik jari yang sama, who know???
@mimie: Inilah yang menjadi perdebatan beberapa tahun belakangan ini…. apakah secara etika “Ketuhanan” membolehkan manusia di CLONING…. secara “logika” manusia memang “memungkinkan” untuk dilakukan…. yang “ngeri” memang membayangkan ada dua manusia yang memang identik dari segala aspek… termasuk SIDIK JARINYA (ngga tau juga ya.. apa sidik jari bisa sama…..) … yang jelas kalau sampai ada buat POLISI repot doonk…..
Semua itu memang hanya tertinggal masalah ke Tuhanan, secara teori kloning manusia itu bisa, meski sejauh ini banyak dicoba hanya pada mikroorganisme (kerjaan sehari-hari
)
Tapi kalau mengingat I am legend nya will smith, semoga kloning manusia tidak pernah ada
he.he he….nice wrote again dan.. tapi pernah kepilir gak buat manage tuh sidik jari yang udah didata dalam bentuk digital dan dibentuk dalam file khusus sehingga gak perlu repot lagi …cari bentuk sidik jari orang dan datanya…..lanjut dan mau bahas tentang narkoba gak …
Asik mas, beberapa penjelasan diatas semakin dimengerti oleh semua orang, tapi ada beberapa kalimat yang saya ambil dari artikel sidk jari yang mas buat :
” Nah … inilah letak krusialnya…. Dari sidik jari laten yang kita temukan di TKP tersebut, polisi melakukan pemotretan sidik jari lalu dibandingkan dengan data sidik jari dalam file kepolisian….
setahu saya masalah pengarsipan file terutama sidik jari di Polri masih amburadul. Jadi kata-kata mencocokkan ataupun membandingkan data sidik jari di TKP dengan data yang ada di Polri masih jauh dari harapan, karena pengarsipan di Polri masih manual alias hasil rumusan sidik jari berupa blangko yang berbentuk kotak-kotak disimpan di dalam rak / almari tidak dalam format digital… seperti yang difilm-film.
apalagi jika pelaku tindak pidana adalah penjahat kambuhan, gimana bisa ngungkapnya mas……
untuk membandingkan sidik jari latent tidak harus membongkar semua file sidik jari yang di simpan, tapi harus selektif, dari kepolisian sendiri punya data sidik jari semua tahanan di wilayah masing2 dari semua jenis kejahatan, seperti yg mas agus bilang misaalnya seperti pelaku tindak pidana kambuhan, setiap pelaku tindak kejahatan mereka punya specialist dari masing2 kejahatannya misalnya ( specialist bobol plafon, specialist curat siang, specialist bobol brangkas dll. ), jd dr sinilah pihak kepolisian bisa membandingkan secara selektif…….demikian penjelasan saya semoga bermanfaat…..
@Gandrink: terimakasih atas penjelasan tambahannya
wah hebat ya udah ke darfur, tapi soal sidik jari anda pernah lihat yang : plain whorl, central pocket loop whorl, double loop whorl n accidental whorl dan jika pingin yang lebih jauhnya anda bisa lihat pada http://www.ident-banyumas.blogspot.com itu blog dari kami tim identifikasi banyumas
@ Dmitri : Wah hebat juga orang ident Polres sudah buat blog, kemarin saya tulis tentang sidik jari memang secara sekilas saja….. bisa juga nih kalau pendataan sidik jari DPO melalui blog …. sukses selalu mas
pa, mau tanya nich.. sebenernya sidik jari boleh dipelajari oleh orang awam ga? saya mahasiswa teknik tingkat akhir, tugas akhir saya mengenai perumusan sidik jari, tetapi lagi bermasalah dengan data, kalau minta sampel dari keolisian apakah diperbolehkan??
berhubung baru satu jenis jari yang diidentifikasi menjadi rumus, maka belum bisa dipakai dikeolisian. semoga kedepanya dengan semakin canggih teknologi, cara pengambilan sidik jari tidak lagi manual.
@Nia : Sidak jari sepertinya cuma dipelajari di kepolisian, saya belum melihat diajarkan di institusi lain selain Polisi, kalau mau belajar mungkin bisa menghubungi petugas identifikasi (di setiap Polres di Indonesia ada tuh..) kalau masalah data Sidik jari mungkin bisa saja, tapi secara teknis saya tidak bisa memberi jawaban apakah bisa atau tidak diberikan, kalau data di Polres semuanya data 10 jari dari SKKB, untuk data satu jari (seperti di pembuatan Sim/Ktp) tidak bisa dilakukan perumusan, mungkin hanya bisa untuk pembanding, itupun tidak akan disyahkan kalau cuma satu jari sebagai pembanding….
pak, yang berhak ngambil sidik jari apa cuma polisi? gimana kalo panitia lelang yang mewajibkan pendaftar untuk memberikan sidik jarinya disamping tanda tangan? apa itu legal? trims.
@ryan sudaryana: Tidak ada larangan sih untuk tidak membolehkan seseorang memberikan cap sidik jarinya dalam sebuah surat, mungkin panitia lelang menghindari error in persona alias salah orang atau, orang satu orang untuk beberapa nama pendaftar, walapun yang bisa membuktikan secara hukum adalah hanya polisi………..
trims, pak. kebetulan saya ketiban tugas jadi panitia lelang di kantor (semoga ini jadi anugrah, bukannya jadi musibah). kalau memang tidak ada larangan untuk mengambil sidik jari seseorang disamping tandatangannya, mungkin akan kami terapkan hal tsb. tujuan utamanya memang untuk menghindari error in persona dan juga (amit-amit jabang bayi), kalau lelang udah jadi masalah hukum (sekarang lagi ngetrend panitia lelang antri diperiksa aparat penegak hukum, dan saya sama sekali tidak bercita-cita diinterogasi oleh rekan-rekan bapak) semoga hal tersebut bisa jadi salah satu aspek yang bisa meringankan panitia (bapak tau sendiri lah, iklim pengadaan barang & jasa di sini mungkin lebih panas dari darfur, hehe). sekali lagi, terima kasih & selamat bertugas.
pagi pak…
saya seorang mahasiswi It Telkom yang ingin mengangkat topik sidik jari menjadi tugas akhir saya..saya udah punya buku dari kepolisian. tapi bingung abiz…
ribet banget euy…
@ endah : jangan kan mba … wong saya aja yang polisi bingung hehehe…. saya memang dapat pelajaran daktiloskopi, tapi pada akhirnya orang bertugas di identifikasi yang benar benar melaksanakannya …
saya anggota unit identifikasi polres bengkulu utara,memang kendala yang kmi hadapi di kewilayahan adalah mengenai pengarsipan sidik jari itu sendiri baik pemohon sidik jari untuk skck maupun data sidik jari tersangka baik yanr tsk baru maupun residifis.jadi saya mohon petunjuknya adakah metode pengarsipan yang baik untk kami yang di kewilayahan yang mana peralatan yang tidak mendukung.terima kasih
@teguh santoso: Jangan kuatir sebentar lagi akan ada sistem pendataan sidik jari secara nasional berbasis web yang dirancang Polri namanya INAFIS, wilayah akan mengirimkan data sidik jari dan akan tersimpan semuanya dalam pusat komputer di Mabes Polri.
syukurlah kalau begitu pak….kami sangat membutuhkannya,karena sangat mendukung kerja kami di kewilayahan.terima kasih pak atas informasinya.maju terus kepolisian indonesia.
woewwww,…
awesome bung,.
apakah dari hasil perumusan sidik jari itu, bisa juga dibuat sebagai data untukmengetahui karekter seseorang !
@tomi: wah itu sih namanya palmistry… atau ramal meramal… ilmu perumusan sidik jari 100 % ilmiah
Saya hanya ingin menambah info bahwa sidik jari tidak hanya di kepolisian saja tetapi juga di kemkumham, bahkan kalau di polisi sidik jari digunakan hanya untuk kepentingan intern saja, tapi di direktorat daktiloskopi sidik jari digunakan umum, bahkan kita mempunyai sidik jari dari jaman belanda
boleh dong berbagi Ilmu tentang Identifikasi yang di kembangkan oleh JCLEC atau yang di kembangkan oleh JICA atau yang sekarang dikaji perumusannya oleh PUSINAFIS
Apakah Rumus Sidik Jari dapat Berubah?
mohon infonya,
Terima kasih.
perumusan sidik jari kalau untuk primernya tdk akan berubah kecuali perumusnya salah untuk melihat bentuk sidik jari yg terdapat pada 10 jari tersebut dan perbedaan penghitungannya juga pasti ada beda karena penglihatan seseorang berbeda-beda maksudnya ada yang teliti dan ada juga pada saat melakukan perumusan sambil ngobrol jadi ada garis papilairnya yg terlewatkan, namun hakikinya bentuk sidik jari itu sendiri tidak akan berubah pernah berubah kecuali ada mendapatkan cacat atau kecelakaan dan perumusannya untuk untuk memudahkan melakukan file dari sidik jari itu sendiri, tks Kanit I Inafis Polda Kepri
@pak andhi: terimakasih atas tambahannya pak .. sukses selalu ….
assalamualaikum,Selamat pagi dan salam proficiat Buat Bapak
perkenalkan terlebih dahulu
nama saya eko wirahutomo,mahasiswa fakultas hukum disebuah perguruan tinggi UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT,saya amat tertarik mengenai blog yang anda muat mengenai sidik jari dari maka itulah saya mengambil judul skripsi saya mengenai PERANAN SIDIK JARI DALAM PROSES PENYIDIKAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT BUKTI UNTUK MENGUNGKAP SUATU TINDAK PIDANA KEJAHATAN
jika Bapak berkenan dan sudi membagi sedikit ilmu mengenai peran sidik jari saya amat berterimakasih kepada Anda
atas perhatiannya saya haturkan terimakasih
wassalam
@eko: pengetahuan saya mengenai sidik jari hanya sebatas pada waktu sekolah polisi… yes memang sidik jari banyak sekali membantu kepolisian dalam mengungkap kejahatan, di polri sekarang dinamakan INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprints Identification System), yang paling utama tugas inafis dalam kepolisian adalah 1) mengenal korban kejahatan 2)mencari pelaku kejahatan melalui data sidik jari 3) pendataan sidik jari nasional guna menerapkan single identification
wahhh mantaap ndann, izin ndan sayaa masukin majalah yaa,,, yang dolphin juga , yaa dengan sumber nama komandan tentunya,,,, terima kasiihhh,.
Ini referensi yg dicari untuk membuat aplikasi *programming*, tapi sepanjang baca postingannya, kok gak ditemukan ya formula sidik jari (gimana nentuinnya)..hmmm help me
@daniel : kalau untuk cara merumusnya kita saja belajarnya 1 semester mas … jadi sekilas saja ya mas …
iya boleh bang, ini udah mepet, coz aplikasi aku harus di compile bulan agus depan sidang….
om, bisa lebih detail lagi ga om
misalnya
cara mendapatkan sidik jari
dengan alat – alat sederhana
@arizein: kalau mau menimbulkan sidik jari di gelas, ambil gelas ke dalam container tertutup tapi tembus cahaya, tumpahkan power glue di suatu wadah di dalam kontainer itu, biarkan dalam matahari sampai mengembun…. nanti kelihatan bekas sidik jari timbul….. ambil sidik jari itu dengan menempelkan lak ban bening tempel dan tarik , kemudian tempelkan di kertas… gampang kan ?
eh, om saya mo tau
sebenarnya butuh waktu berapa menit/jam suhu tubuh mayat dapat sampai ke suhu ruangan
kaya gitulah kira2
q g bisa merangkai katanya
pak, izin bertanya.
bagaimana cara mendapatkan sidik jari yang tertinggal di kertas, dengan alat sederhana.
terima kasih.
@ruly : bisa sih dengan meletakkan kertas di kontainer dan menaruhkan power glue didalamnya, biarkan dijemur…. hasil penguapan power glue apabila panas akan menimbulkan sidik jari ….
Terima kasih pak
rumahku diterjadi pencurian….bagimna cara agar kita bisa mengidentifikasi sidik jari pelaku yah…..tolng yh penjelasannya./….
sebnarnya aku udah lapor ke polisi…tapi tindak lanjutnya ngga ada kejelasan…..aku ingin menelitinya….tapi saya butuh informasi alat apa dan cara apa yang bisa digunakan untuk identifikasi sidik jari pelaku…
@hariyanto: intinya dalam memeriksa sidik jari harus ada 2, sidik jari laten yang kita dapat di TKP, dan sidik jari pembanding yang kita dapat dari tempat lain seperti KTP, SIM atau dalam dokumen apapun yang ada sidik jarinya, kemudian kita bandingkan, apabila ada 12 titik kesamaan bisa dikatakan identik … cara mengambil sidik jari laten salah satunya dengan penguapan, yaitu menaruh benda yang dicurigai ada sidik jari laten misalnya gelas kedalam suatu kontainer transparan yang telah diberi superglue, kemudian di jemur … akan tampak sidik jari laten tsb…
Artikel yang menarik. Saya juga ingin nanya nih:
1. Jika ada orang memegang sebuah benda, berapa lama sidik jarinya di benda tersebut masih bisa diidentifikasi?
2. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengidentifikasi sidik jari? 1 hari?
Terima kasih
nice gan. saya pernah coba aplikasi veryfinger akurasinya 90% mendekati. agan boleh coba. nah kalo boleh nanya agan punya info ga aplikasi yang bisa melakukan perbandingan sidik jari menggunakan php ?
mohon pencerahannya gan
@bayisehat: maaf gan aku ngga punya …. yang jelas dikatakan identik apabila minimal mempunyai 12 titik yang sama antara sidik jari laten dan pembandingnya …
Halo bang, saya mau tanya jika ingin mendapatkan sidik jari dari suatu benda yg terbuat dari alumunium apakah metodenya sama dgn pengambilan sidik jari dari benda yg terbuat dari gelas & apakah di Mabes Polri terdapat jasa pengidentifikasian sidik jari bagi masyarakat umum. Terima kasih sebelumnya.
@Ramos: Kalau alumunium sepertinya metodanya sama dengan gelas, karena sidik jari itu sebenarnya minyak alami tubuh yang melekat pada benda, kalau jasa identifikasi tidak ada, hanya pada kasus kriminal dan ada lopran polisi yang dilakukan… tapi kalau mau belajar sendiri bisa kok gampang
sebenarnya mudah ngungkap pelaku dengan metode SJ, pake software dan Hardware yg khusus unt perbandingan SJ, cuman masalahnya, dari dulu kita tunggu2 kiriman dari mabes ga kunjung datang, dari sejak mottonya msh ‘ samata satyata karya ‘ ampe berubah jd ‘velox exactus et accuratus’ jg ga kunjung datang alatnya, padahal di daerah tu dana operasionalnya minim, kalo sudah ada alatnya kan minimal bs ngurangin beban kerja resmob tu, minimal ga banyak pertanyaan tentang identitas pelakunya, masak jaman gini msh pake kaca pembesar bandingin atu2 dr ak-23 nya…. yg penting CSI-INAFIS Maju dahh…
@tengku: YA memang sangat disayangkan proyek ambisius Polri dalam INAFIS harus putus ditengah jalan … program ini di posphoned oleh DPR entah sampai kapan
pak kalo ujung jari tepatnya pas sidik jari di tato apa akan berubah itu sidik jari,,trus sam pek berapa mili mtrs mesin sidik jari bisa baca,,??
@Sheilla: tattoo tidak merubah alur garis, hanya bila catat permanen yang menyebabkan sidik jari tidak terbaca lagi, seperti terpotong atau tergores dalam.