MASIH MINIM APARAT YANG PAHAM CYBERCRIME

Tulisan ini saya input dari website angkatan saya…..

JAKARTA–MIOL: Aparat kepolisian yang paham cybercrime belum merata di setiap Polda. Hal ini jadi kendala di tengah maraknya kejahatan lewat dunia maya (cyber).
“Korbannya sudah banyak,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi Gagas Nugraha, penyidik unit IT dan cybercrime Bareskrim Polri di Jakarta, Senin (11/6).
Ia belum punya estimasi kejahatan cyber saat ini, namun ia mengakui satuan cyber baru dimiliki Polda Metro Jaya. Di wilayah lain, masih sebatas prioritas. Ia menyebutkan ada 150 personil kepolisian yang sudah terlatih untuk pemahaman cybercrime. Meski kemampuannya masih tingkat dasar.
Jumlah tersebut ditambah setiap tahun lewat pengiriman personil kepolisian secara rutin dua tahun sekali untuk pendidikan Cybercrime di negara lain. Antara lain dengan biro investigasi AS (FBI) atau kepolisian Australia (AFP).
Selain kurang personil, penanganan cybercrime juga belum didukung hukum spesifik yang mengatur kejahatan di dunia maya atau cybercrime law.
“Polisi sifatnya memangkas, kalau payung regulasinya ada akan lebih mudah. Saat ini pasal yang dikenakan masih rex generalis yaitu KUHP,” kata Gagas.
Ia menyebutkan, beberapa kasus kejahatan besar yang paling banyak ditangani antara lain cyberprostitution, cybergambling, dan cybercorruption. (Ccr/OL-02).Penulis: Clara Rondonuwu

Sudah semestinya perlu ditambah personil POLRI yang mempunyai kemampuan IT untuk menangani Cybercrime, apalagi mengantisipasi UU ITE yang baru saja diundangkan…… semoga.

20 Komentar

Filed under hukum, Polisi, polri

20 responses to “MASIH MINIM APARAT YANG PAHAM CYBERCRIME

  1. yuhendrablog

    saya sangat tertarik dengan artikel mas,….
    saya sependapat dengan mas
    dan juga saya menanggapi, UU ITE baru saja di sah kan sebagai landasan atupun pedoman utama bagi penegak hukum untuk menjerat setiap pelaku tindak pidana khusus nya kejahatan internet (cybercrime), namun UU tersebut terkesan sangat mendesak tanpa melihat sebesar apa potensi penegak hukum untuk menghadapi masalah dalam hal ini yang sebagian masyarakat awam masih sulit dipahami…..

    yah memang semestinya mas,
    atau kalo boleh ditambah juga devisi polisi bagian kejahatan dunia maya
    dengan dipimpin oleh seorang direktur
    seterusnya, dan diharapkan anggotanya bukan dari jajaran kepolisian dengan sistem penerimaan khusus, kalo bisa dari mereka2 yang paham tentang kejahatan dunia maya,… semisal para hacker, jika mereka di recrut, tentu sangat bermanfaat untuk menanggulangi semacam gangguan dari teman2 yang seprofesi dari mereka, semasa mereka menjadi hacker yang kerap kali dijadikan kambing hitam dalam setiap kejahatan dunia maya yang terjadi….

    regards,..

    -ndra-

    @ yuhendrablog : Betul sekali mas … yang diperlukan sekarang adalah meningkatkan SDM Polri yang “melek” IT, dan jangan malau berguru pada para hacker…….. yang perlu di basmi adalah para “cracker” dan “carder” yang merugikan banyak orang…….

  2. guntar

    Mohon ijin komandan, apakah dari bintara bisa mengikuti pelatihan cybercrime?

  3. rudi black

    mo belajar cyber crime kok dari pakar matematika jarak jauh (telematika) & pornografi? setidaknya… dari media… tokoh tersebut sering sekali hadir bersama institusi penegak hukum ini…

    saran kecil… kalo belajar crime (termasuk cyber crime).. yah.. dari garong… kalo sudah bisa, sudah ahli… yah.. gak perlu jadi garong kan?
    lalu… kalo mau belajar jadi “garong” jangan pake “jendela”, O/S yg satu ini hanya bikin kita ahli korban aja… hehehehe…

    hidup polisi indonesia…

  4. aida

    menurut gue seharusnya aparat kepolisian di kasi’ pendidikan khusus ttg dunia cyber, di samping pendidikannya sebagai aparat kepolisian. so bila ada kasus cybercrime mreka g susah2 buat ngungkap spa pelakunya. nah, klo gni kan jd sama2 enak…..lagian polisinya biar gak gatek2 amat….

    @ aida : memang betul mba… kita akui pengetahuan dunia cyber masih kurang bagi anggota polri…. mudah – mudahan bisa ditingkatkan di masa yang akan …..

  5. resmon

    gue rasa mereka juga masih blum tau perbedaan spesifik antara Hacker, Cracker ma Carder hehehe yg selama ini mereka selalu menyinggung Hacker tanpa menyinggung cracker. lagian ngapain jauh2 belajar ke AS ma Australia, buang2 anggaran aja. Cyber Crime masih seumur jagung, setuju ma yuhendra kalo untuk saat ini sistem penerimaan nya jgn lsg dari jajaran kepolisian karena masih baru di bentuk. mungkin untuk seterus nya bisa di pertimbangkan dari jajaran kepolisian yg sedikit mengerti dengan dunia Maya.

    @resmon : sebenarnya polisi divisi cyber crime sudah banyak yang mempunyai keahlian menangani masalah ini, dan itupun polisi masih meminta saksi ahli dari IT Expert, cuma masalahnya divisi ini hanya terdapat di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, jadi tidak merata sampai ke daerah….

  6. saya minta tolong kepada pimpinan agar sosialisasi ttg cyber crime di jawa timur segera terselenggara khususny adi polda jatim, mengingat di sby ada perkumpulan para hacker dimana bisa menjadi rekan positif yg baik dalam mewujudkan kepolisian yg maju dan produktif dibidang IT

  7. saya kuliah di fakultas hukum, tapi terkadang pendidikan dalam hal pemahaman cyberspace n cybercrime ini sangat kurang….bagaimana kita akan menangkap hacker dan cracker apabila softskill kita aja kurang..y to..mohon petunjuk dari anda..apa saja yang harus saya pelajari agar nantinya saya dapat masuk ke dalam jajaran polisi di bagian dunia maya..mohon petunjuk ndan..nuwun..sintax>error….thanx…

  8. Semua pendapat yg anda tulis benar, tapi mereka berbuat begitu berawal dari iseng, iseng karna tidak ada pekerjaan yg jelas, sedangkan perbuatan yg iseng itu sangat ,menghasilkan dan menguntungkan sekali, he he he he.

  9. Rani

    Maaf…
    Aq msih skul nh…..

    Aq ngedukung bnget tuh …..
    Coznya,, polisi kand pasti kasih yang terbaik buat masyarakatnya….

    Jadi,, mungkin dengan adanya cybercrime ini polisi bisa lebih hebat lagi buat ngungkap kasus lwat dunia maya kyak gini….

    Tapi,, kira2..
    Hacker ma cracker itu apa iia?????

    @rani : crackers konotasinya lebih destruktif tujuannya jahat untuk menghancurkan, kalau hacker kalau ia mendapat “bolong” suatu situs ia memberitahu kelemahan situs tsb terhadap pemilik situs

  10. RENNY KRISTIYANI

    penting banget deh pendidikan tentang cyber crime,
    suami saya Resmob Metro Tangerang, klo boleh saya menyarankan untuk setiap anggota Khususnya di Unit khusus Kriminal harus lebih banyak mendapatkan pendidikan dan pengajar tentang Cyber Crime jangan hanya ada 1 atau 2 orang dalam setiap unit yang bisa menguasai IT tapi semuanya harus bisa.

  11. mozartklik

    alhamdulillah, perkembangan jaman sudah memupus sikap pesimis itu😀 http://blackpolri.wordpress.com/

  12. lia

    mas guntar, telat memang saya liat tulisan ini, tapi sekarang saya sedang mengikuti DIKBANGSPES CYBER BRIGADIR CRIME dan ini bukti bahwa cyber crime bukan hanya milik sebagian kalangan.

  13. vipriyano

    re: buat yang nyepelekan tuk polri yang unit cyber crime tunggu aja nanti, pasti yang bilang kayak gitu kn menelan air liurnya sendiri…, ok

  14. Ilham Tsc

    Pendapat teman-teman memang ada benar semuanya, perkenalkan diri nama saya Briptu F. ilham dr Polda Kalsel (Polres Tabalong), menurut pendapat saya sebagai orang baru di dunia IT, khususnya mengenai cybercrime adalah perlunya SDM dr polri itu sendiri, pengembangan bakat dan hobi perlu di tumbuhkan dari dalam diri Polri agar dia bisa masuk ke dunia cyber, dengan itu akan mudah menyukai dan menjalani profesinya, dgn demikian skill dan pengalaman akan berjalan dgn sendirinya didapat dr dunia maya, apalagi didukung dari instansi Polri dgn mengikutsertakan pendidikan IT atau kursus dan sebagainya agar polri nantinya bertambah maju dan modern kedepannya. saya sangat suka belajar programming khususnya VB 6, mmg seh dah agak ketinggalan tp saya trus bljr kok hee n klo ad temen2 yg mau ngasih ilmunya boleh kok maklum msh telmi heee. dan ini membuat saya tersadar bahwa dunia cyber itu sangat luas dan komplex untuk dipahami. Hacker mnurut pandangan saya adalah komunitas org-org berbakat dan kreatif, kejahatan yg mereka lakukan merupakan keisengan belaka, memang tidak semua hacker itu baik dan tidak semuanya juga jahat, jadi pada intinya untuk berselancar didunia maya Polri perlunya ke hobian dan pemikiran yg kreatif untuk menangani cybercrime, tergantung dr skill apa yg dia miliki. Maju terus POLRI

  15. assalamualaikum wr wb.

    saya mau memperkenal kan diri dulu.
    nama saya iqbal , saya tinggal di pariaman, saya baru sekolah di bangku SMA kelas 2 jurusan IPA.
    saya hobi sekali dengan komputer, internet. pokoknya yg berbau teknologi lah.
    jadi saya di sarankan ayah saya untuk bekerja menjadi POLISI CYBERCRIME.
    setelah saya lihat informasi di internet ternyata saya berminat.

    jadi saya mau tau
    dimana sih tempat kuliahnya ?
    selama berapa tahun kuliah ?
    persyaratan untuk kuliah di sana , agar bisa menjadi polisi cybercrime ?
    trus , pangkat terendah sampai pangkat tertingi dan brapa gaji sesuai pangkatnya ?
    terimakasih, tolong ya bantuannya . ?

    email saya . iqbal.aishiteru@gmail.com
    iqbal.pargal@ymail.com
    facebook : iqbal_pargal@ymail.com

    assalamualaikum wr wb.

    @iqbal: yang jelas sebelum menjadi polisi cyber .. ya harus daftar jadi polisi dulu …. ada jalur AKPOL,PPSS, dan bintara polri .. baru dari sana dapat diarahkan sebagai polisi Cyber …

  16. Sayang saya Bukan Polisi, kalau saya polisi pasti saya udah Daftar Jadi Angota cyberCrime. Yang semoga Sukses Deh buwat para Angota Terutama HKBP Jepri, Agus Dan Kawan-kawan, By Supri IT Global Cibubur Access

  17. Briptu Abd. Hamid

    Insya Allah…
    Cita Cita ku untuk menjadi “Cyber Crime Police” mudah-mudahan bisa terwujud…
    Terus Belajar ….
    Briptu Abd. Hamid (Polda Sulsel)
    ( Relawan TIK Bulukumba )
    —- Slackware ——

    @Hamid: Mudah mudahan cita citanya tercapai , Amin ….

  18. Skripsi saya mengenai cybercrime pak, cybercrime dalam sudut pandang hukum pidana..mungkin saya bisa membantu pak..

  19. Ardi

    Kalo boleh kasi saran, sebaiknya anggota cybercrime adalah anak2 yang memang menguasai bidangnya, bukan yang polisi yg memang bukan bidangnya lalu di latih untuk menjadi pinter komputer. Contohnya anak2 teknik komputer atau hacker. Tinggal dipoles sedikit saja, akan menjadi anggota yang saya yakin lebih baik daripada polisi yg dilatih. sekian

    @ardi: polisi yang masuk ke unit cyber banyak juga yang lulusan teknik informatika ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s