Ada (Nama) Orang Indonesia di Kepolisian Luar Negeri

Pada waktu mengikuti ASEANAPOL Conference di Manila, pada saat jamuan makan saya bertemu dengan seseorang dan mengenalkan dirinya dengan bahasa Indonesia yang baik, “Halo saya dari Australian Federal Police (AFP) dan nama saya Budi”,  saya agak terkejut, kok ada orang Indonesia dengan nama yang sangat Indonesia bisa jadi Polisi Australia ? Kemudian kita duduk dalam satu meja yang sama dan mulai bercerita, ya memang mas Budi ini (Nama lengkapnya Budi Tandu) adalah seorang kelahiran Indonesia dengan bapak orang Tanjung Pinang dan ibu dari Semarang.  Mas Budi dari lahir sampai SMP masih tinggal di Indonesia, sampai suatu ketika orangtuanya memutuskan pindah ke Australia, dari sana Budi melanjutkan sekolah High School nya, lanjut ke Universitas dan setelah lulus mendaftar di Australian Federal Police dan diterima,  patut diketahui bahwa masuk ke AFP  tidak mudah dan melalui persyaratan yang sangat ketat (AFP bisa disamakan dengan FBI di Amerika).

Budi, kedua dari Kanan

Budi, kedua dari Kanan

Setelah berdinas beberapa tahun Budi mendapatkan pos promosi di pos kantor AFP Manila. Budi bercerita perannya di Manila sangat signifikan, terutama karena wajahnya yang “Melayu” dan mirip dengan orang Filipina ia banyak mendapat tugas di daerah berbahaya seperti di Mindanao. Memang menerjunkan anggota AFP yang “bule” agak rawan karena tingginya angka penculikan orang asing disana,  makanya peran mas Budi sangat diperlukan.  Ia bercerita juga pernah turut berpartisipasi aktif dalam pembebasan sandera warga negara Australia di Mindanao. Melengkapi obrolan kita ia juga bercerita tentang keluarganya ia memiliki seorang istri yang “bule” dan dikaruniakan 2 orang anak.

Ada cerita unik lain tentang seorang Polisi orang ‘Indonesia” yang bekerja di kepolisian Negara lain. Pada suatu ketika ada seorang buronan Red Notice terdeteksi masuk wilayah Indonesia, Ia bernama Bradec Ludek seorang warga negara Cheko, setelah bekerja dengan NCB Interpol Indonesia terdeteksi lah keberadaan tersangka Bradec Ludek di Jogjakarta Indonesia.  Kemudian Polri mengamankan  tersangka sekaligus menginformasikan penangkapan Tersangka ke kepolisian Cheko.  Gayung bersambut kepolisian Cheko mengirim utusan Polisi nya untuk “menjemput”  tersangka.  Kepolisian Cheko mengirimkan email nama – nama team yang akan datang ke Indonesia. Ada yang menarik perhatian, dari beberapa nama kok ada nama seorang Letnan Kolonel Polisi (pemimpin rombongan) yang bernama “Teddy Sunardi”, lah ini kan nama yang Indonesia banget ya ?

Teddy Sunardi, Berdiri di tengah

Teddy Sunardi, Berdiri di tengah

Pada saat rombongan polisi Cheko datang ke Indonesia, tampilah sesorang yang berbahasa Indonesia fasih dan berkata : “Halo, Saya Teddy Sunardy..” , dan setelah berbicara panjang, siapa itu Teddy terungkap sudah, Ia adalah seorang keturunan Indonesia dengan bapak orang Bandung dan ibu Cheko, Mas Teddy ini sempat menamatkan sekolah SMA nya di Bandung sampai lulus,  namun ia meneruskan kuliah di Cheko jurusan Komputer, bersamaan dengan pindahnya orang tuanya kembali ke Cheko.  Setelah menjadi Sarjana Komputer, Mas Teddy mencoba keberuntungan mendaftar di Akademi Kepolisian Cheko yang bergengsi, dan mulai berkarier di kepolisian Cheko.  Perlu di ketahui melihat Pangkatnya sekarang (Letkol), Mas Teddy saya pikir termasuk cemerlang dalam kariernya.  Dan karena sarjana komputernya, Teddy Sunardy menjadi seorang kepolisian Cheko yang bertugas di bagian Cybercrime.

Demikian cerita dua orang putra kelahiran Indonesia yang bertugas di Kepolisian Luar negeri, ternyata mereka dua – duanya tidak memalukan Indonesia tanah kelahirannya, mendapat pos yang bagus di Kepolisian tempatnya bekerja dan mereka semuanya menjadi Polisi yang diandalkan di negaranya, hebat kan ?

2 Komentar

Filed under polri

Makna dibalik Blood Moon

Blood Moon

Blood Moon

Tanggal 15 April 2014 akan terjadi fenomena alam yang tidak biasa, yaitu akan terlihat gerhana bulan, bulan berwarna merah seperti darah (Blood Moon) akibat planet Mars yang berwarna merah saat ini berada dalam titik terdekat dengan bumi. Gerhana bulan total itu proses terjadinya mulai pukul 12.58 WIB sampai 16.33 WIB di Indonesia umumnya masih siang belum terlihat, namun bagi daerah Indonesia Timur khususnya Papua bisa melihat gerhana itu pada pukul 18.33 WIT.

Dalam Alkitab ternyata telah tertulis fenomena alam ini, seperti tertulis dalam Perjanjian Lama, Kitab Yoel (Bahasa Sehari hari),  ayat 2:30,

“Matahari akan menjadi gelap dan bulan menjadi merah seperti darah. Semua itu akan terjadi sebelum Hari TUHAN tiba, hari yang dahsyat dan mengerikan!”

dan hal itu kembali diucapkan dalam Perjanjian baru oleh Petrus pada Kisah Para Rasul 2:20,

“Matahari akan menjadi gelap, bulan menjadi merah seperti darah sebelum Hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu datang”.

Apakah bulan darah merupakan suatu tanda akan datangnya hari kiamat, atau pertanda adanya suatu peristiwa besar ? Tidak ada yang tahu akan maksud hal tersebut  sampai hari itu benar terjadi, namun ada fakta menarik sehubungan gerhana bulan darah ini.  Berdasarkan data, dalam 500 tahun hanya pernah terjadi 3 kali peristiwa bulan darah, dan bila dikaitkan dengan sejarah, banyak kaitannya dengan sesuatu hal mengenai bangsa Yahudi/Israel:

1493 – 1494 ==> adalah masa ketika kejatuhan negara Spanyol dimana Bangsa Israel yang menetap disana terusir, ditahun yang sama Benua Amerika ditemukan oleh Christopus Colombus yang kemudian menjadi “rumah baru” bagi bangsa Israel.

1949 – 1950 ==> Adalah tepat pada saatnya Israel mendeklarasikan negaranya. Hal ini timbul setelah peristiwa Holocoust di Eropa yang mendorong para Survivor Israel kembali ke tanah asalnya.

1967 – 1968 ==> adalah masa dimana Israel memenangkan “Six Day War” atau Perang enam hari melawan Mesir dan negara Arab lainnya.

Dan ada fakta lain yang tak kalah menariknya, ternyata Bulan Darah  (termasuk yang tanggal 15 April ini)  akan terjadi 4 kali dalam 2 tahun, dan (kembali) berkaitan erat dengan bangsa Israel,

15 April 2014 ==> Adalah tepat pada hari raya Passover bagi bangsa Yahudi/Israel, yaitu memperingati bebasnya mereka dari Mesir.

8 Oktober 2014 ==> Adalah tepat pada hari raya Tabernacles, yaitu hari raya memperingati perjalanan 40 tahun dari Mesir hingga tanah Kanaan.

4 April 2015 ==> Kembali merupakan hari Passover bangsa Yahudi/Israel.

28 September 2015 ==> Kembali merupakan hari raya Tabernacles.

Apakah semua ini merupakan hal yang kebetulan ? Dalam Alkitab buku pertama Genesis (Kejadian) disebutkan Tuhan menggunakan Matahari, Bulan dan Bintang sebagai tanda, dan banyak sekali di dalam Alkitab disebutkan ketiga benda angkasa sebagai petunjuk. Ketika Yesus lahir dikatakan Bintang sebagai petunjuk bagi orang Majus (Wise Men) dari Timur untuk menunjukkan tempat kelahiran Yesus, atau Matahari selama bersinar sebagai petunjuk kemenangan Yosua memimpin bangsa Israel untuk mengalahkan musuh musuhnya.

Dalam buku terbarunya, “Four blood Moons” (Empat Bulan Darah), Pastor Hagee menjabarkan apa yang dia sebut sinyal surgawi. Dia menjelaskan bagaimana serangkaian bulan darah pada tahun 2014 dan 2015 akan memiliki makna besar bagi Israel.

Pastor John Hagee berkata:  “Allah akan berbicara dengan cara ini sekali lagi, ada firasat umum yang mengatakan bahwa akan ada perubahan dalam dunia ini dan Tuhan sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan manusia dengan cara yang supranatural”,  ia berkata lagi: ” Saya percaya bahwa dalam dua tahun ke depan, kita akan melihat sesuatu yang dramatis terjadi di Timur Tengah yang melibatkan Israel yang akan mengubah arah sejarah di Timur Tengah dan berdampak pada seluruh dunia”.

Apakah kejadian itu ? Pastor Hagee sendiri mengakui bahwa ia tidak tahu, dan tidak ada seorangpun di muka bumi ini akan tahu kecuali Allah sendiri,   Amin.

1 Komentar

Filed under Blogger, buku

Teen Killers dan Psikopat

Pemberitaan di  Indonesia dikejutkan oleh sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan sepasang remaja Ahmad Imam Al Hafitd (19) dibantu oleh kekasihnya Assyifa Ramadhani (19) dengan korban seorang remaja perempuan bernama Ade Sara Angelina Suroto (19). Bagaimana bisa mereka sepasang remaja mempunyai kecenderungan membunuh secara sadis dan tidak mempunyai rasa bersalah ?

Pembunuhan ini dilatar belakangi cemburu Syifa terhadap Sara karena pernah berpacaran dengan Hafidt kekasih barunya. Pasangan ini kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Sara, dan pada hari Rabu tanggal 5 maret 2014, Hafiz dibantu Asifah menghabisi nyawa Sara di dalam mobil Kia Visto di sepanjang perjalanan wilayah Jakarta Selatan—Jakarta Timur, Pelaku memukul dan menyetrum korban. Setelah korban pingsan, pelaku menyumpal mulut korban dengan koran, karena sumpalan inilah korban mengalami kematian (Diketahui sesuai hasil otopsi, penyebab kematian korban adalah akibat sumbatan di tenggorokan) setelah tak bernyawa lagi, korban pun dibuang di pinggir jalan tol, di Kilometer 41 Tol JORR ruas Bintara, Bekasi Timur (Kompas.com)

Ada beberapa tulisan menarik tentang Teen Killers melalui Psikopatologi, dan didapatkan fakta dalam penelitian di Amerika Serikat seperti yang tertulis dalam website National Organization of Victims of Juvenile Murderers antara lain:

Meskipun jumlah psikopat remaja secara global sangat kecil, didapat fakta dalam beberapa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja terindikasi pelakunya memang seorang Psikopat. Beberapa ahli telah mengidentifikasi dan terlibat dalam penyidikan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja dan didapat fakta bahwa pembunuhan yang mengerikan bisa dilakukan oleh remaja. Mereka bisa saja melakukan pembunuhan terhadap orang yang terdekat dan paling mereka kasihi.

Meskipun jarang terjadi, psikopat remaja seringkali sangat berbahaya, mereka berumur sangat muda ketika melakukan kejahatan yang sangat kejam.  Mereka mengalami hal yang menurut istilah psikopatologi disebut “gangguan otak biologis”.  Karena mereka sangat berbahaya maka diragukan apakah  bisa dikembalikan ke dalam masyarakat.  Bagaimana cara menangani mereka masih menjadi diskusi yang menarik,  apakah di amanakan di Penjara ataukah di Rumah sakit ? Perawatan medis dengan bantuan Psikiater ketika di penjara tentunya menjadi hal yang penting.

Psikopat telah terbukti tidak dapat disembuhkan dan kemungkinan besar akan kembali melakukan perbuatan berulang,  masalah remaja yang terindikasi psikopat dan melakukan kejahatan telah menjadi perdebatan yang tidak berujung, akankah pelaku remaja tersebut bisa berasimilasi kembali dengan masyarakat, dilain sisi aspek keselamatan masyarakat perlu juga diperhatikan.

Psikopatologi dan Gangguan Otak

Penelitian baru memberikan bukti kuat bahwa psikopati terkait dengan kelainan struktural tertentu di otak. Penelitian yang dilakukan di King College London Institute of Psychiatry adalah yang pertama mengkonfirmasi psikopati itu adalah berhubungan dengan perkembangan syaraf neuro- kelompok yang berbeda dari Antisocial personality disorder(ASPD) atau gangguan kepribadian anti – sosial.  Studi ini didanai oleh Institut Riset Kesehatan Nasional (NIHR) Biomedical Research Centre for Mental Health London dan Maudsley NHS Foundation Trust dan Institute of Psychiatry di King College London dan dipublikasikan dalam Archives of General Psychiatry.

Kejahatan kejam dilakukan oleh sekelompok kecil pelaku pria yang mengidap ASPD. Sekitar setengah dari tahanan laki-laki akan memenuhi kriteria diagnostik untuk ASPD. Sebagian besar pria tersebut bukan psikopat (ASPD – P) . Mereka ditandai dengan ketidakstabilan emosional , impulsif dan tingginya tingkat gangguan mood dan kecemasan. Mereka biasanya menggunakan agresi dengan cara reaktif dalam menanggapi ancaman atau rasa frustrasi .

Namun, sekitar sepertiga dari pria tersebut akan memenuhi kriteria diagnostik tambahan untuk psikopati (ASPD + P).  Mereka mempunyai ciri kurangnya empati dan penyesalan, dan menggunakan agresi secara terencana untuk mengamankan apa yang mereka inginkan ( status, uang dll ) . Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa otak psikopat berbeda secara struktural dari otak yang sehat, tapi sampai sekarang belum ada yang meneliti perbedaan-perbedaan ini dalam populasi pelaku kekerasan dengan ASPD .

Dr Nigel Blackwood dari TIO  dan penulis utama studi ini mengatakan : ‘Dengan menggunakan scan MRI kami menemukan bahwa psikopat memiliki kelainan otak struktural dibanding dengan mereka yang hanya memiliki ASPD hanya bermasalah dengan dengan otak sosial” .  Hal ini menambah bukti perilaku dan perkembangan yang psikopati adalah subkelompok penting ASPD dengan dasar neurobiologis  berbeda dan memerlukan perawatan yang berbeda.  Dr Nigel berkata “Ada perbedaan yang jelas antara perilaku mereka yang didiagnosis dengan ASPD dengan mereka yang memiliki psikopati. Kami menjelaskan mereka yang tidak psikopati sebagai ‘panas kepala’ dan orang-orang dengan psikopati sebagai ‘berhati dingin”

Para peneliti menggunakan Magnetic Resonance Imaging ( MRI ) untuk memindai otak dari 44 pria dewasa pelaku kekerasan didiagnosis dengan Kepribadian Anti – Social Disorder ( ASPD ). Kejahatan yang dilakukan mencakup pembunuhan, pemerkosaan, percobaan pembunuhan dan penganiayaaan berat. Dari jumlah tersebut, 17 memenuhi diagnosis untuk psikopati (ASPD + P) dan 27 tidak (ASPD – P). Mereka juga mengamati otak dari 22 non – kriminal yang sehat .

Studi ini menemukan bahwa ASPD + P pelanggar ditampilkan volume materi abu-abu secara signifikan berkurang pada korteks prefrontal anterior rostral dibandingkan dengan ASPD – P pelanggar dan non – pelanggar yang sehat. Daerah ini penting dalam memahami emosi dan niat orang lain dan diaktifkan ketika orang berpikir tentang perilaku moral. Kerusakan daerah ini dikaitkan dengan gangguan empati terhadap orang lain, respon yang buruk terhadap rasa takut dan tertekan dan kurangnya ‘sadar diri’ emosi seperti rasa bersalah atau malu .

Apakah Psikopat Memiliki Kepedulian terhadap orang lain ?

Narapidana yang psikopat tidak memiliki dasar neurofisiologis “bawaan” yang memungkinkan mereka untuk berempati dengan orang lain orang lain, demikian menurut sebuah studi baru oleh ahli saraf di University of Chicago dan University of New Mexico .

“Kurangnya empati merupakan karakteristik ciri individu dengan psikopati” menurut penulis utama studi tersebut , Jean Decety dan Profesor Irving B. Harris pengajar Psikologi dan Psikiatri di Universitas Chicago. Sekitar 1 persen dari populasi umum Amerika Serikat adalah Psikopat dan 30 persen dari populasi penjara AS (laki-laki dan perempuan). Pelaku kriminal yang psikopat bertanggung jawab untuk kejahatan berulang dan kekerasan dalam masyarakat. Mereka untuk pertama kalinya bahwa proses kerja saraf yang terkait dengan proses empatik telah diperiksa langsung pada individu dengan psikopati , terutama dalam menanggapi persepsi orang lain sakit atau penderitaan.

Hasil penelitian dapat membantu psikolog klinis merancang program pengobatan yang lebih baik untuk psikopat, diterbitkan dalam artikel , ” Responses to Brain Scenario Empathy” diterbitkan secara online di journalJAMA Psychiatry. Bergabung  dalam penelitian ini adalah Laurie Skelly seorang mahasiswa pascasarjana di UChicago dan Kent Kiehl profesor psikologi di University of New Mexico.

Untuk penelitian ini, tim peneliti menguji 80 tahanan antara usia 18 dan 50 di lembaga pemasyarakatan. Orang-orang secara sukarela untuk tes dan diuji untuk tingkat psikopati menggunakan ukuran standar. Mereka kemudian di pindai dengan teknologi MRI fungsional, untuk menentukan respon mereka terhadap serangkaian skenario yang menggambarkan orang-orang yang sengaja menyakiti . Mereka juga diuji respons mereka dengan melihat video singkat dari ekspresi wajah yang menunjukkan rasa sakit.

Studi ini menemukan para peserta dalam kelompok psikopati tinggi menunjukkan aktivasi kurang signifikan dalam korteks prefrontal ventromedial, lateral korteks orbitofrontal, amigdala dan bagian abu-abu periaqueductal otak, tetapi lebih banyak aktivitas di striatum dan insula bila dibandingkan dengan merak yang tidak psikopat. Mereka mendapat kesempulan dari penelitian ini bahwa ada 2 jenis pelaku kriminal:

1. Mereka yang dapat direhabilitasi dan masukkan kembali masyarakat.
2. Mereka yang tidak dapat disembuhkan .

Yang terakhir ini termasuk mereka yang menderita psikopat. Sebelum 4 dekade yang lalu ketika Dr Herve Cleckley dari University of Georgia memulai penelitiannya sedikit yang diketahui tentang gangguan ini. Disimpulkan bahwa psikopat tidak memiliki hati nurani dan belas kasihan dan bisa melakukan kejahatan keji tanpa merasa apa-apa. Mereka juga dapat muncul dengan sangat normal dan waras.

Karya Dr Cleckley itu dilanjutkan oleh Dr Robert  dari University of British Columbia. Dia bekerja di penjara dan melihat perbedaan dalam beberapa narapidana. Mereka adalah manipulatif dan sering sulit untuk didiagnosa.

Kedua peneliti berkeseimpulan jumlah Psikopat adalah sekitar 2 % dari populasi. Mereka berpendapat narapidana harus bisa direhabilitasi dan itu akan menjadi hasil yang sangat baik jika mereka bisa kembali masuk ke masyarakat sebagai warga negara yang produktif. Namun hal ini tidak mungkin dengan Psikopat,  karena mereka tidak dapat disembuhkan. Seorang psikopat dapat melakukan 20 kejahatan dalam satu penelitian terhadap diagnosis kejahatan. Penelitian di University of New Mexico menunjukkan bahwa scan otak penjahat yang melakukan kekerasan menunjukkan amigdala (pusat emosi otak manusia) terpisah dari lobus frontal. Psikopat bisa melakukan di luar apa yang manusia bisa membayangkan.

Pemidanaan pelaku Remaja yang psikopat

Penelitian pada masalah perkembangan otak remaja sering disalahpahami menjadi faktor yang meringankan perilaku kriminal menunjukkan bahwa Penelitian ini sering disalah gunakan. Penelitian ilmiah yang disebut ” Brain Overclaim Syndrome “ menjelaskan mengapa penelitian pengembangan lobus frontal begitu sering dikutip oleh para pengacara untuk meringankan hukuman seringkali tidak mengindahkan perilaku yang berbahaya. Mereka berdalih  “Otak tidak melakukan kejahatan – orang melakukannya”.  Artikel penting di New York Times ini yang berjudul “Brain On Stand” memberikan wawasan yang signifikan ke dalam masalah yang rumit ini. Adalah sangat berbahaya bagi remaja pembunuh psikopat  diberi keringanan hukuman dan kembali ke masyarakat.

Dalam sejarah manusia usia dewasa dalam setiap kebudayaan yaitu pada saat pubertas. Setiap agama dan budaya memiliki entri ritual menjadi dewasa sekitar usia 13-14. Masa remaja itu sendiri sepenuhnya penemuan Revolusi Industri di mana masuk ke dunia kerja ditunda oleh wajib sekolah untuk menjaga para pekerja muda tidak bersaing dengan pekerja yang lebih tua di pabrik.

Pelopor Psikolog kognitif Jean Piaget mendefinisikan usia sekitar 12 seperti ketika kita mendapatkan “pemikiran operasional formal”  ( tahap pemikiran yang paling matang dan pembangunan abstrak). Pemikiran operasional formal adalah tingkat paling maju dicapai dan terus sampai dewasa. Tidak ada masa yang lebih lanjut dari kematangan dalam berpikir seseorang selain operasi formal, yang dicapai selama masa pubertas.

Inilah sebabnya mengapa banyak dari kita menentang wajib penjara hukuman, dan bukan hanya mendukung minimum wajib, karena setiap kasus kejahatan tersebut memiliki kondisi yang sangat individual . Setiap kriminal berbeda, setiap situasi berbeda.  Kita tidak boleh menilai sewenang-wenang berdasarkan usia tetapi oleh kesalahan dan maksud dari pelaku individual, tidak peduli usia mereka, terutama setelah mereka telah memasuki masa pubertas.

Hukum di setiap negara bagian di Amerika Serikat sudah melakukan hal ini, dan ini adalah mengapa jaksa memiliki dan menerapkan kebijaksanaan yang signifikan dalam cara mereka menjatuhkan hukuman terhadap setiap pelanggaran dan pelaku. Hakim harus memiliki beberapa pedoman dalam penetapan hukuman juga, untuk menghadapi faktor-faktor setiap individu.

Studi psikopatologis dan ilmu penilaian risiko sangat penting dalam membantu kita untuk mengidentifikasi dan memilah-milah antara kriminal yang bisa direhabilitasi dan bertanggung jawab sehingga dapat re-entry ke dalam masyarakat dan siapa yang tidak .

Penelitian lobus frontal  TIDAK menjelaskan faktor-faktor yang alasan perilaku kriminal.  Isu yang relevan dalam mempertimbangkan kejahatan  keji dan terencana yang dilakukan oleh remaja adalah apakah ada atau tidak mereka memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang mereka lakukan dan bahwa perbuatan itu salah dilakukan. Kriminalitas dan kesalahan didefinisikan dalam hukum dan dalam kesehatan mental sebagai kemampuan untuk membentuk niat.

Masalah kekerasan remaja merupakan epidemi nasional di Amerika Serikat, secara signifikan lebih buruk di sini daripada di tempat lain di dunia. Tidak ada negara lain datang bahkan dekat dengan tingginya angka pembunuh remaja.  Amerika Serikat memiliki faktor budaya , isu-isu sosial-ekonomi, akses ke senjata,  sistemik , dan pandangan tentang kekerasan yang unik .

Sistem peradilan anak di Amerika Serikat menggunakan berbagai pendekatan , pencegahan , intervensi , pendekatan berbasis masyarakat.  Banyak pihak yang perlu membantu  pelaku remaja mengubah kehidupan mereka dan memberi mereka bantuan yang mereka butuhkan, tetapi untuk melindungi keselamatan masyarakat ketika pelaku diindikasikan adalah seorang remaja Pikopat akan menjadi hal yang berbeda.

Analisa terhadap perbuatan Hafidt dan Assyifa

Sudah membunuh masih tersenyum ? apakah mereka Psikopat ?

Sudah membunuh masih tersenyum ? apakah mereka Psikopat ?

Berdasarkan tulisan diatas, jika kita melihat perbuatan pasangan ini, terlihat mereka sudah terindikasi psikopat. Bisa terlihat dari perbuatan mereka terhadap korban yang sadis sekali dan bahkan seperti sama sekali tidak menyesali perbuatan mereka.  Apabila benar dugaan itu, mereka harus di ganjar hukuman penjara yang lama sekali atau kalau perlu penjara seumur hidup, tujuannya adalah menyelamatkan masyarakat daripada perbuatan yang dimungkinkan akan diulang oleh mereka.  Hakim juga harus berhati – hati dengan hal – hal yang meringankan terdakwa nantinya yang pasti akan diungkapkan oleh Pengacara. Seharusnya hakim bisa mendengar keterangan seorang psikiater apakah benar mereka terindikasi psikopat. Hukuman terhadap seorang psikopat harus berbeda, karena ada masyarakat yang harus dilindungi dari perbuatan mereka.

6 Komentar

Filed under Uncategorized

Masyarakat Multikultural

Saya ingat pelajaran sewaktu kuliah dulu  masyarakat majemuk menurut J.S. Furnivall adalah: “Masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas maupun kelompok-kelompok yang secara budaya dan ekonomi terpisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu dengan lainnya”.

Upin dan Ipin representasi keragaman Ras di Malaysia, walaupun contoh ini tidak nyata

Upin dan Ipin wujud keinginan Multikulturalisme di Malaysia, walaupun kenyataannya berbeda

Persoalan itu begitu terlihat sekarang setelah saya bertugas di Malaysia, walaupun Indonesia adalah negara dengan masyarakat majemuk sama dengan Malaysia, tapi permasalahan yang terjadi sangat berbeda. Yang disebut majemuk dalam konteks Indonesia adalah kemajemukan suku – suku yang berbeda budayanya sedangkan di Malaysia lebih hakiki yaitu perbedaan ras yang pasti berbeda juga budayanya, agamanya dan perilakunya.

Yang sangat jelas terlihat adalah bagaimana 3 golongan ras besar di Malaysia yaitu dari Melayu, China dan India dalam praktek kehidupan sehari – harinya.  Mereka masing masing mempunyai pendidikan sendiri yang dikategorikan berdasarkan bahasa, Bagi anak – anak Melayu mereka masuk ke sekolah berbahasa Melayu, China ke sekolah China dan India ke sekolah India.

Pembedaan lingkungan sekolah tersebut kita melihat hal yang lebih besar yaitu lingkungan tempat tinggal, ada lingkungan perumahan India , lingkungan perumahan China dan juga Melayu.  Di masyarakat yang lebih luas juga begitu, masing masing orang memakai bahasanya masing – masing, ini terlihat dari televisi di Malaysia yang ada channel berbahasa Melayu, India dan China, dan bahkan mengkristal dengan pandangan Politik perkauman yaitu adanya Partai Politik Melayu, India dan China.

Didalam masyarakat Majemuk seperti di Malaysia Multikulturalisme dapat dikategorikan sebagai: “Pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik” (Azyumardi Azra, 2007). 

Saya melihat kebanggan menjadi satu bangsa agak kurang disini, hal ini disebabkan orang Cina dan India lebih memilih bahasanya sendiri atau bahasa Inggris dibandingkan bahasa nasional mereka bahasa Melayu. Kalau kita bandingkan di Indonesia, orang Cina mereka bangga berbahasa Indonesia dan mereka sebagai bangsa Indonesia. Saya jadi teringat ungkapan “Bahasa mempersatukan bangsa”, dan inilah fakta yang saya lihat.

Beruntunglah Founding Father negara Indonesia dari  awal telah menemukan gagasan yang brilian yaitu Bhineka Tunggal Ika, hal ini diimplementasi dengan cita cita Sumpah Pemuda yaitu Berbahasa, Berbangsa dan Berbudaya Indonesia, dan beruntunglah saya mempunyai bekas presiden Pak Harto yang ketika awal orde baru menerapkan kebijakan keras untuk menasionalisasi seluruh nama orang China menjadi nama Indonesia, menghapus semua sekolah berbahasa China, dan hal ini bisa kita rasakan sekarang, walaupun kita dari berbagai suku dan ras tapi kita semuanya dalam bingkai kesatuan Indonesia.

Catatan: Sekarang ada golongan masyarakat yang terobsesi untuk menggantikan Indonesia dengan konsep bernegara sesuai golongan mereka, ingat.. cita citamu tidak akan tercapai !

Tinggalkan komentar

Filed under Blogger, Publik

Cyberbullying dan Sexting

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi Polisi pada masa kini adalah Bullying. Polisi sangat berusaha menentukan peran yang tepat dalam menangani perilaku bullying. Tapi hal itu mendapat kesulitan karena peraturan hukum yang tidak menjangkau perbuatan itu dikarenakan pelaku dan korban adalah kebanyakan remaja atau anak dibawah umur.

Cyberbullying_1Kehadiran social media (socmed) dan alat komunikasi lain memperumit situasi dan membuat pergeseran perilaku remaja. Umumnya kita ketahui bullying terjadi di dalam, di dekat sekolah atau di lingkungan bermain, namun akibat teknologi tersebut kini pelaku memungkinkan untuk memperluas jangkauan mereka.

Jangankan di Indonesia bahkan di Amerika Serikat sekalipun permasalahan ini masih sulit untuk dicari solusinya, dalam tulisan ini membahas  Cyberbullying dan Sexting yang terjadi di Amerika Serikat dan bagaimana penegak hukum menyikapinya.

Cyberbullying didefinisikan sebagai “Perbuatan yang disengaja dan diulang yang ditimbulkan melalui penggunaan komputer, ponsel, dan perangkat elektronik lainnya yaitu mengirim teks mengancam, posting atau mendistribusikan pesan memfitnah atau melecehkan, meng-upload atau mendistribusikan kebencian atau gambar atau video yang memalukan untuk menyakiti orang lain”

Di Amerika Serikat perkiraan jumlah remaja yang mengalami berbagai cyberbullying 5-72 persen, tergantung pada usia kelompok dan definisi cyberbullying.

Sexting adalah “mengirim atau menerima gambar telanjang atau setengah telanjang seksual eksplisit atau sugestif seksual atau video, umumnya melalui ponsel”.  Seringkali individu awalnya mengirim gambar tersebut kepada pacar, tetapi gambar-gambar itu dapat tersebar ke orang lain.  Sexting adalah masalah lain yang melibatkan remaja dan teknologi yang menimbulkan perhatian publik.

Cyberbullying_2Kembali di AS,  perkiraan jumlah remaja yang telah berpartisipasi dalam berbagai sexting 4-31 persen. tahun 2010 survei dari 4.400 siswa sekolah menengah dan tinggi menunjukkan bahwa 8 persen telah mengirimkan gambar telanjang atau setengah telanjang dari diri mereka sendiri kepada orang lain, dan 13 persen melaporkan menerima gambar tersebut dari teman sekelas.

Cyberbullying dan Sexting adalah masalah yang banyak dihadapi remaja dan sekolah karena dampak psikologis, emosional, perilaku, dan fisik yang dapat berasal dari korban. Para guru di sekolah di AS menyadari bahwa masalah ini sudah dalam tahap yang memprihatinkan.

Permasalahan penegak hukum di Amerika Serikat tentang Cyberbullying dan Sexting.

Petugas Polisi AS melaporkan bahwa sebagian besar cyberbullying terjadi melalui jaringan sosial atau pesan SMS. Contohnya sebuah insiden yang melibatkan siswa perempuan menyebarkan informasi fitnah tentang kegiatan seksual satu teman sekelas, pilihan pacarnya, dan hubungan lainnya.  Petugas polisi, administrator sekolah, dan orang tua bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dengan menasihati siswa yang terlibat dan memberitahu bahwa perilaku mereka bisa dikategorikan kriminal dan pelecehan berikutnya akan ditindaklanjuti secara hukum.

Umumnya Sexting melibatkan pasangan yang berpacaran.  Salah satu pasangan yang berpacaran saling mengirimkan gambar telanjang.  Sering terjadi ketika pacar lelaki membagikan foto pacarnya tersebut kepada teman-temannya. Ketika ditemukan Gambar tersebut, secara informal petugas polisi berbicara dengan siswa dan orang tuanya tentang keseriusan situasi yang terjadi.

Seorang Polisi melaporkan melakukan penyidikan kasus pornografi anak dimana seorang gadis membuat sebuah video cabul untuk pacarnya, dan oleh pacarnya didistribusikan ke beberapa orang lain.  Ketika paksaan atau distribusi yang tidak sah terjadi maka akan dilakukan penyidikan formal hukum pidana.

Penegak hukum AS menangani Cyberbullying dan Sexting 

1.  Aparat penegak hukum membutuhkan kesadaran dan pemahaman tentang undang-undang untuk memahami implikasi hukum dari cyberbullying. Pertumbuhan ponsel dan penggunaan Internet di kalangan remaja telah mengubah perilaku dan norma  sosial remaja.  Cyberbullying adalah salah satu isu baru penegakan hukum yang paling signifikan yang harus segera dicari cara penanganan terbaiknya.    Cyberbullying adalah perbuatan bullying dalam bentuk baru yang mengandalkan perangkat teknologi dan media. Penelitian telah menunjukkan hubungan yang kuat antara online dan offline bullying.

2. Jika sekalipun tidak ada undang-undang pidana cyberbullying, penegakan hukum tidak boleh mengabaikan perilaku atau masalah ini.  Petugas Polisi harus membantu para profesional lain, seperti guru di sekolah memahami kewajiban hukum dan otoritas mengenai cyberbullying.  Pihak sekolah dapat mendisiplinkan siswa dengan melarang perilaku substansial yang dapat mengganggu lingkungan belajar di sekolah.  Aparat penegak hukum ketika memberi penerangan masyarakat tentang cyberbullying harus menekankan bahwa ada tingkat tanggung jawab: dimulai dari orang tua, kemudian pihak sekolah, dan apabila perbuatan ini serius bisa dilanjutkan pada penyidikan polisi sehingga sistem peradilan pidana bisa menghukum pelaku.

3.  Pelecehan online yang tidak tercakup oleh undang-undang cyberbullying tertentu dimungkinan diperkarakan dengan undang-undang tradisional.   Petugas polisi dapat memperkarakan siswa dalam insiden yang mengganggu tujuan pendidikan utama sekolah (misalnya, membuat video memalukan di sekolah dan mendistribusikan secara online) atau melanggar hak orang lain, terlebih lagi dalam perkara cyberbullying  yang serius seperti pelecehan ras, kelas, gender, atau orientasi seksual.   Polisi harus berkonsultasi kepada jaksa mereka untuk menentukan apa undang-undang pidana yang akan diterapkan.

4. Mempelajari Kasus high-profile penuntutan pidana terhadap remaja yang terlibat dalam Sexting, tergambarkan adanya kompleksitas dalam mengatasi perilaku ini.  Faktor usia pelaku dan konteks relasional di mana terjadi Sexting sering diperdebatkan oleh otoritas hukum dan politik.  Banyak negara bagian di AS telah memperkenalkan atau memberlakukan undang-undang Sexting, dengan hukuman mulai dari program pendidikan untuk pelanggar pertama kali, denda, atau penahanan jangka pendek.  Sexting terjadi dalam rangkaian kesatuan, mulai dari perilaku remaja yang menyimpang, korban yang signifikan dan perbuatan yang disengaja oleh orang lain.   Karena sifat sensitif dari gambar dan potensi untuk foto tersebut tetap tersimpan untuk publik, keterlibatan penegak hukum di semua tingkatan adalah penting.

Pemasalahan ini harus diantisipasi oleh Polri, karena mau atau tidak mau, cepat atau lambat masalah ini akan menghantui setiap remaja dan pelajar di Indonesia, dan bahkan sudah banyak terjadi belakangan ini.

*Disadur bebas dari FBI Law enforcement Bulletin: “Cyberbullying and Sexting: Law Enforcement Perceptions” By Justin W. Patchin, Ph.D., Joseph A. Schafer, Ph.D., and Sameer Hinduja, Ph.D.

Tinggalkan komentar

Filed under Blogger, Komputer, Publik

Interpol General Assembly

Organisasi kepolisian The International Criminal Police Organization atau lebih dikenal dengan sebutan “Interpol” adalah organisasi antar pemerintah yang memfasilitasi kerjasama polisi internasional. Pada awal didirikan tahun 1923 mempunyai nama The International Criminal Police Commission (ICPC) dan penyebutan nama “Interpol” diadopsi dari alamat telegraf organisasi ini (ICPC) sebagai nama umum pada tahun 1956.

Interpol adalah organisasi terbesar kedua di dunia setelah PBB,  dengan mempunyai anggota 190 negara (PBB dengan 192 negara),  dan berkantor pusat di Lyon , Perancis.   Sekretariat Jenderal Interpol mempekerjakan staf sebanyak 703 orang yang mewakili 98 negara anggota.  Saat ini Sekretaris Jenderal Interpol adalah seorang mantan Jaksa berkebangsaan Amerika Serikat bernama Mr. Ronald K Noble,  sedangkan Presiden Interpol saat ini adalah Mrs. Mireille Balestrazzi yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Kepolisian Perancis.

Sekjen Interpol Robert K Nobel

Sekjen Interpol Robert K Noble

Program utama tahunan Interpol adalah melaksanakan Konferensi Tahunan (General Assembly), Interpol GA adalah forum tertinggi setiap membuat satu keputusan penting dalam organisasi Interpol.   Tahun 2013 ini Interpol GA diselenggarakan di Cartagena Colombia pada tanggal 21 sampai 24 Oktober 2013.  Interpol GA selalu diselenggarakan per Region, jadi Colombia sebagai wakil dari region Amerika, tahun depan 2014 akan diselenggarakan di Region Eropa dengan Monaco sebagai tuan rumah, tahun 2015 akan diselenggarakan di Rwanda mewakili region Afrika, dan suatu kehormatan Indonesia pada tahun 2016 akan menyelenggarakan Interpol GA mewakili region Asia.

Presiden Interpol Mrs. Mireille Ballestrazzi

Presiden Interpol Mrs. Mireille Ballestrazzi

Peserta dari Interpol GA adalah setiap perwakilan dari kepolisian Nasional masing masing negara yang menjadi anggota Interpol. Karena sifatnya forum tertinggi yang hadir mewakili kepolisian negara adalah kepala Polisinya atau setidaknya pejabat tinggi kepolisian yang ditunjuk.  Setiap negara mempunyai 1 hak suara dalam konferensi apabila dilakukan voting dalam suatu usulan. Interpol GA juga mengundang pengamat (Observer) dari organisasi kepolisian regional (seperti Aseanapol dan Europol) dan organisasi Law Enforcement  Internasional lainnya yang tidak mempunyai hak suara.

Dalam Interpol GA kali ini saya berkesempatan hadir  tidak dalam kapasitas sebagai Polri namun sebagai Observer mewakili ASEANAPOL Secretariat Kuala Lumpur.  Letak Cartagena yang di benua Amerika perjalanan cukup melelahkan dengan route KL-Paris-Bogota-Cartagena ditempuh dengan total waktu plus transit 32 jam, namun setelah sampai Cartagena capek ini terbayarkan dengan pemandangan yang indah dari kota yang terletak di Caribbean Sea ini

Negara Colombia yang selama ini terkenal dengan banyak Penculikan dan Drug Cartel  mencoba merubah image dengan persiapan yang sangat meriah, mewah dan all out, ditambah keramahan Senorita Colombiana super cantik dan sexy yang menjadi Liaison kita. Pengaturan acara di Venue, penginapan, jamuan makan dan tempat lainnya sempurna nyaris tanpa cacat dan selalu dikawal oleh anggota polisi Colombia kemanapun pergi.

Interpol GA yang berlangsung selama 3 hari ini menghasilkan beberapa keputusan penting yang disetujui hampir semua negara anggota Interpol. Beberapa hal yang yang menjadi catatan saya antara lain:
1. Kesepakatan untuk penggalangan dana selain dari kontribusi negara anggota Interpol yang berasal dari sektor swasta, yang di otorisasi oleh lembaga internal Interpol. Hal ini untuk mencegah pemberian dana dari sektor ilegal.
2. Kerjasama Interpol dalam berbagai event olahraga besar dunia seperti: Kejuaraan Dunia Hockey es di Belarusia dan Olimpiade Rio Brasil pada tahun 2016.
3. Roadmap untuk kelangsungan masa depan Interpol termasuk didalamnya pengakuan terhadap INTERPOL Travel Document (ITD).

Sungguh pengalaman yang sangat berharga bisa mengikuti event yang besar dan prestisius ini, saatnya pulang dan pastinya menderita jetlag beberapa hari setelah sampai di rumah karena perbedaan waktu yang ekstrim ….

Tinggalkan komentar

Filed under Polisi

Mengunjungi EUROPOL

Setelah bertugas di ASEANAPOL Secretariat di Kuala Lumpur saya mendapat sebuah kesempatan yang sangat baik bisa berkunjung ke Kantor Pusat EUROPOL di Den Haag Holland, kunjungan ini dilakukan sepulang mengikuti Interpol General Assembly di Cartagena Colombia.  Sebagai sebuah organisasi regional yang serupa seperti ASEANAPOL, Europol bisa dikatakan sebagai benchmark atau tolak ukur dari setiap organisasi kepolisian regional.

europolMungkin banyak yang bertanya – tanya kenapa diperlukan organisasi kepolisian regional, padahal kita ketahui sudah ada organisasi Kepolisian internasional yaitu Interpol.  Hal ini seiring berkembangnya kejahatan transnational tugas Interpol semakin berat dalam menganalisa kejahatan di berbagai negara khususnya di kawasan regional yang mempunyai ciri kejahatan lokalnya masing – masing. Europol merupakan sebuah contoh ketika negara – negara anggota Uni-Eropa pasca terbentuknya perjanjian Schangen  membuat perjanjian visa bersama dan mata uang bersama, yang dengan kata lain menjadikan negara – negara Uni-Eropa menjadi seolah tanpa batas. Kebijakan ini juga membuat gangguan keamanan yang baru yang unik sehingga diperlukan kerjasama kepolisian yang  lebih dekat diantara negara – negara uni eropa, sehingga berdirilah Europol.

Organisasi kepolisian regional yang serupa ternyata juga ada beberapa, seperti organisasi kepolisian di Amerika Serikat yang bernama AMERIPOL (The American Police Community  atau Comunidad de Policías de América) yang mempunyai keanggotaan 21 negara di benua Amerika baik Utara, Tengah maupun Selatan termasuk Amerika Serikat. Kemudian organisasi  kepolisian Afrika Timur: Eastern African Police Chiefs Organisation (EAPCCO) yang terdiri dari 13 negara di Afrika Timur. Dan sekilas mengenai ASEANAPOL  (Asean National Police) yang merupakan sebuah organisasi kepolisian ASEAN yang terbentuk pada tahun 1981, terdiri dari 10 negara anggota ASEAN dan semenjak 2010 mempunyai sekretariat tetap di Kuala Lumpur.

Europol Headquarters, The Hague, Netherlands

Europol Headquarters, The Hague, Netherlands

Beberapa fakta tentang Europol yang saya dapat dalam kunjungan:
1. Europol adalah lembaga penegak hukum Uni Eropa yang bertujuan mencapai Eropa lebih aman untuk kepentingan semua warga negara Uni Eropa, terdiri dari 27 negara anggota.  Markas besarnya di Den Haag Holland, mempunyai hampir 800 staff termasuk  145 Europol Liaison Officer ( ELOS ) yaitu petugas perwakilan dari negara anggota Europol yang ditempatkan di Kantor pusat Europol dan juga negara-negara mitra non-Uni Eropa lainnya seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat dan Norwegia.  ELOS menjamin kerjasama yang cepat dan efektif berdasarkan kontak pribadi dan rasa saling percaya terhadap negara asalnya.
2. Petugas Europol tidak memiliki kewenangan penangkapan atau penyidikan, namun bertugas mengumpulkan data kejahatan, menganalisa, men-share informasi dan mengkoordinasikan operasi. Negara anggota Europol menggunakan informasi yang diberikan Europol untuk mencegah, mendeteksi dan menyelidiki pelanggaran, dan kemudian melakukan penyidikan dan mengadili mereka yang melakukan kejahatan. Para ahli dan analis dari Europol mengambil bagian dalam Tim Investigasi bersama yang membantu kasus kriminal di negara-negara Uni Eropa. Europol merupakan pusat operasi high security, berurusan dengan lebih dari 9.000 kasus per tahun, dengan ciri analisis berkualitas tinggi yang menjamin keberhasilan operasional.

Berdasarkan apa yang kami dapat dalam kunjungan ke Europol, harapan yang terpikirkan adalah bagaimana ASEANAPOL bisa mendekati kapasitas Europol, untuk sementara ASEANAPOL masih berfungsi sebagai pusat pengumpul data melalui database ASEANAPOL Database System (e-Ads) namun data itu akan lebih bermakna apabila dioperasionalisasikan melalui Liaison Officer yang ditempatkan pada ASEANAPOL.

Untuk mewujudkan ASEANAPOL yang sekuat Europol dibutuhkan komitmen kuat di antara negara anggota ASEANAPOL dalam hal  dana dan tenaga untuk bisa mewujudkan keamanan ASEAN menjelang ASEAN Community 2015,  dimana kawasan ASEAN menjadi open border persis seperti Uni Eropa sekarang.

Tinggalkan komentar

Filed under police, Polisi, Uncategorized