Perbedaan Polisi Indonesia dengan Malaysia

POLRI dan PDRMSetelah tulisan saya tentang perbedaan sistem kenaikan pangkat di Malaysia dan Indonesia yang berdasarkan Merit System atau Time Based di sini. Saya berpikir bukan hanya sytem kepangkatan saja tapi masih banyak sekali aspek kedinasan yang berbeda.  Well, kalau ditanya kenapa sih banyak perbedaan ? toh kan sama sama polisinya.  Jawabannya sih sederhana saja, Indonesia adalah bekas jajahan Belanda dan Malaysia adalah bekas jajahan Inggris, hal ini berdampak sangat signifikan karena Belanda dan Inggris adalah dua negara yang berbeda dalam system hukum. Inggris dikenal dengan system hukum “Anglo Saxon” , dan Belanda dengan system “Continental”. Dengan perbedaan system hukum pasti juga berbeda cara kerja polisinya.

Berikut ini sebagian kecil dari perbedaan dan persamaannya :

Penangkapan
Di Indonesia berlaku 24 jam sama dengan di Malaysia.

Penahanan
Di Indonesia Polisi bisa menahan 20 hari dan dapat diperpanjang oleh kejaksaan 40 hari, bila ada perbuatan yang diancam lebih 9 tahun dapat diperpanjang pengadilan 60 hari. Sedangkan di Malaysia polisi tidak boleh menahan, polisi hanya boleh menahan atas perintah jaksa sampai 7 hari dan dapat diperpanjang lagi sampai 7 hari.

Proses Penyidikan
Di Indonesia polisi melakukan pemberkasan (Proses Verbal) lalu selesai melakukan penyidikan menyerahkan ke Jaksa artinya Polisi lebih banyak berperan dalam penyidikan. Di Malaysia Polisi dan Jaksa sudah bekerja sama semenjak penyidikan dimulai, karena Jaksa yang memberi izin penahanan.

Perekrutan
Di Indonesia ada 4 sumber perekrutan, Tantama (Khusus Brimob dan Polair), Bintara, Perwira Akademi Kepolisian dan Perwira Sumber Sarjana, syarat dari umur 18 hingga 22 tahun (Kecuali yang sumber sarjana yang ditentukan pada saat pendaftaran) dan tidak boleh menikah. Di Malaysia ada sekolah untuk Perwira, Sersan, Konstabel dan Konstabel Sokongan, dengan syarat umur 18 sampai 28, bagi perwira maksimal 35 tahun apabila mendapat gelar sarjana. Di Malaysia sumber perwira hanya satu pintu karena tidak ada Akademi Polisi. Dan yang unik bagi yang telah menikah, diperbolehkan juga mendaftar.

Umur Pensiun
Di Indonesia 58 tahun. Di Malaysia lebih tua sedikit, mereka pensiun pada usia 60 tahun.

Estafet Kepemimpinan
Di Indonesia Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) melalui fit and proper test dari DPR, apabila lolos ia akan ditunjuk menjadi Kapolri, sedangkan Wakapolri diangkat kemudian oleh Presiden tanpa Fit dan Proper test. Di Malaysia Inspector General (IG) atau kepala polisi diangkat oleh Menteri Dalam Negeri dan yang unik wakil kepala kepolisiannya sudah pasti akan menggantikan kepala polisi, apabila umur dan kesehatan memungkinkan, bandingkan dengan di Indonesia tidak pernah ada dalam sejarah Wakapolri menjadi Kapolri.

Struktur dalam pemerintahan
Di Indonesia Polri berada dibawah presiden langsung, jadi Kapolri setingkat dengan Menteri. Di Malaysia dibawah Menteri Dalam Negeri, jadi kepala polisinya setingkat dengan Dirjen.

Demikianlah sekilas perbedaan Polisi Indonesia (Polri) dan Polisi Malaysia (PDRM), demikian kata pepatah “lain ladang lain belalang ”  perbedaan ini jelas karena sejarah awalnya pun berbeda, namun walaupun ada perbedaan ada persamaan yang hakiki dari semua kepolisian di Seluruh dunia yaitu “To Serve” dan  “To Protect” , yaitu Melayani dan Melindungi masyarakat, begitulah tugas utama korps polisi masing- masing negara dalam menjaga keamanan dalam negerinya.

Tinggalkan komentar

Filed under Malaysia, police, polri

Kuliner Malaysia

Malaysia adalah negara multi-kultural yang terdiri dari 3 golongan ras, Melayu , India dan China. Karena perpaduan inilah maka kuliner di Malaysia ada 3 yaitu makanan India, Melayu dan China.   Bagi Melayu yang muslim mereka tidak bisa memakan masakan India dan China, bukan karena haram karena mengandung daging babi tapi juga karena meragukan cara pemotongan hewan yang tidak sesuai. Demikian halnya bagi warga keturunan India yang Hindu mereka tidak memakan daging sapi.  Akhirnya terjadi kompromi atas makanan tersebut, yang saya perhatikan terjadi  adaptasi makanan tersebut sehingga bisa juga dikonsumsi semua warga Malaysia. Berikut ini contoh beberapa kuliner umum di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur;

Nasi Kandar,

Penyajian Nasi Kandar, pilih sendiri Lauknya

Penyajian Nasi Kandar, pilih sendiri Lauknya

Di Malaysia ada jenis kuliner oleh India Muslim (disebut Mamak). Kuliner mamak terkenal disini dengan nama “kedai mamak”, mereka adalah berasal india selatan dan membuat makanan khas sendiri yang dinamakan “Nasi Kandar”, kata kandar sendiri berarti pikulan, dahulu di negara bagian Penang mereka menjual nasi ini dengan pikulan ini dan sejak dari itu mereka menamakan restoran mereka dengan “Nasi Kandar”. Nasi kandar ini cara penyajiannya seperti masakan Padang, dipajang di etalase kaca

Penyajian Nasi Kandar

Penyajian Nasi Kandar

namun tidak dihidangkan semua di meja, kita harus memilih lauknya yang hampir semuanya dimasak kari, ada beberapa yang istimewa seperti ayam goreng remapahnya, penyajiannya adalah nasi plus lauknya disiram kuah kari.   Tersedia juga makanan khas india dengan roti india seperti roti Chanai (roti dengan kuah kari). Kedai mamak banyak yang buka 24 jam,  sehingga orang ke kedai mamak bukan hanya untuk makan, bisa juga sekedar nongkrong untuk menikmati teh tarik atau minum kopi, semua etnis bisa makan di nasi Kandar dan merupakan ciri khas Malaysia. Hampir di setiap sudut kota ada kedai Mamak namun salah satu Nasi kandar yang terkenal dan banyak cabangnya adalah Nasi kandar Pelita.

Nasi Lemak,

Nasi Lemak

Nasi Lemak

Makanan asli melayu ini sebenarnya mirip dengan nasi uduk di Indonesia, yaitu nasi yang di aron dengan santan kelapa. Yang membedakan adalah makanan ini dihidangkan dengan ikan teri kering, kacang dan mentimun dan diberi sambal goreng merah. Pada setiap tempat yang menyediakan nasi lemak, kita bisa memilih berbagai macam lauk, yang paling favorit adalah ayam goreng, telur asin, rendang dan cumi dimasak sambal. Sepertinya bukan malaysian kalau tidak memakan nasi lemak sebagai sarapan mereka. Walaupun biasanya untuk sarapan saja, namun sudah banyak pula yang menghidangkan 24 jam, salah satu yang paling terkenal adalah nasi lemak “Antar Bangsa” di Kampung Baru Kuala Lumpur dan Nasi lemak “Village Park” di Uptown Damansara Petaling Jaya.

Banana Leaf Rice (Nasi Daun Pisang),

Banana Leaf Rice

Banana Leaf Rice

Keunikan dari makanan ini adalah penyajiannya selalu diatas daun pisang, asal makanan ini adalah India Selatan yang beragama Hindu, cara penyajiannya selalu oleh seorang pramusaji yang menaruh nasi di atas daun pisang, di siram kuah kari, dan lauk pilihan kita yang kebanyakan dimasak kari, yes India adalah Kari. Pada umumnya masakan di Banana Leaf Rice dan di Nasi Kandar hampir sama, cuma masalahnya bagi sebagian Muslim  masih meragukan kehalalannya, makanya ada alternatif masakan India adalah Nasi Kandar di Kedai Mamak. Banana Leaf Rice yang terkenal adalah di Restoran Nirvana Maju, Bangsar dan Restoran Lotus di Jalan Gassing Petaling Jaya.

Yong Tau Fu,

Yong Tau Fu

Yong Tau Fu

Makanan yang berasal dari suku Hakka China terutama terbuat dari tahu yang telah diisi dengan daging giling campuran atau pasta ikan (surimi). Variasi makanan ini termasuk sayuran dan jamur disatukan dengan daging giling atau surimi. Kalau di Indonesia mungkin mirip dengan bakso tahu. Yong tau fu dapat dimakan dalam berbagai cara, baik kering dengan saus atau disajikan sebagai hidangan sup. Makanan ini terutama terdapat di Malaysia dan Singapura. Yong tau fu tidak digolongkan makanan halal karena menggunakan daging babi bisa terdapat di daerah pecinan, namun di Kuala Lumpur terdapat juga Yong Tau Fu yang halal di daerah Ampang.

Chicken Rice (Nasi Ayam),

Nasi Ayam

Nasi Ayam

Nasi ayam adalah hidangan yang diadaptasi dari imigran Cina awal berasal dari provinsi Hainan di Cina selatan. Hal ini dianggap salah satu hidangan nasional Singapura dan Malaysia. Cara membuatnya ayam disiapkan dalam metode tradisional Hainan dengan menyeduh seluruh ayam pada suhu mendidih dalam kaldu daging babi dan tulang ayam, menggunakan kembali kaldu berulang-ulang dan hanya menambah air bila diperlukan, Kaldu inilah yang juga dibuat untuk menanak nasi.  Penyajiannya nasi kaldu ayam dan dagingnya ditambah dengan nam, saus, daun bawang, bawang putih cincang, jahe, minyak wijen dan kecap. Kebanyakan nasi ayam di Malaysia itu juga menawarkan alternatif dari ayam panggang bukan rebus biasa atau ayam kukus. Di Indonesia kita kenal sebagai nasi ayam Hainan. Variasi lainnya termasuk versi BBQ atau juga pilihan ayam panggang madu.   Nasi ayam juga sangat populer dengan masyarakat Melayu yang Muslim, setelah disesuaikan agar sesuai dengan keinginan Melayu dengan bumbu pedas dan menambah bumbu makanan. Ayam dikukus, lalu digoreng atau dipanggang sehingga menghasilkan tekstur kering untuk daging ayam. Bumbu cabe telah dimodifikasi, bawang putih dan jahe kurang digunakan, dan asam jawa ditambahkan ke bumbu untuk rasa. Nasi ayam Malaysia tersedia di banyak toko kopi Cina, restoran atau kaki lima tetapi juga chain restoran seperti The Chicken rice Shop dan OldTown White Coffee.

Makanan makanan ini adalah yang umum terdapat di Malaysia yang uniknya terjadi adaptasi sehingga bisa dikonsumsi semua, unik bukan ?

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Merit System Vs Time Based

Setelah hampir 2 tahun bertugas di Malaysia dan kebetulan berkantor di Mabes Polis Diraja Malaysia  (PDRM), banyak aturan – aturan kepolisian Malaysia yang menarik apabila dibandingkan dengan aturan yang berlaku pada POLRI.  Salah satunya adalah  mengenai promosi kepangkatan dan jabatan.  Dibawah ini antara lain perbedaannya:

Perwira PDRM Sumber: polisjohor.gov.my

Perwira PDRM
Sumber: polisjohor.gov.my

Di POLRI pengumuman kenaikan pangkat dan promosi jabatan adalah dua hal yang berbeda. Di PDRM hal ini berlaku satu kali, jadi seorang yang mengalami promosi jabatan sekaligus Ia juga mendapat pangkat yang baru, kecuali pindah jabatan dengan pangkat yang sama.

Di  POLRI apabila seorang perwira mendapat jabatan baru yang membawa konsekuensi Ia akan naik pangkat, tidak langsung naik pangkat, Ia harus menunggu masa kenaikan pangkat yang terdekat, yaitu pada tanggal 1 Januari atau 1 Juli setiap tahunnya.  Di PDRM setiap promosi jabatan sekaligus naik pangkat, Perwira yang dipromosikan dengan jabatan baru langsung berhak menyandang pangkat baru,  hanya pangkat  itu mendapat sebutan “acting” , dan baru “confirm” dengan pangkat baru setelah minimal 6 bulan.

Ada hal lain yang menarik adalah masa untuk kenaikan pangkat, di PDRM tidak ada waktu yang pasti kapan seeorang bisa menyadang sebuah pangkat, bisa dikatakan sebagai “Merit system”, yang menurut wikipedia disebutkan:

“The merit system is the process of promoting and hiring government employees based on their ability to perform a job, rather than on their political connections”

(Merit system adalah proses dari promosi pegawai pemerintah berdasarkan kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaannya bukan dari koneksi politik).

Untuk menjalankan system ini, bagi khususnya perwira PDRM mereka harus melakukan interview untuk mendapatkan kenaikan pangkat, pada Interview ini akan dilihat bagaimana kemampuan profesionalisme perwira ini dalam tugas yang diembannya, berdasarkan input dari sekelilingnya: dari komandan, rekan kerja dan bahkan bawahan. Yang wajib melakukan interview untuk kenaikan pangkat adalah dari pangkat Inspektur sampai pangkat DSP (Deputy Superintendent of Police) atau pangkat Mayor. Setelah itu dari pangkat DSP ke Superintendent (AKBP) dan seterusnya tidak diperlukan lagi interview. Prosesnya setelah seseorang perwira PDRM lulus dalam interview, barulah bagian SDM PDRM mencarikan jabatan yang setingkat lebih tinggi. Dalam surat pengumuman tertulis perwira PDRM tersebut mendapat jabatan baru sekaligus pangkat baru.

Anggota POLRI  Sumber:  polrespariaman.wordpress.com

Anggota POLRI
Sumber: polrespariaman.wordpress.com

Berbeda dengan di POLRI tidak sepenuhnya mengadopsi “Merit System” tapi cenderung lebih ke sistem “Time Based”, artinya ada waktu tertentu (4 sd 5 tahun pada satu pangkat) bagi setiap anggota POLRI dalam menyandang pangkat tertentu. Memang ada syarat tambahan untuk bisa mendapat pangkat, yaitu dengan kewajiban menjalani pendidikan tertentu dan tidak bermasalah dalam dinas, hal ini dapat berpengaruh cepat atau lambatnya seorang anggota Polri dalam naik pangkat. Pada system ini, seorang perwira POLRI yang akan naik pangkat, harus sudah mendapat jabatan baru yang pangkatnya setingkat lebih tinggi, walaupun tidak otomatis naik pangkat.

Yang terakhir pasti akan ditanyakan lebih baik mana “Merit System” atau “Time Based” ? Pasti masing masing mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing, antara lain:

Bagi sistem “Time Based” terlihat bahwa satu angkatan rekrutmen akan rata – rata menyandang pangkat yang sama, terutama terlihat pada lulusan Akademi Kepolisian, dengan catatan tidak bermasalah, mereka paling tidak pangkat terakhir akan sampai di Komisaris Besar (Kolonel). Sedangkan pada “Merit System” kelulusan satu angkatan tidak merata dalam kepangkatan, sebagai contoh seorang perwira tinggi PDRM yang berpangkat Deputy Commissioner (bintang 3) satu angkatannya masih ada yang tertinggal jauh bahkan masih inspektur.

Bagi sistem “Time Based” sepertinya banyak yang “Safety Player” artinya banyak perwira yang tidak mau menonjolkan diri dan kemampuannya, dengan pertimbangan toh akan naik pangkat sama – sama, asalkan tidak bermasalah dalam kedinasan. Berbeda dengan “Merit System” seorang yang naik pasti karena ia mempunyai “Kelebihan” dalam menjalankan tugasnya dibandingkan perwira yang lain. Mereka memang dipacu untuk selalu berinovasi dan kreatif agar terlihat mempunyai kelebihan dibanding rekan lainya. Namun saya juga melihat ada kekurangan sistem ini, kenaikan pangkat berarti “Satu tersenyum, namun banyak kecewa”, karena sulitnya seseorang untuk mendapatkan kenaikan pangkat, sehingga kadang terjadi jegal-menjegal yang justru terjadi pada kawan satu angkatan.

Kesimpulannya, menurut saya kedua sistem ini tidak ada yang baik dan buruk, karena sudah diterapkan dalam POLRI atau di PDRM sejak lama, dan menurut saya semua sistem ini ada kekurangan dan kelebihannya sendiri – sendiri, akhir kata, jayalah selalu POLRI dan PDRM ….

2 Komentar

Filed under Akpol, Blogger, hukum, police, Polisi, polri, Publik

Ada (Nama) Orang Indonesia di Kepolisian Luar Negeri

Pada waktu mengikuti ASEANAPOL Conference di Manila, pada saat jamuan makan saya bertemu dengan seseorang dan mengenalkan dirinya dengan bahasa Indonesia yang baik, “Halo saya dari Australian Federal Police (AFP) dan nama saya Budi”,  saya agak terkejut, kok ada orang Indonesia dengan nama yang sangat Indonesia bisa jadi Polisi Australia ? Kemudian kita duduk dalam satu meja yang sama dan mulai bercerita, ya memang mas Budi ini (Nama lengkapnya Budi Tandu) adalah seorang kelahiran Indonesia dengan bapak orang Tanjung Pinang dan ibu dari Semarang.  Mas Budi dari lahir sampai SMP masih tinggal di Indonesia, sampai suatu ketika orangtuanya memutuskan pindah ke Australia, dari sana Budi melanjutkan sekolah High School nya, lanjut ke Universitas dan setelah lulus mendaftar di Australian Federal Police dan diterima,  patut diketahui bahwa masuk ke AFP  tidak mudah dan melalui persyaratan yang sangat ketat (AFP bisa disamakan dengan FBI di Amerika).

Budi, kedua dari Kanan

Budi, kedua dari Kanan

Setelah berdinas beberapa tahun Budi mendapatkan pos promosi di pos kantor AFP Manila. Budi bercerita perannya di Manila sangat signifikan, terutama karena wajahnya yang “Melayu” dan mirip dengan orang Filipina ia banyak mendapat tugas di daerah berbahaya seperti di Mindanao. Memang menerjunkan anggota AFP yang “bule” agak rawan karena tingginya angka penculikan orang asing disana,  makanya peran mas Budi sangat diperlukan.  Ia bercerita juga pernah turut berpartisipasi aktif dalam pembebasan sandera warga negara Australia di Mindanao. Melengkapi obrolan kita ia juga bercerita tentang keluarganya ia memiliki seorang istri yang “bule” dan dikaruniakan 2 orang anak.

Ada cerita unik lain tentang seorang Polisi orang ‘Indonesia” yang bekerja di kepolisian Negara lain. Pada suatu ketika ada seorang buronan Red Notice terdeteksi masuk wilayah Indonesia, Ia bernama Bradec Ludek seorang warga negara Cheko, setelah bekerja dengan NCB Interpol Indonesia terdeteksi lah keberadaan tersangka Bradec Ludek di Jogjakarta Indonesia.  Kemudian Polri mengamankan  tersangka sekaligus menginformasikan penangkapan Tersangka ke kepolisian Cheko.  Gayung bersambut kepolisian Cheko mengirim utusan Polisi nya untuk “menjemput”  tersangka.  Kepolisian Cheko mengirimkan email nama – nama team yang akan datang ke Indonesia. Ada yang menarik perhatian, dari beberapa nama kok ada nama seorang Letnan Kolonel Polisi (pemimpin rombongan) yang bernama “Teddy Sunardi”, lah ini kan nama yang Indonesia banget ya ?

Teddy Sunardi, Berdiri di tengah

Teddy Sunardi, Berdiri di tengah

Pada saat rombongan polisi Cheko datang ke Indonesia, tampilah sesorang yang berbahasa Indonesia fasih dan berkata : “Halo, Saya Teddy Sunardy..” , dan setelah berbicara panjang, siapa itu Teddy terungkap sudah, Ia adalah seorang keturunan Indonesia dengan bapak orang Bandung dan ibu Cheko, Mas Teddy ini sempat menamatkan sekolah SMA nya di Bandung sampai lulus,  namun ia meneruskan kuliah di Cheko jurusan Komputer, bersamaan dengan pindahnya orang tuanya kembali ke Cheko.  Setelah menjadi Sarjana Komputer, Mas Teddy mencoba keberuntungan mendaftar di Akademi Kepolisian Cheko yang bergengsi, dan mulai berkarier di kepolisian Cheko.  Perlu di ketahui melihat Pangkatnya sekarang (Letkol), Mas Teddy saya pikir termasuk cemerlang dalam kariernya.  Dan karena sarjana komputernya, Teddy Sunardy menjadi seorang kepolisian Cheko yang bertugas di bagian Cybercrime.

Demikian cerita dua orang putra kelahiran Indonesia yang bertugas di Kepolisian Luar negeri, ternyata mereka dua – duanya tidak memalukan Indonesia tanah kelahirannya, mendapat pos yang bagus di Kepolisian tempatnya bekerja dan mereka semuanya menjadi Polisi yang diandalkan di negaranya, hebat kan ?

3 Komentar

Filed under polri

Makna dibalik Blood Moon

Blood Moon

Blood Moon

Tanggal 15 April 2014 akan terjadi fenomena alam yang tidak biasa, yaitu akan terlihat gerhana bulan, bulan berwarna merah seperti darah (Blood Moon) akibat planet Mars yang berwarna merah saat ini berada dalam titik terdekat dengan bumi. Gerhana bulan total itu proses terjadinya mulai pukul 12.58 WIB sampai 16.33 WIB di Indonesia umumnya masih siang belum terlihat, namun bagi daerah Indonesia Timur khususnya Papua bisa melihat gerhana itu pada pukul 18.33 WIT.

Dalam Alkitab ternyata telah tertulis fenomena alam ini, seperti tertulis dalam Perjanjian Lama, Kitab Yoel (Bahasa Sehari hari),  ayat 2:30,

“Matahari akan menjadi gelap dan bulan menjadi merah seperti darah. Semua itu akan terjadi sebelum Hari TUHAN tiba, hari yang dahsyat dan mengerikan!”

dan hal itu kembali diucapkan dalam Perjanjian baru oleh Petrus pada Kisah Para Rasul 2:20,

“Matahari akan menjadi gelap, bulan menjadi merah seperti darah sebelum Hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu datang”.

Apakah bulan darah merupakan suatu tanda akan datangnya hari kiamat, atau pertanda adanya suatu peristiwa besar ? Tidak ada yang tahu akan maksud hal tersebut  sampai hari itu benar terjadi, namun ada fakta menarik sehubungan gerhana bulan darah ini.  Berdasarkan data, dalam 500 tahun hanya pernah terjadi 3 kali peristiwa bulan darah, dan bila dikaitkan dengan sejarah, banyak kaitannya dengan sesuatu hal mengenai bangsa Yahudi/Israel:

1493 – 1494 ==> adalah masa ketika kejatuhan negara Spanyol dimana Bangsa Israel yang menetap disana terusir, ditahun yang sama Benua Amerika ditemukan oleh Christopus Colombus yang kemudian menjadi “rumah baru” bagi bangsa Israel.

1949 – 1950 ==> Adalah tepat pada saatnya Israel mendeklarasikan negaranya. Hal ini timbul setelah peristiwa Holocoust di Eropa yang mendorong para Survivor Israel kembali ke tanah asalnya.

1967 – 1968 ==> adalah masa dimana Israel memenangkan “Six Day War” atau Perang enam hari melawan Mesir dan negara Arab lainnya.

Dan ada fakta lain yang tak kalah menariknya, ternyata Bulan Darah  (termasuk yang tanggal 15 April ini)  akan terjadi 4 kali dalam 2 tahun, dan (kembali) berkaitan erat dengan bangsa Israel,

15 April 2014 ==> Adalah tepat pada hari raya Passover bagi bangsa Yahudi/Israel, yaitu memperingati bebasnya mereka dari Mesir.

8 Oktober 2014 ==> Adalah tepat pada hari raya Tabernacles, yaitu hari raya memperingati perjalanan 40 tahun dari Mesir hingga tanah Kanaan.

4 April 2015 ==> Kembali merupakan hari Passover bangsa Yahudi/Israel.

28 September 2015 ==> Kembali merupakan hari raya Tabernacles.

Apakah semua ini merupakan hal yang kebetulan ? Dalam Alkitab buku pertama Genesis (Kejadian) disebutkan Tuhan menggunakan Matahari, Bulan dan Bintang sebagai tanda, dan banyak sekali di dalam Alkitab disebutkan ketiga benda angkasa sebagai petunjuk. Ketika Yesus lahir dikatakan Bintang sebagai petunjuk bagi orang Majus (Wise Men) dari Timur untuk menunjukkan tempat kelahiran Yesus, atau Matahari selama bersinar sebagai petunjuk kemenangan Yosua memimpin bangsa Israel untuk mengalahkan musuh musuhnya.

Dalam buku terbarunya, “Four blood Moons” (Empat Bulan Darah), Pastor Hagee menjabarkan apa yang dia sebut sinyal surgawi. Dia menjelaskan bagaimana serangkaian bulan darah pada tahun 2014 dan 2015 akan memiliki makna besar bagi Israel.

Pastor John Hagee berkata:  “Allah akan berbicara dengan cara ini sekali lagi, ada firasat umum yang mengatakan bahwa akan ada perubahan dalam dunia ini dan Tuhan sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan manusia dengan cara yang supranatural”,  ia berkata lagi: ” Saya percaya bahwa dalam dua tahun ke depan, kita akan melihat sesuatu yang dramatis terjadi di Timur Tengah yang melibatkan Israel yang akan mengubah arah sejarah di Timur Tengah dan berdampak pada seluruh dunia”.

Apakah kejadian itu ? Pastor Hagee sendiri mengakui bahwa ia tidak tahu, dan tidak ada seorangpun di muka bumi ini akan tahu kecuali Allah sendiri,   Amin.

1 Komentar

Filed under Blogger, buku

Teen Killers dan Psikopat

Pemberitaan di  Indonesia dikejutkan oleh sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan sepasang remaja Ahmad Imam Al Hafitd (19) dibantu oleh kekasihnya Assyifa Ramadhani (19) dengan korban seorang remaja perempuan bernama Ade Sara Angelina Suroto (19). Bagaimana bisa mereka sepasang remaja mempunyai kecenderungan membunuh secara sadis dan tidak mempunyai rasa bersalah ?

Pembunuhan ini dilatar belakangi cemburu Syifa terhadap Sara karena pernah berpacaran dengan Hafidt kekasih barunya. Pasangan ini kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Sara, dan pada hari Rabu tanggal 5 maret 2014, Hafiz dibantu Asifah menghabisi nyawa Sara di dalam mobil Kia Visto di sepanjang perjalanan wilayah Jakarta Selatan—Jakarta Timur, Pelaku memukul dan menyetrum korban. Setelah korban pingsan, pelaku menyumpal mulut korban dengan koran, karena sumpalan inilah korban mengalami kematian (Diketahui sesuai hasil otopsi, penyebab kematian korban adalah akibat sumbatan di tenggorokan) setelah tak bernyawa lagi, korban pun dibuang di pinggir jalan tol, di Kilometer 41 Tol JORR ruas Bintara, Bekasi Timur (Kompas.com)

Ada beberapa tulisan menarik tentang Teen Killers melalui Psikopatologi, dan didapatkan fakta dalam penelitian di Amerika Serikat seperti yang tertulis dalam website National Organization of Victims of Juvenile Murderers antara lain:

Meskipun jumlah psikopat remaja secara global sangat kecil, didapat fakta dalam beberapa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja terindikasi pelakunya memang seorang Psikopat. Beberapa ahli telah mengidentifikasi dan terlibat dalam penyidikan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja dan didapat fakta bahwa pembunuhan yang mengerikan bisa dilakukan oleh remaja. Mereka bisa saja melakukan pembunuhan terhadap orang yang terdekat dan paling mereka kasihi.

Meskipun jarang terjadi, psikopat remaja seringkali sangat berbahaya, mereka berumur sangat muda ketika melakukan kejahatan yang sangat kejam.  Mereka mengalami hal yang menurut istilah psikopatologi disebut “gangguan otak biologis”.  Karena mereka sangat berbahaya maka diragukan apakah  bisa dikembalikan ke dalam masyarakat.  Bagaimana cara menangani mereka masih menjadi diskusi yang menarik,  apakah di amanakan di Penjara ataukah di Rumah sakit ? Perawatan medis dengan bantuan Psikiater ketika di penjara tentunya menjadi hal yang penting.

Psikopat telah terbukti tidak dapat disembuhkan dan kemungkinan besar akan kembali melakukan perbuatan berulang,  masalah remaja yang terindikasi psikopat dan melakukan kejahatan telah menjadi perdebatan yang tidak berujung, akankah pelaku remaja tersebut bisa berasimilasi kembali dengan masyarakat, dilain sisi aspek keselamatan masyarakat perlu juga diperhatikan.

Psikopatologi dan Gangguan Otak

Penelitian baru memberikan bukti kuat bahwa psikopati terkait dengan kelainan struktural tertentu di otak. Penelitian yang dilakukan di King College London Institute of Psychiatry adalah yang pertama mengkonfirmasi psikopati itu adalah berhubungan dengan perkembangan syaraf neuro- kelompok yang berbeda dari Antisocial personality disorder(ASPD) atau gangguan kepribadian anti – sosial.  Studi ini didanai oleh Institut Riset Kesehatan Nasional (NIHR) Biomedical Research Centre for Mental Health London dan Maudsley NHS Foundation Trust dan Institute of Psychiatry di King College London dan dipublikasikan dalam Archives of General Psychiatry.

Kejahatan kejam dilakukan oleh sekelompok kecil pelaku pria yang mengidap ASPD. Sekitar setengah dari tahanan laki-laki akan memenuhi kriteria diagnostik untuk ASPD. Sebagian besar pria tersebut bukan psikopat (ASPD – P) . Mereka ditandai dengan ketidakstabilan emosional , impulsif dan tingginya tingkat gangguan mood dan kecemasan. Mereka biasanya menggunakan agresi dengan cara reaktif dalam menanggapi ancaman atau rasa frustrasi .

Namun, sekitar sepertiga dari pria tersebut akan memenuhi kriteria diagnostik tambahan untuk psikopati (ASPD + P).  Mereka mempunyai ciri kurangnya empati dan penyesalan, dan menggunakan agresi secara terencana untuk mengamankan apa yang mereka inginkan ( status, uang dll ) . Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa otak psikopat berbeda secara struktural dari otak yang sehat, tapi sampai sekarang belum ada yang meneliti perbedaan-perbedaan ini dalam populasi pelaku kekerasan dengan ASPD .

Dr Nigel Blackwood dari TIO  dan penulis utama studi ini mengatakan : ‘Dengan menggunakan scan MRI kami menemukan bahwa psikopat memiliki kelainan otak struktural dibanding dengan mereka yang hanya memiliki ASPD hanya bermasalah dengan dengan otak sosial” .  Hal ini menambah bukti perilaku dan perkembangan yang psikopati adalah subkelompok penting ASPD dengan dasar neurobiologis  berbeda dan memerlukan perawatan yang berbeda.  Dr Nigel berkata “Ada perbedaan yang jelas antara perilaku mereka yang didiagnosis dengan ASPD dengan mereka yang memiliki psikopati. Kami menjelaskan mereka yang tidak psikopati sebagai ‘panas kepala’ dan orang-orang dengan psikopati sebagai ‘berhati dingin”

Para peneliti menggunakan Magnetic Resonance Imaging ( MRI ) untuk memindai otak dari 44 pria dewasa pelaku kekerasan didiagnosis dengan Kepribadian Anti – Social Disorder ( ASPD ). Kejahatan yang dilakukan mencakup pembunuhan, pemerkosaan, percobaan pembunuhan dan penganiayaaan berat. Dari jumlah tersebut, 17 memenuhi diagnosis untuk psikopati (ASPD + P) dan 27 tidak (ASPD – P). Mereka juga mengamati otak dari 22 non – kriminal yang sehat .

Studi ini menemukan bahwa ASPD + P pelanggar ditampilkan volume materi abu-abu secara signifikan berkurang pada korteks prefrontal anterior rostral dibandingkan dengan ASPD – P pelanggar dan non – pelanggar yang sehat. Daerah ini penting dalam memahami emosi dan niat orang lain dan diaktifkan ketika orang berpikir tentang perilaku moral. Kerusakan daerah ini dikaitkan dengan gangguan empati terhadap orang lain, respon yang buruk terhadap rasa takut dan tertekan dan kurangnya ‘sadar diri’ emosi seperti rasa bersalah atau malu .

Apakah Psikopat Memiliki Kepedulian terhadap orang lain ?

Narapidana yang psikopat tidak memiliki dasar neurofisiologis “bawaan” yang memungkinkan mereka untuk berempati dengan orang lain orang lain, demikian menurut sebuah studi baru oleh ahli saraf di University of Chicago dan University of New Mexico .

“Kurangnya empati merupakan karakteristik ciri individu dengan psikopati” menurut penulis utama studi tersebut , Jean Decety dan Profesor Irving B. Harris pengajar Psikologi dan Psikiatri di Universitas Chicago. Sekitar 1 persen dari populasi umum Amerika Serikat adalah Psikopat dan 30 persen dari populasi penjara AS (laki-laki dan perempuan). Pelaku kriminal yang psikopat bertanggung jawab untuk kejahatan berulang dan kekerasan dalam masyarakat. Mereka untuk pertama kalinya bahwa proses kerja saraf yang terkait dengan proses empatik telah diperiksa langsung pada individu dengan psikopati , terutama dalam menanggapi persepsi orang lain sakit atau penderitaan.

Hasil penelitian dapat membantu psikolog klinis merancang program pengobatan yang lebih baik untuk psikopat, diterbitkan dalam artikel , ” Responses to Brain Scenario Empathy” diterbitkan secara online di journalJAMA Psychiatry. Bergabung  dalam penelitian ini adalah Laurie Skelly seorang mahasiswa pascasarjana di UChicago dan Kent Kiehl profesor psikologi di University of New Mexico.

Untuk penelitian ini, tim peneliti menguji 80 tahanan antara usia 18 dan 50 di lembaga pemasyarakatan. Orang-orang secara sukarela untuk tes dan diuji untuk tingkat psikopati menggunakan ukuran standar. Mereka kemudian di pindai dengan teknologi MRI fungsional, untuk menentukan respon mereka terhadap serangkaian skenario yang menggambarkan orang-orang yang sengaja menyakiti . Mereka juga diuji respons mereka dengan melihat video singkat dari ekspresi wajah yang menunjukkan rasa sakit.

Studi ini menemukan para peserta dalam kelompok psikopati tinggi menunjukkan aktivasi kurang signifikan dalam korteks prefrontal ventromedial, lateral korteks orbitofrontal, amigdala dan bagian abu-abu periaqueductal otak, tetapi lebih banyak aktivitas di striatum dan insula bila dibandingkan dengan merak yang tidak psikopat. Mereka mendapat kesempulan dari penelitian ini bahwa ada 2 jenis pelaku kriminal:

1. Mereka yang dapat direhabilitasi dan masukkan kembali masyarakat.
2. Mereka yang tidak dapat disembuhkan .

Yang terakhir ini termasuk mereka yang menderita psikopat. Sebelum 4 dekade yang lalu ketika Dr Herve Cleckley dari University of Georgia memulai penelitiannya sedikit yang diketahui tentang gangguan ini. Disimpulkan bahwa psikopat tidak memiliki hati nurani dan belas kasihan dan bisa melakukan kejahatan keji tanpa merasa apa-apa. Mereka juga dapat muncul dengan sangat normal dan waras.

Karya Dr Cleckley itu dilanjutkan oleh Dr Robert  dari University of British Columbia. Dia bekerja di penjara dan melihat perbedaan dalam beberapa narapidana. Mereka adalah manipulatif dan sering sulit untuk didiagnosa.

Kedua peneliti berkeseimpulan jumlah Psikopat adalah sekitar 2 % dari populasi. Mereka berpendapat narapidana harus bisa direhabilitasi dan itu akan menjadi hasil yang sangat baik jika mereka bisa kembali masuk ke masyarakat sebagai warga negara yang produktif. Namun hal ini tidak mungkin dengan Psikopat,  karena mereka tidak dapat disembuhkan. Seorang psikopat dapat melakukan 20 kejahatan dalam satu penelitian terhadap diagnosis kejahatan. Penelitian di University of New Mexico menunjukkan bahwa scan otak penjahat yang melakukan kekerasan menunjukkan amigdala (pusat emosi otak manusia) terpisah dari lobus frontal. Psikopat bisa melakukan di luar apa yang manusia bisa membayangkan.

Pemidanaan pelaku Remaja yang psikopat

Penelitian pada masalah perkembangan otak remaja sering disalahpahami menjadi faktor yang meringankan perilaku kriminal menunjukkan bahwa Penelitian ini sering disalah gunakan. Penelitian ilmiah yang disebut ” Brain Overclaim Syndrome “ menjelaskan mengapa penelitian pengembangan lobus frontal begitu sering dikutip oleh para pengacara untuk meringankan hukuman seringkali tidak mengindahkan perilaku yang berbahaya. Mereka berdalih  “Otak tidak melakukan kejahatan – orang melakukannya”.  Artikel penting di New York Times ini yang berjudul “Brain On Stand” memberikan wawasan yang signifikan ke dalam masalah yang rumit ini. Adalah sangat berbahaya bagi remaja pembunuh psikopat  diberi keringanan hukuman dan kembali ke masyarakat.

Dalam sejarah manusia usia dewasa dalam setiap kebudayaan yaitu pada saat pubertas. Setiap agama dan budaya memiliki entri ritual menjadi dewasa sekitar usia 13-14. Masa remaja itu sendiri sepenuhnya penemuan Revolusi Industri di mana masuk ke dunia kerja ditunda oleh wajib sekolah untuk menjaga para pekerja muda tidak bersaing dengan pekerja yang lebih tua di pabrik.

Pelopor Psikolog kognitif Jean Piaget mendefinisikan usia sekitar 12 seperti ketika kita mendapatkan “pemikiran operasional formal”  ( tahap pemikiran yang paling matang dan pembangunan abstrak). Pemikiran operasional formal adalah tingkat paling maju dicapai dan terus sampai dewasa. Tidak ada masa yang lebih lanjut dari kematangan dalam berpikir seseorang selain operasi formal, yang dicapai selama masa pubertas.

Inilah sebabnya mengapa banyak dari kita menentang wajib penjara hukuman, dan bukan hanya mendukung minimum wajib, karena setiap kasus kejahatan tersebut memiliki kondisi yang sangat individual . Setiap kriminal berbeda, setiap situasi berbeda.  Kita tidak boleh menilai sewenang-wenang berdasarkan usia tetapi oleh kesalahan dan maksud dari pelaku individual, tidak peduli usia mereka, terutama setelah mereka telah memasuki masa pubertas.

Hukum di setiap negara bagian di Amerika Serikat sudah melakukan hal ini, dan ini adalah mengapa jaksa memiliki dan menerapkan kebijaksanaan yang signifikan dalam cara mereka menjatuhkan hukuman terhadap setiap pelanggaran dan pelaku. Hakim harus memiliki beberapa pedoman dalam penetapan hukuman juga, untuk menghadapi faktor-faktor setiap individu.

Studi psikopatologis dan ilmu penilaian risiko sangat penting dalam membantu kita untuk mengidentifikasi dan memilah-milah antara kriminal yang bisa direhabilitasi dan bertanggung jawab sehingga dapat re-entry ke dalam masyarakat dan siapa yang tidak .

Penelitian lobus frontal  TIDAK menjelaskan faktor-faktor yang alasan perilaku kriminal.  Isu yang relevan dalam mempertimbangkan kejahatan  keji dan terencana yang dilakukan oleh remaja adalah apakah ada atau tidak mereka memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang mereka lakukan dan bahwa perbuatan itu salah dilakukan. Kriminalitas dan kesalahan didefinisikan dalam hukum dan dalam kesehatan mental sebagai kemampuan untuk membentuk niat.

Masalah kekerasan remaja merupakan epidemi nasional di Amerika Serikat, secara signifikan lebih buruk di sini daripada di tempat lain di dunia. Tidak ada negara lain datang bahkan dekat dengan tingginya angka pembunuh remaja.  Amerika Serikat memiliki faktor budaya , isu-isu sosial-ekonomi, akses ke senjata,  sistemik , dan pandangan tentang kekerasan yang unik .

Sistem peradilan anak di Amerika Serikat menggunakan berbagai pendekatan , pencegahan , intervensi , pendekatan berbasis masyarakat.  Banyak pihak yang perlu membantu  pelaku remaja mengubah kehidupan mereka dan memberi mereka bantuan yang mereka butuhkan, tetapi untuk melindungi keselamatan masyarakat ketika pelaku diindikasikan adalah seorang remaja Pikopat akan menjadi hal yang berbeda.

Analisa terhadap perbuatan Hafidt dan Assyifa

Sudah membunuh masih tersenyum ? apakah mereka Psikopat ?

Sudah membunuh masih tersenyum ? apakah mereka Psikopat ?

Berdasarkan tulisan diatas, jika kita melihat perbuatan pasangan ini, terlihat mereka sudah terindikasi psikopat. Bisa terlihat dari perbuatan mereka terhadap korban yang sadis sekali dan bahkan seperti sama sekali tidak menyesali perbuatan mereka.  Apabila benar dugaan itu, mereka harus di ganjar hukuman penjara yang lama sekali atau kalau perlu penjara seumur hidup, tujuannya adalah menyelamatkan masyarakat daripada perbuatan yang dimungkinkan akan diulang oleh mereka.  Hakim juga harus berhati – hati dengan hal – hal yang meringankan terdakwa nantinya yang pasti akan diungkapkan oleh Pengacara. Seharusnya hakim bisa mendengar keterangan seorang psikiater apakah benar mereka terindikasi psikopat. Hukuman terhadap seorang psikopat harus berbeda, karena ada masyarakat yang harus dilindungi dari perbuatan mereka.

6 Komentar

Filed under Uncategorized

Masyarakat Multikultural

Saya ingat pelajaran sewaktu kuliah dulu  masyarakat majemuk menurut J.S. Furnivall adalah: “Masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas maupun kelompok-kelompok yang secara budaya dan ekonomi terpisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu dengan lainnya”.

Upin dan Ipin representasi keragaman Ras di Malaysia, walaupun contoh ini tidak nyata

Upin dan Ipin wujud keinginan Multikulturalisme di Malaysia, walaupun kenyataannya berbeda

Persoalan itu begitu terlihat sekarang setelah saya bertugas di Malaysia, walaupun Indonesia adalah negara dengan masyarakat majemuk sama dengan Malaysia, tapi permasalahan yang terjadi sangat berbeda. Yang disebut majemuk dalam konteks Indonesia adalah kemajemukan suku – suku yang berbeda budayanya sedangkan di Malaysia lebih hakiki yaitu perbedaan ras yang pasti berbeda juga budayanya, agamanya dan perilakunya.

Yang sangat jelas terlihat adalah bagaimana 3 golongan ras besar di Malaysia yaitu dari Melayu, China dan India dalam praktek kehidupan sehari – harinya.  Mereka masing masing mempunyai pendidikan sendiri yang dikategorikan berdasarkan bahasa, Bagi anak – anak Melayu mereka masuk ke sekolah berbahasa Melayu, China ke sekolah China dan India ke sekolah India.

Pembedaan lingkungan sekolah tersebut kita melihat hal yang lebih besar yaitu lingkungan tempat tinggal, ada lingkungan perumahan India , lingkungan perumahan China dan juga Melayu.  Di masyarakat yang lebih luas juga begitu, masing masing orang memakai bahasanya masing – masing, ini terlihat dari televisi di Malaysia yang ada channel berbahasa Melayu, India dan China, dan bahkan mengkristal dengan pandangan Politik perkauman yaitu adanya Partai Politik Melayu, India dan China.

Didalam masyarakat Majemuk seperti di Malaysia Multikulturalisme dapat dikategorikan sebagai: “Pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik” (Azyumardi Azra, 2007). 

Saya melihat kebanggan menjadi satu bangsa agak kurang disini, hal ini disebabkan orang Cina dan India lebih memilih bahasanya sendiri atau bahasa Inggris dibandingkan bahasa nasional mereka bahasa Melayu. Kalau kita bandingkan di Indonesia, orang Cina mereka bangga berbahasa Indonesia dan mereka sebagai bangsa Indonesia. Saya jadi teringat ungkapan “Bahasa mempersatukan bangsa”, dan inilah fakta yang saya lihat.

Beruntunglah Founding Father negara Indonesia dari  awal telah menemukan gagasan yang brilian yaitu Bhineka Tunggal Ika, hal ini diimplementasi dengan cita cita Sumpah Pemuda yaitu Berbahasa, Berbangsa dan Berbudaya Indonesia, dan beruntunglah saya mempunyai bekas presiden Pak Harto yang ketika awal orde baru menerapkan kebijakan keras untuk menasionalisasi seluruh nama orang China menjadi nama Indonesia, menghapus semua sekolah berbahasa China, dan hal ini bisa kita rasakan sekarang, walaupun kita dari berbagai suku dan ras tapi kita semuanya dalam bingkai kesatuan Indonesia.

Catatan: Sekarang ada golongan masyarakat yang terobsesi untuk menggantikan Indonesia dengan konsep bernegara sesuai golongan mereka, ingat.. cita citamu tidak akan tercapai !

Tinggalkan komentar

Filed under Blogger, Publik