Konflik Abadi, Sejarah Satu Tanah Dua Bangsa (Israel dan Palestina)

Seakan tidak pernah ada akhirnya konflik antara Israel dan Palestina, Serangan Israel ke Gaza menimbulkan suatu kesatuan sikap masyarakat untuk membela Palestina, namun sebelum lebih jauh melakukan pembelaan, sudahkah anda mengetahui sejarah tanah yang diperebutkan itu ?

2000 SM  Nabi Abraham (Ibrahim) awalnya tinggal di daerah Ur Kasdim (Daerah selatan Irak), kemudian ia Hijrah menuju tanah kanaan (Israel sekarang) bersama sepupunya Lot (Luth), pada awalnya tanah Kanaan diduduki oleh 7 Suku Asli (Jebus, Amori, Hiite, Perizi, Kanaites, Girgas, Hivites) dan akhirnya tanah itu dikuasai oleh Abraham dan keturunannya. Dari Abraham mempunyai 2 anak, Ismail (Bapak bangsa Arab/Muslim) dan Ishak yang mempunyai anak Yakub (Bapak orang Israel).

Perjalanan Abraham dari Ur Kasdim ke Israel (Bibblestudy.org)

Perjalanan Abraham dari Ur Kasdim ke Israel (Bibblestudy.org)

1925 SM – 1495 SM (430 tahun) bangsa Yahudi tinggal di Mesir awalnya dipimpin oleh Yakub dan kedua belas anaknya. Kemudian bangsa Yahudi diperbudak oleh Mesir.

1575 SM-1455 SM, Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir pada tahun 1495 SM, Yosua menggantikan Musa merebut kembali tanah Israel yang telah 430 tahun ditinggalkan. Sepeninggal Yosua belum terbentuk kerajaan Israel, hanya berupa hakim – hakim yang diangkat menjadi pemimpin.

1020 SM – 1000 SM,  Raja Saul (Saul memerintah selama 20 tahun)

1000 SM – 961 SM, Raja Daud yang berjasa mengalahkan bangsa Filistin (Palestina) dengan membunuh Goliath panglima tentara Palestina.

961 SM – 924 SM,  Raja Salomo (Sulaiman) Pada zamannya Raja Salomo membangun Bait Allah di kota Yerusalem.

586 SM -539 SM (Dibuang ke Babel),  Raja Nebukadnezar II dari Babel (Babilonia) menaklukkan Israel (Yehuda) pada tahun 586 SM. Menurut Alkitab Ibrani, dia menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah Salomo pada tahun 587 SM dan membuang orang-orang Yahudi ke Babilonia. Hal ini diyakini bahwa raja Yahudi, Yoyakim , beralih kesetiaan antara orang Mesir dan Babilonia dan invasi itu adalah hukuman karena bersekutu dengan saingan Babel, Mesir. Yoyakim akhirnya dibebaskan oleh Babel, keluarga kerajaan Yehuda (yang garis keturunan Daud ) menjadi kepala pengasingan di Babel (the Exilarch) dipimpin oleh Daniel (604 SM – 536 SM)

538– 334 SM  (Dibawah Persia) Raja Cyrus Agung dari Persia menaklukkan Babel (Babilonia),  Cyrus mengeluarkan perintah untuk membebaskan tahanan, sekitar 50.000 orang Yahudi (Yehuda) yang dipimpin oleh Zerubabel  kembali ke Yehuda dan membangun kembali Bait Allah (pada tahun 515 SM selesai).  Kelompok kedua  sebanyak 5.000 orang  dipimpin oleh Ezra dan Nehemia  kembali ke Yehuda pada tahun 456 SM, meskipun non-Yahudi menulis surat kepada Cyrus untuk mencoba mencegah mereka kembali. Pada tahun 445 SM  Nehemia dipercaya menjadi gubernur Yerusalem dan membangun tembok Yerusalem dan bersamaan dengan zamannya Ezra (ahli kitab yg kemudian melayani di Bait Allah).

333 – 160 SM (Dibawah Macedonia)  Alexander Agung penguasa Macedonia mengalahkan Persia dan menaklukkan wilayah itu. Setelah kematian Alexander, para jenderalnya berjuang atas wilayah yang telah ditaklukkan. Yehuda adalah daerah yang diperebutkan Kekaisaran Seleukus dan Ptolemeus Mesir, akhirnya menjadi bagian dari Kekaisaran Seleukus pada tahun 198 SM. Pada abad ke-2 SM, Antiokhus IV Epifanes (penguasa Kekaisaran Seleukus) mencoba untuk memberantas Yahudi karena ia mendukung agama Helenistik . Ini memicu pemberontakan Makabe yang terjadi antara Yahudi Ortodok dan penganut Helinisme, terjadi pada tahun 174-135 SM . Pemberontakan ini dipimpin oleh Yudas Makabe (kemenangan dirayakan dalam festival Yahudi Hanukkah).

160 – 37 SM Setelah menang dalam pemberontakan Makabe, kaum Yehuda membuat pemerintahan sendiri, sebelum kembali dijajah bangsa Romawi.

44 SM  Herodes Agung adalah raja orang Israel yang memerintah  dibawah kekuasaan Romawi, Ia kemudian merenovasi  bait Allah pada tahun 22 SM.

Masehi (tahun nol) : Yesus Kristus lahir di Betlehem dan Disalibkan oleh Romawi pada umur 33 tahun (33M)

70 M : Bait Allah di Yerusalem diruntuhkan oleh jenderal Titus, anak raja Vespasianus kerajaan Romawi.

312 M : Konstantinus Agung (I) menjadi raja dan 324-327 M menjadi raja tunggal yang menyatukan Roma Timur dan Barat, dan tahun 327 M ia memindahkan ibukota pemerintahannnya di Konstantinopel (setelah direbut oleh Turki tahun 1453 M, diganti nama Istanbul). Di zamannya hari minggu menjadi hari libur yaitu hari ibadah umat Kristen, mengadakan konsili gereja (Konsili Nicea), membangun banyak gereja dan memberikan kebebasan bagi umat Kristen serta menyalin kitab suci dalam bahasa Yunani.

368 – 383 M Flavius Theodosius menetapkan Kristen menjadi agama Negara Roma/Byzantium (368-383 M)

527 – 565 M Raja Byzantium Yustinus Agung membangun gereja Hagia Spohia di Konstantinopel (Istanbul) dan St John Basilika di Efesus (gereja rasul Yohanes) dll.

614 – 613 M  Persia merebut Israel dan sekitarnya dari kerajaan Byzantium.

629 M  Raja Byzantium Heraklios merebut Israel dan sekitarnya kembali dari tangan Persia.

622-630 M  Islam mulai berkembang di Arab Saudi dan Muhammad (nabi) meninggal 632 M, penggantinya adalah kalib (khalifah) Abu Bakar (632 – 634 M), kemudian diganti oleh kalib Umar 634 M.

634 M  Israel diancam akan diserang oleh Umar, sehingga gubernur (Patriach) Yerusalem Sophronios/Byzantium menyerah tanpa perang, dan Israel dibawah kekuasaan Umar (Islam). Kemudian Umar mendirikan masjid Al Aqsa di atas reruntuhan Bait Allah (634 M).

644 M : Umar mati dibunuh oleh pengikutnya pada saat dia sedang Shalat dan digantikan oleh Ustman (644-659 M) dan terbunuh di Medinah oleh beberapa orang pengikutnya.

656-661 M, Ali menggantikan Usman menjadi kalib ke 4 (khalifah ke 4) dan ia dibunuh  oleh pengikutnya (Abdur Rahman bin Muljam). Digantikan oleh Hasan hanya memerintah sebagai khalifah selama 6 bulan

661-749 M, Dinasti Umayyah berdiri setelah Hasan menyerahkan kepada Muawiyah.

749 – 1200 M Dinasti Abbasiyah

1071 M, Israel direbut oleh Seljuk Turki (Kurdi/Islam Sunni) dari tangan Abbasiyah dinasti, dan banyak gereja dihancurkan dan perampokan serta penganiyaan, termasuk pembunuhan terhadap para peziarah Kristen serta menyerang kerajaan Byzantium dan Spanyol Utara. Sebagai akibatnya terjadilah peperangan untuk merebut kembali tanah suci dari tangan Seljuk Turki (Kurdi) dan tempat lainnya serta membangun kembali gereja-gereja yang dihancurkan, perang ini disebut perang salib (Kristen Eropah/Katolik).

1096 M : Perang salib pertama dan tahun 1099 M, Yerusalem berhasil direbut oleh pasukan dari Eropa (pasukan salib) dan mendirikan 4 kerajaan Kristen Latin yaitu: Antiokhia yang direbut tahun 1097 M dan 1099 M diresmikan sebagai kerajaan Latin.

1098 M  Kerajaan Edessa (berhasil direbut dari Armenia-Kristen). Tahun 1099 M – kerajaan Yerusalem

1109 M  Kerajaan Tripoli. Namun tahun 1144 kerajaan Edessa diserang dan berhasil direbut oleh Seljuk Turki (sultan Zengi – Kurdi), maka timbulllah perang salib ke 2 untuk merebut kerajaan Edessa, namun gagal dan tahun 1087 Yerusalem jatuh ditangan sultan Saladin, sehingga timbullah perang salib ke 3 yang hanya berhasil merebut Akro, Tiberias dll, kegagalan merebut Yerusalem, karena sultan Saladin mengajukan perdamaian dengan raja Inggris Richard (Loin Heart, pemimpin pasukan salib) dan Yerusalem terbuka bagi para peziarah Kristen tanpa gangguan serta menjamin tidak ada penghancuran gereja-gereja dan penganiyaan. Perang salib ini terjadi sebanyak 9 kali perang dan memakan waktu 195 tahun (1091 M – 1291 M). Di tengah perang salib muncul bergantian dinasti2 dari Islam (Ayyubiyah-Mamluks-Ottoman maupun Mongol/Genghis-khan sampai terakhir Timur Leng yang memusnahkan kekristenan di Timur Tengah).

1171 -1250 M Dinasti Ayyubiah

1250 -1517 M Dinasti Mamluks, Mamluk berarti para budak, yang dibeli dan ditawan oleh sultan dari menang perang untuk dijadikan prajurit dalam peperangan: Turki, Kurdi, Afrika, Eropah.

1300 – 1924 M Dinasti Ottoman Turki  M. Abd al Malik membangun masjid Dome of the Rock di atas bukit Moria di tempat Abraham mempersembahkan Ishak juga di atas reruntuhan Bait Allh, yang kemudian disalut emas oleh raja Husein dari Yordania (abad ke 20):

1453 M kerajaan Byzantium raja Konstantin XI diserang dan direbut oleh sultan Mehmed II (Ottoman dinasti) dengan memakai meriam buatan insinyur Jerman yang dapat melontarkan batu seberat 600 kg sejauh 1,5 km didapat dari pembelian menang lelang, maka hancurlah kerajaan Byzantium dan kota Kostantinopel berubah nama Istanbul, serta gereja Hagia Spohia yang termasyur menjadi masjid.

1917 M  Israel direbut oleh pasukan gabungan Perancis dan Inggris serta Australia dari tangan dinasti Ottoman (Turki), Jenderal Allen masuk Yerusalem dengan berjalan kaki.

1948 M  Israel merdeka pada tanggal 14 Mei, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel”.

1967 M Perang 6 hari antara Israel dengan 6 negara Arab (Mesir, Yordania, Syria, Lebanon, Irak dan Saudi Arabia) dan dimenangkan oleh Israel sehingga kota Yerusalem menjadi milik Israel yang direbut oleh jenderal Ariel Sharon yang koma sampai sekarang. Perang 6 hari yang dimenangkan oleh Israel sehingga Sinai direbut dari Mesir dan dikembalikan sebagai imbalan perdamaian Israel dan Mesir, dan dataran tinggi Golan diambil dari Suriah dan akan dikembalikan jika Suriah mau berdamai dan mengakui negara Israel. Tepi Barat dan jalur Gaza serta Yerusalem direbut dari Yordania, dan sekarang sedang negosiasi dengan Palestina sebagai imbalan perdamaian (Yordania berdamai dengan Israel saat ini).

1981 M Israel membombardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir.

1992 M  Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel. Setahun kemudian, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme.

1994 M Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

2006 M  Serangan Hezbollah ke Israel Utara beserta penculikan dua tentara Israel memicu terjadinya Perang Lebanon Kedua. Peperangan ini diakhiri dengan gencatan senjata yang disponsori oleh Dewan Keamanan PBB dengan mengeluarkan Resolusi PBB 1701.

2008 M  Gencatan senjata antara Hamas dengan Israel berakhir setelah adanya serangan roket yang diluncurkan oleh Hamas. Israel merespon serangan tersebut dengan serangan udara. Pada tanggal 3 Januari 2009, pasukan Israel memasuki kota Gaza dan memulai serangan darat. Pada tanggal 17 Januari 2009, Israel mengumumkan gencatan senjata secara sepihak dengan syarat dihentikannya serangan roket dan mortir. Hal ini kemudian diikuti oleh Hamas yang juga mengumumkan gencatan senjata dengan syarat ditariknya pasukan Israel dari Gaza serta dibukanya kembali perbatasan.

Sampai kapan negara Israel ini akan tetap eksis ? 

Melihat sejarah yang tersebut di atas, bangsa Yahudi sebenarnya tidak memiliki pemerintahan negara Israel lagi sejak zaman pembuangan di Babylonia 586 SM, dan kembali menjadi bangsa yang merdeka pada tahun 1948. Semenjak pembuangan ke Babylonia bangsa Yahudi menjadi bangsa Diaspora ke seluruh penjuru Bumi selama 2534 (dua ribu lima ratus tiga puluh empat) tahun lamanya. Ya memang, tanah Kanaan adalah tempat kediaman yang sama yang selalu diperebutkan oleh bangsa Palestina dan Yahudi selama ribuan tahun.  Bagaimana janji Tuhan kepada bangsa Yahudi ini ?

Tuhan berfirman kepada Nabi Abraham:

“Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka” (Kejadian 17:8)

Tuhan berfirman kepada Nabi Musa:

“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14)

Jadi kalau Tuhan Allah sendiri sudah turun tangan dengan berjanji melalui firmannya untuk membela bangsa Israel, siapakah di dunia ini yang bisa mencegahnya ?

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Gerilya

Presentation1Perang gerilya adalah konsep awal perjuangan Republik Kita dalam merebut kemerdekaan dari tangan Penjajah Belanda. Bahkan sampai sekarang doktrin pertahanan Indonesia  adalah “Pertahanan Semesta” yang melibatkan rakyat dalam menangkal serangan asing ke wilayah Indonesia. Inti dalam pertahanan semesta adalah “Perang Gerilya“, dan keuntungan doktrin ini adalah tidak begitu penting negara kita menyiapkan peralatan perang yang canggih sebagai pertahanan terhadap musuh, cukup biarkan mereka masuk ke wilayah kita dan biarkan wilayah Indonesia menjadi Killing Zone, hingga musuh kewalahan dan angkat kaki.

Perang gerilya adalah karya orisinal bangsa Indonesia berdasarkan pengalamannya melawan penjajah, dan tahukah bahwa bapak doktrin Gerilya Dunia salah-satunya adalah Jenderal Abdul Harris Nasution, dengan bukunya  Fundamentals of Guerrilla Warfare, yang diterbitkan pada tahun 1953 dan sampai sekarang masih menjadi buku yang paling didiskusikan di Akademi Militer seluruh dunia.

Perang Gerilya ternyata sudah terbukti menjadi “Pembunuh Raksasa” kekuasaan militer yang superpower dapat ditumbangkan dengan metode perang ini, Success story nya adalah yang terjadi di Indonesia (1945-1949) sehingga berhasil mengusir penjajah Belanda, serta yang lainnya, seperti:

9954192._SX540_Cuba, (1953-1959) Revolusi yang dipimpin oleh duo maut  Fidel Castro dan Che Guevarra berhasil menumbangkan diktator Kuba Fulgencio Batista y Zaldívar yang ditunggangi Amerika Serikat, strategi yang digunakan juga adalah perang Gerilya melalui buku yang ditulis Che Gevarra yaitu “Esensi Perang Gerilya” pada tahun 1960.

MaoTiongkok, (1966-1969) Revolusi Kebudayaan yang dipimpin oleh Mao Zedong juga merupakan perang Gerilya. Mao Zedong menulis buku  “Perang Gerilya” pada tahun 1927 dan mengemukakan strategi “Desa mengepung kota” yang berhasil menumbangkan Chiang Kai Sek pemimpin Republik China melarikan diri ke Taiwan.

10-ho-chi-minhVietnam, (1957 – 1975)  Pemimpin Vietnam Utara, Ho Chi Minh yang kemudian menjadi presiden pertama Vietnam ini menggunakan taktik perang gerilya melawan Vietnam Selatan yang dibantu Amerika Serikat. Kekuatan taktik gerilya ini bertambah hebat di bawah kepemimpinan Jenderal Vo Nguyen Giap yang berhasil memukul mundur AS dalam serangan besar – besaran terakhir yang dinamakan “Tet Offensive” yang mengakibatkan bersatunya kembali Vietnam.

the-afghan-warriors-during-the-soviet-warAfghanistan, (1979-1989) Perang Soviet- Afghanistan sering disamakan sebagai Perang Vietnam-nya Uni Soviet karena banyaknya biaya dan kesia-siaan konflik ini. Pasukan Soviet mendapat perlawanan yang luar biasa dengan taktik gerilya yang dilancarkan oleh pejuang Mujahidin. Pada akhirnya pada bulan Februari 1989 Soviet mengumumkan penarikan pasukan mereka dari Afghanistan.

Sekarang pertanyaannya, apakah rahasia perang Gerilya sehingga taktik ini bisa mengalahkan supremasi militer dunia ? 

Serangan mendadak “hit and run”, sabotase dan teror adalah cara utama dari perang gerilya,  pasukan gerilya bergerak dalam jumlah yang kecil, terus menerus membuat gangguan dan teror sehingga moral pasukan musuh menjadi rendah karena korban berjatuhan.

Hal yang paling penting dalam melakukan taktik Gerilya adalah harus adanya dukungan dari rakyat, karena mereka lah akan menjadi support team bagi pejuang gerilya.

Akibat banyaknya jatuh korban  dari musuh, hal ini dapat menimbulkan kehilangan dukungan dari warga negaranya, sehingga mereka menuntut agar perang dihentikan, hal ini terjadi pada Belanda, Soviet dan Amerika Serikat pada waktu melakukan agresi.

Indonesia pernah mengalami frustrasi akibat serangan Gerilya.

Ya, hal ini pernah dialami Indonesia ketika mendapat perlawanan gerilya dari Gerakan Aceh Merdeka, namun untung segera dapat diatasi dengan perjanjian damai. Dapat dibayangkan apabila konflik ini diteruskan bukan tidak mungkin Indonesia angkat kaki dari bumi Aceh.

Gerakan Santoso jangan dibiarkan.

santosoKelompok Santoso menjalankan taktik Gerilya melawan aparat Polri dan TNI di wilayah hutan sekitar Poso dan Sulawesi Tengah. Keberadaan kelompok ini tidak boleh dibiarkan, apabila gerakan ini membesar dan mendapat dukungan dari masyarakat pasti akan menimbulkan kesulitan  Polri dan TNI untuk membasminya.

Cara mengatasi Gerilya ?

Indonesia sebagai negara  penggagas taktik gerilya, tentunya juga mempunyai taktik ampuh untuk menawarkan gerakan ini, hal ini telah dibuktikan dalam beberapa episode pemberontakan dalam negeri yang kesemuanya menggunakan taktik gerilya, seperti dalam perang menumpas DI-TII di Jawa Barat, melawan Fretelin di Timor Timur, GAM di Aceh, OPM di Papua.  Taktik ini dinamakan “Gerilya anti Gerilya”  (GAG) taktik ini intinya  adalah:

Kembali merebut hari masyarakat di wilayah konflik agar tidak mendukung gerakan gerilya pemberontak.

Memutus pasokan logistik gerilya, terutama makanan dan amunisi, sehingga mereka pasti “turun gunung” mencari tambahan logistik, pada saat turun tersebut dilakukan penghadangan dan penangkapan.

Untuk melawan gerilya jangan menggunakan kekuatan masif, tapi gunakan taktik serupa yaitu gerilya juga, melakukan perlawanan dalam ikatan pasukan kecil dan melawan mereka di jantung daerah operasi mereka.

1 Komentar

Filed under Blogger, teroris

My activities

Running post final test ….. reliefing – at Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan

View on Path

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

My Classmate

We’re graduates from Police Academy class of 92 – at méradelima

View on Path

1 Komentar

Filed under Uncategorized

My late Father and Mom

My late father and mom when they were holding their firstborn son whose is me…. #missthem

 

View on Path

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Yuk Ngerti Kriminologi, Seri 1 (Kejahatan itu Ternyata Dipelajari)

Pada penulisan ini saya mau memberikan sedikit pemahaman kepada para pembaca Blog saya tentang Kriminologi yaitu Ilmu yang mempelajari tentang kejahatan, bagaimana seorang kok bisa berbuat jahat ? Banyak diantara kita sampai sekarang terlibat perdebatan yang tidak berujung dengan pertanyaan: Seorang menjadi jahat itu karena apa ya ? Apakah karena faktor keturunan (Genetika), Faktor Kelainan Kejiwaan Seseorang atau karena pengaruh lingkungan ? Pada kenyataannya ternyata setiap pendapat ini dihargai dalam khazanah ilmu pengetahuan, dan semua mempunyai argumen tersendiri. organised-crime-cartoon

Saya pribadi sampai sekarang paling membela pendapat bahwa kejahatan disebabkan oleh faktor lingkungan, hal ini bukan karena tiba – tiba, pengalaman kerja saya sebagai seorang polisi, banyak meyakinkan saya bahwa pendapat ini benar, menurut saya semua orang yang lahir ke dunia dapat diumpamakan seperti kertas putih yang kosong dan yang belum ditulisi, atau lebih dikenal dengan istilah “Tabularsa” (a blank sheet of paper) dan seiring dengan perkembangannya mulai lah ia terpengaruh dengan lingkungannya, dimulai dengan lingkungan terdekatnya yaitu orang tua, sekolah dan teman dari lingkungan tempat dia tinggal (Peer Group). Memang orang tua yang paling berpengaruh pada pengembangan perilaku anak tersebut, namun ternyata setelah anak itu telah mampu bersosialisasi ternyata lingkungan sekolah dan tempat tinggal lebih berpengaruh, namun sayangnya arahnya lebih dominan kepada perilaku buruk.

Nah, seorang ahli Kriminologi dari Amerika bernama Edwin H Suterland (1883 – 1950) yang menemukan Teori Asosiasi Diferensial atau Differential Association pada tahun 1934 dalam bukunya Principle of Criminology. Sutherland berpendapat bahwa: Perilaku kriminal merupakan perilaku yang dipelajari dalam lingkungan sosial. Artinya tingkah laku manusia dapat dipelajari dengan berbagai cara. Karena itu, perbedaan tingkah laku kriminal  bertolak ukur pada apa dan bagaimana itu caranya tingkah laku kriminal itu dipelajari. Teori ini menegaskan bahwa tidak ada tingkah laku jahat diwariskan secara genetik dari kedua orangtua. Pola perilaku jahat tidak diwariskan tetapi dipelajari melalui suatu pergaulan yang akrab. Penjelasan sederhana mengenai pendapat Suterland adalah sebagai berikut: Setiap orang dimungkinkan melakukan hubungan dengan kelompok yang melakukan aktivitas kriminal, dalam hubungan tersebut terjadi sebuah proses belajar yang meliputi: teknik kejahatan, motif, dorongan, sikap dan alasan rasional kenapa mereka melakukan suatu kejahatan atau tidak melakukan kejahatan. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Criminal behavior is learned;
(Perilaku kejahatan adalah didapat melalui proses belajar);

2. Criminal behavior is learned in Interaction with other person in a proccess of communication;
(Kejahatan dipelajari dengan cara berinteraksi dengan orang melalui proses komunikasi);

3. The principal part of the learning of criminal behavior occurs within intimate personal groups;
(Bagian paling penting dari mempelajari tingkah laku kriminal adalah pada saat bergaul erat secara personal dalam kelompok itu);

4. When criminal behavior is learned, the learning includes (a) techniques of committing the crime, which are sometimes very complicated, sometimes very simple and (b) the specific direction of motives, drives, rationalizations, and attitudes;
(Ketika kejahatan dipelajari, yang dipelajari termasuk (a) teknik melakukan kejahatan yang kadang sulit dilakukan maupun kejahatan sederhana dan (b) bagaimana  motif, dorongan, alasan, dan sikap terhadap kejahatan itu sendiri)

5. The specific direction of motives and drives is learned from definitions of the legal codes as favorable or unfavorable;
(Alasan khusus dari motif dan dorongan melakukan kejahatan dipelajari dari  aturan hukum yang berlaku itu apakah menguntungkan atau tidak menguntungkan);

6. A person becomes delinquent because of an excess of definitions favorable to violation of law over definitions unfavorble to violation of law;
(Seseorang menjadi “nakal” disebabkan pemahaman bahwa  ternyata lebih enak dan menguntungkan melakukan pelanggaran hukum daripada tidak melanggar hukum);

7. Differential associations may vary in frequency, duration, priority, and intencity;
(Asosiasi yang berbeda dalam mempelajari kejahatan  mungkin akan berbeda dalam frekuensi, lamanya bergaul, prioritas kejahatan, dan intensitas bergaul dengan kelompok yang melakukan kejahatan);

8. The process of learning criminal behavior by association with criminal and anticriminal patterns involves all of the mechanism that are involved in any other learning;
(Proses pembelajaran perilaku jahat melalui bergabungnya dengan pola-pola kejahatan dan anti kejahatan meliputi seluruh mekanisme yang juga melibatkan pembelajaran lainnya);

9. While criminal behavior is an expression of general needs and values, it is not explained by those general needs and values, since noncriminal behavior is an expression of the same needs and values
(Walaupun perilaku jahat merupakan penjelasan dari kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai umum di kelompoknya, tidak dapat menjelaskan mengapa perilaku yang non-kriminal bisa terjadi, apakah karena ada kebutuhan dan nilai yang sama?)

Wuih, memang agak susah juga menjelaskan pendapatnya Suterland ini dalam bahasa yang sederhana, tapi intinya setiap orang jahat pasti  tidak ujuk – ujuk terjadi, tetapi itu terjadi karena ia bergaul (berasosiasi) dengan teman – teman yang memang berperilaku jahat dan dalam waktu yang tidak sebentar. Dari pergaulan ini si calon penjahat ini melihat nilai yang berbeda, dan alasan yang membuat dia yakin kenapa harus berbuat jahat. Tentunya ia melihat bahwa berbuat jahat ternyata lebih menguntungkan baginya. Ternyata teori ini terbukti (kenapa seorang anak menjadi begal):

Liputan6.com 05 Mar 2015. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan anak usia remaja menjadi pelaku kejahatan begal dipengaruhi banyak faktor seperti pengaruh lingkungan dan teman sebaya. “Dari hasil penyelidikan kami, pemicu anak melakukan begal bukan disebabkan oleh faktor tunggal, tapi banyak faktor. Salah satunya pengaruh lingkungan dan teman sebaya,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Susanto di Jakarta, Selasa. Yang pertama, kata Susanto, anak yang berinteraksi dengan teman atau lingkungan sosial yang terbiasa melakukan kekerasan akan permisif dengan perilaku kekerasan tersebut.

Setelah mempelajari tentang teori ini tentunya kita semua menjadi berpikir, pasti cara mendidik anak – anak kita agar tidak berperilaku jahat adalah menjauhkannya dari lingkungan yang berperilaku buruk dan dari sekolah yang terkenal pergaulannya buruk, hal itu memang benar,  tapi menurut saya pengawasan orang tua yang penting. Komunikasi dengan anak adalah hal yang terutama, jangan mereka dibiarkan mendapat norma – norma yang tidak baik dari lingkungan luar yang sangat berbeda dengan perilaku positif yang kita ajarkan dirumah, dan yang paling penting jadikan diri kita sebagai orang tua menjadi contoh bagi anak – anak kita, contohnya bagaimana kita melarang anak kita agar tidak merokok kalau kita sendiri sebagai orangtua tetap merokok ? dan perhatikan ini penting ! menurut penelitian merokok adalah pintu gerbang untuk kenakalan yang lain, seperti menghisap ganja dan narkoba jenis lainnya.

Ok, demikianlah seri pertama dari “Yuk Ngerti Kriminologi” , di tulisan selanjutnya akan saya jabarkan tentang bagaimana pendapat ahli lainnya tentang bagaimana seseorang bisa menjadi jahat oleh karena lingkungannya….

1 Komentar

Filed under Blogger

FPU Indonesia VII

Setelah melaksanakan tugas di Malaysia selama 2 tahun, saya kembali ke Jakarta dan mendapat penugasan baru di Biro Misi Internasional yang memang tugasnya tidak asing bagi saya, yaitu melakukan segala hal yang berhubungan dengan penempatan Personil Polri di Misi Internasioanl PBB dari penyiapan Personil hingga Materialnya, dan kebetulan sekarang Get in Touch lagi dengan pasukan Formed Police Unit (FPU), tidak terasa setelah berkesempatan sebagai Pioneer FPU pada tahun 2007, sekarang sudah ter deploy FPU Indonesia yang ke VII di El Fasher Darfur Sudan pada bulan November 2014. Tentunya setiap tahun diadakan penyempurnaan dari segi peralatan dan metoda perekrutan dan pelatihan. Nampak sekali dari Gears yang mereka gunakan semakin sesuai dengan kondisi lapangan. Sekilas cerita bagaimana saya sebagai team awal yang survey ke bakal tempat penugasan, sungguh susah membayangkan gears apa yang cocok untuk digunakan untuk bertugas di daerah dengan alam yang sama sekali berbeda dengan Indonesia, salah satu contoh sederhana adalah kacamata hitam, ternyata bertugas di daerah Gurun Pasir yang panas ini jangan sekali kali menggunakan kacamata dengan gagang metal, akan terasa terbakar di wajah, karena gagang metal itu sebagai penghantar panas yang sempurna, jadi sebaiknya menggunakan kacamata bergagang plastik yang bukan penghantar panas. Well, pengalaman membuat perfect kan ?

Komandan FPU VII, AKBP Rendra Salipu

Komandan FPU Indonesia ke VII kali  ini dipercayakan kepada AKBP Rendra Salipu, lulusan AKPOL angkatan 96 yang telah lulus dengan sistem penilaian yang sangat ketat, berikut dengan 100 orang pasukan utama yang bertugas dalam berbagai pengamanan dalam missi UNAMID dan 40 orang pasukan pendukung yang memfasilitasi segala kegiatan di Camp Garuda dari Memasak, memelihara Alkom, Water Treatment, dan Genset, juga petugas Kesehatan, Logistik dan Administrasi.

Tugas pasukan Utama dan Pendukung adalah seperti dua sisi mata uang, mereka harus saling mendukung untuk pelaksanaan tugas dalam misi perdamaian UNAMID.  Seperti beberapa kali saya tuliskan tentang FPU, penugasan mereka tidak pernah berubah sesuai mandat yang diberikan, yaitu melaksanakan pengamanan terhadap personil dan barang milik PBB.  Dalam kesehariannya mereka melakukan pengawalan terhadap Individual Police Officer (IPO) yang melakukan patroli ke Camp pengungsian Internal, dimana terdapat ribuan hingga ratusan ribu pengungsi akibat konflik yang tidak kunjung mereda dari awal tahun 2000 an ini.

Berikut ini sekilas penugasan mereka, baik dari Pasukan Utama dan Pasukan Pendukung:

Suasana IDP Camp Um Barro

Suasana IDP Camp Um Barro

Pasukan Utama pada minggu ini satu peleton mendapat kesempatan untuk bertugas di Luar kota Elfasher, yaitu di Team Site Um Barro yang memakan waktu 1 jam dan 30 Menit menggunakan Helikopter. Permasalahan yang terjadi adalah Camp Pengungsian Internal yang terdapat di Um Barro walaupun mendapat perlindungan dari Batalion Army dari negara Senegal, penduduk lokal terpaksa mengungsi karena mendapat serangan dari Gerombolan Janjaweed di daerah Abuleha dan Orchi, sehingga sekitar 6000 orang kini menempati IDP (Internal Displaced Person) Camp Um Barro. Tugas dari 1 peleton FPU tersebut adalah membantu Senegal Batalion untuk mengamankan penyaluran bantuan Kemanusiaan dari PBB. Kondisi Pengungsi sangat memprihatinkan karena tempat yang terbatas, sehingga hanya perempuan dan anak – anak yang dapat tinggal di IDP Camp sedangkan Laki laki tinggal di sekelilingnya, mereka bahkan tinggal tanpa pelindung hanya bersandar di balik pohon untuk mengindari panas. Saya mendapatkan liputan langsung eksklusif dari pasukan FPU yang berada di Um Barro, dan inilah dokumentasinya:

IMG-20150212-WA0013[1]

Deploy FPU Indonesia dari El Fasher hingga Um Barro menggunakan Helicopter PBB

Mendafat Briefing tentang penugasan bersama dari Batalion Senegal

Mendapat Briefing tentang penugasan bersama dari Batalion Senegal

Suasana pengamanan di IDP Camp walaupun kena Badai Pasir

Suasana pengamanan di IDP Camp walaupun kena Badai Pasir

Danton FPU memberikan pengarahan sebelum berangkat ke IDP Camp UM Barro

Danton FPU memberikan pengarahan sebelum berangkat ke IDP Camp UM Barro

Dan tidak kalah Pentingnya adalah peran pasukan pendukung FPU, mereka adalah yang bertugas untuk memastikan semua pekerjaan di Missi berjalan lancar, dan inilah dokumentasinya:

Petugas MTO (Motor Transport Officer) Memastikan setiap kendaraan FPU layak Pakai

Petugas MTO (Motor Transport Officer) Memastikan setiap kendaraan FPU layak Pakai

Petugas Kesehatan sedang melakukan Fogging di Camp Garuda

Petugas Kesehatan sedang melakukan Fogging di Camp Garuda

Demikian sekilas mengenai penugasan FPU VII, terlihat jelas keprofesionalan mereka sebagai Duta Indonesia di Misi Internasional yamg membawa nama harum Indonesia. Untuk menjamin Sustainability pasukan FPU Indonesia, pada saat inipun di kantor sedang mempersiapkan FPU VIII yang akan berangkat akhir tahun ini, sehingga ada kesinambungan dan selama Misi UNAMID belum dibubarkan. Semoga sukses dan tetap selamat rekan rekan FPU VII, God Bless You all…

6 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, IDP, UNAMID