Polri sudah mulai memasuki era baru: berjuang melawan terorisme. Tindakan ini dipercepat atas peristiwa “bomb bali” pada Oktober 2002, yang memakan korban jiwa 388 orang dan kebanyakan korban adalah warga asing. Walaupun POLRI mempunyai pengalaman dengan banyak gerakan radikal dan berubah menjadi gerakan teroris, peristiwa bom bali ini ini mempunyai dampak luar biasa, karena banyaknya jumlah korban orang asing, pada awalnya setiap negara mempunyai keraguan apakah POLRI bisa membawa pelaku ke pengadilan, Dan POLRI membuktikannya dengan menangkap tersangka utama dan mengungkap tidak lebih dari 30 hari sesudah kejadian tersebut. Kerja keras Polri oleh team anti bomb teror oleh brigJen Gorries Mere dan Kapolda Bali Jend Made Mangku dan lebih dari 10 kepolisian di seluruh dunia sebagai penasihat tekhnis sudah terbukti. Mereka menangkap lebih dari 100 orang tersangka yang berurusan dengan perbuatan ini, dan tersangka utama adalah Amrozi dan Imam Samudra.
Keberhasilan ini mempunyai dampak dan sejak itu negara asing memberi banyak bantuan untuk membangun POLRI lebih banyak kemampuan ke mencegah teroris bertindak.Salah satunya akan membuat pasukan istimewa Polri yaitu detasemen 88. Detasemen 88 ini di bawah pengawasan Mabes Polri, dan berada di setiap Polda di Indonesia.Tugas mereka adalah mengungkap dan membasmi teroris. Di setiap Detasemen 88 mempunyai 3 bagian: Intel, Penyidikan dan Pasukan Pemukul. Setiap anggota det 88 waib menerima latihan terorisme di sekolah anti teror di Semarang Jawa Tengah. Tidak lama setelah pembentukan detasemen 88, mereka berhasil untuk membunuh satu tokoh terorist Azahari di Malang, Jawa Timur.
(walaupun demikian masih ada yang belum tertangkap: Noordin Top, sebelah kanan gambar). 














Dimana otak petinggi polri kita
Polisi Berprestasi ?????ntar dulu man
gua malah gak begitu optimist ma yang namanya polisi, mau dididik kayak apa juga kalau emang mentalnya sebagian besar udah rusak ya mereka tetep aja gak bisa menjadi pengayom masyarakat yang ideal. aku juga khawatir aja detasemen ini kalau gak mulai di bikinkan sistem pengawasan dan kontrol yang baik ntar bisa maen tangkep aja tanpa dasar yang jelas alias penyimpangan wewenang, dan untuk masalah teroris gue ngeliatnya malah kasian gitu ama keluarganya, sekalipun dia teroris penangkapan orang itu harus pakai prosedur dong dan prosedurnya tuh juga harus bisa melindungi hak dari si pelaku tanpa terkecuali sekalipun ia bajingan teroris yang paling kakap, dia khan juga manusia yang punya hak hidup dan dilindungi undang - undang. kayak penangkapan yang nggak pakai prosedur, keluarga yang nggak boleh tengok dsb itu merupaka wujud dari arogansi polisi dengan mengesampingkan hak asasi manusia. dan yang paling penting adalah mereka(polisi) atau lebih khususnya detasemen anti teror tuh nggak mau hasil kerjanya tuh di cek oleh masyarakat secara terbuka, hal itu bisa diketahui dari minimnya pemberiataan tentang teroris yang dapat memuat wawancara langsung dengan sang teroris setelah ditangkap. saya selaku masyarakat agak sanksi juga apa betul yang ditangkap tuh beneran teroris??????????siapa tahu Guru Ngaji kite dikatai teroris N’ polisi ,maen tangkep aje.
Jadi tolong para petinggi Polri benahi kinerja detasemen antiteror apa anti apaan supaya bisa lebih baik. sebelum banyak menuai kritik akibat penyimpangan hak asasi manusia. saya selaku masyarakat saat liat TV bukanya bangga liat polisi udah bisa tangkap teroris tapi malah jadi sedih gitu liat proses penangkapannya yang mengesampingkan asas praduga tak bersalah dan hak asasi manusia, belum lagi penyidikan yang terkesan tertutup. mana tahu orang itu disiksa waktu disidik wow gue gak bisa ngebayangin jaman Soeharto balik lagi (siksa menyiksa)
MAS Yth Kita sewaktu melakukan penangkapan tentunya disasari alat bukti yang lengkap (disertai pengintaian dalam waktu yang lama), dan kalaupun tertutup sifatnya karena memang dipayungi oleh undang 2x yang memperbolehkan penangkapan dlm perkara terorisme selama 7x 24 jam.. kalaupun alat bukti kurang mendukung kita lepaskan kembali…. percayalah yang kita lakukan adalah yang terbaik buat negara ini…
Memang kalo kita lihat sekarang, tersangka teroris kalo udah tertangkap trus diwawancarai di tv mereka itu nada bicaranya lemah lembut, baju putih bersih, pake kopiah putih, dan kesannya orang yang santun dan tidak berbahaya. Kita yang liatnya seakan dibikin lupa akan korban yang telah jatuh dan jelas-jelas mereka tidak bersalah. Apalagi korban yang sampai cacat seumur hidup. Masalah hak dari tersangka dan keluarga, tentu juga jangan melupakan hak dari korban dan keluarga korban yang telah mereka renggut dan rampas. Bukan berarti saya tidak setuju hak tersangka dan keluarga dilindungi, tapi hendaknya kita menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya. Apapun alasannya, meledakkan bom di negeri sendiri yang tidak dalam keadaan perang dengan musuh tidak dapat diterima. Sekitar 2 tahun terakhir tidak ada lagi ada bom dengan kekuatan besar itupun merupakan hasil kerja keras Polri terutama Densus 88. Maju terus Kepolisian Republik Indonesia!!
Tai Kucing!!!!
Kayak ga tau kerja Polisi Aja,…
Lo Pernah kena tilang ga????
sedikit cerita pengalaman hidup gue,…
Saat aku ditahan di kantor polisi, salah satu teman kamarku diduga terlibat pencurian mesi ATM, ok lah dia memang maling, aku juga bukan orang suci, tapi apa yang didapat temen sekamarku???? ditembak tepat di mata kakinya, peristiwa itu hampir 2 taon yg lalu, tp lukanya sampe hari ini belum sembuh betuh, karna perlu diketahui, selain ditembak, lubang bekas peluru itu sengaja dimasuki kawat!!!! sumpa gue ga ngarang cerita ini, gue brani sumpah pocong sekalipun.
ada cerita lagi, beberapa hari yg lalu, temen sekampusku juga ada yg dapat voucer menginap semalam di hotel prodeo, gara2nya sih dia mukulin orang,…. temenku ini sebetulnya ga salah2 amat, lha sama polisi yg jaga, tanpa tanya apa2 tau2 makan malam sudah tersedia rasa sepatu tentara dg bumbu kepalan tangan.
pokoknya kalo tentang kebejatan Polisi gue dah ngrasain sendiri, gimana rasanya ditangkap polisi, dimana rasanya diinterogasi tanpa busana sedikitpun, gimana rasanya kiriman rokok dan makanan dari keluarga dipalak!!!!!klo ga percaya coba aja, semalam di hotel prodeo pasti omonganku kebukti semua.
waduh saya ngga banyak komentar deh… cuma 1 kata aja ” kaciaaan deh loooe …….”
[quote]waduh saya ngga banyak komentar deh… cuma 1 kata aja ” kaciaaan deh loooe …….”[/quote]
waduh polisinya ga bisa jawab
sesama polisi harus membela temennya ya..
to MsW : he he he he, thanks kayanya mesti begitu donk…
waktu bom bali meledak, di awal2 berita koran, yg turun tangan adalah Muchdi P.R . betul gak ? trus yg mengungkap & menangkap pelaku, adalah ? intelejen atau polisi ?????? nb: pada waktu itu Muchdi P.R adalah Deputi V Badan Intelejen Negara.
Bukan mengecilkan peran lembaga lain mas, pengungkapan/penangkapan semua pelaku teroris tersebut murni hasil pekerjaan polisi…..
Taktik dan tekhnik tidak dapat saya beberkan di sini. Sampai terakhir Polri telah menangkap lebih dari 200 orang pelaku teroris
(Indonesia dipuji sebagai negara paling berhasil mengatasi teroris, menurut majalah Time bulan Juli 2007)
Trims
“bukan mengecilkan peran lembaga lain” kata-kata itu dapat di tangkap bahwa ADA peran lembaga lain. betul gitu ??? tapi “penangkapan semua pelaku teroris tersebut MURNI hasil kerja polisi” ADALAH kebalikan nya !!! so……yg bener yg mana ?
ok saya klarifikasi, Peristiwa bom Bali adalah masalah internasional tentunya banyak pihak yang ingin mengetahui latar belakang dan pelakunya, namun dalam kaitan penyidikan : hanya Polri yang bisa mengajukan tersangka sampai ke sidang pengadilan (Criminal Justice System), tentunya tidak ujuk - ujuk membawa tersangkanya kan ?, harus diawali dengan penyelidikan, berawal dari TKP, mencari saksi, alat bukti, sampai menangkap tersangka, itu murni pekerjaan polisi.
dalam beberapa bulan yg lalu, pihak intelejen(densus 88 “mungkin” ) ada ‘cerita’ bahwa di daerah semarang dan sekitarnya, comot orang sembarangan & ternyata salah orang melulu !!! hingga aparat tsb jadi ‘frustasi’. menurut bang rere gimana ???? bener gak ? atau versi resmi nya piye ?
di sekolah 2 (khususnya madrasah) di awasi ketat, hingga mau memakai akses internet aja gak berani ! takut di cap anggota teroris atau simpatisan nya. para guru nya pun resah, takut sewaktu waktu “di comot” aparat. gimana tanggapan ‘versi’ bang rere
Seru banget nih tanggapannya bang Indo :
1. Kalau salah tangkap itu memang resiko profesionalisme petugas, kan ada lembaga Pra Peradilan ? masalah penangkapan dan penahanan yang salah, bisa di uji di depan hakim. (polisi sering juga kalah lho), kalau di tangkap tidak ada alat bukti yang mendukung untuk menjadikan seseorang jadi tersangka ya harus segera dilepaskan demi hukum.
2. Kalau Frustrasi saya rasa ngga kok, toh sampai sekarangpun masih bekerja optimal, kalaupun tidak ada lagi tersangka upaya selanjutnya adalah mencegah tindak pidana terorist sampai terjadi lagi.
3. Ngga bener ah kita ngawasi sekolah, mungkin karena parno (paranoid) aja mereka kali…
gileeeeeee……… abang pinter banget ngeles. dasar aparat…ha….ha…..ha…. omong omong sampean dihujat hujat, dimaki maki, apa gak tersinggung ?
SELAMAT SIANG BROER.
SORRY NE BG RERE,SY CUMA MO DIKIT NGEBELAIN,BUKAN NGEBELAIN SICH TP HANYA SDIKIT MEMBERIKAN WAWASAN KPD ORG2 PICIK. OK FOR DETAIL,SY ADLH ALUMNI S2 KAJIAN ILMU KEPOLISIAN UI TP SY BUKAN DR POLISI,AWALNYA SY JG PUNYA KENANGAN PAHIT DGN POLISI TRUTAMA ERA 98,TP STLH SY MENYELAMI LEBIH DLM PROBLEM YG DIHADAPI POLRI KITA INI,SY LSG MENGACUNGKAN JEMPOL DAN SALUT THDP POLRI KITA WALAUPUN DGN SEGALA SUMBER YG SANGAT TERBATAS DIBANDING DGN POLISI NEG LAIN TAPI KITA MSH TETAP INGIN MENDAHULUKAN PELAYANAN MASY,SDH BARANG TENTU BAGI PENJAHAT,POLRI MSH TETAP ORGANISASI YG DIBENCI KRN POLRI ADALAH PENEGAK HUKUM DAN PEMBERANTAS KEJAHATAN.
MUNGKIN DLM BLOG INI ORG2 YG MENGHINA POLRI ADALAH DR KELOMPOK PENJAHAT,IT MIGHT BE. DR BEBERAPA OBJEK PENELITIAN SY PD SAAT TESIS KMARIN, 80 DR 100% YG SY WAWANCARAI MGATAKAN BHW KEHADIRAN POLRI DITENGAH MASY MSH DIPERLUKAN,SBG CONTOH HSL PENELITIAN (TESIS SY BERTEMA PENINGKATAN PELAYANAN POLRI THDP MASYARAKAT) KE SALAH SATU WARGA BEKASI YG PERNAH MENGALAMI PECAH BAN DI JALAN RAYA SAAT BEKASI SAAT MALAM HARI HENDAK PULANG KE RUMAHNYA,TERNYATA POLISI YG MEMBANTUNYA TIDAK HANYA MENOLONG UNTUK MEMBUKAKAN BAN, TETAPI JG MENGANTARKAN BAN TSB KE TEMPAT TKG TAMBALK DAN SALAH SATU PETUGAS MENJAGA MOBIL IBU TSB DAN AKHIRNYA PETUGAS MENGANTARKAN IBU ITU SAMPAI DI RUMAH. COBA ANDA BAYANGKAN APAKAH ADA DEPT LAIN YG BERBUAT DEMIKIAN,KATAKANLAH PANTI SOSIAL DLSB. DISAAT TSUNAMI TERJADI MARKAS BRIMOB YG BERADA DI PINGGIR PANTAI HABIS DITERJANG GELOMBANG TP JG DAPAT ANDA LIHAT POLISI SIBUK MENGATUR DAN MEMBANTU MASY YG MENGUNGSI,APAKAH TIDAK LEBIH BAIK MEREKA MENCARI SANAK KELUARGANYA SENDIRI. PD SAAT SY PENELITIAN ,HAL TSB JG MENJADI SALAH SATU PTANYAAN SAYA,MEREKA HANYA DAPAT MENGATAKAN “ITU TELAHMENJADI NALURI POLISI” KENAPA TIDAK ADA NALURI2 YG LAIN,KATAKANLAH NALURI CAMAT,BUPATI, GUBERNUR ATAUPUN NALURI2 LAINNYA?
KALAU ANDA DPT MELIHAT SISI BURUK POLISI YG HANYA MELAKUKAN PUNGLI DI JALAN, 90 DR 100% ORANG YG MELAKUKAN PUNGLI KRN HAL TSB ADALAH DIDASARI PERMINTAAN DR PELANGGAR ITU SENDIRI KRN MEREKA TAKUT KEHILANGAN WAKTU, DENDA LEBIH BESAR DI PENGADILAN AKHIRNYA PR PELANGGAR TSB MENCARI JALAN PINTAS. SDH BARANG TENTU PELANGGAR INI PASTI PUNYA KESALAHAN DAN MEMANG POLISI ADALAH PENCARI KESALAHAN YG TELAH DIAMANATKAN OLEH UNDANG-UNDANG,DPT ANDA BAYANGKAN APABILA POLISI BERHENTI BEKERJA SELAMA 1 HR SAJA, BAGAIMANA AKAN KACAUNYA DUNIA INI. TULISAN INI SENGAJA SAYA SAMPAIKAN AGAR KITA SEBAGAI MASY YG BAIK HARUS TETAP SENANTIASA MENTAATI PERATURAN,LAIN KALI AKAN SY SAMBUNG LAGI,SILAHKAN APABILA ADA YG MENGKRITIK KARENA DENGAN KRITKAN KITA DPT MENJADI LEBIH DEWASA, SORRY BUAT BG RERE YG SY PINJAM BLOGNYA. VIVA POLRI SEMOGA TETAP JAYA
TO : JHONI INDO
ENTE JHONI INDO YG MANA NE,NUSAKAMBANGAN APA PEREMPATAN KARET? HEHE
BUNG JHONI SETAU SY SIKAP MENTAL BANGSA INDONESIA INI MSH “SELALU MENCELA KEBERHASILAN ORANG ATAUPUN MENGATAKAN KEBERHASILAN ORANG ADALAH BERKAT DIRINYA” ITU YG MASH TERJADI DI INDONESIA INI, ORANG2 MSH INGIN PENGAKUAN ORANG LAIN KARENA DGN PENGAKUAN TSB IA MENJADI BESAR, BUKAN KARENA KEMAMPUAN IA MENJADI BESAR, KALO KITA LIAT KERJA CIA,KGB, MOSSAD, MEREKA MELAKUKAN KONSPIRASI DIMANA2 TETAPI TIDAK PERNAH MENGAKUINYA,ITULAH INTELEJEN YG BENAR,BERBEDA DENGAN INTEL BETAWI,TIDAK KERJA APA2 TP NANTI BGITU ORAG MENGUNGKAP,DIA DATANG SEBAGAI PAHLAWAN KESIANGAN, PD SAAT ITU YG TURUN BOM BALI BUKANLAH MUCHDI PR TETAPI SYAMSIR SIREGAR YG MENGATAKAN JENIS BAHAN PELEDA YG DIGUNAKAN BERBEDA DENGAN STATEMEN YG DIKELUARKAN OLEH POLRI. SETAU SY POLRI MEMBERIKAN STATEMEN BERDASARKAN DATA DR PUSLABFOR DAN DR BARANG BUKTI YG DITEMUKAN DI TKP,BUKAN HANYA ASAL NGECAP SAJA, JENDRAL SAJA BERBUAT DEMIKIAN APALAGI YG BAWAHN2NYA,KESIAN DEH INDONESIA, YG BUAT KONSPIRASI MENHILANGKAN NYAWA AKTIFIS SAJA KETAHUAN,PDHL SASARANNYA HANYA ORANG LOKAL,KCD?????
wah buat yang anti polisi alias buronan yah saya sih cuman bisa bilang buruan tobat deh…
yang saya mau tanya sama polisi2 nih.. kenapa kepolisian RI menolak di bawah salah satu departemen? seperti depdagri…
oke argumen pertama: POLRI adalah alat perang negara. pertanyaan: kenapa nggak kembali ke dephankam saja?oke lah nggak usah jadi ABRI seperti dulu tapi paling tidak masih diatur menhankam. Khan beda toh antara TNI (militer) dan POLRI sipil, tapi undang masih bilang POLRI adalah salah satu alat perang, jadi agak rancu…
kemudian argumen dari polisi: kalu ke dephankam tidak bisa karena sudah tuntutan internasional agar POLRI menjadi alat penyidik sipil bukan militer. Jawaban: kalo gitu yah kenapa nggak dibawah depdagri dong? menjadi PNS sepenuhnya
Melihat POLRI dibawah presiden langsung ini saya agak khawatir liat berantemnya TNI POLRI akhir2 ini…disisi lain ada gelagat POLRI mau mengambil alih dalam pertahanan negara atau mengambil tugas TNI yg memang dulu semena2. contoh POLRI mengajukan yurisdiksi atas kelautan RI yang mana itu adalah hak TNI - AL dan dinegara manapun yurisdiksi AL adalah laut.
Jadi tolong pendapat bapak2 polisi menurut anda bagaimana? Depdagri atau kembali ke Dephankam atau mungkin memperbaharui undang2 kita yang rancu ini agar bisa ke dep hukum?
Kalau kita langsung presiden kayak begini wah filternya mana? bisa saja nanti Kapolri mengajukan pembelian mortir, meriam dan tank2 tempur untuk brimob dengan dalih sebagai alat perang…trus nanti TNI AD dongkol malah yang ada perang saudara..berabe dong…
coba ada argumen??
Ada yang komentar………?????
mr. umar Yth :
percuma anda berargumen spt ini klo dilapangan tetap aja jalan begini. tak perlu memberikan wacana yg gak ada jalan keluarnya…. ngambanggg….anda pilih mana ?
PNS yang bersenjata ibarat polisi ato POLISI yang berstatus PNS ? so pasti POLISI yg berstatus PNS donk. polisi yg sipil tetapi masih diberikan wewenang utk menegakkan hukum. tidak ada yg bisa menggoyahkan institusi ini walau dr luar negeri skalipun. saya yakin POLISI akan berubah lebih baik seiring jaman. POLISI juga manusia BOSSSS…!!!!
mas jagal yg terhormat:
Yah itu sih sama saja kalau ada tentara mau difungsikan seperti dulu, yaitu dwi-fungsi. TNI juga manusia boss…..
Pa Kabar Bang Rere, saya mo ngomentarin tentang polisi yang uda di bahas sebelumnya. sebenarnya Polisi menurut saya memang harus berdiri sendiri. sebab apabila bila masih di bawah menteri atau di bawah ABRI bagaimana Polisi itu bisa berubah. padahal yg diharapkan Polisi menjadi penegak hukum yang netral dan tidak menjadi alat politik. Dpt dibayangkan seandainya Polisi di bawah Mendagri, berarti nantinya Kapolda di bawah Gubernur dan Kapolres di bawah Bupati. lha sekarang gubernur dan bupatinya saja kadang - kadang ribut urusan politik sampe bentrok segala kayak anak kecil. Kapolri di bawahnya menteri. lha sekarang Menteri Kehutanan saja menjadi beking kasus illegal logging. trus mau dibawa kemana Polisi. apa mau dijadikan Satpol PP yang dapat bertindak seenaknya sesuai kata Bupati? Na`udzubillah Mindzalik jika negara ini tidak memiliki aparat penegak hukum yang netral, akan semakin bobrok dan rusak. Kalo Polisi dibenci masyarakat itu lihat dulu siapa yang membenci. saya ingat pepatah dari Guru saya dulu. Polisi itu kaki kiri menginjak api dan kaki kanan menginjak tai. jadi melangkah kemanapun Polisi pasti akan ada yang dikecewakan. tentunya yang merasa kecewa adalah orang yang pernah menjadi sasaran penegakan hukum polisi. namun bagi mereka yang menjadi korban kejahatan, ataupun pernah merasakan untungnya keberadaan Polisi tentunya akan lain pendapatnya. Bravoo Polisi saya akan terus mengabdi. jangan lupa terus berbenah diri.
Saya menambahkan lagi soal bentrok Polisi dan TNI. bukan disebabkan karena TNI dan Polri itu saling bersaing. Polisi dan TNI itu memiliki tugas dan kewenangan masing - masing. Polri adalah penanggung jawab keamanan dalam negeri termasuk daratan dan lautan. sedangkan TNI itu berfungsi sebagai pertahanan. jadi wajar jika Polisi itu terus berbenah memperbaiki sistem keamanan di dalam negeri. termasuk di lautan. Contoh, apabila TNI AL menangkap penyelundup di laut ataupun menangkap perompak di laut, apakah bisa diteruskan ke kejaksaan? jawabannya tentu tidak bisa, karena TNI AL tidak memiliki fungsi penyidikan yang diakui undang - undang. sudah tentu nantinya akan diserahkan juga kepada Polisi sebagai penyidik dan dilanjutkan kasusnya. jadi dalam hal ini TNI hanya bersifat Back Up ke Polri. Tugas pokok TNI murni pertahanan. jadi fungsi utamanya untuk dikirim berperang dan menjaga perbatasan Negara ini dari serangan negara luar. sedangkan urusan keamanan di dalamnya adalah tanggung jawab Polri. jika terjadi bentrok do daratan antara Polri dan TNI itu adalah Oknumnya saja yang sontoloyo. tidak mengerti tugas dan tanggung jawabnya masing - masing. malahan tidak jarang terjadi ketika Polisi menangkap kasus semisal Narkoba, justru Oknum TNI yang nakal yang ada di belakangnya / backingnya. hal ini yang harus menjadi instropeksi masing - masing. terima kasih.
@ Mr Police : terima kasih atas tanggapannya… memang banyak sekali model perpolisian di dunia ini, contohnya seperti yang anda sebutkan, bahkan di Amerika ada 200 an lembaga kepolisian dengan system dan cara mereka sendiri, ada FBI dibawah kejaksaan, NSI di bawah imigrasi, LAPD dibawah pemda California atau seperti di italia ada 2 polisi : CARABINIERI di bawah departemen pertahanan, dan POLIZIA di bawah pemdanya masing - masing….. kalau kita pikirkan ribet sekali kan…? dibanding kita yang hanya punya 1 polisi nasional….
Menurut pribadi saya SISTIM KEPOLISIAN APAPUN mau dibawah Dephan, Mendagri, DEPSOS, atau Pak RT…. yang penting tujuannya adalah prinsip universal polisi “TO SERVE AND PROTECT” melayani dan melindungi Masyarakat, seperti di Italy polisi ada 2 bukannya suatu penghalang…. mereka jadi bersaing siapa yang terbaik dalam menangani permasalahan masyarakat…. jadi kalau orang kecopetan di Italy mereka bebas memilih polisi mana yang dianggap paling baik…. entah CARABINIERI atau POLIZIA
ok ?
ngomong - ngomong bang Rere dinas di mana? blognya bagus banget. picnya juga bagus - bagus.
@Mr. Police : Saya dinas di Jambi, mas…. Thanks atas pujiannya, to be truth saya baru coba - coba saja… dan kebetulan memang belum ada blog tentang polisi, jadi kalau search pasti nyangkut he he he……
izin Komandan…
cm mau komentar neh setelah bc komentarnya Bg.Bolon n Mr.Police sy bangga n salut,seandainya seluruh masyarakat indonesia seperti beliau-beliau menilai n memahami tugas dan tanggung jawab kepolisian yg sangat berat,dukungan moral selruh lapisan masyarakat sangat kita butuhkan dlm menegakan hukum direpublik ini…Utk Komandan sy selalu meng-update blognya,banyak sekali yang saya dapatkan dari tulisan komandan terutama masalah-masalah yang berhubungan dgn tugas kita sebagai aparat penegak hukum. YOU ARE THE CANDIDAT FOR THE POLICE CHIEF IN THE FUTURE……
bagaimana cara agar pelatihan milter berjalan dengan baik dalam tugas pokok
aku ini mau jadi tentara kalau boleh setahun lagi aku mau medaftar menjadi caba aku mau minta saran dari bapak yang terhormat
Bang…mo nanya dong….masih inget ga kasus oknum komendan brimob batam yg menghajar manajer sebuah hotel di Medan gara2 karaokean??di situ sy liat senjata yang di pake buat mukulin sang manajer adalah pistol semi auto jenis glock buatan swedia…
Apakah jenis senjata tersebut memang jatahnya komandan brimob di seluruh Indonesia ?
trus inget ga kasus perampokan toko emas di bandung be2rapa waktu yg lalu,d mana sang prampok mnembak mati pemilik toko dan melukai anggota reserse yg sedang meluncur ke TKP?di koran tertulis,bhw sang serse trnyata tdk d lengkapi dng snjata genggam….apakah ini betul?kok bisa kek gtu ya?bkannya stiap anggota reserse d bekali dng snjata api genggam?
@ Zain : Pistol Glock buatan austria bukan Swedia, semjata itu tidak semua diberikan ke brimob se Indonesia karena jumlahnya yang terbatas…. Memang tidak semua anggota mempunyai senjata, karena lagi - lagi kekurangan jumlah senjata…..
klo mo bwat blog kek gini nih caranya gmn bang?ajarin dong…..;))
@ Zain : terima kasih sudah berkunjung…… mau buat blog ? anda bisa ikut ini : pelatihan ngeblog
gratis kok……
wah2…
seru banget nih debatnya
sebelumnya saya ucapkan salut dulu lah buat polisi satu ini.
saya pikir dulunya semua polisi itu GapTek..wong bikin surat laporan aja lamanya minta ampun!gimana ga lama, ngetiknya masih pake mesin tik, dah itu pake sebelas jari lagi…cape deeehhh.. keburu kabur itu malingnya pak hehehe.. nice to read your essai.
back to topik..kalo menurut saya polisi tetap harus independen seperti sekarang ini.kita bisa lihat, paska lepasnya POLRI dari TNI banyak sekali prestasi yang telah dibuat oleh polisi.hal ini merupakan kemajuan yg menggembirakan bagi masyarakat (tentunya yg taat hukum seperti saya hehehe). setelah terpisah dari TNI banyak kemajuan yg secara institusional dicapai oleh polisi. memang masih banyak juga oknum2 polisi yg nakal yg menurut saya emang warisan masa lalu..tapi saya percaya perlahan2 akan ada perbaikan di tubuh institusi ini.saya bisa bayangkan dengan situasi kriminal yg gawat sekarang ini, betapa chaos nya keadaan negara. yang ujung2nya nyusahin masarakat juga toh?
kalaupun ada yg mengajukan wacana bahwa kepolisian nantinya di bawah PemDa, apa ga mikir tu orang? lah si PemDa aja masih gontok2an gt? bisa2 ntar polisinya disuruh nebangin lawan2 politik si kepala daerah..apa gw keblinger itu?ilang dong prinsip ke netralitas an polisi? gimana mau serv and protec kalo udah ga independen. Dan bukankah udah ada Polisi Paling Polisi (Pol PP) dibawahnya kepala daerah?hehehe
Kalo soal bentrok TNI VS POLRI sihh wajar2 aja.gimana ngga, tentara yg dulunya 32 tahun enak nguasain semua sektor yg sekarang sebagian dibawah wewenang polisi tiba2 harus kehilangan itu? wajar lah kalo ada iri2 an gt… lagian mental tentara indonesia lahh, ngerasa paling jago sendiri hehehe padahal kalo mau jujur sih di dalem institusi TNI aja banyak rivalitas gt. contohnya AD vs AL dll
kalo saya sih intinya optimis lah sama kepolisian, institusi ini bakal lebih baik lah kedepannya, amiiinn
@ Fathu Wibowo : Terima kasih mas sudah berkunjung ke Blog saya, kebetulan saja saya senang dan memang hobby dengan namanya internet, jadi membuat blog itu salah satu penyalurannya, ok mengenai perdebatan akan dibawah mana polisi ini, dan mana yang paling bagus…. Sampai saat ini tidak ada jawabannya, namun yang pasti sejak dari awal hatekatnya adalah untuk “to protect and to serve”.. namaun memang sejarah suatu bangsa itu sangat berperan dalam pembentukan polisi… Seperti di Amerika Serikat, karena negara federal dan didalam negara terdapat wilayah otonom… maka terdapat ribuan institusi polisi.. baik itu wilayah maupun federal… jadi kesimpulannya: bukan dari lembaganya tetapi dari karyanya untuk masyarakat……
pa kabar komndan?
kapan balek…?
yang bintara boleh ga ikut jadi tim FPU?
@tole : lah…. malah lebih banyak bintaranya dari perwiranya……….