Category Archives: Uncategorized

Amoy Singkawang Korban Perdagangan Orang di Tiongkok

singkawangSejumlah kasus terkait WNI meningkat di RRT yang dapat dikategorikan sebagai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).  Tulisan ini bertujuan agar pencegahan dapat dilakukan di dalam negeri terutama di daerah Singkawang, Pontianak, dengan pengetatan pemberian paspor dan upaya­ upaya peningkatan kesadaran dan pemahaman (misalnya melalui kegiatan sosialisasi) akan kasus penipuan atau penjualan orang berkedok pernikahan.

Dengan meningkatnya hubungan kerjasama RI – RRT, permasalahan kekonsuleran yang ditangani oleh KBRI Beijing juga semakin meningkat, terutama kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berdasarkan data pada tahun 2012, kasus terkait TPPO belum ada (jumlah 0), tahun 2013 terdapat 1 kasus, tahun 2014 terdapat 1 kasus, tahun 2015 terdapat 88 kasus. Untuk tahun 2016, sebelum pertengahan tahun pada bulan Juli 2016 telah mencapai tidak kurang dari 70 kasus yang ditangani oleh KBRI Beijing.

Sebagian besar kasus terkait trend baru yaitu kasus yang melibatkan perjodohan antara WNI dengan WN RRT di mana anak-anak berusia di bawah umur yang menjadi korban perjodohan yang tidak bertanggung jawab.

Berbagai faktor yang memicu peningkatan kasus penjualan perempuan dan anak-anak dengan kedok perjodohan, antara lain tingginya keuntungan yang didapat oleh para agen. Menurut pengakuan salah seorang pelapor, agen di Pontianak bahkan mencari perempuan untuk dijodohkan ini dengan metode door to door, serta meminta para perempuan mengajak teman-temannya untuk diberangkatkan ke RRT.  Namun tidak semua mengetahui bahwa mereka diberangkatkan untuk dinikahkan. Beberapa pelapor yang berusia relatif muda mengaku dijanjikan pekerjaan di RRT, bukan untuk dinikahkan.

Sebelum perempuan dibawa ke RRT, biasanya tindak kejahatan terjadi yaitu pemalsuan data. Umumnya perempuan berusia belasan tahun direkayasa identitasnya sehingga dipaspor menjadi berusia 21 tahun sesuai dengan usia minimal perempuan untuk menikah di RRT, sementara usia di atas 30 tahun atau bahkan 40 tahun dipalsukan sehingga menjadi 30 tahun untuk mengelabui keluarqa dan calon suami. Sebagian mengaku baru mengetahui identitasnya dipalsukan setelah paspor jadi dan diintimidasi untuk tetap berangkat.

Sistem perjodohan ini dapat juga dikategorikan sebagai penjualan orang secara terselubung, dimana calon korban tidak sepenuhnya mengetahui latar belakang dan identitas calon suami. Setelah dibawa ke RRT, korban juga diperas tenaganya dipaksa untuk membantu keluarga di ladang atau bekerja di tempat lainnya. Beberapa kasus tidak dapat diselesaikan karena KBRI Beijing kehilangan kontak, dengan pelapor/korban. Terdapat dugaan kuat bahwa korban dijual ke pihak lain (dialihtangankan) untuk mengurangi resiko kerugian atas uang yang telah dikeluarkan.

Beberapa faktor yang memicu peningkatan kasus-kasus tersebut di antaranya adalah keuntungan yang menggiurkan bagi para agen atau pelaku, kemudahan membuat identitas palsu dan visa ke RRT, belum kuatnya penegakan hukum bagi para pelaku. Sementara di sisi korban, faktor pendorong yang berkontribusi meningkatkan kasus TPPO adalah motivasi ekonomi, kurangnya pendidikan, kurangnya pengetahuan akan situasi kerja dan peraturan tenaga kerja di RRT, serta kurangnya kesadaran dan pemahaman adanya kejahatan perdagangan orang.

Perekonomian RRT yang meningkat pesat juga turut menimbulkan gambaran semu bahwa semua penduduk RRT hidup lebih dari berkecukupan. Sementara sebagian besar yang mencari istri dengan sistem perjodohan ini juga bukan orang seperti yang diharapkan (berpendidikari tinggi dan berstatus ekonomi sangat baik).

Dilain pihak, tidak sebandingnya jumlah antara laki-laki dan perempuan di RRT terutama di daerah pedesaan yang terpencil, mendorong laki-laki harus mencari perempuan dari negara lain. Daerah terpencil dengan perekonomian kurang berkembang mendorong banyaknya perempuan pergi ke kota-kota yang lebih besar untuk bekerja, sehingga daerah tersebut semakin kekurangan perempuan. Dalam kasus yang diterima KBRI (korban melarikan diri ke KBRI Beijing), umumnya ini terjadi di daerah pedesaan di Provinsi Anhui, Provinsi Hebei, dan Provinsi Fujian.

Di Indonesia, daerah Singkawang yang memiliki mayoritas etnis Tionghoa, perempuan etnis Tionghoa dari Singkawang menjadi lebih rentan masuk perangkap perjodohan melalui agen tersebut. Kemampuan bahasa (mayoritas adalah orang Hakka) menjadi nilai tambah untuk dijodohkan dengan laki-laki RRT, dan motivasi ekonomi serta tingkat pendidikan yang rendah mendorong perempuan Singkawang menjadi pihak yang vulnerable dan sasaran empuk dalam tindak pidana perdagangan orang. Berdasarkan data Biro Kependudukan Catatan Sipil Kalimantan Barat terdapat 113.290 perempuan di Singkawang hingga Juni 2016 dari total 2.586.576 penduduk perempuan di Kalimantan Barat. Data tersebut tidak dapat mengidentifikasi jumlah penduduk etnis Tionghoa Singkawang. Namun, dalam pengamatan KBRI, rata-rata perempuan etnis Tionghoa yang terjebak dalam perjodohan ini juga adalah beragama Budha.

Kemajuan teknologi dan kemudahan transportasi juga turut mendukung peningkatan kejahatan perdagangan orang yang menjadi tanpa batas dan dapat menjangkau ke daerah daerah terpencil khususnya di Indonesia, sementara implementasi penegakan hukum masih tertinggal jauh.

Modus TPPO melalui praktik perjodohan

1. Wilayah perekrutan di Indonesia:
Singkawang, Pontianak (untuk agen langsung). Daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya,  juga mulai dibidik tetapi tidak sebanyak Singkawang dan biasanya terdapat peran internet (perkenalan melalui Internet).

2. Identifikasi Korban:
Perempuan usia belasan tahun hingga 40 tahun , etnis keturunan Tionghoa, bukan pekerja.

3. Persyaratan yang diminta:
Perempuan, penampilan menarik, muda, biasanya adalah etnis keturunan Tionghoa.

4. Yang dijanjikan:
Jalan-jalan sebentar (2 bulan), bekerja, menikah

5. Setelah tiba di RRT:
Menikah dan dipekerjakan dengan keluarga pihak suami apakah untuk mengurus rumah tangga saja atau termasuk juga bekerja di ladang, toko (bila keluarga memiliki toko). Ia harus bekerja mengingat tidak akan diberi makan bila tidak bekerja, sebagian mengaku tidak hanya mengurus rumah tangga dan ladang tetapi bekerja di rumah makan milik tetangga agar dapat memiliki uang ( karena suami tidak memberi uang)

6. Modus:
Menawarkan perempuan keturunan etnis Tionghoa yang perekonomiannya kurang mampu, usia anak-anak (belasan tahun) dijanjikan pekerjaan atau sekedar diajak jalan-jalan ke RRT selama 1-2 bulan untuk “lihat-lihat”, untuk perempuan yang memang berminat menikah (atau pernah menikah) ditawarkan calon suami laki-laki muda dari RRT. Fotonya kemudian dikirim ke calon suami, bila setuju korban langsung dibawa ke RRT (korban tidak harus selalu melihat foto calon suami terlebih dahulu). Korban atau keluarganya biasanya diberikan uang 15 – 20 juta atau “diberi pinjaman” 20 juta secara angsuran yang bisa digantikan setelah ada pekerjaan di RRT.

Korban masuk RRT dengan visa turis dan sebagian ada juga yang masuk dengan visa yang disponsori oleh WN RRT sehingga mendapat visa untuk 3 bulan. Di RRT semua telah disiapkan sehingga bisa langsung dinikahkan begitu tiba. Namun tidak sedikit pula yang tidak langsung dinikahkan (untuk perempuan yang masih di bawah 20 tahun) baru akan dinikahkan secara resmi setelah hamil 3 bulan. Selama belum hamil 3 bulan belum dinikahkan tetapi dipekerjakan juga secara paksa selain diperlakukan sebagai istri dan menantu. Agen di RRT mendapatkan uang sejumlah 160.000 – 200.000 RMB untuk mendatangkan seorang perempuan untuk dinikahkan dan memberikan bagian 40.000 – 50.000 RMB kepada agen di Indonesia. Selain mengajak perempuan secara langsung, agen juga meminta perempuan mengajak teman-temannya atau keluarganya yang lain. Agen biasanya berada di lobi hotel melati dan berpindah- pindah tempat.

7. ldentifikasi pelaku:
WN RRT sebagai agen di RRT, WNI sebagai agen di Pontianak biasanya memiliki saudara atau teman ‘yang “bertugas” di Jakarta untuk mengurus ·dokumen dan membantu memberangkatkan (rute Pontianak – Jakarta – RRT masuk dari Guangzhou, atau rute Pontianak – Jakarta – Kuala Lumpur – Guangzhou)

8. Perekrut atau Sponsor:
“Teman” atau “kenalan” korban juga sering kali dijadikan sponsor untuk merekrut korban lainnya sebelum korban tersebut menyadari dirinya tertipu.

9. Penyebab/ Faktor pendorong:
Faktor ekonomi dan masalah hutang, kebutuhan untuk menikah dan membantu keluarga (untuk perempuan usia belasan tahun), anggapan bahwa semua WN RRT kaya, hidup mewah dan enak.

Perbandingan laki dan perempuan yang tidak seimbang di RRT (khususnya daerah yang cukup terpencil) juga menjadi pendorong laki – laki di desa mencari perempuan dari Luar Negeri dengan bantuan agen mengingat perempuan di pedesaan terpencil di RRT pergi mencari penghidupan yang lebih baik di kota-kota sekitarnya.

(Bersambung ke bagian II…..)

sumber : tulisan dari KBRI Beijing

Tinggalkan komentar

Filed under Kriminal, Polisi, polri, Uncategorized

Racunologi

FCPeristiwa diracunnya Wayan Myrna sehingga menimbulkan kematian di Cafe Olivier seakan tidak ada hentinya diperbincangkan, setidaknya ada beberapa hal yang tersisa dari peristiwa ini, bagaimana mengaitkan racun itu sendiri dan waktu kematian ?

Sebenarnya di khazanah ilmu pengetahuan sudah banyak teori dan rumus yang menghubungkan jenis racun dan waktu kematian, ilmu ini disebut toksikologi forensik, mengapa sangat penting ?  karena dengan mengetahui waktu kematian, berarti diketahui juga saat korban  diberi racun atau dalam istilah kedokterannya disebut “intake”.

Ilmu pengetahuan telah bisa menjelaskan bagaimana hubungan jenis racun, seberapa banyak dosis diberikan kepada korban dan berapa lama korban akan tewas setelah racun itu masuk kedalam tubuh. Penyidik Polri pernah berhasil mengungkap waktu kematian dan jenis racun dalam sidang pengadilan atas kematian Munir. Demikian sekilas Kronologi kematian Munir.

Pada tanggal 6 September 2004, pukul 21.55 WIB malam, di lobi Bandara Soekarno Hatta, Munir Said Thalib akan berpisah dengan istrinya, Suciwati, selama satu tahun. Munir akan melanjutkan studi S2 hukum di Universitas Utrecht, Belanda.

Pada saat ingin memasuki pintu pesawat kelas bisnis, Munir bertemu Pollycarpus (anggota pilot senior Garuda Indonesia yang saat itu sedang tidak bertugas). Munir bertanya kepada Polly, “Tempat duduk ini di mana?” Polly menjawab, “Wah, Bapak ini di ekonomi, cuma tempat duduknya di mana saya tidak hafal.”

Ketika melangkah di dalam pesawat, Polly berkata kepada Munir, “Saya duduk di bisnis, kalau Bapak mau di sini, ya Bapak tanya dulu sama pimpinan kabin (purser), kalau diizinkan ya silakan, bila tidak, ya mohon maaf.”

Munir dan Polly pun bertukar tempat duduk. Munir duduk di kursi 3 K kelas bisnis, sedangkan Polly duduk di kursi 40 G kelas ekonomi.

Di depan toilet kelas bisnis, Polly bertemu purser Brahmanie Hastawaty. Polly bertanya kepada Brahmanie, “Mbak, nomor 40 G di mana? Saya bertukar tempat dengan teman saya.” Brahmanie kemudian menganjurkan Polly untuk duduk di kursi 11 B kelas premium karena banyak kursi yang kosong di sana. Brahmanie penasaran untuk mengetahui teman Polly bertukar tempat duduk; dia pun memeriksanya dan mendapati Munir; keduanya kemudian saling bersalaman.

Sebelum pesawat terbang, Yetti Susmiarti dibantu Oedi Irianto (pramugari dan pramugara senior), membagikan welcome drink kepada penumpang. Munir memilih jus jeruk.

Pukul 22.02 WIB, pesawat lepas landas. 15 menit setelah lepas landas, pramugari membagikan makanan dan minuman kepada penumpang. Munir memilih mie goreng dan kembali jus jeruk sebagai minumannya.

Setelah terbang selama 1 jam 38 menit, pesawat transit di bandara Changi, Singapura. Penumpang diberikan kesempatan berjalan-jalan di bandara Changi selama 45 menit. Munir singgah ke Coffee Bean bersama Polly, seluruh kru pesawat menuju ke hotel dengan menggunakan bus.

Setelah selesai, Munir kembali ke pesawat. Di pintu masuk pesawat, Munir bertemu dr. Tarmizi. Keduanya pun saling bercerita; Tarmizi memberikan kartu nama kepada Munir. Keduanya pun berpisah, Tarmizi duduk di kelas bisnis, sedangkan Munir kembali ke tempat duduknya di kursi 40 G kelas ekonomi. Polly tidak lagi melanjutkan perjalanan karena memang memiliki tugas di Singapura.

Pesawat lepas landas pukul 01.53 waktu Singapura. Kali ini awak pesawat semuanya berbeda dari sebelumnya.

Pada tanggal 7 September 2004 pukul 01.53 waktu Singapura, Pesawat Garuda Indonesia GA-974 yang membawa Munir take off dari Singapura menuju Belanda, namun 3 jam setelah terbang awak kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang bahwa seorang penumpang bernama Munir yang duduk di kursi nomor 40 G menderita sakit. Munir bolak balik ke toilet. Pilot meminta awak kabin untuk terus memonitor kondisi Munir. Munir pun dipindahkan duduk di sebelah seorang penumpang yang kebetulan berprofesi dokter yaitu Dr. Tarmizi yang berusaha menolongnya.

Penerbangan menuju Amsterdam menempuh waktu 12 jam. Namun dua jam sebelum mendarat 7 September 2004, pukul 08.10 waktu Amsterdam di bandara Schipol Amsterdam, saat diperiksa, Munir telah meninggal dunia.

Dalam penyidikan peristiwa kematian Munir, melalui otopsi dapat diketahui bahwa racun yang dikonsumsi oleh Munir adalah jenis Arsenik, pada saat dimulainya penyidikan akan timbul pertanyaannya, kapan racun itu “intake” ke dalam tubuh Munir ?

Melalui toksikologi forensik, bisa diperoleh suatu perhitungan matematis sehingga bisa didapat  saat racun tersebut diberikan secara diam – diam (intake), caranya dengan menghitung mundur waktu kematian ditambah perhitungan seberapa banyak racun yang dikonsumsi. Dengan mendapatkan waktu intake, dapat terlihat bersama siapa korban bersama pada saat krusial tersebut. Khusus pada kematian Munir, didapat perhitungan 9 (sembilan) jam waktu intake  racun Arsenik  kedalam tubuhnya, dan dapat dibuktikan dalam sidang Pengadilan bahwa pada saat itu Munir sedang bersama Policarpus di cafe Coffee Bean Changi Airport, sehingga dapat dibuktikan Polly lah yang menaruh racun ke dalam minuman Munir, walaupun tidak ada saksi mata yang melihat langsung.

Saya berkeyakinan penyidik Polri juga telah menggunakan cara – cara Toksikologi Forensik dalam penyidikan kematian Myrna, melalui perhitungan khusus, bisa didapat kapan racun itu intake ke dalam tubuh Myrna, dengan catatan,  racun yang digunakan pada kasus Myrna adalah jenis Sianida yang mempunyai daya membunuh korban sangat cepat, coba bandingkan racun Arsenik yang dikonsumsi Munir yang membutuhkan 9 jam untuk membawanya kematian, dengan racun sianida yang dikonsumsi Myrna yang memakan kurang lebih 1 jam.

Akankah penyidik Polri dan Kejaksaan dapat membuktikan siapa terdakwa pelaku yang melakukan intake racun Sianida ke dalam tubuh Myrna ? Saya selalu berharap akan istilah “Fiat Justitia Ruat caelum” keadilan harus dapat ditegakkan sekalipun langit runtuh…

Tinggalkan komentar

Filed under Kriminal, police, Polisi, polri, Uncategorized

The end of successfull 16th Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) – at Hotel Borobudur Jakarta

View on Path

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Konflik Abadi, Sejarah Satu Tanah Dua Bangsa (Israel dan Palestina)

Seakan tidak pernah ada akhirnya konflik antara Israel dan Palestina, Serangan Israel ke Gaza menimbulkan suatu kesatuan sikap masyarakat untuk membela Palestina, namun sebelum lebih jauh melakukan pembelaan, sudahkah anda mengetahui sejarah tanah yang diperebutkan itu ?

2000 SM  Nabi Abraham (Ibrahim) awalnya tinggal di daerah Ur Kasdim (Daerah selatan Irak), kemudian ia Hijrah menuju tanah kanaan (Israel sekarang) bersama sepupunya Lot (Luth), pada awalnya tanah Kanaan diduduki oleh 7 Suku Asli (Jebus, Amori, Hiite, Perizi, Kanaites, Girgas, Hivites) dan akhirnya tanah itu dikuasai oleh Abraham dan keturunannya. Dari Abraham mempunyai 2 anak, Ismail (Bapak bangsa Arab/Muslim) dan Ishak yang mempunyai anak Yakub (Bapak orang Israel).

Perjalanan Abraham dari Ur Kasdim ke Israel (Bibblestudy.org)

Perjalanan Abraham dari Ur Kasdim ke Israel (Bibblestudy.org)

1925 SM – 1495 SM (430 tahun) bangsa Yahudi tinggal di Mesir awalnya dipimpin oleh Yakub dan kedua belas anaknya. Kemudian bangsa Yahudi diperbudak oleh Mesir.

1575 SM-1455 SM, Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir pada tahun 1495 SM, Yosua menggantikan Musa merebut kembali tanah Israel yang telah 430 tahun ditinggalkan. Sepeninggal Yosua belum terbentuk kerajaan Israel, hanya berupa hakim – hakim yang diangkat menjadi pemimpin.

1020 SM – 1000 SM,  Raja Saul (Saul memerintah selama 20 tahun)

1000 SM – 961 SM, Raja Daud yang berjasa mengalahkan bangsa Filistin (Palestina) dengan membunuh Goliath panglima tentara Palestina.

961 SM – 924 SM,  Raja Salomo (Sulaiman) Pada zamannya Raja Salomo membangun Bait Allah di kota Yerusalem.

586 SM -539 SM (Dibuang ke Babel),  Raja Nebukadnezar II dari Babel (Babilonia) menaklukkan Israel (Yehuda) pada tahun 586 SM. Menurut Alkitab Ibrani, dia menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah Salomo pada tahun 587 SM dan membuang orang-orang Yahudi ke Babilonia. Hal ini diyakini bahwa raja Yahudi, Yoyakim , beralih kesetiaan antara orang Mesir dan Babilonia dan invasi itu adalah hukuman karena bersekutu dengan saingan Babel, Mesir. Yoyakim akhirnya dibebaskan oleh Babel, keluarga kerajaan Yehuda (yang garis keturunan Daud ) menjadi kepala pengasingan di Babel (the Exilarch) dipimpin oleh Daniel (604 SM – 536 SM)

538– 334 SM  (Dibawah Persia) Raja Cyrus Agung dari Persia menaklukkan Babel (Babilonia),  Cyrus mengeluarkan perintah untuk membebaskan tahanan, sekitar 50.000 orang Yahudi (Yehuda) yang dipimpin oleh Zerubabel  kembali ke Yehuda dan membangun kembali Bait Allah (pada tahun 515 SM selesai).  Kelompok kedua  sebanyak 5.000 orang  dipimpin oleh Ezra dan Nehemia  kembali ke Yehuda pada tahun 456 SM, meskipun non-Yahudi menulis surat kepada Cyrus untuk mencoba mencegah mereka kembali. Pada tahun 445 SM  Nehemia dipercaya menjadi gubernur Yerusalem dan membangun tembok Yerusalem dan bersamaan dengan zamannya Ezra (ahli kitab yg kemudian melayani di Bait Allah).

333 – 160 SM (Dibawah Macedonia)  Alexander Agung penguasa Macedonia mengalahkan Persia dan menaklukkan wilayah itu. Setelah kematian Alexander, para jenderalnya berjuang atas wilayah yang telah ditaklukkan. Yehuda adalah daerah yang diperebutkan Kekaisaran Seleukus dan Ptolemeus Mesir, akhirnya menjadi bagian dari Kekaisaran Seleukus pada tahun 198 SM. Pada abad ke-2 SM, Antiokhus IV Epifanes (penguasa Kekaisaran Seleukus) mencoba untuk memberantas Yahudi karena ia mendukung agama Helenistik . Ini memicu pemberontakan Makabe yang terjadi antara Yahudi Ortodok dan penganut Helinisme, terjadi pada tahun 174-135 SM . Pemberontakan ini dipimpin oleh Yudas Makabe (kemenangan dirayakan dalam festival Yahudi Hanukkah).

160 – 37 SM Setelah menang dalam pemberontakan Makabe, kaum Yehuda membuat pemerintahan sendiri, sebelum kembali dijajah bangsa Romawi.

44 SM  Herodes Agung adalah raja orang Israel yang memerintah  dibawah kekuasaan Romawi, Ia kemudian merenovasi  bait Allah pada tahun 22 SM.

Masehi (tahun nol) : Yesus Kristus lahir di Betlehem dan Disalibkan oleh Romawi pada umur 33 tahun (33M)

70 M : Bait Allah di Yerusalem diruntuhkan oleh jenderal Titus, anak raja Vespasianus kerajaan Romawi.

312 M : Konstantinus Agung (I) menjadi raja dan 324-327 M menjadi raja tunggal yang menyatukan Roma Timur dan Barat, dan tahun 327 M ia memindahkan ibukota pemerintahannnya di Konstantinopel (setelah direbut oleh Turki tahun 1453 M, diganti nama Istanbul). Di zamannya hari minggu menjadi hari libur yaitu hari ibadah umat Kristen, mengadakan konsili gereja (Konsili Nicea), membangun banyak gereja dan memberikan kebebasan bagi umat Kristen serta menyalin kitab suci dalam bahasa Yunani.

368 – 383 M Flavius Theodosius menetapkan Kristen menjadi agama Negara Roma/Byzantium (368-383 M)

527 – 565 M Raja Byzantium Yustinus Agung membangun gereja Hagia Spohia di Konstantinopel (Istanbul) dan St John Basilika di Efesus (gereja rasul Yohanes) dll.

614 – 613 M  Persia merebut Israel dan sekitarnya dari kerajaan Byzantium.

629 M  Raja Byzantium Heraklios merebut Israel dan sekitarnya kembali dari tangan Persia.

622-630 M  Islam mulai berkembang di Arab Saudi dan Muhammad (nabi) meninggal 632 M, penggantinya adalah kalib (khalifah) Abu Bakar (632 – 634 M), kemudian diganti oleh kalib Umar 634 M.

634 M  Israel diancam akan diserang oleh Umar, sehingga gubernur (Patriach) Yerusalem Sophronios/Byzantium menyerah tanpa perang, dan Israel dibawah kekuasaan Umar (Islam). Kemudian Umar mendirikan masjid Al Aqsa di atas reruntuhan Bait Allah (634 M).

644 M : Umar mati dibunuh oleh pengikutnya pada saat dia sedang Shalat dan digantikan oleh Ustman (644-659 M) dan terbunuh di Medinah oleh beberapa orang pengikutnya.

656-661 M, Ali menggantikan Usman menjadi kalib ke 4 (khalifah ke 4) dan ia dibunuh  oleh pengikutnya (Abdur Rahman bin Muljam). Digantikan oleh Hasan hanya memerintah sebagai khalifah selama 6 bulan

661-749 M, Dinasti Umayyah berdiri setelah Hasan menyerahkan kepada Muawiyah.

749 – 1200 M Dinasti Abbasiyah

1071 M, Israel direbut oleh Seljuk Turki (Kurdi/Islam Sunni) dari tangan Abbasiyah dinasti, dan banyak gereja dihancurkan dan perampokan serta penganiyaan, termasuk pembunuhan terhadap para peziarah Kristen serta menyerang kerajaan Byzantium dan Spanyol Utara. Sebagai akibatnya terjadilah peperangan untuk merebut kembali tanah suci dari tangan Seljuk Turki (Kurdi) dan tempat lainnya serta membangun kembali gereja-gereja yang dihancurkan, perang ini disebut perang salib (Kristen Eropah/Katolik).

1096 M : Perang salib pertama dan tahun 1099 M, Yerusalem berhasil direbut oleh pasukan dari Eropa (pasukan salib) dan mendirikan 4 kerajaan Kristen Latin yaitu: Antiokhia yang direbut tahun 1097 M dan 1099 M diresmikan sebagai kerajaan Latin.

1098 M  Kerajaan Edessa (berhasil direbut dari Armenia-Kristen). Tahun 1099 M – kerajaan Yerusalem

1109 M  Kerajaan Tripoli. Namun tahun 1144 kerajaan Edessa diserang dan berhasil direbut oleh Seljuk Turki (sultan Zengi – Kurdi), maka timbulllah perang salib ke 2 untuk merebut kerajaan Edessa, namun gagal dan tahun 1087 Yerusalem jatuh ditangan sultan Saladin, sehingga timbullah perang salib ke 3 yang hanya berhasil merebut Akro, Tiberias dll, kegagalan merebut Yerusalem, karena sultan Saladin mengajukan perdamaian dengan raja Inggris Richard (Loin Heart, pemimpin pasukan salib) dan Yerusalem terbuka bagi para peziarah Kristen tanpa gangguan serta menjamin tidak ada penghancuran gereja-gereja dan penganiyaan. Perang salib ini terjadi sebanyak 9 kali perang dan memakan waktu 195 tahun (1091 M – 1291 M). Di tengah perang salib muncul bergantian dinasti2 dari Islam (Ayyubiyah-Mamluks-Ottoman maupun Mongol/Genghis-khan sampai terakhir Timur Leng yang memusnahkan kekristenan di Timur Tengah).

1171 -1250 M Dinasti Ayyubiah

1250 -1517 M Dinasti Mamluks, Mamluk berarti para budak, yang dibeli dan ditawan oleh sultan dari menang perang untuk dijadikan prajurit dalam peperangan: Turki, Kurdi, Afrika, Eropah.

1300 – 1924 M Dinasti Ottoman Turki  M. Abd al Malik membangun masjid Dome of the Rock di atas bukit Moria di tempat Abraham mempersembahkan Ishak juga di atas reruntuhan Bait Allh, yang kemudian disalut emas oleh raja Husein dari Yordania (abad ke 20):

1453 M kerajaan Byzantium raja Konstantin XI diserang dan direbut oleh sultan Mehmed II (Ottoman dinasti) dengan memakai meriam buatan insinyur Jerman yang dapat melontarkan batu seberat 600 kg sejauh 1,5 km didapat dari pembelian menang lelang, maka hancurlah kerajaan Byzantium dan kota Kostantinopel berubah nama Istanbul, serta gereja Hagia Spohia yang termasyur menjadi masjid.

1917 M  Israel direbut oleh pasukan gabungan Perancis dan Inggris serta Australia dari tangan dinasti Ottoman (Turki), Jenderal Allen masuk Yerusalem dengan berjalan kaki.

1948 M  Israel merdeka pada tanggal 14 Mei, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel”.

1967 M Perang 6 hari antara Israel dengan 6 negara Arab (Mesir, Yordania, Syria, Lebanon, Irak dan Saudi Arabia) dan dimenangkan oleh Israel sehingga kota Yerusalem menjadi milik Israel yang direbut oleh jenderal Ariel Sharon yang koma sampai sekarang. Perang 6 hari yang dimenangkan oleh Israel sehingga Sinai direbut dari Mesir dan dikembalikan sebagai imbalan perdamaian Israel dan Mesir, dan dataran tinggi Golan diambil dari Suriah dan akan dikembalikan jika Suriah mau berdamai dan mengakui negara Israel. Tepi Barat dan jalur Gaza serta Yerusalem direbut dari Yordania, dan sekarang sedang negosiasi dengan Palestina sebagai imbalan perdamaian (Yordania berdamai dengan Israel saat ini).

1981 M Israel membombardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir.

1992 M  Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel. Setahun kemudian, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme.

1994 M Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

2006 M  Serangan Hezbollah ke Israel Utara beserta penculikan dua tentara Israel memicu terjadinya Perang Lebanon Kedua. Peperangan ini diakhiri dengan gencatan senjata yang disponsori oleh Dewan Keamanan PBB dengan mengeluarkan Resolusi PBB 1701.

2008 M  Gencatan senjata antara Hamas dengan Israel berakhir setelah adanya serangan roket yang diluncurkan oleh Hamas. Israel merespon serangan tersebut dengan serangan udara. Pada tanggal 3 Januari 2009, pasukan Israel memasuki kota Gaza dan memulai serangan darat. Pada tanggal 17 Januari 2009, Israel mengumumkan gencatan senjata secara sepihak dengan syarat dihentikannya serangan roket dan mortir. Hal ini kemudian diikuti oleh Hamas yang juga mengumumkan gencatan senjata dengan syarat ditariknya pasukan Israel dari Gaza serta dibukanya kembali perbatasan.

Sampai kapan negara Israel ini akan tetap eksis ? 

Melihat sejarah yang tersebut di atas, bangsa Yahudi sebenarnya tidak memiliki pemerintahan negara Israel lagi sejak zaman pembuangan di Babylonia 586 SM, dan kembali menjadi bangsa yang merdeka pada tahun 1948. Semenjak pembuangan ke Babylonia bangsa Yahudi menjadi bangsa Diaspora ke seluruh penjuru Bumi selama 2534 (dua ribu lima ratus tiga puluh empat) tahun lamanya. Ya memang, tanah Kanaan adalah tempat kediaman yang sama yang selalu diperebutkan oleh bangsa Palestina dan Yahudi selama ribuan tahun.  Bagaimana janji Tuhan kepada bangsa Yahudi ini ?

Tuhan berfirman kepada Nabi Abraham:

“Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka” (Kejadian 17:8)

Tuhan berfirman kepada Nabi Musa:

“TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14)

Jadi kalau Tuhan Allah sendiri sudah turun tangan dengan berjanji melalui firmannya untuk membela bangsa Israel, siapakah di dunia ini yang bisa mencegahnya ?

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

My activities

Running post final test ….. reliefing – at Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan

View on Path

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

My Classmate

We’re graduates from Police Academy class of 92 – at méradelima

View on Path

1 Komentar

Filed under Uncategorized

My late Father and Mom

My late father and mom when they were holding their firstborn son whose is me…. #missthem

 

View on Path

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized