Merit System Vs Time Based

Setelah hampir 2 tahun bertugas di Malaysia dan kebetulan berkantor di Mabes Polis Diraja Malaysia  (PDRM), banyak aturan – aturan kepolisian Malaysia yang menarik apabila dibandingkan dengan aturan yang berlaku pada POLRI.  Salah satunya adalah  mengenai promosi kepangkatan dan jabatan.  Dibawah ini antara lain perbedaannya:

Perwira PDRM Sumber: polisjohor.gov.my
Perwira PDRM
Sumber: polisjohor.gov.my

Di POLRI pengumuman kenaikan pangkat dan promosi jabatan adalah dua hal yang berbeda. Di PDRM hal ini berlaku satu kali, jadi seorang yang mengalami promosi jabatan sekaligus Ia juga mendapat pangkat yang baru, kecuali pindah jabatan dengan pangkat yang sama.

Di  POLRI apabila seorang perwira mendapat jabatan baru yang membawa konsekuensi Ia akan naik pangkat, tidak langsung naik pangkat, Ia harus menunggu masa kenaikan pangkat yang terdekat, yaitu pada tanggal 1 Januari atau 1 Juli setiap tahunnya.  Di PDRM setiap promosi jabatan sekaligus naik pangkat, Perwira yang dipromosikan dengan jabatan baru langsung berhak menyandang pangkat baru,  hanya pangkat  itu mendapat sebutan “acting” , dan baru “confirm” dengan pangkat baru setelah minimal 6 bulan.

Ada hal lain yang menarik adalah masa untuk kenaikan pangkat, di PDRM tidak ada waktu yang pasti kapan seeorang bisa menyadang sebuah pangkat, bisa dikatakan sebagai “Merit system”, yang menurut wikipedia disebutkan:

“The merit system is the process of promoting and hiring government employees based on their ability to perform a job, rather than on their political connections”

(Merit system adalah proses dari promosi pegawai pemerintah berdasarkan kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaannya bukan dari koneksi politik).

Untuk menjalankan system ini, bagi khususnya perwira PDRM mereka harus melakukan interview untuk mendapatkan kenaikan pangkat, pada Interview ini akan dilihat bagaimana kemampuan profesionalisme perwira ini dalam tugas yang diembannya, berdasarkan input dari sekelilingnya: dari komandan, rekan kerja dan bahkan bawahan. Yang wajib melakukan interview untuk kenaikan pangkat adalah dari pangkat Inspektur sampai pangkat DSP (Deputy Superintendent of Police) atau pangkat Mayor. Setelah itu dari pangkat DSP ke Superintendent (AKBP) dan seterusnya tidak diperlukan lagi interview. Prosesnya setelah seseorang perwira PDRM lulus dalam interview, barulah bagian SDM PDRM mencarikan jabatan yang setingkat lebih tinggi. Dalam surat pengumuman tertulis perwira PDRM tersebut mendapat jabatan baru sekaligus pangkat baru.

Anggota POLRI  Sumber:  polrespariaman.wordpress.com
Anggota POLRI
Sumber: polrespariaman.wordpress.com

Berbeda dengan di POLRI tidak sepenuhnya mengadopsi “Merit System” tapi cenderung lebih ke sistem “Time Based”, artinya ada waktu tertentu (4 sd 5 tahun pada satu pangkat) bagi setiap anggota POLRI dalam menyandang pangkat tertentu. Memang ada syarat tambahan untuk bisa mendapat pangkat, yaitu dengan kewajiban menjalani pendidikan tertentu dan tidak bermasalah dalam dinas, hal ini dapat berpengaruh cepat atau lambatnya seorang anggota Polri dalam naik pangkat. Pada system ini, seorang perwira POLRI yang akan naik pangkat, harus sudah mendapat jabatan baru yang pangkatnya setingkat lebih tinggi, walaupun tidak otomatis naik pangkat.

Yang terakhir pasti akan ditanyakan lebih baik mana “Merit System” atau “Time Based” ? Pasti masing masing mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing, antara lain:

Bagi sistem “Time Based” terlihat bahwa satu angkatan rekrutmen akan rata – rata menyandang pangkat yang sama, terutama terlihat pada lulusan Akademi Kepolisian, dengan catatan tidak bermasalah, mereka paling tidak pangkat terakhir akan sampai di Komisaris Besar (Kolonel). Sedangkan pada “Merit System” kelulusan satu angkatan tidak merata dalam kepangkatan, sebagai contoh seorang perwira tinggi PDRM yang berpangkat Deputy Commissioner (bintang 3) satu angkatannya masih ada yang tertinggal jauh bahkan masih inspektur.

Bagi sistem “Time Based” sepertinya banyak yang “Safety Player” artinya banyak perwira yang tidak mau menonjolkan diri dan kemampuannya, dengan pertimbangan toh akan naik pangkat sama – sama, asalkan tidak bermasalah dalam kedinasan. Berbeda dengan “Merit System” seorang yang naik pasti karena ia mempunyai “Kelebihan” dalam menjalankan tugasnya dibandingkan perwira yang lain. Mereka memang dipacu untuk selalu berinovasi dan kreatif agar terlihat mempunyai kelebihan dibanding rekan lainya. Namun saya juga melihat ada kekurangan sistem ini, kenaikan pangkat berarti “Satu tersenyum, namun banyak kecewa”, karena sulitnya seseorang untuk mendapatkan kenaikan pangkat, sehingga kadang terjadi jegal-menjegal yang justru terjadi pada kawan satu angkatan.

Kesimpulannya, menurut saya kedua sistem ini tidak ada yang baik dan buruk, karena sudah diterapkan dalam POLRI atau di PDRM sejak lama, dan menurut saya semua sistem ini ada kekurangan dan kelebihannya sendiri – sendiri, akhir kata, jayalah selalu POLRI dan PDRM ….

Interpol General Assembly

Organisasi kepolisian The International Criminal Police Organization atau lebih dikenal dengan sebutan “Interpol” adalah organisasi antar pemerintah yang memfasilitasi kerjasama polisi internasional. Pada awal didirikan tahun 1923 mempunyai nama The International Criminal Police Commission (ICPC) dan penyebutan nama “Interpol” diadopsi dari alamat telegraf organisasi ini (ICPC) sebagai nama umum pada tahun 1956.

Interpol adalah organisasi terbesar kedua di dunia setelah PBB,  dengan mempunyai anggota 190 negara (PBB dengan 192 negara),  dan berkantor pusat di Lyon , Perancis.   Sekretariat Jenderal Interpol mempekerjakan staf sebanyak 703 orang yang mewakili 98 negara anggota.  Saat ini Sekretaris Jenderal Interpol adalah seorang mantan Jaksa berkebangsaan Amerika Serikat bernama Mr. Ronald K Noble,  sedangkan Presiden Interpol saat ini adalah Mrs. Mireille Balestrazzi yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Direktur Kepolisian Perancis.

Sekjen Interpol Robert K Nobel
Sekjen Interpol Robert K Noble

Program utama tahunan Interpol adalah melaksanakan Konferensi Tahunan (General Assembly), Interpol GA adalah forum tertinggi setiap membuat satu keputusan penting dalam organisasi Interpol.   Tahun 2013 ini Interpol GA diselenggarakan di Cartagena Colombia pada tanggal 21 sampai 24 Oktober 2013.  Interpol GA selalu diselenggarakan per Region, jadi Colombia sebagai wakil dari region Amerika, tahun depan 2014 akan diselenggarakan di Region Eropa dengan Monaco sebagai tuan rumah, tahun 2015 akan diselenggarakan di Rwanda mewakili region Afrika, dan suatu kehormatan Indonesia pada tahun 2016 akan menyelenggarakan Interpol GA mewakili region Asia.

Presiden Interpol Mrs. Mireille Ballestrazzi
Presiden Interpol Mrs. Mireille Ballestrazzi

Peserta dari Interpol GA adalah setiap perwakilan dari kepolisian Nasional masing masing negara yang menjadi anggota Interpol. Karena sifatnya forum tertinggi yang hadir mewakili kepolisian negara adalah kepala Polisinya atau setidaknya pejabat tinggi kepolisian yang ditunjuk.  Setiap negara mempunyai 1 hak suara dalam konferensi apabila dilakukan voting dalam suatu usulan. Interpol GA juga mengundang pengamat (Observer) dari organisasi kepolisian regional (seperti Aseanapol dan Europol) dan organisasi Law Enforcement  Internasional lainnya yang tidak mempunyai hak suara.

Dalam Interpol GA kali ini saya berkesempatan hadir  tidak dalam kapasitas sebagai Polri namun sebagai Observer mewakili ASEANAPOL Secretariat Kuala Lumpur.  Letak Cartagena yang di benua Amerika perjalanan cukup melelahkan dengan route KL-Paris-Bogota-Cartagena ditempuh dengan total waktu plus transit 32 jam, namun setelah sampai Cartagena capek ini terbayarkan dengan pemandangan yang indah dari kota yang terletak di Caribbean Sea ini

Negara Colombia yang selama ini terkenal dengan banyak Penculikan dan Drug Cartel  mencoba merubah image dengan persiapan yang sangat meriah, mewah dan all out, ditambah keramahan Senorita Colombiana super cantik dan sexy yang menjadi Liaison kita. Pengaturan acara di Venue, penginapan, jamuan makan dan tempat lainnya sempurna nyaris tanpa cacat dan selalu dikawal oleh anggota polisi Colombia kemanapun pergi.

Interpol GA yang berlangsung selama 3 hari ini menghasilkan beberapa keputusan penting yang disetujui hampir semua negara anggota Interpol. Beberapa hal yang yang menjadi catatan saya antara lain:
1. Kesepakatan untuk penggalangan dana selain dari kontribusi negara anggota Interpol yang berasal dari sektor swasta, yang di otorisasi oleh lembaga internal Interpol. Hal ini untuk mencegah pemberian dana dari sektor ilegal.
2. Kerjasama Interpol dalam berbagai event olahraga besar dunia seperti: Kejuaraan Dunia Hockey es di Belarusia dan Olimpiade Rio Brasil pada tahun 2016.
3. Roadmap untuk kelangsungan masa depan Interpol termasuk didalamnya pengakuan terhadap INTERPOL Travel Document (ITD).

Sungguh pengalaman yang sangat berharga bisa mengikuti event yang besar dan prestisius ini, saatnya pulang dan pastinya menderita jetlag beberapa hari setelah sampai di rumah karena perbedaan waktu yang ekstrim ….

Mengunjungi EUROPOL

Setelah bertugas di ASEANAPOL Secretariat di Kuala Lumpur saya mendapat sebuah kesempatan yang sangat baik bisa berkunjung ke Kantor Pusat EUROPOL di Den Haag Holland, kunjungan ini dilakukan sepulang mengikuti Interpol General Assembly di Cartagena Colombia.  Sebagai sebuah organisasi regional yang serupa seperti ASEANAPOL, Europol bisa dikatakan sebagai benchmark atau tolak ukur dari setiap organisasi kepolisian regional.

europolMungkin banyak yang bertanya – tanya kenapa diperlukan organisasi kepolisian regional, padahal kita ketahui sudah ada organisasi Kepolisian internasional yaitu Interpol.  Hal ini seiring berkembangnya kejahatan transnational tugas Interpol semakin berat dalam menganalisa kejahatan di berbagai negara khususnya di kawasan regional yang mempunyai ciri kejahatan lokalnya masing – masing. Europol merupakan sebuah contoh ketika negara – negara anggota Uni-Eropa pasca terbentuknya perjanjian Schangen  membuat perjanjian visa bersama dan mata uang bersama, yang dengan kata lain menjadikan negara – negara Uni-Eropa menjadi seolah tanpa batas. Kebijakan ini juga membuat gangguan keamanan yang baru yang unik sehingga diperlukan kerjasama kepolisian yang  lebih dekat diantara negara – negara uni eropa, sehingga berdirilah Europol.

Organisasi kepolisian regional yang serupa ternyata juga ada beberapa, seperti organisasi kepolisian di Amerika Serikat yang bernama AMERIPOL (The American Police Community  atau Comunidad de Policías de América) yang mempunyai keanggotaan 21 negara di benua Amerika baik Utara, Tengah maupun Selatan termasuk Amerika Serikat. Kemudian organisasi  kepolisian Afrika Timur: Eastern African Police Chiefs Organisation (EAPCCO) yang terdiri dari 13 negara di Afrika Timur. Dan sekilas mengenai ASEANAPOL  (Asean National Police) yang merupakan sebuah organisasi kepolisian ASEAN yang terbentuk pada tahun 1981, terdiri dari 10 negara anggota ASEAN dan semenjak 2010 mempunyai sekretariat tetap di Kuala Lumpur.

Europol Headquarters, The Hague, Netherlands
Europol Headquarters, The Hague, Netherlands

Beberapa fakta tentang Europol yang saya dapat dalam kunjungan:
1. Europol adalah lembaga penegak hukum Uni Eropa yang bertujuan mencapai Eropa lebih aman untuk kepentingan semua warga negara Uni Eropa, terdiri dari 27 negara anggota.  Markas besarnya di Den Haag Holland, mempunyai hampir 800 staff termasuk  145 Europol Liaison Officer ( ELOS ) yaitu petugas perwakilan dari negara anggota Europol yang ditempatkan di Kantor pusat Europol dan juga negara-negara mitra non-Uni Eropa lainnya seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat dan Norwegia.  ELOS menjamin kerjasama yang cepat dan efektif berdasarkan kontak pribadi dan rasa saling percaya terhadap negara asalnya.
2. Petugas Europol tidak memiliki kewenangan penangkapan atau penyidikan, namun bertugas mengumpulkan data kejahatan, menganalisa, men-share informasi dan mengkoordinasikan operasi. Negara anggota Europol menggunakan informasi yang diberikan Europol untuk mencegah, mendeteksi dan menyelidiki pelanggaran, dan kemudian melakukan penyidikan dan mengadili mereka yang melakukan kejahatan. Para ahli dan analis dari Europol mengambil bagian dalam Tim Investigasi bersama yang membantu kasus kriminal di negara-negara Uni Eropa. Europol merupakan pusat operasi high security, berurusan dengan lebih dari 9.000 kasus per tahun, dengan ciri analisis berkualitas tinggi yang menjamin keberhasilan operasional.

Berdasarkan apa yang kami dapat dalam kunjungan ke Europol, harapan yang terpikirkan adalah bagaimana ASEANAPOL bisa mendekati kapasitas Europol, untuk sementara ASEANAPOL masih berfungsi sebagai pusat pengumpul data melalui database ASEANAPOL Database System (e-Ads) namun data itu akan lebih bermakna apabila dioperasionalisasikan melalui Liaison Officer yang ditempatkan pada ASEANAPOL.

Untuk mewujudkan ASEANAPOL yang sekuat Europol dibutuhkan komitmen kuat di antara negara anggota ASEANAPOL dalam hal  dana dan tenaga untuk bisa mewujudkan keamanan ASEAN menjelang ASEAN Community 2015,  dimana kawasan ASEAN menjadi open border persis seperti Uni Eropa sekarang.

Kenapa Polisi Sasaran Penembakan ?

219129_polisi-ditembak-inspektur-dua-dwiyatna_663_382Kita melihat trend penembakan anggota Polisi mulai marak di Indonesia, sudah belasan polisi Bhayangkara menjadi korban penembakan, kalau dilihat dari modusnya dapat dilihat peristiwa penembakan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris. Inilah sebagian data yang bisa didapat (Khusus yang dicurigai dilakukan oleh kelompok teroris):

1) Maret 2010, Penembakan di Polsek Prembun, Kebumen, Briptu Yona Anton (29) tewas tertembak dini hari sekitar pukul 01.00. dini hari, tidak ada saksi yang melihat.
2) April 2010, Penembakan di Pos Pol Kentengrejo, Purwodadi, Purworejo, jawa Tengah. yang menewaskan Briptu Iwan Eko Nugroho (26) dan Bripka Wagino (60) yang diperkirakan juga ditembak pada dini hari, tidak ada saksi yang melihat.
3) September 2010, Tiga polisi tewas dalam penyerangan terhadap Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang terjadi pada pukul 01.00 WIB menewaskan Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo dan Aiptu B Sinulingga.
3) Agustus 2012, Penembakan di pos polisi di Singosaren Plasa, Serengan, Solo, oleh orang tak dikenal. Seorang anggota polisi yang tengah berjaga, Bripka Dwidata Subekti (53) tewas akibat penyerangan tersebut. penyerangan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ketika kios di pertokoan tersebut hendak tutup. Ketika itu, sebuah sepeda motor dengan dua pengendara berhenti di selatan Singosaren Plasa.
4) Oktober 2012, dua personel polisi Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman ditemukan tewas dengan leher tergorok di Gunung Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.
5) Desember 2012, 4 anggota Polisi dari kesatuan Brimob tewas dalam penyergapan di Poso yaitu Briptu Ruslan, Briptu Winarto, dan Briptu Wayan Putu Ariawan dan Briptu Eko Wijaya.
6) Juli 2013, pada pukul 04.30 WIB. anggota Polantas Gambir Aipda Patah Satiyono di Jalan Cirendeu Raya, Jakarta Selatan, tewas ditembak ketika hendak berangkat dinas dari rumahnya di Bojong Gede, Depok.
7) Agustus 2013, anggota Kepolisian Sektor Pondok Aren Bripka Maulana dan Aipda Kus Hendratma menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di Jalan Graha Raya Pondok Aren.
8) September 2013, Bripka Sukardi tewas ditembak orang tak dikenal tepat di depan Gedung KPK, Selasa sekitar pukul 22.20 WIB. Ketika ditembak, Sukardi tengah mengawal truk pengangkut peralatan konstruksi.

Osama Bin Laden dan Penggantinya Ayman Al Zawahiri
Osama Bin Laden dan suksesornya Ayman Al Zawahiri

Berbagai aksi teror yang terjadi beberapa waktu belakangan ini harus dilihat melalui trend global terorisme, yaitu pasca pergantian kepemimpinan Al Qaeda dari Osama Bin Laden yang tewas oleh pasukan khusus AS Navy Seals ke pimpinan baru Al Qaeda yaitu Ayman Al Zawahiri.  Dibawah kepemimpinannya terjadi perubahan yang signifikan terhadap metode perjuangan Al Qaeda, yaitu Perubahan Sasaran.  Tadinya Osama bin Laden hanya menekankan penyerangan terhadap Amerika Serikat, kepentingannya serta sekutu-sekutunya.

Sekarang pada masa kepemimpinan  Ayman Al Zawahiri  ia menyerukan untuk simpatisan dan anggota Al Qaeda agar membuat sel – sel kecil untuk menyerang aparat pemerintah atau Ighiyalat.  Penyerangan ini dilakukan terhadap negara – negara yang tidak menerapkan Hukum Syariah (Hukum Islam).   Sel – sel perjuangan Al Qaeda sekarang  tidak lagi bersifat komando vertikal dari atas ke bawah namun sel – sel itu kini bergerak secara otonom. Mereka menentukan target sendiri, dan mencari pendanaan sendiri  (Fa’i). Beberapa perampokan Bank dan toko emas di Indonesia belakangan ini disinyalir merupakan upaya sel ini untuk membiayai perjuangannya.

Di indonesia ada kelompok yang menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santosa dan Mujahidin Indonesia Barat pimpinan Umar. Pada saat ini mereka telah terkooptasi secara regional, global dan nasional untuk melakukan teror terhadap pemerintah yang belum menerapkan hukum Syariah.

Kasus penembakan terhadap Polisi tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara lain seperti Pakistan, Afganishtan, Suriah , Mesir dan Thailand. Ini merupakan reaksi dari fatwa yang dikeluarkan oleh Ayman Al Zawahiri. Tujuannya penembakan polisi ini adalah membuat kepanikan dalam masyarakat, sehingga masyarakat tidak percaya lagi terhadap perlindungan keamanan yang diberikan oleh Polisi.

Khusus di Indonesia Kenapa polisi menjadi sasaran ? Karena polisi adalah garda terdepan dalam menumpas terorisme. Sudah lebih 900 orang tersangka teroris yang ditangkap dan dibawa ke proses pengadilan. Diantara yang telah mendapat vonis ada yang masih bergabung dengan kelompok tersebut ada yang sudah sadar. Contoh yang telah sadar adalah Ustad Abdul Ayub (salah satu mantan pendiri Jamaah Islamiyah)  sekarang bersama BNPT melakukan Deradikalisasi terhadap para mantan teroris agar kembali ke ajaran yang benar.

Di dalam buku Tazqiroh karangan Abu Bakar Baasyir bukan hanya polisi yang menjadi sasaran, tetapi lawyer, jaksa, hakim.  Itulah sebabnya sidang perkara terorisme dengan jaksa Silalahi di poso dan lainnya dilaksanakan di Jakarta dengan alasan keamanan, karena Jaksa dan Hakim diteror setiap mau melaksakanan sidang.

Beberapa hal yang menjadi kesimpulan dari peristiwa penembakan Polisi:
1) Teror yang terjadi kepada polisi ini adalah teror terhadap Negara, bukan hanya kepada polisi saja, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab bersama dalam penanggulangannya.
2) Detasemen Khusus 88 dibentuk karena ada terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dibentuk karena ada peristiwa terorisme. Densus 88 menangkap pelaku terorisme untuk mencegah agar tidak terjadi korban masyarakat atas aksi terorisme. Pemikiran ini sering dibalik dan dipelintir sebagian kelompok yang menginginkan dibubarkannya Densus 88 seolah olah tugas Densus memusuhi agama tertentu. Padahal hanya merasa kepentingannya terancam.
3) Penangkapan yang dilakukan polisi terhadap pelaku terorisme tidak mungkin dilakukan secara senyap karena harus ada tahapan melalui SOP yang harus dilalui, sehingga dalam melakukan tahapan tahapan tersebut tidak mungkin dihindari terlihat oleh masyarakat.
4) Anggota Polri yang meninggal akibat serangan teroris adalah Pahlawan.

*Pointers dari penjelasan Direktur Penindakan BNPT*

Gangster Malaysia

Bagi orang Indonesia membaca judulnya pasti ketawa, bagaimana di Malaysia negara yang terlihat katronya dengan style Melayu mempunyai gangster ?  No, ini masalah serius disini .. saya sendiri sebagai anggota Polri yang ditempatkan di Malaysia melihat masalah ini sangat serius dan berbahaya, bahkan dikatakan hampir sama dengan perang gang di Mexico.

Genk China di Malaysia
Genk China di Malaysia

Hampir setiap hari bisa terjadi penembakan di jalan dengan cara yang amat profesional, mereka mengambil titik lemah seseorang, pada saat membawa mobil berhenti di lampu merah, pada saat yang sama datang memepet sepeda motor berbonceng dua, dan … dor …dor .. meninggalkan korban tewas di di dalam mobil,  ada juga korban yang diincar pada saat makan di restoran pada saat orang ramai,  pembunuh datang ke dalam dan menembak kepala korban hingga tewas didepan orang banyak.

Yang menarik dari peristiwa ini adalah kebanyakan korban tewas dalam penembakan berasal dari ras pendatang (India, China), satu satunya melayu yang menjadi korban adalah ketika seorang Direktur Bea Cukai Malaysia ditembak mati di mobilnya pada saat mau ke kantor.

genk 08 India
genk 08 India

What a bloody hell … yang terjadi di Malaysia.  Saya sudah mengkalkulasi semenjak Bulan Februari hingga akhir Agustus 2013 telah ada kurang lebih 40 street shooting yang mengakibatkan kematian korban, dan (sayangnya) belum ada kasus yang benar – benar terungkap siapa pelaku dan aktornya.
Masyarakat Malaysia mulai merasa tidak aman karena sehari hari disuguhkah berita peristiwa penembakan, dengan mayat bergelimpangan.  Polisi dalam memberikan statement setelah kejadian penembakan selalu hanya mengatakan kejadian tersebut adalah perang antar genk, dengan mengindetifikasikan  si korban berasal dari anggota genk mana, yang sebenarnya dengan mudah diidentifikasi dengan melihat tatoo pada tubuhnya. Tentu saja jawaban itu tidak membuat masyarakat menjadi puas sehingga masyarakat mendambakan berlakunya kembali UU preventif yang telah dicabut seperti ISA (Internal Security Act) dan EO (Emergency Ordonantie) yang memperbolehkan Polisi melakukan penahanan preventif tanpa pengadilan selama 2 tahun.

Yang jelas Polisi malaysia harus berbuat sesuatu untuk mengatasinya, dan dikeluarkanlah suatu perintah operasi kepolisian yang diberi nama operasi “Changkat” operasi untuk memberantas ganster di Malaysia. Apakah ini menjadi ajang balas dendam Polisi yang jelas pada awal operasi di Penang Malaysia, Polisi telah menembak mati 5 orang anggota gank “08” di Penang,  yang mayoritas anggotanya orang India.

Kepolisian Malaysia kemudian mengadakan jumpa Pers dengan membeberkan data tentang seluruh nama genk di malaysia berikut daftar anggotanya, demikian datanya:

1) Identifikasi Genk:
Polisi mengidentifikasi ada 49 genk di seluruh Malaysia, dengan anggota keseluruhan sejumlah 40.313 orang, dengan perincian anggota gank etnis India 28.926 orang atau 71 % dari kesuluruhan anggota genk, etnis China sebanyak 8.214 orang atau 21 % dan sisanya 1.923 orang atau 5 % berasal dari keturunan Melayu, dan sisanya 1.250 orang atau 3 % dari etnis lainnya (Coba bandingkan komposisi penduduk di malaysia dengan 60 % Melayu/pribumi, 33 % China dan 7 % India)

2) Inilah nama nama genk berdasarkan etnis:
Etnis Melayu: Double 7, Tiga Line, Geng 30
Etnis China: Genk 24, Geng 18, Genk 36, Genk 21, Ang Soon Thong, Wah Kee, Sio Sam Ong, PNEH, Hong Hong San, Hai San, Sin Ang Bin, New Cell 20, Jit It Hai, Sio Koon Tong, Gee Lam Kor, Gee Ah Eng, Loh Kuan, Tiang Yee Tong, Geng Leng Hor
Etnis India: Genk 04, Genk 08, Genk 21, Genk 24, Genk 18, Genk 35, Genk 36, Genk 303, Geng Satu Hati

Korban Perang Genk
Korban Perang Genk

3) Inilah cerita dari beberapa Genk Besar di Malaysia:
– Genk 04 adalah genk yang paling besar dan paling sadis, anggotanya berasal dari etnis India, dengan anggota sebanyak 5.440 orang. Kegiatan kriminal yang dilakukan adalah Penjualan Narkoba, pemerasan, Pencurian kendaraan bermotor dan aktivitas kriminal menggunakan senjata api atau benda-benda berbahaya lainnya. Gank 04 sebelumnya dikenal sebagai Gank China dengan nama Hua Kee pada 1980-an. Setelah itu diambil alih oleh anggotanya yang beretnis India. Mereka aktif di Kuala Lumpur, Johor, Penang dan Kedah. Diyakini bahwa Gang 04 tidak memiliki kepemimpinan terpusat dan beroperasi secara otonomi di setiap daerah. Baru-baru ini, lima orang anggota genk 04 yang ditembak mati dalam sebuah serangan polisi di Penang.
– Genk 08 jumlah anggota: 4.423, Genk ini didirikan pada tahun 70-an. Para anggota genk kebanyakan berada di Kuala Lumpur, Selangor, Penang, Perak, Johor, Negeri Sembilan dan Malaka. Kegiatan mereka termasuk penjualan narkoba, mengumpulkan uang keamanan dan perampokan. Tidak ada kepemimpinan pusat untuk geng ini.
– Double 7, jumlah anggota: 1.053 orang, Genk ini dibentuk delapan tahun lalu, mayoritas anggota geng adalah etnis Melayu dengan bisnis keamanan di Restoran dan sektor hiburan. Kelompok ini aktif di Semenanjung Malaysia.
– Sio Sam Ong, Secara harfiah berarti “Tiga Kaisar kecil.” Ini adalah triad China terkemuka di Malaysia, dengan kehadiran yang kuat di negara bagian utara semenanjungMalaysia dan berbasis di Penang, secara luas dianggap sebagai salah satu triad paling kuat di Malaysia. Seperti rekan-rekan di Singapura dan Taiwan, Sio Sam Ong sebagian besar terdiri dari kelompok etnis Hokkien. Kelompok ini diyakini didirikan pada tahun 1940-an. Menurut polisi Malaysia, Sio Ong Sam saat ini salah satu triad paling aktif di Penang dan diyakini secara aktif terlibat dalam politik. Genk itu disinyalir terlibat dalam perdagangan internasional narkoba, penculikan, pembunuhan, pemerasan, pemerasan, dan lintah darat. Banyak anggota Sio Sam Ong masih berada dalam daftar DPO Polisi. Sio Ong Sam adalah salah satu cabang dari Ang Bin Hoay (Kumpulan Masyarakat Ang) triad. Ang Bin Hoay adalah pengucapan Hokkien Hung Meng Hooi, yang asal dapat ditelusuri kembali ke awal dari dinasti Qing.

Beberapa catatan saya:
1) Cukup salut dengan pendataan yang akurat dari kepolisian Malaysia, bisa dibayangkan mereka mempunyai list dari semua anggota genk tersebut. Suatu kerja keras yang patut diapresiasi.
2) Pola yang cukup menarik kita melihat dari data tersebut, yaitu bagaimana Etnis India yang secara demografi di Malaysia merupakan minoritas paling kecil, namun terdata mempunyai anggota genk paling besar dari seluruh genk berdasarkan etnis yaitu 71 %, dari banyak cerita yang saya dapat banyaknya etnis India yang menjadi anggota Genk karena distribusi Ekonomi yang tidak merata, Etnis Melayu yang merupakan Mayoritas mendapat keistimewaan dalam pendidikan gratis dan bantuan ekonomi sesuai dengan konstitusi Malaysia, membuat mereka menjadi frustrasi dan mengandalkan otot untuk dapat hidup. Apakah sama dengan Genk di Indonesia yang juga berasal dari etnis Minoritas seperti etnis Ambon dan Timor ?
3) Kecenderungan lain yang saya amati adalah sepak terjang dari genk ini biasanya berorientasi pada etnisnya saja baik China dan India saja, dengan tidak mengganggu Etnis Melayu. Makanya perang genk yang terjadi belakangan ini hanya perang antar sesama Genk China atau India saja.
4) Kenapa sih tidak pernah terungkapnya peristiwa penembakan ini ? Berdasarkan rumors yang beredar di Masyarakat, mereka berasumsi peristiwa ini ini adalah Outjustice Execution yang mengingatkan saya pada peristiwa Petrus tahun 80 an, benarkah ini .. ? Belum ada yang tau sih hehe…

Persenjataan FPU Indonesia: SS2-V5

persiapan patroli

Formed Police Unit (FPU) Indonesia di Darfur Sudan sudah pada kontingen yang ke 5, sudah banyak yang dilakukan dalam upaya mencapai perdamaian di missi gabungan antara PBB dan Uni Afrika yang disebut United Nations African Union Mission in Darfur (UNAMID), ada yang istimewa dalam kontingen ke 5 ini dengan diperkenalkannya senjata personal yang baru yaitu SS2-V5 buatan Pindad. Sekarang kita mendapat persenjataan produksi anak bangsa yang ternyata tidak kalah dengan buatan impor lainnya, atau setidaknya persenjataan FPU yang terdahulu yaitu STYER.Proses pergantian ini berjalan seiring dengan rotasi pasukan FPU 5 yang membawa senjata baru dan FPU 4 pulang membawa senjata yang lama, hal ini tidak menjadi masalah karena yang membawa pasukan ini satu pesawat carter.

Pindad_SS2

Secara umum gambaran Senjata Serbu (SS) seri SS2-V5 ini adalah:

Water point IDP Abu SoukSS2-V5 dibuat pertama kali 2006 silam yang dikembangkan oleh pabrik senjata kebanggaan Indonesia PT Pindad mulai dari tipe SS2-V1, SS2-V2 dan SS2-V4, yang membedakan SS2-V5 dengan produk sebelumnya adalah panjang larasnya, dan SS2-V5 ini paling pendek diantara tipe lainnya, sebagai gambaran SS2-V5 paling pendek larasnya sedangkan yang paling panjang SS2-V4.
SS2-V5 didisain oleh PT Pindad untuk memenuhi kebutuhan senjata perang kota. Ukurannya lebih pendek, lebih ringan, nyaman dipakai, tahan terhadap kelembaban tinggi dan lebih akurat setelah mengoreksi sustain rate of fire.
SS2-V5 memiliki panjang laras 252mm. Bandingkan dengan SS2 V1 = 460mm, SS2 V2 = 403mm dan SS2 V4- 460mm. Dengan laras yang lebih pendek tersebut, membuat SS2 V5 juga memiliki panjang senapan paling pendek diantara seluruh varian SS2 yang rata rata memiliki panjang 920- 990mm. Sementara SS2 V5 hanya 770mm.
SS2-V5 memiliki popor senjata extended dan bisa dilipat, penambahan picatinny rail yang memudahkan telescope keluar-masuk, telescope lebih akurat dan front handle yang memudahkan pengoperasian senjata.
SS2-V5 memiliki tiga model fire mode: otomatis, single shot dan machine. Pindad mengaku telah mengujinya diberbagai medan sesuai standar TNI baik air sungai, rawa dan laut dan kekuatan karet.
SS2-V5 buatan 2012 mempunyai berat 3,39 kilogram ini sudah digunakan pasukan Korps Pasukan Khusus (Kopassus) serta diekspor ke sejumlah negara Afrika dan sekarang digunakan oleh pasukan perdamaaian kebanggaan Polri FPU-5.

SS2-V5 PindadSekarang kita dengar comment dari Komandan Kontingen FPU 5, AKBP Reza Arief tentang senjata ini:
1. Dengan laras yang tidak terlalu panjang sehingga nyaman dibawa pada saat jalan kaki dan pada saat membawa kendaraan.
2. Akurasi tinggi pada saat penembakan, serupa dan senyaman pada saat menembakkan M16, akan lebih spesial lagi dengan menggunakan peluru 5TJ daripada menggunakan 4TJ buatan Pindah karena grain nya lebih besar.
3. Recoil nya (hentakan kebelakang akibat penembakan) sangat kecil dan halus dibandingkan pendahulunya SS1 varian pendahulunya bahkan lebih mulus dari M16 yang terkenal paling “halus”,  padahal secara teori semakin pendek laras akan semakin besar Recoilnya , terbukti dari beberapa senjata M16 yang dipendekkan  hasil recoilnya semakin besar.
4. Kekurangan yang dirasakan adalah di mekanik Trigger yang masih kurang stabil, kadang ringan tiba – tiba bisa agak keras mungkin ini disebabkan oleh material Spring yang kurang bagus. Walaupun demikian ketidak stabilan Trigger tidak terlalu mempengaruhi keakuratan bila digunakan untuk Combat Shooting maupun Tactical shooting mungkin sangat terasa apabila digunakan pada saat kompetisi.
5. Senjata ini mungkin dirancang menggunakan popor tetap bahkan sudah menggunakan adjustable butt produk magpul, tapi sayangnya masih menggunakan popor lipat yang dikunci untuk mencegah terlipat, permasalahannya penguncinya tidak permananen sehingga masih sering goyang, disarankan untuk dibuat paten sehingga lebih nyaman.
6. Kekurangan lainnya adalah Handcarry handle yang juga merupakan tempat dan pelindung pisir (rear sight) materialnya kurang kuat sehingga ada beberapa senjata yang bengkok karena jatuh tidak disengaja.
7. Kelebihan dari senjata ini adalah sudah mengadopsi rail System, Ato Piccatinny sehingga tidak perlu modifikasi tambahan jika hendak memasang accessories lainnya seperti Alat optik, Senter, Laser Pointer maupun Rail Cover, semuanya kompatibel dengan yang ada di pasaran produk apa saja asalkan mempunyai Rail System.

moon shop

Tugas FPU 5 akan berakhir hingga bulan Oktober 2013, kita doakan bersama agar dalam bertugas di UNAMID Darfur Sudan tidak menemui kendala yang berarti, dan pasukan sebanyak 140 orang ini bisa kembali dengan selamat.