Tuhan tidak akan meninggalkanmu

Tolong Tuhan
Tolong Tuhan

Pernahkan anda merasa bahwa persoalan yang anda hadapi seperti tidak ada jalan keluarnya ? anda merasa tidak ada seorang manusiapun yang bisa menolongmu mengatasi persoalan ini.. dalam keseharian banyak cara pelarian yang dilakukan oleh manusia, yang pertama bersifat positif yaitu menyerah kepada Tuhan dan menyerahkan seluruh persoalan kedalam tangannya, yang kedua adalah mengikuti cara dunia untuk lari dari masalah menggunakan zat – zat yang “bisa sedikit” menghilangkan stress seperti obat penenang, alkohol dan narkoba… Semua manusia bebas memilih jalan mana yang akan dipilihnya…

Namun saya memberanikan diri bersaksi, bahwa jalan pertama adalah yang terbaik… Tuhan kadangkala mengizinkan sesuatu hal terjadi dalam diri kita, maksud Tuhan baik… ia ingin agar kita bisa hanya berharap kepadanya dalam keadaan yang susah ini .. ingatlah suatu ayat yang sangat bagus dalam Roma 8 ayat 28 :

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Dikatakan bahwa Allah tuhan kita memakai segala sesuatu cara untuk mendatangkan kebaikan, patut ditekankan kembali disini Tuhan menggunakan berbagai macam cara untuk kita agar kita menjadi baik…. cara itu bisa cara yang baik maupun jelek menurut manusia, tapi sudah pasti semua itu pasti akan membawa kebaikan… sebagai contoh: mungkin kita kurang dekat kepada Tuhan, dengan suatu peristiwa yang menyakitkan seperti saya jelaskan diawal, yang sepertinya tidak ada jalan keluar, hingga ia menyerah kepada Tuhan menyerahkan segala persoalan kepada Tuhan dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan…. tentunya maksud Tuhan adalah memberi kesempatan kepada kita untuk kembali mendekat padaNYA…

Bagi rekan rekan yang sedang mengalami masalah yang berat dimanapun juga, tetap hidup benar dihadapan Tuhan, Jangan Menyerah ! tetap berharap kepada Tuhan, seperti tertulis dalam kitab Mazmur 37:5 :

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-NYA, dan Ia akan bertindak”

dan itu janji Tuhan yang pasti terjadi pada rekan semua, dan ia akan memberi pembelaan yang dasyat bagi anda, seperti tercantum dalam ayat selanjutnya Mazmur 37:6

“Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang dan hakmu seperti siang”

Jangan pernah berhenti berharap, Penderitaan yang kita alami sekarang ini tidak sebanding dari penderitaan Jesus, seorang tidak berdosa yang tidak salah tapi harus di siksa dan di salibkan di Bukit Golgata sebagai seorang pesakitan….

Semua masalah pasti ada jalan keluarnya … Amin

Iklan

Tanya Rudy Giuliani, Bagaimana Cara Menurunkan Kejahatan ?

Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001
Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001

Jika ada manusia di dunia ini yang dianggap berhasil menurunkan crime rate di suatu daerah yang selama ini dianggap “surga” nya kejahatan yaitu New York  pasti semua bilang ….”Oh, itu karena jasa Mr. Giuliani, sekarang New York aman.. tidak seperti dulu …” , hal ini langsung saya dengar dari New Yorker sendiri, yaitu adik ipar saya yang telah tinggal 20 tahunan di NY dan menikah dengan seorang Italian-American.

Saya jadi penasaran dan mulai buka internet saya, bagaimana sih sepak terjang Mr. Giuliani yang menjadi legenda dan dikenang sebagai seseorang yang berhasil menurunkan angka kejahatan di New York ?

Mr. Rudi Guiliani adalah seorang Mayor (gubernur negara bagian) New York, selama 2 periode , dari tahun 1994 hingga 2001… sebenarnya kalau tidak ada aturan maksimal 2 kali terpilih, banyak New Yorker masih menginginkan beliau sebagai Mayor.

Ia terlahir pada tanggal 28 May 1944, di Brooklyn NY, ayahnya Harold Angelo Giuliani (1908–1981) dan ibunya Helen C. D’Avanzo (1909–2002) adalah berasal dari golongan buruh berpenghasilan rendah, keduanya adalah imigran dari Italy yang mencoba peruntungan hidup di Amerika Serikat. Ayahnya, Harold banyak berurusan dengan polisi karena seperti kebanyakan imigran Italia mereka banyak berhubungan dengan mafia (organized crime) yang mengelola perjudian dan peminjaman uang. Walaupun berasal dari keluarga yang banyak berurusan dengan aparat hukum, Rudi justru menyelesaikan kuliahnya dari New York University School of Law di Manhattan, dengan predikat Cum Laude dan mendapat gelar Juris Doctor . Ia memulai kariernya pada United States Department of Justice (Departemen Hukum Amerika Serikat) sebagai Jaksa, dan karier cemerlangnya dimulai ketika ia diangkat menjadi Jaksa Distrik kantor wilayah Selatan New York, ia dihadapkan pada kasus-kasus “high profile” seperti kasus menghebohkan yang terjadi di bursa efek Wall Steet yang melibatkan terdakwa Ivan Boesky dan Michael Milken dan ia juga banyak menangani penuntutan kasus-kasus Peredaran Narkoba, Kejahatan Terorganisir, dan banyak Kasus Korupsi, Ia juga ditunjuk sebagai ketua “Komisi Peradilan Mafia” yang telah sukses memenjarakan 11 tokoh – tokoh utama “organized crime”, termasuk yang paling terkenal adalah John Gotty dari “five families” bos Mafia dari New York.

Pada tahun 1993 ia mengikuti pilkada gubernur New York, dengan perahunya partai Republik (Ia memang seorang Republikan sejati) melawan calon Partai Demokrat George Marlin, dalam kampanyenya Rudi Giuliani menjanjikan apabila menang ia akan fokus pada Kepolisian kota NewYork untuk menghilangkan “street crime” dan gangguan keamanan untuk meningkatkan kualitas hidup warga New York… Tema kampanye yang sederhana itu ternyata menarik minat New Yorker yang bosan dengan keadaan kotanya yang sangat rawan dan berbahaya untuk ditinggali ….dan dampaknya Rudi Giuliani menang sebagai Mayor New York, dan kembali menang tidak terbendung pada pemilihan kedua pada tahun 1997.

Penegakan Hukum Ala Giuliani

Pada masa pertamanya sebagai Mayor, Giuliani bahu membahu dengan kepala kepolisian kota NewYork Bill Bratton utuk mengadopsi strategi pencegahan kejahatan yang agresif berdasarkan pendekatan “Broken Window” yang ditemukan oleh profesor political scientist Mr. James Q. Wilson. Caranya adalah membasmi segala “kejahatan kecil” yang selama ini dianggap remeh oleh polisi seperti: grafitti (mencoret tembok), pemeras jalanan (tukang kompas), pecandu narkoba, dan segala bentuk-bentuk premanisme…. dalam teorinya, taknik ini dipergunakan untuk “Menyampaikan Pesan” bahwa pemerintah dan kepolisian “serius” untuk mulai menertibkan kota. Ada satu prinsip dari teori ini yaitu “untuk menertibkan kejahatan besar harus dimulai dari menertibkan kejahatan kecil/street crime”, dengan tidak memberikan toleransi sama sekali pada kejahatan kecil, otomatis kejahatan besar tidak akan berkembang…. dan teori ini terbukti

Giuliani dan Bratton juga mengenalkan “pendekatan komparatif statistik Kejahatan” (istilah mereka CompStat) yang memetakan kejadian kriminal berdasarkan lokasi geografisnya, sehingga dapat dilihat secara jelas Pola kejahatan di suatu daerah, juga dapat diketahui daerah yang mempunyai klasifikasi “rawan” maupun “tidak rawan”, Nah hebatnya data ini digunakan sebagi indikator keberhasilan anggota Polisi dalam bertugas, ia dikatakan berhasil apabila wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dari klasifikasi “rawan” menjadi “tidak rawan” dan dianggap tidak berhasil apabila data tersebut kebalikannya dari “tidak rawan” menjadi “rawan”. Walaupun CompStat pada awalnya banyak dikritik karena akhirnya banyak polisi yang memanipulasi data kejahatan diwilayahnya karena takut dikatakan “tidak bekerja” namun berkat pengawasan internal kepolisian yang ketat tidak ada lagi manipulasi data, bahkan ComStat mendapat penghargaan oleh Kennedy School of Government sebagai inovasi terbaik pemerintahan tahun 1996.

National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).
National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).

Pada masa pemerintahan Giuliani angka kejahatan di New York turun secara signifikan, bahkan Sosiologis dari University Of California Frank Zimring dalam bukunya “The Great American Crime Decline” mengatakan apa yang dilakukan oleh Giuliani sebagai “Kebijakan yang paling fokus dalam sejarah penegakan hukum” ia mengatakan pula kejahatan di New York turun hingga setengahnya atas kebijakan Giuliani itu, suatu pujian yang setinggi langit …..

Keberhasilan Penurunan Kejahatan ini menyebabkan kepala Polisi New York Bill Bratton “dipinang” oleh Mayor Los Angeles untuk menjadi Kepala Kepolisian LA, karena LA sebagai kota pesaing NY merasa “panas kuping” atas keberhasilan NY menurunkan kejahatan, dibanding dengan LA yang masih tetap tinggi …. wah ternyata dua kota ini bersaing yaa hahaha…

Sungguh suatu kisah yang membuat saya merinding, suatu kesuksesan seorang anak yang lahir dari keluarga Mafia, dan justru menjadi seorang anti-mafia, dan menjadi seorang yang selalu dikenang oleh Masyarakat New York….

Inti dari kisah ini kalau kita mau berusaha dan Serius, pasti Tuhan akan membuka jalan….. Salam Sukses !

Mahasiswa Indonesia di Khartoum

Pada penugasan PBB yang lalu di Sudan saya ditunjuk sebagai ketua “team advanced” yang terdiri dari 3 orang termasuk saya, perjalanan pertama saya pada waktu itu langsung menuju ke Kharthoum ibukota Sudan…. Waktu itu saya masih blank sama sekali tentang Sudan, contact person saya pertama adalah orang dari kedutaan Indonesia serta rekan Police Observer dari Indonesia yang menjemput kami di airport, dan kamipun numpang tinggal di rumah rekan kami Police Observer yang kebetulan dinas di Kharthoum…. Setelah beberapa saat tinggal di Kharthoum dan menunggu barang milik kontingen dan mengecek manifestnya di UN transportation, ternyata tidak banyak yang musti dikerjakan selain sabar dan menunggu…. Kamipun banyak bersosialisasi dengan warganegara Indonesia di Khartoum yang kebetulan sering main juga ke KBRI, disanalah kami mengerti ternyata banyak juga mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Khartoum….. kalau dari data di KBRI mereka jumlahnya ada sekitar 200 orang, jadilah kita akrab dengan mereka dan sering diajak ke mess mereka yang tersebar di Khartoum…


Foto bareng dengan Team Mahasiswa Fosmatim (Forum Mahasiswa Timur) menang 2:1 atas Team Fokus (Forum Keluarga Sumatra)

Sungguh menarik bagi saya, kenapa kok bisa ada cukup lumayan banyak mahasiswa Indonesia belajar di Sudan, negara yang sedang didera konflik berkepanjangan ini…. Ternyata Sudan merupakan alternatif bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mempelajari budaya/bahasa Arab dan agama Islam selain tujuan utama mereka Mesir, kalau di mesir jangan tanya lagi disana ada sekitar 6000 an mahasiswa Indonesia disana dengan Universitas terkenalnya Al Azhar, mantan Presiden kita Abdurahman Wahid adalah juga lulusan Mesir….

Kalau di Sudan sendiri Universitas yang menjadi favorit adalah Universitas Africa, yang memang menampung siswa mancanegara … kebanyakan juga mahasiswa Indonesia berkuliah ditempat ini… dan ada hal yang menyebabkan mereka senang …. Ternyata disini uang sekolah tidak bayar …. Dan lagi tempat tinggal mereka di Mess digratiskan oleh pemerintah Sudan….. ooo pantesan… jadi kebanyakan mahasiswa Indonesia yang berangkat kesini pada awalnya ingin berkuliah di Mesir, namun adanya tawaran sekolah dan tempat tinggal gratis membuat mereka mengalihkan tujuan belajarnya disini….. ya tentu saja syaratnya lulus test masuk Universitas Africa…. Memang kalau yang tidak lulus biasanya daripada pulang kampung, banyak juga yang mengambil alternatif kuliah di Universitas Swasta disekitar Kharthoum yang mutunya juga tidak kalah biayanya pun tidak semahal di Mesir…

Waktu saya tanyakan apa sih kelebihan belajar di Sudan dibandingkan di Mesir, katanya di Sudan adalah tempat terbaik kalau mau mempelajari sastra dan budaya Arab, itu diakui oleh orang arab sendiri… menurut mereka bahasa yang digunakan Universitas di Sudan adalah Bahasa Arab yang masih tinggi …. (baru tau juga bahasa arab ada tingkatannya) … dan ternyata banyak sastrais Arab, pengarang buku berhasa Arab yang terkenal berasal dari orang Sudan… yang sebenarnya mereka adalah “Africa” … hebat kan ? Hal yang menurut mereka lebih baik daripada di Mesir adalah dosen yang lebih “care” .. kalau di Mesir karena mahasiswanya banyak sekali …. Sehingga waktu kelulusan bisa lama sekali dibanding di Khartoum …. Itulah sebabnya banyak juga mahasiswa S1 lulusan Mesir mereka melanjutkan S2 dan S3 nya di Sudan… ya itu karena pertimbangan kepraktisan dan waktu… di Mesir bisa lebih lama 2 tahun daripada di Sudan…

Masalah kehidupan mahasiswa, yah namanya juga mahasiswa serba sulit dan menunggu kiriman dari kampung yang kurang jelas kapan datangnya, jangan kuatir ternyata banyak peluang yang bisa mereka lakukan untuk bertahan hidup, patut diakui juga bahwa mahasiswa Indonesia di Sudan tidak “segemerlap” mahasiswa Indonesia di Mesir yang berasal dari golongan ekonomi mampu…. Peluang itu antara lain:

  • Membuat Tahu dan Tempe, karena disana tidak ada yang membuat maka mahasiswa Indonesia yang menjadi pelopornya, bahan dasarnya kedelai gampang didapat…. Mereka kemudian menjualnya ke warga Indonesia lainnya atau ke orang Malaysia yang banyak bekerja di Petronas di Sudan.
  • Membudidayakan kangkung…. Nah inilah ternyata kangkung juga bahan yang langka di Sudan… namun barang ini sangat dicari seiring dengan banyaknya warganegara China yang bekerja di Sudan (mitra ekonomi terbesar Sudan, karena mereka anti AS), hasil budidaya kangkung di jual di Supermarket dengan harga yang lumayan…
  • Menjadi Juru Adzan di Mesjid, nah ini juga menurut saya unik…. Menurut orang Sudan cara adzan orang Indonesia sangat bagus dengan power dan “cengkok”nya.. dibanding mereka sendiri yang datar saja .. iya sih saya juga mendengarnya demikian… mereka biasa dibayar bulanan, dengan uang lumayan juga…sekitar usd 400, biasanya mereka berdua untuk mentekel 5 kali adzan setiap harinya nonstop…
  • Menjadi Staf lokal di KBRI , nah ini juga peluang yang bisa dimanfaatkan mereka… kebetulan KBRI Indonesia membuka peluang kepada mereka untuk bekerja paruh waktu di KBRI, sebagai gatekeeper atau sebagai staff administrasi, karena pegawai “asli” KBRI dari Deplu hanya 9 orang jadi mereka butuh tambahan tenaga, sumbernya ya dari Mahasiswa Indonesia.

Mengenai kehidupan sosial dan Politik mahasiswa Indonesia tegabung dalam PPI di Sudan, namun mereka lebih banyak “menggolongkan diri” sesuai identitas kebudayaan lokal di Indonesia, seperti perkumpulan Aceh, perkumpulan Sumatra Utara, Sunda, Jawa tengah, Jakarta, hingga Indonesia Timur… nah kegiatan PPI biasanya mengadakan pertandingan Olahraga seperti sepakbola dengan klasemen perkumpulan ini…. Selain perkumpulan sosial ada juga perkumpulan Politik, di Sudan juga ada perwakilan partai PKS cabang Sudan, ada juga perwakilan Nadhatul Ulama di Sudan yang semuanya dimotori oleh mahasiswa.. (karena memang kebanyakan di sudan memang dari mahasiswa, sedikit saja pekerja Indonesia). Pertemuan antar Mahasiswa Indonesia sering juga dilakukan secara rutin …. Minimal sebulan sekali mereka mengadakan pengajian atau sekedar berkumpul …. Tempat berkumpul yang paling sering adalah di KBRI atau di Kantor cabang NU sudan ….

Saya dan Jony Mahasiswa S3 di Kharthoum

Saya jadi teringat selama disana saya dekat dengan mahasiswa asal Jambi namanya Jony, dia sedang menyelesaikan S3nya dalam bidang Hukum Syariat di Universitas Africa, sebelumnya adalah lulusan Mesir … ia banyak memberi informasi buat saya tentang kehidupan dan budaya Arab dan sedikit bahasa Arab …. Jony , Kef Hal ? Mafi Muskila ? Tamam…… Sukron Katsiron ….

Back 2 Bussiness

Setelah berakhir tugas di Darfur .. banyak hal yang sudah berubah dengan progresif … ketika menginjakkan kaki di Indonesia baru menyadari anak – anak sudah besar berbeda dengan setahun yang lalu ketika saya tinggalkan… mereka sudah naik kelas semua… Istriku tercinta juga sudah jadi writer yang cukup terkenal dan menerbitkan 2 bukunya .. wah, life changing a lot ! tinggal saya yang harus menata kembali kehidupan …  Penugasan saya yang setahun ini, meng-eleminir kesempatan saya untuk Sekolah Pimpinan Polri (Sespimpol) selama 2 kali … mudah – mudahan  test berikut untuk angkatan Tahun Depan bisa lulus … Doain yaa .….  demikian juga saya harus menempati pos baru lagi karena selama penugasan tidak bisa menduduki jabatan tertentu…

Bersama keluarga sewaktu cuti ....
Bersama keluarga sewaktu cuti ....

Intinya saya akan back 2 bussines…. memulai baru lagi, start dari awal lagi … dan yang terpenting tetap Ngeblog lagi .. tentunya dengan topik – topik yang lebih menarik, maafkan untuk beberapa minggu ini blog ini saya biarkan kosong, karena pemiliknya lagi menikmati cutinya juga hehehe… ok ?

Kejahatan di sekitar kita (seri II) : Kelompok Hipnotis

Hypnotize
Hypnotize

Selamat jumpa lagi para pembaca blog saya yang tercinta 🙂 Kali ini saya mau bercerita sekali lagi tentang kejahatan yang sering terjadi di sekeliling kita, memang banyak sekali kejahatan dan variannya yang terjadi dalam kehidupan sosial kita sehari – hari, ini merupakan hukum alam… kejahatan selalu mengimbangi peradaban manusia, tidak pernah ada suatu lingkungan sosial yang tidak luput dari kejahatan, walaupun demikian teraturnya lingkungan itu atau beratnya hukuman yang dijatuhkan akan suatu kejahatan….. dan jangan heran kejahatan itu selalu berkembang variasinya sesuai dengan akal budi manusia…. akan selalu “up to date”  modus operandinya, makanya dalam kesempatan ini saya tidak henti – hentinya menghimbau agar kita selalu waspada, selalu curiga bukanlah suatu hal yang buruk… rasa curiga itulah yang mungkin banyak menyelamatkan….

Nah… urusan akal budi, rasionalitas seseorang pada zaman sekarang kadang – kadang saya heran juga, kok zaman sekarang malah orang lebih percaya hal – hal yang tidak masuk logika…. faktor inilah yang menjadi sasaran empuk dari kejahatan (yang kata orang) menggunakan hipnotis atau sebagian orang bilang menggunakan ilmu “gendam”, memang salah satu varian dari kejahatan ini adalah mencari korban yang suka hal – hal berbau “magis”, eitssss bukan hanya itu  kelompok ini juga mempergunakan “ke – pantang kalahan” dari seseorang atau banyak  lagi modus lain, yang jelas kelompok ini sangat ahli dalam memainkan keadaan rentan “psikologis” seseorang, nah lo… bagaimana sih maksudnya ?

Makin penasaran kan ? menjawab pertanyaan awal, benarkah kelompok ini menggunakan “HIPNOTIS” dalam melakukan aksinya ??? Pada awalnya saya penasaran amat akan kriminalitas ini, karena banyak orang yang melapor pada saat saya mejabat perwira SPK di Polda Metro Jaya beberapa tahun yang lalu, contohnya:

Ada seorang ibu yang melapor bahwa dia di “hipnotis” pada saat sendirian di sebuah mall, datang seorang yang tidak dikenal menepuk pundaknya, menawarkan sebuah jam rolex yang katanya terbuat dari emas, kemudian pada saat pembicaraan ia merasa “terhipnotis”, pada saat terhipnotis ia dengan “pasrahnya” ia menyerahkan ATM nya dan dengan sadar ia memberikan nomer “pin” kepada si tersangka, karena ATM hanya bisa mengambil maximal 10 juta, maka dengan gampangnya ia bersama pelaku ke bank menguras seluruh tabungannya yang puluhan juta, dan…… bukan sampai disitu, ia juga membawa pelaku ke rumahnya, mengambil semua uang simpanannya di lemari brangkasnya, dan baru sadar setelah diturunkan dari taxi yang membawanya keliling beserta pelakunya… tau ngga berapa nilai semua uang yang diambil ? 220 juta rupiah….. sungguh nilai yang sangat luar biasa, dan ibu itu hanya bisa menangis dan pingsan…. karena ludes lah semua tabungannya bertahun- tahun ini,  jam Rolex emas yang dijanjikan juga hanya jam palsu seharga 200 ribu rupiah…  :mrgreen:

Ada seorang bapak melapor juga, katanya pada saat berjalan di sebuah mall dia didatangi seseorang, dia mengatakan bahwa ia terkena santet ilmu hitam, dan ia akan memberikan sebuah batu sebagai penangkal penyakitnya, pada saat itu ada juga seseorang lain yang tertarik dan akan membayar lebih mahal kepada orang yang menawarkan batu itu, lalu pada saat itu ia merasa menjadi “terhipnotis”  dengan “tidak mau kalah” , seluruh uang di tabungannya terkuras dan  dengan kemauan sendiri mengambil di bank, jumlah kerugian yang dideritanya sebanyak 90 juta rupiah, bapak itu terkulai lemas menyesali apa yang terjadi di ruangan saya.

Ada seorang lain lagi melapor bahwa ia “terhipnotis” pada saat mengambil uang di ATM, ia mengaku didatangi seorang yang beraksen “Malaysia” dan menawarkan akan mendapat proyek di Malaysia seharga Milyaran rupiah, kemudian seketika ia merasa “terhipnotis”, ia dibawa jalan – jalan dan menyerahkan seluruh uangnya kepada orang itu, jumlah kerudian 150 juta rupiah.

Nah, penasaran kan ? bagaimana kok bisa para korban diatas dengan gampangnya “terhipnotis” sehingga dengan mudahnya menyerahkan seluruh uangnya ? benarkah semua perbuatan itu menggunakan “ilmu hitam” atau “gendam” ? sehingga orang menurut saja dan menyerahkan seluruh uangnya ? Pertanyaan ini juga menggelitik saya, ingin sekali rasanya mengetahui bahkan belajar ilmu ini, enak sekali kalau di praktekkan yaaa, ngga usah susah – susah kerja banting tulang dapat duit banyak :mrgreen:

Sampai pada suatu saat saya bertemu dengan “dedengkot” kelompok ini, pada awalnya seperti biasa kami hanya mengobrol biasa, kemudian seperti biasa.. karena “pertemanan” kami ia mulai menceritakan bagaimana perbuatan “menghipnotis” ini dilakukan, tentu saja pada awalnya saya tanyakan bagaimana cara mempelajari “ilmu hipnotis” ini, saya pikir tadinya  adalah ilmu yang menggunakan cara – cara “supranatural”, namun apa jawabnya : “Pak, ini bukan ilmu hitam, ini hanya permainan kata – kata saja……. dengan sedikit trik sehingga orang mengikuti kemauan kita..” Weleh – weleh padahal tadinya saya pikir saya akan menyiapkan syarat “ngelmu” seperti “kembang tujuh rupa” dan “ayam cemani” :mrgreen: , singkat kata dari obrolan panjang tersebut saya mau menjelaskan “modus operandi” kelompok ini melakukan aksinya :

– Kelompok ini dalam melakanakan aksinya tidak pernah sendiri, paling tidak 5 orang, salah satu sebagai “tokoh” , yang lain seolah olah sebagai “orang lain” dan tidak saling mengenal, ada juga yang bertindak sebagai “pengawas” terhadap jalannya operasi.

– Cara beroperasinya adalah demikian, sang “tokoh” mencari korban biasanya justru di tempat keramaian (biasanya di mall) ia mempunyai “feeling” siapa yang akan menjadi korbannya, katanya sih… kelihatan sekali berbeda orang yang secara psikologis gampang “dipengaruhi” tau tidak, biasanya orang yang suka pikirannya melayang tidak fokus… lalu tiba – tiba sang tokoh “mengagetkan” si korban dan “menawarkan sesuatu” (dalam hal ini variannya banyak sekali: bisa sesuatu barang atau jasa) sehingga si korban tertarik, pada saat yang bersamaan datang kelompok orang ini yang kelihatan berminat dengan “barang” yang ditawarkan, lalu datang orang lain lagi yang berminat membayar dengan harga sangat tinggi atas “barang” yang ditawarkan, dan lalu datang orang lain lagi yang lebih berani menawar lebih tinggi.

– Hal ini membuat si korban menjadi “tertantang” sehingga dengan segala kemampuannya melebihi “tawaran harga” dari orang – orang ini, dan bahkan minta diantar komplotan itu ke tempat ia menyimpan uang ke ATM atau ke Bank, dan ia sendiri yang mengambil uangnya, bahkan sampai persediaan uang dirumahnya……

– Demikian lah sampai semua uang yang ada bisa dikuras, kalau saya sendiri berpikir “Kok bisa ya orang dipengaruhi pemikirannya sampai sedemikian hebatnya..!@#$%^ ??? Saya jadi pernah membaca buku pelajaran psikologi ilmiah tentang hipnotis, memang hal itulah yang dinamakan “State of Unconsiousness” atau keadaan diantara alam “sadar” dan “tidak sadar” , sehingga gampang sekali dipengaruhi,  ya itu memang jawabannya….. pernah lihat kan acara Hipnotis di TV ? bagaimana seseorang bisa diperintah apapun juga dengan omongan saja, kurang lebih begitulah cara komplotan ini melakukan aksinya, dengan sedikit ketrampilan “mempengaruhi” orang …. jadilah suatu kejahatan.

– Tingkat kegagalan melakukan aksi ini juga cukup tinggi, makanya selalu ada seseorang yang bertindak sebagai “supervisor” atau “pengamat” pada saat kelompok ini beroperasi, apabila dirasa gagal ia selalu memberi kode, dan kelompok ini langsung bubar dan menghilang……. namun kalau berhasil, weleh hasilnya ngga tanggung – tanggung.

Tips

– Kalau bisa sih jangan sendirian kalau pergi ke mall atau tempat keramaian, pasti tidak akan menjadi sasaran kelompok ini.

– Selalu konsentrasi, ada tujuan,  jangan seperti “menghayal” ditengah keramaian, nah si pimpinan kelompok ini pintar sekali membaca hal ini.

– Jangan mudah percaya dan selalu curiga apabila ada seseorang yang tidak anda kenal tiba – tiba menawarkan sesuatu kepada anda.

Ok deh, demikianlah sedikit cerita tetang kejahatan di sekitar kita, mudah – mudahan berguna… dan anda tidak menjadi korban berikutnya….. nantikan seri – seri cerita ini selanjutnya……. chao !

Kejahatan disekitar kita (seri I): Kelompok Penipu Telepon atau SMS

kena tipu, ni yeee....
kena tipu, ni yeee....

Dalam seri tulisan saya yang baru ini saya ingin memberikan gambaran kepada para pembaca setia blog ini tentang berbagai kejahatan yang terjadi di sekeliling kita sehari – hari, tentunya semua berdasarkan pengalaman saya berdinas sebagai polisi, terutama ketika sebagai penyelidik dan penyidik dalam kesatuan saya, sungguh banyak cerita yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, namun kesibukan saya sedikit menundanya, namun sedikit demi sedikit saya akan menambahkannya, janji deeh.. 🙂

Cerita tentang kejahatan yang akan saya berikan bukan hanya dari prespektif saya sebagai polisi, bahkan sampai ke “insider” pelaku dan kelompok itu sendiri, mungkin sifat saya yang suka ber”gaul”, memang kadangkala saya masuk “terlalu jauh” dengan kelompok mereka, dan mungkin juga ada pertanyaan “kok kalau sudah tau, kenapa ditangkap saja”… nah inilah, saya kebanyakan bergaul dengan para “dedengkot” kelompok ini, banyak dari mereka yang sudah tobat dan ada juga sih yang masih “main”, tapi saya tetap menjaga “pertemanan” saya ini, kalau tidak begitu, mana bisa saya menulis cerita ini kan ?

Ok deh, cerita menakjubkan ini saya dapat dari sesorang, sebut saja namanya “X” seorang tokoh informal di lingkungannya, pada saat saya berdinas di Cilincing Jakarta Utara (tau kan daerah ini… ??? daerah keras dan panas, mungkin karena dekat laut yaa hehehe), saya banyak bertemu denganya, ngobrol ngalor ngidul  sampai dia cerita pengalamannya sebagai seorang “penipu” dengan modus telepon atau SMS….

Ceritanya begini,

Ternyata kelompok – kelompok “penipu” ini adalah kelompok tersendiri dan sangat berbeda dengan kelompok penjahat lain, terutama yang menggunakan “aksi fisik” seperti pencopet, pencuri, perampok dll… kelompok ini sangat mengharamkan penggunaan kekerasan dalam melakukan aksinya, dan saya juga baru tau modus penipuan menggunakan “telepon” atau “sms” adalah “varian” baru dari berbagai modus penipuan mereka:  dari penipuan berkedok hipnotis, penipuan berdalih sayembara berhadiah, penipuan berkedok undangan dan lain lain… (nanti saya akan ceritakan juga semua modus penipuan ini dalam “kejahatan disekitar kita” seri selanjutnya …), sekarang pertanyaannya, kenapa mereka “bertransformasi” kepada kejahatan dengan modus telepon ? simpel saja alasannya sih…karena pasti lebih aman, tidak sama dengan modus penipuan yang lain, kadangkala kalau si korban sadar tertipu, diteriakin maling…. dan babak belur bonyok juga mereka…..

Nah ini yang gawat, ternyata modus penipuan telepon ini juga banyak variannya, segala macam modus, namun yang jelas mereka mempelajari secara cermat calon korbannya, dan mempelajari secara psikologi dan kejiawaan kondisi korban, biasanya hal – hal yang menjadikan “keadaan Memaksa” dari korban untuk memberikan uangnya melalui  transfer via atm, beberapa modus yang umum dilakukan :

Korban adalah sebagai orang tua yang menerima telepon dari seseorang yang memberikan informasi bahwa anak korban mengalami kecelakaan dan harus dirawat dirumah sakit, korban diminta segera mentranfer sejumlah uang untuk DP rumah sakit. (Tentunya sebagai orang tua akan panik dan segera mengirimkan uang tersebut)

Korban adalah keluarga seorang tersangka yang sedang bermasalah dengan aparat penegak hukum, dan sedang ditahan… seseorang mengaku sebagai pimpinan Kepolisian, atau Jaksa atau Hakim menelpon korban mengatakan akan membebaskan penahanan si tersangka atau “meringankan” hukumannya, diharapkan korban mentransfer sejumlah uang sebagai “uang pelicin”.

Korban adalah seorang pimpinan instansi tingkat menengah (dalam lingkup PNS atau TNI /POLRI) ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai pimpinan korban, atau yang berkaitan dengan bidang “pengawasan” , mengatakan kepada korban untuk mengirimkan sejumlah uang, tentunya dengan harapan dari si korban agar jabatannya langeng, atau perkeliruan yang dibuatnya tidak diangkat. (nah ini biasanya jarang sekali dilaporkan karena tentunya si korban malu mengakui)

Korban ditelepon sesorang bahwa ia mendapatkan hadiah sayembara berhadiah dari suatu perusahaan, dan untuk menebus hadiah tersebut ia diharapkan mengirimkan sejumlah uang sebagai pajak atau biaya pengiriman.

Korban adalah pemilik sebuah rumah atau mobil yang akan dijual, ditelepon seseorang yang berminat akan membeli dengan harga fantastis, namun meminta “fee” atas penjualan rumah atau mobil itu karena sebagai perantara. (Si korban karena tergiur harga yang bagus segera mentranfer uang tersebut)

Beberapa fakta menarik !!!!

– Kelompok ini selalu berpindah – pindah lokasi, dan selalu melakukan tugasnya di suatu rumah kontrakan, dan tidak pernah melakukan aksinya pada saat dirumahnya serta susah sekali ditangkap.

– Korban selalu dipelajari terlebih dahulu latar belakangnya, berdasarkan informasi yang didapat dari informan mereka yang berada di sekitar lingkungan korban atau lingkungan kerja, bisa pula informasi didapat dari koran dan majalah, terutama apabila mengenai kasus di bidang hukum. Jangan heran kalau mereka berlangganan koran dan majalah dari seluruh Indonesia.

– Nomer telepon yang digunakan selalu diganti setelah mereka mendapatkan uang yang didapat, hal ini mudah karena kartu perdana telepon selular sangat mudah didapat.

– Kelompok ini selalu menggunakan buku tabungan menggunakan KTP fiktif, jadi percuma saja melacak keberadaan alamat tersangka berdasarkan permintaan dari bank setelah si korban merasa tertipu.

– Jangan disangka bahwa korban kelompok ini hanya orang yang bodoh dan tidak berpendidikan, justru kebanyakan yang menjadi korban adalah orang orang yang berpendidikan tinggi dan mengerti hukum !!!!!!! pejabat tinggi disuatu instansi, menteri, bupati, jaksa, gubernur, dosen, profesor, istri pejabat, bahkan pejabat tinggi di lingkungan Polisi dan TNI !!!!!!

– Penipuan bermoduskan SMS (yang juga dilakukan oleh kelompok ini) tidak terlalu diseriuskan, karena nomer telepon korban didapat secara acak, dan bagi mereka seperti menjala ikan di air saja, siapa tahu ada ikan bodoh yang masuk ke jala … :mrgreen:

– Maaf seribu maaf bukannya saya berkata tentang SARA, namun sebagian besar dari kelompok ini adalah orang Makasar dan sekitarnya, saya juga tidak mengerti kenapa sebagian besar dari kelompok ini berasal dari etnisitas itu.

– Nah ini yang membelalakkan mata saya, hasil terbesar yang pernah kelompok ini adalah mereka pernah di transfer uang 1 M dari seorang tokoh pemuda Indonesia yang terkenal, sewaktu beliau menghadapi tuduhan korupsi, dan kelompok ini mengaku sebagai jaksa yang menyidangkan perkara tokoh ini, dengan berjanji akan “meringankan” hukumannya…. weleh.. weleh enak juga ya kerja begini, modal cuap cuap hasil besar hahahah :mrgreen:

– Sarana bank sebagai transfer uang hasil tipuan korban paling banyak melalui ATM BCA, wajar saja karena ATM BCA yang terluas pemakaiannya, dan sangat gampang membuatnya walaupun dengan KTP palsu, dan kelompok ini tahu sekali birokrasi untuk membuka atau menahan transfer sangat sulit birokrasinya, jadi ada kesempatan bagi mereka untuk mengambil uangnya sebelum disadari.

Tips agar tidak tertipu  :

– Jangan mudah tergiur oleh rayuan gombal para penipu jahanam ini, selalu curiga kalau ada sesuatu yang “TOO GOOD TO BE TRUE”.

– Selalu konfirmasi dan recheck apabila ada seseorang yang mengaku pimpinan anda, pengambil keputusan penting dan “meminta upeti” atas perkeliruan yang anda lakukan atau keluarga anda… nah looo makanya jangan korupsi atau berbuat kejahatan donk..!!!

– Jangan panik apabila ada sesuatu berita musibah atau kecelakaan, selalu konfirmasi dan recek…

Nah para pembaca blog saya yang tercinta, mudah mudahan setelah anda membaca tulisan saya ini, anda tidak akan pernah menjadi korban dari kelompok penjahat bajingan ini…

Merry Christmas From Darfur….

Biarpun jauh dari keluarga (…salah satu hal yang paling menyedihkan) pada hari Natal ini, tidak mengurangi niat kami (anggota FPU yang beragama Nasrani) untuk merayakan Lahirnya Yesus Kristus ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan seluruh umat di Dunia….. Ia yang disebut “Raja Damai” membawa kedamaian dihati kami… dan mungkin akan membawa kedamaian juga bagi warga Darfur yang sedang tercabik – cabik akibat konflik yang tidak kunjung selesai ini…………

Natal Sederhana di Hall Transit Camp FPU Indonesia....
.... Pohon natal bukan dari cemara tapi pohon perdu, karena tdk ada pohon cemara... 🙂

Acara dilaksanakan dengan sederhana di dalam “Hall” tenda kami.. serta mengundang “tetangga” kami Rwanda Batallion…. dilanjutkan dengan makan malam bersama di “Dining Hall” kami… kamipun saling mengisi acara dengan vokal group masing-masing…

Kolaborasi Vocal Group dari Rwanda Batalion dan FPU
Kolaborasi Vocal Group dari Rwanda Batalion dan FPU

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru” Kepada semua yang merayakannya, teriring permintaan kami agar pembaca blog ini mendoakan keselamatan kami semua selama mengikuti tugas di Darfur ini…..

Kami semua FPU Indonesia dan Rwanda Batalion mengucapkan Selamat Natal 08 dan Tahun Baru 09, God Bless U All
FPU Indonesia dan Rwanda Batalion mengucapkan Selamat Natal 08 dan Tahun Baru 09, God Bless U All

Khusus juga saya ucapkan selamat Natal kepada istri tercinta Amy, anak – anakku Alessandro, Carlo dan Matteo… Aku mencintai kalian semua…