Bersama Polis Negeri Jiran di Mission Area

Selama dalam missi ini, salah satu kesempatan yang berharga adalah bisa berinteraksi dari banyak polisi dari negara lain, kita bisa saling berbagi cerita dan pengalaman tentang sistem kepolisian di negara masing masing…. itu yang serius… kalau yang santainya saling mengundang dalam acara makan bersama,  seperti foto dibawah ini… ketika kami diundang kawan  ROYAL MALAYSIAN POLICE (RMP) yang bertugas di UNAMID  untuk datang ke kediaman mereka untuk jamuan makan khas negaranya,  hal ini sungguh istimewa karena kesamaan kultur, ras dan budaya dan kita bisa berkomunikasi dengan bahasa Melayu… walau kadang ngga nyambung ……. dan sungguh nikmat ketika mereka memasakkan Gulai, Teri Belacan, Roti Canai dan ……. Teh Tarik…!

Foto Bersama RMP UNAMID Advisor di Malaysian House, El Fasher
Foto Bersama RMP UNAMID Advisor di Malaysian House, El Fasher

Rekan RMP ternyata menggambarkan semboyan Program Advetorial Tourist Malaysia : Malaysia, Truly Asia…. karena tercermin dalam komposisi personil yang kita lihat disini, menggambarkan ras terbesar di  Asia:  ada keturunan Chinese,  seperti Komandan kontingennya Pak Oi,  ada keturunan India dan ada yang ras asli Malaysia… ada juga keturunan suku Dayak Iban seperti pak Johny polis yang bertugas di Serawak…

Malaysian RMP contigent commander Mr. Oi deliver a speech
Malaysian RMP contigent commander Mr. Oi deliver a speech

Kontingen RMP yang bertugas di UNAMID sebagai Police Advisor berjumlah 43 orang…. sangat sedikit dibanding Police Advisor dari negara Indonesia (diluar FPU) yang hanya 3 orang yang telah End Of Mission  dan hingga sekarang belum ada pergantian…. menurut saya rekan dari RMP memang lebih bisa menyesuaikan dengan suasana kerja di UN, karena mereka adalah English Speaking Country… jadi mereka selalu siap apabila dibutuhkan penambahan personil dalam setiap missi PBB… berbeda dengan polisi kita yang masih sedikit yang mempunyai kemampuan berhabasa Inggris yang baik….

Satu persatu rekan RMP mendapal Medal dari Commisioner Police FPU
Satu persatu rekan RMP mendapat Medal dari UNAMID Police Commisioner, Mr. Michael Fryer

 Dan dalam foto berikut ini diambil pada saat mereka mengadakan acara “Medal Parade” sebagai penghargaan atas tugas mereka dalam menciptakan perdamaian di Darfur, dan memang tugas mereka mendapat apresiasi yang tinggi dari Police Commisioner UNAMID Mr. Michael Fryer, dikatakan mereka sebagai polisi yang berdedikasi tinggi dan disiplin …… 

Foto Bersama dengan UNAMID Commisioner, RMP Contingent Commander, dan rekan - rekan RMP
Foto Bersama dengan UNAMID Commisioner, RMP Contingent Commander, dan rekan - rekan RMP

Selamat ya pak cik ! Seronok betul acara nya……. bila nak bikin teh tarik lagiiii ???? :mrgreen:

Iklan

BlackBerry ala Sudan (komunikasi Murah Meriah didaerah Missi…)

Waktu saya berkomunikasi melalui FaceBook dengan rekan PeaceKeeper Luigi di Liberia, saya bilang melalui Msg saya balas lewat Hp saya… dia agak Suprise dan bertanya ke saya : “Kok di Sudan ada BlackBerry ? bisa FBan di HP ?” boro – boro lah … mana ada … rekan rekan saya ada beberapa orang yang membawa HP BB nya kesini namun tidak bisa digunakan, dan memang carrier nya berbagai provider di Sudan belum ada yang meng adopsi sistem BB… apalagi Iphone yang baru kali ya ? sewaktu saya iseng – iseng nanya ke counter provider kenapa BB tidak ada, jawabannya : “kami mengembargo seluruh produk Amerika Serikat” ……… waduh segitunya si om…. eh memang benar lho… di Sudan ngga bisa ditemukan rokok Marlboro… lalu didalam hati saya bertanya: “kenapa di sini ada Pepsi dan Coca Cola yaa?” …. hehehe… mungkin karena produksi Coca Cola dan Pepsi sudah diproduksi pabrik lokal…. 🙂

Autis, Asyik sendiri...
..... Asyik sendiri...

Walaupun begitu dengan sinyal GPRS yang hanya ada di Darfur  ( belum 3G lho… apalagi 3,5 G) kami bisa terkoneksi internet via HP, nah dari HP tersebut kita bisa terhubung dengan berbagai penyedia layanan  “instant messaging” yang memang bisa terhubung dari HP seperti : Nimbuzz, ebuddy, YMtiny, dan Yamee, cukup dengan mendownload software dari penyedia layanan tersebut, kita bisa selalu terkoneksi dengan segala sarana chat dari Windows Live Messenger (MSN), Yahoo! chat, AIM, ICQ, Google Talk, MySpace IM dan Facebook chat dengan menggunakan satu interface…. dan memang murah dibanding sms yang kalau dirupiahkan Rp 2000,- sekali kirim dari sini…..

Selain fasilitas chat dari HP bisa juga membuka fasilitas jejaring sosial seperti Facebook, Friendster yang telah di konvert menjadi bentuk mobile sehingga kompak bentuknya dan ngga ribet….

Dan ngga kalah penting fasilitas email juga bisa dibuka melalui HP tentunya dalam bentuk mobile jadi kompak seperti Yahoo dan Gmail, nah ini bedanya dengan BlackBerry.. yaitu tidak bisa “push email” mendapatkan email secara “real time” .. jadi selalu harus selalu mencheck dengan merefresh browser di HP …

Nah … dengan segala sarana berkomunikasi yang murah tersebut sangat membantu penugasan di daerah missi, tentunya untuk kemudahan berkomunikasi dengan keluarga di tanah air ….. dengan syarat keluarga di Indonesia juga bisa membuka email, chat dan tidak gaptek atau atau memang malas berkomunikasi.…… Ok kan ? Jadi walaupun ngga ada BlackBerry setidaknya kita ” BB look a like “ atau “ber BB ria ala Sudan” disini …. :mrgreen:

Latihan di Padang Pasir….

Sebagai pasukan dalam penugasan pada “hostile area” seperti Darfur, selalu dibutuhkan kesiap – siagaan dalam menghadapi setiap ancaman, tercatat beberapa kali pasukan UN di  Darfur mendapat “ambush” dalam melaksanankan tugasnya, yang terparah terjadi di team site Heskenita, Darfur Selatan, dimana pasukan Nigeria Batalion diserang pada suatu sore oleh ratusan milisi bersenjata, tercatat 10 orang pasukan tewas, seperti saya pernah tulis disini.

Full Gear
Latihan tembak reaksi

Bentuk latihan yang dilaksanakan adalah tentu saja latihan “kontra ambush” , sehingga anggota FPU Indonesia selalu “aware” dengan kondisi apabila tiba – tiba di “ambush” oleh pihak tertentu.  Prinsip suatu latihan adalah kontiunitas, sehingga setiap anggota paham secara luar kepala apa yang harus dilakukan, tentunya dalam berbagai skenario yang diperkirakan mungkin terjadi…..

Latihan menghadapi ambush
Latihan menghadapi ambush

Dalam latihan ini anggota FPU Indonesia sudah memakai “gears” yang terbaru, seperti “Body Veist”, “Arm and Leg Protector” , yang disesuaikan dengan warna gurun,  sebelumnya kami memakai warna hitam  yang kurang baik buat kamuflase, bahkan menjadikan gampang dibidik… bagaikan “lesan (target) berjalan”.. karena warnanya yang sangat kontras dengan lingungan sekitar.

Apel Pasukan setelah latihan
Apel Pasukan setelah latihan

Namun perlu dicatat, kedatangan kami bukanlah untuk membawa masalah, namun memberikan yang terbaik untuk penyelesaian konflik di Darfur, tentunya sesuai “motto” dari Korps Brigade Mobil : “Jiwa ragaku untuk kemanusiaan …!”, nantikan kabar kami selanjutnya dari Darfur 🙂

Me in Maxim Magazine..

Majalah Maxim yang sangat terkenal di dunia dan telah diadaptasi menjadi “Maxim Indonesia” dikenal sebagai majalah lifestyle pria “macho” dan berkarakter… .. ehm…. uhuk… yaa seperti saya ini :mrgreen:   Untuk menambah citra ke”macho” an saya..  maka saya mengirimkan artikel ke majalah ini untuk mengenalkan profile Indonesian FPU buat khalayak ramai di Indonesia, yang memang diakui pemberitaannya masih minim sekali.. terlebih lagi agar anda semua kenal dengan pemilik blog ini yang “macho” .. uhuk .. uhuk.. kok batuk terus yaaa :mrgreen:

Alkisah tertulis seorang pria “macho” berpetualang dan tersesat di gurun pasir Darfur yang menantang…..bagaimana ia sampai bisa tersesat kesana?  bagaimana kehidupan sehari harinya, bagaimana ia bisa survive mengahadapi alam yang ganas ?,  semuanya ia tulis blak blakan…penasaran ???…., silahkan dicari majalah Maxim edisi bulan Maret 2009 …. “seeing is believing !”  ha ha ha….

darfur11

darfur21

darfur31

NIGHT PATROL WITH INDONESIAN FPU

FPU Indonesia di El Fasher kembali mendapat ‘tantangan’ dari Commisioner Civpol UNAMID agar bisa melaksanakan patroli malam di IDP camp, khususnya IDP Camp ‘Abu Shouk’ dan ‘El Salam’ , hal ini karena disinyalir banyak terjadi kriminalitas dari anasir – anasir yang tidak jelas, yang memanfaatkan konflik di darfur bukan untuk memperjuangkan cita – citanya, namun hanya untuk kepentingan ekonomis kelompok itu semata…….

Start @ Asembly point...
Start @ Asembly point...

Setiap malam di IDP camp hampir terjadi perampokan terhadap penduduk di dalam IDP,  dan hal itu sering dikeluhkan oleh penduduk IDP terhadap UNAMID….  Memang penjagaan keamanan di IDP camp masih merupakan tugas Kepolisian Pemerintah Sudan, namun mereka tidak dipercaya lagi untuk dapat memberikan rasa aman terhadap mereka….

menunggu senja tiba...
menunggu senja tiba...

Oleh sebab itu Civpol yang tergabung dalam CPC (Comunity Policing Center) bersama FPU Indonesia segera melaksanakan patroli malam bersama… gunanya untuk memberi rasa aman terhadap penduduk di dalam IDP camp, dan kesempatan pertama “joint Patrol” yang dilakukan oleh CPC dan FPU dilaksanakan  malam ini, dan saya ikut ‘nimbrung’ dengan mereka…..

Beserta anak - anak darfur pada senja hari
Beserta anak - anak darfur pada senja hari

 Patroli ini terdiri dari 1 pleton FPU Indonesia menggunakan APC dan mobil armored, beserta 1 regu dari CPC, titik kumpul pertama adalah di suatu tempat yang dinamakan “Asembly Point”.. yang terletak di tengah – tengah IDP camp “Abu Shouk” dan IDP camp “El Salam”, keberadaan “Asembly Point” ini adalah sebagai titik awal pergerakan Polisi UNAMID dalam menyambangi 2 IDP camp tersebut….

Persiapan terakhir untuk berangkat patroli
Persiapan terakhir untuk berangkat patroli

Melalui IDP camp yang tidak ada listrik dan penerangan pada malam hari tentunya sangat beresiko, makanya setiap pergerakan para CPC walaupun tidak bersenjata wajib memakai rompi antipeluru dan Helm demi keamanan mereka…. Bagi Kami FPU pun faktor Safety sangat penting, penggunaan APC dan Armored car merupakan keharusan bagi kami………

Melintasi kegelapan malam di IDP Camp
Melintasi kegelapan malam di IDP Camp

Bagi perorangan anggota FPU juga dilengkapi dengan peralatan “Night Vison” dan “thermal” yang dapat melihat sesuatu didalam kegelapan sekalipun…. Namun tetap saja kegelapan masih menjadi tantangan bagi pengendara APC buktinya salah satu APC kami “terperosok” kedalam lobang yang cukup dalam….

Waduh ! terperosok ke lobang APC nya....
Waduh ! terperosok ke lobang APC nya....

Namun berkat kepercayaan masyarakat besar kepada kami, mereka dengan sukarela membantu dan kami bergotong royong menggali tanah untuk bisa membuat jalur untuk keluar dari lobang tersebut……. Dan kendala tersebut teratasi….. “Sukron Katsiron Sayid ! “

Untung ada masyarakat IDP turut membantu...
Untung ada masyarakat IDP turut membantu...

Setelah beberapa jam patroli, kembalilah kami ke “Asemmbly Point” dan menyatukan temuan yang didapat di lapangan untuk dibuatkan laporan…..

Patroli selesai, koordinasi akhir untuk buat laporan...
Patroli selesai, koordinasi akhir untuk buat laporan...

Demikian sekilas keikut sertaan saya dalam “Night Patrol” beserta FPU dan CPC didalam IDP Camp…. Nantikan kisah selanjutnya dari Darfur… 🙂

REHAT SEJENAK DI KHARTOUM

Kemarin  hari Rabu sampai Jumat ada kesempatan juga nih untuk melihat kota, jauh dari gurun pasir, jauh dari Om Onta dan Om Donkey..  Ceritanya saya jadi utusan dari FPU untuk mengikuti “Medal Parade” , waduh tanpa pikir dua kali saya langsung membuat MOP (Movement of Personel) sebagai ticket saya menuju Khartoum… kesempatan yang jarang nih euy… lumayan bisa lihat lampu jalan lagi, bisa ke mall satu – satunya di Khartoum Afra, dan yang penting bisa ketemu kawan – kawan di lain missi UNMIS yang berpusat di Khartoum… iya nih saya ketemu lagi dengan Okta temen sejati saya, bayangkan kita tuh SMA sekelas, AKPOL masuk bareng, missi PBB juga bareng dua kali lagi samaan ke Bosnia dan Sudan ini, … apa lagi yaa.. oh ya kita pernah 3 kali tugas di tempat sama di Jawa Timur, pengasuh Akpol dan di Polda Metro.. weleh memang loe ngga bisa jauh dari gue ta:mrgreen: dan satu lagi adalah Irfing.. dia ini bekas Danmenkor (ketua senat) angkatan AKPOL saya tahun 92, nice to meet you all buddy..!

Okta, saya, Irfing
Okta, saya, Irfing

Singkat kata saya tiba di Khartoum, wah memang beda banget nget nget dengan El Fasher 😛  bayangin aja sehari hari disana pemandangan cuma pasir dan pasir melulu, dan ada lagi yang lebih membuat saya exciting ! saya dibayarin nginep di hotel bintang lima di Khartoum, namanya Rotana Hotel.. hmmmh bedaaa banget ya rasanya tidur di tenda sama di hotel bintang lima 😛

Hotel Rotana, Khartoum
Hotel Rotana, Khartoum

Jadilah kita menikmati suasana kebersamaan itu.. walaupun sebentar tapi acara kita padat banget, dari acara formal menghadiri Medal Parade yang dihadiri bapak Dubes dan UNMIS Police Commisioner, sampe acara non formal.. makan kepala kambing !!! hehehe sementara lupa dulu deh dietnya………

Foto bersama bersama pak Dubes dan Police Commisioner UNMIS
Foto bersama bersama pak Dubes dan Police Commisioner UNMIS

Akhirnya berakhir juga deh rehat sejanak saya, kembali ke El Fasher…  walau cuma 2 hari tapi lumayan lah sekilas melihat ‘peradaban’… kapan ya bisa begini lagi ? hiks hiks…..    dan kawan saya sudah menunggu lagi di sana….. Haloo Mr.Camel nice to see you again ! :mrgreen:

My Best Friend
My Best Friend

Sehari bersama FPU Indonesia

Setelah tiga bulan bertugas di UNAMID (United Nations African Union Mission In Darfur) di El Fasher Darfur, segalanya nampak lebih terorganisir, tugas yang menjadi tanggung jawab FPU Indonesia sudah terlaksana dengan sangat baik, seperti pernah saya sebutkan tugas FPU sesuai Mandat yang diberikan PBB adalah : “Menjaga keamanan seluruh personel PBB beserta seluruh assetnya, dan juga melakukan patroli untuk menciptakan keamanan di kamp IDP (Internal Displaced Personal)”.  FPU yang terdiri dari 4 peleton selalu bergantian melakukan tugasnya, yang paling utama sehari – hari adalah melakukan pengawalan terhadap CIVPOL (Civilian Police) melakukan “Community Policing” di sekitar IDP Camp, dan IDP camp yang menjadi AOR (Area Of Responsibility) FPU ada 3 yaitu : IDP Camp ZAM – ZAM, IDP Camp ABU SHOUK, dan IDP Camp AL SALAM, jadi pleton – pleton itu habis terbagi di ketiga tempat tersebut..

Danton memberikan arahan sebelum berangkat tugas di Camp FPU Indonesia.

Patroli berjalan kaki disekitar IDP Camp ABU SHOUK

Berfoto bersama CIVPOL polwan dari Afsel, Language Asisten dan Mr. Onta

Tugas melakukan pengawalan terhadap CIVPOL terbagi dalam dua shift yaitu siang dan sore hari, dan bermula dari “Meeting Point” yang telah ditentukan, melakukan meeting sebelum berangkat dengan team leader CIVPOL untuk menyamakan presepsi apa yang akan dikerjakan CIVPOL selama melakukan “Comunity Policing” , biasanya sehari hari mereka bertemu dengan pemimpin “Informal” yang berada di IDP camp yang disebut “SHEIK” , atau setingkat lebih tingginya  disebut “OMDA”, dan beberapa OMDA dipimpin oleh seorang “Chief OMDA” , nah gambaran kalau di Indonesia mungkin SHEIK setingkat RT, kemudian OMDA setingkat Lurah, dan Chief OMDA adalah kepala OMDA diseluruh IDP Camp. Pelaksanaan tugas CIVPOL dengan dikawal FPU biasanya mendatangi SHEIK atau OMDA untuk menanyakan apakah ada kejadian yang meresahkan masyarakat, atau menampung laporan/komplain tentang keamanan di dalam IDP Camp, dari hasil pantauan tersebut CIVPOL membuat laporan harian ke Sector CIVPOL yang ada (di El Fasher adalah Sector North), kemudian di setiap IDP Camp tersebut untuk CIVPOL ada yang disebut CPC (Community Policing Centre), nah FPU Indonesia secara bergantian dan terus menerus membantu CPC untuk melaksanakan tugas “Community Policing”.

Menjaga CIVPOL yang sedang berkomunikasi dengan “OMDA”

Sejenak dengan anak – anak di IDP Camp, anak anak korban perang…

Tugas pengawalan terhadap CPC ke IDP camp terbagi dalam dua shift, yaitu shift pagi jam 8 sd jam 12, dan Shift sore Jam 2 sd jam 6, yang menjadi gambaran pada saat ini adalah pleton 3 yang dipimpin oleh IPTU Alex Fritz Tobing,  dimulai ketika persiapan berangkat di Camp FPU Indonesia pada pukul 07.30 pagi, memberikan sedikit arahan kepada anak buahnya untuk melaksanakan tugasnya, berangkat ke “Meeting Point”  dan berangkat ke IDP Camp “ABU SHOUK”  pada pukul 09.00, kemudian bersama CIVPOL melakukan “Community Policing” bertemu dengan Chief OMDA bertanya jawab tentang situasi dan kondisi, tugas sebagai pengawal mempunyai resiko tersendiri, anggota FPU harus menguasai jalan – jalan disekitar IDP Camp dan harus tahu apabila dalam keadaan “Emergency” jalan terdekat dan aman untuk mencapai titik aman,  yang saya lihat …. anggota FPU sudah sangat hapal lingkungan IDP Camp, bahkan mereka sangat diterima dengan baik oleh masyarakat IDP cam , jauh lebih baik daripada CIVPOL itu sendiri….. mungkin karena keramahan bangsa Indonesia yang pandai “Bersosialisasi” , saya melihat sendiri masyarakat di IDP camp sangat merasa aman dengan kehadiran FPU Indonesia, bahkan salah satu chief OMDA mengirimkan surat kepada PBB bahwa mereka sangat terkesan dan merasa aman atas kehadiran FPU Indonesia di IDP camp, pada tepat jam 12 siang peleton FPU selesai melaksanakan tugas dan kembali ke camp…..

Berfoto selesai melaksanakan tugas dengan aman…, salam dari Darfur !

Well Thanks GOD, tugas terlaksana dengan baik dan tidak kurang suatu apapun… mudah – mudahan terus begini sampai setahun kedepan, sehingga kami bisa bertemu keluarga dalam keadaan aman dan tidak kurang suatu apapun…. Amin….