Democratic Policing


Dalam tulisan ini saya mengulas tentang “Democratic Policing” kalau kita terjemahkan secara bebas dikatakan sebagai “Perpolisian Demokratis”, inilah yang beberapa pemikiran yang dapat dituangkan:

Arti Democratic Policing (Perpolisian Demokratis) 

Democracy:  A government in which the supreme power is vested in the people and exercised by them directly or indirectly through a system of representation usually involving periodically held free elections (Merriam Webster Dictionary). Demokrasi: Bentuk atau sistem pemerintahan yg seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat; (2) gagasan atau pandangan hidup yg mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yg sama bagi semua warga negara. (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Demokratis: Bersifat demokrasi; berciri demokrasi:  (Kamus Besar Bahasa Indonesia).  Policing:  To regulate, control, or keep in order with or as if with a law enforcement agency (Merriam Webster Dictionary) kata “policing”  tidak ada terjemahan yang tepat dalam bahasa Indonesia sehingga diterjemahkan bebas menjadi  “perpolisian”.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa Perpolisian Demokratis adalah:  “Polisi yang menghargai hak-hak sipil, tunduk pada prinsip-prinsip demokratis, good governance dan melaksanakan perpolisian modern yaitu perpolisian masyarakat.”

Beberapa pendapat pakar tentang Democratic Policing adalah sebagai berikut:

1. Unsur yang penting dalam Democratic Policing ?
M. Amir and S. Einstein (eds.)  dalam bukunya Policing, Security and Democracy: Theory and Practice, vol. 2 (2005) mengatakan Democratic policing harus dilihat sebagai proses bukan hasil (Democratic Policing should be viewed as a process and not an outcome).   Selalu ada pertentangan dalam masyarakat yang mengharapkan kebebasan berbanding dengan aturan yang ditegakkan. Unsur yang paling penting dalam Perpolisian Yang Demokratis dalam sebuah Masyarakat adalah:  Tunduk kepada aturan hukum bukan kepada pemimpin atau kekuatan politis tertentu, dapat campur tangan dalam kehidupan masyarakat dengan tindakan yang terukur dan tindakannya dapat dipertanggung jawabkan (Akuntabel)

2. Hal yang patut dilaksanakan dalam menjalankan Democratic Policing ?
Jerome H. Skolnick, Emeritus Professor of Law, Jurisprudence, and Social Policy, University of California at Berkeley, and Co-Director, Center for Research in Crime and Justice, New York University School of Law dalam tulisannya mengenai Democratic Policing (Agustus 1999). Dalam tulisannya Jerome mempelajari bagaimana perubahan di Hungaria pada saat transisi era Polisi keamanan Negara menjadi Polisi yang Demokratik, hal ini tidak mudah dijalankan karena sebelumnya Hungaria adalah negara Sosialis yang mempunyai kontrol yang luas terhadap warga negaranya. Terjadi perubahan yang revolusioner karena mereka berhasil merubah kultur polisi Keamanan Negara menjadi Polisi yang Demokratis Kapitalis. Ada dua hal yang sebagai dasar dari perubahan menjadi Polisi yang Demokratis yaitu: Keterbukaan (Openness), dan Akuntabilitas (Accountability)

3. Penampilan polisi yang seharusnya dalam Democratic Policing ?
Komjend. Pol. Drs. Nanan Soekarna dalam sambutannya dalam Jakarta CMO Club (Jakarta Chief Marketing Organization Club) dengan tema “Perpolisian Demokratis Untuk Mendukung Dunia Usaha di Indonesia Menuju Kelas Dunia” pada 7 Februari 2012  mengatakan yang dimaksudkan dengan pemolisian yang demokratis, yaitu polisi yang menghargai hak-hak sipil, tunduk pada prinsip-prinsip demokratis, good governance dan melaksanakan perpolisian modern yaitu perpolisian masyarakat.  Wakapolri juga menyampaikan masalah Code of Conduct atau kode etik yang berlaku di lingkungan Polri, situasi keamanan secara umum, alokasi anggaran Polri yang bersumber dari APBN dan revitalisasi Polri. Sesuatu hal  yang cukup esensi juga disampaikan adalah Wakapolri adalah tentang bagaimana seharusnya tampilan kepemimpinan di lingkungan Polri, yaitu keteladanan (lead by example), pemimpin yang melayani, menjamin kualitas, sebagai konsultan dan anti KKN.

4. Dalam Democratic Policing dimana sebaiknya keberadaan Polisi dalam pemerintahan ?
Adrianus Meliala, Guru Besar Kriminologi UI dalm tulisannya: “TNI dan POLRI di Negara Demokrasi”, di Kompas pada 7 Mei 2008. TNI dalam perkembangannya sudah tunduk dalam pemerintahan sipil demokratis karena berada dibawah Kementerian Pertahanan. Polri hanya bertanggung jawab pada Presiden sebenarnya kurang demokratis karena tunduk pada kekuasaan politis. Tidak ada lembaga politik yang In Charge dengan kegiatan kepolisian, jika Polri menjadi lembaga pelaksana kegiatan kepolisian, menjadi tidak tepat jika Polri menjadi lembaga politik yang mempertanggung – jawabkan secara politis setiap kegiatan kepolisian. Itulah esensi dari dari Perpolisian Demokratis (Democratic Policing) Agar Polri menjalani Perpolisian Demokratis sudah waktunya polisi berada dibawah lembaga politik, berupa kementerian tertentu.

Dari beberapa pendapat tersebut diatas tentunya akan menimbulkan pertanyaan dalam hati, apakah Polri dalam usianya ke 66 sudah bisa mewujudkan posturnya sebagai “Perpolisian Demokratis” ? Dalam sistem politik kita yang sudah sangat demokratis, Polri harus sejalan dengan cita cita demokrasi negara ini. Silahkan para pembuat kebijakan dan undang – undang memikirkan konsep yang terbaik, yang jelas sebagai anggota Polri saya akan berbuat yang terbaik untuk institusi ini, ok ?

3 Komentar

Filed under police, Polisi, polri

3 responses to “Democratic Policing

  1. Nice Info Gan
    Jangan Lupa Kunjungi http://milisnews.com/ untuk info terbaru nya ya

  2. Pesan Untuk Polisi
    saya penduduk kota medan, di medan polisi seperti setan. kenapa ? di sini, halal bagi polisi langgar lampu merah. disini halal bagi polisi mengancam mau menambrak kendaraan sepeda motor yang berjalan di sebelah kiri/bukan jalur mendahului. dengan baju kepolisian coklat dengan mobil senia putih tanpa lampu sirene, mungkin mobil pribadi datang terburu-buru jam 10 pagi mungkin kapolda atau kapolri datang mendadak ternyata anggotanya kocar-kacir di jalan. di medan anda bisa menemui harga tilang tanpa helm 20 ribu, jika dua orang jadi 40 ribu. hanya dimedan anda juga dapat menawar dari 40 ribu jadi 20 ribu. di medan anda akan sulit bedakan mana pohon palem dengan polisi sembunyi. karena disimpang jalan juanda polisi sembunyi & mengintip di belakang pohon palem. di medan, anda akan melihat rakyat biasa ditilang sedangkan kawannya pakaian polisi yang tanpa helm lewat hanya modal klekson dibiarkan lewat. atau hanya di medan anda bisa menemukan jam 6 sore polisi lalulintas sudah pulang sedangkan lalulintas sangat macet, muncullah pahlawan sekitar, preman polisi 100, hanya yang bayar uang yang dilewatkannya, kemana polisi lalulintas. lalu hanya di medan anda akan temukan ketika pejabat setingkat kepala bagian lewat, lampu trafik lalulintas diputus oleh polisi lalulintas, ketika rombongan lewat lampu merah kembali dihidupkan. tepatnya di simpang juanda-polonia. hanya di medan, ketika ada orang yang ditilang diajak ke belakang pos polisi, disana tawar menawar terjadi. kejadian itu di simpang jalan s parman & jalan sudirman. lalu anda juga akan melihat polisi bergerombolan duduk di kedai tuak, daerah itu namanya selambo, tiap hati ada mobil patroli polisi parkir di depan kedai tuak, kadang dari pagi anggota polisi sudah minum tuak di medan. atau hanya di medan, ketika anak anggota DPD mengurus SIM kami warga biasa dilangkahi, inisial anggota DPD itu R S, dari sumatera utara. orang ini lumayan terkenal & punya aset banyak. kami rakyat medan hanya jadi sapi perah dari puluhan jebakan tilang. lalu dimanakan PROPAM, inilah kisahku yang ku alami hidup di medan menghadapi polisi dengan seribu jebakan. di medan , aku sulit bedakan mana preman & polisi. karena sama-sama kasar & suka palaki orang dengan tilangnya. di medan ketika kami protes maka polisi akan mengajak kami ke rambu lalulintas yang dilanggar dengan terlebih dahulu menggeser daun dari pepohonan yang menutupi rambu lalulintas itu, kejadian itu bisa anda dapatkan di jalan pandu-jalan cirebon, ada rambu dilarang belok kiri yang tertutup pohon, sedangkan di balik jalan anda akan menemukan 2 atau 3 orang polisi mengintip anda, waspadalah. atau dengan kesadaran tinggi ada masyarakat yang memasang rambu jalan dilarang berbelok dengan spidol & karton di jalan sm raja menuju jalan juanda, pasti orang ini sudah pernah kena hisap vampire jebakan. karena di seberang jalan ada 4 orang polisi duduk-duduk disekitar pos polisi menanti kesalahan yang membawa rezeki. atau hanya di medan rombongan pawai produk dikawal polisi sedangkan anggota pawai tidak pakai helm di dilindungi & diberi jalan terlebih dahulu sama polisi, atau mobil vorrider atau sepeda motor vorrider sekarang jadi buka bisnis iring-iringan mobil pengantin, untuk inikah saya bayar pajak kepada pemerintah, untuk berhenti/menepi menunggu iringan vorrider membawa mobil penganti lewat atau rombongan karyawan swasta yang studi tour lewat. inilah wajah polisi kota medan, bagaimana dengan kota anda ?
    namaku yohannes, tiap hari aku dikutipin pajak sama pemerintah tapi inilah hasil kelakuan aparat polisi yang ku terima.

    @Yohanes: terima kasih atas informasinya, memang saya sendiri prihatin dengan polah anggota polri yang masih berkelakuan begini, tapi saya optimis Polri akan berubah seiring dengan perkembangan zaman … bagi yang tidak mau berubah akan segera tertelan zaman …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s