Tidak Ada Tempat Buat Phedophilia

korban child pornografi

korban child pornografi

Semenjak saya bertugas di Interpol saya baru tahu ternyata negara – negara di dunia (Khususnya AS dan Eropa) sangat concern terhadap kejahatan yang dikategorikan Phedophilia: Berbuat sex dengan anak dibawah umur, Child Sex tourism, Child Pornography dan Child sex website, bagi mereka kejahatan ini sangat extraordinary crime dan membutuhkan perhatian khusus, pelakunya akan dikejar keujung dunia dan diberi warning kepada penegak hukum setempat untuk mengawasi mereka apabila akan menuju ke sebuah negara. Bagi saya para pelaku ini perlakuannya sama dengan tersangka teroris.

Warning dari kepolisian negara asal tersangka ini adalah yang unik, kepolisiannya mempunyai file personal pelaku/tersangka/mantan narapidana kejahatan pedofilia, dan selalu mengawasi kegiatan mereka dan yang lebih penting kemanapun mereka akan pergi ke suatu negara akan dikirim warning kepada kepolisian dinegara itu untuk mengawasi tingkah – lakunya dengan alasan dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya, yang lebih mengagumkan detil informasi tersebut sangat lengkap termasuk nomer penerbangan menuju ke tujuan, nomer telepon dan tempat menginap mereka.

Seorang pelaku yang pernah menjalani perbuatan Phedopil 20 tahun yang lalu pun tidak luput dari kejaran aparat penegak hukum, seorang WN Inggris yang kemudian melarikan diri menjadi WN Indonesia, dan sekarang menjadi seorang pelatih di Indonesia, ia tetap menjadi incaran aparat keamanan Inggris, mereka mengirimkan warning melalui jalur Interpol agar Kepolisian Indonesia mengawasi tingkah lakunya, dikhawatirkan perbuatannya 20 tahun yang lalu terjadi lagi dengan korban anak Indonesia, hebat kan ?

Dalam beberapa kasus child sex tourism ada contoh beberapa warga negara Amerika Serikat yang terdeteksi melakukan hubungan sexual dengan perempuan di bawah umur pada saat berlibur pada saat pulang mereka ditangkap di negaranya kemudian di sidik dan dipenjarakan karena melakukan hubungan sex dengan anak dibawah umur walaupun bukan di Juridiksi negaranya.

Indonesia juga merupakan tempat yang menjadi incaran kaum Phedopil negara barat, dalam data kepolisian tercatat beberapa kasus Phedopil dengan korban anak – anak Indonesia di Bali, Makasar, dan Jakarta. Tercatat pelaku berasal dari Inggris, Australia dan Amerika Serikat.  Kepolisan negara asal selalu turun tangan langsung bila ada perkara ini, bahkan pemerintah Australia sedang mengupayakan ekstradisi bagi salah satu warganya Peter Dunar Walbran tersangka kasus Phedopil di Indonesia, hal ini sangat luar biasa menimbang ekstradisi bagi warga Indonesia kasus korupsi Hendra Raharja tidak dikabulkan pemerintah Australia sampai akhir hayatnya.

Sekarang bagaimana terhadap pelaku phedopil di Indonesia ??? hhhmmm Jangan kuatir…… mereka tidak tersentuh hukum, ingat kasus Syeh Puji yang melakukan hubungan sex dengan anak umur 13 tahun ? …. Dalam pengadilan pertama dinyatakan BEBAS MURNI …. Saya jadi miris sendiri, ….. jadi siapa lagi yang bisa melindungi anak 2x kita ???

About these ads

4 Komentar

Filed under hukum, Polisi

4 responses to “Tidak Ada Tempat Buat Phedophilia

  1. Novens

    Kalo dilihat dari semua kasus yg ada di indonesia kayanya bukannya cuma aparatnya yg gak concern untk menuntaskan masalah tindak pidana di indonesia tetapi acuan undang2 ( KUHP) untuk menjerat masih ada celah untuk lolos, jadi perlu direvisi atau mengadopsi hukum dari negara yg udh maju,,betul gak Tulang!!!!!!

    @Noven: betul sekali, KUHP kita adalah produk zaman kolonialisme yang harus diperbaharui… banyak sekali celah hukum yang tidak didapat termasuk UU perlindungan Anak yang berada di luar KUHP, dikalahkan oleh UU lain ….

  2. RONALDO

    TAPI KANDO BUKAN SALAH SATU YANG DIANGGAP SEBAGAI PELAKU KAN??

    @ronaldo : ngga pernah tertarik ….

  3. Andi

    Izin ndan, mslah perundangan2 di Indonesia msh tergolong krg memperhatian objek hukum yg mjd korban, udh slayakny di buat UU Pidana khsus yg mnyangkut ksus phedofilia, jg ksus laen yg blm bnyk trsentuh dlm kuhp. Trims

    @andi: sebenarnya kan sudah ada UU perlindungan anak ….. namun di Indonesia kurang efektif kali yaaa …

  4. Agus Hidayat

    Yang jelas peran orang tua dan guru harus tetap diberikan bimbingan yang baik.

    @Agus: betul sekali keluarga merupakan filter paling awal …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s