Lone Wolf

Lone Wolf

Lone Wolf

Lone Wolf (serigala tunggal) adalah istilah suatu kejahatan kekerasan (terorisme) dengan memberi dukungan terhadap suatu ideologi, gerakan dan kelompok tertentu,  namun pelakunya adalah pejuang tunggal yang sama sekali terlepas dari organisasi atau struktur kelompok tersebut, bisa dikatakan pejuang tunggal ini hanya merupakan simpatisan individual yang melakukan aksinya sendiri atas inisiatif sendiri tanpa komando kelompok tersebut.  Ternyata kejahatan model begini sudah banyak terjadi di dunia, bahkan di indonesia. Perbuatan lone wolf ini banyak menimbulkan kengerian dan korban jiwa yang sangat banyak. Saya mencari data tentang sejarah, latar belakang  dan pelaku kejahatan yang “lone wolfer” di seluruh dunia,  dan inilah hasilnya :

Kenapa disebut Lone Wolf ?
Istilah ini dipopulerkan oleh FBI yang pada tahun 90’an membuat suatu operasi “Lone Wolf” untuk menangkap Alex Curtis dan Tom Metzger pelopor “white supremacists” atau supermasi kulit putih, bagi Alex Curtis dan Tom Metgzer mereka melakukan kampanye kepada sesama kaum rasis di Amerika untuk tergerak melakukan tindakannya sendiri – sendiri tanpa komando untuk melakukan pembunuhan, penggunaan senjata biologis untuk menghancurkan ras lain, hal ini untuk mencegah penangkapan terhadap anggota lain yang mudah dilakukan kalau itu berupa kelompok (tentunya tercatat). Alex Curtis mempopulerkan 5 kata apabila seorang lone wolfers tertangkap yaitu : “I have nothing to say”. Tom Megzer juga mengembangkan perjuangan yang berdiri sendiri, tanpa pemimpin dengan sel individu yang tidak ada hubungannya dengan sebuah organisasi.

Pada kenyataannya memang perjuangan dengan “Lone Wolf” sulit sekali di deteksi, karena pelaku adalah tunggal dan tidak pernah punya kontak pribadi dengan kelompok yang lebih besar sehingga sulit melakukan kegiatan intelejen terhadap pelaku teroris tunggal dibanding kelompok teroris konvensional.

Para Lone Wolfer

timothy mcveigh

timothy mcveigh

1. Timothy McVeigh, pelaku pemboman Kota Oklahoma menggunakan bom truk,

akibat perbuatan "lone wolfer" timothy mcveigh

yang menewaskan 168 orang dan ratusan orang lainnya terluka. ia sering disebut sebagai contoh klasik dari “Lone Wolfer”. Meskipun ada tersangka lain bernama Terry Nichols dihukum karena bersekongkol dengan dia, ia bekerja sama karena dibawah tekanan. McVeigh mengancam Nichols akan membunuh dirinya atau keluarganya jika ia tidak bekerja sama dalam membantunya mencampur pupuk dan bahan lainnya untuk dibuat bom. McVeigh dinyatakan bersalah dan dihukum mati pada tanggal 19 April 1995.

Theodore Kaczynski

Theodore Kaczynski

2. Theodore Kaczynski , yang dikenal sebagai “Unabomber “. Ia antara tahun 1978 hingga 1995 terlibat dalam pengiriman “paket bom” ke banyak orang, menewaskan tiga orang dan melukai 23 lainnya. Ia adalah seorang anti kemapanan yang mengancam untuk melanjutkan pemboman kecuali manifesto anti-industrinya diterbitkan oleh New York Times disetujui oleh pemerintah AS. Ia membuat bomnya pada sebuah gubuk ditengah hutan yang tanpa dialiri listrik yang sesuai dengan “anti kemapanannya”, sebenarnya Kaczynski adalah seorang Jenius lulusan Universitas Havard, ia divonis seumur hidup oleh pengadilan AS.

Ahmad bin Abu Ali

3. Ahmad bin Abu Ali, seorang tunawisma pelaku bom sepeda yang nyaris menewaskan 2 anggota polantas di pos Kalimalang Jakarta.

Sepeda yang digunakan Ahmad Bin Abu Ali

Sepeda yang digunakan Ahmad Bin Abu Ali

Ahmad bersimpati terhadap perjuangan islam di seluruh dunia dari media yang dilihat dan dibacanya, ia membuat bom sederhana dari bahan dasar petasan dan paku yang ditaruh di sepedanya, ia berniat membawa bom dan ditaruh pada sepedanya dan akan meledakkannya dekat anggota polisi yang bertugas. Namun sayangnya ledakan itu kurang tepat sehingga mengenai dirinya sendiri, ledakan itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pada tanggal 30 Sept 2009 dan terjadi di belakang AKP Heri yang sedang mengatur lalu lintas.

Surat Jihad Ahmad

Surat Jihad Ahmad

Dia menerita luka parah dan patah tulang dan meninggal beberapa jam kemudian, dari hasil penyelidikan polisi ia tidak terkait dengan kelompok teroris manapun, ia adalah seorang “lone Wolfer” …..🙂

Setelah menyimaki para pelaku terorisme yang “Lone wolf” diatas tentunya ada satu pemikiran, betapa berbahaya nya mereka… mereka adalah seorang pribadi yang tidak bisa dilacak, tenggelam dalam obsesi pribadinya dan penuh dendam…. bagaimana cara mengatasinya ? mmmmhhh banyak – banyak berdoa saja,  semoga tidak banyak orang seperti model begini….

4 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Polisi, polri, teroris

4 responses to “Lone Wolf

  1. nunky Lazuardi

    komandan saia pembaca setia tulisan anda sejak lama dan sangat kagum akan bakat anda menulis, saia coba menulis ternyata susah sekali, oia selamat atas kepindahan komandan ke mabes polri semoga di tempat tugas yang baru sukses selalu, saia pikir tadinya komandan akan pindah ke Polda Metro Jaya tapi ternyata jadinya ke Mabes Polri…

    @nungky: terima kasih bro …. iya nih pindahnya ke mabes … tapi gpp yang penting masih bisa liat monas ..🙂

    • Nunky Lazuardi

      hahahhaaa… padahal klo pindahnya ke yg logo poldanya monas kan saia bsa banyak nanya ndan…. :p
      oia ndann… sebenernya saia dines di polda metro jaya bagian Humas, saia liat tulisan komandan bagus2, saia ajaa yang bikin untuk jurnal dan majalah polda sulit untuk menulis itu, waahh pastii baguss dan bermanfaat ndan klo tulisannya dibaca banyak org, gmana klo di publikasikan lewat majalah Polda “Jaya Dharma Sevaka”,. ;p

      @nungky: silah kan saja bro, asal disebutkan sumber tulisan/ alamat blog ku … lumayan nambah hits🙂

  2. Hanna

    terimakasih atas keterangannya
    saya ingin tanya bagaimana cara polisi indonesia menangani kasus lone wolf ini? bagaimana strategi yang digunakan untuk mengatasi or menghambat terjadinya korban ?

    @Hanna: cara mengatasi teror model begini memang agak sulit, beruntung polri bisa membongkar teror bom buku yang dipimpin oleh Pepi Fernando termasuk kelompok “lone wolf”, hal ini kebetulan saja karena sebenarnya di masyarakat Indonesia masih gampang terdeteksi orang – orang yang berpikiran “aneh”, strateginya yg paling baik adalah deradikalisasi … membuat orang yg berpikiran radikal menjadi normal lagi dan mencegah paham radikal beredar dalam masyarakat.

  3. perlu kerja keras dan kecermatan yang akurat untuk bisa melacak pelaku seperti itu, terima kasih komandan atas informasinya , kami grada terdepan akan berusaha semaksimal mungkin .

    @taofik: ok bro selamat bertugas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s