Membebaskan Sandera (Pengalaman Sendiri Loh….)

Entah kenapa beberapa tulisan saya ke belakang selalu menulis tentang pembebasan sandera, rupanya sekarang saya harus dihadapkan sendiri dengan situasi pembebasan sandera…🙂

Foto penyandera setelah keluar dari rumah, di tempat ini juga si penyandera dilumpuhkan (taken from my BB)

Foto penyandera setelah keluar dari rumah, di tempat ini juga si penyandera dilumpuhkan, di depan tampak anggota Densus pak Eka (taken from my BB)

Berawal pagi hari ketika sedang duduk di kantor pada hari rabu tanggal, tiba tiba saya di telepon direktur saya untuk segera berangkat ke TKP penyanderaan yang berada di daerah Mayang Kota Baru, Jambi Pada awalnya saya tidak ada gambaran bagaimana situasi keadaan orang yang di sandera..

Sesampai di TKP terletak pada sebuah rumah bertingkat di tepi jalan yang ramai, di sekeliling rumah sudah penuh sekali dengan warga yang berdesakan ingin mengetahui apa yang terjadi… yang saya lihat ketika datang masuk ke dalam rumah sudah banyak anggota polisi di dalam rumah, pandangan mereka mengarah ke dalam sebuah kamar tidur, begitu saya menengok ke dalam saya melihat ada seorang laki laki dengan menggunakan cadar yang terbuat dari sarung, menggenggam sebuah pisau dan di dalam dekapan nya ada seorang anak laki – laki kecil….. nampak di dalam kamar ada seorang polisi sebagai negoisator sedang bernegoisasi dengan penyandera…. nampaknya belum ada titik terang setelah anak ini disandera 1 jam…

Saya lalu meng – assestment situasi, saya melihat ruangan, saya melihat posisi sandera, posisi penyandera, dan kemungkinan untuk melakukan upaya pembebasan sandera….hmmmhhh posisi penyandera yang berada di pojok ruangan dan jendela yang berteralis dibelakang penyandera sulit untuk dilakukan penyerangan, kalau dilakukan pasti anak kecil yang tersandera akan tertusuk pisau yang dari tadi sudah menempel di lehernya.

Foto penyandera dan sanderanya (courtesy Jambi express online)

Foto penyandera dan sanderanya (courtesy Jambi express online)

Kemudian saya mengambil alih petugas yang ada di dalam rumah itu dan menurunkan anggota saya yang terlatih untuk bernegoisasi AKP Eka… diketahui tuntutan dari penyandera adalah uang 20 juta dan sebuah kendaraan yang menurutnya untuk mengobati ibunya yang sakit di daerah Bungo (yang kemudian diketahui ini hanya alasan saja)… “cling” otak saya berputar keras… ooo saya ingat di tas saya ada uang kantor sebanyak 10 juta … langsung saya ambil dan diserahkan ke penyandera melalui pak Eka, …. si penyandera tidak mau sebelum uangnya lengkap, saya pun berusaha untuk mencari kekurangannya… kebetulan sipemilik rumah punya uang 5 juta… lalu dengan berpura – pura mengatakan bahwa uang itu semua 20 juta… eh si penyandera bersedia menerima… kemudian ia minta diantar menggunakan mobil… sambil menggendong anak kecil itu dan menempelkan pisau dilehernya, ia keluar dari kamar … kami semua “mengosongkan” area, karena syarat ia mau keluar kamar adalah sekitarnya tidak ada orang, ia kemudian keluar dari rumah dengan tuntunan pak eka… Memang hal ini sempat saya bisikkan untuk menuntun keluar rumah yang merupakan gang kecil, cocok sebagai “killing zone” , memang secara otomatis anggota lain sudah siap – siap disepanjang gang… pada saat dia keluar rumah … dengan sedikit kedipan mata, bruk…. anggota langsung menyerbu dan menimpa tersangka, yang paling utama adalah menyelamatkan anak kecil tersebut… dan yang kedua mengamankan senjata tajam dari tersangka… dan selesailah seluruh drama sepanjang pagi itu, anak kecil tersebut selamat tanpa luka sedikitpun, pelaku tertangkap .. dan yang paling penting uang saya selamat hehehehe… sempat stress juga soalnya itu uang kantor…

ok deh, learning point yang saya dapat hari itu adalah :

1. Dalam sebuah situasi penyanderaan segera kita lakukan assesment (menilai) situasi menilat dari segala aspek seperti : posisi penyandera, posisi tersandera, senjata yang dipakai, lokasi penyanderaan, cuaca, jalan keluar, jalan alternatif .. hal ini harus cepat dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

2. Diperlukan suatu tindakan yang segera berdasarkan hasil assetment kita, bagaimana Cara Bertindak (CB) untuk menyelamatkan sandera, hal ini diperhatikan soal lokasi “killing zone” yang cocok, dan yang lebih penting lagi bagaimana menyelamatkan sandera, jangan sampai ia terluka atau terbunuh.

3. Cara – cara kreatif diperlukan untuk bertindak, inisiatif yang segera dengan memperhatikan juga faktor keinginan penyandera, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi kita sendiri… dalam peristiwa ini saya melihat faktor uang menjadi main concern dari pelaku, kita ikuti saja kemauannya sepanjang masih masuk akal ….

4. Jangan biarkan waktu berlalu dengan percuma, waktu saya datang ke TKP telah berlangsung negosiasi alot , perhatikan juga kondisi kejiawan tersandera apabila terlalu lama disandera, segera ambil tindakan dengan cepat, sebelum penyandera berubah pikiran atau mengetahui skenario kita.

itulah sedikit Learning point yang saya dapat dalam upaya pembebasan penyadera… untuk cerita lengkapnya dan latar belakang peristiwa tersebut dapat dilihat beritanya :

Joko Melunak Diberi Rp 15 Juta

Jika Gagal Kubunuh

Waduh, dengan peristiwa begini saja rasanya tegang juga, membayangkan kalau peristiwanya lebih besar seperti penyanderaan bersenjata …. pasti CB nya akan lebih rumit daripada yang saya lakukan pagi itu … Alamak !

10 Komentar

Filed under keluarga, Kriminal, Polisi, polri, Publik

10 responses to “Membebaskan Sandera (Pengalaman Sendiri Loh….)

  1. mantapppp Komandaannn….

  2. Mantap…tapi saya dak sempat nulis..karena bukan pos liputan saya…
    Anehnya..dari melihat video dan membaca tulisan kawan-kawan tidak terasa histeris dan menegangkan lantaran jeritan histeris pun tak terdengar. Apalagi liat Abil yang tetap dengan ekspresi polosnya, tanpa rasa cemas apalagi tangisan. Selamat buat Polri yang berhasil menyelamatkan Abil.

  3. saya nonton beritanya di tipi pak. gak nyangka kalau pak Rere juga terlibat dalam pembebasan sandera ini. salut buat Polda Jambi

    @mba ida: thanks mba ….🙂

  4. tiggo

    Mantapss bro, cuman ati2 pake uang kantor…….nanti kebablasan jadinya.

  5. marukana katenzo

    selamat komandan !!!
    Pake uang kantor ?? ati2 tar dipanggil KPK…

  6. rianda

    huahaha siip kumendan…*belom tau dia soal ‘upit upit’ kana hujut hulup…xixixi

    @RJP: haha kebiasaan buruk yang ternyata baik juga diterapkan yaa hahaha ….

  7. Utama

    DPR: Audit Dulu Densus 88, Sebelum Naikkan Anggaran
    Densus 88 Polri
    Republika OnLine. Selasa, 28 September 2010
    http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/hukum/10/09/28/136895-dpr-audit-dulu-densus-88-sebelum-naikkan-anggaran

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, meminta adanya audit terhadap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Permintaan audit terhadap Densus 88 ini terkait adanya usulan kenaikan anggaran untuk Densus 88 di APBN.

  8. mardiaz

    pake uang kantor apa uang kantor bg,hehehe,kayaknya abg sekarang tambah happy neh, saya denger2 bentar lg mau ngundang buat pedang pora,org mana bg?? denger2 dokter ya, CLBK nih kayaknya

    @Mardiaz: hahaha … bisa aja nih Mr. Gossip… tapi memang ada benarnya juga sih qiqiqiqik …..

  9. mardiaz

    ijin bg,kalo abg punya tulisan bg Petrus atau bang Tito mengenai deradikalisasi boleh dong bg di email ke mardiazfbi243@yahoo.com, soalnya saya ada paper mengenai terorisme di indonesia,kapan nyusul kesini bg, pasti abang seneng deh,saya kan tau bener kesukaannya abang,hik2s

  10. fortuna

    aq nonton beritanya…saluutt…so, you’re the one that handle the situation..no wonder it runs so well…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s