Blunder Pembebasan Sandera di Manila

Menyedihkan, hanya itu ungkapan saya melihat apa yang terjadi di Manila. drama penyanderaan itu menyebabkan 8 orang turis dari Hongkong tewas, dan operasi pembebasan dari swat nya Philipina “Gatot” (gagal total), bayangkan untuk melumpuhkan seorang penyandera membawa korban 8 orang yang disandera, sungguh harga yang sangat mahal …. seperti cerita saya  sebelumnya tentang operasi pembebasan sandera atlet Israel  yang gagal di Munchen pada tahun 1974.

Rolando Mendoza

Rolando Mendoza sang pembajak

Adalah seorang perwira Polisi BSH (Barisan Sakit Hati) bernama Rolando Mendoza, yang dituduh melakukan tindakan Kriminal melakukan perampokan dan penganiayaan terhadap seorang Juru masak, kemudian akibat perbuatannya ia dipecat dengan tidak hormat dari Kepolisian, karena tidak merasa bersalah dan rasa frustrasi yang mendalam ia membajak sebuah bus yang membawa turis Hongkong yang berisi 25 orang dengan membawa sebuah senjata M 16, Tujuan penyanderaan ini adalah untuk menarik perhatian para petinggi Polisi Philiphina untuk mempekerjakan lagi sebagai Polisi.

Mari kita bahas yuk, bagaimana proses penyelamatan sandera yang gagal itu:

1. Prinsip pembebasan sandera adalah meminimalkan sesedikit mungkin korban tersandera, dengan melumpuhkan penyandera. Memang segala resiko dalam operasi pembebasan selalu saja, yang paling pasti adalah resiko para pasukan pembebas, ini adalah resiko yang harus dihadapi… jadi walaupun ada korban di pihak pasukan yang penting para sandera bisa selamat. Melihat korban dipihak tersandera yang banyak, sudah pasti ini adalah kesalahan pasukan pembebas, ataupun management operasi pembebasannya.

situati penyerangan dengan perlengkapan yang tidak lengkap

situati penyerangan dengan perlengkapan yang tidak lengkap, serta taktik yang salah

2. Kelengkapan perorangan pasukan pembebas juga harus sesuai standart, melihat gambar diatas, sudah jelas sekali perlengkapan perorangan pasukan pembebas seperti decker kaki dan tangan yang melidungi sikut dan dengkul apabila dalam posisi taktikal, dalam foto ini terlihat mereka tidak menggunakan helm pelindung yang lebih fatal lagi diantara mereka ada yang tidak menggunakan semuanya termasuk “body veist” atau baju anti peluru. Sudah jelas sekali kekurangan peralatan menyebabkan gerakan pada saat penyerbuan kurang nyaman… itu berakibat serangan tidak optimal.

3.  Taktik operasional pembebasan, wah ini yang paling menyedihkan

a. Ternyata di dalam bus terdapat sebuah TV dan bisa disaksikan oleh sang penyandera …. jadi kelihatan lah pergerakan pasukan pembebas,  salah satu faktor yang membuat ia nekad dan mulai membunuh sandera ketika Mendoza melihat di TV adik laki – lakinya dan juga istri dan anaknya di bawa ke kantor polisi… ia juga melihat di TV bahwa pemerintah philipina menolak lembaga ombudsman yang membela Mendoza tidak mengabulkan untuk mempekerjakannya kembali … apabila hal ini diketahui dari awal bisa dilakukan “jam” terhadap sinyal TV.

b. Ini yang lebih gawat, polisi baru melakukan serangan setelah korban sandera terbunuh satu persatu, rata – rata korban ditembak di kepala dengan M 16 yang dibawa Mendoza,  jadi saya mendapat kesimpulan kepolisian hanya menganggap remeh peristiwa ini, tidak mempertimbangkan bahwa Mendoza akan berbuat senekad ini….

c. Unsur pendadakan dalam suatu serangan tidak terjadi, saya melihat polisi melakukan penyerangan dengan membawa godam untuk memecahkan kaca, lucunya setelah beberapa kali memukul kaca tidak pecah – pecah…  melihat aksi ini Mendoza menembak keluar dan serangan terhenti sementara, baru melakukan penyerangan lagi setelah menyelamatkan polisi yang terluka …weleh sekali maju pantang mundur mas …. biar ada korban dari pasukan itu sudah resiko maju terus…

d. Pelatihan skenario tertentu tentang operasi pembebasan rupanya tidak dilakukan (atau jarang dilakukan), kalau pasukan swat philipina terus menerus dilatih dan di dril dengan macam – macam taktik pembebasan senjata pasti mereka sudah hapal mati siapa dan berbuat apa…. Saya mendapat foto latihan kering (belum full gear) pembebasan sandera oleh Densus 88 Polda bali dengan skenario sama persis yaitu penyanderaan di Bus.

Latihan kering skenario pembajakan bus oleh Densus 88 Polda Bali

Latihan kering skenario pembajakan bus oleh Densus 88 Polda Bali

Mudah – mudahan polisi Philiphina segera membenahi diri untuk siap menghadapi ancaman dan tantangan di masa yang akan datang … kepada korban warga Hongkong saya mengucapkan rasa duka yang mendalam …

4 Komentar

Filed under hukum, Kriminal, police, Polisi, polri, teroris

4 responses to “Blunder Pembebasan Sandera di Manila

  1. muhammad tedjo kusumo

    no comment bang.. :((

  2. ronald

    mas jangan disamakan dgn latihan dong,namanya latuhan itu pasti keren punya,inget gak penggeledaha rumah oleh densus di temanggaung,masak 1 rumah diberondong habis kenapa gak sekalian dilamparin granat aja,kan rampung

  3. ariobimo

    Saya baca2 kok lama bosan… Mengkritik upaya dan usaha orang,ujung2nya densus 88 is the best..!! Apa sodara dibayar sama polda bikin blog ini..? Densus 88 kita itu belum ada apa2nya.. Bisanya cuman nangkepin orang(tanpa perlawanan) dan skenario yg dibuat2.. Mau bukti..?? Berani densus 88 membebaskan tawanan crew kapal yg disandera teroris/perompak somalia…? Nothing..!! Jangan alasan birokrasi dijadikan acuan. Birokrasi2 itu diambil karena langkah preventif tdk dilakukan alias belum mampu..! HIDUP DENSUS 88..! Gaungmu bak salep obat kutil..!!

  4. Ivan danko

    Kayaknya yg bebasin sandra di manila cuma polisi biasa n yg namanya latian kering emang g pake perlengkapan pendukung.contohnya menembak,latian keringnya g pke peluru cm latian narik pelatuk n cr posisi bidikan yg enak n tepat.klo penggrebekan yg menghambur peluru itu karna disinyalir teroris pke rompi bom ato rumah dah dipasang bom dgn maksud teroris akan mati bersama pasukan anti teror spt dr azahari dimalang.makanya dibrondong tembakan dr jarak jauh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s