Kesalahan Fatal Penanganan Terorisme: “Pembantaian Atlet Israel Pada Olympiade Munich 1972”

*Dalam tulisan ini saya menceritakan bagaimana kesalahan dalam penanganan terorisme oleh kepolisian Munich Jerman Barat yang berkibat fatal terbunuhnya semua sandera para atlet Israel dalam Olympiade Munich 1972 yang lebih dikenal dengan istilah “Black September”, hal ini adalah era dibentuknya pertama kali pasukan khusus anti teror Kepolisian Jerman GSG9 yang terkenal itu, belajar dari kesalahan ini.*

Pada tanggal 4 september 1972, kelompok radikal yang dikenal dengan kelompok “Black September” yang merupakan anggota terpilih dari sayap militer PLO (Palestinian Liberation Organisation) melancarkan aksi teror dengan sasaran perkampungan atlet Israel peserta Olimpiade Munich 1972. Mereka merancanakan untuk menculik atlet Israel sebagai jaminan tukar tawanan Palestina yang ditawan di Israel. Pukul 04.30 dini hari ketika para olahragawan ini tengah tertidur lelap, Jam 4.00 pagi, 8 anggota Black September memanjat pagar setinggi 1.8 meter.

Adalah pegulat Israel Yossef Gutfreund yang awalnya mendengar bunyi mencurigakan di apartemennya ketika ia memeriksanya ia mendapati pintu apartemennya berusaha dibuka sebelum akhirnya ia mulai berteriak memerintahkan teman-temannya yang lain untuk menyelamatkan diri mereka seraya mendorong tubuh kekarnya menahan laju pintu dari tekanan para anggota Black September. Dua orang atlet Israel berhasil meloloskan diri, sementara delapan lainnya memilih untuk bersembunyi. Seorang atlet angkat berat, Yossef Romano berusaha merebut senjata sang penyelusup, tragisnya ia lalu tertembak dan tewas seketika layaknya nasib Mosche Weinberg, pelatih gulat yang juga tewas saat hendak menyerang anggota penyelusup lainnya dengan pisau buah.

Setelah menawan sembilan atlet Israel pihak Black September menuntut dibebaskannya 234 tawanan Palestina dari penjara Israel dan dua pemimpin kelompok kiri Baader-Meinhoff dari penjara Jerman Barat dan rute aman menuju Mesir, namun untuk pembebasan tahanan Palestina, pemerintah Israel menolak mentah-mentah permintaan itu kecuali untuk rute aman tujuan Kairo yang disanggupi pihak Jerman.

Menteri Bavaria yang juga pengurus Perkampungan Olimpiade menawarkan diri sebagai ganti tetapi tawaran ditolak. Kanselir Jerman Barat Willy Brandt menghubungi Perdana Menteri Israel Golda Meir melalui telepon. Israel enggan memenuhi tuntutan tersebut. Jerman sendiri bersedia membebaskan pemimpin Baader-Meinhof, Ulrike Meinhof dan Andreas Baader.

*Dalam pembahasan ini akan dibahas kesalahan apa yang dilakukan dalam penanganan teroris*


Kesalahan Pertama

Kesalahan pertama yang mendasar adalah kesiapan kepolisian Jerman dalam menghadapi ancaman terorisme, mereka tidak terlatih dan tidak pernah dilatihkan dalam menangani skenario serangan terorisme dalam event sebesar Olimpiade, pihak penyelenggara Olimpiade menganggap pesta Olahraga ini akan aman – aman saja,  jadi mereka menempatkan petugas keamanan sekedarnya, terbukti para teroris “Black September” ini dapat melompati pagar perkampungan atlet tanpa diketahui pihak keamanan, sebenarnya kontingen Israel sempat protes mengenai “lemahnya” penjagaan pihak keamanan, namun tidak ditanggapi panitia penyelenggara.

Konstitusi Jerman pasca perang dunia II mengatakan bahwa militer tidak bisa membantu Kepolisian dalam “masa damai”,  jadi pada saat itu kepolisian Jerman bingung untuk menghadapi hal ini, untuk menangani teroris tidak mampu dan meminta bantuan Militer pun tidak bisa.

Karena Israel menolak untuk bernegoisasi dengan teroris, terutama untuk menyelamatkan para atlet, maka tidak ada pilihan lain bagi Kepala Kepolisian Munich Manfred Scheiber untuk melakukan “operasi pembebasan teroris”. Namun ternyata itu sangat fatal karena anggota kepolisian Munich tidak pernah dilatih untuk membebaskan sandera teroris dan memang tidak ada unit anti teror. Jadilah dibuatlah dengan “terpaksa” sebuah operasi yang dinamakan “Operasi Sunshine” sebagai jawaban dari aksi teroris tersebut.

Kesalahan Kedua

Penyerbu dari Kepolisian, terlihat secara "live TV" dan ditonton juga oleh pihak penyandera...

Penyerbu dari Kepolisian, terlihat secara "live TV" dan ditonton juga oleh pihak penyandera...

Setelah operasi itu dijalankan ditugaskanlah beberapa anggota Polisi untuk menyerbu kedalam kamar atlet Israel tempat mereka disandera, namun kembali ada kesalahan fatal, mereka tidak berkoordinasi dengan media terutama televisi, operasi ini diliput secara “live” oleh televisi, nah…. masalahnya para teroris melihat langsung dari TV upaya penyerbuan tersebut …. gawat kan ?  Nah begitu pihak kepolisian sadar bahwa upaya penyerbuan telah diketahui melalui “live TV” oleh penyandera, maka segera mereka membatalkan penyerbuan, daripada timbul korban dari Polisi…

Akhirnya  karena tidak bisa dilakukan “penyerbuan” maka kepala Kepolisan Munich melakukan plan “B” dengan membawa para penyadera dan tawanannya menggunakan helikopter menuju ke Bandara Furstenfeldbruck menuju Jet 727 yang menunggu.

Rencananya Polisi hendak menjebak komplotan tersebut di Bandara Furstenfeldbruck.  Di bandara inilah komplotan tersebut minta disiapkan sebuah pesawat yang akan menerbangkan mereka ke Kairo, Mesir.  Jet Palsu pun disiapkan dengan 6 personil polisi yang disamarkan sebagai kru pesawat dan dengan mengerahkan Sniper, pihak Kepolisian mendapat informasi dari pengamatan pelaku teroris berjumlah 5 orang dengan tawanan 8 orang.  Di lapangan udara telah disetting lokasi pendaratan Helikopter, 3 sniper ditempatkan di depan helikopter pada atas gedung dan 2 orang sniper ditempatkan dibelakang helikopter di bersembunyi di belakang sebuah truk dan satu lagi dibalik sebuah gundukan.  Rencananya 2 orang dari teroris akan naik ke Pesawat  dan pada saat itulah polisi yang menyamar menjadi crew pesawat akan “melumpuhkan”  teroris tersebut, pada saat penembakan diatas pesawat tersebut akan menjadi “kode” bagi Sniper untuk memulai tembakan mematikan teroris yang berada di helikopter.

Rencana penempatan anggota Polisi di bandara.

Rencana semula penempatan anggota Polisi di bandara.

Kesalahan ketiga

Pada pengangkutan teroris melalui helikopter dari perkampungan Atlet menuju Bandara, barulah diketahui polisi bahwa teroris bukan 5 orang melainkan 8 orang. Hal inilah yang membuat berantakan rencana pembebasan sandera, namun ada yang lebih fatal lagi, ternyata tidak ada komunikasi diantara polisi yang berada di bandara, mereka sama sekali tidak di lengkapi dengan radio komunikasi …. makin banyak saja kesalahannya kan ?

Kesalahan Keempat

Ternyata pilot helikopter tidak di “brief” terlebih dahulu tempat pendaratan di Bandara, jadi mereka mendarat meleset jauh dari rencana semula. Para petugas Sniper menjadi kesulitan lagi untuk melakukan penembakan tepat sasaran, karena sekarang mereka posisinya sejajar dengan rekan mereka yang bersembunyi di belakang helikopter.

Kesalahan Kelima

Para crew  anggota polisi yang berada di pesawat ternyata meninggalkan pesawat sebelum helikopter datang, mereka ternyata “tidak mampu” melaksanakan missi ini, dan memilih  “mengundurkan diri” dengan membatalkan missi secara sepihak, suatu gambaran ketidakprofesionalan mereka, *Hal inilah yang menurut saya paling bodoh* Nah masalahnya mereka meninggalkan pesawat tanpa berkomunikasi dulu dengan anggota lain di bandara, karena memang tidak dilengkapi radio komunikasi.

Kesalahan Keenam

Pada saat 2 orang teroris turun dari helikopter dan mengecek kedalam pesawat, mereka mendapati pesawat telah kosong, lalu mereka kembali berlari menuju helikopter, Salah satu sniper yang berada di belakang Helikopter melihat mereka berlari kemudian melepaskan tembakan, bagi Sniper yang berada diatas gedung dipikir itu adalah kode tembakan dari dalam pesawat bahwa 2 teroris itu dilumpuhkan, malah terjadi tembak menembak antara mereka, para tawanan yang ada di dalam Helikopter di lempar Granat oleh penyandera dan mereka semua tewas… Drama penyanderaan 21 jam itupun berakhir . Sebelas atlet Israel, lima anggota Black September dan seorang polisi Jerman Barat tewas, sedangkan 3 sisa anggota Black September tertangkap.

Inilah foto setelah kejadian, helikopter terbakar

Inilah foto setelah kejadian, helikopter terbakar

Kesimpulan

Penanganan aksi terorisme sama sekali tidak terkoordinasi dengan baik, Kepolisian Munich kurang tanggap dengan keamanan para atlet terbukti tidak pernah ada latihan/ skenario penanganan terorisme, mereka tidak memprediksi akan terjadi aksi terorisme dalam Olimpiade tersebut.

Jadi jelas terlihat bagaimana kacaunya penanganan pembebasan Teroris, yang tidak terencana, yang akibatnya bisa fatal sekali …… Semua 11 sandera tewas.  Dan ini merupakan pukulan telak yang memalukan bagi pemerintah Jerman Barat.

Baru setelah peristiwa memalukan ini pemerintah Jerman mendirikan satuan anti teroris GSG9 yang Indonesia juga belajar dari mereka, dengan dikirimnya perwira muda Prabowo Subianto.

Melihat cerita ini Indonesia ngga malu – maluin dalam penanganan teroris kan ?  Saluuut…🙂

15 Komentar

Filed under Polisi, teroris

15 responses to “Kesalahan Fatal Penanganan Terorisme: “Pembantaian Atlet Israel Pada Olympiade Munich 1972”

  1. ari3f

    jadi pengen nonton filmnya lagi🙂

    ari3f – yg sudah ‘resign’ dr spore he he he

    @ari3f: waduh jadi link blog mas Arief harus diganti lagi judulnya🙂 selamat mas, jadi skrg balik ke tanah air kan ?

    • ari3f

      tulisan ini mantap kalo dibuat makalah ilmiah “dos and don’ts in counter-terrorism”🙂

      2009 pindah di tokyo. anda sudah pulang ke tanah air, bang?

      @arief : sudah mas …. sudah setahun malah🙂

  2. bluberry

    peristiwa terjadi tahun 1972 Pak, dimana terorisme belum menjadi isu global seperti sekarang dan antisipasi belum sewaspada saat ini.

    @Blueberry : walaupun belum menjadi isyu utama, tapi pihak keamanan Jerman Barat tetap salah dengan tidak “memperketat” keamanan , minimal akses ke perkampungan atlet …. mereka menganggap akan selalu aman, padahal kalau ada event sebesar Olimpiade harus punya planning “worst scenario” …

    • blueberry

      “worst scenario” pasti ada tapi (mungkin) mengacu pada aksi sebelumnya,pihak keamanan tidak menduga ada pola baru serangan spt ini.Antisipasi keamanan fokus ke hal lain.Tak bisa dipungkiri bhw teroris selalu mencari pola baru : mulai dari peristiwa lockerbie,suicide bomber,911,Bali,Marriot, semuanya merupakan “inovasi” teroris yang tidak “terbaca” oleh pihak keamanan (dimanapun).Biasanya “Reaksi” muncul setelah ada “AKSI”

  3. guntar

    nice post ndan..saya baru tau dari komandan tentang cerita ini..

    @Guntar : iya saya baca lagi dari berbagai sumber… dan menemukan beberapa kesalahan fatal dalam penanganan teroris, langsung gatel deh pengen nulis di blog ………..

  4. woww . .
    strategi hebat🙂

  5. wah strategi penanganan teroris rumit banget ya …..?

  6. Deden Kodent

    @ blueberry : memang benar kl “Reaksi” muncul setelah ada “AKSI”,
    yang saya tau, qta ga bisa menduga masa yg akan datang bahkan 1 detik pun kita tidak tau yg akan menimpa qta,
    tetapi dalam segala sesuatu haruslah WASPADA DAN ANTISIPASI, oleh karena itu POLRI selalu mengintai orang2 yg mencurigakan, “CURIGA” boleh “Menuduh” jangan, buktinya qta bs liat kinerja POLRI yg semakin membaik walaupun msh ada anggotanya yg “Nakal”, tetapi janganlah menilai dr kekurangannya liat jg nama BESAR institusinya yg POSITIF…

    MAJU TERUS DENSUS 88
    NKRI HARGA MATI,
    ijin mendahului 813 Solo Bandung.

    • blueberry

      @Pak Deden : Excuse me Sir…
      mohon dibaca sekali comments saya diatas.Saya hanya bicara tentang motif atau pola, tidak ada penilaian apalagi “MENUDUH” yang spt Bapak tulis.Dan tidak bicara tentang POLRI.

  7. sandy

    Sudah banyak diulas sih Pak,tapi bagus lah untuk mengingat.
    Kurang fear yah kalau peristiwa waktu itu dibandingkan peran densus untuk waktu sekarang.

  8. Alfredo

    Intelejennya lemah x ya, moga intelejen kita kuat.

  9. Ping-balik: Blunder Pembebasan Sandera di Manila | Polisi oh Polisi

  10. Keselahan ketiga dan keempat tentang jumlah anggota pelaku terorisme rasanya bisa dipadukan yah.. kan dari televisi atau media biasanya kelengkapan dramatis sampai julah bisa diketahui pula

  11. Anti JEW

    Bagus!!! Bantai lebih banyak atlet ISRAEL!!! Go Palestina!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s