Metoda Serangan Teroris Terbaru, “Urban War But Still Suicide Mission”

*Sudah lama nih ngga update blog, mohon maaf banyak persoalan  mengganggu aktifitas, tapi kalau kita terlalu berkutat masalah itu…. capyee deeh ngga akan maju … so, inilah tulisan baru saya :)*

Terdapat berbagai varian penyerangan teroris menyerang berbagai target yang dianggap “musuh” kelompok teroris tertentu, dalam hal ini kita tegaskan kembali kelompok tersebut merupakan kelompok Islam garis keras yang berafiliasi kepada Al Qaeda, cara – cara mereka sangat luar biasa, dan kebanyakan menggunakan “suicide mission” atau misi bunuh diri, kenapa mereka menggunakan metoda ini ? tentunya kelompok ini ingin mencapai hasil yang sangat optimal dengan mencapai kedalam pusat lingkungan target….

Metode mereka selalu baru, berkembang, sebangun dengan perkembangan pencegahan teror bom bunuh diri dari aparat penegak keamanan, dan sudah pernah saya bahas di tulisan saya ini, Bagaimana cara mereka berkembang ? saya ambil contohnya:  Pengamanan keamanan Hotel Jw Marriot yang sudah sangat diperketat pasca peristiwa bom mobil yang meluluh lantakkan hotel tersebut pada tanggal 5 agustus 2003, tentunya  kelompok teroris mempelajari “kelemahan” security hotel tersebut dan berhasil “meledakkan” kembali hotel tersebut pada tanggal 17 Juli 2009, hal apa yang mereka buat untuk “mengelabui” ketatnya security hotel JW Marriot ? salah satunya dengan memasukkan Ibrahim menjadi karyawan toko bunga yang ada di dalam hotel, 2 tahun sebelum aksi, mereka juga memanfaatkan kelengahan petugas (karena sudah merasa kenal dengan Ibrahim) untuk memasukkan bahan – bahan bom kedalam hotel, sedangkan kita tahu juga “sang penganten” (pelaku bom bunuh diri) bebas masuk ke dalam hotel, memesan kamar tanpa dicurigai .

Demikian juga dalam skala yang lebih besar, selalu saja pihak keamanan menemukan cara yang lebih teliti untuk mencegah serangan teroris tersebut, seiring dengan itu pihak teroris selalu berusaha menemukan “bolong” nya sistem keamanan tersebut…. inilah yang terjadi di Mumbai India pada tanggal 26 sampai 29 November 2008, para teroris menemukan metode baru untuk membuat “teror” yang lebih menimbulkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat *Pada hatekadnya aksi teror dari teroris adalah membuat rasa takut dan kepanikan yang luar biasa dari masyarakat sehingga berdampak politis yang menguntungkan tujuan politis mereka* … Kelompok teroris Laskar-e-Taiba yang berasal dari Pakistan melakukan serangan bunuh diri terhadap kota Mumbai.

Menurut saya pribadi, serangan teroris ini merupakan jawaban atas semakin diperketatnya keamanan dalam negeri India atas serangan teror bom yang sering dilakukan, biasanya kelompok teroris melakukan pemboman terhadap kereta api dan stasiunnya, dimana metode transportasi umum ini paling diminati oleh sebagian besar penduduk India.. Kelompok teroris ini mempunyai rencana orisinal yang tidak didapat dengan hanya membawa bomb ransel maupun bom mobil:
1. Membuat suatu “teror” yang rumit, yang membawa dampak kepanikan yang luar biasa dari penduduk, tentunya diliput Media massa sehingga tersiar ke seluruh dunia dan  “gaung” nya mendunia.
2. Membuat teror dengan cakupan wilayah yang cukup luas.
3. Target Warga negara Asing juga termasuk.

Berdasarkan pertimbangan mereka cara – cara “konvensional” berupa serangan bunuh diri menggunakan bom ransel dan bom mobil ternyata sudah makin susah dilakukan dan kurang memberikan “dampak” yang luar biasa, maka mereka menemukan cara yang lebih gampang yaitu serangan bunuh diri menggunakan cara “perang kota” (urban war), sasaran mereka adalah membunuh  “semua orang” yang ada di depan mereka ….

Persiapan Serangan

Laskar E Taiba melakukan perekrutan secara ketat dan terpilihlah 10 orang anak muda yang mempunyai kelebihan secara fisik dan intelegensia, mereka mempunyai safehouse di Azizabad dekat kota Karachi, dan mereka dilatih cara militer, menggunakan senjata (AK 47 dan granat), latihan perang kota dan yang lebih penting mereka dilatih mengenali daerah sasaran, sehingga pada waktu serangan mereka tahu persis dimana mereka bisa sembunyi dan bertahan apabila ada serangan balasan, mereka mempelajari wilayah serangan berdasarkan gambar dari “google earth” … dan hapal luar kepala daerah target sasaran … hebat kan ? saya jadi ingat bagaimana teroris mempelajari pesawat pada saat serangan 9/11 …

Ajmal Kasab, satu satunya teroris yang masih hidup, tertangkap pd serangan di Stasiun Kereta Chapati

Ajmal Kasab, satu satunya teroris yg masih hidup, tertangkap pd serangan di Stasiun Kereta Chhatrapati Shivaji

Serangan Teroris Mumbai

Serangan ini dimulai tanggal 26 sd 29 November 2008, ketika 10 orang teroris dari Laskar E Taiba dari Pakistan membajak kapal penangkap ikan milik nelayan India, kemudian mereka merapatkan diri di Mumbai yang memang kota semenanjung di pinggir laut, kemudian mereka menyebar tiap 2 orang ke masing masing target (jadi total ada 5 target), dalam target sasaran mereka adalah yang utama adalah orang asing atau siapapun yang ada didepan mereka dihantam dengan rentetan peluru AK-47.

 5 sasaran Target  @2 orang teroris

5 sasaran Target @2 orang teroris

inilah sasaran mereka:
1. Stasiun Kereta Chhatrapati Shivaji (diserang oleh 2 orang termasuk yang tertangkap hidup Ajmal Kasab) menewaskan 58 orang dan melukai 104 orang, lalu dua orang ini bergerak menuju Rumah Sakit Cama untuk membunuh semua orang yang terbaring sakit (sadiss banget euy) namun keburu dilumpuhkan oleh pasukan anti teror Polisi India.

2. Leopold Cafe diserang juga oleh 2 orang kelompok teroris itu, mereka membantai para pengunjung Cafe dan mengakibatkan tewas 10 orang termasuk orang asing.

3. Taj Mahal Hotel dan Oberoi Trident Hotel diserang oleh masing – masing 2 orang teroris, mereka menyandera para pengunjung hotel dan menembakinya.  Teroris dapat dilumpuhkan oleh pasukan komando India.

4. Nariman House, tempat sinagog agama Yahudi di Mumbai juga diserang 2 orang teroris, mereka menyandera dan membunuh Rabbi yang bekerja di Nariman House. Teroris juga dapat dilumpuhkan.

Pada tanggal 29 November 2010 serangan berakhir,  dari 10 teroris berhasil dilumpuhkan dengan 9 orang tewas tertembak dan 1 orang tertangkap. Namun total korban tewas sangat banyak yaitu 173 orang (termasuk petugas keamanan) dan melukai 308 orang, diantara yang tewas terdapat 28 orang asing dari 10 negara. Kenapa 10 orang ini sangat kuat 3 hari 3 malam terus menyerang tanpa lelah ? Ternyata hasil otopsi mereka mengkonsumsi cocaine dan amphetamine untuk tetap “kuat”, Serangan teroris ini cukup sukses bukan ?

Cara serangan teroris ini akan juga terjadi di Indonesia ?

Jawabannya :  Ya… Serangan Teroris di Mumbai sangat menginspirasi para kelompok teroris di seluruh dunia terutama yang mempunyai link dengan Al Qaeda,  termasuk di Indonesia… Tahukah beberapa waktu yang lalu terungkap ada pelatihan teroris di daerah Jento Aceh ? Ternyata peserta pelatihan sudah dipersiapkan untuk melakukan aksi “urban war” menyerang berbagai target spesifik yang berdampak luas dan berencana melakukan pembunuhan terhadap pejabat tinggi negara.

Jadi … waspadalah … waspadalah .. jangan sampai negara kita menjadi sasaran lagi oleh kelompok teroris dengan metode serangan terbarunya.. bisa kacau kita …


2 Komentar

Filed under hukum, Polisi, teroris

2 responses to “Metoda Serangan Teroris Terbaru, “Urban War But Still Suicide Mission”

  1. Duh serem bgt…., susah kalo kaya gn.

  2. ngak tahu mau jadi apa indonesia 5 tahun kedepan Dan ..jadinya kita juga yg sibuk ..populasi indonesia membludak udah saatnya indonesia memikirkan hal yg ringan seperti populasi penduduk yg biang penyebab masalah nanti..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s