CERITA PERAMPOK SUMATRA (BAGIAN IV)

TERTANGKAPNYA SANG LEGENDA

Robin keteika tertangkap di Jambi

Robin ketika tertangkap di Jambi

Seperti dalam tulisan saya sebelumnya : Cerita perampok Sumatra (Bagian III) THE NEXT GENERATION:  FASTER AND MORE CRUEL…. Perampok ini bernama Julianto alias Robin, ia adalah generasi baru perampok yang lebih mobil, bersenjata lengkap dan  sangat kejam,  karena daerah operasinya yang sangat luas Robin merupakan incaran polisi seluruh Sumatra dan Jawa dan Mabes Polri, yang paling mencengangkan dalam seluruh aksinya Robin telah menewaskan (sembilan) orang termasuk 6 (enam) anggota Polri. Dua korban terakhirnya adalah Brigadir Barita Simanjuntak anggota Poltabes Medan dan Briptu Endang Wahyudi anggota Polres Garut.Namun beberapa waktu yang lalu Robin akhirnya dapat tertangkap di di rumah kontrakannya sebuah ruko di Pasar Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Robin merambah dunia hitam sejak 2005. Aksinya bermula di Sumatera Utara, Jambi, Jawa barat, dan beberapa tempat lain hingga di tempat kelahirannya di Ngawi, Jawa Timur. Dalam setiap aksinya kelompoknya pasti selalu menggunakan senjata api organik (bukan rakitan) dan tidak segan – segan membunuh setiap orang yang menghalanginya, dan celakanya yang sering jadi korban adalah polisi, karena secara psikologis dan tugas mereka yang paling siap menghadapi kelompok ini… dan sayangnya mereka adalah yang tewas menjadi korban.

Aksi spektakuler yang terjadi dari Robin adalah ketika ia berhasil lari dari Lembaga Pemasyarakatan Jambi menggunakan seutas tali beberapa tahun yang lalu, dan baru terbongkar setelah ia tertangkap kemarin, ternyata ia menyogok seorang petugas lapas dengan uang 300 juta, atas peristiwa ini Polisi Jambi sedang mengusut tersangka petugas lapas yang terindikasi penyuapan tersebut.

Keahlian menembak Robin ternyata karena ia pernah berdinas menjadi tentara di Aceh dan kemudian di pecat, senjata yang didapatnya dari penyelundupan senjata dari negara tetangga seperti Malaysia, ada juga didapat merupakan hasil curian dan rampasan anggota TNI/POLRI, …dalam melakukan aksinya rombongan Robin selalu berafiliasi dengan kelompok perampok lokal sebagai petunjuk jalan, Robin turun tangan sebagai “eksekutor” dalam aksinya.

Berikut ini beberapa dari banyak peristiwa perampokan yang dilakukan Robin Cs. :

Pada tahun 2005 ia melakukan perampokan di pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara, dia merampas uang Rp 725 juta dan membunuh 3 orang, Termasuk seorang Polisi.

Pada tahun 2006 ia melakukan perampokan terhadap KUD sungai Bahar Jambi, yang mengakibatkan kerugian 1,4 M, ia tertangkap dan divonis 15 tahun dan hanya menjalani 2 Tahun setelah ia melarikan diri dari Lapas Jambi.

Pada tahun 2008 merampok dan membunuh Andry Anwar manager perkebunan PT Asiatic dan membawa kabur sebuah Mobil Mitsubisi Strada.

Pada tahun 2009 Robin cs melakukan perampokan pom bensin di Samarang, Garut, menewaskan seorang Polisi Briptu Endang Wahyudi anggota Polres Garut.

Petualangannya berakhir pada tanggal 21 April 2010 pukul 06.30 WIB itu bermula saat 2 intel Polres Ngawi menyamar sebagai pembeli dan memesan nasi ke warung milik Robin (selama pelarian Robin ia membuka warung nasi di ruko yang dikontraknya). Saat itu kebetulan Robin juga keluar ke meja pembeli. Saat kemunculan Robin, 2 polisi tersebut langsung menangkap dan sempat terjadi aksi kejar-kejaran saat Robin berusaha kabur. Rupanya Robin ditembak dan terkena kaki kanannya saat di belakang ruko yang berukuran 4 x 7 meter tersebut. Terungkaplah bahwa selama pelariannya ia mengganti nama menjadi Rahmad, demikianlah pengakuan dua orang pembantunya yang dipekerjakannya di warungnya.

Demikianlah Kisah sang legenda berakhir, namun kita tetap harus waspada karena kelihaiannya, jangan sampai ia bisa lolos kembali dari Lembaga Pemasyarakatan, dan yang paling penting dengan tertangkapnya sang legenda bukan berarti kejahatan telah hilang, masih banyak lagi ” the next generation after Robin”…. waspadalah …. waspadalah ….

TAMBAHAN

Robin tidak di bawa ke sidang pengadilan, ia tewas tertembak di tangan polisi sewaktu melarikan diri pada saat dibon dari tahanan Polres Garut oleh Reserse Mobil Mabes Bareskrim Mabes Polri untuk menunjukkan TKP lainnya …. STORY END

4 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi, polri, Publik

4 responses to “CERITA PERAMPOK SUMATRA (BAGIAN IV)

  1. setahun aku menunggu endingnya…
    akhirnya ketangkap juga….
    selamat kepada bapak polisi yg terus berjuang tuk menangkap penjahat ini…

  2. anom setyadji

    salut atas kerja keras KRESNA utk menumpas segala penyakit masyarakat..

  3. memang nelongso kalo kita liat polisi kita, dicaci sudah pasti dipuji hanya ketika mati hari-hari ngere pinggir kali alih-alih polisi dicaci hingga mati saya melihat dan ndenger banyak polisi – polisi omahe gak keurus kacian dech looo

  4. mardiaz

    aman sudah bang,kan ybs sdh 810, btw ada sdikit ralat bg,bahwa Julianto/Robin/Uli tidak pernah jadi tentara tp dia dulu dilatih atau berkomplot dgn Riswadi ex Yon 121 dan Riswadi juga sdh 810,abang sehat ??? Saya disini lg kesepian nih bg,makanya buka2 blognya abang,kapan pinfah ke jakarta bg??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s