Petugas Pajak Dipersepsikan Sebagai Orang Berdosa

Zakeus sang petugas pajak dengan Yesus

Zakeus sang petugas pajak dengan Yesus

Bagi orang Israel pada zaman Alkitab perjanjian Baru, seorang petugas pajak (dalam bahasa alkitab Indonesia disebut pemungut cukai, namun secara terjemahan English bible disebutkan sebagai tax collector ) sudah dipersepsikan sebagai orang berdosa, mengapa ? Karena sebagai petugas pajak mereka adalah antek – antek bangsa Romawi penjajah bangsa Israel karena mereka memungut pajak penghasilan dari warga Israel untuk disetorkan kepada wakil pemerintah Romawi di wilayah jajahan Israel, Hal ini turut diperkuat oleh para Ahli Agama/Taurat bahkan mereka disamakan seperti “pendosa berat” seperti perampok dan pezinah , dapat disimak dari doa Ahli taurat/ orang Farisi didepan orang banyak : Orang Farisi itu berdiri dan berdoa begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini (Lukas 18:11)

Banyak dalam Alkitab banyak kisah tentang pemungut cukai, salah satunya ketika Yesus berada di tepi danau Galilea setelah mengajar orang – orang disana, ia bertemu sesorang bernama Lewi putra dari Alfeus, Lewi pekerjaannya seorang petugas pajak , Yesus beserta muridnya kemudian makan di rumah Lewi seorang berdosa petugas pajak… namun hal itu menimbulkan kontroversi besar di kalangan bangsa Israel pada waktu itu: Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Markus 2:16) Dari ayat ini sudah sangat jelas bagi sebagian besar orang Israel menganggap seorang petugas pajak adalah orang berdosa, sebaik apapun dia… Ada sebuah jawaban yang menyejukkan dari Jesus mengapa ia mau makan dengan seorang berdosa petugas pajak, di ayat selanjutnya tertulis : Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Markus 2:17)

Dalam kisah di Alkitab Yesus sekali lagi menemui seorang petugas Pajak, kali ini ketika Yesus berkunjung ke daerah Yerikho, ada seorang petugas pajak bernama Zakeus, Ia karena selalu dipersepsikan sebagai orang berdosa oleh bangsa Israel ia merasa tidak pantas untuk bertemu dengan Yesus, sehingga ia hanya memanjat pohon untuk melihat Yesus dari kejauhan, namun Yesus melihat hal ini dan menyuruh Zakeus untuk turun dari pohon, bahkan berkata bahwa ia akan mampir kerumahnya, bagi Zakeus hal ini merupakan suatu suprise yang sangat besar… namun seperti biasa orang Israel banyak mencibir : Tetapi seperti biasa semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” (Lukas 19:7) Namun bagi Zakeus kehormatan ini membawa dampak positif dan membuat kejutan yang sangat tidak terduga : Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” (Lukas 19:8)

Renungan dari tulisan ini, mungkin kepada petugas pajak untuk lebih berbuat jujur dan menjauhi segala hal yang tidak terpuji, dan kalau bisa meniru apa yang diperbuat Zakeus… Amin

8 Komentar

Filed under Blogger

8 responses to “Petugas Pajak Dipersepsikan Sebagai Orang Berdosa

  1. rianda

    wah kumendan…kalau dlm agama “reward & punishment” nanti kita rasain di alam akhirat….kayaknya kita perlu jg “R&P” dlm skala dunia nyata…kalau dulu seorang ekonom senior bisa bilang “kebocoran” belanja negara +/- 30%…nah “potential loss” pemasukan negara gara gara “kongkalikong” petugas pajak ini berapa sebenarnya? kenapa mereka sampai bisa “melenggang” sampai saat ini???…..pasti ada yg salah dlm UU tipikor ini….;D

  2. Weeeits, kalo parameternya agama yg pasti ga bakalan ada korupsi lg deeh bro….masalahnya manusia hidup perlu uang, pasti selalu itu alasan klasiknya.

  3. saya jg kepikiran kisah zakeus, pak.. kita lihat saja nanti apakah akan ada yg memberikan setengah hartanya utk org miskin dan mengembalikan 4x lipat dr yg mereka peras.. GBU🙂

  4. RONI WOWOR

    Syalom……Tuhan tahu apa yang ada di dalam hati kita, seperti Tuhan tahu apa yang ada di dalam hati Zakeus. Orang lain memandang Zakeus adalah orang berdosa dan tidak mungkin selamat, tetapi Tuhan Yesus tidak menginginkan kematian orang berdosa, tetapi pertobatannya supaya orang berdosa itu menjadi selamat. Allah membenci Dosa tetapi Allah mengasihi orang berdosa, dengan bukti kematian Anak-Nya diatas kayu salib untuk kita orang berdosa……IMANUEL.

  5. Sori bro, gw gk gt ngerti ttg Zakeus…Tp mnrt gw, semua pegawai pajak di Indonesia gakkan ada yg bs ngikutin jejak Zakeus. Gayus Tambunan (GT) salah satunya. Ada 10 aja GT di neg kita, habislah kita. Oleh krn itu, saya menganjurkan boikot pajak dn krn gw muslim, gw menunggu fatwa MUI atw ormas Islam lainnya yg MENGHALALKAN DARAH PETUGAS PAJAK INDONESIA.

    • O.Ha.Min

      @Mas Udin : waduh, kayanya ngga perlu segitunya deh Mas Udin…
      Saya juga Petugas Pajak loh, tapi karena alasan “hati nurani”, saya memilih untuk “resign” setelah 3 tahun bekerja…
      Yg saya dapatkan dr pengalaman saya, yah seperti itulah kenyataan yg ada di Indonesia, sebuah alasan klasik: “kebutuhan hidup”.
      Jujur aja, hampir semua rakyat negeri ini berbondong2 rebutan jadi PNS utk apa??? Karena pengen kerja Santai, dan gaji Gede (apalagi seorang petugas pajak yg bisa dapet hampir 10jt++ setiap bulannya, bahkan tanpa melakukan apa2, cuma absen)
      Hmm, segala sesuatu berdasarkan “Niat”nya, jadi kalo niat awalnya mayoritas adalah utk seperti itu, ada Reformasi Birokrasi pun, ga akan membawa dampak yg signifikan.
      Bahkan yg mengusung dan mempertahankan Reformasi Birokrasi di Departemen Keuangan (Ibu Sri Mulyani), dibuang jauh2 dari Negeri ini kan…???
      Yah, mengalahkan Birokrasi memang TIDAK AKAN BISA dilakukan sendirian.
      Sekarang semua tergantung dari Personal diri kita sendiri, Apapun itu, jangan sampai “kebutuhan” mengalahkan “integritas” dalam diri kita.

  6. RUTH

    PETUGAS PAJAK OH PETUGAS PAJAK SERAKAHNYA MINTA AMPUN. PARA PENGUSAHA DAN PARA KARYAWANNYA JUGA PERLU UANG UNTUK HIDUP, SUPAYA TIDAK MENJADI BEBAN NEGARA SEPERTI [AARPARA PNS.

  7. RUTH

    PETUGAS PAJAK JANGAN TERLALU SERAKAH. PENGUSAHA DAN KARYAWANNYA JUGA PERLU UANG UNTUK HIDUP. SUPAYA TIDAK MENJADI BEBAN NEGARA SEPERTI KALIAN PNS. KALAU PENGUSAHA MATI NEGARA BAYAR KALIAN PAKAI APA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s