Tanya Rudy Giuliani, Bagaimana Cara Menurunkan Kejahatan ?

Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001

Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001

Jika ada manusia di dunia ini yang dianggap berhasil menurunkan crime rate di suatu daerah yang selama ini dianggap “surga” nya kejahatan yaitu New York  pasti semua bilang ….”Oh, itu karena jasa Mr. Giuliani, sekarang New York aman.. tidak seperti dulu …” , hal ini langsung saya dengar dari New Yorker sendiri, yaitu adik ipar saya yang telah tinggal 20 tahunan di NY dan menikah dengan seorang Italian-American.

Saya jadi penasaran dan mulai buka internet saya, bagaimana sih sepak terjang Mr. Giuliani yang menjadi legenda dan dikenang sebagai seseorang yang berhasil menurunkan angka kejahatan di New York ?

Mr. Rudi Guiliani adalah seorang Mayor (gubernur negara bagian) New York, selama 2 periode , dari tahun 1994 hingga 2001… sebenarnya kalau tidak ada aturan maksimal 2 kali terpilih, banyak New Yorker masih menginginkan beliau sebagai Mayor.

Ia terlahir pada tanggal 28 May 1944, di Brooklyn NY, ayahnya Harold Angelo Giuliani (1908–1981) dan ibunya Helen C. D’Avanzo (1909–2002) adalah berasal dari golongan buruh berpenghasilan rendah, keduanya adalah imigran dari Italy yang mencoba peruntungan hidup di Amerika Serikat. Ayahnya, Harold banyak berurusan dengan polisi karena seperti kebanyakan imigran Italia mereka banyak berhubungan dengan mafia (organized crime) yang mengelola perjudian dan peminjaman uang. Walaupun berasal dari keluarga yang banyak berurusan dengan aparat hukum, Rudi justru menyelesaikan kuliahnya dari New York University School of Law di Manhattan, dengan predikat Cum Laude dan mendapat gelar Juris Doctor . Ia memulai kariernya pada United States Department of Justice (Departemen Hukum Amerika Serikat) sebagai Jaksa, dan karier cemerlangnya dimulai ketika ia diangkat menjadi Jaksa Distrik kantor wilayah Selatan New York, ia dihadapkan pada kasus-kasus “high profile” seperti kasus menghebohkan yang terjadi di bursa efek Wall Steet yang melibatkan terdakwa Ivan Boesky dan Michael Milken dan ia juga banyak menangani penuntutan kasus-kasus Peredaran Narkoba, Kejahatan Terorganisir, dan banyak Kasus Korupsi, Ia juga ditunjuk sebagai ketua “Komisi Peradilan Mafia” yang telah sukses memenjarakan 11 tokoh – tokoh utama “organized crime”, termasuk yang paling terkenal adalah John Gotty dari “five families” bos Mafia dari New York.

Pada tahun 1993 ia mengikuti pilkada gubernur New York, dengan perahunya partai Republik (Ia memang seorang Republikan sejati) melawan calon Partai Demokrat George Marlin, dalam kampanyenya Rudi Giuliani menjanjikan apabila menang ia akan fokus pada Kepolisian kota NewYork untuk menghilangkan “street crime” dan gangguan keamanan untuk meningkatkan kualitas hidup warga New York… Tema kampanye yang sederhana itu ternyata menarik minat New Yorker yang bosan dengan keadaan kotanya yang sangat rawan dan berbahaya untuk ditinggali ….dan dampaknya Rudi Giuliani menang sebagai Mayor New York, dan kembali menang tidak terbendung pada pemilihan kedua pada tahun 1997.

Penegakan Hukum Ala Giuliani

Pada masa pertamanya sebagai Mayor, Giuliani bahu membahu dengan kepala kepolisian kota NewYork Bill Bratton utuk mengadopsi strategi pencegahan kejahatan yang agresif berdasarkan pendekatan “Broken Window” yang ditemukan oleh profesor political scientist Mr. James Q. Wilson. Caranya adalah membasmi segala “kejahatan kecil” yang selama ini dianggap remeh oleh polisi seperti: grafitti (mencoret tembok), pemeras jalanan (tukang kompas), pecandu narkoba, dan segala bentuk-bentuk premanisme…. dalam teorinya, taknik ini dipergunakan untuk “Menyampaikan Pesan” bahwa pemerintah dan kepolisian “serius” untuk mulai menertibkan kota. Ada satu prinsip dari teori ini yaitu “untuk menertibkan kejahatan besar harus dimulai dari menertibkan kejahatan kecil/street crime”, dengan tidak memberikan toleransi sama sekali pada kejahatan kecil, otomatis kejahatan besar tidak akan berkembang…. dan teori ini terbukti

Giuliani dan Bratton juga mengenalkan “pendekatan komparatif statistik Kejahatan” (istilah mereka CompStat) yang memetakan kejadian kriminal berdasarkan lokasi geografisnya, sehingga dapat dilihat secara jelas Pola kejahatan di suatu daerah, juga dapat diketahui daerah yang mempunyai klasifikasi “rawan” maupun “tidak rawan”, Nah hebatnya data ini digunakan sebagi indikator keberhasilan anggota Polisi dalam bertugas, ia dikatakan berhasil apabila wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dari klasifikasi “rawan” menjadi “tidak rawan” dan dianggap tidak berhasil apabila data tersebut kebalikannya dari “tidak rawan” menjadi “rawan”. Walaupun CompStat pada awalnya banyak dikritik karena akhirnya banyak polisi yang memanipulasi data kejahatan diwilayahnya karena takut dikatakan “tidak bekerja” namun berkat pengawasan internal kepolisian yang ketat tidak ada lagi manipulasi data, bahkan ComStat mendapat penghargaan oleh Kennedy School of Government sebagai inovasi terbaik pemerintahan tahun 1996.

National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).

National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).

Pada masa pemerintahan Giuliani angka kejahatan di New York turun secara signifikan, bahkan Sosiologis dari University Of California Frank Zimring dalam bukunya “The Great American Crime Decline” mengatakan apa yang dilakukan oleh Giuliani sebagai “Kebijakan yang paling fokus dalam sejarah penegakan hukum” ia mengatakan pula kejahatan di New York turun hingga setengahnya atas kebijakan Giuliani itu, suatu pujian yang setinggi langit …..

Keberhasilan Penurunan Kejahatan ini menyebabkan kepala Polisi New York Bill Bratton “dipinang” oleh Mayor Los Angeles untuk menjadi Kepala Kepolisian LA, karena LA sebagai kota pesaing NY merasa “panas kuping” atas keberhasilan NY menurunkan kejahatan, dibanding dengan LA yang masih tetap tinggi …. wah ternyata dua kota ini bersaing yaa hahaha…

Sungguh suatu kisah yang membuat saya merinding, suatu kesuksesan seorang anak yang lahir dari keluarga Mafia, dan justru menjadi seorang anti-mafia, dan menjadi seorang yang selalu dikenang oleh Masyarakat New York….

Inti dari kisah ini kalau kita mau berusaha dan Serius, pasti Tuhan akan membuka jalan….. Salam Sukses !

6 Komentar

Filed under Blogger, hukum, keluarga, police, Polisi, Publik

6 responses to “Tanya Rudy Giuliani, Bagaimana Cara Menurunkan Kejahatan ?

  1. Salam kenal Pak Rein

    coba di cek di blog sayo, di sidebar “blogger jambi” apa benar penulisan nama blog ini, yang saya entri ke daftar blogger Jambi.

    tolong di koment di “absen blogger Jambi”.

    keep posting

    Merdeka

    maaf pak coment nya ga sesuai dengan isi posting…
    tp salut de buat Bpk…🙂

  2. ari

    Spertinya bakal susah nyamain NY yg Polisinya Sejahtera dgn Polisi Indoneisa ndan.. mslahnya klo di indoneisa, ktika suatu daerah aman dan indeks kejahatannya menurun, maka akan susah nambah anggaran operasional, krna giat Gakkum menurun, paling patroli doank yang naik.. tpi klo daerah rawan kan enak minta anggarannya ndan.. trus pola yg tepat utk indoneisa gmana dunk ndan ?????

    @ari: alasan kesejahteraan selalu alasan klasik untuk peningkatan kinerja, namun pada kenyataannya tidak selalu berbanding lurus kok….(ingat contoh GT ?) yang dibutuhkan adalah orang 2x yang betul mencintai pekerjaannya…. perbaiki kinerja dengan memperbaiki diri sendiri…. sukses bro GBU

  3. ari

    emank kesejahtraan mslah klasik ndan, tpi gx bisa dipungkiri klo kesejahtraan punya pranan pnting tux tingkatkan kinerja anggota.

    Kurang tepat jga ndan klo GT yg djadikan parameter pningkatan kinerja. Smuakan tergantung sudut pandang masing2. Coba klo dilihat : GT aj yg gajinya besar, msih lahgun wewenang, aplgi kita yg gajinya pas2an, pake acara potong sana-sini lgi.. hihihi

    mudah2an aja reformasi organisasi kita gax hanya sebatas slogan aj ndan. GBU

  4. merinding bacanya..
    semoga Indonesia juga bisa🙂

  5. Tulisan yang menarik Bang..
    Teori Broken windows yang dikemukakan oleh Kelling & Wilson (1982)menggambarkan hubungan antara ketidaktertiban dan kejahatan dengan menggunakan perumpamaan jendela rusak (kalau sebuah jendela rusak pada sebuah gedung dan dibiarkan tidak diperbaiki maka jendela lainnya tidak lama kemudian akan rusak juga).
    Dianalogikan dengan perilaku tidak tertib kecil@an yang dibiarkan akan menimbulkan/menghasilkan kejahatan yg serius.
    Ada satu hal penting yg terlupakan dalam tulisan di atas Bang, yaitu “peran serta masyarakat”. Tanpa itu usaha Kepolisian New York pada saat itu tidak akan mungkin berhasil. Kelling & Wilson menyebutkan terdapat 4 strategi penurunan kejahatan yaitu :
    1. Menangani ketidaktertiban para pelanggar kecil2an, menginfokan kepada polisi agar polisi dapat mengungkap eksistensi kejahatan karena tanpa info masy dikaitkan dengan keterbatasan sumber daya yg dimiliki polisi (scr universal) maka impossible polisi dapat mengetahui pelanggaran2 yang terjadi.
    2. Konsentrasi polisi pada daerah2 yang tingkat kejahatan nya tinggi dengan tujuan mengirimkan pesan bahwa tindakan2 para penjahat “tidak ditolerir”.
    3. Pengawasan ketat penduduk terhadap daerahnya dan menerapkan berbagai standar perilaku. Sebagai contoh di Indonesia “1×24 jam tamu wajib lapor”. KOntrol sosial penduduk/komunitas haruslah kuat untuk mendeteksi pendatang atau tindakan2 yg tidak sesuai norma di wilayahnya.
    4. Tanggung jawab ketidaktertiban dan kejahatan merupakan tanggung jawab bersama polisi dan masyarakat.

    Tantangannya adalah :
    Dapatkan Polri memobilisasi masyarakat dan dirinya sendiri untuk melaksanakan hal2 di atas?

    Maaf kalau ada yg salah dan tidak berkenan …..

    @Yade Setiawan Ujung: Terima kasih bro atas tambahannya .. sungguh lengkap …. Sukses selalu …. GBU

  6. kalau ini diterapkan di Indonesia pasti kejadian membunuh dengan mengatasnamakan agama tidak akan terjadi lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s