Polisi Sebagai Terpidana Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Kemarin saya berkesempatan memberi pengarahan kepada para pegawai lapas di Lembaga Pemasyarakatan Jambi, setelah selesai saya berkesempatan meninjau kedalam sel – sel tahanan, dan “miris” rasanya didalamnya terdapat belasan anggota Polisi yang terlibat tindak Pidana dan divonis penjara…. suatu jumlah yang tidak sedikit … wuiih.. kalau dilihat perbuatannya… mereka adalah terpidana kasus Narkoba, dan perbuatan lainnya seperti Pencurian dan Penganiayaan…

Police Behind Bars

Police Behind Bars

Semenjak Polri bukan lagi bagian integral dari Angkatan Bersenjata pada awal tahun 2000 an, Polisi sudah 100% tunduk pada aturan Pidana Umum, artinya diadili dalam Pengadilan Umum dan apabila divonis Penjara masuk dalam Penjara Umum… dan bisa dibayangkan Polisi dipenjara bareng orang yang pernah ditangkapnya:mrgreen: dan kisah itu benar – benar terjadi,…. setidaknya di Lapas yang kemarin saya lihat … Seorang anggota Polisi pernah dikeroyok beramai – ramai narapidana lainnya pada saat masuk, sebelumnya terkenal sebagai polisi yang suka menangkap orang dan “sadis” terhadap tangkapannya …Polisi yang masuk pun harus membayar “upeti” terhadap para preman narapidana agar tidak diganggu ….

Kalau kita bandingkan dengan anggota TNI, mereka tetap berada dalam lingkup peradilan militer dan tahanan militer walaupun kejahatan yang mereka lakukan termasuk “kejahatan umum” seperti yang tercantum dalam KUHP, menurut pendapat saya kalau negara ini ingin menegakkan “supremasi hukum” mestinya semua mendapat perlakuan yang sama didalam hukum tanpa memandang bulu baik itu Polri, TNI atau siapapapun ….

Saya jadi ingat pengalaman saya dulu sewaktu Polri masih tunduk pada hukum militer, karena dituduh terlibat perkelahian yang tidak saya lakukan, saya bolak balik dipanggil Polisi Militer dan diperiksa …. saya pada waktu itu berpikir kalaupun saya terbukti melakukan tindak Pidana pengeroyokan (170 Kuhp yo 351 KUHP) masakah saya diadili di pengadilan militer ? ngga nyambung blass kan ? hehe…😛 untung perbuatan saya tidak terbukti, karena memang saya tidak melakukan… saya pun bersumpah keadaan ini harus diubah …

Keadaanpun berubah Polisi kembali kejati dirinya sebagai anggota masyarakat umum… dalam lingkup peradilan umum… nah  sumpah saya jadi berbalik ke saya … pada saat itu kebetulan saya sebagai penyidik di Polda, dan karena saya yang paling senior, maka semua kasus Pidana yang melibatkan anggota Polri dilimpahkan ke saya …. walaaaah serba salah …..antara tugas dan ngga tega… tapi itulah  tantangannya… mau ngga mau saya  sudah mengantar belasan anggota Polri yang terkait Pidana kedalam penjara….. sighh sungguh ironi…

Makanya, saran saya kalau anda seorang Polisi jangaaaan deh terlibat perkara pidana… akan sakiiiit sekali kalau anda divonis penjara dan masuk Lapas …

23 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi, polri

23 responses to “Polisi Sebagai Terpidana Dalam Lembaga Pemasyarakatan

  1. ari

    ijin komendan,, mskipun mlakukan pidana umum, seharusnya polisi punya fasilitas penahanan sendiri ndan, jgn digabung sama mantan tahanannya.. krn polisi akan jadi “target khusus” bagi para Napi.

    polisi jga kan manusia, yg gax luput dari kesalahan.. misalnya ada agt polri yang terlibat kasus laka lantas, trus harus masuk penjara.. tentunya dia akan jadi sasaran pengeroyokan, pdahal belum tntu dia dipecat dan bisa saja selama dinas dia jga baik2.. maa sei harus jadi korban juga??????

    @ari : pernah mengemuka wacana seperti ini, yaitu membuat LP khusus polisi…. namun setelah ditimbang – timbang tidak jadi, mungkin dengan hal ini malah mencederai prinsip “persamaan dimuka hukum”…. saran saya makanya seperti di bagian akhir tulisan saya…” sebaiknya menghindari perbuatan pidana” … kalau mendapat vonis penjara sungguh sakiiit ….

    • rudi

      Baca komentator di blog Pak Muradi seru juga loh, antek-antek militer cuma bisa mengulang kata doang dan tidak bisa menganalisa dari debat kusir, salah satu anteknya ada juga tuh yang ikutan komentar di sini mengulang kata dan mengulang lagi terus dan terus begitu,, cuma segitukah kemampuan dia menganalisa? hehehe
      https://muradi.wordpress.com/2010/07/09/polri-dan-sloganisme/

    • untuk orang yg belum pernah “berurusan” dgn polisi , paling bisa ngomong kasihan polisi masuk penjara . padahal ketika dia kepepet di hadapkan kepada pelaku birokrasi kepolisian ,! nah .. . dia akan sumpah serapah mulai dari isi wc sampai isi kebon binatang o o o o

  2. guntar

    ijin ndan, saya juga pernah punya leting yg dipenjara karena kasus 285 KUHP..saat di Lapas dia disiksa sama tahanan lain, dipukul bahkan dikencingi beramai – ramai..sunggu sesuatu yg ironis ndan…

    @ Guntar : memang itulah kenyataannya Gun …… ironis sekali … mudah 2x an azab ini tidak terjadi pada kita ..

  3. wahyoe

    siang ndan
    setuju dn lebih baik kalo kata yang bijak yang abang tulis terakhir dingatkan ke semua para calon polisi baik bintara maupun perwira, karena pada saat mereka memilih menjadi seorang polisi selama itu hidupnya dua kakinya berjalan di dua buah titian yang sama tidak enaknya yaitu gugur sebagai kusuma bangsa atau masuk penjara karena lingkungan yang harus di gelutinya. MAKA JADILAH INSAN BHAYANGKARA YANG SELALU BERFIKIR DAN BERMENTAL ” MENGABDI PADA NEGARA DAN BANGSA SELALU MENGAYOMI DAN MELINDUNGI MASYARAKATNYA”,

    @wahyoe: thanks brother commentnya, itulah kenyataan yang harus dihadapi, setiap pekerjaan ada resikonya ….. kalau kita bekerja dengan penuh semangat, iklas dan minta petunjuk NYA niscaya hal – hal buruk tidak akan menimpa kita..

  4. arif

    @bang rere & wahyoe….bravo’….konsekwensi yang cukup berat….dipikir masak masak sebelum mendaftar jadi pulisi…ragu ragu mending jadi guru banyak liburnya….he he he

    @ arif : semua pekerjaan ada resikonya mas … jangan dikira jadi guru tidak susah dan ngga ada resikonya … kalau anak2x muridnya malas, bodoh dan bandel bagaimana ? hahaha😛

  5. alfredo

    Jadi Polisi jangan kejam – kejam dan jangan sewenang – wenang.Ikuti aturan yang berlaku pasti selamat.

    @alfredo : setujuuuu… jangan kita merasa superior, lebih hebat dari masyarakat lain.. padahal kita sama semua dimuka hukum… thanks

  6. Harusnya pengeroyokan terhadap siapapun tidak dibolehkan.
    pengamanan penjara harus ditingkatkan.

    Kalau ada polisi yang dipukuli sabar aja pak,
    nanti pas keluar dibales aja😀

    @zidni: waduh susah juga menjaga tingkah laku penghuni penjara… kalau ada perorangan bisa ditangani, kalau pengeroyokan ? hahaha.. mau dibalas diluar ? ide yang bagus juga hehe…

  7. imanz

    ijin bang,bagi anggota polri yg menjadi terpidana dapat di tempatkan di rutan polri yang telah di tunjuk Depkumdang untuk menghindari masalah2 yg abang ceritakan di atas.(tentu kord dengan JPU sbg eksekutor).Namun yang terjadi penyidik or pimpinan polri tidak paham hal ini (pura-pura Gila)

  8. budi

    setuju sekali POLRI punya tahanan khusus,
    khususnya bagi yang perwira, karena kehormatan segala2nya,
    kaya KOMJEN SUYITNO LANDUNG di Rutan Brimob,
    krn bagi perwira ditegur pun merupakan hukuman.
    pala gi di Penjara

  9. sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat polisi yg mau membuat blog spti ini sehingga kt bisa saling komunikasi.
    perlu diketahui sob. polisi statusnya sipil sedangkan TNI beda. jadi wajar jk ada polisi bersalah di tuntut di peradilan umum, lawong polisi sekarang statusnya sipil aja sewenang2 terhadp warga sipil apalagi jika statusnya militer….?
    yang terpenting tunjukan yang terbaik buat masyarakat Isya Alloh masyarakat pasti cinta Polisi.

    • Daeng

      Status sipil dan militer memang berbeda……tapi kegiatan tetap sama apa yang di lakukan militer sama dengan yang di lakukan oleh sipil…..
      saya sependapat dengan pak Andi :yang terpenting tunjukan yang terbaik buat masyarakat Isya Alloh masyarakat pasti cinta Polisi.”

      Tapi tidak sependapat dengan kalimat: “lawong polisi sekarang statusnya sipil aja sewenang2 terhadp warga sipil apalagi jika statusnya militer….?

      yang mana tuh yg sewenang wenang pak????? Oknum atau Institusinya????????

      Jangan di sama ratain dong pak!!!!!!!! protes nih!!!!!!! Piss pak !!!! dari kami yang selalu siap menunggu perintah untukmelasanakan tugas demi Nusa dan Bangsa sesuai motto kami ” Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan” *walau di hati kecil kami sangat memohon tambahan Honor*🙂

  10. @ Daeng (12:10:21) :terima kasih mas atas koreksinya. yang saya maksud sewenang2 oknum polisi.

  11. bazz

    saya setuju jika yang dilanggar hukum sipil semua harus tunduk pada KUHP baik TNI atau Polisi

    Untuk TNI sepertinya masih jauh dari hal tersebut, karena sampai sekarang semua tindakan pelanggaran mereka masih diurusi oleh PM, kecuali jika langsung dipecat dan diserahkan pada Kepolisian.

    Namun saya melihat nampaknya sampai saat ini pihak kepolisian pun masih tidak terlalu berbeda dengan TNI, setiap anggota yang bersalah sepertinya hanya mentok di sidang kode etik. Jarang saya lihat yang langsung dibawa ke pengadilan.

    @bazz: sidang kode etik menangani hubungan internal anggota tersebut dengan Polisi… hasilnya layak atau tidak layak menjadi anggota tersebut menjadi polisi…… ini lebih ditakuti anggota ketimbang hanya sekedar di pidana umumkan… soalnya kalau dianggap tdk layak artinya dipecat dengan tidak hormat (PTDH)

  12. BENNY J.P MANURUNG

    SAYA TERTARIK DENGAN APA YG BAPAK KATAKAN. KARENA SAYA JUGA PERNAH MELAKUKAN PENELITIAN TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN OKNUM POLISI DIKOTA JAMBI DENGAN TERSANGKA IPTU GRIBALDY, TAPI BELIAU SLAH MENGGUNAKAN AMANAT YG DIBERIKAN YAITU DENGAN PENGGUNAAN SENJATA API MILIK POLRI DAN TNI UNTUK MEMULUSKAN AKSINYA YANG DELICTNYA BERBEDA-BEDA YAITU DI PELEMBANG.MEDAN DAN RIAU. MAJU TERUS POLRI DAN TINDAK JUGA PARA ANGGOTA YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA….MERDEKA

  13. Harry

    siip komandan!!!
    semoga anda termasuk POLISI yg konsisten dgn tugasnya sebagai abdi negara Jempolan.

    tanya komandan, bgmn dgn oknum POLISI yg memprovokatori kasus untuk 7an pemerasan kepada salah satu pihak yg terlibat kasus.
    apakah ini juga bisa dibilang penyalah gunaan wewenang atau apa komandan????

    tolong informasi jelasnya??

  14. ZIG-ZAG

    Menurut saya untuk menghindari hal2 yg terjadi terhadap anggota polri yg di penjara d lapas alangkah baiknya anggota polri dititipkan ditahan di masmil/rtm aja krn walau skr polri bersetatus sipil tp baik pendidikan dan tugas nya nyerempet2 militer/paramiliter.Tp kalo dibuatkan rutan khusus polri ya sama aja polri bukan sipil donk krn tahanannya dibedakan dng masyarakat sipil lainnya,entar bs dibilang militer ke.2 setelah TNI.

  15. jimmy

    Status polri tidak jelassss…..aturan yang sudah diundangkan saja dikangkangi…..cth:Di dalam undang2 tenaga kerja sdh diatur bahwa setiap tenaga kerja itu dalam 1 hari seseorang hanya efektif bekerja max.8 jam sehari,nah kenyataannya Polri itu bekerja full time…disinilah salah satu case internal Polri….kalo dia statusnya sipil seharusnya Polri harus tunduk ke UU sipil dan menegakkannya sesuai UU yg berlaku,bukannya malah mengangkangi UU tersebut….

  16. jimmy

    Sebaiknya Polri itu dipangkas aja kewenangannya,tujuannya agar Polri itu dapat bekerja profesional.Bisa kita kaji tugas polri itu mulai dari menerima laporan masyarakat,lidik_sidik,pam unras,pam pemilu,terorisme,kriminal,nolongin org yg hanyut di sungai sampai nolongin ibu2 yg mau melahirkan,ngatur lalu lintas….nah personilnya gak cukup utk menghandle semua tugasnya itu…lagi pula gajinya murah,negara gak sanggup bayar besar atas tugas2 yg dimandatkan ke polri,makanya anggota polri banyak yg stresss…nembak komandannya,nembak istrinya,nembak orang yg dianggap membuatnya kesal,krn apa???,ya pasti karena polri itu personilnya dibebani tugas yg cukup banyak ditambah lagi durasi kerjanya yg full time…ada jg msh istilah siaga 1 di Polri ini…

  17. jimmy

    Satu lagi nih…..kalo polri itu sudah di sipil kan,selanjutnya utk kepangkatannya harus disesuaikan dengan pegawai sipil….cth:sipir penjara_pns di bawah kemenkumham,kemudian polsuska_pns di kementerian perhubungan,petugas bea cukai,polhut dsb..nah mereka ini juga pegawai sipil yang dipersenjatai dalam melaksanakan tugas….selanjutnya kalau kita tinjau dari kepangkatan polri saat ini,polri masih menganut kepangkatan militer,dimana sebutannya saja yang berbeda sehingga kesan militernya pun masih nampak jelas,kemudian utk karier kepangkatan di polri tetap masih mengacu kemiliter2an,contohnya:si A anggota polri yg masuk dari bintara/gol.IIa dan si B pns di kemenkumham-polsuspas yang juga gol.IIa,kemudian si A dan B sama2 kuliah disatu universitas dan selanjutnya sama2 meraih gelar sarjana hukum,dan disaat waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan untuk alih golongan si A harus menjalani mekanisme yang sangat rumit dan panjang untuk bisa naik ke gol.IIIa/perwira,sementara si B hanya melengkapi persyaratan administrasi saja sudah bisa diusulkan menjadi gol.IIIa,jadi bisa kita simpulkan polri ini secara umum masih menganut militerisme

    @Jimmy: Terima kasih atas usulannya …. Memang tugas polisi sangat banyak karena menyentuh langsung ke masyarakat. Mengenai pangkat memang Polisi di seluruh dunia disebut paramilitary artinya sipil bersenjata, jadi memang berbeda dgn golongan sipil lainnya

    • Di seluruh dunia polisi digolongkan sipil bersenjata (Paramilitary) jadi memang tidak bisa disamakan secara keseluruhan system hirarkis yang ada dalam jajaran birokrat.

  18. rudi

    Baca komentator di blog Pak Muradi seru juga loh, antek-antek militer cuma bisa mengulang kata doang dan tidak bisa menganalisa dari debat kusir, salah satu anteknya ada juga tuh yang ikutan komentar di sini mengulang kata dan mengulang lagi terus dan terus begitu, cuma segitukah kemampuan dia menganalisa? hehehe
    https://muradi.wordpress.com/2010/07/09/polri-dan-sloganisme/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s