MARKUS

Setelah Petrus sekarang giliran si Markus, hehe … memang istilah Makelar Kasus atau bahasa kerennya : “Mafia Peradilan” makin membahana setelah terungkapnya Anggodo melakukan pembicaraan di telepon terhadap beberapa petinggi di kejaksaan dalam upaya “mengatur” penyidikan terhadap pak Bibit dan Chandra…

Dalam tulisan ini saya akan mengungkapkan sedikit  yang saya tahu tentang  Markus, inilah beberapa Faktanya :

  1. Markus “bermain” di semua lini Criminal Justice System dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan hingga Lembaga Pemasyarakatan.
  2. Namun demikian tidak banyak yang bisa menguasai semua lini,  jadi ada yang khusus “bermain” di Kepolisian, ada yang ahli di Kejaksaan, dan ada yang spesialis di Pengadilan demikian seterusnya, jadi bila ada satu perkara yang akan “dinaikkan” para markus ini saling berkomunikasi.
  3. Perkenalan dengan para pejabat di CJS tidak ujuk – ujuk terjadi, biasanya mereka para markus “menanam budi” semenjak mereka masih menjadi pegawai rendahan, sehingga pada saat mereka “menjabat” mereka jadi merasa “berhutang Budi”, dan anehnya mereka para markus bisa “memprediksi” seseorang ini akan menjadi berpengaruh atau tidak semenjak awal karirnya.
  4. Kebanyakan Markus adalah “tokoh” yang dipercaya pada lingkungan atau komunitasnya, dan biasanya ia dimintai tolong oleh anggota komunitasnya apabila bermasalah. Namun banyak juga yang golongan oportunis yaitu memanfaatkan hubungan dekat dengan pejabat (bisa hubungan kekeluargaan atau teman dekat) namun golongan oportunis ini tidak bisa bertahan lama karena begitu sang pejabat pensiun, maka pensiun jugalah dia🙂
  5. Cara kerja Markus biasanya ia meminta sejumlah uang untuk melancarkan urusannya dan memberinya kepada pejabat yang berwenang, nahh inilah letak kerawanannya…. tidak ada fungsi kontrol apakah dana ini sampai atau tidak kepada pejabat tersebut (ingat Ari Mulyadi ? hehe… ) makanya Markus ini pendapatannya buanyak sekali, bayangkan berapa sih habisnya hanya untuk mentraktir main golf, atau mengumpankan wanita ? haha …. memang ada juga sih dalam bentuk cash money tapi sampai zaman kuda gigit besi tidak akan ada kwitasnsi dari pejabat ybs, jadi siapa yang tau berapa jumlah uang yang diberikan ?
  6. Apa yang bisa diurus dalam proses penegakan hukum ? banyak…. dari mendeponir kasus (tentunya unlawful), meringankan hukuman, mengesampingkan perkara/hukuman, membebaskan tersangka/terdakwa/terpidana dari hukuman penjara, bahkan mengatur hasil keputusan hakim baik dalam perkara perdata maupun pidana,  semua berlaku dari segala lini CJS…. well, gawat kan ?

Demikian sedikiiiiiit yang saya tahu dari Makelar Kasus atau dalam istilah kerennya “Mafia Peradilan” … masih banyak lagi siiih .. tapi saya yakin segini saja sudah membuat orang puyeng 😛

Satgas mafia peradilan beserta KPK

Satgas mafia peradilan beserta KPK

Dengan itu saya pribadi mendukung penuh terbentuknya Satgas anti yang terdiri dari Kuntoro Mangkusubroto (ketua), Mas Ahmad Santosa, Denny Indrayana, Darmono, Yunus Husein, dan Herman Effendi, semoga satgas ini bisa bekerja dengan baik untuk membasmi semua bentuk mafia peradilan dan Markus Markusnya dari Sistem Hukum Indonesia… Selamat Bekerja Pak ….

4 Komentar

Filed under hukum

4 responses to “MARKUS

  1. Tukang Jepret

    kalau saya termasuk golongan markus nggak ya bang, jadi takut kedekatan sama bang rere dianggap markus lagi hehehehehe

  2. wah, kalau saya deket sama bang rere, ntar dianggap markus atau setidaknya calon markus hehehehe, btw kenapa pulisi juga senang bekerja sama dengan markus yak bang

  3. arif

    sip postingannya bang….singkat& berisi he he………tapi kapan ya jamannya kuda gigit besi itu tiba…ha ha …, setuju bang …yang namanya makelar/calo itu ada di semua lini..saya rasa masyarakat uda tahu, hanya ga tahu harus diapain atau sikap ga usah ikut campur urusan orang lain,urusi keluarga sendiri aja uda capek…untuk satgas mafia peradilan saya setuju….tapi aku tunggu aksinya jg…mereka jg manusia, kaya antasari jg punya nafsu he he he…………@anggara: pulisi jg manusiayang pingin sekolahin anaknya keluar negeri..kalau bisa.(he he..(madsudnya kebutuhan/standart kebutuhan manusia tu tanpa batas..salah satu faktornya selain banyak banyak motif lainnya..

  4. Salam kenal bang.., senang baca tulisan dan pengakuan abang yang kadangkala bertolak belakang dengan kebanyakan anggota polri pada umumnya.

    Menurut saya oknum2 penasehat hukum (PH) lebih berperan dalam menyuburkan praktek Markus di Indonesia. Alasannya, merekalah yang sering menjadi penyambung “benang merah” antara penyidik, penuntut dan hakim. Maaf jika saya salah. salam ..

    @Togar : Hehehe sebenarnya PH bisa juga sih disebut Mafia Hukum… tapi mafia yang “resmi” hahaha…. tinggal bagaimana hati nurani mereka saja yang bekerja… mau menjadi “devil advocate” atau “angel advocate”😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s