Babak Baru Antasari, Apapun Bisa Terjadi..

Kasus Antasari telah memasuki babak baru yaitu sidang pengadilan, belum beberapa lama bergulir sudah menuai kehebohan yang luar biasa, diantaranya : Pengakuan terdakwa pelaku Eksekutor terhadap korban Nasrudin yaitu:  Edo Cs yang mengaku mendapat penyiksaan dalam pemeriksaan kepolisian sehingga mengikuti saja ‘skenario’ para penyidik,  Tuduhan yang dilemparkan oleh terdakwa Antasari bahwa Ia hanya merupakan korban dari upaya pelemahan KPK, serta yang paling terakhir yang tidak kalah hebohnya adalah pengakuan terdakwa Wilardi Wizard bahwa keterangan yang ia tuangkan dalam BAP adalah berdasarkan tekanan dari pimpinan Polri dengan harapan ia tidak dipidanakan hanya diberi ‘hukuman disiplin’… drama apa selanjutnya yang akan terjadi di sidang pengadilan ? kita tunggu saja apa yang akan terjadi ….

Antasari dan team Pengacara, courtesy detik.com

Antasari dan team Pengacara, courtesy detik.com

Peran Media juga sangat menentukan dalam membentuk opini masyarakat, dan hal inilah yang dimanfaatkan para pengacara terdakwa, mengenai hal ini sudah saya duga… dan sudah pernah saya tulis dalam tulisan saya sebelumnya:  “Akankah Antasari Azhar Bebas akibat pembelaan Media ? (Melihat kasus OJ Simpson)” . Apalagi kalau disadari peristiwa Antasari hingga terakhir Bibit dan Chandra saling berkaitan, dan merupakan berita yang sangat menarik bagi masyarakat, dan Momentum ini sangat dimanfaatkan oleh para pengacara dan terdakwa untuk membentuk opini ‘inosence’ mereka … :)  hehe berhasil ngga ya ?…

Nah, sekarang kita mengupas bagaimana sih sebenarnya cara melihat “Kebenaran” dalam sidang pengadilan ??? ….

Sidang Pengadilan bagi saya adalah ‘ring tinju’ antara Jaksa penuntut Umum dan Pengacara/terdakwa dengan wasitnya adalah Hakim, jadi dalam sidang pengadilan “KEBENARAN” akan dinilai oleh hakim, ia mempunyai hak yang teramat sangat Istimewa untuk menentukan siapa yang salah siapa yang benar … mereka hanya bertanggung jawab kepada TUHAN atas keputusan yang mereka ambil…

Tentunya untuk menilai KEBENARAN itu Hakim melihat dari Alat bukti, yaitu apa saja yang harus ia lihat sebagai Bukti di sidang Pengadilan, untuk meyakinkan Hakim pada suatu KEBENARAN, seperti dalam KUHAP Pasal 184 disebutkan sebagai berikut:

(1) Alat bukti yang sah ialah:

a.keterangan saksi;
b.keterangan ahli;
c.surat;
d.petunjuk;
e.keterangan terdakwa.

(2) Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan.

Jadi sebenarnya keterangan para terdakwa yang muncul dalam pemeriksaan awal di Kepolisian kurang berarti, karena sejatinya tugas pembuktian adalah tugas Jaksa di Sidang Pengadilan… Jadi bisa – bisa saja para terdakwa mencabut keterangannya pada waktu diperiksa Polisi, bahkan apabila terdakwa tidak mau memberikan keterangan apa – apa pada waktu diperiksa Kepolisian diperkenankan.

Nah, sekarang tidak heran kan kenapa pada saat pengadilan kenapa para terdakwa memberikan keterangan yang berbeda dibandingkan pada saat diperiksa Polisi …. Adalah Hakim yang diberi kepercayaan oleh TUHAN untuk menilai KEBENARAN dalam sidang Pengadilan…

Dalam sistem hukum kita yang Continental System peran Hakim memang “setengah Dewa” karena dalam sidang pengadilan seperti kasus Antasari hanya ada 3 orang hakim yang menentukan Nasib seseorang, beda dengan sytem Anglo Saxon seperti di Amerika Serikat, KEBENARAN bukan urusan Hakim tetapi JURI yang berjumlah 18 orang (bisa lebih sedikit atau lebih banyak) … Hakim hanya menetapkan hukuman setelah para juri menentukan terdakwa Guilty (bersalah) atau tidak, jadi sebenarnya di Indonesia tugas hakim ada 2 yaitu Menentukan KEBENARAN dan Menentukan Hukuman.. hebat kan ? Nah menurut pendapat pribadi saya, penggunaan Juri dalam sidang pengadilan bisa lebih obyektif kan ? apakah sistem akan berubah ? entah lah hehe….

Sekarang pertanyaan selanjutnya apakah KEBENARAN yang HAKIKI akan muncul dalam sidang pengadilan ???? Apakah terdakwa dinyatakan Bersalah atau tidak Bersalah ? Saya tidak berani menjawab… kita pasrahkan kepada tuan tuan “setengah dewa” tersebut..  dilain pihak silahkan pak Jaksa , pak pengacara beragumen di “ring tinju” sidang pengadilan … untuk Media Pers … silahkan “blow up”  biar seruuu hahaha….

15 Komentar

Filed under hukum, Polisi

15 responses to “Babak Baru Antasari, Apapun Bisa Terjadi..

  1. Rasyid Emilly

    Sebaiknya setiap seseorang yang akan menjadi Hakim, sebelumnya ia harus menguasai hukum agama, agar dia kelak tidak bertentangan dengan hukum Allah kalau akan mengambil keputusan. Kalau keputusan Hakim itu salah. di dunia dia bisa jadi kaya sementara, tetapi kekal selamanya dineraka

    @Rasyid : Pertangggung jawaban Hakim memang kepada Tuhan … dan saya rasa setiap hakim sudah tau hal itu .. namun kenyataannya ???

  2. Juragan, seperti tertuang dalam sebuah bait lagu bahwa dunia ini adalah panggung sandiwara.. yang juga pengacara danjaksa penuntut bisa berduet disana, ber-sedratari dan memainkan manuver-manuvernya.. bertinju sejenak namun malah bisa sekaligus ‘nge-lenong’ ;D

    Turut prihatin dengan fakta ini, namun demikian -semoga saja ‘the truth and nothing but the truth’ bisa diagungkan – so help us GOD.

  3. Si renhard ini selalu menulis yang kesannya Apologetic aja, kalau beliau udah balik juga nanti kembali ke ‘habitat’ lamanya, bayangkan kalau high ranking di POLRI saja kelakuannya sangat tidak terpuji, bagaimana lagi bawahannya..banyak kali bicara kawan ini bahh..ini saya kasih ‘Quote’ dari opung kau si abraham lincoln,

    “You can fool some of the people all of the time, and all of the people some of the time, but you can not fool all of the people all of the time”

    Quote tersebut sangat pas dengan apa yang sekarang dilakukan oleh aparat penegak hukum, baik itu Polisi, Jaksa, atau Hakim.

    @Republik Mimpi : terima kasih atas kritikannya, saya menulis sesuai kata hati saya, saya memang bukan siapa – siapa yang bisa mengubah semua ketidak – sesuaian itu (beda jauh lah dengan tempat anda bermukim sekarang), namun didalam hati saya yang paling dalam saya berjanji kepada diri sendiri untuk berubah, dimulai dari diri sendiri… kalau anda punya ‘quote’ akan saya saya balas dengan ‘quote’ juga Mary Engelbreit :

    If you don’t like something change it; if you can’t change it, change the way you think about it.

    • Bagus apabila anda mempunyai cara berfikir seperti itu,

      saya coba sedikit memahami ‘quote’ yang anda berikan dalam perspektif ‘harafiah’ atau apa adanya,

      Misalnya saya seorang polisi yang baru selesai dari pendidikan Kepolisian, dengan idealisme yang sudah tertanam di diri saya, bahwa Polisi adalah ‘pelayan dan pelindung masyarakat’ yang istilah di lambang polisinya dengan Tribata. kalau saya mempunyai harapan besar bahwa instutusi dimana saya bekerja adalah lembaga yang sangat dihormati dan disegani masyarakat, karena polisi selalu memberikan teladan dalam menjalankan tugasnya tapi pada kenyataannya saya dihadapkan oleh hal yang sangat berbeda di masyarakat, idealisme yang saya rasakan sangat terusik dengan kelakuan rekan-rekan sesama polisi ‘memperjualbelikan’ kewenangan dan power polisi kepada masyarakat. Bagaimana saya bisa merubah kenyataan yang ada dan sudah menjadi hal yang biasa di hampir setiap jajaran polisi republik indonesia, ini sama saja saya ‘ menggarami laut’.

      Apabila saya mengikuti ‘quote’ yang anda berikan dengan kalimat terakhir seperti ini :

      ‘change the way you think about it’

      ..ini berarti saya sendiri mau tidak mau akan menjadi bagian dari ‘Sytem’ tersebut karena saya harus merubah cara berfikir saya menjadi seperti mereka atau saya keluar dari ‘system’ yang ada…

      what the true meaning about your ‘quote’ is that people became Opportunist person..

      @Republik Mimpi: ini maksudnya buat anda ..:)

  4. Apa yang terjadi sekarang adalah ‘kedengkian’ dari institusi Polri dan Jaksa yang sudah ‘jatah’nya mulai terusik oleh kehadiran lembaga yang mempunyai kewenangan sama atau mungkin sedikit lebih dari keduanya, sangat disayangkan kehadiran KPK tersebut bukan memberikan motivasi untuk kedua lembaga yang ada untuk lebih bersemangat dan termotivasi lagi dalam menjalankan tugasnya, malah sebaliknya kedua lembaga tersebut melihat kehadiran KPK sebagai ‘batu sandungan’ untuk mereka. Kalau saja keharidan KPK mereka anggap sebagai lembaga yang dapat bersinergi dengan mereka, seharusnya akan membuat beban kerja kedua lembaga tersebut menjadi ringan, dan menambah kepercayaan dan rasa simpatik masyarakat terhadap ‘image’ kedua lembaga tersebut dimasa yang akan datang..tapi apa lacur situasi berkata lain..

  5. pertama kali mengunjungi blog ini: saya melihat polisi dari persfektif yang berbeda (positif), dan ketika mengunjungi link2 yg ada diblog ini, dimana ada bbrp juga blog anggota POLRI, saya mendapat kesan adalah benar bahwa polisi indonesia serius untuk mereformasi diri, setidaknya terlihat dari kualitas baik anggotanya yang saya tangkap di blog ini & linknya.

    namun melihat kasus yang heboh akhir2 ini (cicak vs buaya vs buaya ), saya rasa semua orang gak akan menduga dan sangat menyayangkan, apalagi dengan prestasi POLRI yang sudah sangat baik dalam menangani kasus terrorisme bbrp waktu yang lalu…

    sangat disayangkan Sir…

    • Coba kita tanya sama polisi yang satu ini (baca: Reinhard), reformasi apa yang telah dilakukan oleh institusinya, internal maupun external, bagaimana bentuk aplikasinya dan hasil yang dapat dirasakan oleh oknum polisi sendiri secara khusus dan masyarakat secara umum. kalau melihat salah satu kejadian kemaren, yaitu anggota polisi yang dijadikan tersangka memberikan kesaksian yang sangat berani, dengan menyangkal semua pengakuan yang telah dibuatnya sendiri, dengan dalih dia melakukan hal tersebut karena adanya tekanan dari atasannya, saya rasa mental polisi belum berubah sama sekali, karena sangat terlihat jelas kebiasaan polisi yang selalu memakai cara intimidasi dalam mencari ‘bukti’ untuk mendakwa seseorang untuk menjadi terdakwa.

      @Republik mimpi: Masih terlalu prematur kalau anda berkomentar, itu kan bisa aja pembelaan terdakwa di sidang pengadilan .. dan itu adalah haknya ….

      • Frells

        @bg Rein ,..baiknya di jelaskan bg ke repuiblik mimpi ,..bgmna perubahan yg sdg di lkkn POLRI ,..krna keliatannya dia berkomentar yg dia sendiri tidak tau perubahan yg di lkkn POLRI malahan hanya ,..terbawa dgn opini yg kurang seimbang saat ini terhadap POLRI ,..

      • Frels

        Republik mimpi saya yakin anda belum mengerti hukum,..karena yg diutamakan sekarang ” pembuktian ” bukan “pengakuan” makanya komentar anda kurang nyambung ,..utk nyambung sebaiknya anda belajar kuhap spya oc ,…

  6. Sedalam-dalamnya bangkai dikubur, pasti baunya akan tercium…
    begitupun sang tupai, sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti akan terjatuh juga…

    tupai disini sama seperti polisi…
    yang sangat rapi dan pandai dalam membuat skenario kriminalisasi terhadap kpk…
    kini sedikit demi sedikit kebusukan POLRI pun terungkap…
    dari adanya pengakuan saksi Wilardi yang dipaksa membuat BAP menjatuhkan Antasati…

    kini rakyat jelata pun dengan mudahnya memberikan penilaian terhadap tindak dan tanduk POLRI…
    semoga saja dengan munculnya kasus seperti ini.
    POLRI bisa merubah total kinerjanya menjadi lebih baik lagi.
    Iklan

    • Frels

      PASANG IKLAN,..itu krna anda buta hukum ,.makanya komentar begitu ,..semoga anda cepat bertobat dan di terima disisiNya ,…karena terlalu dengki dan sirik dgn Polisi ,.. makanya berbuat baik spya jadi tmn Police ,..dari unek2 anda keliatan anda “salah satu yg sering melanggar hukum ” .

  7. WIRABUMI

    aku jadi bingung sendiri jika lihat berita… enak turuuuuu!!!!

  8. risma bayu putra

    Saya rasa kita tidak bisa menyama ratakan bahwa opini yang dibuat oleh 1 polisi lantas sama dengan institusinya, pernyataan pribadi ya pribadi, kecuali kata2 itu keluar dr mulut KAPOLRI, tp yg di critakan oleh bang reinhard ini kan haknya juga sebagai manusia ketika menulis blog, sama halnya dengan masyarakat lainnya ketika menulis blog kan, jadi jika bang reinhard ini menulis yg positif, kita berpikiran positiflah bahwa memang masih ada polisi2 yg baik, walaupun ini pasti disangkal hehe (orang2 baik slalu menyangkal kebaikannya), tapi begitulah kehidupan pasti ada yg baik dan buruk, walaupun sistem buruk, orang2 baik itu pasti akan terus ada, walaupun nantinya ada yg tergerus dan bisa bertahan, nama2 besar mencatat nama2 itu, begitu juga yg di katakan oleh WW, tdk bisa kita anggap sepenuhnya benar, krn itu memang haknya membela diri, saya bukan mengangap BHD benar juga, atau AA benar atau bang reinhard benar di blognya, sya dlm posisi netral mempercayai persidangan sampai keputusannya dibuat, jadi dlm hal ini kekecewaan anda kepada institusi polri wajar, dan kebetulan ada polisi yg ngeblog pangkatnya lumayan, sekalian bisa kritik hehe, tapi cobalah berfikir jernih, jngn samakan polisi yg ngeblog dengan pikiran yg jernih ingin memperbaiki institusinya, lantas dianggap, semua polisi2 sm buruknya, tidak semua kawan, yakinlah keadilan itu pasti ada, siapa pun itu baik polri, jaksa, maupun kpk, atau individu2nya jika berbuat “melenceng: pasti akan terkuak..selama kita masih percaya PERADILAN BESERTA PERANGKATNYA…

  9. Mengutip ramalan “joyoboyo’ ?

    *#Sing Salah munggah pangkat, Sing jahat dadi pejabat, Sing bener tenger2.#*

    Kesan pelindung masyarakat kini terkikis, entah karena kebutuhan atau egois tapi tidak seluruhnya terkontaminasi.

    Tayangan TV mengenai Hoegeng membuat merinding bulu kuduk.

  10. arief

    @ llir sipayung……..cicak vs buaya vs buaya

    kalo bole kasi saran c …buaya vs buaya dapat hadiah sekarung cicak..

    @frells…..
    nyantai aja bang kaya bang rere gict malah bisa tinggalkan kesan positif di hati..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s