Image Tertindas (Polisi Vs Rakyat ? )

Nah….. inilah yang menjadi problem berat bagi Polri dalam beberapa waktu belakangan ini…. KPK secara tidak sengaja tiba – tiba tergambarkan sebagai sebuah lembaga yang tertindas dan teraniaya oleh sebuah lembaga besar … hehehe dan mohon maaf  “kesan ketertindasan ” ini digambarkan sendiri oleh seorang pribadi, yang juga seorang anggota Polri (walaupun pernyataan ini tidak mewakili institusi) …. Penggambaran “cicak” dan “buaya” ternyata berdampak sangat besar, kesan yang ditangkap oleh sebagian besar masyarakat Indonesia KPK (apalagi setelah pak Bibit dan Chandra ditahan) adalah sebuah institusi yang “tertindas” dan “teraniaya” … sehingga gelombang simpati dari masyarakat terus bergulir seperti bola salju yang semakin lama semakin besar, dan ini menjadi komoditas media yang sangat “laku” dijual … hehe … memang pintar TVone atau MetroTV  dari peristiwa ini mereka mendapat “spot” iklan yang besar….

Pada tulisan ini saya tidak mempermasalahkan masalah hukum yang menimpa KPK, saya pun tidak mengkritisi Polri institusi yang “membesarkan” saya…  Saya akan mengupas bahwa “Image tertindas” yang dilakukan oleh polisi akan berdapak dengan “bersatu” nya rakyat … artinya begini,  Polisi selalu digambarkan sebagai “penguasa” dan “penindas rakyat”, apabila ada suatu “ketidak adilan” muncul ditengah masyarakat yang dilakukan oleh polisi… hal itu akan menimbulkan semacam “perlawanan” dari masyarakat, “perlawanan” ini bertujuan untuk membela “orang”  atau “lembaga” yang tertindas oleh polisi… adalah suatu hal yang sangat berbahaya apabila ada suatu moment tertangkap oleh media pers dan image yang terkesan adalah “Polisi menindas rakyat”…

Saya mengambil contoh peristiwa yang paling dasyat adalah peristiwa Polisi versus Rakyat yang terjadi pada tahun 1992 di Los Angeles, dimana 4 petugas polisi melakukan penangkapan Rodney King seorang Afrika-Amerika karena ngenbut di jalan raya, pada saat penangkapan terjadi “perlawanan” oleh Rodney King dan keempat polisi tersebut mencoba melumpuhkannya, namun “tidakan” yang dilakukan keeempat polisi sangat berlebihan sehingga yang terlihat seperti “penyiksaan” … dan “apesnya” adegan “penyiksaan” itu tidak sengaja terekam kamera video oleh seseorang bernama George Holliday.

Penyiksaan Polisi LA terhadap Rodney King yang tidak sengaja terekam, dan kemudian menjadi heboh setelah ditayangkan TV

Peristiwa ini kemudian menjadi sangat heboh setelah terungkap oleh Media Pers, baik elektronik maupun cetak… koran koran dan TV di Amerika Serikat secara berulang – ulang menampilkan ulang peristiwa ini, membahasnya, menghujatnya, menghadirkan saksi, menghadirkan komentator yang makin membuat suasanya jadi “panas” , polisi diangkap sebagai lembaga “penindas” kaum yang lemah, bertindak diluar batas, tidak prosedural, tidak adil terhadap golongan tertentu … dsb …dsb …. makin hari makin besarlah cercaan masyarakat terhadap Polisi Los Angeles, makin tidak percaya dan semua “menghujat” polisi atas peristiwa itu… Polisi disebut penindas, sedangkan Rodney (yang juga pelanggar) dianggap orang yang tertindas dan menjadi “pahlawan”(seperti yang terjadi belakangan ini kan ?)

Puncak “meledak” nya kemarahan rakyat adalah setelah terjadi Pengadilan terhadap ke 4 polisi tersebut dengan tuduhan “Melebihi batas kewenangan” dan “penganiayaan”, namun sepertinya pengadilan itu tidak jujur dan adil (disebabkan juri semuanya dari ras kulit putih), sehingga ke 4 polisi ini dibebaskan …. itulah yang memicu “perlawanan rakyat” kerusuhan itu terjadi selama 7 hari, yang terjadi malah kerusuhan antara ras kulit hitam melawan kulit putih (malah ngga nyambung kan ?), Lima puluh tiga orang tewas saat kerusuhan dengan sebanyak 2.000 orang terluka. Perkiraan kerugian material bervariasi antara sekitar $ 800 juta dan $ 1 miliar. Sekitar 3.600 kebakaran terjadi di berbagai wilayah, menghancurkan 1.100 bangunan, dengan panggilan kebakaran datang satu kali setiap menit di beberapa hal; luas juga terjadi penjarahan. Toko yang dimiliki oleh Korea dan Asia imigran yang ditargetkan secara luas, meskipun toko dimiliki oleh orang kulit putih dan Afrika-Amerika menjadi sasaran para perusuh juga. Kerusuhan berhenti setelah tentara Amerika turun ke kota menggantikan polisi yang tidak mampu mengatasi.

Nah Kesimpulan cerita ini, polisi harus bersikap adil dalam setiap peristiwa, jangan ada kesan adanya “penindasan” oleh polisi .. apalagi apabila “diperkeruh” oleh Media Massa.. bisa terjadi opini publik terbalik yang membela kaum yang “tertindas” itu ….  mudah – mudahan ….

13 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Polisi

13 responses to “Image Tertindas (Polisi Vs Rakyat ? )

  1. *Polisi disebut penindas sedangkan Rodney (yang juga pelanggar) dianggap orang yang tertindas dan menjadi “pahlawan”(seperti yang terjadi belakangan ini kan ?)
    dari uraian diatas asumsi saya adalah, polisi disebut penindas sedangkan KPK ( yang juga pelanggar) dianggap yang tertindas dan menjadi pahlawan..
    *jangan ada kesan adanya “penindasan” oleh polisi
    menurut saya kalo kalimat nya ” jangan ada penindasan oleh polisi ” lebih enak diresapinya…hehehehee
    begitukah ndan?

    salam kenal…

    @jasadh: Perasaan dibolak balik kalimatnya sama aja .. hehe .. salam kenal kembali mas …

  2. saya cuma berharap kasus ini berakhir dengan happy ending… capek liat konflik melulu di tipi.

    @itikecil : sammmma donk, capyee dyeeh🙂

  3. iwan

    Entahlah, kenapa masyarakat kita mudah sekali tersulut emosinya oleh bahasa dari mediamassa….
    menelan mentah2 apa yang tersaji di media kemudian membenarkan atau malah menghujat tanpa tau kondisi riil / sebenarnya….
    semoga masyarakat kita yang majemuk itu dapat lebih dewasa menyikapi berita di media massa…

    @Iwan : sebenarnya terserah masyarakat yang mau menilai .. kita yang bersikap, sehingga minimal tidak dinilai jelek ..🙂

  4. rawi

    hal ini terjadi karena image polisi dimasyrakat sudah jelek, jadi apa yang dilakukan polisi itu selalu diartikan negatif..salah satunya tentang KPK ini.

  5. risma bayu putra

    Saya senang sekali walaupun pak reinhard dr salah satu institusi yang sedang gencar2nya disorot , tapi ternyata masih bisa berpandangan secara jernih, tanpa terlihat mendukung salah satu pihak, dan selalu berfikir untuk perbaikan polri, sangat membanggakan sekali pemikiran seperti ini, harapannya kedepan polri akan semakin baik dengan pemikiran2 seperti ini, mudah2an pak reinhard slalu konsisten, mengapa sy katakan berpandangan jernih krn memang proses hukum blm selesai , kpk merasa tidak bersalah, polisi dan jaksa bilang punya bukti, tapi disisi lain, kpk menganggap ada arah polisi dan jaksa yg di sogok untuk kepentingan menjerumuskan kpk, semua bak air terjun, yg susah dihentikan, oleh karena itu hanya satu yg bisa di percaya saat ini yaitu lembaga peradilan dan hakimnya, mudah2an setelah masuk ke pengadilan ketahuan siapa yg bersalah, dan semoga pihak yg bersalah mengakui dengan jantan, siapa pun itu..sy hanya berharap proses ini selesai dengan keadilan hukum yg sesungguhnya..posting yg bagus pak reinhard..

    @risma bayu putra: Terima kasih mas… saya pun berharap masalah ini cepat selesai …🙂

  6. Mohon ijin Komandan. Saya baru saja menulis essai di Portal brimob. Berbahaya tidak ndan, mohon review nya, biar tidak kejadian seperti evan…

    @Hadi : Apanya sih yang berbahaya ? biasa aja kok …

    • Nizar

      Mohon maaf, menurut pendapat subyektif saya gaya bahasa komunikasi kepolisian seperti ini yang keliatanya berbeda dengan gaya bahasa di KPK dan bahasa rakyat pada umumnya, gaya bahasa yang menurut saya menunjukan mentalitas yang tidak egaliter.

  7. nana rukmana

    setuju sekali bahwa polisi dalam melaksanakan tugasnya harus mendengar rasa keadilan yang ada di masyarakat jangan hanya mengetengahkan prosedur dan bunyi undang-undang. kl semua polisi seperti anda, saya yakin negara ini akan aman dan sejahtera. Selamat berjuang untuk kejayaan Polisi, Bangsa dan Negara.

  8. Bapak komandan sebaiknya bapak menulis dalam esai ini ………….menulis tentang perilaku atasan yang suka memakan hak bawahan ( perilaku kanibalisme dalam tubuh polri ) jeruk makan jeruk…………………boleh di survei di seluruh polda dan polres seluruh indonesia bagaimana tingkat kebencian bawahan pada atasan yang kanibal…….saya berani jamin 90 % mereka benci…………….dan satu hal lagi yang paling bawahan benci adalah pimpinan yang banyak ber teori prakteknya nol alias HIPOKRIT BIN MUNAFIK…………………..NATO=NO ACTION TALK ONLY””” KAGAK ADA GERAKANNYE NGOMONG DOANG…………program QUICK WINS LAH QUICK RESPON LAH.SETAN LAH …HANTULAH…YG KAMI mau PIMPINAN ITU JGN KANIBAL…MENTANG-MENTANG TAKUT NGGAK BISA CARI SESERAN LAGI DI LUAR …IA MAKAN DALAM.

  9. Nizar

    Berdasarkan pengalaman saya sebagai rakyat, kejadian saat ini boleh dibilang sebagai akumulasi kekesalan rakyat terhadap aparat (polisi), rakyat sangat dekat dengan kejadian-kejadian yang entah itu dialami sendiri atau dialami oleh lingkunganya (kejadian paling sederhana pelanggaran lalin ringan seperti tutup pentil hilang) sampai kejadian prita, Charge HP yang dianggap mencuri dan kejadian KPK, lepas dari KPK benar atau salah, banyak orang yang merasa mendapatkan momen untuk melampiaskan kekesalan ke aparat.

    Andai saja semua aparat seegaliter bang Reinhard, saya yakin citra polisi akan lebih bersih, seperti hilangnya sikap gebyah uyah saya kepada aparat setelah membaca tulisan-tulisan bang Reinhard.

  10. Frells

    Intinya di situ ,kembali ke SDM calon calon anggota POLRI kedepan ,..juga ,..

  11. yudha unair

    Mana Yang benar,mana yang salah udah nampak,sungguh ironis jikalau TIM 8 yang beranggotakan Orang2 terdidik dan merupakan sisa orang2 yang masih punya nurani samapi salah,ini cuma masalah pihak2an aja,..

  12. arif

    @andi hendra…g kuatir dibaca atasan sendiri entar dimutasi jadi pol hutan…he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s