GOLKAR DULU, GOLKAR SEKARANG

Golkar dulu dan sekarang lambangnya sama

Golkar, sekarang Partai Golkar

Melihat pertarungan memilih calon ketua umum dalam Munas Golkar kemarin di Riau yang kemudian dimenangkan oleh AbdulRizal Bakrie...  Wow! suatu pertarungan yang benar – benar melibatkan strategi dan tentunya “uang” yang sangat besar,  betapa “mewah” nya perhelatan ini walau diketahui Golkar sekarangpun “hanya” mendapat 17 % suara di DPR RI.  Padahal kalau melihat pada masa Soeharto, Golkar mampu memimpin perolehan suara lebih dari 80% suara …  Beruntunglah pada saat itu calon calon anggota DPR dari Golkar tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan “suara rakyat”….  yaaa jelas saja Golkar kan didukung unsur lain melalui jalu A (Abri), B (birokrat) dan G (Golkar) … jadi praktis lah segala lini sudah dikuasai, apalagi ada peraturan kantor partai hanya boleh ada di tingkat kabupaten, yang bisa menyentuh kecamatan hanya Golongan Karya (artinya bukan partai) … hehe jadi baru sekarang Golkar menjadi partai yaa…

Saya jadi teringat pada awal saya menjadi polisi dan menjadi seorang kapolsek di suatu daerah pada awal tahun 90 an,  sebagai sebagai seorang polisi yang masih merupakan bagian integral dari ABRI, rekan sekerja saya adalah Koramil dan Camat….. pada suatu saat kami diperintahkan kumpul di kantor bupati untuk mendengarkan pengarahan Bupati, Dandim dan Kapolres .. ternyata inti pertemuan itu adalah bagaimana memenangkan Golkar dalam pemilu mendatang … memang dalam pemilu sebelumnya Golkar menang 70% namun menurut mereka itu kurang baik, dan diharapkan dalam pemilu mendatang harus menang diatas 80 % …..  weleh – weleh bisa ngga yaa … 🙂

Setelah pertemuan itu mulailah unsur tripika kecamatan tempat saya berdinas, saya sendiri sebagai Kapolsek, Camat, Danramil dibantu oleh ketua Golkar Kecamatan (Lengkap sudah Jalur ABG nya… ) berpikir bagaimana cara pemenangan Golkar dalam pemilu mendatang… Mulailah kami bergerak ke desa desa, dalam setiap pertemuan disana selalu berbicara tentang Golkar … dan janji pemerintah Kabupaten yang akan membangun Jalan desa kalau Golkar Menang … dan sering kali saya turun menggunakan Jas atau batik warna kuning hehehe…

Walhasil pada saat pemilu kecamatan kami mendapatkan suara diatas 80 % , ternyata tidak sia sia upaya kami untuk mengajak masyarakat untuk memilih Golkar, dan memang janji untuk membangun jalan desa dipenuhi oleh kabupaten …  mengenai kecurangan dalam pemungutan suara saya lihat tidak ada sama sekali .. dan prosedur pemilu dilaksanakan sesuai aturan …

Nah kebayang kan bagaimana Golkar bisa menjadi Mayoritas Tunggal pada masa itu ????  Saya bersyukur kepada TUHAN ternyata Indonesia diberi Rahmat dan Anugrah menjadi negara Demokrasi paling terdepan di Asia tenggara saat ini …. dan biarlah kenangan belasan tahun itu menjadi kenangan paliiing indah yang pernah saya rasakan ….. Kepada para simpatisan Golkar, terasa kan bagaimana susahnya kalau benar demokrasi itu dijalankan ? hahaha … segera berubah dan ambil simpati rakyat sebanyak banyaknya …  kalau bisa begitu, tidak tertutup kemungkinan menjadi suatu partai besar seperti dahulu (namun tanpa jalur ABG lagi hehehe) …. Hidup Demokrasi !!!!

3 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Publik

3 responses to “GOLKAR DULU, GOLKAR SEKARANG

  1. rianda

    apa kabar kumendan…?? sekarang kayanya bukan cuma robot aja yang bertransformasi…bentar lagi sih IMHO yang kuning kuning ini meredup dan berganti biru yang semakin “PD” aje….heheheheh kalo ORBA ada jilid satunya…mungkin ngga menurut kumendan ada ORBA jilid II…???? (tp asal kondisi ekonomi sama ato lebih baik dari zaman ORBA jilid satu dulu…kayanya rakyat ngga bakal banyak protes….;p)

    @rianda : wah Mr. R selalu pertamax nih saluuut hahaha … btw ngga lah beda banget …. si baju biru sudah pakai cara demokratis, pakai konsultan politik dsb dsb …. beda banget waktu jaman pakde Harto … apa tuh namanya … demokrasi terpimpin ? kok bisa ya demokrasi dipimpin🙂

  2. ade

    hidup demokrasi!!!!!!!!

  3. dulu semuanya serba kuning ya pak….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s