SULITNYA MENCARI AIR DI DARFUR

Hehehe, masih kebagian nih ..cerita dari rekan – rekan yang masih bertugas di Darfur …. kali ini masalah yang paling utama kalau berdinas di daerah Gurun seperti Darfur … Ya …mau ngga mau masalah air … dan memang persoalan air ini memang diakui salah satu penyebab konflik Darfur… bahkan telah ratusan tahun sebelum konflik separatisme ini terjadi…  konflik yang sekarang memang lebih “bernada” politis , tapi kalau mau ditarik benang merah….. konflik ini terjadi antara Ras Asli Afrika  “Darfurian” yang kebanyakan adalah “petani yang berladang“, melawan Ras Arab Nomaden yang sehari hari adalah “pengembala”… konflik selalu terjadi , terutama pada saat kering yang berkepanjangan .. Yang jelas “Darfurian” mememerlukan air untuk ladangnya dan mereka berebut dengan Suku Arab Nomaden yang juga membutuhkan air untuk Ternak peliharannya … beginilah cerita ini berlangsung ratusan tahun lamanya…..

Team Water didepan truck watertank kebanggaan, terdiri dari driver , pengawal dan petugas water treatment

"Team Water" didepan truck watertank kebanggaan, terdiri dari driver , pengawal dan petugas water treatment

Nah sentimen inilah yang terjadi sampai sekarang, Penduduk Asli “Darfurian” melakukan pemberontakan terhadap pemerintah pusat Sudan, karena keberadaan mereka kurang diperhatikan … Dan patut diakui Pemerintah pusat Sudan mengalami kesulitan menghadapi pemberontakan ini… karena Pemerintah pusat  yang mempunyai kedekatan dengan “ras Arab”  mereka menggunakan tangan Suku Arab Nomaden yang lebih dikenal dengan nama “Janjaweed” untuk memerangi pemberontakan tersebut …..  dan dilanjutkanlah konflik yang memang sudah terjadi selama ratusan tahun itu…

Berada di water Point beserta tentara pemerintah Sudan dengan pengawalan ketat ... baru tau kan betapa berbahaya nya water bussiness ini ???

Berada di "water Point" beserta tentara pemerintah Sudan dengan pengawalan ketat ... baru tau kan betapa berbahaya nya water bussiness ini ???

Kembali ke cerita air ….. Pada awalnya FPU Indonesia mengambil air di “water point” yang dekat dari camp FPU.. masih terletak di kota dengan jarak sekitar 3 Km dari Camp…Namun seiring dengan makin sulitnya air … dan juga sumber air tersebut menjadi tempat mengambil air seluruh warga kota El Fasher .. antrian antara warga lengkap dengan Donkey dan kuda, dan sedikitnya air yang didapat… menjadikan kerusuhan… hingga truk tangki milik UN termasuk FPU Indonesia diancam penduduk  agar tidak mengambil air di sumber air itu lagi …bahkan puncaknya terjadi perusakan kendaraan tangki air milik UN.

Mengisi air ke tangki

Mengisi air ke tangki.... perlu dikawal juga

Untuk menghindari konflik dengan penduduk, akhirnya pihak UN mengalah dengan mencari “waterpoint” yang lebih jauh … dan memang jaraknya sekitar 45 Km dari Camp FPU. Memang FPU Indonesia “self sustaintment” dalam memenuhi kebutuhannya sendiri termasuk air … maka itu dalam list property FPU indonesia dilengkapi dengan 4 tangki air … masing masing 2 buah kapasitas 10 rb liter dan 2 buah kapasitas 16 rb liter. Sebagai gambaran .. paling tidak kebutuhan air untuk seluruh pasukan FPU Indonesia yang berjumlah 140 (minus 3 orang termasuk saya yang telah kembali jadi jmlnya 137 org) adalah 100 liter per orang perhari untuk semua termasuk Mandi dan Minum, jadi totalnya adalah 13.700 liter perhari.  Memang bisa sekali angkut dengan truk yang 16.000 liter … namun karena jarak dan medan yang berat makanya biasanya kita membawa 2 buah truk secara bergantian…. dan selain itu perlu dilengkapi dengan pengawal dengan personel bersenjata ? kenapa .. wah… air ini komodity yang susah …! bisa dimungkinkan terjadi pengahadangan dari gerombolan bersenjata untuk merampok air .. dan ini pernah terjadi pada batalion Rwanda yang juga bertugas dengan UN..

Melintasi gurun menuju Water Point

Melintasi gurun menuju "Water Point"

Untuk personil yang mengurusi air ada teknisinya tersendiri terdiri dari Driver tangki, pengawal dan teknisi water treatment … air juga sesampai di camp dilakukan water treatment sehingga aman dikonsumsi dan digunakan pasukan FPU… hmmmm kalau sudah cerita begini … pasti kita berpikir deh: NO PLACE AS GOOD AS OUR COUNTRY…. hehe .. Indonesia we love you !!

Demikian update cerita dari Darfur .. kepada rekan – rekan yang masih bertugas :  Tetap semangat yaa !!!……

Foto courtesy Akbp Dr. Yanuar

14 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, Janjaweed, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan

14 responses to “SULITNYA MENCARI AIR DI DARFUR

  1. wah ga kebayang dah klo aku kerja di gurun kyk gt gmn ya…hehehe

  2. kalo nyari duit gampang gak bang?..hahahahahahaha

  3. Hendrik Abel

    Dari paparan dan gambaran diatas berarti air merupakan komoditas yg sangat mahal.
    Pertanyaannya adalah : Bagaimana kabarnya dengan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) disana?
    Melihat itu semua sudah seharusnya kita bangga sebagai Bangsa Indonesia diberi tanah yg subur dan alam yg indah ya….
    INDONESIA IS THE BEST lah pokoknya.
    Buat Reinhard Hutagaol sukses ya bro… GBU

  4. bandingkan dengan di sini… air melimpah malah terkadang sampai banjir😀

  5. Memang besar jasa FPU kita ini, kebayang pasokan air tersendat kalau nggak di kawal..bisa-bisa ratusan orang di Camp El-Fasher nggak bisa minum, mandi, dan masak😀

  6. Semakin sering ke luar negeri, semakin cinta Indonesia deh!🙂

  7. Salut untuk tim FPU kita yang berjuang di negara orang. Kalau sudah mengalami sulitnya air baru bisa menghargai kelebihan negeri sendiri yang kaya akan air dan tanah subur …ha..ha..ha..
    Bravo om. Salam hormat.

  8. Salam Kenal untuk semua pengunjung

  9. Mudah mudahan setelah pulang dari Sudan, menjadi pelopor kebersihan air.
    Saya lihat sumber air di Cibodas, banyak sampah plastiknya.

  10. arif

    fotonya gantheng gantheng….

  11. aku jadi lebih mencintai negeriku, Indonesia, karena di sini air melimpah tiada tara. aku tunggu tulisan selanjutnya, ya. bravo! anda polisi yg hebat!

  12. Mohon ijin komandan, BRIPDA TEGAR Ijin bertanya, saya berminat bergabung dengan UN. Mohon petunjuk untuk persyaratannya!, apakah pangkt saya telah memenuhi persyrtn?

    @tegar: pangkat tidak masalah yang penting sudah minimal 5 tahun dinas sebagai polisi

  13. Persyaraantnya apa aja. Pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s