Dor !…. Nasrudin tertembak….

Mobil BMW Silver yang ditembak di kaca, tembus, dan mengenai pelipis korban.... Courtesy detik.com

Mobil BMW Silver yang ditembak di kaca, tembus, dan mengenai pelipis korban.... Courtesy detik.com

Dor !!  …..  aksi penembakan di tempat umum kembali terjadi !… kali ini korban adalah seorang Direktur sebuah perusahaan bernama Nasrudin Zulkarnain, pada hari Sabtu 14 Maret 2009 sekitar pukul 14.00 WIB pada saat selesai bermain golf di Modernland Tangerang, Pada saat Nasrudin  didalam mobilnya (sebuah BMW warna Silver) dan sedang meninggalkan lapangan golf, datanglah sebuah sepeda motor Yahama Scorpion ditumpangi dua orang, lalu mereka merapat dan menembak kearah jok belakang, tembakan mengenai kepala korban, tersangka langsung kabur tanpa mengambil suatu barang apapun….  dan korban tewas setelah dirawat, tanpa pernah sadar kembali dari komanya…

Menilik kejadian ini saya jadi ingat peristiwa yang mirip modus operandinya yang menimpa Dirut PT Asaba Sakti Bakti (Asaba), Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Serka Edy Siyep. Keduanya tewas pada Sabtu 19 Juli 2003 pukul 05.30 WIB di halaman Gelanggang Olah Raga Pluit Penjaringan, Jakarta Utara.  Saat itu Boedyharto baru selesai bermain basket, pada saat hendak naik mobil Mercynya datang sebuah sepeda Motor dinaiki dua orang, mereka langsung menembak Supir Serka Edi Siyep dan tewas ditempat, kemudian menembak juga Boedyharto Angsono yang sempat lari… namun tertembak juga dan tewas ditempat.  Kasus ini dilatarbelakangi oleh dendam keluarga. Otak eksekusi ini adalah Gunawan Santosa, eks menantu Boedyharto. Sedangkan eksekutor penembakan adalah empat prajurit Marinir yang selama ini dekat dengan Gunawan. Mereka adalah Suud Rusli, Syam Achmad, Santoso S, serta Fidel Husni. Gunawan saat ini menanti proses eksekusi oleh Kejaksaan setelah divonis hukuman mati.

Kalau melihat Modus Operandi dari dua kejadian diatas terlihat ada kemiripan :

Pertama, para pelaku melakukan aksinya pada saat korban berada atau hendak masuk mobil, artinya sudah para pelaku sudah merencanakan saat yang tepat dan ditunggu.
Kedua, TKP berada di tempat yang sepi, tentunya bukan tempat yang ramai seperti di Mall atau tempat ramai lainnya… areal golf course dan parkiran lapangan basket memang relatif sepi… artinya aksi ini terencana secara cermat…  dan mengharapkan sedikit mungkin saksi yang melihat.
Ketiga, Pelaku melakukan aksinya dengan menaiki motor dan berboncengan, kemudian salah satu pelaku melakukan aksinya, setelah selesai langsung naik motor dan kabur….pasti sudah terencana baik  “eksekusi” dan “escape” dalam melakukan aksinya…
Keempat, tidak ada sesuatu barang yang diambil.. ini bisa diasumsikan bahwa tujuan penembakan memang untuk membunuh .. bukan untuk merampok… dan asumsi saya pembunuhan ini pasti sudah direncanakan dengan sangat cermat…

Nah, saya sendiri tidak berani mengatakan… apakah pelaku mungkin juga seorang yang terlatih dalam menggunakan senjata api, lebih dalam lagi  apakah pelakunya adalah aparat TNI atau POLRI seperti kejadian sebelumnya… biarkanlah penyelidikan polisi mengungkapnya, selamat bekerja kawan…

Terakhir, kita jangan membiarkan aksi coboy coboy jalanan itu berkembang dan menjadi besar… …. kalaupun pelakunya adalah “pembunuh bayaran” .. jangan sampai menjadi profesi ini sebagai alternatif menarik dikala kesulitan ekonomi dinegara ini………. Tumpas habis sampai keakar – akarnya !

13 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi, polri, Publik

13 responses to “Dor !…. Nasrudin tertembak….

  1. Yah, kalo udah urusan perut mah halal-haram ga dipikirin lagi. Pekerjaan apa saja diterima yang penting keluarga di rumah bisa makan. Gak peduli kerjaannya itu merugikan atau menyakiti orang lain. Memang manusia (dimana saja) punya masalah dengan mentalnya. Ng,,btw, saya termasuk ga ya? *mikir*

    @ Kimi : Kalau mba Kimi pasti tidak lah, buktinya masih ngeblog sampai sekarang … *ada hubungannya ngga ya ?*

  2. begitu dengar dan baca berita ini saya merasa kok kayak nonton film mafia itu… semoga polisi cepat menyelesaikan kasus ini…

    @itikkecil: Mudah – mudahan mba.. saya juga berharap demikian…..

  3. Urun rembug:
    “supaya cowboy2 pembunuh bayaran ndak punya order, para pelaku bisnis, terutama bos-bos itu jg jangan main curang dong dalam berbisnis. Jd, tidak menimbulkan dendam orang/pebisnis lain, yang berpotensi menyewa pembunuh bayaran.

    Biasanya, langkah menghabisi musuh bisnis, dilakukan jika si musuh bisnis sudah keterlaluan.

    Salam
    http://www.kalipaksi.wordpress.com

    @ Kalipaksi : Walaupun berbuat curang sekalipun…. bukan alasan untuk membunuh bukan ? apalagi menggunakan pembunuh bayaran:mrgreen:

  4. goyang dombret

    wuah, kalo kayak gini nich modusnya pasti melibatkan aparat TNI-Polri, gak tau tuh kenapa ya mereka selalu dengan gampang menjadi pembunuh bayaran diakibatkan loyalitas terhadap rekan ataupun majikan, apa krn doktrin mereka selama ini yang terlalu kuat Loyalitas … yang seharusnya loyal terhadap negara dan bangsa namun dipelesetkan menjadi loyal terhadap yang mbayar, kita tau bahwa TNI-Polri dibayar oleh pemerintah, tapi krn doktrin yg selama ini kurang dijabarkan sehingga mereka menganggap harus loyal terhadap siapa yang mbayar, cilakanya anggota ini sering nyambi kerja diluar dan dibekali sprin dr atasannya, sehingga disaat orang2 ini diminta untuk melakukan tugas diluar peran, fungsi dan tg jawabnya, dia teringat akan arti kata LOYAL, apalagi majikan2 mereka terkadang mbayar jauh lebih besar drpd gaji yg mereka dpt, saran saya kalo emang negara tidak kuat mggaji TNI-Polri dengan sewajarnya jgn tiap hari rekrutmen anggota meningkat terus….

    @goyang dombret: Belum berani saya berandai – andai apakah pelakunya adalah dari TNI/POLRI… biarklah penyelidikan polisi yang mengungkapnya..🙂

  5. Semoga Pak Polisi bisa segera menemukan pelaku plus otak dibalik kejadian tersebut. Apapun masalahnya…. mencabut paksa nyawa orang entuhh adalah salah.

    * ditunggu kelanjutan beritanya

    @ serdadu95: setuju… bukan alasan seseorang untuk membunuh seseorang karena satu masalah .. seberat apapun itu… kita tunggu sama – sama penyelidikan polisi……. KAMU PASTI BISA PAK POLISI !!!!……..

  6. mengerikan banget, apa mungkin faktor dendam, dan bisa jadi ini orang udah dikuntil beberapa waktu melihat kebiasaan dan waktu yang tepat

    @omiyan : Nah itulah gunanya mempelajari modus operandi.. guna mencari motif pelakunya…. dendam salah satu motif yang dipertimbangkan… Thanks

  7. iis

    yah.. apapun label nya moga kita gak jadi korban karnanya’

    @ iis : Betul Mba, makanya harus diberantas.. jangan dibiarkan berkembang para bajingan ini….

  8. fidelityprior

    beritanya benar benar mengerikan.semoga cepat terungkap kebenarannya,jadi merinding kalau jalan sendiri di tempat sepi.akhir akhir ini kasus di masyarakat jadi semakin sadis…kecenderungan mulai krisis mental nih…will do everything for money??

    @fidelityprior: Saya juga berharap begitu, agar cepat terungkap.. mudah mudahan bisa… kalau tidak terungkap bisa bahaya.. profesi ini akan makin naik daun:mrgreen:

  9. uh,,,

    ngeri bgt kalo perang

  10. rianda

    bener bgt kumendan….kondisi ekonomi masyarakat scr keseluruhan especialy ‘anggota’.. hrs jd perhatian…..masa dgn hrg ‘murah’ bisa disuruh jadi pembunuh bayaran?…kaya yg dirut ASABA itu…ordernya ngga nyampe 10 jt…CMIW…murah nian nyawa….

    @rianda : ya itu bro, makanya jangan profesi “pembunuh bayaran” menjadi profesi yang “menjanjikan” ….

  11. dylan

    bang…kalau memang pelaku menembak dari close range kok pelurunya bisa gak tembus dari tubuh korban?….

    @dylan: Justru kalau dari jarak jau bisa tembus… kalau dari jarak dekat moment peluru belum sempurna….

  12. jadi menumpasnya itu pigimana pak polisi?
    apa perlu PETRUS seperti zaman dulu ituh? -s

    @Luka : Ada petrus zaman dahulu saja tidak menjamin hilangnya kejahatan kan ? sifatnya hanya temporer……

  13. Ping-balik: Antasari Azhar dan Napsu Membunuh… « Polisi oh Polisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s