Kepala Negara Bisa Jadi Tersangka lho…

Presiden Omar Al Bashir

Presiden Omar Al Bashir

Jadi kepala negara bukannya kebal terhadap hukum, baik hukum pidana, perdata maupun hukum internasional… Seperti yang saya lihat di negara tempat saya bertugas sekarang ini Sudan, Presidennya telah ditetapkan oleh International Criminal Court (ICC) sebagai tersangka dalam tuduhan “Crimes Against Humanity” dan  “War Crimes” atas konflik yang terjadi di Darfur, dan telah dikeluarkan Surat perintah penangkapan (Warrant Arrest) terhadapnya, walaupun surat perintah ini belum ada suatu institusipun yang akan melaksanakannya, namun setidaknya Presiden Omar Al Bashir tidak bisa bebas berpergian ke 180 negara yang menanda tangani kesepakatan bersama ICC.

Apa sih yang terjadi di Darfur ?

Konflik ini dimulai 5 tahun yang lalu, antara masyarakat Darfur ( Dar= tanah, Fur=orang suku Fur)  yang merupakan indigionus Africa dan “Half blood” Arab melawan pemerintah Sudan yang keturunan Arab.   Kalau saya melihat konflik ini sama seperti terjadi di banyak negara berkembang yaitu konflik antara pemerintah pusat melawan daerah,  tentunya berkaitan dengan kesenjangan pembangunan dan bagi hasil antara pusat dan daerah…..  yang  bangsa Indonesia pernah alami seperti konflik di Papua dan Aceh.

Darfur tadinya adalah suatu negara yang dipimpin oleh seorang Sultan, namun akibat kolonialisasi Inggris pada tahun 1890, mereka menggabungkan Mesir, Darfur dan Sudan sebagai suatu negara, namun setelah Mesir merdeka dan Sudan merdeka pada tahun 1956 dari Inggris, wilayah Darfur tetap masuk kedalam wilayah Sudan.  Seiring dengan berjalan pembangunan pasca kemerdekaan, rakyat Darfur merasakan kesenjangan atas hasil pembangunan dan mulai melakukan pemberontakan pada tahun 2003.

Pemerintah pusat Sudan yang beribukota di Kharthoum mulai kewalahan menghadapi konflik separatisme ini,  untuk mengatasi hal ini mereka memanfaatkan sentimen konflik antar ras yang terjadi jauh sebelum pemberontakan ini terjadi,  jadi ceritanya di Darfur bibit – bibit konflik sudah terjadi antara suku bangsa keturunan Afrika (suku Fur) dan indo Africa Arab (Suku Zagawa) yang adalah petani dengan suku Arab Nomaden (Janjaweed) yang pekerjaannya adalah beternak secara nomad, dari dulu konflik ini selalu berkisar masalah perebutan tanah dan sumber air….  Nah konflik inilah yang dimanfaatkan oleh pemerintah Sudan, mereka “memberi angin” terhadap Janjaweed untuk melawan suku bangsa asli Darfur, yang terjadi malah diluar kontrol… terjadi pembunuhan masal, pemerkosaan dan pengusiran masyarakat suku bangsa Asli Darfur dari tempat tinggalnya…

Data yang sering di rilis media Internasional mengatakan korban akibat konflik ini meninggal sebanyak 300 ribu jiwa, dan mengakibatkan 2,5 juta jiwa terusir dari kampung halamannya dan menjadi “pengungsi lokal” (Internal displaced Personal) yang menghuni kamp pengungsi IDP yang terletak di seluruh Darfur.

Kenapa Presiden Sudan bisa menjadi tersangka ?

Kepala Penuntut ICC Mr. Lois Moreno-Ocampo yang berkedudukan di Den Haag mengatakan Presiden Sudan Omar Al Bashir menghadapi 10 tuntutan terhadap kejahatan yang dilakukannya, diantaranya : “Kejahatan terhadap Kemanusiaan” dan “Kejahatan Perang” dan menurut Moreno ia adalah ” Dalang dari penghancuran keberadaan tiga suku bangsa asli Darfur (termasuk Fur dan Zaghawa) ..”

Presiden, jabatan yang rawan…

Serba salah juga berpendapat tentang tuntutan ini, karena bangsa kita pernah (dan masih) mengalami hal yang sama seperti di Sudan, konflik pusat dan daerah yang berimplikasi terhadap keutuhan negara tentunya harus dipertahankan sebisa mungkin, dan biar bagaimanapun setiap konflik pasti berujung dengan jatuhnya korban, pengusiran penduduk dan banyak sekali kriminalitas yang menyertainya…..

Presiden Omar Al Bashir sebagai kepala negara yang berdaulat tentunya memikirkan segala cara untuk tetap mempertahankan keutuhan negaranya, tidak mungkin suatu pemberontakan daerah dibiarkan begitu saja, kalau perlu dibasmi dengan kekuatan bersenjata… coba kita bandingkan dengan negara kita, apakah Presiden SBY bisa dikenakan tuduhan yang sama dengan Presiden Sudan ketika memerintahkan militernya menumpas gerakan separatis Aceh misalnya ?

Nah, kasus Presiden Omar Al Bashir menurut saya bisa menjadi hal yang “kurang menyenangkan”  bagi seluruh kepala negara dunia terutama yang negaranya terjadi konflik separatisme, karena dialah kepala negara pertama yang sedang berkuasa menjadi seorang tersangka, kalau ngga hati – hati akan banyak lagi Kepala Negara didunia menjadi tersangka hanya karena ingin menegakkan kedaulatan dan keutuhan negaranya….. jadi mikir kan ?

9 Komentar

Filed under Darfur, hukum, Janjaweed, sudan

9 responses to “Kepala Negara Bisa Jadi Tersangka lho…

  1. mmmmm…cuman mau mampir sebentar bilang:serem amat tampangnya tu presiden?

    @ Judith : iya Jude.. denger denger dia lahir di Siantar dan marganya Simanjuntak hahahaha….

  2. saya baca berita katanya semua LSM diusir ya pak…
    semoga bapak tetap bisa menjalankan tugas sampai selesai dengan aman di sana pak…

    @itikkecil : Sampai saat ini ada 13 NGO yang diusir dari Sudan.. kasian juga sih para pengungsi.. karena sebenarnya mereka sangat tertolong dengan bantuan mereka……….

  3. Waktu saya denger berita ttg Presiden Sudan,saya lsg ingat pasukan FPU disana.

    Btw, apakah semua negara di dunia ini wajib tunduk pada ketetapan International Criminal Court (ICC) & adakah kemungkinan tersangka menolak (membangkang) mengikuti proses pengadilan di ICC, Sir ?

    Rgds

    @Ilir Sipayung: ya itu.. semua itu tergantung tarik ulur kepentingan internasional… Pemerintah Sudan pintar memainkan hal ini, dia sangat dekat dengan Negara china yang mempunyai hak veto di DK PBB… jadi ? susah juga sih… makanya selama ini yang jadi tersangka selalu orang – orang yang tidak punya “pertemanan” dengan negara adikuasa, seperti Slobodan Milosevic dari Serbia, Charles taylor dari Liberia…. mereka hanya sekelompok anasir yang pecundang dan kalah perang😦

  4. Salam Hormat saya Komandan. Ini akun (Blog) baru saya.

    Hal ini beberapa kali memang diberitakan di media massa. Klw menurut saya pribadi, tidak perlulah pihak asing menamakan apapun itu untuk mencampuri “rumah tangga orang” karena setiap pihak harus menghormati negara berdaulat. Serahkan saja kepada sistem yang ada, misalnya MPR klw di Indonesia.

    Untuk Tulisan sebelumnya :
    Akan lebih berat meninggalkan pembaca e-tabloid “Polisi Oh Polisi” daripada beban moral jadi Blogger DAN…😉 Mohon ijin, TERUSKAN DAN! klw bisa sampe “malam cerah berbintang” karena saya banyak “meneladani DAN” hehehe…

    @Roganda : Salam jumpa lagi pak letnan.. memang anda tuh luar biasa… keep on blogging deh ! lalu kenapa blog dulu dihapus ? apa untuk membedakan blog sebelum perwira dan sesudah perwira ??? hehehe
    Well masalah sudan memang rumit, maklumlah kalau satu negara yang menentang “barat” selalu aja dilihat celahnya… rumornya sih karena paman Sam ngga bisa masuk cari minyak di sudan juga…. tapi Sudan malah menarik “bapak” baru yaitu negara China.. Terima kasih semoga saya tetap bisa ngeblog saapai kapanpun… saya sih berdoa aja semoga wordpress tetap ngasih yang gratisan …:mrgreen:

  5. fidelityprior

    menolak keputusan ICC = jadi “musuh” 180an negara yg ud tanda tangan kesepakatan ICC scr bersama sama ?
    btw,kasihan juga itu presiden…padahal baru saja saya ingin me request bang rere untuk bercerita mengenai sebenarnya ada apa di darfur sana…sudah keburu cerita,benar benar one step ahead…salut!

    @ fidelityprior: Walaupun yang sudah tanda – tangan, banyak juga yang tidak setuju, terutama negara liga arab dan uni afrika… thaks bro..

  6. rianda

    emang dasar tu negara negara ‘besar’ (baca amrik)…kl punya mau aja…kl ngga ada kepentingan, mau abis kek satu bangsa sabodo teing….

    @rianda: Memang dimana-mana rumusnya yang kuat menindas yang lemah………

  7. sunan jogo kali

    Omar el-Basr adalah korban hegemoni ICC yang diawaki oleh negara2 Barat, secara hukum sesungguhnya ia tak bisa dijadikan tersangka karena Sudan tidak termasuk anggota adm ICC, namun ada ‘pemaksaan’ karena kepentingan politis. Itulah yang terjadi dalam perpolitikan global, banyak modus2 baru untuk menguasai suatu negara berdaulat dengan stigma2 ciptaan Barat.

    @sunan jogo kali: yah begitulah mas.. sudah hukum alam mungkin.. yang kuat menindas yang lemah…..🙂

  8. dessy

    point yang gue dapet, apa yang kelihatan dan tersiar di media masa tentang suatu kejadian (terutama yang nyangkut2 ke kepentingan politik) adalah A belum tentu A, B belum tentu B, penuh dengan strategi, taktik, konspirasi dan lain-lain. hanya sayangnya, sering rakyat jelata yang menjadi korban agar semua rencana dapat berjalan mulus.

    @ dessy : yah itulah yang terjadi sebenarnya….. contoh yang paling keliatan : coba mba nonton Al Jazeeraa dibandingkan dengan CNN dalam berita yang sama tentang Sudan atau Palestina… berbeda sekali, karena opini itu relatif tergantung dari sudut mana memandangnya dan kepentingan apa dibelakangnya…🙂

  9. cahyo martanto

    apakah kita hrus menyutujui ICC? Knapa? tolong blas cpt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s