Kejahatan di sekitar kita (seri II) : Kelompok Hipnotis

Hypnotize

Hypnotize

Selamat jumpa lagi para pembaca blog saya yang tercinta🙂 Kali ini saya mau bercerita sekali lagi tentang kejahatan yang sering terjadi di sekeliling kita, memang banyak sekali kejahatan dan variannya yang terjadi dalam kehidupan sosial kita sehari – hari, ini merupakan hukum alam… kejahatan selalu mengimbangi peradaban manusia, tidak pernah ada suatu lingkungan sosial yang tidak luput dari kejahatan, walaupun demikian teraturnya lingkungan itu atau beratnya hukuman yang dijatuhkan akan suatu kejahatan….. dan jangan heran kejahatan itu selalu berkembang variasinya sesuai dengan akal budi manusia…. akan selalu “up to date”  modus operandinya, makanya dalam kesempatan ini saya tidak henti – hentinya menghimbau agar kita selalu waspada, selalu curiga bukanlah suatu hal yang buruk… rasa curiga itulah yang mungkin banyak menyelamatkan….

Nah… urusan akal budi, rasionalitas seseorang pada zaman sekarang kadang – kadang saya heran juga, kok zaman sekarang malah orang lebih percaya hal – hal yang tidak masuk logika…. faktor inilah yang menjadi sasaran empuk dari kejahatan (yang kata orang) menggunakan hipnotis atau sebagian orang bilang menggunakan ilmu “gendam”, memang salah satu varian dari kejahatan ini adalah mencari korban yang suka hal – hal berbau “magis”, eitssss bukan hanya itu  kelompok ini juga mempergunakan “ke – pantang kalahan” dari seseorang atau banyak  lagi modus lain, yang jelas kelompok ini sangat ahli dalam memainkan keadaan rentan “psikologis” seseorang, nah lo… bagaimana sih maksudnya ?

Makin penasaran kan ? menjawab pertanyaan awal, benarkah kelompok ini menggunakan “HIPNOTIS” dalam melakukan aksinya ??? Pada awalnya saya penasaran amat akan kriminalitas ini, karena banyak orang yang melapor pada saat saya mejabat perwira SPK di Polda Metro Jaya beberapa tahun yang lalu, contohnya:

Ada seorang ibu yang melapor bahwa dia di “hipnotis” pada saat sendirian di sebuah mall, datang seorang yang tidak dikenal menepuk pundaknya, menawarkan sebuah jam rolex yang katanya terbuat dari emas, kemudian pada saat pembicaraan ia merasa “terhipnotis”, pada saat terhipnotis ia dengan “pasrahnya” ia menyerahkan ATM nya dan dengan sadar ia memberikan nomer “pin” kepada si tersangka, karena ATM hanya bisa mengambil maximal 10 juta, maka dengan gampangnya ia bersama pelaku ke bank menguras seluruh tabungannya yang puluhan juta, dan…… bukan sampai disitu, ia juga membawa pelaku ke rumahnya, mengambil semua uang simpanannya di lemari brangkasnya, dan baru sadar setelah diturunkan dari taxi yang membawanya keliling beserta pelakunya… tau ngga berapa nilai semua uang yang diambil ? 220 juta rupiah….. sungguh nilai yang sangat luar biasa, dan ibu itu hanya bisa menangis dan pingsan…. karena ludes lah semua tabungannya bertahun- tahun ini,  jam Rolex emas yang dijanjikan juga hanya jam palsu seharga 200 ribu rupiah… :mrgreen:

Ada seorang bapak melapor juga, katanya pada saat berjalan di sebuah mall dia didatangi seseorang, dia mengatakan bahwa ia terkena santet ilmu hitam, dan ia akan memberikan sebuah batu sebagai penangkal penyakitnya, pada saat itu ada juga seseorang lain yang tertarik dan akan membayar lebih mahal kepada orang yang menawarkan batu itu, lalu pada saat itu ia merasa menjadi “terhipnotis”  dengan “tidak mau kalah” , seluruh uang di tabungannya terkuras dan  dengan kemauan sendiri mengambil di bank, jumlah kerugian yang dideritanya sebanyak 90 juta rupiah, bapak itu terkulai lemas menyesali apa yang terjadi di ruangan saya.

Ada seorang lain lagi melapor bahwa ia “terhipnotis” pada saat mengambil uang di ATM, ia mengaku didatangi seorang yang beraksen “Malaysia” dan menawarkan akan mendapat proyek di Malaysia seharga Milyaran rupiah, kemudian seketika ia merasa “terhipnotis”, ia dibawa jalan – jalan dan menyerahkan seluruh uangnya kepada orang itu, jumlah kerudian 150 juta rupiah.

Nah, penasaran kan ? bagaimana kok bisa para korban diatas dengan gampangnya “terhipnotis” sehingga dengan mudahnya menyerahkan seluruh uangnya ? benarkah semua perbuatan itu menggunakan “ilmu hitam” atau “gendam” ? sehingga orang menurut saja dan menyerahkan seluruh uangnya ? Pertanyaan ini juga menggelitik saya, ingin sekali rasanya mengetahui bahkan belajar ilmu ini, enak sekali kalau di praktekkan yaaa, ngga usah susah – susah kerja banting tulang dapat duit banyak:mrgreen:

Sampai pada suatu saat saya bertemu dengan “dedengkot” kelompok ini, pada awalnya seperti biasa kami hanya mengobrol biasa, kemudian seperti biasa.. karena “pertemanan” kami ia mulai menceritakan bagaimana perbuatan “menghipnotis” ini dilakukan, tentu saja pada awalnya saya tanyakan bagaimana cara mempelajari “ilmu hipnotis” ini, saya pikir tadinya  adalah ilmu yang menggunakan cara – cara “supranatural”, namun apa jawabnya : “Pak, ini bukan ilmu hitam, ini hanya permainan kata – kata saja……. dengan sedikit trik sehingga orang mengikuti kemauan kita..” Weleh – weleh padahal tadinya saya pikir saya akan menyiapkan syarat “ngelmu” seperti “kembang tujuh rupa” dan “ayam cemani”:mrgreen: , singkat kata dari obrolan panjang tersebut saya mau menjelaskan “modus operandi” kelompok ini melakukan aksinya :

– Kelompok ini dalam melakanakan aksinya tidak pernah sendiri, paling tidak 5 orang, salah satu sebagai “tokoh” , yang lain seolah olah sebagai “orang lain” dan tidak saling mengenal, ada juga yang bertindak sebagai “pengawas” terhadap jalannya operasi.

– Cara beroperasinya adalah demikian, sang “tokoh” mencari korban biasanya justru di tempat keramaian (biasanya di mall) ia mempunyai “feeling” siapa yang akan menjadi korbannya, katanya sih… kelihatan sekali berbeda orang yang secara psikologis gampang “dipengaruhi” tau tidak, biasanya orang yang suka pikirannya melayang tidak fokus… lalu tiba – tiba sang tokoh “mengagetkan” si korban dan “menawarkan sesuatu” (dalam hal ini variannya banyak sekali: bisa sesuatu barang atau jasa) sehingga si korban tertarik, pada saat yang bersamaan datang kelompok orang ini yang kelihatan berminat dengan “barang” yang ditawarkan, lalu datang orang lain lagi yang berminat membayar dengan harga sangat tinggi atas “barang” yang ditawarkan, dan lalu datang orang lain lagi yang lebih berani menawar lebih tinggi.

– Hal ini membuat si korban menjadi “tertantang” sehingga dengan segala kemampuannya melebihi “tawaran harga” dari orang – orang ini, dan bahkan minta diantar komplotan itu ke tempat ia menyimpan uang ke ATM atau ke Bank, dan ia sendiri yang mengambil uangnya, bahkan sampai persediaan uang dirumahnya……

– Demikian lah sampai semua uang yang ada bisa dikuras, kalau saya sendiri berpikir “Kok bisa ya orang dipengaruhi pemikirannya sampai sedemikian hebatnya..!@#$%^ ??? Saya jadi pernah membaca buku pelajaran psikologi ilmiah tentang hipnotis, memang hal itulah yang dinamakan “State of Unconsiousness” atau keadaan diantara alam “sadar” dan “tidak sadar” , sehingga gampang sekali dipengaruhi,  ya itu memang jawabannya….. pernah lihat kan acara Hipnotis di TV ? bagaimana seseorang bisa diperintah apapun juga dengan omongan saja, kurang lebih begitulah cara komplotan ini melakukan aksinya, dengan sedikit ketrampilan “mempengaruhi” orang …. jadilah suatu kejahatan.

– Tingkat kegagalan melakukan aksi ini juga cukup tinggi, makanya selalu ada seseorang yang bertindak sebagai “supervisor” atau “pengamat” pada saat kelompok ini beroperasi, apabila dirasa gagal ia selalu memberi kode, dan kelompok ini langsung bubar dan menghilang……. namun kalau berhasil, weleh hasilnya ngga tanggung – tanggung.

Tips

– Kalau bisa sih jangan sendirian kalau pergi ke mall atau tempat keramaian, pasti tidak akan menjadi sasaran kelompok ini.

– Selalu konsentrasi, ada tujuan,  jangan seperti “menghayal” ditengah keramaian, nah si pimpinan kelompok ini pintar sekali membaca hal ini.

– Jangan mudah percaya dan selalu curiga apabila ada seseorang yang tidak anda kenal tiba – tiba menawarkan sesuatu kepada anda.

Ok deh, demikianlah sedikit cerita tetang kejahatan di sekitar kita, mudah – mudahan berguna… dan anda tidak menjadi korban berikutnya….. nantikan seri – seri cerita ini selanjutnya……. chao !

16 Komentar

Filed under hukum, keluarga

16 responses to “Kejahatan di sekitar kita (seri II) : Kelompok Hipnotis

  1. Ariefnanto

    Met malem Officer Reinhard!

    di jakarta bbrp waktu lalu saya mengalami kasus yang serupa. yaitu menjadi korban hipnotis.

    sesuai dengan ajaran anda, saya selalu mengkondisikan pikiran dalam kondisi siaga, curiga, tidak mudah percaya pada apapun!

    dan itulah yang menjadi jurang kehancuran saya… ceritanya begini.

    sepulang dari kunjungan kerja, saya beserta sex partner *salah ding* partner kuliner😀 jalan2 ke dharmawangsa square.

    didalam kita melihat ada tulisan ‘STEAK AND RIBS’ segedhe gaban! naluri curiga dan tidak percaya saya muncul, masuklah kita ke warung itu dan mulai buka menu.

    di menu, ada foto iga bakar segedhe pianika yg biasa dimainkan marching band. saya order seporsi.

    dan keluarlah… IGA BAKAR seukuran pianika. suapan pertama masuk kemulut…

    dan hilanglah kesadaran saya, meski pianika belon habis, langsung order steak sirloin rare-medium grilled, t bone medium grilled brown sauce, raisin sauce pig ribs dan semuanya ukuran extraaa laaarge!

    *ludeslah setengah bulan gaji dalam 2 jam!*

    nangis jongkok sambil rokokan di pinggiran dharma sqare! ahahahaha..

    (kayanya bukan contoh kejahatan hipnotis, tapi lebih cocok ama self control yang mendadak buta kalo liat makanan enak deh.. hihihihi)

    @Ariefnanto : Wakakakakakakakak saya sampe sakit perut ketawa baca komen anda, kalau hipnotis seperti ini sering sekali saya alami, gue banget …. memesan segalanya tapi lupa keadaan finansial sendiri…. terima kasih share ceritanya, mungkin ada dari pembaca lain yang pernah merasakan dihipnotis beneran ????

    • ny.yuskusna

      hehehehe,aku alami hipnotis asik…waduh sekian byk pria merayuku…cm dia yg bs bw kluar rumah,ke jakarta malah!…..one stand night…olala…rayuannya maut,untungnya dia kwnku sekolah…pria malang(bukan malang jawa timur)…promosi seks nya nga kayak aslinya,,halaah…yg pasti ‘rahasia kecilnya ada padaku’..!!!

      @mba yus : hehehe … mantab … kalau begitu TST aja deh …:mrgreen:

  2. hallo bang rere,
    bukan aku sih yang ngalamin tapi orang tua ku. kejadiannya di rumah lho bukan di tempat keramaian. suatu hari ortu kedatangan seseorang laki2, mengaku sebagai dokter. memang keadaan ortu ku tuh sakit2an, semua penyakit2 mahal diborong, macamnya: gula, kolesterol, darah tinggi. nah oknum dokter itu bilang: bapak dan ibu, kan sakit darah tinggi… mama sempet mikir: wah hebat nih dokter, tanpa meriksa badan, bisa tau kita darah tinggi. trus oknum itu menawarkan harga obat sakit darah tinggi yang lebih murah daripada harga yang biasa ortu ku beli. nih, ibu musti belinya di apotik “x”, apotik tsb rekanan saya. ini saya tuliskan resepnya. lalu resep tsb diserahkan ke mama saya. mama mbaca tuh, nama dokternya, alamat prakteknya, nomer telponnya. tapi tentunya gak dicatet ulang. trus ngomong lah panjang lebar oknum tsb tentang penyakit2. lalu oknum itu bilang lagi: ibu, sebaiknya saya aja yang tebus obat tersebut di apotik “x” jadi ibu gak perlu repot2 keluar rumah. kan bapak-ibu cuman berdua aja. kasian bapak kalo ditinggal sendirian. lha mama langsung: duh baik banget sih orang ini, pengertian banget. jadilah resep tsb dikasih kembali ke tuh oknum plus uang sebesar 200.000. trus pamitlah si oknum. tunggu-ditunggu tentu saja oknum itu gak balik lagi. abis itu mama seperti tersadar: ealaaah ternyata ketipu. ironisnya di rumah sendiri. trus mama coba inget2 nama oknum itu dan detail lainnya yg tertera di resep, gak berhasil.
    duh bang, aku yg tinggal nun jauh dari ortu jadi lemeees deh. abis kejadian di rumah sendiri sih. bahkan di rumahpun gak aman. trus bisa2nya gituh orang gak kenal di kasih masuk ke rumah. nah kejadian kayak gini termasuk hipnotis bukan?

    @ Noni : Menurut saya itu cuma menggunakan modus penipuan biasa… si Tersangka memang pandai meyakinkan korbannya… kalau bisa lihat orang dari penyakitnya hal yang gampang kan ? memang kebanyakan orang berumur mempunyai penyakit itu:mrgreen:

  3. Sepertinya lagu lama dengan menepuk pundak. Tapi kalo yang di tepuknya pundak polici kek nya tuh hipnotis nggak ngaruh deh…

    @pakde : kan saya sudah bilang, kelompok ini pandai sekali menganalisa calon korban, mana yang bisa mana yang tidak…

  4. fidelityprior

    Slamat pagi bang re.Uhm,cerita ini mengingatkan saya pada kejadian yang menimpa ibunda saya tercinta.Jadi gini,ibunda saya pernah dinasehati ibunya which is my grandmother,kalo ada orang yang nepuk di pundak,bales di tepuk,biar g terkena hipnotis.
    Waktu jalan jalan ke senayan city baru baru ini,diparkiran tepatny,ibunda saya bercerita kalau dia ke mall sendirian dan belanja kebutuhan rumah sehari hari,buat ngisi kulkas skalian titipan dr saya baju baju…Anakny tetep g mau ketinggalan nitip…ok,kembali ke track..Nah pas mau masuk mobil,ibunda tercinta ditepuk dr blakang,alhasil bukan ditepuk ulang malah digampar bang.Ya mending kalo yg kena orang orang mafia hipnotis,ini tetangga sendiri,temen arisan ibu..Huhm…Hebat juga ibu saya,temen arisan digampar..Tapi komentar ibu dirumah cuma sederhana
    “yang udah terjadi ya sudahlah,itung2 melampiaskan dendam soalny bulan kemarin dia yg dapet arisan”
    saya sebagai anak…ok,persaingan antar ibu2 arisan…
    kesimpulanny: selalu waspada!Bangunkan mental cosciousnes..ah..Kesadaran mental anda tiap kali anda membuka mata tiap hari..

    !!

    @fidelityprior: Waduh hahaha itu mah masalah berantem ibu – ibu… gue ngga ikutan deh.. kecuali dapet bagian arisannya wkwkwkwk

  5. fidelityprior

    Koment lagi,ada yg ketinggalan…
    1 pertanyaan,drmana y mereka bs tau ilmu2 gt?Bukanny cuma ilmu psikologi sjenis neuro linguistic yg diajarin?Apa ada kemungkinan aktor intelektual yg turut bermain..Alah!bahasanya ketinggian buat saya..
    Semoga ada gadis cantik yg menghipnotis saya “heh,pacaran gmana?” pasti saya terhipnotis segera…Hahaha.
    Maaf pertanyaany jadi bkan 1 lagi,tapi 3..

    Ditunggu cerita lainnya.

    @fidelityprior: Saya pernah tanya juga… ternyata mereka dapat kemampuan ini secara otodidak, hebat kan ? awalnya sih mereka kelompok penipu biasa, mencoba variasi lain ternyata berhasil… dan selalu dicoba dengan metode yang terbaik…. hehehe kalau ada gadis cantik menawarkan pacaran, terima aja ngga rugi kok, saya juga mau hehehe:mrgreen:

  6. sejak banyak mendengar cerita soal hipnotis ini saya jadi gampang curiga dengan orang tidak dikenal yang menegur saya di tengah jalan. kalaupun ada yang menegur saya apalagi kalau laki-laki dan tampangnya menyeramkan saya lebih memilih untuk pura-pura tidak mendengar saja.

    @ Mba itik : Waduh kasian donk kalau orang itu memang bebar – benar perlu sama mba….. banyak juga kok yang mukanya seram tapi hatinya baik, seperti saya contohnya wkwkwkwk😛

  7. hangoverkids

    Usul ndan..kyknya ilmu ini bagus deh klo diterapkan dlm proses2 introgasi..jd polri g usah repot2 pake kekerasan jika ingin dapet keterangan..rekrut aj salah satu dari mereka bwt ngajarin..cuma usul loh ndan..hohoho..

    @ hangoverkids: Tau ngga bagaimana hipnotis itu bisa dilakukan ? harus ada persetujuan oleh orang yang dihipnotis, jadi kalau seseorang tidak mau dihipnotis dan menolak sampai kapanpun ia tidak bisa dihipnotis bahkan oleh para ahli hipnotis sekalipun

  8. Ariefnanto

    @ om Reinhard yg bertampang baek tapi ber pencernaan sangar😀 ngomong soal hipnotis, dolan sini dong.. http://www.surabayafood.com boleh saling menghipnotis, resiko terberatnya sih jadi tambah lemu ginuk2 kek saya!

    @ ariefnanto : Sudah saya kunjungi websitenya, menarik sekali.. ada forumnya juga yaa… jadi inget lagi dinas di surabaya tahun 95 – 97 , makaaan aja kerjanya🙂

  9. fidelityprior

    selamat siang lagi bang rere…

    “Tau ngga bagaimana hipnotis itu bisa dilakukan ? harus ada persetujuan oleh orang yang dihipnotis, jadi kalau seseorang tidak mau dihipnotis dan menolak sampai kapanpun ia tidak bisa dihipnotis bahkan oleh para ahli hipnotis sekalipun”

    jadi kalau kejadian kejahatan hipnotis itu bagaimana kok bisa korbannya sampai terhipnotis? apa mungkin mereka sedang berada di keadaan antara ” ya ” dan ” tidak ” untuk dihipnotis? garis tengah atau garis abu2 gitu bang?

    bang re, minta ijin buat nge link blognya bang rere dari blog saya.
    ditunggu kunjungan baliknya bang !

    @fidelityprior: yang jelas tidak ada penolakan dari awal bro, makanya “masuk” ke orang itu harus tepat timingnya, setelah timbul “trust” baru pengaruh itu bisa dimasuki…. ya itu, tidak ada penolakan dari korban menjadi awal segalanya, makanya juga dalam cerita ini saya sebutkan faktor kegagalan untuk melakukan aksi ini juga sangat besar..
    anyway silahkan sajadi link ke blog anda, alamat blog anda apa sih ?

  10. fidelityprior

    oh begitu…
    resiko ya…padahal baru saja terpikir saya ingin mempelajari ilmu itu…

    dalam pikiran saya hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan kantong…qkqkqk…
    maklum anak muda…tingkat mental dan tujuan hidupnya belum sempurna.

    silahkan berkunjung ke dsemperfi.wordpress.com

    @ fidelityprior: hehehe boleh boleh saja mempelajari ilmu hipnotis, asal jangan buat kejahatan….🙂 ok nanti aku berkunjung ke blog mu….

  11. Nampaknya keahlian hipnotis itu bisa di export kesini aja deh -0 biar nge-hipnotis ex-combatan itu disini biar gak engklel2an dan cepet nurut untuk ikutan dissarmament😀

    @Luigi: hehehe makanya belajar dulu kang, setelah bisa…. baru mengajari orang – orang yang bertugas untuk dissarmament😀

  12. kayanya ini yg abang praktekan waktu di brimob tempo hari waktu latihan
    yg jadi target bang budi komlek. jadi mempengaruhi kesadaran seseorang dengan alam pikiran kita. jadinya bang budi komlek nyebutin angka yg abang sudah tulis sebelumnya. ini bukan hipnotis tapi permainan pikiran kayanya

    @halooo: Lah permainan pikiran adalah one step to Hipnotism bro… kalau ada waktu aku juga mau mempelajarinya serius… lumayan buat tambah 2x kalau ada korban wkwkwkwk :mrgreen:

  13. bang, minta ijin memasukkan tulisan nya ke majalah TDV polda kalsel kebetulan tadi pak kabid humas(pemred TDV) suka sama artikel JCLEC…. yang tentang sekolah polisi internasional sama the best international police car…

    trims sebelumnya…

    @hytobourne: Silahkan bro, asal disebutkan jelas sumbernya….

  14. taufan

    Siang Bang…
    Gmn cara trhndr dari hipnotis atau cara ampuh tolak hipnotis..? Thanks

    @taufan: don’t talk to a stranger !

  15. Tulisan yang baik sekali dan jujur mengungkapkannya.

    Sebagai referensi tambahan, saya sudah menulis banyak info spesifik dan penjabaran lainnya tentang modus operandi kejahatan hipnotis. Di sana dijelaskan bahwa korban TIDAK kehilangan kesadaran, melainkan sekedar terbujuk. Silakan cek di FAST Hypnosis untuk mendownload e-booknya (bahasa Indonesia).

    Saya senang sekali membaca ada orang-orang seperti Anda yang berani menyuarakan kebenaran, bukannya semakin mengacaukan informasi tentang ‘kejahatan hipnotis’.

    Salam kenal, dan terus berjuang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s