Kejahatan disekitar kita (seri I): Kelompok Penipu Telepon atau SMS

kena tipu, ni yeee....

kena tipu, ni yeee....

Dalam seri tulisan saya yang baru ini saya ingin memberikan gambaran kepada para pembaca setia blog ini tentang berbagai kejahatan yang terjadi di sekeliling kita sehari – hari, tentunya semua berdasarkan pengalaman saya berdinas sebagai polisi, terutama ketika sebagai penyelidik dan penyidik dalam kesatuan saya, sungguh banyak cerita yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, namun kesibukan saya sedikit menundanya, namun sedikit demi sedikit saya akan menambahkannya, janji deeh..🙂

Cerita tentang kejahatan yang akan saya berikan bukan hanya dari prespektif saya sebagai polisi, bahkan sampai ke “insider” pelaku dan kelompok itu sendiri, mungkin sifat saya yang suka ber”gaul”, memang kadangkala saya masuk “terlalu jauh” dengan kelompok mereka, dan mungkin juga ada pertanyaan “kok kalau sudah tau, kenapa ditangkap saja”… nah inilah, saya kebanyakan bergaul dengan para “dedengkot” kelompok ini, banyak dari mereka yang sudah tobat dan ada juga sih yang masih “main”, tapi saya tetap menjaga “pertemanan” saya ini, kalau tidak begitu, mana bisa saya menulis cerita ini kan ?

Ok deh, cerita menakjubkan ini saya dapat dari sesorang, sebut saja namanya “X” seorang tokoh informal di lingkungannya, pada saat saya berdinas di Cilincing Jakarta Utara (tau kan daerah ini… ??? daerah keras dan panas, mungkin karena dekat laut yaa hehehe), saya banyak bertemu denganya, ngobrol ngalor ngidul  sampai dia cerita pengalamannya sebagai seorang “penipu” dengan modus telepon atau SMS….

Ceritanya begini,

Ternyata kelompok – kelompok “penipu” ini adalah kelompok tersendiri dan sangat berbeda dengan kelompok penjahat lain, terutama yang menggunakan “aksi fisik” seperti pencopet, pencuri, perampok dll… kelompok ini sangat mengharamkan penggunaan kekerasan dalam melakukan aksinya, dan saya juga baru tau modus penipuan menggunakan “telepon” atau “sms” adalah “varian” baru dari berbagai modus penipuan mereka:  dari penipuan berkedok hipnotis, penipuan berdalih sayembara berhadiah, penipuan berkedok undangan dan lain lain… (nanti saya akan ceritakan juga semua modus penipuan ini dalam “kejahatan disekitar kita” seri selanjutnya …), sekarang pertanyaannya, kenapa mereka “bertransformasi” kepada kejahatan dengan modus telepon ? simpel saja alasannya sih…karena pasti lebih aman, tidak sama dengan modus penipuan yang lain, kadangkala kalau si korban sadar tertipu, diteriakin maling…. dan babak belur bonyok juga mereka…..

Nah ini yang gawat, ternyata modus penipuan telepon ini juga banyak variannya, segala macam modus, namun yang jelas mereka mempelajari secara cermat calon korbannya, dan mempelajari secara psikologi dan kejiawaan kondisi korban, biasanya hal – hal yang menjadikan “keadaan Memaksa” dari korban untuk memberikan uangnya melalui  transfer via atm, beberapa modus yang umum dilakukan :

Korban adalah sebagai orang tua yang menerima telepon dari seseorang yang memberikan informasi bahwa anak korban mengalami kecelakaan dan harus dirawat dirumah sakit, korban diminta segera mentranfer sejumlah uang untuk DP rumah sakit. (Tentunya sebagai orang tua akan panik dan segera mengirimkan uang tersebut)

Korban adalah keluarga seorang tersangka yang sedang bermasalah dengan aparat penegak hukum, dan sedang ditahan… seseorang mengaku sebagai pimpinan Kepolisian, atau Jaksa atau Hakim menelpon korban mengatakan akan membebaskan penahanan si tersangka atau “meringankan” hukumannya, diharapkan korban mentransfer sejumlah uang sebagai “uang pelicin”.

Korban adalah seorang pimpinan instansi tingkat menengah (dalam lingkup PNS atau TNI /POLRI) ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai pimpinan korban, atau yang berkaitan dengan bidang “pengawasan” , mengatakan kepada korban untuk mengirimkan sejumlah uang, tentunya dengan harapan dari si korban agar jabatannya langeng, atau perkeliruan yang dibuatnya tidak diangkat. (nah ini biasanya jarang sekali dilaporkan karena tentunya si korban malu mengakui)

Korban ditelepon sesorang bahwa ia mendapatkan hadiah sayembara berhadiah dari suatu perusahaan, dan untuk menebus hadiah tersebut ia diharapkan mengirimkan sejumlah uang sebagai pajak atau biaya pengiriman.

Korban adalah pemilik sebuah rumah atau mobil yang akan dijual, ditelepon seseorang yang berminat akan membeli dengan harga fantastis, namun meminta “fee” atas penjualan rumah atau mobil itu karena sebagai perantara. (Si korban karena tergiur harga yang bagus segera mentranfer uang tersebut)

Beberapa fakta menarik !!!!

– Kelompok ini selalu berpindah – pindah lokasi, dan selalu melakukan tugasnya di suatu rumah kontrakan, dan tidak pernah melakukan aksinya pada saat dirumahnya serta susah sekali ditangkap.

– Korban selalu dipelajari terlebih dahulu latar belakangnya, berdasarkan informasi yang didapat dari informan mereka yang berada di sekitar lingkungan korban atau lingkungan kerja, bisa pula informasi didapat dari koran dan majalah, terutama apabila mengenai kasus di bidang hukum. Jangan heran kalau mereka berlangganan koran dan majalah dari seluruh Indonesia.

– Nomer telepon yang digunakan selalu diganti setelah mereka mendapatkan uang yang didapat, hal ini mudah karena kartu perdana telepon selular sangat mudah didapat.

– Kelompok ini selalu menggunakan buku tabungan menggunakan KTP fiktif, jadi percuma saja melacak keberadaan alamat tersangka berdasarkan permintaan dari bank setelah si korban merasa tertipu.

– Jangan disangka bahwa korban kelompok ini hanya orang yang bodoh dan tidak berpendidikan, justru kebanyakan yang menjadi korban adalah orang orang yang berpendidikan tinggi dan mengerti hukum !!!!!!! pejabat tinggi disuatu instansi, menteri, bupati, jaksa, gubernur, dosen, profesor, istri pejabat, bahkan pejabat tinggi di lingkungan Polisi dan TNI !!!!!!

– Penipuan bermoduskan SMS (yang juga dilakukan oleh kelompok ini) tidak terlalu diseriuskan, karena nomer telepon korban didapat secara acak, dan bagi mereka seperti menjala ikan di air saja, siapa tahu ada ikan bodoh yang masuk ke jala …:mrgreen:

– Maaf seribu maaf bukannya saya berkata tentang SARA, namun sebagian besar dari kelompok ini adalah orang Makasar dan sekitarnya, saya juga tidak mengerti kenapa sebagian besar dari kelompok ini berasal dari etnisitas itu.

– Nah ini yang membelalakkan mata saya, hasil terbesar yang pernah kelompok ini adalah mereka pernah di transfer uang 1 M dari seorang tokoh pemuda Indonesia yang terkenal, sewaktu beliau menghadapi tuduhan korupsi, dan kelompok ini mengaku sebagai jaksa yang menyidangkan perkara tokoh ini, dengan berjanji akan “meringankan” hukumannya…. weleh.. weleh enak juga ya kerja begini, modal cuap cuap hasil besar hahahah:mrgreen:

– Sarana bank sebagai transfer uang hasil tipuan korban paling banyak melalui ATM BCA, wajar saja karena ATM BCA yang terluas pemakaiannya, dan sangat gampang membuatnya walaupun dengan KTP palsu, dan kelompok ini tahu sekali birokrasi untuk membuka atau menahan transfer sangat sulit birokrasinya, jadi ada kesempatan bagi mereka untuk mengambil uangnya sebelum disadari.

Tips agar tidak tertipu  :

– Jangan mudah tergiur oleh rayuan gombal para penipu jahanam ini, selalu curiga kalau ada sesuatu yang “TOO GOOD TO BE TRUE”.

– Selalu konfirmasi dan recheck apabila ada seseorang yang mengaku pimpinan anda, pengambil keputusan penting dan “meminta upeti” atas perkeliruan yang anda lakukan atau keluarga anda… nah looo makanya jangan korupsi atau berbuat kejahatan donk..!!!

– Jangan panik apabila ada sesuatu berita musibah atau kecelakaan, selalu konfirmasi dan recek…

Nah para pembaca blog saya yang tercinta, mudah mudahan setelah anda membaca tulisan saya ini, anda tidak akan pernah menjadi korban dari kelompok penjahat bajingan ini…

19 Komentar

Filed under hukum, keluarga, Polisi, polri

19 responses to “Kejahatan disekitar kita (seri I): Kelompok Penipu Telepon atau SMS

  1. hohoho saya alhamdulillah belum pernah sampe ketipu bang…selain ketipu laki2….huahuahuahua

    @ Novnov : waduuuh jangan begitu nov, bukankah setiap wanita membiarkan dirinya ditipu laki laki …???? wkwkwkwkwk

  2. Good story bang.
    Salute atas tulisan2 abang di blog ini. Baca tulisan ini saya teringat kata2 dosen saya di UI Prof.MR. Terkait dengan “Ilmu Kepolisian” beliau bilang bahwa sangat penting untuk menuliskan pengalaman2 seorang penyidik untuk didokumentasikan. Karna sesuai pengertian “ilmu kpeolisian” ( mempelajari tehnik dan taktik kepolisian….). Nah kalau semua polisi bisa menuliskan pengalamannya secara tertulis maka kumpulan pengalaman tersebut adalah merupakan “ILMU KEPOLISIAN”. Btw memang pelakunya rata2 dari Makassar bang. Pengalaman saya berdinas di kepolisian beberapa kali mengungkap pelaku yg memang dari daerah tersebut, Mohon maaf…. pendapat saya mengapa hal ini bisa terjadi karna asal muasal pekerjaan ini yang memulai adalah orang daerah tersebut. Sehingga secara turun temurun (di Akpol dibilang “turunan”) disharing ke teman2 nya yang lain. Berhubung tingkat kerahasiaan pekerjaan harus dijaga dengan baik maka mereka hanya mengajarkannya kepada orang yg bener2 bisa dipercaya, dengan maksud agar jaringannya tida gampang diendus petugas.

    Sukses selalu Bang

    @ Ujung : Terima kasih brother atas tanggapannya…. jadi tulisan saya termasuk “ilmu kepolisian” yaa ?? wkwkwkwk … tujuan saya menulis ini sebenarnya refleksi dari pengalaman saya saja yang tertuang dalam diary elektronik, kalaupun itu bermanfaat bagi orang yaaah terima kasih sekali🙂

  3. aresta

    duh,pnah dpt kejadian buruk ni….emang si bukan hanya uang yg mjd kerugiannya..tpi nyawa eyangku…
    dulu eyangku tinggal dirumah pakdeku di tangerang,dy kerja di departemen perhubungan tpi lg ditugaskan dikupang.nah,tiba2 ada org yg nelpon sepupuku klo pakdeku itu kecelakaan, berdarah2…harus dioperasi n harus transfer uang ke rekening tertentu….e….bude n sepupu2ku pada panik…dan eyangku lgsg gak sadarkan diri…gak lama eyangku dipanggil Tuhan karena jatuh kepentok krn gak sadarkan diri itu….hi3x…
    tyata,pakdeku sehat..segar bugar…gak jd transfer uangnya si..tpi nyawa eyangku jauh lebih berharga..duh…
    intinya,mungkin jangan panik klo terima kabar semacam itu…bahaya juga bwt org yg lemah jantung….dan jangan sembarangan kasi no.tlp keorang asing..krn sebelumnya sepupuku di tlp org yg ngakunya kenal ama org2 dirumah itu n minta no.hp org satu rumah…

    oy,bang rere ada juga lho kejahatan spam….yg ngirim surat via email klo qta menang undian,dapet lowongan kerja ato jd pewaris org harta..dll…yg didalemnya meminta biodata qta u/verifikasi….tpi jg lg marak..klo liat di wikipedia ttg kejahatan spam..ngeri juga si…hati2 jg si..mencantumkan biodata sembarangan..bisa disalahgunakan euy!

    @aresta : Memang begitulah cara kerja mereka, mereka memanfaatkan sentimentil kepanikan yang terjadi pada korban pasca mendengar berita, dengan cara itu mereka bisa memanfaatkan untuk memperoleh uang, memang sangat biadab cara mereka ini, dan itu tentunya melalui survey yang cukup mendalam atas keluarga korban, kalau kejahatan spam belum ada hukumnya di Indonesia, makanya paling kalau kita upayanya hanya “mark as a spam” saja dan jangan ditanggapi email ngga jelas dari orang yang tidak kita kenal……

  4. “Maaf seribu maaf bukannya saya berkata tentang SARA, namun sebagian besar dari kelompok ini adalah orang Makasar dan sekitarnya, saya juga tidak mengerti kenapa sebagian besar dari kelompok ini berasal dari etnisitas itu.”

    bener nih om, papa pernah tuh ditelpon orang kayak gini. ngakunya kapolda, minta duit. pelaku kayaknya memanfaatkan momen pergantian kapolda, karena waktu itu banyak orang yang belum tahu no hp kapolda baru.

    setelah di chek ke kadensus 88 yg kebetulan punya alat buat melacak no hp, posisi pelaku diketahui ada di Makassar, jadi emang bener nih kata om rere daerah asal penipuan kayak gini tuh darisana…

    @ PikoPrayogo: Hehehe kan sudah saya sebutkan, apa – apa yang saya tulis semua berdasarkan fakta melalui “pendalaman” terlebih dahulu, kelompok “makasar” bukan hanya yang tinggal di makasar tapi tinggal di daerah lain, malahan mereka lebih banyak beroperasi di Jakarta.

  5. Gun_Star

    saya pernah spt gitu jg ndan, keluarga saya di telp org tdk dikenal..dy menyebutkan kalo saya kecelakaan dan skrg sdng sekarat di RS..lumayan membuat ortu panik ndan, tp untungnya dy salah memilih org ndan, dy ngakunya sebagai Polisi dr Polres Gunung Anyar…Hwa..ha…ha..(pdhl Polres Gunung Anyar itu gk ada ndan )..

    btw kalo cara mendapatkan uang di internet bener apa gk ndan?cz agak menggiurkan ndan..

    Mohon petunjuk komandan..

    @Gun_Star : Tukang tipu yang salah data wkwkwkwkwk…….. mestinya dia bilang polsek gunung anyar, memang ada sih…. mencari uang dari internet ????? buat saya sih “Too Good to Be true”😛

  6. Woke, ini masukan untuk tetep waspada.
    Saya Pernah di telepon juga sih, Saya cuman pakai jurus mengulur2 waktu bang. akhirnya nggak kejadian bang. Dia sudah kehabisan pulsa untuk merayu saya. Di pikir saya ini mudah ditipu apa ya..?

    @ Pakde : iya deh kalau ditipu cari ini tidak memapan, tapi kalau ditipu wanita ….??????:mrgreen:

  7. iis

    ketipu duit belum pernah (gak punya sih….)
    tapi kalo hati sering

    @iis : Makanya jangan pacaran sama polisi donk mba, ACAB semua wkwkwkwk

  8. saya pernah juga ditelepon begitu, ngaku dari indosat kasih tau kantornya bla..bla..bla…biarin dia ngoceh lama, abis itu tutup…pokoknya kalau pengin duit ya kerja!…gitu aja.

    sekarang dijambi (dijawa lebih dulu) sedang musim orang nemu surat² penting cek atau sertifikat…tapi ujung2-nya menipu juga tuh, hati²…

    @o][o: Sebaiknya begitu aja mas, kita jawab saja biar sampe berbusa ngomongnya.. terus klek tutup… minimal kita bikin dongkol dia…. memang modus baru dari penipuan mereka adalah seolah – olah menaruh surat berharga yang ketinggalan

  9. rianda

    betul bgt bos…gw nambahin komment ya..yg gw tau pengusaha jg bnyk yg ketipu…demi melancarkan proyek atau dpt proyek….mrk gampang sekali transfer transfer…(malah u/ etnis tertentu emang dah dijatahin buat buang sial katanya)…padahal yg minta bukan yg ber’kepentingan’ dgn tu proyek…walaupun yg ber’kepentingan’ jg sama ‘bejat’..nya…:P (tp kecolongan gitu…keduluan sang penipu u/ minta duit…hehehe)

    @ Rianda : nah itu dia , kelompok bajingan ini pinter sekali memanfaatkan “celah” perkeliruan… makanya bisa masuk ,kalau usaha legal di telpon minta duit lagi .. pasti dikirain orang gila yang nelpon……

  10. fidelityprior

    blog nya hebat sekali…

    4 thumbs up !

    bisa jadi lebih aware ke lingkungan sekitar, pake rumus too good to be true ditambah sedikit kegiatan cek dan ricek !

    @fidelityprior: Terima kasih bro, itu resep nomer 1 deh…. bisa di cek ke toko sebelah😛

  11. hangoverkids

    jadi pengen punya kerjaan sampingan kyak gini..menghasilkan euy..ho2..

    @hangoverkids: Mau belajar bro ? nanti saya kenalin sama pelakunya:mrgreen:

  12. daniel_ldt

    @korban adalah sebagai orangtua yang meberikan informasi bahwa anak korban kecelakaan dan harus dirawat di RS,korban di minta segera mentransfer sejumlah uang untuk DP RS tersebut.

    Berdasarkan pengalaman saya sebagai Katim Resmob Satbrimobda Metro Jaya Den D
    Sebelum menelpon korban, pelaku sebelumnya menelpon anak korban dan biasanya mengaku sebagai anggota Reserse Narkoba/ Den88/Satuan Fungsi yang sedang lakukan pengembangan. Mengatakan bahwa no HP anda (anak korban) ada di Phonebook salah satu tsk yang tertangkap dan supaya tidak salah tangkap,agar HP anda (anak korban) dimatikan selama min 2jam, karena takut,akhirnya HP nya (anak korban) dimatikan. Sehingga ketika Pelaku menghubungi korban(ortunya) dan memberikan no RS atau Dokter yang menangani (no telpon Komplotan mereka juga). Korban akan percaya dan semakin panik karna ketika menhubungi no anaknya,ternyata sedang tidak aktif(dimatikan anaknya karena takut salah tangkap dan dituduh komplotan tsk,setelah mendapat telpon dari seseorang yang “mengaku polisi” sedang lakukan pengembangan)

    @daniel_ldt: Terima kasih atas informasi tambahannya……… sangat berguna bagi pembaca blog ini…

    • jono

      Kemarin sy juga mengalami hal yang sama…..sy ditelp oleh orang yg mengaku dari salah satu Poltabes di DKI ( DKI bukan Poltabes,but Polrestro) bagian Narkoba dan mengatakan bahwa nomor HP sy terkait dg kasus narkoba,tp mereka masih kekurangan beberapa digit sehingga perlu pelacakan dan dia menanyakan ttg Nama, Alamat tinggal, Kantor dimana dan No.Telp rumah, Status perkawinan dan data pribadi yg lainnya…setelah itu tsk minta sy mematikan HP untuk beberapa lama….sy aga curiga dg sistem yg spt ini, klo untuk pelacakan bisa dari provider dan malah HP jgn sampai mati…ini koq minta dimatikan (aneh )…sy jadi teringat pernah baca blog ini….thanks…

  13. baru hari ini sy bertemu dgn seorang yg tertipu senilai 1/2 M dgn modus meminjam uang via transfer bank. anehnya pihak korban sampai transfer sebanyak 3 x dalam 3 hari berturut-turut. padahal yang katanya meminjam belum pernah kenal dan bertemu muka, hanya kenal nama saja. ck ck ck… 3 hari dapet 500 juta seperti menang lotre

  14. saya juga punya pengalaman hampir ditipu. tapi gak kena. hehehe……

  15. Ping-balik: Kejahatan di sekitar kita: Kelompok Penipu Telepon atau SMS | You proxy

  16. Ado

    Akhir-akhir ini gw sering dapat telpon dari orang yang mengaku dari Yellow Page katanya sih ada tawaran paket iklan murah untuk tahun depan 2010. Anehnya orangnya pake telp wartel, ak tanya kantor perwakilanya ga ada katanya hanya marketing lepas. Berkali-kali orangnya telpon bahkan ketika saya tidak mau mereka menawarkan paket lebih murah dengan alasan dari pada halamanya kosong…tapi ak curiga dan ak sampaikan ke orangnya kalo ak mau croscek dulu ke Yellow Page pusat eh kok ga pernah telpon lg ya…Apa ini juga termasuk kasus penipuan…? ada yang punya pengalaman spt ini ga?

    @Ado : Sebaiknya memang di cek dulu mas .. modus penipuan begini makin lama makin berkembang …

  17. andi mastuan

    sekedar tamabahan: sebenarnya untuk mengenali kelompok penipu ini tidak terlalu sulit, mereka biasanya tinggal dalam satu rumah,kos-kosan, aperteman secara beramai-ramai atau berkelompok dan masih satu daerah, dan untuk mengenalinya cukup kita mencermati gerak geriknya tiap hari dimana mereka biasanya kalau siang hari tiadak keluar rumah dan maaf seperti tulisan tadi diatas logat cara bicara mereka gampang diterka karena mereka rata2 dari salah satu daerah. kuncinya apabila ada orang yang mengontrak rumah secara beramai ramai dan tidak ada aktifitas pekerjaan dan logat bahasanya ada ciri khas tertentu itu harus dicermati kalau perlu pihak RT,RW harus menanyai mereka, Kerja dimana? usahanya apa? dan kantornya Dimana? karena yg saya tau kelompok ini kalau kita menanyakan aktifitas mereka, mereka ngga berani tinggal ditempat tersebut, dengan jalan ini otomatis kita dapat mempersempit ruang gerak mereka.

  18. pandu

    aku 2 kali di tipu orang makasarrr ,
    emang orang makasar banyak yg penipu dikota lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s