Addicted to Facebook (Di tengah Gurun Pasir….)

Facebook Narcissism
Facebook Narcissism

Wah sungguh hebat jejaring sosial  milik Mark Zukerberg  ini, mengalahkan semua jejaring sosial yang ada sebelumnya…  dulu saya suka Friendster, namun setelah ada Facebook saya jadi “berselingkuh”  hampir – hampir saya tidak pernah menengok lagi ke rumah saya yang lama itu….  memang benar dikatakan mantan pacar saya bahwa saya tuh “Internet Freak”,  dalam sehari saya bisa berjam – jam di depan komputer dengan “Internet Connection Unlimited” yang saya punya dirumah, walaupun dengan harga yang cukup mahal,  speedy office yang 800 ribu sebulan, kalau di kantor sih gratis yaa 🙂  tapi sesuai lah dengan kapasitas bandwith saya yang tinggi, apalagi setelah saya bisa menularkan “habbit gila” ini kepada mantan pacar… mengajarinya membuat blog…. dan ternyatanya Blognya lebih ngetop dari Blog saya ini …..dan udah dijadikan buku dan film juga … Selain FaceBook yang fenomenal ini saya sering juga berinteraksi di Forum seperti Forum Kompas, Detik dan yang paling ramai di Kaskus….  Tapi dari semua itu tidak ada yang lebih bikin “kangen” dan “Addicted” daripada Facebook….

Nah persoalan ini timbul ketika saya ditugasi ke Darfur Sudan, weleh, mak.!!! masih bisakah saya berinteraksi dengan Jaring Sosial ini ?????  Wah ternyata masih bisa kok , asyik… asyik…!!  Saya mulai missi di Sudan ini tidak langsung ke Darfur namun masih melewati beberapa kota sebelum sampai kesini yaitu : Port Sudan, Khartoum, El Obeid ….. di ketiga kota ini tidak ada masalah karena External Modem dan Internet Conection yang merupakan satu paket dari Sudani Telecom masih nyambung dengan baik, tapi ketika memasuki daerah tugas sebenarnya di El Fasher, Darfur masalah mulai datang, ternyata Sudani Telecom seluruh BTS nya di sabotase pihak pemberontak, weleh…. ada sih pilihan lain dengan menggunakan Zain Internet Connection dengan paket modemnya ,  walaupun hati mendongkol terpaksa membeli lagi paket Zain…  namun weleh weleh … koneksinya kaya siput banget..  sepertinya berat banget cuma untuk buka “Home Page” nya, namun  demikian tetap saja laku disini,  karena memang tidak ada pilihan lain untuk berinternet selain Zain …

Tapi dewa penyelamat datang setelah UN memberikan komputer di kantor, cuma sssttttttt jangan bilang – bilang yaa, sebenarnya akses ke Facebook diproteksi karena komputer UN ini Strictly for Office Purpose…. jadi di blok kalau mau buka, hehehe saya ngga kehilangan akal, saya menggunakan Proxy Anonymous site untuk membuka situs ini, dan BINGO !!!!!…. saya bisa kembali membuka situs jejaring sosial favorit saya ini…. dan kesuksesan saya adalah : saya juga berhasil menularkan kecanduan Facebook ke para  anak buah FPU …. hehehe…. mereka sangat bersemangat,  apalagi Facebook dilengkapi sarana chat yang bisa menghubungkan dengan keluarga atau kekasih di tanah air,  mereka tahan main “fesbuk” walaupun  hanya melalui koneksi super lambat, …. dan tidak secepat koneksi internet saya (walaupun curang hehehehhehe).

Nah, ini dia beberapa diantaranya, para perwira FPU “young gun” yang kecanduan Facebook di Gurun pasir (kalau ada yang berminat, silahkan buka FB saya dan lihat di “Friends” saya, cukup mengklik lambang Facebook di kanan atas Blog saya ini),  dibawah ini foto profile yang saya ambil dari Facebook mereka  :mrgreen:  … dengan “actionnya” masing – masing 😛  ,  keren kan ?

Sekarang cerita tentang “addicted” saya ke Facebook,  tidak rugi dengan kebiasaan ini, …..banyak sekali ternyata kesempatan untuk bertemu kembali teman lama, baik waktu zaman SD, SMP dan SMA…   dan saya menemukan kembali “harta karun” yang susah sekali ditemukan, yaitu foto – foto lama, saya yang saya sendiri sudah ngga tau dimana tersimpan,  nah dari teman saya sewaktu SD PSKD V panglima polim Jakarta namanya Julianto, ia men “tag” saya dalam fotonya, suprise !! saya menemukan kembali foto sewaktu saya SD kelas 1 !!!!! bayangkan betapa berharganya foto ini, ini dia fotonya :


Tebak yang mana saya ???? hehehe…. yang aneh sendiri, berdiri di paling belakang dan paling kanan…

Ok, sekarang pertanyaan saya, apakah kamu sekalian kecanduan Facebook juga ? bagaimana tidak ? apalagi yang berada di tempat yang gampang koneksi Internet nya, Wong saya aja di Gurun Pasir sepi ini masih menyempatkan setiap saat ber “Facebook” ria kok … hehhehe 😛

Iklan

18 thoughts on “Addicted to Facebook (Di tengah Gurun Pasir….)

  1. Bang sekali lagi di blokir ama UN india yg service jaringan kita langsung botaxz bang yaaaah sedikit gila2 dikit bang he he he…….Jadi itu ilmunya bang baikz akan ad asuh cb kalo aman kanan aman kiri, soalnya orang suka pada nanya pasword ke saya Bang.
    Selama ini asal sebut aja Bang saya, ya hasilnya ya “accses blocked” mulu Bang. He he he tp sssssssssssttttttt jgn bilang siapa2 Bang ya?

    @ipoenk : makanya ngadep donk minta turunan 🙂

  2. Bang – Zukerman lagi buka lowongan tuh: C progammer, penggemar gila Facebook, peselingkuh Friendster, dan pernah kerja di Darfur :))

    @ari3f : Wah mas, si Zukerman ternyata lebih cari orang Jawa dan yang pernah kerja di Singapur wkwkwkwk………

  3. Ya iyalaaah.. Tau nggak, aku waktu di Tutorial 54 dikejar2 mahasiswa gundul (1cm cepak), disalami terus bilang, “Bu, saya teman ibu di Facebook,” kuperhatikan tag di dadanya : “Agung Yudha N”.. Weleh.. sempitnya dunia.. hahaha.. tapi aku seneng koq. Jadi punya temen banyak dan keep in touch with all. Take care guy.

    @meniek: Biasanya begitu kalau jadi guru, kita dikenal tapi susah mengenal muridnya, saking kebanyakan hehehe , iya ngga bu ? 🙂

  4. Well..Thanks God we live in this hi tech era, right Sir ?
    Saya mau tanya, Sir.
    Apakah opini seseorang dalam dunia maya ( di Forum,Milist,Blog etc) dapat dijadikan sebagai alat bukti u/”menjerat” seseorang ? As you know well, tidak jarang, cacian dan makian dilontarkan bahkan kepada para pejabat negara.Maksud saya, lagi asik2 ngeblog…eh gak taunya depan pintu dah ada aparat..kan gak lucu…he…he…

    @ Ilir : Makanya salah satu rekan saya mas anggara http://anggara.org telah mengajukan “Judisial Review” tentang pasal – pasal penghinaan dalam UU ITE, semoga bisa memperoleh hasil… karena UU ITE terlalu berat hukumannya dibandingkan pasal penghinaan biasa pada KUHP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s