Gurun pun kutempuh demi dikau kekasihku……

Perjalanan peralatan FPU yang sangat jauh dari Port Sudan ke Al Obeid yang berjarak 2700 Km, sungguh suatu tantangan tersendiri bagi team advance seperti saya, dengan segala tantangan baik cuaca maupun birokrasi yang panjang…. khususnya buat mendatangkan “kekasih” tercinta Armored Personal Carrier (APC) dan belasan truk milik kami, seyogiyanya perjalanan itu semua dari sudah di kontrakkan dengan perusahaan transportasi lokal….. dari Port Sudan sampai ke “final destination” El Fasher….. namun perusahaan ini menyerah pada sepertiga perjalanan, yaitu hanya sampai AL OBEID, kenapa ? karena sampai lokasi ini lah jalan aspal masih terjangkau, sisanya sepanjang 600 KM melewati gurun pasir, memang kalau dipaksakan bisa saja dilewati, namun yang mereka takutkan adalah tidak terjaminnya keamanan selama melewati sisa jalan ini, sudah ratusan kejadian berupa perampokan terjadi di sepanjang jalan ini…. baik bantuan makanan World Food Program (WFP) maupun peralatan militer milik PBB, kejadian paling mengkhawatirkan adalah dirampokkanya 2 (dua) Kontainer berisi amunisi milik China Engineering Batalion … suatu tamparan bagi PBB karena ternyata amunisi dalam salah satu kontener yang hilang adalah peluru 12,7 MM yang sering dipakai oleh kelompok pemberontak, makanya untuk mengantisipasi hal itu pihak PBB menyarankan agar setiap Troop Contribution Country (TCC) termasuk FPU Indonesia mengambil sendiri kendaraannya dari Al Obeid sampai El Fasher.

Beristirahat sejenak bersama sang kekasih.. dalam perjalanan menuju El Fasher

Beristirahat sejenak bersama sang kekasih.. dalam perjalanan menuju El Fasher

Perencanaan adalah hal yang sangat penting dalam melakukan convoy ini, terutama memikirkan aspek keamanan dan logistik  ( air, makan dan BBM) jarak yang 600 Km kalau jalan beraspal dapat ditempuh dalam waktu 10 Jam, namun dalam kondisi gurun pasir ditempuh dalam waktu 5 (lima) hari…. team mekanik, Protection Force, Driver yang berkemampuan baik dalam kondisi gurun…. yang menjadi tanggung jawab kami adalah membawa “kekasih” kami berupa 12 buah Truk dan 9 APC…

Akhirnya dalam waktu yang ditentukan, beberapa personil yang ditunjuk berangkat ke Al OBEID dengan charter flight, namun didahului beberapa hari sebelumnya oleh team mekanik, untuk mempersiapkan segala kendaraan agar siap dikendarai…..

Akhirnya juga demi “kekasih” tercinta, berangkatlah team pengemudi  FPU dari Al Obeid menuju El Fasher, melewati padang gurun, dengan segala keganasan alamnya….

kendala di perjalanan untungnya tidak ada yang terlalu berarti, hanya ada beberapa kendaraan yang terjebak dalam pasir dan ada kendaraan yang patah pernya…

Setelah melewati waktu tempuh 5 hari bersama sang “kekasih”  sampailah semua dengan selamat di El Fasher…. Raut muka yang lelah dan gosong terbakar matahari tidak mengurangi rasa gembira karena telah berhasil melaksanakan tugas….

Berfoto bersama setelah sang kekasih tiba...

Berfoto bersama sang kekasih setelah tiba...

17 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

17 responses to “Gurun pun kutempuh demi dikau kekasihku……

  1. waooo…

    perjalanan yang melelahkan banget nih pastinya…

    tetep semangat yaaa….

    viva FPU indonesia!

    @ Piko : Terima kasih… masih banyak lagi nih cerita selanjutnya… nantikan.. hehehe

  2. hahahahaha dari judulnya kirain kekasih beneran bang… ternyata….. GOD BLESS U bang!

    @ Sejutaasa : hehehhe taktik dagang lah sedikit agar menarik pembaca ….

  3. Tetap semangat Komandan….

    semoga sukses selalu…

    Amin….

    @ Fauzal : Terus berkarya juga untuk blog barunya… saya sudah berkunjung tuh… Brigade !

  4. wah…aku kira kekasih “”………………………….
    aku jadi cemburu nie……………………
    pokoknya jangan sampai mereka semua dimiliki siapapun,kecuali aku;)……….

    mereka smua adalah miliki aku……………….
    mereka smua milik bangsa aku…………….
    mereka smua kebanggaan aku………………..
    mereka smua kebanggan negara aku……………….
    tetap semangat ya……………

    @ Lita : Terima kasih… kapan – kapan bisa bergabung disini untuk bertemu kekasih kami yang lainnya…. onta banyak tuh…:mrgreen:

  5. mutiara

    Salam hormat buat Pak Wadan..

    Inilah ujian, MENGATASI KETERBATASAN TANPA BATAS

    cintaku….yang kadang juga jadi musuhku….suamiku Doby Prayadinata, ST
    mudah mudahan setiap langkah, keringat, pengabdian ini membawa hikmah yang besar buat kita semua.

    @ Mutiara : Nah begitu donk mba…. dibalik setiap perkara pasti ada hikmah yang bisa kita dapat… apalagi sebentar lagi masnya kan cuti juga🙂

  6. waduh….. kirain bapak punya kekasih baru….

    @ itikecil : hahaha… bahkan lebih dari kekasih .. bayangkan kita harus melewati padang gurun saking cintanya😛

  7. RIANDA

    weis serruuuu…cuman tuh china enginering batallion iseng bgt bw ammo yg compatibel ama punya pemberontak?

    tetep semangat walau cuti dah mo abis..😛

    @ Rianda : yang hilang memang ada 2 kontener…. yang satu memang kompatibel dengan persenjataan pemberontak… yaitu machine gun anti aircraft 12.7 MM yang dimodifikasi dalam mobil pick up mereka….yah seperti dapat semangat baru mereka….. karena peluru itu banyak sekali cukup untuk persediaan perang dalam jangka lama… satu kontener lagi berisi peluru cal 5,56 MM nah inilah yang tidak sesuai.. jadi ditinggallkan… karena merka semua menggunakan AK 47 dengan peluru Cal 7,62 MM…

  8. Saat berada di tengah gurun, mungkin teringat lagu Koes Ploes ” orang bilang tanah kita tanah surga …… ” ( Indonesia the land of Faradise )

    @ Ritool : Tepat sekali yang anda katakan….. tidak ada di dunia ini yang seindah Indonesia….

  9. lia

    untung denger crita2 serem saat menjemput kekasihnya dah lewat…:)
    sempet ngerasain BT jg pas lost contact selama 4 hari..
    Thx y Pa tas segala info FPUnya sangat2 menghibur utk sya..makin cinta aja ma blog bapak

    @ Lia : ooooo jadi masnya termasuk yang ikut melewati padang gurun ? memang mba selama 4 hari kita lost kontak jangan kan yang dari Indonesia.. yang dari sini aja ngga bisa kontak… kebetulan juga HP satelit yang ada pada kita belum sampai di El Fasher jadi tdk bisa dibawa..

  10. tanamal

    alhamdulillah, tuhan maha penyayang..
    semoga seluruh team yang terlibat disana diberi kelapangan dan kemudahan disetiap segala persoalan dan tantangan.

    bravo fpu indonesia

    setiap berita selalu dinantikan oleh setiap pembaca terutama para keluarga yang menanti dirumah.

  11. sudah bertugas lagi ni bang.😀
    Untung tidak ada halangan saat mengambil “kekasih” ya, 813 ya bang.

  12. naik pesawat berjam2 juga ditempuh demi Miss Jinjing kan?…hehehe

  13. Wah..banyak cerita yang belum di terbitkan rupanya, Komandan. Mungkin bisa menjadi Buku juga nih, bagi-bagi pengalaman gitu, Dan..atau oleh-oleh buat Polri lah… Hehehee…

  14. Semangat terus yah jangan lupa bekel minum aqua yang cukup😀

    @ Luigi : Terima kasih kang…. aquanya cukup kok untuk 1 tahun

  15. mardiaz

    waduh saya kirain udah sakit kuning nich si abang ampe punya kekasih baru di sudan sono, taunya ??????????????

    @ Mardiaz : hahahaha kutipu kau….:mrgreen:

  16. Kumendan kreatif jg neh ternyata, tetap semangat lae! Adiknya ga ikut ke darfur sekalian dan? Beliau kan pengen banget ke Africa, pasti bukunya makin laris tuch kalo sampe kejadian dia backpacking diantara desingan peluru…he3x.

    @ Vento : udah gw ajak juga die, tapi katanya lagi susah karena lagi pengangguran🙂

  17. Ping-balik: Nareen, My Nepalese Policeman Friend… « Polisi oh Polisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s