SEKOLAH UNTUK PEACEKEEPER

Tulisan ini adalah sekelumit pengalaman saya mengikuti pelatihan di “CENTER OF EXELLENCE STABILITY POLICE UNIT” di VICENZA ITALIA

Pada awalnya setiap pelaksanaan operasi misi perdamaian yang dilakukan oleh PBB selalu terbagi menjadi 2 (dua) satuan tugas yang terdiri dari Multinational Spezialized Unit (MSU) yang lebih dikenal sebagai penugasan militer dalam missi PBB dan Civilian Police (UN CIVPOL), konsep tersebut masih dipertahankan oleh PBB sampai dengan tahun 1990-an. Setelah beberapa misi perdamaian PBB mulai mengevaluasi konsep tradisional tersebut karena dirasakan efektivitasnya mulai berkurang dan tidak efisien, keadaan tersebut ditambah dengan adanya fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa setiap operasi misi perdamaian selalu menghabiskan dana yang sangat besar.

Adanya perbedaan tugas yang besar antara penugasan MSU (Militer dengan persenjataan lengkap/berat) dan CIVPOL (polisi sipil yang tidak bersenjata/terkesan lemah) yang terjadi justru membahayakan komunitas internasional dalam rangka menciptakan kestabilan dan mengakhiri perang yang menyengsarakan masyarakat, sebagai contoh pada saat missi perdamaian PBB di KOSOVO pada tahun 2002 ada demostrasi besar – besaran untuk menuntut kemerdekaan dari Serbia, pada saat chaos ternyata CIVPOL yang ditugaskan PBB tidak bisa berbuat apa – apa, karena mereka tidak mempunyai unit DALMAS dan tidak bersenjata, terpaksa ditugaskanlah MSU (Militer) untuk menangani demonstrasi, tentunya konsep yang berbeda antara Militer dan Polisi menyebabkan banyaknya jatuh korban para demonstran, ini membawa perseden buruk PBB karena tidak menjunjung HAM dengan menugaskan militer untuk menangani demonstrasi.

Atas peristiwa tersebut PBB memikirkan konsep baru, yaitu memperkuat CIVPOL menjadi Stability Police Unit (SPU), dalam bentuk Form Police Unit (FPU), Didalam penugasan FPU selalu berdasarkan pada prinsip-prinsip kebutuhan, proposional dan akuntabilitas. Semua tindakan yang diambil oleh FPU bertujuan untuk melindungi kehidupan manusia, properti, kebebasan dan martabat manusia.

FORM POLICE UNIT

FPU merupakan pasukan taktis yang bersenjata lengkap yang terdiri dari elemen pasukan pemukul, unit intelijen, penyidik, negosiator, logistik, juru bahasa dan unit reaksi cepat yang terdiri dari 125 – 140 orang. Peralatan dan kelengkapan yang dibawa oleh negara yang tergabung dalam misi perdamaian diadakan oleh masing-masing negara peserta dan pada pelaksanaannya berdasarkan pada nota kesepahaman (MoU) antara United Nation (PBB) dan negara kontributor (PCC).

Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya FPU harus mematuhi dan menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB, hak azasi manusia, norma –norma yang berlaku, standar peradilan pidana dan undang-undang yang ada di negara tersebut sepanjang tidak bertentangan dengan hak azasi manusia, peradilan pidana dan aturan-aturan PBB. Perlu ditekankan bahwa anggota FPU harus tunduk pada petunjuk/cara dalam penahanan, penggeledahan (memasuki lokasi dan mencari barang bukti) dan penggunaan kekuatan, peralatan dan senjata api yang telah disahkan oleh DPKO.

 

FPU dalam menjalankan tugasnya mempunyai misi eksekutif yang terdiri dari :

1. Perlindungan personil dan fasilitas PBB

FPU harus membantu dalam melindungi personil dan fasilitas PBB dengan mengambil langkah-langkah untuk mencegah dan resposif terhadap ancaman masa dan hubunganya dengan gangguan masyarakat.

2. Ketentuan keamanan yang mendukung terhadap badan penegak hukum nasional

FPU wajib membantu badan hukum nasional sesuai dengan mandat misi. Sebagian dari fungsinya FPU melaksanakan patroli gabungan dengan badan penegak hukum nasional.

3. Capacity building

Dalam hal ini FPU harus memberikan pelatihan dan petunjuk kepada mitra kerja mereka sesuai dengan masalah-masalah DPKO yang berhubungan dengan reformasi, restrukturisasi dan membentuk kembali badan penegak hukum.

Didalam pelaksanaan di lapangan FPU mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :

1. Presidential security (Pengamanan Presiden)

2. Security sites (Pengamanan)

3. Anti robery (Anti Perampokan)

4. Crowd control (Penanganan Unjuk Rasa/DALMAS)

5. Patrol Checkpoint

6. VIP escort (Pengawalan VIP)

7. Camp security of FPUs camp (Pengamanan Lokasi di FPU Kamp)

8. Special operation (Operasi Khusus)

9. Weapon escort dan sebagainya (Pengamanan Senjata Api)

Center of Excellence Stability Police Unit (CoESPU)

Untuk mewujudkan stability police unit maka negara-negara yang tergabung di dalam G8 dalam Sea Island Summit Meeting pada Bulan Juni 2004 mengambil inisiatif, yang dituangkan dalam Action Plan and Global Peace Operation Initiative, untuk menyatukan persepsi internasional tentang penggunaan SPU dan program pelatihan terpadu melalui pembentukan Pusat Pelatihan Stability Police Unit atau Center of Excellence Stability Police Unit (CoESPU). Pembentukan CoESPU dipercayakan kepada Italian Carabinieri (semacam BRIMOB) yang dianggap cukup berhasil pada berbagai misi perdamaian PBB melalui keterlibatannya dalam MSU.

Center of Exellence for Stability Police Units (CoESPU) berada di Kota Vicenza, italy adalah pusat pembelajaran dan pelatihan Operasi Perdamaian Dunia (Peace Support Operation). CoESPU bertujuan meningkatkan kemampuan unit-unit polisi sebagai penjaga stabilitas (stability police unit) di daerah-daerah konflik dimana keberadaan Peace Support Operation dibutuhkan. Italian Carabinieri diberi mandat untuk mewujudkan CoESPU sebagai pusat pelatihan dan standard doktrin bagi unit-unit polisi sipil yang akan dikirim ke misi-misi perdamaian internasional.

Pelaksanaan pelatihan polisi perdamaian ini adalah merupakan pelatihan pertama kali yang di ikuti oleh Polri dengan melibatkan Pamen dan Perwira sebanyak 10 (sepuluh) orang, mulai dari tanggal 7 Mei – 24 Juni 2007 untuk Middle management dan 24 Mei – 24 Juni 2007 untuk High Level Management, Masing-masing peserta yang mengikuti program pelatihan baik High dan middle Level Management Course terdiri dari 9 negara : Cameroon, Indonesia, India, Jordania, Kenya, Nigeria, Pakistan, Serbia dan Senegal.

Setelah mengikuti pelatihan di CoESPU para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai berikut :

1. Pengetahuan tentang Peace Support Operation

2. Pengetahuan tentang Tactical Doktrine ( Doktrin Lapangan) di dalam pelaksanaan tugas misi perdamaian PBB

3. Pengetahuan Hukum Humaniter

4. Pengetahuan Internatinal Law dan International Relationship

5. Pengantar Geopolitics and Peace Keeping

6. Pengenalan International Criminal Court dan International Court of Justice

7. Ketrampilan dan teknik mengatasi unjuk rasa (Crowd Control Techniques)

8. Ketrampilan menjinakkan api di dalam situasi unjuk rasa/demonstrasi

9. Ketrampilan menggunakan senjata api jenis Beretta FS 92/Italia

10. Ketrampilan dan teknik patroli tempur perkotaan di daerah krisis (Bricks)

11. Keterampilan First Aid di daerah operasi

 

UN Certification

Dalam pelaksanaan kegiatan kursus, peserta dari Indonesia juga mengikuti UN Certification yang diselenggarakan UN DPKO dengan materi sebagai berikut: Test Kemampuan Mengemudi, Test Menembak, Test Kemampuan Berbahasa Inggris. Seluruh perwira dari kontingen Indonesia yang mengikuti Middle Management dinyatakan lulus dan layak menerima sertifikasi dari UN (PBB) dan dapat digunakan sebagai persyaratan utama untuk mengikuti misi-misi perdamaian yang dilaksanakan oleh PBB.

 

Kontingen FPU Indonesia

Sebagai wujud peran Indonesia dalam melaksanakan perdamaian dunia, maka Pemerintah Indonesia melalui PTRI (Perwakilan tetap Republik Indonesia) di Markas Besar PBB di New York, telah menunjuk Mabes Polri untuk menyiapkan kontingen FPU pertamanya untuk bertugas di Dharfur, Sudan. Permasalahan yang terjadi di negara ini adalah konflik SARA yang berkepanjangan di wilayah barat Sudan Dharfur, di wilayah ini mayoritas adalah etnis afrika, karena merasa kurang diperhatikan mereka melakukan pemberontakan, permerintah Sudan yang mayoritas etnis Arab tidak mampu menghadapi pemberontakan tersebut, lalu mereka membiayai milisia Arab bernama JANJAWEED, yang terbukti melakukan genosida.

Mabes Polri melalui Deops telah disiapkan 140 orang calon FPU dari Indonesia, dengan pelatihan dipusatkan di Mako Korps Brimob, Kelapa dua. Komandan kontingen yang ditunjuk adalah Akbp JOHNY ASADOMA, Kapolres Binjai, Sumatra Utara. Penulis sendiri berbekal pelatihan di COESPU, ditunjuk sebagai Wakil komandan kontingen FPU, yang direncanakan berangkat pada bulan Desember 2007, dengan lama penugasan satu tahun.

KELULUSAN

12 Komentar

Filed under PBB, Polisi, polri

12 responses to “SEKOLAH UNTUK PEACEKEEPER

  1. mardiaz

    waduh kenapa laporan pelaksanaan tugas bisa pindah ke blog ini nih, tp gak papa bg,keren uabis abis ogut ikutan mejeng disini,hahaahaaha,apa perlu dikirimin foto yg laen????????? hehe,ada gunanya jg ne foto2 bedua trus ama abang!!!

  2. mardiaz

    kayaknya sekali2 versi english dong bang biar temen2 coespu bisa gabung di blog ini, btw bisa sy declare ke temen2 yg dr afrika,kemaren yves bell sama satu lg yg dr nigeria telp sy,kaget juga dapet tlp dr negara antah berantah sono,sy udah bilang kalo abg bakal berangkat, mrk jg renc januari ini rotate AU negaranya msg2, udah sy ksh tau sich blog ini tp kt mereka gak tau artinye.

  3. syawai

    Salam sejahtera dan Hormat pak Komandan

    It seemed that We’ll be your men down there at Darfur, hopefully that you will become our great Commander and could take agood care of us there also.
    As far as I know and notice all of your future FPU members are the best in their units more over in Brimob Corps here in Kelapadua, most of them are those who have already had lots of expiriences and capabillites such as in DOD Bom squad, Anti terrorist, Riot control, Search & Rescue and some others, no doubt sir you can count on them for sure. ( for General Police as the support team are nevertheless ).
    By the way… Have you yet checked about the latest infomation from Polwatch, said that the APC which assumed will be used by us next in darfur has a bit problem ( http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/21/time/091552/idnews/843028/idkanal/10 )

    I hope you can spare and share some of your precious time and great expiriences to us here FPU in Kelapadua ( most of us here are thirst about latest info’s and certainty of the deployment ).

    I am proud to have commander like you next in Sudan and Great to know You sir.

    Brigade !!!………Chiyo

    Your Faithfuly

    Syawai

  4. @ syawai : Thanks for your comment in this blog, it is great to have a member like you in our 1st Indonesian FPU.
    For sure i know that someone has pointed as FPU’s member is the brightest man in his company…
    Yeah, I kow there are some problems in our logistic matters, that because limited time we have, you can imagine to provide so much materials (exp. 53 vehicles including 8 APC’s ) so in our regulation every materials provided by national budget have to take bid process (minimum time to cover all the process in 3 months)… to overcome this problem must by president’s statement aproved by DPR to skip the bid process…
    About the APC’s, I’ve got information from HQ logistic officer, the main problem is to have “ready stock” … (minimum 6 months for preparing and delivering) …. so you should know why our APC’s might be not so good, because this ‘x’ company is only company that have a “ready stock” APC’s
    thanks

  5. arman

    wah emang deh kita ketemu lagi bang….saya kemarin ngikutin jejak abang nih, jadi middle management 8th, suatu kebanggaan bang bisa ketemu di Sudan Darfur..becauze “fortunately” i past the test..the UN certification test..hehehe minimal anak 70 ada yang ngikutin jejak abang lah, ok bang…bye… you are my idol!!!

  6. @Arman, selamat sdh mengikuti Coespu, memang lulusan sana diproyeksikan sebagai calon anggota FPU negaranya masing 2x, kebetulan sekali dari 10 org, sy yang di tunjuk sebagai wadan kontingen, sy harapkan yang lain menyusul termasuk kamu, ok ?

  7. jhon

    afternoon sir
    i just wanna ask you,in this page you put one picture which are 2 indonesian police officer wearing a camouflage with helmet, to make assure which is your pict? the right one or right one? If i’m not mistaken i know the guy standing at the right, was he former platoon commander in secapa polri. thanks for your info

  8. jhon

    sir, in the picture shown above there are 2 officers wearing camouflage, which are you? the right side or left one.
    so, we can notice our candidate of commander, actually i’ll be one of your men in darfur in the next mission.
    sorry, if i’m not wrong but i’m not so sure, is the officer stnding at the right side have ever been as platoon commander in secapa polri

  9. @Jhon : You’re right, the guy who standing in the right side named Mardiaz, He was a platoon commander in Secapa, recently posted in Bali…. Now u can guess wich is me…. ha ha ha

  10. toni

    semoga semua lancar and sy bisa bergabung dengan komandan amin amin amin

  11. diaz

    to mr Jhon:
    ini mr jhon siapa ya koq nanya masalah tentang saya?

  12. brucele sandika

    good day sir,
    i,m a member of indonesian national police want to join to be
    a member of FPU .The problem is i,m just a seargent but still following test of digreg setukpa.cuold you give me the information sir?

    BRAVO…..INP

    Please read my comment in “Tentang Saya”…. Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s