Indonesia Siap Kirim Pasukan Ke Darfur

Indonesia siap mengirimkan pasukan civilian police ke Darfur, Sudan, bila diminta oleh PBB. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda kepada wartawan, usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Menteri Muda Luar Negeri Perancis, Rama Yade, di Kantor Presiden, Kamis (20/9) petang.

“Selama ini dalam upaya menyelesaikan konflik di Darfur, memang ada penggelaran pasukan yang disiapkan oleh Uni Afrika atau negara-negara Afrika secara kolektif. Menggelar pasukan perdamaian di sana, tapi kelemahannya adalah bahwa Afrika tidak cukup memiliki dukungan logistik manajemen dan dana. Karena itu Dewan Keamanan mengusulkan apa yang disebut operasi gabungan, hybrid operation dengan harapan, kemampuan pasukan perdamaian di Darfur memadai dalam rangka memulihkan situasi disana. Tetapi dalam resolusi yang disahkan Dewan Keamanan beberapa minggu lalu. Prioritas diberikan kepada Afrika, dalam hal pasukan dari Afrika tidak cukup memadai jumlahnya, maka PBB meminta negara-negara termasuk Indonesia untuk ancang-ancang menyiapkan pasukan ke Darfur,” kata Menlu.

“Kita memang didekati oleh PBB untuk pertama mengirimkan civillian police dari Polri, bahkan pendekatan pendahuluan sudah ada dan Polri sudah mengirim 6 perwira untuk mencermati perkembangan situasi di lapangan untuk observasi. Berdasarkan laporan dari tim ini, pembicaraan lebih lanjut dengan markas besar PBB baru akan dipastikan penggelarannya. Ancar-ancar sekitar 150 personil civilian police, yang berkaitan dengan tentara kita juga dijajaki apakah Indonesia bersedia untuk memenuhi kebutuhan, dan dari kita diharapkan sekitar 1000 personil yang merupakan kombinasi dari unit – unit yang berbeda,” lanjut Menlu.

“Saya katakan ancang-ancang karena nampaknya dengan dukungan logistik dan dana dari PBB, jumlah pasukan dari Afrika cukup banyak. Dengan kata lain, bisa jadi pasukan dari negara-negara di luar Afrika tidak diperlukan. Kita siap saja, karena tidak kurang Sudan sendiri sudah sangat mengharapkan kalau Indonesia bisa kontribusi,” tambahnya.

Kebutuhannya pasukan di Darfur, dikatakan Menlu, sekitar 20.000 personil. “Karena itu nampaknya Afrika bisa memenuhi. Afrika memang organisasi sub regionalnya itu seperti bagian selatan ada 14 negara, punya alokasi mengerahkan satu brigade pasukan barat juga begitu, serta Afrika bagian timur. Jadi dalam hal ada malapetaka, keperluan penggelaran pasukan cukup mampu. Kelemahannya memang di logistik dan dana. Karena itu ketika dana ini dijamin pengadaannya oleh PBB, nampaknya mereka mampu,” kata Menlu.

Menlu menjelaskan bahwa yang meminta Indonesia ancang-ancang itu dari PBB karena ada unit pasukan perdamaian, termasuk jumlah angka yang dibutuhkan. Mengenai pemilihan civilian police, dikatakan Menlu bahwa pilihan itu lebih realistis sekarang ini untuk di Darfur. Mengenai waktu pastinya, Menlu mengatakan lebih cepat lebih baik. “Prinsipnya, karena konfliknya sudah lama, lebih cepat lebih baik, tapi kita harus hati-hati jangan cepat-cepat berkesimpulan kita akan mengirim. Prinsipnya kita sedia, tapi apakah diperlukan,” katanya.

————————-

Sebagai tambahan informasi, bahwa memang saat ini di Sudan terdapat 2 misi, yang pertama adalah AMIS (African union Mission in Sudan) , dengan wilayah operasi di Darfur (tidak di semua wilayah Sudan, walau HQ/Markas Besarnya bertempat di Khartoum), keberadaan mereka memang untuk menyelesaikan konflik di Darfur. walaupun hingga saat ini belum bisa terselesaikan karena berbagai faktor (politik, ekonomi, SARA, dll), wilayah Sudan lainnya juga bergolak yaitu antara Utara (Pemerintah Pusat Sudan) dengan Selatan (pemberontak SPLM/A).

Pada Januari 2005 telah ditandatangani perjanjian damai antara Utara-Selatan (Comprehensive Peace Agreement), kemudian kedua pihak (yang bersepakat) mengundang UN untuk mengawasi pelaksanaan CPA tsb, dengan dikeluarkannya UN Resolusi 1590 (Maret 2005). UN mulai dengan misi UNAMIS kemudian berubah menjadi UNMIS. Pada resolusi PBB tesebut tidak secara spesifik menyebutkan CPA ataupun mission area, tetapi menyebutkan diundang oleh Pemerintah Sudan. Itulan sebabnya keberadaan UNMIS saat ini juga menangani sedikit masalah Darfur, walaupun konsentrasi tugas pada wilayah Utara-Selatan.

Di Darfur, UNMIS hanya mengirimkan petugas sipil untuk Humanitarian Aids serta beberapa Police Advisor (yang bertugas temporary, tetapi homebase di Khartoum) untuk mendukung pelaksanaan ditribusi bantuan kemanusiaan tersebut. Masalah pengamanan diserahkan kepada AMIS. Kegiatan UNMIS di Darfur saat ini disebut sebagai Light Support Operation (LSP) bukan HSP (Heavy Support Package).

Kontribusi UN hanya memberikan bantuan kemanusiaan pada masalah pangan serta kesehatan tapi tidak infrastruktur, khususnya kepada pengungsi di IDP camps yang tersebar di beberapa daerah di Darfur. Setelah melalui beberapa kali pembicaraan antara UN dengan AU (African Union), maka disepakai untuk dilaksanakan UNAMID (United Nations-African Mission in Darfur) sebagai Hybrid Operation, serta telah dikeluarkan resolusi PBB 1769 untuk hal tersebut. Dalam Resolusi PBB disebutkan bahwa Hybrid Ops akan dimulai pada Oktober 2007, dengan peran bahwa AMIS bertanggungjawab terhadap para
combatan & ex-combatants (DDR process) sedangkan PBB akan melaksanakan Heavy Support Package dengan mengirimkan beberapa organisasi PBB (WFP, UNHCR, Human rights Commission, etc), serta menjaga stabilitas Kamtibmas (khususnya di IDP camps dan distribusi bantuan kemanusiaan) dengan mengirimkan Police Advisor dan Formed Police Unit (UN FPU). Indonesia sudah menyiapkan 1 FPU, dan telah dilaksanakan peninjauan lapangan ke 4 lokasi di Darfur pada 15-22 September 2007 lalu. Sesuai rencana bahwa FPU POLRI akan berangkat ke darfur pada akhir 2007 ini.

Mengenai misi UNMIS, selain 10 Milobs (Military Observer) dari TNI yang sudah berada disini, saat ini sudah berada 6 Perwira POLRI sebagai Police Advisor, direncanakan masa penugasan selama 1 tahun dan setelah itu akan dilakukan rotasi untuk menjaga kesinambungan keberadaan POLRI pada misi ini (UNMIS).

Berita terkini, Ary Laksmana Widjaya ditempatkan sebagai Chief of Strategic Analysis Cell, Reform & Restructuring Unit, UNMIS Police MHQ Khartoum Sudan, sedangkan 5 Perwira yang baru tiba bergabung, telah selesai melaksanakan Induction Training dan per 1 Oktober 2007, akan ditempatkan di beberapa tempat: AKBP Budi Santoso (R&R Unit UNMIS Police MHQ), AKBP Kumpul & Kompol Da Costa ( Kadugli Team Site, Sector North), Kompol Tommy Aria & AKP Endo P. (Sector Juba, South).

Mohon doa restu sukses mengemban misi dan keselamatan selama Kontingen FPU Garuda XXII-2 bertugas di Darfur Region, kami senantiasa berupaya memberikan dedikasi dan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, membawa harum citra bangsa dan terus mengibarkan gelora merah putih di forum multi-lateral sepertu United Nations Peacekeeping.

Tulisan saya di http://Pralangga.org

21 Komentar

Filed under Darfur, IDP, PBB, Polisi, polri

21 responses to “Indonesia Siap Kirim Pasukan Ke Darfur

  1. selamat ya bung rere.. sepertinya misinya sangat berbahaya dan sangat berisiko…. kebetulan saya punya teman polisi yang mau di kirim ke sana bersama2 dengan misi anda, tapi anehnya uang sakunya katanya tiap hari Rp. 10.000,- waduh kasian banget ya.. apa cukup uang saku segitu di negeri orang, di jakarta aja sekali makan 10.000 itu pun di warteg..mungkin harga rokok di sudan bisa2 Rp. 50.000,- apa mungkin itu standar PBB.. WADUH KASIAN YA………..

  2. ya………… polisi oh polisi..

  3. robin

    pak rere,numpang tanya ya,di sudan kalau liat2 berita atau situs, masih rawan banget ya,dimana2 kelompok perampok bersenjata sangat merajalela,sedangkan pemerintah yg syah benar2 tidak berfungsi, dan lebanon saat ini sudah cnderung membaik,tapi kenapa malah plri yg dikirim ke sudan tanpa di back up oleh tni, kenapa indonesia tidak kirim polisi2 ini ke lebanon saja sebagai transisi dr peacemaker ke peacekeeper, trus terang sampe sekarang sy blm dpt info,ada masukan?

  4. nainggolan

    horas bang
    kalo boleh tau ada email addressnya tomy aria gak? sukses deh buat bang semoga merah putih tetap jaya dimana aja! MERDEKAAA

  5. @ Robin, di Darfur nantinya ada hybrid Mission gabungan antara PBB dan Uni Afrika, untuk komponen Militer dari Uni Afrika dan komponen sipil (termasuk polisi) dari PBB, jadi komponen sipil dapat Force Protection dari pasukan Uni afrika
    @ NENGGO, info terakhir tomy di UNMIS wilayah selatan Sudan JUBA, kalu mau kontek tommyggn@gmail.com, atau tommyggn@yahoo.com
    ada berminat brother ???

  6. robin

    ok deh mas rere,thanks atas jwbnnya,but my next question is gimana si tentara AU itu bisa protect untuk civillian component (include police) kalo mereka sendiri aja kewalahan diserang oleh rebellion sebulan lalu, kan very funny ya kalo orang yg kita harapkan bisa melindungi, dia sendiri susah lindungi diri sdiri.

  7. widarto

    Ndan Saya berpangkat bintara dari polisi umum.
    apa ada pendaftaran untuk Bintara polisi umum yang tergabung dalam FPU.
    Mohon Pencerahan.
    matur nuwun

  8. @ Widarto : Pengumuman untuk seleksi penugasan ke Luar Negeri pasti di kirim ke siap Polda dan Kesatuan…. Tentunya di dalamnya disebutkan klasifikasi dan persyaratan personil yang diperlukan, kalau anda termasuk dalam klasifikasi yang dimaksud dan lulus test yang diadakan pasti berangkat…. gampang kan…?

  9. eko w

    Mohon ijin komandan.. Saya ingin tahu soal keuntungan menjadi kontingen pasukan Pasukan Penjaga Perdamaian ?

  10. widartoo

    Terimakasih..
    Kami yang di Indonesia selalu mendoakan semoga Mission di Sudan Lancar dan selalau di berkahi keselamatan.. n Moga aja Koleksi Kacamatanya tambah banyak… biar bisa gonta ganti…

    Bravo Tribrata

  11. @eko w: keuntungan ???? hemmh … kalau buat kedinasan sih, paling cuma buat tambah tanda di atas saku kiri.. he he he…., kalau saya sih lebih banyak pada kepuasan pribadi… karena memang punya jiwa advonturir… paling ngga ada cerita lah buat anak cucu…
    @ widartoo : Terima kasih komandan…..

  12. dodik

    mhn ijin ndan.terimakasih atas informasi mengenai FPU dan mission area di darfur.itu sangat membantu bagi kami yang tergabung dalam kontingen FPU polri.

  13. eko

    mohon ijin lagi komandan..
    Kami anggota yg tergabung dalam FPU I merasa kalau mabes polri setengah hati dalam persiapan penugasan kali ini, karena setiap perkembangan yang ada tidak di sampaikan ke anggota, sedangkan kami sangat haus akan informasi pemberangkatan. itu membuat kami jg setengah hati alias ragu2 bin malas dalam menjalani setiap latihan di pangkalan maupun di sebasa. oleh karena itu kami mohon sudilah kiranya Komandan berbagi informasi dengan kami. terima kasih.

  14. @Eko : Mulai hari ini saya membuka halaman “INFO FPU” , halaman ini khusus bagi rekan – rekan yang haus akan ifo menjelang FPU…. di lembar perdana ini ada info dari Akbp Ari Laksmana mengenai schedule pemberangkatan FPU, lengkap dgn tanggal yang harus dipenuhi… (kalau melihat jadwal ini si terus terang saya agak pesimis )..
    Ok Tolong mas eko di 87 rekan 2x calon FPU lain …
    Trims

  15. sajidin

    Izin bergabung Dan…
    Makasih komandan udah buka halaman khusus buat kita-kita yg haus info tentang misi fpu,seperti yg di bilang Mr eko tentang ketidakjelasan misi kita ini mbuat malas belajar n berlatih. kami mohon penjelasan apa masalahnya kalo memang ada kendala,jangan biarkan kami terkatung-katung begini…kami selalu meng-update info dari komandan. terimakasih.

  16. selamat malam komandan.., saya cuma ingin mengulas, why.., klo tetangga kita yang berangkat mission seperti ini walaupun jumlahnya ribuan, mereka cepat skali berangkatnya tetapi untuk kita yang cuma 170 personil susah sekali untuk memberangkatkannya bahkan akan dibatalkan , tidak masuk akal, ada apa dibalik ini…….., klo masalah dana, kenapa mereka bisa koq kita ga bisa…, POLISI OH POLISI…………….

  17. @ Komarudin : yah beginilah : Polisi Oh Polisi………… yang terakhir saya dengar (walau cuma isyu) RI 1 tidak setuju untuk memberangkatkan FPU Indonesia, Polisi Oh Polisi……………

  18. bona

    saya jg dengar pak karena mereka menganggap polri tidak mampu apabila tidak di support oleh yon mekanik tni, oleh sebab itu kita jgn terlalu bharap untuk berangkat

  19. jagal

    ijin Ndan,
    sekedar usul >>>
    gimana klo tim fpu 1 yg gak jadi brangkat ini terutama anggota brimob ( pelopor & gegana ) di jadiin aja polisi umum…( ???? )
    sudah saatnya juga kami pingin merasakan “indahnya” jadi polisi umum di kewilayahan. biarlah ini jadi obat penghibur hati yang lara dan terluka, krn dah 2 taon lebih menunggu hal yg tak pasti. mo tugas ngawal gak bisa, jaga bandara apalagi, pam sidang global warming di bali jg gak ikut, piket di kompi lenyap, kawal mahkamah konstitusi jg gk dpat, pam pkl pasar anyar jgn harap, mo ngurus kawin batal…. smua karna FPU !?!
    akhirnya aku jadi bujang lapuk penumpuk harta…
    mending kami dibilang aja skolah bahasa(KIBI) di sebasa kita tanpa embel2 FPU. pasti rekan2 tdk kehilangan motivasi utk blajar. skrg kami udah pasrah aja. mana besok pagi ujian bhs inggris ama bhs arab… ( ampun dj ). ini derita moral n’ perasaan yg kami alami sbg anggota FPU.
    oiaa, bgaimana nasib para perwira FPU yg telah digeser dr jabatan n’ job beliau2 krn FPU…?
    polisi oh polisi…( tittle pa’ reinhard )
    smoga kita tabah dlm menjalani cobaan ini. AMIN.
    salut buat KOMPOL REINHARD.
    jagal anak riau<

  20. ronaldo

    makanya kita gak usah berharaplah,saya juga mau ikutan secapa juga gak bisa karena katanya nama2nya sdh siap berangkat dan tidak boleh digantikan, mungkin ada juga komandan2 yang mau ikut selapa tidak boleh krn persiapan fpu, nasib awak maaaakkkkkkk

  21. bogem

    buat rekan2 yg domisili jakarta, vaksinasi jangan dilewati, banyak untungnya lohh, berangkat or enggak kita sudah mendapatkan imune setahun kedepan, lumayankan anti rabies, thypoid, meningitis dll .. klo nggak sekarang, kapan lagi dapat vaksin gratissss…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s