Category Archives: PBB

HARI – HARI DI PORT SUDAN III: WISATA KULINER

Kepala kambing ?

Sebenarnya ini termasuk wisata kuliner Ekstrim, tau ngga apa yang diatas ? Kepala Kambing …. wueeeks…. sebenarnya saya kalau ngga diajak Ahmad rekan saya itu agak ngeri – ngeri sedap, karena berpikir tingkat kolestrol dalam darah saya pasti akan meningkat tinggi sekali kalau makan daging kambing…… tapi karena jiwa “survival” saya yang tinggi .. :-) maka lanjuut mang, cuek ajaaaaa…

Penjual menyiapkan

Penjual kepala kambing ini banyak berjejer di sekitar terminal bus Port Sudan, mereka “memajang” kepala kambing tersebut, dan apabila ada orang yang memesan, mereka akan menggorengnya lagi dengan mencincangnya dan menambahkan bawang dan bumbu lainnya…. Kepala kambing itu terlebih dahulu di “pecahkan” dengan palu dan kemudian dipotong kecil – kecil dan membuang tulang kerasnya….. Baru kemudian dihidangkan dalam nampan besar dan ditambah roti untuk memakannya…… mmmmmh dari baunya sih Yummmy ……. pada saat dirasakan …. enak juga…. tapi jangan dibayangkan kepala kambingnya ha ha ha, karena menurut mereka yang paling gurih adalah bagian “mata” nya…… Mak nyuuuuss, kata mas Bondan…..

Makan2

Haduuh kenyang….. sampe lemas begini…., sesudahnya saya berkata: “Sukron Katsiron Sa’ yid, Halas……Kam ? Asroh Pound ?….. Tamam ! , terjemahannya : “Terimakasih mas, sudah nih …. berapa ? Sepuluh Pound ?…. ok bagusss……”

kekenyangan

OK, sekilan laporan pandangan mata kami dari Port sudan…. :P

12 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

HARI – HARI DI PORT SUDAN II : BUS UMUM

( Pak supir numpang beken )

Bagi anggota TCC (Troops Contributing Country) yang pastinya tidak dapet MSA (Monthly Salary Allowance) dan belum ada induk pasukannya, kemampuan bertahan hidup di negara orang memang diperlukan…. kita harus sedapat mungkin bergaya hidup seperti orang lokal, naik kendaraan umum, belanja di pasar lokal,… tujuannya sih ngga lain dari : PENGHEMATAN uang Perjalanan Dinas (JALDIS) yang kami bawa dari Indonesia… :P

( om .. om permisi numpang lewat, mau duduk…)

Pada awalnya kami di Port Sudan, kami ke kantor UN atau ke Pelabuhan naik tuk – tuk, jaraknya cukup jauh sekitar 10 pound Sudan ( 5 usd) … berat juga kalau harus setiap hari apalagi harus PP, ternyata ada yang lebih murah ! …..naik bus umum …. yang perorang hanya ditarik 50 cent… hahaha lumayaaaan….

Photobucket

( Mas…. tolong ongkosnya….. uang pas yaa…. halah ! bayar yah…??? di Indonesia Polisi ngga bayar … wakakakakak)

Bus umum ini kalau bisa dibayangkan seperti Metro Mini di Jakarta….. lengkap dengan kernetnya yang bertugas memanggil penumpang dan menarik ongkos dari penumpang….. Bus ini berhenti di stasiun bus pusat Port Sudan, yang berdekatan dengan penginapan kami….. mengenai ketertiban di jalan saya salut juga… bus ini tidak ngebut berebut penumpang…. dan tidak ada penumpang yang berdiri berdesakan…. mereka lebih memilih bus selanjutnya…. saluuut…

Photobucket

( Stasiun Bus Utama ….. tariiiiiiiiik maaang……)

4 Komentar

Filed under FPU, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan

HARI – HARI DI PORT SUDAN

Cek nomer dan segel Container

Untuk beberapa waktu terakhir hari – hari kami hanya berkutat pelabuhan dan hotel dan Gudang UN MOVCON, tugas kita team kecil ini (3 org) adalah : Mengecek barang – barang milik kontingen Indonesia yang turun di pelabuhan, mengeceknya, dan membuat hasil pengecekan tersebut dan diketahui oleh pihak UN, dan bukan hanya itu ternyata…. kami harus mendampingi peralatan ini sampai ke Darfur yang berjarak 2700 km dari sini, dan memakan waktu di jalan sampai sebulan lamanya…..

Mobil FPU Indonesia

Memang konsep TCC (Troop Contribution Country) pada awalnya diberlakukan unit militer yang bertugas di misi PBB, namun semenjak diperkenalkan FPU (Formed Police Unit) yaitu Satuan Polisi berseragam yang paramiliter, maka diberlakukan juga aturan TCC, yaitu kita mencukupi segala kebutuhan nya sendiri (self sustainment). Jadi perlengkapan untuk FPU Indonesia (yang anggotanya 140 orang) jadi luar biasa banyaknya, bisa dibayangkan kalau peralatan kita terangkut dengan 143 container 20 feet, belum lagi sejumlah 63 kendaraan, suatu jumlah yang sangat fantastis bagi kami yang baru mengenal konsep ini…. mungkin bagi TNI sudah punya banyak pengalaman dengan ini, dan terakhir mereka ikut dalam misi UNIFIL di Lebanon…

Truk yang akan kami gunakan

ini sebagian foto kegiatan kami, menjelajahi kontainer di pelabuhan Port Sudan …. di hari yang terik panas…. wuiiih…..

Salam dari kami, dari belantara container…..

14 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

LATIHAN TERAKHIR FPU INDONESIA MENUJU MEDAN TUGAS

author

Berikut ini adalah hasil liputan anggota FPU : Briptu Roganda Simanjuntak SH, ia adalah seorang Brimob yang mendapat kesempatan mengikuti penugasan FPU, dan ternyata juga seorang ahli foto dan merupakan juru foto dalam kesatuannya. Ia juga punya blog disini

Berikut ini adalah hasil liputan Roganda pada kegiatan terakhir FPU yaitu latihan menjelang keberangkatan, untuk pasukan sudah dilengkapi dengan peralatan lengkap yang akan dibawa ke Darfur….

latihan

Latihan panas – panasan, seperti dalam medan sesungguhnya…… halahhh….

Dankontigen

Dan Kontigen FPU Akbp Johni Asadoma memberi pengarahan dalam latihan.

santai

Santai sejenak setelah latihan……

Didalam Blognya, Roganda juga membahas personal yang dekat padanya, dan memberikan komentar yang segar serta memberi semangat…..

Yudho IPTU Yudho Uli

ini komentar dari Roganda :

Mr. IPTU YUDHO ULY adalah 4th Platoon Commander, Satuan Tugas Operasi FPU (Formed Police Units) Indonesia yang telah bergabung sejak pembentukan FPU pada tahun 2006.

Entah “berasal” darimana, tetapi beliau sangat memperhatikan anggotanya. Dalam hal penampilan atau perlengkapan; sebisa mungkin (dan jika mungkin) akan mendukung anggotanya agar lebih baik.

Terakhir beliau melengkapi anggotanya dengan Decker keluaran terbaru warna hitam. Sedangkan beliau sendiri menggunakan All Branded By Black Hawk. (Bagi dong nDan… ^,^)

Sekarang beliau sedang bersiasat untuk menyelesaikan Misi dengan mengintip menggunakan Binocular warna hitam keluaran terbaru yang mungkin juga dari Black Hawk. cK..cK..cK… Kereeeen…

Yogas Iptu Yogas

ini komentar Roganda selanjutnya :

Siapa yang tidak kenal dengan beliau? (pasti semua kenal karena sudah sampai ke Jordania). Sangat bersahabat, cerdas, dan suka menyampaikan perintah atau arahan dengan diselingi senda-gurau. Dia adalah 2nd Squad Commander of 3rd Platoon yang dipimpin IPTU Alex Tobing, Satuan Tugas Operasi FPU (Formed Police Units) Indonesia dengan sandi regu – Hantu – (mungkin dengan harapan, semua musuh dan penyakit akan takut dan kabur ^,^).Sebelum memulai tugas, beliau menjelaskan secara detail tentang misi yang akan dilaksanakan dan protap-protap yang perlu diketahui. Hasilnya mudah ditebak, Mr. Bripda Ibnu Syawhy mengakui Regu Hantu ini menampilkan Trick Menghindari Hadangan dari pihak milisi dengan baik, masuk akal, dan aman. Dan, memang harus begitu. cK..cK..cK..brilliant…

Budi Bripda Eko

Komentar dari Roganda, rekannya:

“Pada awal tahun 2006 saya disini dan bergabung dengan orang-orang pilihan dalam FPU Indonesia, penuh semangat dan motivasi tinggi. Dan sekarang pertengahan tahun 2008, juga masih disini dengan motivasi yang sama.” (hahaha…?)

(Apa yang ada dalam hatimu, akupun tahu..!) Mr. Bripda Eko W. adalah Member of 1st Squad of 3rd Platoon, Satuan Tugas Operasi FPU (Formed Police Units) Indonesia. Bisa dipercaya dan benar-benar anggota pilihan. Dibawah pimpinan Squad Commander-nya Mr. IPTU EKO, beliau akan lebih berkembang dan memberi banyak kontribusi bagi regu, peleton, FPU, Indonesia, dan nama baik United Nations.

Pertanyaan yang sering beliau utarakan adalah, “Kapan Kita Berangkat..?” Yang beliau rasakan dan yang beliau kerjakan akan mewakili kami, Anggota FPU Pilihan. Beliau dan anggota FPU lain..

FPUers

FPUers in action……. go go go …!

13 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL DI KHARTOUM

Sore tangal 21 Mei 2008 kami di undang ke kantor Kedutaan Besar Indonesia di Khartoum Sudan, untuk memperingati hari kebangkitan nasional… walaupun terlambat 1 hari …..

Upacara berlangsung di dalam gedung Kedutaan, kenapa tidak diluar ya ??? Pasti tau jawabannya… mana ada sih kita yang kuat upacara dengan panas udara 48 derajat Celcius ??? bisa – bisa ngga jadi upacara malah ngurusin orang pingsan kena “heat stroke”….. ha ha….

Sederhana dan penuh khidmat, tidak seperti peringatan di Indonesia yang dipusatkan di Gelora Bung Karno Senayan…… Upacara ini dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Sudan bapak Boli, dan sebagai komandan upacara adalah komandan kontingen Garuda Polri/UNMIS Akbp Ary Laksmana Widjaya, dan diikuti oleh seluruh Staf kedutaan, dan dihadiri juga oleh mahasiswa Indonesia yang belajar di Sudan, pada upacara itu mereka berpakaian adat Indonesia, menurut salah seorang staff kedutaan Mahasiswa Indonesia yang berada di Sudan ada sekitar 200 orang…

Ini dia liputannya….. sekalian numpang narsis dikit….ha ha ha….

Komandan Upacara, Pak Ary….

Hormat graaaak…..

Foto bersama setelah Upacara dengan Pak Dubes..

Foto bersama dengan mahasiswa Indonesia di Sudan

Kita – kita beserta pak Iman, Kosulat di KBRI Sudan.

Full formation seluruh peserta upacara

13 Komentar

Filed under FPU, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

HARI – HARI PERTAMA DI SUDAN

Thanks God ! bisa selamat tiba di Sudan, setelah 2 hari tertunda karena airport di Khortum di tutup sementara… karena ada “penyerangan” dari faksi JEM (Justice Equal Movement) kelompok milisi anti pemerintah dari Darfur, yang datang tiba – tiba ke ibukota (walau berjarak 2000 km ?????)

sudahlah…. daripada stress….. mendingan liat aja foto – foto hari – hari pertama kami…. lebih baik memakai istilah “A PICTURE MORE THAN A THOUSAND WORDS”
artinya lagi : “sedikit bicara banyak poto … ” :-)

test untuk dapet Id

Lagi security test untuk dapet ID Card, testnya dari komputer aja kok…

di depan kantor Unmis

Di depan Kantor UNMIS Khaortum

makan siang di kantor UN

Makan Siang di Kantor… 1 porsi = 15 pound Sudan = 7,5 usd = 70 ribu sekali makan… mahal kan ?

kantor UNMIS

Kantor UNMIS… yang gersang… kering kerontang itu…..

orang indo ???

Ini yang paling penting…. ternyata ada juga lhoo anak bangsa yang kerja di UN, membanggakan ! …. dari kiri ke kanan : AKP Tuhana, Saya, Wijaya (logistic), Yuanita (admin SRSG)…..

Tambahan…. kami di Khaortum tidak lama.. setelah dapat ID card kami langsung ke pelabuhan “Port Of Sudan” untuk mengurus barang – barang FPU agar bisa dipercepat sampai Darfur….. ok ceritanya bersambung yaa….. see u soon…

36 Komentar

Filed under FPU, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

MOHON PAMIT

Kepada semua pembaca blog saya, dalam kesempatan yang singkat ini saya minta ijin dan mohon pamit serta mohon doanya, karena pada hari ini tgl 15 Mei akan berangkat penugasan ke Darfur, Sudan dengan lama penugasan 1 tahun.

Sebenarnya saya harus sudah berangkat pada tanggal 13 yang lalu, tapi karena masih ada kontak senjata di Khartum Ibukota Sudan, maka semua commercial flight di tunda keberangkatannya (saya naik emirates)…

…dan tadi pagi saya dapat telp dari perwakilan emirates Jakarta bahwa bandara Khaortum dibuka kembali…

Keberangkatan saya ini (advance team, cuma 3 orang beserta AKP Tuhana dan AKP Acmad) adalah suatu rangkaian dari keseluruhan pemberangkatan Formed Police Unit (FPU) sejumlah 140 orang yang akan bertugas dalam misi UNAMID di Darfur, Sudan.

Dan jangan kuatir, saya akan berusaha sekeras mungkin untuk terus meng update blog saya dari Sudan…

Sekali lagi Mohon Pamit, dan mohon doanya….

rere

20 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

MENGENANG MISI PERTAMA SAYA : BOSNIA HERCEGOVINA

Tanggal 10 Mei nanti saya akan berangkat ke Darfur, Sudan. Ini merupakan penugasan Internasional saya yang kedua, saya sedikit ingin “mengingat” misi saya itu, mungkin juga sebagai bahan pengetahuan bagi pembaga blog ini, Misi saya sekarang sangat berbeda dengan misi pertama saya di Bosnia Hercegonina pada tahun ’97 – ’98. Inilah perbedaan itu :

- Misi di Bosnia Hercegovina adalah misi saya sebagai “Police Monitor” bertugas secara perorangan bergabung dalam komunitas polisi Internasional dalam “International Police Task Force (IPTF)” dalam UNMIBH (United Nations Mission in Bosnia Hercegovina”, kami tersebar secara perorangan di seluruh daerah missi, sedangkan misi saya di Darfur tergabung dalam ikatan pasukan “Formed Police Unit (FPU)” yaitu polisi berseragam sejumlah 140 orang (1 SSK plus) dalam “United Nations African Mission In Darfur (UNAMID)” dalam satu AOR (Area Of Responspibility).

- Misi di Bosnia Hercegovina adalah misi “Unarmed” yakni “tidak bersenjata” sedangkan misi di Darfur adalah misi “bersenjata“.

- Misi di UNMIBH adalah kerjasama antara UN dan NATO yang mengerahkan pasukan SFOR (Stabilisation Force) dalam misi yang berbeda antara militer (NATO) dan sipil (UN), sedangkan missi UNAMID adalah misi “Hibryd” gabungan antara UN dan AU (African United) dalam satu misi.

- Secara geografis mempunyai letak yang berbeda, Eropa dan berbanding Afrika, tentunya berbeda cuaca, di eropa saya merasakan 4 musim, sedangkan di Sudan bercuaca ‘sub- sahara” (cuaca di gurun)…. Namun yang paling penting berkaitan erat dengan infrastruktur… di Bosnia infratruktur (walaupun sehabis perang) jalan, listrik, air masih bagus sekali…. Di Sudan sangat miskin infrastruktur.

AWAL MULA

Permasalahan di Bosnia Hercegovina berawal dari runtuhnya negara YUGOSLAVIA sepeninggal JOSEPH BORIS TITO (1892-1980), dahulu negara YUGOSLAVIA terbagi atas beberapa negara bagian antara lain Kroasia, Montenegro, Slovenia, Serbia, dan Bosnia, Masing – masing negara bagian ini mempunyai suku bangsa tersendiri dengan ciri – ciri budaya tersendiri juga… karena pemerintahan TITO yang keras, bibit perpecahan ini bisa diredam, namun tidak terbendung setelah meninggalnya Tito. Negara – negara bagian itu masing – masing memerdekakan diri, sebenarnya pada awalnya tidak ada masalah dengan “kemerdekaan” itu. Ketika misalnya ada minoritas masyarakat Serbia di Bosnia, atau masyarakat Kroasia di Serbia tentunya tidak serta merta mereka harus “diusir” dari tempatnya semula, namun itulah yang terjadi…..

Terjadi konflik di “negara baru” Bosnia Hercegovina antara penduduk Serbia dan Bosnia (di Utara) dan penduduk Kroasia dan Bosnia (di Selatan), tentunya konflik ini mendapat “support” dari “negara induknya”. Akibat konflik yang berkepanjangan inilah UN turun tangan dalam UNMIBH. (1995-2001), Ada misi yang serupa juga di Slovenia timur (Kroasia) antara masyarakat Kroasia dan minoritas Serbia dan misi itu dinamakan UNTAES (United Natios Transitional Administration for Eastern Slovenia).

JEJAK LANGKAH

Pada bulan Mei 1997 ketika saya (masih berpangkat letnan satu) sedang mengikuti kursus Bahasa Inggris lanjutan di Sekolah Bahasa Polri, dan ada pengumuman : “Bagi siswa yang tertarik mengikuti Misi ke Luar Negeri, bisa mendaftar”, saya dan sekitar 20 an siswa ikut mendaftar, ternyata 12 dari kami lulus test tersebut….

Bulan Juli 1997 saya dan 17 orang lainnya yang lulus test berangkat ke missi, Komandan kontingen kami adalah Letkol Pol T Ashikin Husein (sekarang berpangkat Irjen menjabat Gubernur Akpol), kami pertama mendarat di ZAGREB (Kroasia) untuk mendapat “Induction Training” selama 2 minggu…

Saya dan 2 orang rekan Polisi lainnya ( lettu Mardiaz dan Bripda Katamsi) di tempatkan di Region Mostar (bagian selatan BH) yang permasalahananya adalah konflik antara etnis mayoritas Bosnia dengan minoritas Kroasia.

Kami bertiga di tempatkan pada “Police Station” yang sama yaitu Mostar Police Station, pada awalnya kami semua adalah “Police Monitor” yang bertugas mengawasi “Local Station” Kroasia dan Bosnia. Dan mengawasi “Border entity” yang membatasi etnis Kroasia dan Bosnia. Komandan Kontingen Pak Ashikin di Pale Police Station dan kemudian mendapat jabatan “bergengsi” (dan paling tinggi sepanjang sejarah misi PBB di Bosnia) menjadi Kepala Polisi Sarajevo Region (sebanding dengan Kapolda).

Pada bulan ke 4 saya di promosikan menjadi “Admin Officer” di Mostar Police Station, Mardiaz menjadi “Team Leader’ dan Katamsi menjadi “Investigation Officer”.

Pada bulan ke 6, kami seluruh kontingen mendapat “UN Medals” yang disematkan oleh UN Police Commisioner.

Sampai akhir masa tugas kami Agustus 1998 (1 tahun 1 Bulan), kami bertiga tidak pernah pindah ke station lain, walaupun beberapa rekan kami pernah pindah tempat beberapa kali….

Selama penugasan kami dikatakan aman – aman saja, kecuali saya ingat pada bulan Desember 1997 terjadi “ledakan hebat” di tengah kota Mostar akibat “Bom Mobil” di dekat kantor polisi etnis Kroasia, namun tidak ada korban jiwa. Di kontingen kami sempat ada yang di “culik” oleh paramiliter Sebia yaitu Kapten Dedi, namun segera dibebaskan karena tahu ia berasal dari Indonesia. Nama SOEKARNO “sangat harum” bagi masyarakat eks Yugoslavia, karena adalah sahabat kental Tito.

KENANGAN MOSTAR

Mostar adalah sebuah kota yang terletak di bagian selatan negara Bosnia Hercegovina, kata “Mostar” berasal dari kata “Stari Most” artinya adalah “Jembatan (Most) Tua (Stari)” diatas sungai jernih Neretva. Jembatan tua ini dibangun ketika kekaisaran Ottoman mengusasai Eropa pada abad ke 15, Jembatan ini di arsiteki oleh Mimar Hayruddin dan memakan waktu 9 tahun untuk membuatnya dan selesai pada Tahun 1566.

Sayangnya Jembatan ini “dihancurkan” dalam perang saudara pada November 1993, dan di restorasi kembali setelah berakhirnya perang oleh UNESCO dan banyak organisasi lainnya. Pada waktu saya disana, jembatan ini dalam proses pembangunan. Pada bulan Juli 2004 jembatan kembali ke bentuknya semula dan diresmikan oleh Pangeran Charles.

Mostar adalah kota yang sangat indah, dengan kontur perbukitan, di tengah – tengahnya terbelah oleh sungai Neretva yang airnya sangat jernih, pada musim panas hal yang paling menarik adalah meminum “turks cava” atau kopi turki di Café sepanjang sungai Neretva, indah sekali….Setiap Tahun ada acara yang telah berlangsung ratusan tahun yaitu “meloncat dari tengah jembatan”

PENUTUP

Apakah kenangan ini akan terulang kembali di Sudan ? Ngga tau lah yaaaw…… mudah – mudahan… setiap daerah pasti punya keindahan tersendiri……. betul ngga ?

4 Komentar

Filed under PBB, Polisi, polri

Cina tertekan soal Darfur ?

Steven Spielberg Dalam keterang pada pers pada saat mengundurkan diri

Ada berita di BBC News tanggal 14 Februari 2008 yang mengatakan bahwa Steven Spielberg menundurkan diri sebagai penasehat artistik Olimpiade Beijing karena permasalahan Darfur….

Kementerian luar negeri Cina mengatakan “motif sampingan” mungkin berada di balik kecaman terhadap kebijakan Cina di Sudan.

Spielberg mengatakan nati nuraninya melarang dia melanjutkan perannya di Olimpiade Beijing.

Cina memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Sudan, yang oleh para pegiat dikatakan harus digunakan untuk menekan Khartoum agar menyelesaikan krisis Darfur.

Sebuah surat kabar Inggris menerbitkan surat dari 80 pemenang Nobel, atlit internasional, politisi dan artis yang mendesak Beijing agar membantu mengakhiri konflik.

Juru bicara kementerian luar negeri Cina Liu Jianchao mengatakan: “Kami menyadari bahwa belakangan ini banyak kontroversi seputar Cina dan Darfur.”

“Dapat dimengerti jika beberapa orang tidak memahami kebijakan pemerintah Cina di Darfur, tetapi saya khawatir sebagian orang mungkin memiliki motif sampingan dan ini tidak bisa kami terima,” katanya dalam sebuah jumpa pers.”Cina juga mengkhawatirkan keadaan kemanusiaan di Darfur. tetapi kata-kata kosong tidak akan membantu. Kami berharap orang-orang yang bersangkutan akan lebih pragmatis.”

Beijing mengatakan pemerintah sudah menunjuk utusan khusus untuk Darfur dan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke kawasan itu. Namun banyak orang, termasuk Steven Spielberg, mengatakan ini tidak cukup.

Setidaknya 200.000 orang tewas dan dua juta lainnya kehilangan tempat tinggal mereka dalam konflik di kawasan Darfur, Sudan barat, yang sudah berlangsung lima tahun, di mana milisi pro pemerintah dituduh melakukan kekejaman secara luas.

Sudan membantah pihaknya membantu milisi Janjaweed dan mengatakan penderitaan di Darfur dibesar-besarkan. Sudan menjual sekitar dua per tiga minyaknya ke Cina, sementara Beijing menjual senjata ke pemerintah Sudan dan memblokir upaya di Dewan Keamanan PBB untuk menekan Khartoum. Para pegiat mengatakan senjata yang dijual Cina ke pemerintah Sudan digunakan di Darfur.

Spielberg mengatakan nati nuraninya melarang dia melanjutkan perannya di Olimpiade Beijing.

Sebuah surat kabar Inggris menerbitkan surat dari 80 pemenang Nobel, atlit internasional, politisi dan artis yang mendesak Beijing agar membantu mengakhiri konflik.

Tercatat nama-nama tenar yang juga bertindak sebagai penasehat Olimpiade Beijing termasuk sutradara Zhang Yimou dan bintang kung-fu Jackie Chan pernah mengajukan petisi tentang Darfur.

Bintang Hollywood Mia Farrow dan George Clooney turut mengecam Cina atas masalah Darfur.

Pertanyaanya : Apakah benar negara China terlibat dalam konflik Darfur ?

Memang benar Cina memiliki hubungan ekonomi dan militer yang erat dengan Sudan, tampak sekali ketika saya melakukan survey untuk kesiapan FPU Indonesia dalam missi UNAMID ke Darfur, mayoritas pengeksplorasi minyak dan gas di Sudan adalah negara China, ini terlihat pada saat saya mendarat di bandara Internasional Khortum banya sekali Warga Negara China datang dalam satu pesawat saya… demikian juga pada saat berkeliling kota mudah sekali dilihat warga negara China di jalan – jalan…

Ketika saya tanya pada salah seorang staff KBRI, ia mengatakan perusahaan minyak dan gas China menguasai hampir 90 % di Sudan…. mengapa China bisa menguasai sedemikian besar ? kemana perusahaan besar minyak Amerika seperti Chevron, Exxon dll ? ternyata sampai saat ini Amerika Serikat masih mengembargo negara Sudan karena keterlibatannya sebagai pemberi “save haven” Osama Bin Laden pada era 90′ an, sebelum Ia hijrah lagi ke Afganistan, jadi Sudan turut di cap sebagai negara yang memberi bantuan terhadap jaringan teroris internasional…. Akibat embargo ini eksploitasi minyak yang telah dimulai oleh Amerika Serikat ditarik dari negara Sudan, dan masuklah investor baru yaitu negara China melalui perusahaan unggulannya Petrochina.

Saya mengerti China menjadi seolah “tertekan” setelah timbul konflik yang berkepanjangan di Darfur, mereka dituduh membantu pemerintah Sudan, menjual senjata yang digunakan untuk menumpas pemberontakan di Sudan dan memberi “jaminan” bebas dari sanksi karena hak Veto dalam Sidang Dewan Umum PBB.

Menurut pendapat pribadi saya : Keberadaan China sebagai Investor Minyak dan Gas terbesar di Sudan tidak dapat dihubungkan dengan peristiwa di Darfur, karena menurut saya: setiap negara atau siapapun berhak berinvestasi, apalagi ditengah embargo ekonomi dari negara barat yang tengah berlangsung…. tentunya negara Sudan butuh bantuan untuk tetap bisa “survive”…. terlepas dari permasalah dalam negeri di Sudan…..

Menurut seorang dosen saya di Coespu Italy… Hal inilah yang disebut “Geopolitik” adanya tarik menarik kepentingan akibat sumber daya Alam… keberadaan sumber minyak dan Gas yang besar di Sudan, menjadi “Magnet” bagi negara – negara adikuasa… sehingga “mungkin” konflik ini diciptakan untuk menguasai asset yang luar biasa tersebut…

Amerika Serikat yang menjadi “pelopor” dari embargo ekonomi terhadap Sudan dihadapkan pada situasi yang tidak menguntungkan : “Apakah akan menelan air ludahnya lagi…..?” (memcabut embargo dan mulai berinvestasi di Sudan… dengan resiko bersaing dengan China ???)

Apakah pertentangan antara dua negara Adikuasa itu merupakan penyebab konflik yang tidak berujung di Darfur ? Yang ujung – ujung nya hanya karena masalah MINYAK ??? Jangan tanya saya…. karena saya sendiri tidak tahu jawabannya… hehehe….

1 Komentar

Filed under Darfur, hukum, Janjaweed, PBB, polri

For FPU’ers : Belajar dari tragedi Heskenita..

Seorang yang kehilangan temannya

Pada saat pelatihan pra Operasi FPU di Kelapa dua, kami sempat mendapat guest speaker komandan kontingen Indonesia pada UNMIS (United Nations Mission In Sudan) AKBP Ary Laksmana, beliau menjelaskan mengenai situasi terakhir di Sudan, pada bagian terakhir beliau mejelaskan tragedy Heskenita dimana terjadi penyerangan terhadap personil African Mission In Sudan (kemudian bermetaformosa menjadi UNAMID sebagai Hybrid Mission) yang berada di site camp Heskenita di daerah Nyala, Darfur (tempat dimana FPU Indonesia akan ditempatkan).

Pertolongan pertma oleh team medis sebelum bantuan udara melalui helikopter datang

Saya pun berupaya mendapatkan sumber – sumber data mengenai peristiwa tersebut dan menemukan AMIS News bulletin yang dikirimkan oleh rekan saya Ariek, berikut ini kejadiannya :

Pada sore hari, Sabtu 29 September 2007, segerombolan orang dengan bersenjata lengkap menggunakan 30 buah kendaraan menerobos masuk ke kamp pasukan perdamaian Uni Afrika (AMIS) yang netral, penyerangan mendadak ini tidak diduga membuat pasukan ini kalang kabut….. penyerangan ini mengakibatkan 10 pasukan perdamaian AMIS meninggal dunia dan 1 orang dilaporkan hilang… dilaporkan juga peralatan, senjata dan kendaraan di rampas para penyerang.

Tentara AMIS yang selamat tetapi terluka

Sebagai reaksi dari penyerangan ini, Sekertaris Jendral PBB Ban Ki Moon di New York mengutuk serangan yang ‘Mengejutkan dan brutal’ dan menyerukan agar siapapun yang ‘bertanggung – jawab ‘ atas penyerangan ini segera di tangkap dan diadili, ia juga mengucapkan rasa duka yang mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan…. Ia menegaskan kembali agar para pihak yang bertikai agar sangat memprioritaskan resolusi damai, seperti yang disepakati oleh pemerintah Sudan dan pemberontak di Libya pada 27 Oktober 2007, Uni Afrika dan PBB segera bersiap untuk bersama – sama membentuk Operasi perdamaian dalam konteks Hybrid Mission UNAMID (telah terbentuk pada tanggal 1 Januari 2008).

Penyerangan ini juga disesalkan oleh utusan special untuk Uni Afrika dan PBB yaitu Dr Saleh Ahmad Salim dan Mr Jean Aliason, mereka menyatakan penyerangan ini sebagai : ‘Tindakan pengecut terhadap keberadaan pasukan perdamaian’ dan menyuarakan agar pihak yang bertikai untuk secara serius berkomitmen terhadap proses perdamaian dan mencegah terjadinya kekerasan……

lintasan peritiwa penyerangan

Menurut AKBP Ary Laksmana penyerangan ini diakibatkan kelengahan pasukan AMIS dalam mengantisipasi serangan…. Sebelum serangan ini telah berbulan – bulan hampir setiap hari didatangi oleh sekelompok orang menggunakan kendaraan mampir untuk meminta air atau makanan serta mengobrol dengan para penjaga site camp ini, bahkan mereka diberi kesempatan untuk masuk ke dalam…. Pada saat penyerangan para penjaga site camp tidak menyangka bahwa sekelompok orang yang biasa mengunjungi mereka tiba – tiba menyerang…. Dan membunuh siapapun yang terlihat, mengambil apapun yang bisa di manfaatkan….. makanan, minuman, senjata, kendaraan dan lainnya…. Pasukan AMIS tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan perlawanan karena tidak siap sama sekali…. Mereka jadi sasaran pembantaian…. Pada saat itu adalah bulan puasa dan mereka sedang menyiapkan untuk berbuka puasa….

penghormatan terhadap pejuang perdamaian

Learning Point untuk hal ini….. Mari para FPU’ers kewaspadaan tetap diperhatikan dalam setiap kegiatan, jangan mudah percaya dengan penduduk lokal, apalagi membiarkan mereka masuk ke dalam camp kita… dan mematuhi segala SOP (Standar Operation Procedure) berdasarkan ROE (Rule Of Engagement) yang merupakan penjabaran tugas – tugas FPU seperti tertuang di resolusi 1769 tentang UNAMID. Dengan mengikuti hal ini niscya 140 orang FPU’ers sama – sama berangkat dan sama – sama kembali dengan selamat ke Indonesia.

3 Komentar

Filed under Darfur, PBB, polri, sudan, UNAMID